Juz 23

357 ayat · 4 surah

۞ وَمَآ أَنزَلْنَا عَلَىٰ قَوْمِهِۦ مِنۢ بَعْدِهِۦ مِن جُندٍ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَمَا كُنَّا مُنزِلِينَ ٢٨

Wama anzalna AAalaqawmihi min baAAdihi min jundin mina assama-i wamakunna munzileen

Dan setelah dia (meninggal), Kami tidak menurunkan suatu pasukan pun dari langit kepada kaumnya, dan Kami tidak perlu menurunkannya.

إِن كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَٲحِدَةً فَإِذَا هُمْ خَـٰمِدُونَ ٢٩

In kanat illa sayhatanwahidatan fa-itha hum khamidoon

Tidak ada siksaan terhadap mereka melainkan dengan satu teriakan saja; maka seketika itu mereka mati.

يَـٰحَسْرَةً عَلَى ٱلْعِبَادِ‌ۚ مَا يَأْتِيهِم مِّن رَّسُولٍ إِلَّا كَانُواْ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ ٣٠

Ya hasratan AAalaalAAibadi ma ya/teehim min rasoolin illa kanoobihi yastahzi-oon

Alangkah besar penyesalan terhadap hamba-hamba itu, setiap datang seorang rasul kepada mereka, mereka selalu memperolok-olokkannya.

أَلَمْ يَرَوْاْ كَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُم مِّنَ ٱلْقُرُونِ أَنَّهُمْ إِلَيْهِمْ لَا يَرْجِعُونَ ٣١

Alam yaraw kam ahlakna qablahum minaalqurooni annahum ilayhim la yarjiAAoon

Tidakkah mereka mengetahui berapa banyak umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan. Orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tidak ada yang kembali kepada mereka.1

وَإِن كُلٌّ لَّمَّا جَمِيعٌ لَّدَيْنَا مُحْضَرُونَ ٣٢

Wa-in kullun lamma jameeAAun ladaynamuhdaroon

Dan setiap (umat), semuanya akan dihadapkan kepada Kami.

وَءَايَةٌ لَّهُمُ ٱلْأَرْضُ ٱلْمَيْتَةُ أَحْيَيْنَـٰهَا وَأَخْرَجْنَا مِنْهَا حَبًّا فَمِنْهُ يَأْكُلُونَ ٣٣

Waayatun lahumu al-ardualmaytatu ahyaynaha waakhrajna minhahabban faminhu ya/kuloon

Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah bumi yang mati (tandus). Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan darinya biji-bijian, maka dari (biji-bijian) itu mereka makan.

وَجَعَلْنَا فِيهَا جَنَّـٰتٍ مِّن نَّخِيلٍ وَأَعْنَـٰبٍ وَفَجَّرْنَا فِيهَا مِنَ ٱلْعُيُونِ ٣٤

WajaAAalna feeha jannatinmin nakheelin waaAAnabin wafajjarna feehamina alAAuyoon

Dan Kami jadikan padanya di bumi itu kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air,

لِيَأْكُلُواْ مِن ثَمَرِهِۦ وَمَا عَمِلَتْهُ أَيْدِيهِمْ‌ۖ أَفَلَا يَشْكُرُونَ ٣٥

Liya/kuloo min thamarihi wamaAAamilat-hu aydeehim afala yashkuroon

agar mereka dapat makan dari buahnya, dan dari hasil usaha tangan mereka. Maka mengapa mereka tidak bersyukur?

سُبْحَـٰنَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْأَزْوَٲجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنۢبِتُ ٱلْأَرْضُ وَمِنْ أَنفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُونَ ٣٦

Subhana allathee khalaqaal-azwaja kullaha mimma tunbitu al-arduwamin anfusihim wamimma la yaAAlamoon

Mahasuci (Allah) yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri, maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.

وَءَايَةٌ لَّهُمُ ٱلَّيْلُ نَسْلَخُ مِنْهُ ٱلنَّهَارَ فَإِذَا هُم مُّظْلِمُونَ ٣٧

Waayatun lahumu allaylu naslakhuminhu annahara fa-itha hum muthlimoon

Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari (malam) itu, maka seketika itu mereka (berada dalam) kegelapan,

وَٱلشَّمْسُ تَجْرِى لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَا‌ۚ ذَٲلِكَ تَقْدِيرُ ٱلْعَزِيزِ ٱلْعَلِيمِ ٣٨

Washshamsu tajree limustaqarrin lahathalika taqdeeru alAAazeezi alAAaleem

dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui.

وَٱلْقَمَرَ قَدَّرْنَـٰهُ مَنَازِلَ حَتَّىٰ عَادَ كَٱلْعُرْجُونِ ٱلْقَدِيمِ ٣٩

Walqamara qaddarnahu manazilahatta AAada kalAAurjooni alqadeem

Dan telah Kami tetapkan tempat peredaran bagi bulan, sehingga (setelah ia sampai ke tempat peredaran yang terakhir) kembalilah ia seperti bentuk tandan yang tua.1

لَا ٱلشَّمْسُ يَنۢبَغِى لَهَآ أَن تُدْرِكَ ٱلْقَمَرَ وَلَا ٱلَّيْلُ سَابِقُ ٱلنَّهَارِ‌ۚ وَكُلٌّ فِى فَلَكٍ يَسْبَحُونَ ٤٠

La ashshamsu yanbaghee lahaan tudrika alqamara wala allaylu sabiqu annahariwakullun fee falakin yasbahoon

Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya.

وَءَايَةٌ لَّهُمْ أَنَّا حَمَلْنَا ذُرِّيَّتَهُمْ فِى ٱلْفُلْكِ ٱلْمَشْحُونِ ٤١

Waayatun lahum anna hamalnathurriyyatahum fee alfulki almashhoon

Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam kapal yang penuh muatan,

وَخَلَقْنَا لَهُم مِّن مِّثْلِهِۦ مَا يَرْكَبُونَ ٤٢

Wakhalaqna lahum min mithlihi mayarkaboon

dan Kami ciptakan (juga) untuk mereka (angkutan lain) seperti apa yang mereka kendarai.1

وَإِن نَّشَأْ نُغْرِقْهُمْ فَلَا صَرِيخَ لَهُمْ وَلَا هُمْ يُنقَذُونَ ٤٣

Wa-in nasha/ nughriqhum fala sareekhalahum wala hum yunqathoon

Dan jika Kami menghendaki, Kami tenggelamkan mereka. Maka tidak ada penolong bagi mereka dan tidak (pula) mereka diselamatkan,

إِلَّا رَحْمَةً مِّنَّا وَمَتَـٰعًا إِلَىٰ حِينٍ ٤٤

Illa rahmatan minnawamataAAan ila heen

melainkan (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai waktu tertentu.

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ ٱتَّقُواْ مَا بَيْنَ أَيْدِيكُمْ وَمَا خَلْفَكُمْ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ ٤٥

Wa-itha qeela lahumu ittaqoo mabayna aydeekum wama khalfakum laAAallakum turhamoon

Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Takutlah kamu akan siksa yang dihadapanmu (di dunia) dan azab yang akan datang (akhirat) agar kamu mendapat rahmat."

وَمَا تَأْتِيهِم مِّنْ ءَايَةٍ مِّنْ ءَايَـٰتِ رَبِّهِمْ إِلَّا كَانُواْ عَنْهَا مُعْرِضِينَ ٤٦

Wama ta/teehim min ayatin min ayatirabbihim illa kanoo AAanha muAArideen

Dan setiap kali suatu tanda dari tanda-tanda (kebesaran) Tuhan datang kepada mereka, mereka selalu berpaling darinya.

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ أَنفِقُواْ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ قَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لِلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَنُطْعِمُ مَن لَّوْ يَشَآءُ ٱللَّهُ أَطْعَمَهُۥٓ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا فِى ضَلَـٰلٍ مُّبِينٍ ٤٧

Wa-itha qeela lahum anfiqoo mimmarazaqakumu Allahu qala allatheena kafaroolillatheena amanoo anutAAimu man law yashaoAllahu atAAamahu in antum illa fee dalalinmubeen

Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Infakkanlah sebagian rezeki yang diberikan Allah kepadamu," orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman, "Apakah pantas kami memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki Dia akan memberinya makan? Kamu benar-benar dalam kesesatan yang nyata."

وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَـٰذَا ٱلْوَعْدُ إِن كُنتُمْ صَـٰدِقِينَ ٤٨

Wayaqooloona mata hathaalwaAAdu in kuntum sadiqeen

Dan mereka (orang-orang kafir) berkata, "Kapan janji (hari berbangkit) itu (terjadi) jika kamu orang-orang yang benar?"

مَا يَنظُرُونَ إِلَّا صَيْحَةً وَٲحِدَةً تَأْخُذُهُمْ وَهُمْ يَخِصِّمُونَ ٤٩

Ma yanthuroona illasayhatan wahidatan ta/khuthuhum wahumyakhissimoon

Mereka hanya menunggu satu teriakan,1 yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar.

فَلَا يَسْتَطِيعُونَ تَوْصِيَةً وَلَآ إِلَىٰٓ أَهْلِهِمْ يَرْجِعُونَ ٥٠

Fala yastateeAAoona tawsiyatanwala ila ahlihim yarjiAAoon

Sehingga mereka tidak mampu membuat suatu wasiat dan mereka (juga) tidak dapat kembali kepada keluarganya.

وَنُفِخَ فِى ٱلصُّورِ فَإِذَا هُم مِّنَ ٱلْأَجْدَاثِ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يَنسِلُونَ ٥١

Wanufikha fee assoori fa-ithahum mina al-ajdathi ila rabbihim yansiloon

Lalu ditiuplah sangkakala,1 maka seketika itu mereka keluar dari kuburnya (dalam keadaan hidup), menuju kepada Tuhannya.

قَالُواْ يَـٰوَيْلَنَا مَنۢ بَعَثَنَا مِن مَّرْقَدِنَاۜ‌ۗ هَـٰذَا مَا وَعَدَ ٱلرَّحْمَـٰنُ وَصَدَقَ ٱلْمُرْسَلُونَ ٥٢

Qaloo ya waylana manbaAAathana min marqadina hatha mawaAAada arrahmanu wasadaqaalmursaloon

Mereka berkata, "Celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?" Inilah yang dijanjikan (Allah) Yang Maha Pengasih dan benarlah rasul-rasul(-Nya).

إِن كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَٲحِدَةً فَإِذَا هُمْ جَمِيعٌ لَّدَيْنَا مُحْضَرُونَ ٥٣

In kanat illa sayhatanwahidatan fa-itha hum jameeAAun ladayna muhdaroon

Teriakan itu hanya sekali saja, maka seketika itu mereka semua dihadapkan kepada Kami (untuk dihisab).

فَٱلْيَوْمَ لَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْــًٔا وَلَا تُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ ٥٤

Falyawma la tuthlamunafsun shay-an wala tujzawna illa ma kuntumtaAAmaloon

Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikit pun dan kamu tidak akan diberi balasan, kecuali sesuai dengan apa yang telah kamu kerjakan.

إِنَّ أَصْحَـٰبَ ٱلْجَنَّةِ ٱلْيَوْمَ فِى شُغُلٍ فَـٰكِهُونَ ٥٥

Inna as-haba aljannati alyawmafee shughulin fakihoon

Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka).

هُمْ وَأَزْوَٲجُهُمْ فِى ظِلَـٰلٍ عَلَى ٱلْأَرَآئِكِ مُتَّكِــُٔونَ ٥٦

Hum waazwajuhum fee thilalinAAala al-ara-iki muttaki-oon

Mereka dan pasangan-pasangannya berada dalam tempat yang teduh, bersandar di atas dipan-dipan.

لَهُمْ فِيهَا فَـٰكِهَةٌ وَلَهُم مَّا يَدَّعُونَ ٥٧

Lahum feeha fakihatun walahumma yaddaAAoon

Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa saja yang mereka inginkan.

سَلَـٰمٌ قَوْلاً مِّن رَّبٍّ رَّحِيمٍ ٥٨

Salamun qawlan min rabbin raheem

(Kepada mereka dikatakan), "Salām," sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.

وَٱمْتَـٰزُواْ ٱلْيَوْمَ أَيُّهَا ٱلْمُجْرِمُونَ ٥٩

Wamtazoo alyawma ayyuhaalmujrimoon

Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir), "Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, wahai orang-orang yang berdosa!

۞ أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَـٰبَنِىٓ ءَادَمَ أَن لَّا تَعْبُدُواْ ٱلشَّيْطَـٰنَ‌ۖ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ ٦٠

Alam aAAhad ilaykum ya banee adamaan la taAAbudoo ashshaytana innahu lakumAAaduwwun mubeen

Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu wahai anak cucu Adam agar kamu tidak menyembah setan? Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagi kamu,

وَأَنِ ٱعْبُدُونِى‌ۚ هَـٰذَا صِرَٲطٌ مُّسْتَقِيمٌ ٦١

Waani oAAbudoonee hatha siratunmustaqeem

dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus."

وَلَقَدْ أَضَلَّ مِنكُمْ جِبِلاًّ كَثِيرًا‌ۖ أَفَلَمْ تَكُونُواْ تَعْقِلُونَ ٦٢

Walaqad adalla minkum jibillankatheeran afalam takoonoo taAAqiloon

Dan sungguh, ia (setan itu) telah menyesatkan sebagian besar di antara kamu. Maka apakah kamu tidak mengerti?

هَـٰذِهِۦ جَهَنَّمُ ٱلَّتِى كُنتُمْ تُوعَدُونَ ٦٣

Hathihi jahannamu allatee kuntumtooAAadoon

Inilah (neraka) Jahanam yang dahulu telah diperingatkan kepadamu.

ٱصْلَوْهَا ٱلْيَوْمَ بِمَا كُنتُمْ تَكْفُرُونَ ٦٤

Islawha alyawma bimakuntum takfuroon

Masuklah ke dalamnya pada hari ini karena dahulu kamu mengingkarinya.

ٱلْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَىٰٓ أَفْوَٲهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَآ أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُم بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ ٦٥

Alyawma nakhtimu AAala afwahihimwatukallimuna aydeehim watashhadu arjuluhum bima kanooyaksiboon

Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.

وَلَوْ نَشَآءُ لَطَمَسْنَا عَلَىٰٓ أَعْيُنِهِمْ فَٱسْتَبَقُواْ ٱلصِّرَٲطَ فَأَنَّىٰ يُبْصِرُونَ ٦٦

Walaw nashao latamasnaAAala aAAyunihim fastabaqoo assiratafaanna yubsiroon

Dan jika Kami menghendaki, pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka; sehingga mereka berlomba-lomba (mencari) jalan. Maka bagaimana mungkin mereka dapat melihat?

وَلَوْ نَشَآءُ لَمَسَخْنَـٰهُمْ عَلَىٰ مَكَانَتِهِمْ فَمَا ٱسْتَطَـٰعُواْ مُضِيًّا وَلَا يَرْجِعُونَ ٦٧

Walaw nashao lamasakhnahumAAala makanatihim fama istataAAoo mudiyyanwala yarjiAAoon

Dan jika Kami menghendaki, pastilah Kami ubah bentuk mereka di tempat mereka berada; sehingga mereka tidak sanggup berjalan lagi dan juga tidak sanggup kembali.

