بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Preview ukuran font
وَ
مَا لَكُمْ لَا تَنَاصَر
يَقُولُ أَءِ
وَجَعَلْنَا ذُرِّيَّتَهُ
فَلَ
فَكَذَّبُوهُ فَإِ
مَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُم
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang
وَ
Wassaffati saffa
Demi (rombongan malaikat) yang berbaris bersaf-saf,
فَ
Fazzajirati zajra
demi (rombongan) yang mencegah dengan sungguh-sungguh,
فَ
Fattaliyati thikra
demi (rombongan) yang membacakan peringatan,
إِ
Inna ilahakum lawahid
sungguh, Tuhanmu benar-benar Esa.
رَّبُّ
Rabbu assamawati wal-ardiwama baynahuma warabbu almashariq
Tuhan langit dan bumi dan apa yang berada di antara keduanya dan Tuhan tempat-tempat terbitnya matahari.
إِ
Inna zayyanna assamaaaddunya bizeenatin alkawakib
Sesungguhnya Kami telah menghias langit dunia (yang terdekat), dengan hiasan bintang-bintang.
وَحِفْ
Wahifthan min kulli shaytaninmarid
Dan (Kami) telah menjaganya dari setiap setan yang durhaka,
لَّا يَسَّ
La yassammaAAoona ila almala-ial-aAAla wayuqthafoona min kulli janib
mereka (setan-setan itu) tidak dapat mendengar (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru,
دُحُو
Duhooran walahum AAathabun wasib
untuk mengusir mereka dan mereka akan mendapat azab yang kekal,
إِلَّا مَنْ خَطِفَ
Illa man khatifa alkhatfatafaatbaAAahu shihabun thaqib
kecuali (setan) yang mencuri (pembicaraan); maka ia dikejar oleh bintang yang menyala.
فَ
Fastaftihim ahum ashaddu khalqan amman khalaqna inna khalaqnahum min teeninlazib
Maka tanyakanlah kepada mereka (musyrik Mekkah), "Apakah penciptaan mereka yang lebih sulit ataukah apa1 yang telah Kami ciptakan?" Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat.
بَلْ عَجِ
Bal AAajibta wayaskharoon
Bahkan engkau (Muhammad) menjadi heran (terhadap keingkaran mereka) dan mereka menghinakan (engkau).
وَإِذَا ذُكِّرُو
Wa-itha thukkiroo la yathkuroon
Dan apabila mereka diberi peringatan, mereka tidak mengindahkannya.
وَإِذَا رَأَوْ
Wa-itha raaw ayatanyastaskhiroon
Dan apabila mereka melihat suatu tanda (kebesaran) Allah, mereka memperolok-olokan.
وَقَال
Waqaloo in hatha illasihrun mubeen
Dan mereka berkata, "ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.
أَءِذَا مِتْنَا وَكُ
A-itha mitna wakunnaturaban waAAithaman a-innalamabAAoothoon
Apabila kami telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah benar kami akan dibangkitkan (kembali)?
أَوَءَاب
Awa abaona al-awwaloon
dan apakah nenek moyang kami yang telah terdahulu (akan dibangkitkan pula)?"
قُلْ نَعَمْ وَأَ
Qul naAAam waantum dakhiroon
Katakanlah (Muhammad), "Ya, dan kamu akan terhina."
فَإِ
Fa-innama hiya zajratun wahidatunfa-itha hum yanthuroon
Maka sesungguhnya kebangkitan itu hanya dengan satu teriakan saja; maka seketika itu mereka melihatnya.
وَقَالُو
Waqaloo ya waylana hathayawmu addeen
Dan mereka berkata, "Alangkah celaka kami! (Kiranya) inilah hari pembalasan itu."
هَ
Hatha yawmu alfasli allatheekuntum bihi tukaththiboon
Inilah hari keputusan1 yang dahulu kamu dustakan.
۞ ٱحْشُرُو
Ohshuroo allatheena thalamoowaazwajahum wama kanoo yaAAbudoon
(Diperintahkan kepada malaikat), "Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan apa yang dahulu mereka sembah,
مِ
Min dooni Allahi fahdoohum ilasirati aljaheem
selain Allah, lalu tunjukkanlah kepada mereka jalan ke nereka.
وَقِفُوهُمْۖ إِ
Waqifoohum innahum masooloon
Tahanlah mereka (di tempat perhentian), sesungguhnya mereka akan ditanya,
مَا لَكُمْ لَا تَنَاصَر
Ma lakum la tanasaroon
"Mengapa kamu tidak tolong-menolong?"
بَلْ هُمُ
Bal humu alyawma mustaslimoon
Bahkan mereka pada hari itu menyerah (kepada keputusan Allah).
وَأَ
Waaqbala baAAduhum AAala baAAdinyatasaaloon
Dan sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain saling berbantah-bantahan.
قَال
Qaloo innakum kuntum ta/toonanaAAani alyameen
Sesungguhnya (pengikut-pengikut) mereka berkata (kepada pemimpin-pemimpin mereka), "Kamulah yang dahulu datang kepada kami dari kanan."1
قَالُو
Qaloo bal lam takoonoo mu/mineen
(Pemimpin-pemimpin) mereka menjawab, "(Tidak), bahkan kamulah yang tidak (mau) menjadi orang mukmin,
وَمَا كَانَ لَنَا عَلَيْك
Wama kana lanaAAalaykum min sultanin bal kuntum qawman tagheen
sedangkan kami tidak berkuasa terhadapmu, bahkan kamu menjadi kaum yang melampaui batas.
فَحَقَّ عَلَيْنَا قَوْلُ رَبِّن
Fahaqqa AAalayna qawlu rabbinainna latha-iqoon
Maka pantas putusan (azab) Tuhan menimpa kita; pasti kita akan merasakan (azab itu).
فَأَغْوَيْنَ
Faaghwaynakum inna kunnaghaween
Maka kami telah menyesatkan kamu, sesungguhnya kami sendiri, orang-orang yang sesat."
فَإِ
Fa-innahum yawma-ithin fee alAAathabimushtarikoon
Maka sesunguhnya mereka pada hari itu bersama-sama merasakan azab.
إِ
Inna kathalika nafAAalu bilmujrimeen
Sungguh, demikianlah Kami memperlakukan terhadap orang-orang yang berbuat dosa.
إِ
Innahum kanoo itha qeela lahumla ilaha illa Allahu yastakbiroon
Sungguh, dahulu apabila dikatakan kepada mereka, "Lā ilāha illallāh" (Tidak ada tuhan selain Allah), mereka menyombongkan diri,
وَيَقُولُونَ أَئِ
Wayaqooloona a-inna latarikoo alihatinalishaAAirin majnoon
dan mereka berkata, "Apakah kami harus meninggalkan sesembahan kami karena seorang penyair gila?"
بَلْ ج
Bal jaa bilhaqqi wasaddaqaalmursaleen
Padahal dia (Muhammad) datang dengan membawa kebenaran dan membenarkan rasul-rasul (sebelumnya).
إِ
Innakum latha-iqoo alAAathabial-aleem
Sungguh, kamu pasti akan merasakan azab yang pedih.
وَمَا تُ
Wama tujzawna illa makuntum taAAmaloon
Dan kamu tidak diberi balasan melainkan terhadap apa yang telah kamu kerjakan,
إِلَّا عِبَادَ
Illa AAibada Allahialmukhlaseen
tetapi hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa),
أُ
Ola-ika lahum rizqun maAAloom
mereka itu memperoleh rezeki yang sudah ditentukan,
فَو
Fawakihu wahum mukramoon
(yaitu) buah-buahan. Dan mereka orang yang dimuliakan,
فِى جَ
Fee jannati annaAAeem
di dalam surga-surga yang penuh kenikmatan,
عَلَىٰ سُرُ
AAala sururin mutaqabileen
(mereka duduk) berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.