وَمَن نُّعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِى ٱلْخَلْقِ‌ۖ أَفَلَا يَعْقِلُونَ ٦٨

Waman nuAAammirhu nunakkis-hu fee alkhalqiafala yaAAqiloon

Dan barang siapa Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada awal kejadian(nya).1 Maka mengapa mereka tidak mengerti?

وَمَا عَلَّمْنَـٰهُ ٱلشِّعْرَ وَمَا يَنۢبَغِى لَهُۥٓ‌ۚ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ وَقُرْءَانٌ مُّبِينٌ ٦٩

Wama AAallamnahu ashshiAArawama yanbaghee lahu in huwa illa thikrunwaqur-anun mubeen

Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah pantas baginya. Alquran itu tidak lain hanyalah pelajaran dan Kitab yang jelas.

لِّيُنذِرَ مَن كَانَ حَيًّا وَيَحِقَّ ٱلْقَوْلُ عَلَى ٱلْكَـٰفِرِينَ ٧٠

Liyunthira man kana hayyanwayahiqqa alqawlu AAala alkafireen

agar dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan agar pasti ketetapan (azab) terhadap orang-orang kafir.

أَوَلَمْ يَرَوْاْ أَنَّا خَلَقْنَا لَهُم مِّمَّا عَمِلَتْ أَيْدِينَآ أَنْعَـٰمًا فَهُمْ لَهَا مَـٰلِكُونَ ٧١

Awa lam yaraw anna khalaqnalahum mimma AAamilat aydeena anAAaman fahumlaha malikoon

Dan tidakkah mereka melihat bahwa Kami telah meciptakan hewan ternak untuk mereka, yaitu sebagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami, lalu mereka menguasainya ?

وَذَلَّلْنَـٰهَا لَهُمْ فَمِنْهَا رَكُوبُهُمْ وَمِنْهَا يَأْكُلُونَ ٧٢

Wathallalnaha lahumfaminha rakoobuhum waminha ya/kuloon

Dan Kami menundukkannya (hewan-hewan itu) untuk mereka; lalu sebagiannya untuk menjadi tunggangan mereka dan sebagian untuk mereka makan.

وَلَهُمْ فِيهَا مَنَـٰفِعُ وَمَشَارِبُ‌ۖ أَفَلَا يَشْكُرُونَ ٧٣

Walahum feeha manafiAAu wamasharibuafala yashkuroon

Dan mereka memperoleh berbagai manfaat dan minuman darinya. Maka mengapa mereka tidak bersyukur?

وَٱتَّخَذُواْ مِن دُونِ ٱللَّهِ ءَالِهَةً لَّعَلَّهُمْ يُنصَرُونَ ٧٤

Wattakhathoo min dooni Allahialihatan laAAallahum yunsaroon

Dan mereka mengangkat sesembahan selain Allah agar mereka mendapat pertolongan.

لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَهُمْ وَهُمْ لَهُمْ جُندٌ مُّحْضَرُونَ ٧٥

La yastateeAAoona nasrahumwahum lahum jundun muhdaroon

Mereka (sesembahan) itu tidak dapat menolong mereka; padahal mereka itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga (sesembahan) itu.

فَلَا يَحْزُنكَ قَوْلُهُمْ‌ۘ إِنَّا نَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ ٧٦

Fala yahzunka qawluhum innanaAAlamu ma yusirroona wama yuAAlinoon

Maka jangan sampai ucapan mereka membuat engkau (Muhammad) bersedih hati. Sungguhnya, Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka tampakkan.

أَوَلَمْ يَرَ ٱلْإِنسَـٰنُ أَنَّا خَلَقْنَـٰهُ مِن نُّطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُّبِينٌ ٧٧

Awa lam yara al-insanu annakhalaqnahu min nutfatin fa-itha huwa khaseemunmubeen

Dan tidakkah manusia memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setetes mani, ternyata dia menjadi musuh yang nyata!

وَضَرَبَ لَنَا مَثَلاً وَنَسِىَ خَلْقَهُۥ‌ۖ قَالَ مَن يُحْىِ ٱلْعِظَـٰمَ وَهِىَ رَمِيمٌ ٧٨

Wadaraba lana mathalanwanasiya khalqahu qala man yuhyee alAAithamawahiya rameem

Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami dan melupakan asal kejadiannya; dia berkata, "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang, yang telah hancur luluh?

قُلْ يُحْيِيهَا ٱلَّذِىٓ أَنشَأَهَآ أَوَّلَ مَرَّةٍ‌ۖ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ ٧٩

Qul yuhyeeha allatheeanshaaha awwala marratin wahuwa bikulli khalqin AAaleem

Katakanlah (Muhammad), "Yang akan menghidupkannya ialah (Allah) yang menciptakannya pertama kali. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk,

ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُم مِّنَ ٱلشَّجَرِ ٱلْأَخْضَرِ نَارًا فَإِذَآ أَنتُم مِّنْهُ تُوقِدُونَ ٨٠

Allathee jaAAala lakum mina ashshajarial-akhdari naran fa-itha antum minhutooqidoon

yaitu (Allah) yang menjadikan api untukmu dari kayu yang hijau, maka seketika itu kamu nyalakan (api) dari kayu itu."

أَوَلَيْسَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلْأَرْضَ بِقَـٰدِرٍ عَلَىٰٓ أَن يَخْلُقَ مِثْلَهُم‌ۚ بَلَىٰ وَهُوَ ٱلْخَلَّـٰقُ ٱلْعَلِيمُ ٨١

Awa laysa allathee khalaqa assamawatiwal-arda biqadirin AAala an yakhluqamithlahum bala wahuwa alkhallaqu alAAaleem

Dan bukankah (Allah) yang menciptakan langit dan bumi, mampu menciptakan kembali yang serupa itu (jasad mereka yang sudah hancur)? Benar, dan Dia Maha Pencipta, Maha Mengetahui.

إِنَّمَآ أَمْرُهُۥٓ إِذَآ أَرَادَ شَيْــًٔا أَن يَقُولَ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ ٨٢

Innama amruhu itha aradashay-an an yaqoola lahu kun fayakoon

Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, "Jadilah!" Maka jadilah sesuatu itu.

فَسُبْحَـٰنَ ٱلَّذِى بِيَدِهِۦ مَلَكُوتُ كُلِّ شَىْءٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ ٨٣

Fasubhana allathee biyadihimalakootu kulli shay-in wa-ilayhi turjaAAoon

Maka Mahasuci (Allah) yang ditangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya kamu dikembalikan.

وَٱلصَّـٰٓفَّـٰتِ صَفًّا ١

Wassaffati saffa

Demi (rombongan malaikat) yang berbaris bersaf-saf,

فَٱلزَّٲجِرَٲتِ زَجْرًا ٢

Fazzajirati zajra

demi (rombongan) yang mencegah dengan sungguh-sungguh,

فَٱلتَّـٰلِيَـٰتِ ذِكْرًا ٣

Fattaliyati thikra

demi (rombongan) yang membacakan peringatan,

إِنَّ إِلَـٰهَكُمْ لَوَٲحِدٌ ٤

Inna ilahakum lawahid

sungguh, Tuhanmu benar-benar Esa.

رَّبُّ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَرَبُّ ٱلْمَشَـٰرِقِ ٥

Rabbu assamawati wal-ardiwama baynahuma warabbu almashariq

Tuhan langit dan bumi dan apa yang berada di antara keduanya dan Tuhan tempat-tempat terbitnya matahari.

إِنَّا زَيَّنَّا ٱلسَّمَآءَ ٱلدُّنْيَا بِزِينَةٍ ٱلْكَوَاكِبِ ٦

Inna zayyanna assamaaaddunya bizeenatin alkawakib

Sesungguhnya Kami telah menghias langit dunia (yang terdekat), dengan hiasan bintang-bintang.

وَحِفْظًا مِّن كُلِّ شَيْطَـٰنٍ مَّارِدٍ ٧

Wahifthan min kulli shaytaninmarid

Dan (Kami) telah menjaganya dari setiap setan yang durhaka,

لَّا يَسَّمَّعُونَ إِلَى ٱلْمَلَإِ ٱلْأَعْلَىٰ وَيُقْذَفُونَ مِن كُلِّ جَانِبٍ ٨

La yassammaAAoona ila almala-ial-aAAla wayuqthafoona min kulli janib

mereka (setan-setan itu) tidak dapat mendengar (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru,

دُحُورًا‌ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ وَاصِبٌ ٩

Duhooran walahum AAathabun wasib

untuk mengusir mereka dan mereka akan mendapat azab yang kekal,

إِلَّا مَنْ خَطِفَ ٱلْخَطْفَةَ فَأَتْبَعَهُۥ شِهَابٌ ثَاقِبٌ ١٠

Illa man khatifa alkhatfatafaatbaAAahu shihabun thaqib

kecuali (setan) yang mencuri (pembicaraan); maka ia dikejar oleh bintang yang menyala.

فَٱسْتَفْتِهِمْ أَهُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَم مَّنْ خَلَقْنَآ‌ۚ إِنَّا خَلَقْنَـٰهُم مِّن طِينٍ لَّازِبِۭ ١١

Fastaftihim ahum ashaddu khalqan amman khalaqna inna khalaqnahum min teeninlazib

Maka tanyakanlah kepada mereka (musyrik Mekkah), "Apakah penciptaan mereka yang lebih sulit ataukah apa1 yang telah Kami ciptakan?" Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat.

بَلْ عَجِبْتَ وَيَسْخَرُونَ ١٢

Bal AAajibta wayaskharoon

Bahkan engkau (Muhammad) menjadi heran (terhadap keingkaran mereka) dan mereka menghinakan (engkau).

وَإِذَا ذُكِّرُواْ لَا يَذْكُرُونَ ١٣

Wa-itha thukkiroo la yathkuroon

Dan apabila mereka diberi peringatan, mereka tidak mengindahkannya.

وَإِذَا رَأَوْاْ ءَايَةً يَسْتَسْخِرُونَ ١٤

Wa-itha raaw ayatanyastaskhiroon

Dan apabila mereka melihat suatu tanda (kebesaran) Allah, mereka memperolok-olokan.

وَقَالُوٓاْ إِنْ هَـٰذَآ إِلَّا سِحْرٌ مُّبِينٌ ١٥

Waqaloo in hatha illasihrun mubeen

Dan mereka berkata, "ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.

أَءِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَعِظَـٰمًا أَءِنَّا لَمَبْعُوثُونَ ١٦

A-itha mitna wakunnaturaban waAAithaman a-innalamabAAoothoon

Apabila kami telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah benar kami akan dibangkitkan (kembali)?

أَوَءَابَآؤُنَا ٱلْأَوَّلُونَ ١٧

Awa abaona al-awwaloon

dan apakah nenek moyang kami yang telah terdahulu (akan dibangkitkan pula)?"

قُلْ نَعَمْ وَأَنتُمْ دَٲخِرُونَ ١٨

Qul naAAam waantum dakhiroon

Katakanlah (Muhammad), "Ya, dan kamu akan terhina."

فَإِنَّمَا هِىَ زَجْرَةٌ وَٲحِدَةٌ فَإِذَا هُمْ يَنظُرُونَ ١٩

Fa-innama hiya zajratun wahidatunfa-itha hum yanthuroon

Maka sesungguhnya kebangkitan itu hanya dengan satu teriakan saja; maka seketika itu mereka melihatnya.

وَقَالُواْ يَـٰوَيْلَنَا هَـٰذَا يَوْمُ ٱلدِّينِ ٢٠

Waqaloo ya waylana hathayawmu addeen

Dan mereka berkata, "Alangkah celaka kami! (Kiranya) inilah hari pembalasan itu."

هَـٰذَا يَوْمُ ٱلْفَصْلِ ٱلَّذِى كُنتُم بِهِۦ تُكَذِّبُونَ ٢١

Hatha yawmu alfasli allatheekuntum bihi tukaththiboon

Inilah hari keputusan1 yang dahulu kamu dustakan.

۞ ٱحْشُرُواْ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ وَأَزْوَٲجَهُمْ وَمَا كَانُواْ يَعْبُدُونَ ٢٢

Ohshuroo allatheena thalamoowaazwajahum wama kanoo yaAAbudoon

(Diperintahkan kepada malaikat), "Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan apa yang dahulu mereka sembah,

مِن دُونِ ٱللَّهِ فَٱهْدُوهُمْ إِلَىٰ صِرَٲطِ ٱلْجَحِيمِ ٢٣

Min dooni Allahi fahdoohum ilasirati aljaheem

selain Allah, lalu tunjukkanlah kepada mereka jalan ke nereka.

وَقِفُوهُمْ‌ۖ إِنَّهُم مَّسْــُٔولُونَ ٢٤

Waqifoohum innahum masooloon

Tahanlah mereka (di tempat perhentian), sesungguhnya mereka akan ditanya,

مَا لَكُمْ لَا تَنَاصَرُونَ ٢٥

Ma lakum la tanasaroon

"Mengapa kamu tidak tolong-menolong?"

بَلْ هُمُ ٱلْيَوْمَ مُسْتَسْلِمُونَ ٢٦

Bal humu alyawma mustaslimoon

Bahkan mereka pada hari itu menyerah (kepada keputusan Allah).

وَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ يَتَسَآءَلُونَ ٢٧

Waaqbala baAAduhum AAala baAAdinyatasaaloon

Dan sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain saling berbantah-bantahan.

قَالُوٓاْ إِنَّكُمْ كُنتُمْ تَأْتُونَنَا عَنِ ٱلْيَمِينِ ٢٨

Qaloo innakum kuntum ta/toonanaAAani alyameen

Sesungguhnya (pengikut-pengikut) mereka berkata (kepada pemimpin-pemimpin mereka), "Kamulah yang dahulu datang kepada kami dari kanan."1

قَالُواْ بَل لَّمْ تَكُونُواْ مُؤْمِنِينَ ٢٩

Qaloo bal lam takoonoo mu/mineen

(Pemimpin-pemimpin) mereka menjawab, "(Tidak), bahkan kamulah yang tidak (mau) menjadi orang mukmin,

وَمَا كَانَ لَنَا عَلَيْكُم مِّن سُلْطَـٰنِۭ‌ۖ بَلْ كُنتُمْ قَوْمًا طَـٰغِينَ ٣٠

Wama kana lanaAAalaykum min sultanin bal kuntum qawman tagheen

sedangkan kami tidak berkuasa terhadapmu, bahkan kamu menjadi kaum yang melampaui batas.

فَحَقَّ عَلَيْنَا قَوْلُ رَبِّنَآ‌ۖ إِنَّا لَذَآئِقُونَ ٣١

Fahaqqa AAalayna qawlu rabbinainna latha-iqoon

Maka pantas putusan (azab) Tuhan menimpa kita; pasti kita akan merasakan (azab itu).

فَأَغْوَيْنَـٰكُمْ إِنَّا كُنَّا غَـٰوِينَ ٣٢

Faaghwaynakum inna kunnaghaween

Maka kami telah menyesatkan kamu, sesungguhnya kami sendiri, orang-orang yang sesat."

فَإِنَّهُمْ يَوْمَئِذٍ فِى ٱلْعَذَابِ مُشْتَرِكُونَ ٣٣

Fa-innahum yawma-ithin fee alAAathabimushtarikoon

Maka sesunguhnya mereka pada hari itu bersama-sama merasakan azab.