يُطَافُ عَلَيْه
Yutafu AAalayhim bika/sin min maAAeen
Kepada mereka diedarkan gelas (yang berisi air) dari mata air (surga),
بَيْض
Baydaa laththatin lishsharibeen
(warnanya) putih bersih, sedap rasanya bagi orang-orang yang minum.
لَا فِيهَا غَوْ
La feeha ghawlun walahum AAanha yunzafoon
Tidak ada di dalamnya (unsur) yang memabukkan dan mereka tidak mabuk karenanya.
وَعِ
WaAAindahum qasiratu attarfiAAeen
Dan di sisi mereka ada (bidadari-bidadari) yang bermata indah, dan membatasi pandangannya,
كَأَ
Kaannahunna baydun maknoon
seakan-akan mereka adalah telur yang tersimpan dengan baik.
فَأَ
Faaqbala baAAduhum AAala baAAdinyatasaaloon
Lalu mereka berhadap-hadapan satu sama lain sambil bercakap-cakap.
قَالَ ق
Qala qa-ilun minhum innee kanalee qareen
Berkatalah salah seorang di antara mereka, "Sesungguhnya aku dahulu (di dunia) pernah mempunyai seorang teman,
يَقُولُ أَءِ
Yaqoolu a-innaka lamina almusaddiqeen
yang berkata, "Apakah sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang membenarkan (hari berbangkit)?
أَءِذَا مِتْنَا وَكُ
A-itha mitna wakunnaturaban waAAithaman a-innalamadeenoon
Apabila kita telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kita benar-benar (akan dibangkitkan) untuk diberi pembalasan?"
قَالَ هَلْ أَ
Qala hal antum muttaliAAoon
Dia berkata, "Maukah kamu meninjau (temanku itu)?"
فَ
FattalaAAa faraahu feesawa-i aljaheem
Maka dia meninjaunya, lalu dia melihat (teman)nya itu di tengah-tengah neraka yang menyala-nyala.
قَالَ تَ
Qala tallahi in kidtalaturdeen
Dia berkata, "Demi Allah, engkau hampir saja mencelakakanku,
وَلَوْلَا نِعْمَةُ رَبِّى لَكُ
Walawla niAAmatu rabbee lakuntu minaalmuhdareen
dan sekiranya bukan karena nikmat Tuhanku pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret (ke neraka)."
أَفَمَا نَحْنُ بِمَيِّت
Afama nahnu bimayyiteen
Maka apakah kita tidak akan mati?
إِلَّا مَوْتَتَنَا
Illa mawtatana al-oolawama nahnu bimuAAaththabeen
Kecuali kematian kita yang pertama saja (di dunia), dan kita tidak akan diazab (di akhirat ini)?"
إِ
Inna hatha lahuwa alfawzu alAAatheem
Sungguh, ini benar-benar kemenangan yang agung.
لِمِثْلِ هَ
Limithli hatha falyaAAmali alAAamiloon
Untuk (kemenangan) serupa ini, hendaklah beramal orang-orang yang mampu beramal.
أَذ
Athalika khayrun nuzulan am shajaratuazzaqqoom
Apakah (makanan surga) itu hidangan yang lebih baik ataukah pohon zaqqum.
إِ
Inna jaAAalnahafitnatan liththalimeen
Sungguh, Kami menjadikannya (pohon zaqqum) sebagai azab bagi orang-orang zalim.
إِ
Innaha shajaratun takhruju fee aslialjaheem
Sungguh, itu adalah pohon yang keluar dari dasar neraka Jahim,
طَلْعُهَا كَأَ
TalAAuha kaannahu ruoosu ashshayateen
mayangnya seperti kepala-kepala setan.
فَإِ
Fa-innahum laakiloona minhafamali-oona minha albutoon
Maka sungguh, mereka benar-benar memakan sebagian darinya (buah pohon itu), dan mereka memenuhi perutnya dengan buahnya (zaqqum).
ثُ
Thumma inna lahum AAalayha lashawbanmin hameem
Kemudian sungguh, setelah makan (buah zaqqum) mereka mendapat minuman yang dicampur dengan air yang sangat panas.
ثُ
Thumma inna marjiAAahum la-ila aljaheem
Kemudian pasti tempat kembali mereka ke neraka Jahim.
إِ
Innahum alfaw abaahum dalleen
Sesungguhnya mereka mendapati nenek moyang mereka dalam keadaan sesat,
فَهُمْ عَلَ
Fahum AAala atharihimyuhraAAoon
lalu mereka tergesa-gesa mengikuti jejak (nenek moyang) mereka.
وَلَقَ
Walaqad dalla qablahum aktharual-awwaleen
Dan sungguh, sebelum mereka (suku Quraisy), telah sesat sebagian besar dari orang-orang yang dahulu,
وَلَقَ
Walaqad arsalna feehim munthireen
dan sungguh, Kami telah mengutus (rasul) pemberi peringatan di kalangan mereka.
فَ
Fanthur kayfa kanaAAaqibatu almunthareen
Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu,
إِلَّا عِبَادَ
Illa AAibada Allahialmukhlaseen
kecuali hamba-hamba Allah yang disucikan (dari dosa).
وَلَقَ
Walaqad nadana noohunfalaniAAma almujeeboon
Dan sungguh, Nuh telah berdoa kepada Kami, maka sungguh, Kamilah sebaik-baik yang memperkenankan doa.
وَنَجَّيْنَ
Wanajjaynahu waahlahu mina alkarbialAAatheem
Kami telah menyelamatkan dia dan pengikutnya dari bencana yang besar.
وَجَعَلْنَا ذُرِّيَّتَهُ
WajaAAalna thurriyyatahu humualbaqeen
Dan Kami jadikan anak cucunya orang-orang yang melanjutkan keturunan.
وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى
Watarakna AAalayhi fee al-akhireen
Dan Kami abadikan untuk Nuh (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian;
سَلَ
Salamun AAala noohinfee alAAalameen
"Kesejahteraan (Kami limpahkan) atas Nuh di seluruh alam."
إِ
Inna kathalika najzee almuhsineen
Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
إِ
Innahu min AAibadinaalmu/mineen
Sungguh, dia termasuk di antara hamba-hamba Kami yang beriman.
ثُ
Thumma aghraqna al-akhareen
Kemudian Kami tenggelamkan yang lain.
۞ وَإِ
Wa-inna min sheeAAatihi la-ibraheem
Dan sungguh, Ibrahim termasuk golongannya (Nuh).1
إِذْ ج
Ith jaa rabbahu biqalbinsaleem
(Ingatlah) ketika dia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci,1
إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِه
Ith qala li-abeehi waqawmihi mathataAAbudoon
(ingatlah) ketika dia berkata kepada ayahnya dan kaumnya, "Apakah yang kamu sembah itu?
أَئِفْكًا ءَالِهَ
A-ifkan alihatan doona Allahitureedoon
Apakah kamu menghendaki kebohongan dengan sesembahan selain Allah itu?
فَمَا ظَ
Fama thannukum birabbialAAalameen
Maka bagaimana anggapanmu terhadap Tuhan seluruh alam?"
فَنَظَرَ نَظْرَ
Fanathara nathratanfee annujoom
Lalu dia memandang sekilas ke bintang-bintang,
فَقَالَ إِ
Faqala innee saqeem
kemudian dia (Ibrahim) berkata, "Sesungguhnya aku sakit."
فَتَوَلَّوْ
Fatawallaw AAanhu mudbireen
Lalu mereka berpaling dari dia dan pergi meninggalkannya.