إِنَّا كَذَٲلِكَ نَفْعَلُ بِٱلْمُجْرِمِينَ ٣٤

Inna kathalika nafAAalu bilmujrimeen

Sungguh, demikianlah Kami memperlakukan terhadap orang-orang yang berbuat dosa.

إِنَّهُمْ كَانُوٓاْ إِذَا قِيلَ لَهُمْ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ يَسْتَكْبِرُونَ ٣٥

Innahum kanoo itha qeela lahumla ilaha illa Allahu yastakbiroon

Sungguh, dahulu apabila dikatakan kepada mereka, "Lā ilāha illallāh" (Tidak ada tuhan selain Allah), mereka menyombongkan diri,

وَيَقُولُونَ أَئِنَّا لَتَارِكُوٓاْ ءَالِهَتِنَا لِشَاعِرٍ مَّجْنُونِۭ ٣٦

Wayaqooloona a-inna latarikoo alihatinalishaAAirin majnoon

dan mereka berkata, "Apakah kami harus meninggalkan sesembahan kami karena seorang penyair gila?"

بَلْ جَآءَ بِٱلْحَقِّ وَصَدَّقَ ٱلْمُرْسَلِينَ ٣٧

Bal jaa bilhaqqi wasaddaqaalmursaleen

Padahal dia (Muhammad) datang dengan membawa kebenaran dan membenarkan rasul-rasul (sebelumnya).

إِنَّكُمْ لَذَآئِقُواْ ٱلْعَذَابِ ٱلْأَلِيمِ ٣٨

Innakum latha-iqoo alAAathabial-aleem

Sungguh, kamu pasti akan merasakan azab yang pedih.

وَمَا تُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ ٣٩

Wama tujzawna illa makuntum taAAmaloon

Dan kamu tidak diberi balasan melainkan terhadap apa yang telah kamu kerjakan,

إِلَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلْمُخْلَصِينَ ٤٠

Illa AAibada Allahialmukhlaseen

tetapi hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa),

أُوْلَـٰٓئِكَ لَهُمْ رِزْقٌ مَّعْلُومٌ ٤١

Ola-ika lahum rizqun maAAloom

mereka itu memperoleh rezeki yang sudah ditentukan,

فَوَٲكِهُ‌ۖ وَهُم مُّكْرَمُونَ ٤٢

Fawakihu wahum mukramoon

(yaitu) buah-buahan. Dan mereka orang yang dimuliakan,

فِى جَنَّـٰتِ ٱلنَّعِيمِ ٤٣

Fee jannati annaAAeem

di dalam surga-surga yang penuh kenikmatan,

عَلَىٰ سُرُرٍ مُّتَقَـٰبِلِينَ ٤٤

AAala sururin mutaqabileen

(mereka duduk) berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.

يُطَافُ عَلَيْهِم بِكَأْسٍ مِّن مَّعِينِۭ ٤٥

Yutafu AAalayhim bika/sin min maAAeen

Kepada mereka diedarkan gelas (yang berisi air) dari mata air (surga),

بَيْضَآءَ لَذَّةٍ لِّلشَّـٰرِبِينَ ٤٦

Baydaa laththatin lishsharibeen

(warnanya) putih bersih, sedap rasanya bagi orang-orang yang minum.

لَا فِيهَا غَوْلٌ وَلَا هُمْ عَنْهَا يُنزَفُونَ ٤٧

La feeha ghawlun walahum AAanha yunzafoon

Tidak ada di dalamnya (unsur) yang memabukkan dan mereka tidak mabuk karenanya.

وَعِندَهُمْ قَـٰصِرَٲتُ ٱلطَّرْفِ عِينٌ ٤٨

WaAAindahum qasiratu attarfiAAeen

Dan di sisi mereka ada (bidadari-bidadari) yang bermata indah, dan membatasi pandangannya,

كَأَنَّهُنَّ بَيْضٌ مَّكْنُونٌ ٤٩

Kaannahunna baydun maknoon

seakan-akan mereka adalah telur yang tersimpan dengan baik.

فَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ يَتَسَآءَلُونَ ٥٠

Faaqbala baAAduhum AAala baAAdinyatasaaloon

Lalu mereka berhadap-hadapan satu sama lain sambil bercakap-cakap.

قَالَ قَآئِلٌ مِّنْهُمْ إِنِّى كَانَ لِى قَرِينٌ ٥١

Qala qa-ilun minhum innee kanalee qareen

Berkatalah salah seorang di antara mereka, "Sesungguhnya aku dahulu (di dunia) pernah mempunyai seorang teman,

يَقُولُ أَءِنَّكَ لَمِنَ ٱلْمُصَدِّقِينَ ٥٢

Yaqoolu a-innaka lamina almusaddiqeen

yang berkata, "Apakah sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang membenarkan (hari berbangkit)?

أَءِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَعِظَـٰمًا أَءِنَّا لَمَدِينُونَ ٥٣

A-itha mitna wakunnaturaban waAAithaman a-innalamadeenoon

Apabila kita telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kita benar-benar (akan dibangkitkan) untuk diberi pembalasan?"

قَالَ هَلْ أَنتُم مُّطَّلِعُونَ ٥٤

Qala hal antum muttaliAAoon

Dia berkata, "Maukah kamu meninjau (temanku itu)?"

فَٱطَّلَعَ فَرَءَاهُ فِى سَوَآءِ ٱلْجَحِيمِ ٥٥

FattalaAAa faraahu feesawa-i aljaheem

Maka dia meninjaunya, lalu dia melihat (teman)nya itu di tengah-tengah neraka yang menyala-nyala.

قَالَ تَٱللَّهِ إِن كِدتَّ لَتُرْدِينِ ٥٦

Qala tallahi in kidtalaturdeen

Dia berkata, "Demi Allah, engkau hampir saja mencelakakanku,

وَلَوْلَا نِعْمَةُ رَبِّى لَكُنتُ مِنَ ٱلْمُحْضَرِينَ ٥٧

Walawla niAAmatu rabbee lakuntu minaalmuhdareen

dan sekiranya bukan karena nikmat Tuhanku pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret (ke neraka)."

أَفَمَا نَحْنُ بِمَيِّتِينَ ٥٨

Afama nahnu bimayyiteen

Maka apakah kita tidak akan mati?

إِلَّا مَوْتَتَنَا ٱلْأُولَىٰ وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِينَ ٥٩

Illa mawtatana al-oolawama nahnu bimuAAaththabeen

Kecuali kematian kita yang pertama saja (di dunia), dan kita tidak akan diazab (di akhirat ini)?"

إِنَّ هَـٰذَا لَهُوَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ ٦٠

Inna hatha lahuwa alfawzu alAAatheem

Sungguh, ini benar-benar kemenangan yang agung.

لِمِثْلِ هَـٰذَا فَلْيَعْمَلِ ٱلْعَـٰمِلُونَ ٦١

Limithli hatha falyaAAmali alAAamiloon

Untuk (kemenangan) serupa ini, hendaklah beramal orang-orang yang mampu beramal.

أَذَٲلِكَ خَيْرٌ نُّزُلاً أَمْ شَجَرَةُ ٱلزَّقُّومِ ٦٢

Athalika khayrun nuzulan am shajaratuazzaqqoom

Apakah (makanan surga) itu hidangan yang lebih baik ataukah pohon zaqqum.

إِنَّا جَعَلْنَـٰهَا فِتْنَةً لِّلظَّـٰلِمِينَ ٦٣

Inna jaAAalnahafitnatan liththalimeen

Sungguh, Kami menjadikannya (pohon zaqqum) sebagai azab bagi orang-orang zalim.

إِنَّهَا شَجَرَةٌ تَخْرُجُ فِىٓ أَصْلِ ٱلْجَحِيمِ ٦٤

Innaha shajaratun takhruju fee aslialjaheem

Sungguh, itu adalah pohon yang keluar dari dasar neraka Jahim,

طَلْعُهَا كَأَنَّهُۥ رُءُوسُ ٱلشَّيَـٰطِينِ ٦٥

TalAAuha kaannahu ruoosu ashshayateen

mayangnya seperti kepala-kepala setan.

فَإِنَّهُمْ لَأَكِلُونَ مِنْهَا فَمَالِــُٔونَ مِنْهَا ٱلْبُطُونَ ٦٦

Fa-innahum laakiloona minhafamali-oona minha albutoon

Maka sungguh, mereka benar-benar memakan sebagian darinya (buah pohon itu), dan mereka memenuhi perutnya dengan buahnya (zaqqum).

ثُمَّ إِنَّ لَهُمْ عَلَيْهَا لَشَوْبًا مِّنْ حَمِيمٍ ٦٧

Thumma inna lahum AAalayha lashawbanmin hameem

Kemudian sungguh, setelah makan (buah zaqqum) mereka mendapat minuman yang dicampur dengan air yang sangat panas.

ثُمَّ إِنَّ مَرْجِعَهُمْ لَإِلَى ٱلْجَحِيمِ ٦٨

Thumma inna marjiAAahum la-ila aljaheem

Kemudian pasti tempat kembali mereka ke neraka Jahim.

إِنَّهُمْ أَلْفَوْاْ ءَابَآءَهُمْ ضَآلِّينَ ٦٩

Innahum alfaw abaahum dalleen

Sesungguhnya mereka mendapati nenek moyang mereka dalam keadaan sesat,

فَهُمْ عَلَىٰٓ ءَاثَـٰرِهِمْ يُهْرَعُونَ ٧٠

Fahum AAala atharihimyuhraAAoon

lalu mereka tergesa-gesa mengikuti jejak (nenek moyang) mereka.

وَلَقَدْ ضَلَّ قَبْلَهُمْ أَكْثَرُ ٱلْأَوَّلِينَ ٧١

Walaqad dalla qablahum aktharual-awwaleen

Dan sungguh, sebelum mereka (suku Quraisy), telah sesat sebagian besar dari orang-orang yang dahulu,

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا فِيهِم مُّنذِرِينَ ٧٢

Walaqad arsalna feehim munthireen

dan sungguh, Kami telah mengutus (rasul) pemberi peringatan di kalangan mereka.

فَٱنظُرْ كَيْفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلْمُنذَرِينَ ٧٣

Fanthur kayfa kanaAAaqibatu almunthareen

Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu,

إِلَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلْمُخْلَصِينَ ٧٤

Illa AAibada Allahialmukhlaseen

kecuali hamba-hamba Allah yang disucikan (dari dosa).

وَلَقَدْ نَادَٮٰنَا نُوحٌ فَلَنِعْمَ ٱلْمُجِيبُونَ ٧٥

Walaqad nadana noohunfalaniAAma almujeeboon

Dan sungguh, Nuh telah berdoa kepada Kami, maka sungguh, Kamilah sebaik-baik yang memperkenankan doa.

وَنَجَّيْنَـٰهُ وَأَهْلَهُۥ مِنَ ٱلْكَرْبِ ٱلْعَظِيمِ ٧٦

Wanajjaynahu waahlahu mina alkarbialAAatheem

Kami telah menyelamatkan dia dan pengikutnya dari bencana yang besar.

وَجَعَلْنَا ذُرِّيَّتَهُۥ هُمُ ٱلْبَاقِينَ ٧٧

WajaAAalna thurriyyatahu humualbaqeen

Dan Kami jadikan anak cucunya orang-orang yang melanjutkan keturunan.

وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى ٱلْأَخِرِينَ ٧٨

Watarakna AAalayhi fee al-akhireen

Dan Kami abadikan untuk Nuh (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian;

سَلَـٰمٌ عَلَىٰ نُوحٍ فِى ٱلْعَـٰلَمِينَ ٧٩

Salamun AAala noohinfee alAAalameen

"Kesejahteraan (Kami limpahkan) atas Nuh di seluruh alam."

إِنَّا كَذَٲلِكَ نَجْزِى ٱلْمُحْسِنِينَ ٨٠

Inna kathalika najzee almuhsineen

Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

إِنَّهُۥ مِنْ عِبَادِنَا ٱلْمُؤْمِنِينَ ٨١

Innahu min AAibadinaalmu/mineen

Sungguh, dia termasuk di antara hamba-hamba Kami yang beriman.

ثُمَّ أَغْرَقْنَا ٱلْأَخَرِينَ ٨٢

Thumma aghraqna al-akhareen

Kemudian Kami tenggelamkan yang lain.

۞ وَإِنَّ مِن شِيعَتِهِۦ لَإِبْرَٲهِيمَ ٨٣

Wa-inna min sheeAAatihi la-ibraheem

Dan sungguh, Ibrahim termasuk golongannya (Nuh).1

إِذْ جَآءَ رَبَّهُۥ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ ٨٤

Ith jaa rabbahu biqalbinsaleem

(Ingatlah) ketika dia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci,1

إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِۦ مَاذَا تَعْبُدُونَ ٨٥

Ith qala li-abeehi waqawmihi mathataAAbudoon

(ingatlah) ketika dia berkata kepada ayahnya dan kaumnya, "Apakah yang kamu sembah itu?

أَئِفْكًا ءَالِهَةً دُونَ ٱللَّهِ تُرِيدُونَ ٨٦

A-ifkan alihatan doona Allahitureedoon

Apakah kamu menghendaki kebohongan dengan sesembahan selain Allah itu?

فَمَا ظَنُّكُم بِرَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ ٨٧

Fama thannukum birabbialAAalameen

Maka bagaimana anggapanmu terhadap Tuhan seluruh alam?"

فَنَظَرَ نَظْرَةً فِى ٱلنُّجُومِ ٨٨

Fanathara nathratanfee annujoom

Lalu dia memandang sekilas ke bintang-bintang,

فَقَالَ إِنِّى سَقِيمٌ ٨٩

Faqala innee saqeem

kemudian dia (Ibrahim) berkata, "Sesungguhnya aku sakit."

فَتَوَلَّوْاْ عَنْهُ مُدْبِرِينَ ٩٠

Fatawallaw AAanhu mudbireen

Lalu mereka berpaling dari dia dan pergi meninggalkannya.

فَرَاغَ إِلَىٰٓ ءَالِهَتِهِمْ فَقَالَ أَلَا تَأْكُلُونَ ٩١

Faragha ila alihatihimfaqala ala ta/kuloon

Kemudian dia (Ibrahim) pergi dengan diam-diam kepada berhala-berhala mereka; lalu dia berkata, "Mengapa kamu tidak makan?1

مَا لَكُمْ لَا تَنطِقُونَ ٩٢

Ma lakum la tantiqoon

Mengapa kamu tidak menjawab?"

فَرَاغَ عَلَيْهِمْ ضَرْبَۢا بِٱلْيَمِينِ ٩٣

Faragha AAalayhim darban bilyameen

Lalu dihadapinya (berhala-berhala) itu sambil memukulnya dengan tangan kanannya.

فَأَقْبَلُوٓاْ إِلَيْهِ يَزِفُّونَ ٩٤

Faaqbaloo ilayhi yaziffoon

Kemudian mereka (kaumnya) datang bergegas kepadanya.

قَالَ أَتَعْبُدُونَ مَا تَنْحِتُونَ ٩٥

Qala ataAAbudoona ma tanhitoon

Dia (Ibrahim) berkata, "Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu?

وَٱللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ ٩٦

Wallahu khalaqakum wamataAAmaloon

padahal Allah lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat."

قَالُواْ ٱبْنُواْ لَهُۥ بُنْيَـٰنًا فَأَلْقُوهُ فِى ٱلْجَحِيمِ ٩٧

Qaloo ibnoo lahu bunyananfaalqoohu fee aljaheem

Mereka berkata, "Buatlah bangunan (perapian) untuknya (membakar Ibrahim); lalu lemparkan dia ke dalam api yang menyala-nyala itu."

فَأَرَادُواْ بِهِۦ كَيْدًا فَجَعَلْنَـٰهُمُ ٱلْأَسْفَلِينَ ٩٨

Faaradoo bihi kaydan fajaAAalnahumual-asfaleen

Maka mereka bermaksud memperdayainya dengan (membakar)nya, (namun Allah menyelamatkannya), lalu Kami jadikan mereka orang-orang yang hina.

وَقَالَ إِنِّى ذَاهِبٌ إِلَىٰ رَبِّى سَيَهْدِينِ ٩٩

Waqala innee thahibun ilarabbee sayahdeen

Dan dia (Ibrahim) berkata, "Sesungguhnya aku harus pergi (menghadap) kepada Tuhanku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku.1

رَبِّ هَبْ لِى مِنَ ٱلصَّـٰلِحِينَ ١٠٠

Rabbi hablee mina assaliheen

Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang saleh."

فَبَشَّرْنَـٰهُ بِغُلَـٰمٍ حَلِيمٍ ١٠١

Fabashsharnahu bighulamin haleem

Maka Kami beri kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang sangat sabar (Ismail).

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ ٱلسَّعْىَ قَالَ يَـٰبُنَىَّ إِنِّىٓ أَرَىٰ فِى ٱلْمَنَامِ أَنِّىٓ أَذْبَحُكَ فَٱنظُرْ مَاذَا تَرَىٰ‌ۚ قَالَ يَـٰٓأَبَتِ ٱفْعَلْ مَا تُؤْمَرُ‌ۖ سَتَجِدُنِىٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّـٰبِرِينَ ١٠٢

Falamma balagha maAAahu assaAAyaqala ya bunayya innee ara fee almanamiannee athbahuka fanthur mathatara qala ya abati ifAAal ma tu/marusatajidunee in shaa Allahu mina assabireen

Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, "Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka bagaimanakah pendapatmu!" Dia (Ismail) menjawab, "Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insyā Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar."

فَلَمَّآ أَسْلَمَا وَتَلَّهُۥ لِلْجَبِينِ ١٠٣

Falamma aslama watallahuliljabeen

Maka ketika keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) membaringkan anaknya atas pelipisnya, (untuk melaksanakan perintah Allah).

وَنَـٰدَيْنَـٰهُ أَن يَـٰٓإِبْرَٲهِيمُ ١٠٤

Wanadaynahu an ya ibraheem

Lalu Kami panggil dia, "Wahai Ibrahim!

قَدْ صَدَّقْتَ ٱلرُّءْيَآ‌ۚ إِنَّا كَذَٲلِكَ نَجْزِى ٱلْمُحْسِنِينَ ١٠٥

Qad saddaqta arru/yainna kathalika najzee almuhsineen

Sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu."1 Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

إِنَّ هَـٰذَا لَهُوَ ٱلْبَلَـٰٓؤُاْ ٱلْمُبِينُ ١٠٦

Inna hatha lahuwa albalaoalmubeen

Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.

وَفَدَيْنَـٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ ١٠٧

Wafadaynahu bithibhinAAatheem

Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.1

وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى ٱلْأَخِرِينَ ١٠٨

Watarakna AAalayhi fee al-akhireen

Dan Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,

سَلَـٰمٌ عَلَىٰٓ إِبْرَٲهِيمَ ١٠٩

Salamun AAala ibraheem

" Selamat sejahtera bagi Ibrahim."

كَذَٲلِكَ نَجْزِى ٱلْمُحْسِنِينَ ١١٠

Kathalika najzee almuhsineen

Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

إِنَّهُۥ مِنْ عِبَادِنَا ٱلْمُؤْمِنِينَ ١١١

Innahu min AAibadinaalmu/mineen

Sungguh, dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.

وَبَشَّرْنَـٰهُ بِإِسْحَـٰقَ نَبِيًّا مِّنَ ٱلصَّـٰلِحِينَ ١١٢

Wabashsharnahu bi-ishaqanabiyyan mina assaliheen

Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishak seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh.

وَبَـٰرَكْنَا عَلَيْهِ وَعَلَىٰٓ إِسْحَـٰقَ‌ۚ وَمِن ذُرِّيَّتِهِمَا مُحْسِنٌ وَظَالِمٌ لِّنَفْسِهِۦ مُبِينٌ ١١٣

Wabarakna AAalayhi waAAalaishaqa wamin thurriyyatihima muhsinunwathalimun linafsihi mubeen

Dan Kami limpahkan keberkahan kepadanya dan kepada Ishak. Dan di antara keturunan keduanya ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang terang-terangan berbuat zalim terhadap dirinya sendiri.

وَلَقَدْ مَنَنَّا عَلَىٰ مُوسَىٰ وَهَـٰرُونَ ١١٤

Walaqad mananna AAala moosawaharoon

Dan sungguh, Kami telah melimpahkan nikmat kepada Musa dan Harun.

وَنَجَّيْنَـٰهُمَا وَقَوْمَهُمَا مِنَ ٱلْكَرْبِ ٱلْعَظِيمِ ١١٥

Wanajjaynahuma waqawmahumamina alkarbi alAAatheem

Dan Kami selamatkan keduanya dan kaumnya dari bencana yang besar,

وَنَصَرْنَـٰهُمْ فَكَانُواْ هُمُ ٱلْغَـٰلِبِينَ ١١٦

Wanasarnahum fakanoohumu alghalibeen

dan Kami tolong mereka, sehingga jadilah mereka orang-orang yang menang.

وَءَاتَيْنَـٰهُمَا ٱلْكِتَـٰبَ ٱلْمُسْتَبِينَ ١١٧

Waataynahuma alkitabaalmustabeen

Dan Kami berikan kepada keduanya Kitab yang sangat jelas,

وَهَدَيْنَـٰهُمَا ٱلصِّرَٲطَ ٱلْمُسْتَقِيمَ ١١٨

Wahadaynahuma assirataalmustaqeem

dan Kami tunjukkan keduanya jalan yang lurus.

وَتَرَكْنَا عَلَيْهِمَا فِى ٱلْأَخِرِينَ ١١٩

Watarakna AAalayhima fee al-akhireen

Dan Kami abadikan untuk keduanya (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,

سَلَـٰمٌ عَلَىٰ مُوسَىٰ وَهَـٰرُونَ ١٢٠

Salamun AAala moosawaharoon

"Selamat sejahtera bagi Musa dan Harun."

إِنَّا كَذَٲلِكَ نَجْزِى ٱلْمُحْسِنِينَ ١٢١

Inna kathalika najzee almuhsineen

Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

إِنَّهُمَا مِنْ عِبَادِنَا ٱلْمُؤْمِنِينَ ١٢٢

Innahuma min AAibadinaalmu/mineen

Sungguh, keduanya termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.

وَإِنَّ إِلْيَاسَ لَمِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ ١٢٣

Wa-inna ilyasa lamina almursaleen

Dan sungguh, Ilyas benar-benar termasuk salah seorang rasul.

إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِۦٓ أَلَا تَتَّقُونَ ١٢٤

Ith qala liqawmihi alatattaqoon

(Ingatlah) ketika dia berkata kepada kaumnya, "Mengapa kamu tidak bertakwa?

أَتَدْعُونَ بَعْلاً وَتَذَرُونَ أَحْسَنَ ٱلْخَـٰلِقِينَ ١٢٥

AtadAAoona baAAlan watatharoona ahsanaalkhaliqeen

Patutkah kamu menyembah Ba'l 1 dan kamu tinggalkan (Allah) sebaik-baik Pencipta,

ٱللَّهَ رَبَّكُمْ وَرَبَّ ءَابَآئِكُمُ ٱلْأَوَّلِينَ ١٢٦

Allaha rabbakum warabba aba-ikumual-awwaleen

(yaitu) Allah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu yang terdahulu?"

فَكَذَّبُوهُ فَإِنَّهُمْ لَمُحْضَرُونَ ١٢٧

Fakaththaboohu fa-innahum lamuhdaroon

Tetapi mereka mendustakannya (Ilyas), maka sungguh, mereka akan diseret (ke neraka),

إِلَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلْمُخْلَصِينَ ١٢٨

Illa AAibada Allahialmukhlaseen

kecuali hamba-hamba Allah yang disucikan (dari dosa).

وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى ٱلْأَخِرِينَ ١٢٩

Watarakna AAalayhi fee al-akhireen

Dan Kami abadikan untuk Ilyas (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,

سَلَـٰمٌ عَلَىٰٓ إِلْ يَاسِينَ ١٣٠

Salamun AAala il yaseen

"selamat sejahtera bagi Ilyas."

إِنَّا كَذَٲلِكَ نَجْزِى ٱلْمُحْسِنِينَ ١٣١

Inna kathalika najzee almuhsineen

Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

إِنَّهُۥ مِنْ عِبَادِنَا ٱلْمُؤْمِنِينَ ١٣٢

Innahu min AAibadinaalmu/mineen

Sungguh, dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.

وَإِنَّ لُوطًا لَّمِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ ١٣٣

Wa-inna lootan lamina almursaleen

Dan sungguh, Luṭ benar-benar termasuk salah seorang rasul.

إِذْ نَجَّيْنَـٰهُ وَأَهْلَهُۥٓ أَجْمَعِينَ ١٣٤

Ith najjaynahu waahlahuajmaAAeen

(Ingatlah) ketika Kami telah menyelamatkan dia dan pengikutnya semua,

إِلَّا عَجُوزًا فِى ٱلْغَـٰبِرِينَ ١٣٥

Illa AAajoozan fee alghabireen

kecuali seorang perempuan tua (istrinya) bersama-sama orang yang tinggal (di kota).

ثُمَّ دَمَّرْنَا ٱلْأَخَرِينَ ١٣٦

Thumma dammarna al-akhareen

Kemudian Kami binasakan orang-orang yang lain.1

وَإِنَّكُمْ لَتَمُرُّونَ عَلَيْهِم مُّصْبِحِينَ ١٣٧

Wa-innakum latamurroona AAalayhim musbiheen

Dan sesungguhnya kamu (penduduk Mekkah) benar-benar akan melalui (bekas-bekas) mereka pada waktu pagi,

وَبِٱلَّيْلِ‌ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ ١٣٨

Wabillayli afala taAAqiloon

dan pada waktu malam. Maka mengapa kamu tidak mengerti?

وَإِنَّ يُونُسَ لَمِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ ١٣٩

Wa-inna yoonusa lamina almursaleen

Dan sungguh, Yunus benar-benar termasuk salah seorang rasul,

إِذْ أَبَقَ إِلَى ٱلْفُلْكِ ٱلْمَشْحُونِ ١٤٠

Ith abaqa ila alfulki almashhoon

(ingatlah) ketika dia lari,1 ke kapal yang penuh muatan,

فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ ٱلْمُدْحَضِينَ ١٤١

Fasahama fakana mina almudhadeen

kemudian dia ikut diundi1 ternyata dia termasuk orang-orang yang kalah (dalam undian).

فَٱلْتَقَمَهُ ٱلْحُوتُ وَهُوَ مُلِيمٌ ١٤٢

Faltaqamahu alhootu wahuwamuleem

Maka dia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela.1

فَلَوْلَآ أَنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلْمُسَبِّحِينَ ١٤٣

Falawla annahu kana minaalmusabbiheen

Maka sekiranya dia tidak termasuk orang yang banyak berzikir (bertasbih) kepada Allah,

لَلَبِثَ فِى بَطْنِهِۦٓ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ ١٤٤

Lalabitha fee batnihi ilayawmi yubAAathoon

niscaya dia akan tetap tinggal di perut (ikan itu) sampai Hari Berbangkit.

۞ فَنَبَذْنَـٰهُ بِٱلْعَرَآءِ وَهُوَ سَقِيمٌ ١٤٥

Fanabathnahu bilAAara-iwahuwa saqeem

Kemudian Kami lemparkan dia ke daratan yang tandus, sedang dia dalam keadaan sakit.

وَأَنۢبَتْنَا عَلَيْهِ شَجَرَةً مِّن يَقْطِينٍ ١٤٦

Waanbatna AAalayhi shajaratan minyaqteen

Kemudian untuk dia Kami tumbuhkan sebatang pohon dari jenis labu.

وَأَرْسَلْنَـٰهُ إِلَىٰ مِاْئَةِ أَلْفٍ أَوْ يَزِيدُونَ ١٤٧

Waarsalnahu ila mi-ati alfinaw yazeedoon

Dan Kami utus dia kepada seratus ribu (orang) atau lebih,

فَـَٔـامَنُواْ فَمَتَّعْنَـٰهُمْ إِلَىٰ حِينٍ ١٤٨

Faamanoo famattaAAnahum ilaheen

sehingga mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu tertentu.

فَٱسْتَفْتِهِمْ أَلِرَبِّكَ ٱلْبَنَاتُ وَلَهُمُ ٱلْبَنُونَ ١٤٩

Fastaftihim alirabbika albanatuwalahumu albanoon

Maka tanyakanlah (Muhammad) kepada mereka (orang-orang kafir Mekkah), "Apakah anak-anak perempuan itu untuk Tuhanmu sedangkan untuk mereka anak laki-laki?1

أَمْ خَلَقْنَا ٱلْمَلَـٰٓئِكَةَ إِنَـٰثًا وَهُمْ شَـٰهِدُونَ ١٥٠

Am khalaqna almala-ikata inathanwahum shahidoon

atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan sedangkan mereka menyaksikan(nya)?

أَلَآ إِنَّهُم مِّنْ إِفْكِهِمْ لَيَقُولُونَ ١٥١

Ala innahum min ifkihim layaqooloon

Ingatlah, sesungguhnya di antara kebohongannya mereka benar-benar mengatakan,

وَلَدَ ٱللَّهُ وَإِنَّهُمْ لَكَـٰذِبُونَ ١٥٢

Walada Allahu wa-innahum lakathiboon

"Allah mempunyai anak." Dan sungguh, mereka benar-benar pendusta,

أَصْطَفَى ٱلْبَنَاتِ عَلَى ٱلْبَنِينَ ١٥٣

Astafa albanati AAalaalbaneen

apakah Dia (Allah) memilih anak-anak perempuan daripada anak-anak laki-laki?

مَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُمُونَ ١٥٤

Ma lakum kayfa tahkumoon

Mengapa kamu ini? Bagaimana (caranya) kamu menetapkan?

أَفَلَا تَذَكَّرُونَ ١٥٥

Afala tathakkaroon

Maka mengapa kamu tidak memikirkan?

أَمْ لَكُمْ سُلْطَـٰنٌ مُّبِينٌ ١٥٦

Am lakum sultanun mubeen

Ataukah kamu mempunyai bukti yang jelas?

فَأْتُواْ بِكِتَـٰبِكُمْ إِن كُنتُمْ صَـٰدِقِينَ ١٥٧

Fa/too bikitabikum in kuntum sadiqeen

(kalau begitu) maka bawalah kitabmu jika kamu orang yang benar.

وَجَعَلُواْ بَيْنَهُۥ وَبَيْنَ ٱلْجِنَّةِ نَسَبًا‌ۚ وَلَقَدْ عَلِمَتِ ٱلْجِنَّةُ إِنَّهُمْ لَمُحْضَرُونَ ١٥٨

WajaAAaloo baynahu wabayna aljinnatinasaban walaqad AAalimati aljinnatu innahum lamuhdaroon

Dan mereka mengadakan (hubungan) nasab (keluarga) antara Dia (Allah) dan jin. Dan sungguh, jin telah mengetahui bahwa mereka pasti akan diseret (ke neraka),

سُبْحَـٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ ١٥٩

Subhana Allahi AAammayasifoon

Mahasuci Allah dari apa yang mereka sifatkan,

إِلَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلْمُخْلَصِينَ ١٦٠

Illa AAibada Allahialmukhlaseen

kecuali hamba-hamba Allah1 yang disucikan (dari dosa).

فَإِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُونَ ١٦١

Fa-innakum wama taAAbudoon

Maka sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah itu,

مَآ أَنتُمْ عَلَيْهِ بِفَـٰتِنِينَ ١٦٢

Ma antum AAalayhi bifatineen

tidak akan dapat menyesatkan (seseorang) terhadap Allah,

إِلَّا مَنْ هُوَ صَالِ ٱلْجَحِيمِ ١٦٣

Illa man huwa sali aljaheem

kecuali orang-orang yang akan masuk ke neraka Jahim.

وَمَا مِنَّآ إِلَّا لَهُۥ مَقَامٌ مَّعْلُومٌ ١٦٤

Wama minna illa lahumaqamun maAAloom

Dan tidak satu pun di antara kami (malaikat) melainkan masing-masing mempunyai kedudukan tertentu,

وَإِنَّا لَنَحْنُ ٱلصَّآفُّونَ ١٦٥

Wa-inna lanahnu assaffoon

dan sesungguhnya kami selalu teratur dalam barisan (dalam melaksanakan perintah Allah).

وَإِنَّا لَنَحْنُ ٱلْمُسَبِّحُونَ ١٦٦

Wa-inna lanahnu almusabbihoon

Dan sungguh, kami benar-benar terus bertasbih (kepada Allah).

وَإِن كَانُواْ لَيَقُولُونَ ١٦٧

Wa-in kanoo layaqooloon

Dan sesungguhnya mereka (orang kafir Mekkah) benar-benar pernah berkata,

لَوْ أَنَّ عِندَنَا ذِكْرًا مِّنَ ٱلْأَوَّلِينَ ١٦٨

Law anna AAindana thikranmina al-awwaleen

"Sekiranya di sisi kami ada suatu kitab dari (kitab-kitab yang diturunkan) kepada orang-orang dahulu,

لَكُنَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلْمُخْلَصِينَ ١٦٩

Lakunna AAibada Allahialmukhlaseen

tentu kami akan menjadi hamba Allah yang disucikan (dari dosa)."

فَكَفَرُواْ بِهِۦ‌ۖ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ ١٧٠

Fakafaroo bihi fasawfa yaAAlamoon

Tetapi ternyata mereka mengingkarinya (Alquran); maka kelak mereka akan mengetahui (akibat keingkarannya itu).

وَلَقَدْ سَبَقَتْ كَلِمَتُنَا لِعِبَادِنَا ٱلْمُرْسَلِينَ ١٧١

Walaqad sabaqat kalimatuna liAAibadinaalmursaleen

Dan sungguh, janji Kami telah tetap bagi hamba-hamba Kami yang menjadi rasul,

إِنَّهُمْ لَهُمُ ٱلْمَنصُورُونَ ١٧٢

Innahum lahumu almansooroon

(yaitu) mereka itu pasti akan mendapat pertolongan.

وَإِنَّ جُندَنَا لَهُمُ ٱلْغَـٰلِبُونَ ١٧٣

Wa-inna jundana lahumu alghaliboon

Dan sesungguhnya bala tentara Kami1 itulah yang pasti menang.

فَتَوَلَّ عَنْهُمْ حَتَّىٰ حِينٍ ١٧٤

Fatawalla AAanhum hatta heen

Maka berpalinglah engkau (Muhammad) dari mereka sampai waktu tertentu,1

وَأَبْصِرْهُمْ فَسَوْفَ يُبْصِرُونَ ١٧٥

Waabsirhum fasawfa yubsiroon

dan perlihatkanlah kepada mereka, maka kelak mereka akan melihat (azab itu).

أَفَبِعَذَابِنَا يَسْتَعْجِلُونَ ١٧٦

AfabiAAathabina yastaAAjiloon

Maka apakah mereka meminta agar azab Kami disegerakan?

فَإِذَا نَزَلَ بِسَاحَتِهِمْ فَسَآءَ صَبَاحُ ٱلْمُنذَرِينَ ١٧٧

Fa-itha nazala bisahatihimfasaa sabahu almunthareen

Maka apabila (siksaan) itu turun di halaman mereka, maka sangat buruklah pagi hari bagi orang-orang yang diperingatkan.1

وَتَوَلَّ عَنْهُمْ حَتَّىٰ حِينٍ ١٧٨

Watawalla AAanhum hatta heen

Dan berpalinglah engkau dari mereka sampai waktu tertentu.

وَأَبْصِرْ فَسَوْفَ يُبْصِرُونَ ١٧٩

Waabsir fasawfa yubsiroon

Dan perlihatkanlah, maka kelak mereka akan melihat (azab itu).

سُبْحَـٰنَ رَبِّكَ رَبِّ ٱلْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ ١٨٠

Subhana rabbika rabbi alAAizzatiAAamma yasifoon

Mahasuci Tuhanmu, Tuhan Yang Mahaperkasa dari sifat yang mereka katakan.

وَسَلَـٰمٌ عَلَى ٱلْمُرْسَلِينَ ١٨١

Wasalamun AAala almursaleen

Dan selamat sejahtera bagi para rasul.

وَٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ ١٨٢

Walhamdu lillahirabbi alAAalameen

Dan segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam.

صٓ‌ۚ وَٱلْقُرْءَانِ ذِى ٱلذِّكْرِ ١

Sad walqur-ani theeaththikr

1. Ṣād, demi Alquran yang mengandung peringatan.

بَلِ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فِى عِزَّةٍ وَشِقَاقٍ ٢

Bali allatheena kafaroo fee AAizzatinwashiqaq

2. Tetapi orang-orang yang kafir (berada) dalam kesombongan dan permusuhan.

كَمْ أَهْلَكْنَا مِن قَبْلِهِم مِّن قَرْنٍ فَنَادَواْ وَّلَاتَ حِينَ مَنَاصٍ ٣

Kam ahlakna min qablihim min qarninfanadaw walata heena manas

3. Betapa banyak umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, lalu mereka meminta tolong padahal (waktu itu) bukanlah saat untuk lari melepaskan diri.

وَعَجِبُوٓاْ أَن جَآءَهُم مُّنذِرٌ مِّنْهُمْ‌ۖ وَقَالَ ٱلْكَـٰفِرُونَ هَـٰذَا سَـٰحِرٌ كَذَّابٌ ٤

WaAAajiboo an jaahum munthirunminhum waqala alkafiroona hatha sahirunkaththab

Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan (rasul) dari kalangan mereka; dan orang-orang kafir berkata, "Orang ini adalah pesihir yang banyak berdusta."

أَجَعَلَ ٱلْأَلِهَةَ إِلَـٰهًا وَٲحِدًا‌ۖ إِنَّ هَـٰذَا لَشَىْءٌ عُجَابٌ ٥

AjaAAala al-alihata ilahan wahidaninna hatha lashay-on AAujab

Apakah dia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan yang satu saja? Sungguh, ini benar-benar sesuatu yang sangat mengherankan.

وَٱنطَلَقَ ٱلْمَلَأُ مِنْهُمْ أَنِ ٱمْشُواْ وَٱصْبِرُواْ عَلَىٰٓ ءَالِهَتِكُمْ‌ۖ إِنَّ هَـٰذَا لَشَىْءٌ يُرَادُ ٦

Wantalaqa almalao minhum aniimshoo wasbiroo AAala alihatikuminna hatha lashay-on yurad

Lalu pergilah pemimpin-pemimpin mereka (seraya berkata), "Pergilah kamu dan tetaplah (menyembah) tuhan-tuhanmu, sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang dikehendaki.1

مَا سَمِعْنَا بِهَـٰذَا فِى ٱلْمِلَّةِ ٱلْأَخِرَةِ إِنْ هَـٰذَآ إِلَّا ٱخْتِلَـٰقٌ ٧

Ma samiAAna bihatha feealmillati al-akhirati in hatha illa ikhtilaq

Kami tidak pernah mendengar hal ini dalam agama yang terakhir,1 ini (mengesakan Allah), tidak lain hanyalah (dusta) yang diada-adakan,

أَءُنزِلَ عَلَيْهِ ٱلذِّكْرُ مِنۢ بَيْنِنَا‌ۚ بَلْ هُمْ فِى شَكٍّ مِّن ذِكْرِى‌ۖ بَل لَّمَّا يَذُوقُواْ عَذَابِ ٨

Aonzila AAalayhi aththikru minbaynina bal hum fee shakkin min thikree bal lammayathooqoo AAathab

mengapa Alquran itu diturunkan kepada Dia di antara kita?" Sebenarnya mereka ragu-ragu terhadap Alquran-Ku, tetapi mereka belum merasakan azab(-Ku).

أَمْ عِندَهُمْ خَزَآئِنُ رَحْمَةِ رَبِّكَ ٱلْعَزِيزِ ٱلْوَهَّابِ ٩

Am AAindahum khaza-inu rahmatirabbika alAAazeezi alwahhab

Atau apakah mereka itu mempunyai perbendaharaan rahmat Tuhanmu Yang Mahaperkasa, Maha Pemberi?

أَمْ لَهُم مُّلْكُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا‌ۖ فَلْيَرْتَقُواْ فِى ٱلْأَسْبَـٰبِ ١٠

Am lahum mulku assamawatiwal-ardi wama baynahuma falyartaqoofee al-asbab

Atau apakah mereka mempunyai kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya? (Jika ada), maka biarlah mereka menaiki tangga-tangga (ke langit).

جُندٌ مَّا هُنَالِكَ مَهْزُومٌ مِّنَ ٱلْأَحْزَابِ ١١

Jundun ma hunalika mahzoomunmina al-ahzab

(Mereka itu) kelompok besar bala tentara yang berada di sana yang akan dikalahkan.1

كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ وَعَادٌ وَفِرْعَوْنُ ذُو ٱلْأَوْتَادِ ١٢

Kaththabat qablahum qawmu noohinwaAAadun wafirAAawnu thoo al-awtad

Sebelum mereka itu, kaum Nuh, 'Ād dan Fir'aun yang mempunyai bala tentara yang banyak, juga telah mendustakan (rasul-rasul),

وَثَمُودُ وَقَوْمُ لُوطٍ وَأَصْحَـٰبُ لْــَٔيْكَةِ‌ۚ أُوْلَـٰٓئِكَ ٱلْأَحْزَابُ ١٣

Wathamoodu waqawmu lootin waas-habual-aykati ola-ika al-ahzab

dan (begitu juga) Samud, kaum Luṭ dan penduduk Aikah.1 Mereka itulah golongan-golongan yang bersekutu (menentang rasul-rasul).

إِن كُلٌّ إِلَّا كَذَّبَ ٱلرُّسُلَ فَحَقَّ عِقَابِ ١٤

In kullun illa kaththaba arrusulafahaqqa AAiqab

Semua mereka itu mendustakan rasul-rasul, maka pantas mereka merasakan azab-Ku.

وَمَا يَنظُرُ هَـٰٓؤُلَآءِ إِلَّا صَيْحَةً وَٲحِدَةً مَّا لَهَا مِن فَوَاقٍ ١٥

Wama yanthuru haola-iilla sayhatan wahidatan ma lahamin fawaq

Dan sebenarnya yang mereka tunggu adalah satu teriakan saja, yang tidak ada selanya.1

وَقَالُواْ رَبَّنَا عَجِّل لَّنَا قِطَّنَا قَبْلَ يَوْمِ ٱلْحِسَابِ ١٦

Waqaloo rabbana AAajjil lanaqittana qabla yawmi alhisab

Dan mereka berkata, "Ya Tuhan kami, segerakanlah azab yang diperuntukkan bagi kami sebelum hari perhitungan."

ٱصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَٱذْكُرْ عَبْدَنَا دَاوُۥدَ ذَا ٱلْأَيْدِ‌ۖ إِنَّهُۥٓ أَوَّابٌ ١٧

Isbir AAala mayaqooloona wathkur AAabdana dawooda thaal-aydi innahu awwab

Bersabarlah atas apa yang mereka katakan; dan ingatlah akan hamba Kami Dawud yang mempunyai kekuatan; sungguh dia sangat taat (kepada Allah).

إِنَّا سَخَّرْنَا ٱلْجِبَالَ مَعَهُۥ يُسَبِّحْنَ بِٱلْعَشِىِّ وَٱلْإِشْرَاقِ ١٨

Inna sakhkharna aljibalamaAAahu yusabbihna bilAAashiyyi wal-ishraq

Sungguh, Kamilah yang menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Dawud) pada waktu petang dan pagi,

وَٱلطَّيْرَ مَحْشُورَةً‌ۖ كُلٌّ لَّهُۥٓ أَوَّابٌ ١٩

Wattayra mahshooratankullun lahu awwab

dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul. Masing-masing sangat taat (kepada Allah).

وَشَدَدْنَا مُلْكَهُۥ وَءَاتَيْنَـٰهُ ٱلْحِكْمَةَ وَفَصْلَ ٱلْخِطَابِ ٢٠

Washadadna mulkahu waataynahualhikmata wafasla alkhitab

Dan Kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan hikmah kepadanya1 serta kebijaksanaan dalam memutuskan perkara.

۞ وَهَلْ أَتَـٰكَ نَبَؤُاْ ٱلْخَصْمِ إِذْ تَسَوَّرُواْ ٱلْمِحْرَابَ ٢١

Wahal ataka nabao alkhasmi ithtasawwaroo almihrab

Dan apakah telah sampai kepadamu berita orang-orang yang berselisih ketika mereka memanjat dinding mihrab?

إِذْ دَخَلُواْ عَلَىٰ دَاوُۥدَ فَفَزِعَ مِنْهُمْ‌ۖ قَالُواْ لَا تَخَفْ‌ۖ خَصْمَانِ بَغَىٰ بَعْضُنَا عَلَىٰ بَعْضٍ فَٱحْكُم بَيْنَنَا بِٱلْحَقِّ وَلَا تُشْطِطْ وَٱهْدِنَآ إِلَىٰ سَوَآءِ ٱلصِّرَٲطِ ٢٢

Ith dakhaloo AAala dawoodafafaziAAa minhum qaloo la takhaf khasmanibagha baAAduna AAala baAAdinfahkum baynana bilhaqqi walatushtit wahdina ila sawa-iassirat

ketika mereka masuk menemui Dawud lalu dia terkejut karena (kedatangan) mereka. Mereka berkata, "Janganlah takut! (Kami) berdua sedang berselisih, sebagian dari kami berbuat zalim kepada yang lain; maka berilah keputusan di antara kami secara adil dan janganlah menyimpang dari kebenaran serta tunjukilah kami ke jalan yang lurus.