فَرَاغَ إِلَ
Faragha ila alihatihimfaqala ala ta/kuloon
Kemudian dia (Ibrahim) pergi dengan diam-diam kepada berhala-berhala mereka; lalu dia berkata, "Mengapa kamu tidak makan?1
مَا لَكُمْ لَا تَ
Ma lakum la tantiqoon
Mengapa kamu tidak menjawab?"
فَرَاغَ عَلَيْهِمْ ضَرْب
Faragha AAalayhim darban bilyameen
Lalu dihadapinya (berhala-berhala) itu sambil memukulnya dengan tangan kanannya.
فَأَ
Faaqbaloo ilayhi yaziffoon
Kemudian mereka (kaumnya) datang bergegas kepadanya.
قَالَ أَتَعْبُدُونَ مَا تَنْحِت
Qala ataAAbudoona ma tanhitoon
Dia (Ibrahim) berkata, "Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu?
وَ
Wallahu khalaqakum wamataAAmaloon
padahal Allah lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat."
قَالُو
Qaloo ibnoo lahu bunyananfaalqoohu fee aljaheem
Mereka berkata, "Buatlah bangunan (perapian) untuknya (membakar Ibrahim); lalu lemparkan dia ke dalam api yang menyala-nyala itu."
فَأَرَادُو
Faaradoo bihi kaydan fajaAAalnahumual-asfaleen
Maka mereka bermaksud memperdayainya dengan (membakar)nya, (namun Allah menyelamatkannya), lalu Kami jadikan mereka orang-orang yang hina.
وَقَالَ إِ
Waqala innee thahibun ilarabbee sayahdeen
Dan dia (Ibrahim) berkata, "Sesungguhnya aku harus pergi (menghadap) kepada Tuhanku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku.1
رَبِّ هَ
Rabbi hablee mina assaliheen
Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang saleh."
فَبَشَّرْنَ
Fabashsharnahu bighulamin haleem
Maka Kami beri kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang sangat sabar (Ismail).
فَلَ
Falamma balagha maAAahu assaAAyaqala ya bunayya innee ara fee almanamiannee athbahuka fanthur mathatara qala ya abati ifAAal ma tu/marusatajidunee in shaa Allahu mina assabireen
Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, "Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka bagaimanakah pendapatmu!" Dia (Ismail) menjawab, "Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insyā Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar."
فَلَ
Falamma aslama watallahuliljabeen
Maka ketika keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) membaringkan anaknya atas pelipisnya, (untuk melaksanakan perintah Allah).
وَنَ
Wanadaynahu an ya ibraheem
Lalu Kami panggil dia, "Wahai Ibrahim!
قَ
Qad saddaqta arru/yainna kathalika najzee almuhsineen
Sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu."1 Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
إِ
Inna hatha lahuwa albalaoalmubeen
Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.
وَفَدَيْنَ
Wafadaynahu bithibhinAAatheem
Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.1
وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى
Watarakna AAalayhi fee al-akhireen
Dan Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,
سَلَ
Salamun AAala ibraheem
" Selamat sejahtera bagi Ibrahim."
كَذ
Kathalika najzee almuhsineen
Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
إِ
Innahu min AAibadinaalmu/mineen
Sungguh, dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.
وَبَشَّرْنَ
Wabashsharnahu bi-ishaqanabiyyan mina assaliheen
Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishak seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh.
وَبَ
Wabarakna AAalayhi waAAalaishaqa wamin thurriyyatihima muhsinunwathalimun linafsihi mubeen
Dan Kami limpahkan keberkahan kepadanya dan kepada Ishak. Dan di antara keturunan keduanya ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang terang-terangan berbuat zalim terhadap dirinya sendiri.
وَلَقَ
Walaqad mananna AAala moosawaharoon
Dan sungguh, Kami telah melimpahkan nikmat kepada Musa dan Harun.
وَنَجَّيْنَ
Wanajjaynahuma waqawmahumamina alkarbi alAAatheem
Dan Kami selamatkan keduanya dan kaumnya dari bencana yang besar,
وَنَصَرْنَ
Wanasarnahum fakanoohumu alghalibeen
dan Kami tolong mereka, sehingga jadilah mereka orang-orang yang menang.