إِنَّ هَـٰذَآ أَخِى لَهُۥ تِسْعٌ وَتِسْعُونَ نَعْجَةً وَلِىَ نَعْجَةٌ وَٲحِدَةٌ فَقَالَ أَكْفِلْنِيهَا وَعَزَّنِى فِى ٱلْخِطَابِ ٢٣

Inna hatha akhee lahu tisAAunwatisAAoona naAAjatan waliya naAAjatun wahidatun faqalaakfilneeha waAAazzanee fee alkhitab

Sesungguhnya saudaraku ini mempunyai sembilan puluh sembilan ekor kambing betina dan aku mempunyai seekor saja, lalu dia berkata, "Serahkanlah (kambingmu) itu kepadaku! Dan dia mengalahkan aku dalam perdebatan."

قَالَ لَقَدْ ظَلَمَكَ بِسُؤَالِ نَعْجَتِكَ إِلَىٰ نِعَاجِهِۦ‌ۖ وَإِنَّ كَثِيرًا مِّنَ ٱلْخُلَطَآءِ لَيَبْغِى بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ وَقَلِيلٌ مَّا هُمْ‌ۗ وَظَنَّ دَاوُۥدُ أَنَّمَا فَتَنَّـٰهُ فَٱسْتَغْفَرَ رَبَّهُۥ وَخَرَّ رَاكِعًا وَأَنَابَ ۩ ٢٤

Qala laqad thalamakabisu-ali naAAjatika ila niAAajihi wa-innakatheeran mina alkhulata-i layabghee baAAduhum AAalabaAAdin illa allatheena amanoowaAAamiloo assalihati waqaleelun mahum wathanna dawoodu annama fatannahufastaghfara rabbahu wakharra rakiAAan waanab

Dia (Dawud) berkata, "Sungguh, dia telah berbuat zalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk (ditambahkan) kepada kambingnya. Memang banyak di antara orang-orang yang bersekutu itu berbuat zalim kepada yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan; dan hanya sedikitlah mereka yang begitu." Dan Dawud menduga bahwa Kami mengujinya; maka dia memohon ampunan kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertobat.

فَغَفَرْنَا لَهُۥ ذَٲلِكَ‌ۖ وَإِنَّ لَهُۥ عِندَنَا لَزُلْفَىٰ وَحُسْنَ مَــَٔابٍ ٢٥

Faghafarna lahu thalikawa-inna lahu AAindana lazulfa wahusna maab

Lalu Kami mengampuni (kesalahannya) itu. Dan sungguh, dia mempunyai kedudukan yang benar-benar dekat di sisi Kami dan tempat kembali yang baik.

يَـٰدَاوُۥدُ إِنَّا جَعَلْنَـٰكَ خَلِيفَةً فِى ٱلْأَرْضِ فَٱحْكُم بَيْنَ ٱلنَّاسِ بِٱلْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ ٱلْهَوَىٰ فَيُضِلَّكَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ‌ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَضِلُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدُۢ بِمَا نَسُواْ يَوْمَ ٱلْحِسَابِ ٢٦

Ya dawoodu inna jaAAalnakakhaleefatan fee al-ardi fahkum bayna annasibilhaqqi wala tattabiAAi alhawa fayudillakaAAan sabeeli Allahi inna allatheena yadilloonaAAan sabeeli Allahi lahum AAathabun shadeedun bimanasoo yawma alhisab

(Allah berfirman), "Wahai Dawud! Sesungguhnya engkau Kami jadikan khalifah (penguasa) di bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena akan menyesatkan engkau dari jalan Allah. Sungguh, orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan."

وَمَا خَلَقْنَا ٱلسَّمَآءَ وَٱلْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَـٰطِلاً‌ۚ ذَٲلِكَ ظَنُّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ‌ۚ فَوَيْلٌ لِّلَّذِينَ كَفَرُواْ مِنَ ٱلنَّارِ ٢٧

Wama khalaqna assamaawal-arda wama baynahuma batilanthalika thannu allatheena kafaroofawaylun lillatheena kafaroo mina annar

Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dengan sia-sia. Itu anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang yang kafir itu karena mereka akan masuk neraka.

أَمْ نَجْعَلُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ كَٱلْمُفْسِدِينَ فِى ٱلْأَرْضِ أَمْ نَجْعَلُ ٱلْمُتَّقِينَ كَٱلْفُجَّارِ ٢٨

Am najAAalu allatheena amanoowaAAamiloo assalihati kalmufsideenafee al-ardi am najAAalu almuttaqeena kalfujjar

Pantaskah Kami memperlakukan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di bumi? Atau pantaskah Kami mengangggap orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang jahat?

كِتَـٰبٌ أَنزَلْنَـٰهُ إِلَيْكَ مُبَـٰرَكٌ لِّيَدَّبَّرُوٓاْ ءَايَـٰتِهِۦ وَلِيَتَذَكَّرَ أُوْلُواْ ٱلْأَلْبَـٰبِ ٢٩

Kitabun anzalnahu ilayka mubarakunliyaddabbaroo ayatihi waliyatathakkara olooal-albab

Kitab (Alquran) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran.

وَوَهَبْنَا لِدَاوُۥدَ سُلَيْمَـٰنَ‌ۚ نِعْمَ ٱلْعَبْدُ‌ۖ إِنَّهُۥٓ أَوَّابٌ ٣٠

Wawahabna lidawooda sulaymananiAAma alAAabdu innahu awwab

Dan kepada Dawud Kami karuniakan (anak bernama) Sulaiman; dia adalah sebaik-baik hamba. Sungguh, dia sangat taat (kepada Allah).

إِذْ عُرِضَ عَلَيْهِ بِٱلْعَشِىِّ ٱلصَّـٰفِنَـٰتُ ٱلْجِيَادُ ٣١

Ith AAurida AAalayhi bilAAashiyyiassafinatu aljiyad

(Ingatlah) ketika suatu sore dipertunjukkan kepadanya (kuda-kuda) yang jinak, (tetapi) sangat cepat larinya,

فَقَالَ إِنِّىٓ أَحْبَبْتُ حُبَّ ٱلْخَيْرِ عَن ذِكْرِ رَبِّى حَتَّىٰ تَوَارَتْ بِٱلْحِجَابِ ٣٢

Faqala innee ahbabtu hubbaalkhayri AAan thikri rabbee hatta tawaratbilhijab

maka dia berkata, "Sesungguhnya aku menyukai segala yang baik (kuda), yang membuat aku ingat akan (kebesaran) Tuhanku, sampai matahari terbenam."1

رُدُّوهَا عَلَىَّ‌ۖ فَطَفِقَ مَسْحَۢا بِٱلسُّوقِ وَٱلْأَعْنَاقِ ٣٣

Ruddooha AAalayya fatafiqa mashanbissooqi wal-aAAnaq

"Bawalah semua kuda itu kembali kepadaku." Lalu dia mengusap-usap kaki dan leher kuda itu.1

وَلَقَدْ فَتَنَّا سُلَيْمَـٰنَ وَأَلْقَيْنَا عَلَىٰ كُرْسِيِّهِۦ جَسَدًا ثُمَّ أَنَابَ ٣٤

Walaqad fatanna sulaymanawaalqayna AAala kursiyyihi jasadan thumma anab

Dan sungguh, Kami telah menguji Sulaiman dan Kami jadikan (dia) tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh (yang lemah karena sakit), kemudian dia bertobat.1

قَالَ رَبِّ ٱغْفِرْ لِى وَهَبْ لِى مُلْكًا لَّا يَنۢبَغِى لِأَحَدٍ مِّنۢ بَعْدِىٓ‌ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْوَهَّابُ ٣٥

Qala rabbi ighfir lee wahab leemulkan la yanbaghee li-ahadin min baAAdee innakaanta alwahhab

Dia berkata, "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapa pun setelahku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Pemberi."

فَسَخَّرْنَا لَهُ ٱلرِّيحَ تَجْرِى بِأَمْرِهِۦ رُخَآءً حَيْثُ أَصَابَ ٣٦

Fasakhkharna lahu arreehatajree bi-amrihi rukhaan haythu asab

Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut perintahnya ke mana saja yang dikehendakinya,

وَٱلشَّيَـٰطِينَ كُلَّ بَنَّآءٍ وَغَوَّاصٍ ٣٧

Washshayateena kulla banna-inwaghawwas

dan (Kami tundukkan pula kepadanya) setan-setan, semuanya ahli bangunan dan penyelam,

وَءَاخَرِينَ مُقَرَّنِينَ فِى ٱلْأَصْفَادِ ٣٨

Waakhareena muqarraneena fee al-asfad

dan (setan) lain yang terikat dalam belenggu.

هَـٰذَا عَطَآؤُنَا فَٱمْنُنْ أَوْ أَمْسِكْ بِغَيْرِ حِسَابٍ ٣٩

Hatha AAataona famnunaw amsik bighayri hisab

Inilah anugerah Kami; maka berikanlah (kepada orang lain) atau tahanlah (untuk dirimu sendiri) tanpa perhitungan.

وَإِنَّ لَهُۥ عِندَنَا لَزُلْفَىٰ وَحُسْنَ مَــَٔابٍ ٤٠

Wa-inna lahu AAindana lazulfawahusna maab

Dan sungguh, dia mempunyai kedudukan yang dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik.

وَٱذْكُرْ عَبْدَنَآ أَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥٓ أَنِّى مَسَّنِىَ ٱلشَّيْطَـٰنُ بِنُصْبٍ وَعَذَابٍ ٤١

Wathkur AAabdanaayyooba ith nada rabbahu annee massaniya ashshaytanubinusbin waAAathab

Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika dia menyeru Tuhannya, "Sesungguhnya aku diganggu setan dengan penderitaan dan bencana."

ٱرْكُضْ بِرِجْلِكَ‌ۖ هَـٰذَا مُغْتَسَلُۢ بَارِدٌ وَشَرَابٌ ٤٢

Orkud birijlika hathamughtasalun baridun washarab

(Allah berfirman), "Hentakkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum."

وَوَهَبْنَا لَهُۥٓ أَهْلَهُۥ وَمِثْلَهُم مَّعَهُمْ رَحْمَةً مِّنَّا وَذِكْرَىٰ لِأُوْلِى ٱلْأَلْبَـٰبِ ٤٣

Wawahabna lahu ahlahu wamithlahummaAAahum rahmatan minna wathikrali-olee al-albab

Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan Kami lipat gandakan jumlah mereka, sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang berpikiran sehat.1

وَخُذْ بِيَدِكَ ضِغْثًا فَٱضْرِب بِّهِۦ وَلَا تَحْنَثْ‌ۗ إِنَّا وَجَدْنَـٰهُ صَابِرًا‌ۚ نِّعْمَ ٱلْعَبْدُ‌ۖ إِنَّهُۥٓ أَوَّابٌ ٤٤

Wakhuth biyadika dighthan fadribbihi wala tahnath inna wajadnahu sabiranniAAma alAAabdu innahu awwab

Dan ambillah seikat (rumput) dengan tanganmu, lalu pukullah dengan itu dan janganlah engkau melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sungguh, dia sangat taat (kepada Allah).

وَٱذْكُرْ عِبَـٰدَنَآ إِبْرَٲهِيمَ وَإِسْحَـٰقَ وَيَعْقُوبَ أُوْلِى ٱلْأَيْدِى وَٱلْأَبْصَـٰرِ ٤٥

Wathkur AAibadanaibraheema wa-ishaqa wayaAAqooba olee al-aydee wal-absar

Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishak dan Yakub yang mempunyai kekuatan-kekuatan yang besar dan ilmu-ilmu (yang tinggi).

إِنَّآ أَخْلَصْنَـٰهُم بِخَالِصَةٍ ذِكْرَى ٱلدَّارِ ٤٦

Inna akhlasnahum bikhalisatinthikra addar

Sungguh, Kami telah menyucikan mereka dengan (menganugerahkan) akhlak yang tinggi kepadanya yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat.

وَإِنَّهُمْ عِندَنَا لَمِنَ ٱلْمُصْطَفَيْنَ ٱلْأَخْيَارِ ٤٧

Wa-innahum AAindana lamina almustafaynaal-akhyar

Dan sungguh, di sisi Kami mereka termasuk orang-orang pilihan yang paling baik.

وَٱذْكُرْ إِسْمَـٰعِيلَ وَٱلْيَسَعَ وَذَا ٱلْكِفْلِ‌ۖ وَكُلٌّ مِّنَ ٱلْأَخْيَارِ ٤٨

Wathkur ismaAAeelawa-ilyasaAAa watha alkifli wakullun mina al-akhyar

Dan ingatlah Ismail, Ilyasa' dan Zulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang terbaik.

هَـٰذَا ذِكْرٌ‌ۚ وَإِنَّ لِلْمُتَّقِينَ لَحُسْنَ مَــَٔابٍ ٤٩

Hatha thikrun wa-innalilmuttaqeena lahusna maab

Ini adalah kehormatan (bagi mereka). Dan sungguh, bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) tempat kembali yang terbaik,

جَنَّـٰتِ عَدْنٍ مُّفَتَّحَةً لَّهُمُ ٱلْأَبْوَٲبُ ٥٠

Jannati AAadnin mufattahatanlahumu al-abwab

(yaitu) surga 'Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka,

مُتَّكِــِٔينَ فِيهَا يَدْعُونَ فِيهَا بِفَـٰكِهَةٍ كَثِيرَةٍ وَشَرَابٍ ٥١

Muttaki-eena feeha yadAAoona feehabifakihatin katheeratin washarab

di dalamnya mereka bersandar (di atas dipan-dipan) sambil meminta buah-buahan yang banyak dan minuman (di surga itu).

۞ وَعِندَهُمْ قَـٰصِرَٲتُ ٱلطَّرْفِ أَتْرَابٌ ٥٢

WaAAindahum qasiratu attarfiatrab

dan di samping mereka (ada bidadari-bidadari) yang redup pandangannya dan sebaya umurnya.

هَـٰذَا مَا تُوعَدُونَ لِيَوْمِ ٱلْحِسَابِ ٥٣

Hatha ma tooAAadoona liyawmialhisab

Inilah apa yang dijanjikan kepadamu pada hari perhitungan.

إِنَّ هَـٰذَا لَرِزْقُنَا مَا لَهُۥ مِن نَّفَادٍ ٥٤

Inna hatha larizquna malahu min nafad

Sungguh, inilah rezeki dari Kami yang tidak ada habis-habisnya.

هَـٰذَا‌ۚ وَإِنَّ لِلطَّـٰغِينَ لَشَرَّ مَــَٔابٍ ٥٥

Hatha wa-inna littagheenalasharra maab

Beginilah (keadaan mereka). Dan sungguh, bagi orang-orang yang durhaka pasti (disediakan) tempat kembali yang buruk,

جَهَنَّمَ يَصْلَوْنَهَا فَبِئْسَ ٱلْمِهَادُ ٥٦

Jahannama yaslawnaha fabi/saalmihad

(yaitu) neraka Jahanam yang mereka masuki; maka itulah seburuk-buruk tempat tinggal.

هَـٰذَا فَلْيَذُوقُوهُ حَمِيمٌ وَغَسَّاقٌ ٥٧

Hatha falyathooqoohu hameemunwaghassaq

Inilah (azab neraka), maka biarlah mereka merasakannya, (minuman mereka) air yang sangat panas dan air yang sangat dingin,

وَءَاخَرُ مِن شَكْلِهِۦٓ أَزْوَٲجٌ ٥٨

Waakharu min shaklihi azwaj

dan berbagai macam (azab) yang lain yang serupa itu.

هَـٰذَا فَوْجٌ مُّقْتَحِمٌ مَّعَكُمْ‌ۖ لَا مَرْحَبَۢا بِهِمْ‌ۚ إِنَّهُمْ صَالُواْ ٱلنَّارِ ٥٩

Hatha fawjun muqtahimunmaAAakum la marhaban bihim innahum saloo annar

(Dikatakan kepada mereka), "Ini rombongan besar (pengikut-pengikutmu) yang masuk berdesak-desak bersama kamu (ke neraka)." Tidak ada ucapan selamat datang bagi mereka karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka (kata pemimpin-pemimpin mereka).

قَالُواْ بَلْ أَنتُمْ لَا مَرْحَبَۢا بِكُمْ‌ۖ أَنتُمْ قَدَّمْتُمُوهُ لَنَا‌ۖ فَبِئْسَ ٱلْقَرَارُ ٦٠

Qaloo bal antum la marhabanbikum antum qaddamtumoohu lana fabi/sa alqarar

(Para pengikut mereka menjawab), "Sebenarnya kamulah yang (lebih pantas) tidak menerima ucapan selamat datang, karena kamulah yang menjerumuskan kami ke dalam azab, maka itulah seburuk-buruk tempat menetap."

قَالُواْ رَبَّنَا مَن قَدَّمَ لَنَا هَـٰذَا فَزِدْهُ عَذَابًا ضِعْفًا فِى ٱلنَّارِ ٦١

Qaloo rabbana man qaddama lanahatha fazidhu AAathaban diAAfan fee annar

Mereka berkata (lagi), "Ya Tuhan kami, barangsiapa menjerumuskan kami ke dalam (azab) ini, maka tambahkanlah azab kepadanya dua kali lipat di dalam neraka."

وَقَالُواْ مَا لَنَا لَا نَرَىٰ رِجَالاً كُنَّا نَعُدُّهُم مِّنَ ٱلْأَشْرَارِ ٦٢

Waqaloo ma lana lanara rijalan kunna naAAudduhum mina al-ashrar

Dan (orang-orang durhaka) berkata, "Mengapa kami tidak melihat orang-orang yang dahulu (di dunia) kami anggap sebagai orang-orang yang jahat (hina).

أَتَّخَذْنَـٰهُمْ سِخْرِيًّا أَمْ زَاغَتْ عَنْهُمُ ٱلْأَبْصَـٰرُ ٦٣

Attakhathnahum sikhriyyan am zaghatAAanhumu al-absar

Dahulu kami menjadikan mereka olok-olokan, ataukah karena penglihatan kami yang tidak melihat mereka?"

إِنَّ ذَٲلِكَ لَحَقٌّ تَخَاصُمُ أَهْلِ ٱلنَّارِ ٦٤

Inna thalika lahaqqun takhasumuahli annar

Sungguh, yang demikian benar-benar terjadi, (yaitu) pertengkaran di antara penghuni neraka.

قُلْ إِنَّمَآ أَنَا۟ مُنذِرٌ‌ۖ وَمَا مِنْ إِلَـٰهٍ إِلَّا ٱللَّهُ ٱلْوَٲحِدُ ٱلْقَهَّارُ ٦٥

Qul innama ana munthirunwama min ilahin illa Allahu alwahidualqahhar

Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, Mahaperkasa,

رَبُّ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ٱلْعَزِيزُ ٱلْغَفَّـٰرُ ٦٦

Rabbu assamawati wal-ardiwama baynahuma alAAazeezu alghaffar

(yaitu) Tuhan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Mahaperkasa, Maha Pengampun."

قُلْ هُوَ نَبَؤٌاْ عَظِيمٌ ٦٧

Qul huwa nabaon AAatheem

Katakanlah, "Itu (Alquran) adalah berita besar,

أَنتُمْ عَنْهُ مُعْرِضُونَ ٦٨

Antum AAanhu muAAridoon

yang kamu berpaling darinya.

مَا كَانَ لِىَ مِنْ عِلْمِۭ بِٱلْمَلَإِ ٱلْأَعْلَىٰٓ إِذْ يَخْتَصِمُونَ ٦٩

Ma kana liya min AAilmin bilmala-ial-aAAla ith yakhtasimoon

Aku tidak mempunyai pengetahuan sedikit pun tentang al-malaul a'lā (malaikat) ketika mereka berbantah-bantahan.

إِن يُوحَىٰٓ إِلَىَّ إِلَّآ أَنَّمَآ أَنَا۟ نَذِيرٌ مُّبِينٌ ٧٠

In yooha ilayya illa annamaana natheerun mubeen

Yang diwahyukan kepadaku, bahwa aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata."

إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَـٰٓئِكَةِ إِنِّى خَـٰلِقُۢ بَشَرًا مِّن طِينٍ ٧١

Ith qala rabbuka lilmala-ikatiinnee khaliqun basharan min teen

(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah.

فَإِذَا سَوَّيْتُهُۥ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِن رُّوحِى فَقَعُواْ لَهُۥ سَـٰجِدِينَ ٧٢

Fa-itha sawwaytuhu wanafakhtu feehimin roohee faqaAAoo lahu sajideen

Kemudian apabila telah Aku sempurnakan kejadiannya dan Aku tiupkan roh (ciptaan)-Ku kepadanya; maka tunduklah kamu dengan bersujud kepadanya."

فَسَجَدَ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ كُلُّهُمْ أَجْمَعُونَ ٧٣

Fasajada almala-ikatu kulluhumajmaAAoon

Lalu para malaikat itu bersujud semuanya,

إِلَّآ إِبْلِيسَ ٱسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ ٱلْكَـٰفِرِينَ ٧٤

Illa ibleesa istakbara wakanamina alkafireen

kecuali iblis; ia menyombongkan diri dan ia termasuk golongan yang kafir.

قَالَ يَـٰٓإِبْلِيسُ مَا مَنَعَكَ أَن تَسْجُدَ لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَىَّ‌ۖ أَسْتَكْبَرْتَ أَمْ كُنتَ مِنَ ٱلْعَالِينَ ٧٥

Qala ya ibleesu mamanaAAaka an tasjuda lima khalaqtu biyadayya astakbarta amkunta mina alAAaleen

(Allah) berfirman, "Wahai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Aku ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri atau kamu (merasa) termasuk golongan yang (lebih) tinggi?"

قَالَ أَنَا۟ خَيْرٌ مِّنْهُ‌ۖ خَلَقْتَنِى مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُۥ مِن طِينٍ ٧٦

Qala ana khayrun minhukhalaqtanee min narin wakhalaqtahu min teen

(Iblis) berkata, "Aku lebih baik darinya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah."

قَالَ فَٱخْرُجْ مِنْهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٌ ٧٧

Qala fakhruj minhafa-innaka rajeem

(Allah) berfirman, "Kalau begitu keluarlah kamu dari surga! Sesungguhnya kamu adalah makhluk yang terkutuk.

وَإِنَّ عَلَيْكَ لَعْنَتِىٓ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلدِّينِ ٧٨

Wa-inna AAalayka laAAnatee ila yawmiaddeen

Dan sungguh, kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan."

قَالَ رَبِّ فَأَنظِرْنِىٓ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ ٧٩

Qala rabbi faanthirneeila yawmi yubAAathoon

(Iblis) berkata, "Ya Tuhanku, tangguhkanlah aku sampai pada hari mereka dibangkitkan."

قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ ٱلْمُنظَرِينَ ٨٠

Qala fa-innaka mina almunthareen

(Allah) berfirman, "Maka sesungguhnya kamu termasuk golongan yang diberi penangguhan,

إِلَىٰ يَوْمِ ٱلْوَقْتِ ٱلْمَعْلُومِ ٨١

Ila yawmi alwaqti almaAAloom

sampai pada hari yang telah ditentukan waktunya (hari Kiamat)."

قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ ٨٢

Qala fabiAAizzatika laoghwiyannahumajmaAAeen

(Iblis) menjawab, "Demi kemuliaan-Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,

إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ ٱلْمُخْلَصِينَ ٨٣

Illa AAibadaka minhumualmukhlaseen

kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka."1

قَالَ فَٱلْحَقُّ وَٱلْحَقَّ أَقُولُ ٨٤

Qala falhaqqu walhaqqaaqool

(Allah) berfirman, "Maka yang benar (adalah sumpahku), dan hanya kebenaran itulah yang Aku katakan.

لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكَ وَمِمَّن تَبِعَكَ مِنْهُمْ أَجْمَعِينَ ٨٥

Laamlaanna jahannama minka wamimmantabiAAaka minhum ajmaAAeen

Sungguh, Aku akan memenuhi neraka Jahanam dengan kamu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka semuanya."

قُلْ مَآ أَسْــَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ وَمَآ أَنَا۟ مِنَ ٱلْمُتَكَلِّفِينَ ٨٦

Qul ma as-alukum AAalayhi min ajrinwama ana mina almutakallifeen

Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak meminta imbalan sedikit pun kepadamu atasnya (dakwahku); dan aku bukanlah termasuk orang yang mengada-ada.

إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِّلْعَـٰلَمِينَ ٨٧

In huwa illa thikrun lilAAalameen

(Alquran) ini tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh alam.

وَلَتَعْلَمُنَّ نَبَأَهُۥ بَعْدَ حِينِۭ ٨٨

WalataAAlamunna nabaahu baAAda heen

Dan sungguh, kamu akan mengetahui (kebenaran) beritanya Alquran setelah beberapa waktu lagi."1

تَنزِيلُ ٱلْكِتَـٰبِ مِنَ ٱللَّهِ ٱلْعَزِيزِ ٱلْحَكِيمِ ١

Tanzeelu alkitabi mina AllahialAAazeezi alhakeem

Kitab (Alquran) ini diturunkan oleh Allah Yang Mahamulia, Mahabijaksana.

إِنَّآ أَنزَلْنَآ إِلَيْكَ ٱلْكِتَـٰبَ بِٱلْحَقِّ فَٱعْبُدِ ٱللَّهَ مُخْلِصًا لَّهُ ٱلدِّينَ ٢

Inna anzalna ilayka alkitababilhaqqi faAAbudi Allaha mukhlisanlahu addeen

Sesungguhnya Kami menurunkan Kitab (Alquran) kepadamu (Muhammad) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya.

أَلَا لِلَّهِ ٱلدِّينُ ٱلْخَالِصُ‌ۚ وَٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُواْ مِن دُونِهِۦٓ أَوْلِيَآءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَآ إِلَى ٱللَّهِ زُلْفَىٰٓ إِنَّ ٱللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِى مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ‌ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى مَنْ هُوَ كَـٰذِبٌ كَفَّارٌ ٣

Ala lillahi addeenualkhalisu wallatheena ittakhathoomin doonihi awliyaa ma naAAbuduhum illaliyuqarriboona ila Allahi zulfa innaAllaha yahkumu baynahum fee ma hum feehiyakhtalifoona inna Allaha la yahdee man huwa kathibunkaffar

Ingatlah! Hanya milik Allah agama yang murni (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Dia (berkata), "Kami tidak menyembah mereka melainkan (berharap) agar mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya." Sungguh, Allah akan memberi putusan di antara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada pendusta dan orang yang sangat ingkar.

لَّوْ أَرَادَ ٱللَّهُ أَن يَتَّخِذَ وَلَدًا لَّٱصْطَفَىٰ مِمَّا يَخْلُقُ مَا يَشَآءُ‌ۚ سُبْحَـٰنَهُۥ‌ۖ هُوَ ٱللَّهُ ٱلْوَٲحِدُ ٱلْقَهَّارُ ٤

Law arada Allahu an yattakhithawaladan lastafa mimma yakhluqu mayashao subhanahu huwa Allahu alwahidualqahhar

Sekiranya Allah hendak mengambil anak, tentu Dia akan memilih apa yang Dia kehendaki dari apa yang telah diciptakan-Nya. Mahasuci Dia. Dialah Yang Maha Esa, Mahaperkasa.

خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلْأَرْضَ بِٱلْحَقِّ‌ۖ يُكَوِّرُ ٱلَّيْلَ عَلَى ٱلنَّهَارِ وَيُكَوِّرُ ٱلنَّهَارَ عَلَى ٱلَّيْلِ‌ۖ وَسَخَّرَ ٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ‌ۖ كُلٌّ يَجْرِى لِأَجَلٍ مُّسَمًّى‌ۗ أَلَا هُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْغَفَّـٰرُ ٥

Khalaqa assamawati wal-ardabilhaqqi yukawwiru allayla AAala annahariwayukawwiru annahara AAala allayliwasakhkhara ashshamsa walqamara kullun yajreeli-ajalin musamman ala huwa alAAazeezu alghaffar

Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia memasukkan malam atas siang dan memasukkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah! Dialah Yang Mahamulia, Maha Pengampun.

خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَٲحِدَةٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَأَنزَلَ لَكُم مِّنَ ٱلْأَنْعَـٰمِ ثَمَـٰنِيَةَ أَزْوَٲجٍ‌ۚ يَخْلُقُكُمْ فِى بُطُونِ أُمَّهَـٰتِكُمْ خَلْقًا مِّنۢ بَعْدِ خَلْقٍ فِى ظُلُمَـٰتٍ ثَلَـٰثٍ‌ۚ ذَٲلِكُمُ ٱللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ ٱلْمُلْكُ‌ۖ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ‌ۖ فَأَنَّىٰ تُصْرَفُونَ ٦

Khalaqakum min nafsin wahidatin thummajaAAala minha zawjaha waanzala lakum mina al-anAAamithamaniyata azwajin yakhluqukum fee butooniommahatikum khalqan min baAAdi khalqin fee thulumatinthalathin thalikumu Allahu rabbukum lahualmulku la ilaha illa huwa faanna tusrafoon

Dia menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam) kemudian darinya Dia jadikan pasangannya dan Dia menurunkan delapan pasang hewan ternak untukmu. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan.1 Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan Yang memiliki kerajaan. Tidak ada tuhan selain Dia; maka mengapa kamu dapat dipalingkan?

إِن تَكْفُرُواْ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنكُمْ‌ۖ وَلَا يَرْضَىٰ لِعِبَادِهِ ٱلْكُفْرَ‌ۖ وَإِن تَشْكُرُواْ يَرْضَهُ لَكُمْ‌ۗ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ‌ۗ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُم مَّرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ‌ۚ إِنَّهُۥ عَلِيمُۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ ٧

In takfuroo fa-inna Allaha ghaniyyunAAankum wala yarda liAAibadihi alkufra wa-intashkuroo yardahu lakum wala taziru waziratunwizra okhra thumma ila rabbikum marjiAAukumfayunabbi-okum bima kuntum taAAmaloona innahu AAaleemun bithatiassudoor

Jika kamu kafir (ketahuilah) maka sesungguhnya Allah tidak memerlukanmu1 dan Dia tidak meridai kekafiran hamba-hamba-Nya. Jika kamu bersyukur, Dia meridai kesyukuranmu itu. Seseorang yang berdosa tidak memikul dosa orang lain.2 Kemudian kepada Tuhanmulah kembalimu lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Sungguh, Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan dalam dada(mu).

۞ وَإِذَا مَسَّ ٱلْإِنسَـٰنَ ضُرٌّ دَعَا رَبَّهُۥ مُنِيبًا إِلَيْهِ ثُمَّ إِذَا خَوَّلَهُۥ نِعْمَةً مِّنْهُ نَسِىَ مَا كَانَ يَدْعُوٓاْ إِلَيْهِ مِن قَبْلُ وَجَعَلَ لِلَّهِ أَندَادًا لِّيُضِلَّ عَن سَبِيلِهِۦ‌ۚ قُلْ تَمَتَّعْ بِكُفْرِكَ قَلِيلاً‌ۖ إِنَّكَ مِنْ أَصْحَـٰبِ ٱلنَّارِ ٨

Wa-itha massa al-insana durrundaAAa rabbahu muneeban ilayhi thumma ithakhawwalahu niAAmatan minhu nasiya ma kana yadAAooilayhi min qablu wajaAAala lillahi andadan liyudillaAAan sabeelihi qul tamattaAA bikufrika qaleelan innaka min as-habiannar

Dan apabila manusia ditimpa bencana, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali (taat) kepada-Nya; tetapi apabila Dia memberikan nikmat kepadanya dia lupa (akan bencana) yang pernah dia berdoa kepada Allah sebelum itu, dan diadakannya sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah, "Bersenang-senanglah kamu dengan kekafiranmu itu untuk sementara waktu. Sungguh, kamu termasuk penghuni neraka."

أَمَّنْ هُوَ قَـٰنِتٌ ءَانَآءَ ٱلَّيْلِ سَاجِدًا وَقَآئِمًا يَحْذَرُ ٱلْأَخِرَةَ وَيَرْجُواْ رَحْمَةَ رَبِّهِۦ‌ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى ٱلَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَٱلَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ‌ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُوْلُواْ ٱلْأَلْبَـٰبِ ٩

Amman huwa qanitun anaaallayli sajidan waqa-iman yahtharu al-akhiratawayarjoo rahmata rabbihi qul hal yastawee allatheenayaAAlamoona wallatheena la yaAAlamoonainnama yatathakkaru oloo al-albab

(Apakah kamu orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah pada waktu malam dengan sujud dan berdiri, karena takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah, "Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sebenarnya hanya orang yang berakal sehat yang dapat menerima pelajaran.

قُلْ يَـٰعِبَادِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ رَبَّكُمْ‌ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُواْ فِى هَـٰذِهِ ٱلدُّنْيَا حَسَنَةٌ‌ۗ وَأَرْضُ ٱللَّهِ وَٲسِعَةٌ‌ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّـٰبِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ ١٠

Qul ya AAibadi allatheenaamanoo ittaqoo rabbakum lillatheena ahsanoofee hathihi addunya hasanatun waarduAllahi wasiAAatun innama yuwaffa assabiroonaajrahum bighayri hisab

Katakanlah (Muhammad), "Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Bertakwalah kepada Tuhanmu." Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu luas. Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.

قُلْ إِنِّىٓ أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ ٱللَّهَ مُخْلِصًا لَّهُ ٱلدِّينَ ١١

Qul innee omirtu an aAAbuda Allahamukhlisan lahu addeen

Katakanlah, "Sesungguhnya aku diperintahkan agar menyembah Allah dengan penuh ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama.

وَأُمِرْتُ لِأَنْ أَكُونَ أَوَّلَ ٱلْمُسْلِمِينَ ١٢

Waomirtu li-an akoona awwala almuslimeen

Dan aku diperintahkan agar menjadi orang yang pertama-tama berserah diri."

قُلْ إِنِّىٓ أَخَافُ إِنْ عَصَيْتُ رَبِّى عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ ١٣

Qul innee akhafu in AAasayturabbee AAathaba yawmin AAatheem

Katakanlah, "Sesungguhnya aku takut akan azab pada hari yang besar jika aku durhaka kepada Tuhanku."

قُلِ ٱللَّهَ أَعْبُدُ مُخْلِصًا لَّهُۥ دِينِى ١٤

Quli Allaha aAAbudu mukhlisanlahu deenee

Katakanlah, "Hanya Allah yang aku sembah dengan penuh ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agamaku."

فَٱعْبُدُواْ مَا شِئْتُم مِّن دُونِهِۦ‌ۗ قُلْ إِنَّ ٱلْخَـٰسِرِينَ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓاْ أَنفُسَهُمْ وَأَهْلِيهِمْ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ‌ۗ أَلَا ذَٲلِكَ هُوَ ٱلْخُسْرَانُ ٱلْمُبِينُ ١٥

FaAAbudoo ma shi/tum mindoonihi qul inna alkhasireena allatheena khasirooanfusahum waahleehim yawma alqiyamati ala thalikahuwa alkhusranu almubeen

Maka sembahlah selain Dia sesukamu! (wahai orang-orang musyrik).1 Katakanlah, "Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari Kiamat." Ingatlah! Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.

لَهُم مِّن فَوْقِهِمْ ظُلَلٌ مِّنَ ٱلنَّارِ وَمِن تَحْتِهِمْ ظُلَلٌ‌ۚ ذَٲلِكَ يُخَوِّفُ ٱللَّهُ بِهِۦ عِبَادَهُۥ‌ۚ يَـٰعِبَادِ فَٱتَّقُونِ ١٦

Lahum min fawqihim thulalunmina annari wamin tahtihim thulalunthalika yukhawwifu Allahu bihi AAibadahu yaAAibadi fattaqoon

Di atas mereka ada lapisan-lapisan dari api dan di bawahnya juga ada lapisan-lapisan yang disediakan bagi mereka. Demikianlah Allah mengancam hamba-hamba-Nya (dengan azab itu). "Wahai hamba-hamba-Ku, maka bertakwalah kepada-Ku."

وَٱلَّذِينَ ٱجْتَنَبُواْ ٱلطَّـٰغُوتَ أَن يَعْبُدُوهَا وَأَنَابُوٓاْ إِلَى ٱللَّهِ لَهُمُ ٱلْبُشْرَىٰ‌ۚ فَبَشِّرْ عِبَادِ ١٧

Wallatheena ijtanaboo attaghootaan yaAAbudooha waanaboo ila Allahilahumu albushra fabashshir AAibad

Dan orang-orang yang menjauhi Tagut (yaitu) tidak menyembahnya1 dan kembali kepada Allah, mereka pantas mendapat berita gembira; sebab itu sampaikanlah kabar gembira itu kepada hamba-hamba-Ku,

ٱلَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ ٱلْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُۥٓ‌ۚ أُوْلَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ هَدَٮٰهُمُ ٱللَّهُ‌ۖ وَأُوْلَـٰٓئِكَ هُمْ أُوْلُواْ ٱلْأَلْبَـٰبِ ١٨

Allatheena yastamiAAoona alqawlafayattabiAAoona ahsanahu ola-ika allatheenahadahumu Allahu waola-ika hum oloo al-albab

(yaitu) mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya.1 Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal sehat.

أَفَمَنْ حَقَّ عَلَيْهِ كَلِمَةُ ٱلْعَذَابِ أَفَأَنتَ تُنقِذُ مَن فِى ٱلنَّارِ ١٩

Afaman haqqa AAalayhi kalimatu alAAathabiafaanta tunqithu man fee annar

Maka apakah (engkau hendak mengubah nasib) orang-orang yang telah dipastikan mendapat azab? Apakah engkau (Muhammad) akan menyelamatkan orang yang berada dalam api neraka?

لَـٰكِنِ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوْاْ رَبَّهُمْ لَهُمْ غُرَفٌ مِّن فَوْقِهَا غُرَفٌ مَّبْنِيَّةٌ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ‌ۖ وَعْدَ ٱللَّهِ‌ۖ لَا يُخْلِفُ ٱللَّهُ ٱلْمِيعَادَ ٢٠

Lakini allatheena ittaqawrabbahum lahum ghurafun min fawqiha ghurafun mabniyyatuntajree min tahtiha al-anharu waAAda Allahila yukhlifu Allahu almeeAAad

Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya, mereka mendapat kamar-kamar (di surga), di atasnya terdapat pula kamar-kamar yang dibangun (bertingkat-tingkat), yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. (Itulah) janji Allah. Allah tidak akan memungkiri janji(-Nya).

أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً فَسَلَكَهُۥ يَنَـٰبِيعَ فِى ٱلْأَرْضِ ثُمَّ يُخْرِجُ بِهِۦ زَرْعًا مُّخْتَلِفًا أَلْوَٲنُهُۥ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَٮٰهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَجْعَلُهُۥ حُطَـٰمًا‌ۚ إِنَّ فِى ذَٲلِكَ لَذِكْرَىٰ لِأُوْلِى ٱلْأَلْبَـٰبِ ٢١

Alam tara anna Allaha anzala mina assama-imaan fasalakahu yanabeeAAa fee al-ardithumma yukhriju bihi zarAAan mukhtalifan alwanuhu thummayaheeju fatarahu musfarran thumma yajAAaluhu hutamaninna fee thalika lathikra li-olee al-albab

Apakah engkau tidak memperhatikan, bahwa Allah menurunkan air dari langit, lalu diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi, kemudian dengan air itu ditumbuhkan-Nya tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, kemudian menjadi kering, lalu engkau melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berkeping-keping. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal sehat.

أَفَمَن شَرَحَ ٱللَّهُ صَدْرَهُۥ لِلْإِسْلَـٰمِ فَهُوَ عَلَىٰ نُورٍ مِّن رَّبِّهِۦ‌ۚ فَوَيْلٌ لِّلْقَـٰسِيَةِ قُلُوبُهُم مِّن ذِكْرِ ٱللَّهِ‌ۚ أُوْلَـٰٓئِكَ فِى ضَلَـٰلٍ مُّبِينٍ ٢٢

Afaman sharaha Allahu sadrahulil-islami fahuwa AAala noorin min rabbihi fawaylunlilqasiyati quloobuhum min thikri Allahi ola-ikafee dalalin mubeen

Maka apakah orang-orang yang dibukakan hatinya oleh Allah untuk (menerima) agama Islam lalu dia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang hatinya membatu)? Maka celakalah mereka yang hatinya telah membatu untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.

ٱللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ ٱلْحَدِيثِ كِتَـٰبًا مُّتَشَـٰبِهًا مَّثَانِىَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ ٱلَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَىٰ ذِكْرِ ٱللَّهِ‌ۚ ذَٲلِكَ هُدَى ٱللَّهِ يَهْدِى بِهِۦ مَن يَشَآءُ‌ۚ وَمَن يُضْلِلِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِنْ هَادٍ ٢٣

Allahu nazzala ahsana alhadeethikitaban mutashabihan mathaniya taqshaAAirruminhu juloodu allatheena yakhshawna rabbahum thummataleenu julooduhum waquloobuhum ila thikri Allahithalika huda Allahi yahdee bihi man yashaowaman yudlili Allahu fama lahu min had

Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Alquran yang serupa (ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang,1 gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka ketika mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan Kitab itu Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat memberi petunjuk.

أَفَمَن يَتَّقِى بِوَجْهِهِۦ سُوٓءَ ٱلْعَذَابِ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ‌ۚ وَقِيلَ لِلظَّـٰلِمِينَ ذُوقُواْ مَا كُنتُمْ تَكْسِبُونَ ٢٤

Afaman yattaqee biwajhihi soo-a alAAathabiyawma alqiyamati waqeela liththalimeenathooqoo ma kuntum taksiboon

Maka apakah orang-orang yang melindungi wajahnya menghindari azab yang buruk pada hari Kiamat (sama dengan orang mukmin yang tidak kena azab)? Dan dikatakan kepada orang-orang yang zalim, "Rasakanlah olehmu balasan apa yang telah kamu kerjakan."

كَذَّبَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ فَأَتَـٰهُمُ ٱلْعَذَابُ مِنْ حَيْثُ لَا يَشْعُرُونَ ٢٥

Kaththaba allatheena minqablihim faatahumu alAAathabu min haythu layashAAuroon

Orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasul), maka datanglah kepada mereka azab dari arah yang tidak mereka sangka.

فَأَذَاقَهُمُ ٱللَّهُ ٱلْخِزْىَ فِى ٱلْحَيَوٲةِ ٱلدُّنْيَا‌ۖ وَلَعَذَابُ ٱلْأَخِرَةِ أَكْبَرُ‌ۚ لَوْ كَانُواْ يَعْلَمُونَ ٢٦

Faathaqahumu Allahu alkhizyafee alhayati addunya walaAAathabual-akhirati akbaru law kanoo yaAAlamoon

Maka Allah menimpakan kepada mereka kehinaan pada kehidupan dunia. Dan sungguh, azab akhirat lebih besar, kalau (saja) mereka mengetahui.

وَلَقَدْ ضَرَبْنَا لِلنَّاسِ فِى هَـٰذَا ٱلْقُرْءَانِ مِن كُلِّ مَثَلٍ لَّعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ ٢٧

Walaqad darabna linnasifee hatha alqur-ani min kulli mathalin laAAallahumyatathakkaroon

Dan sungguh, telah Kami buatkan dalam Alquran ini segala macam perumpamaan bagi manusia agar mereka dapat pelajaran.

قُرْءَانًا عَرَبِيًّا غَيْرَ ذِى عِوَجٍ لَّعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ ٢٨

Qur-anan AAarabiyyan ghayra theeAAiwajin laAAallahum yattaqoon

(Yaitu) Alquran dalam bahasa Arab, tidak ada kebengkokan (di dalamnya) agar mereka bertakwa.

ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلاً رَّجُلاً فِيهِ شُرَكَآءُ مُتَشَـٰكِسُونَ وَرَجُلاً سَلَمًا لِّرَجُلٍ هَلْ يَسْتَوِيَانِ مَثَلاً‌ۚ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ‌ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ ٢٩

Daraba Allahu mathalan rajulanfeehi shurakao mutashakisoona warajulan salamanlirajulin hal yastawiyani mathalan alhamdu lillahibal aktharuhum la yaAAlamoon

Allah membuat perumpamaan (yaitu) seorang laki-laki (hamba sahaya) yang dimiliki oleh beberapa orang berserikat yang dalam perselisihan, dan seorang hamba sahaya yang menjadi milik penuh dari seorang (saja). Adakah kedua hamba sahaya itu sama keadaannya? Segala puji bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُم مَّيِّتُونَ ٣٠

Innaka mayyitun wa-innahum mayyitoon

Sesungguhnya engkau (Muhammad) akan mati dan mereka akan mati (pula).

ثُمَّ إِنَّكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ عِندَ رَبِّكُمْ تَخْتَصِمُونَ ٣١

Thumma innakum yawma alqiyamatiAAinda rabbikum takhtasimoon

Kemudian sesungguhnya kamu pada hari Kiamat akan berbantah-bantahan di hadapan Tuhanmu.