وَءَاتَيْنَ
Waataynahuma alkitabaalmustabeen
Dan Kami berikan kepada keduanya Kitab yang sangat jelas,
وَهَدَيْنَ
Wahadaynahuma assirataalmustaqeem
dan Kami tunjukkan keduanya jalan yang lurus.
وَتَرَكْنَا عَلَيْهِمَا فِى
Watarakna AAalayhima fee al-akhireen
Dan Kami abadikan untuk keduanya (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,
سَلَ
Salamun AAala moosawaharoon
"Selamat sejahtera bagi Musa dan Harun."
إِ
Inna kathalika najzee almuhsineen
Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
إِ
Innahuma min AAibadinaalmu/mineen
Sungguh, keduanya termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.
وَإِ
Wa-inna ilyasa lamina almursaleen
Dan sungguh, Ilyas benar-benar termasuk salah seorang rasul.
إِذْ قَالَ لِقَوْمِه
Ith qala liqawmihi alatattaqoon
(Ingatlah) ketika dia berkata kepada kaumnya, "Mengapa kamu tidak bertakwa?
أَتَ
AtadAAoona baAAlan watatharoona ahsanaalkhaliqeen
Patutkah kamu menyembah Ba'l 1 dan kamu tinggalkan (Allah) sebaik-baik Pencipta,
ٱللَّهَ رَبَّكُمْ وَرَبَّ ءَاب
Allaha rabbakum warabba aba-ikumual-awwaleen
(yaitu) Allah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu yang terdahulu?"
فَكَذَّبُوهُ فَإِ
Fakaththaboohu fa-innahum lamuhdaroon
Tetapi mereka mendustakannya (Ilyas), maka sungguh, mereka akan diseret (ke neraka),
إِلَّا عِبَادَ
Illa AAibada Allahialmukhlaseen
kecuali hamba-hamba Allah yang disucikan (dari dosa).
وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى
Watarakna AAalayhi fee al-akhireen
Dan Kami abadikan untuk Ilyas (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,
سَلَ
Salamun AAala il yaseen
"selamat sejahtera bagi Ilyas."
إِ
Inna kathalika najzee almuhsineen
Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
إِ
Innahu min AAibadinaalmu/mineen
Sungguh, dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.
وَإِ
Wa-inna lootan lamina almursaleen
Dan sungguh, Luṭ benar-benar termasuk salah seorang rasul.
إِذْ نَجَّيْنَ
Ith najjaynahu waahlahuajmaAAeen
(Ingatlah) ketika Kami telah menyelamatkan dia dan pengikutnya semua,
إِلَّا عَجُو
Illa AAajoozan fee alghabireen
kecuali seorang perempuan tua (istrinya) bersama-sama orang yang tinggal (di kota).
ثُ
Thumma dammarna al-akhareen
Kemudian Kami binasakan orang-orang yang lain.1
وَإِ
Wa-innakum latamurroona AAalayhim musbiheen
Dan sesungguhnya kamu (penduduk Mekkah) benar-benar akan melalui (bekas-bekas) mereka pada waktu pagi,
وَبِ
Wabillayli afala taAAqiloon
dan pada waktu malam. Maka mengapa kamu tidak mengerti?
وَإِ
Wa-inna yoonusa lamina almursaleen
Dan sungguh, Yunus benar-benar termasuk salah seorang rasul,
إِذْ أَبَقَ إِلَى
Ith abaqa ila alfulki almashhoon
(ingatlah) ketika dia lari,1 ke kapal yang penuh muatan,
فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ
Fasahama fakana mina almudhadeen
kemudian dia ikut diundi1 ternyata dia termasuk orang-orang yang kalah (dalam undian).
فَ
Faltaqamahu alhootu wahuwamuleem
Maka dia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela.1
فَلَوْل
Falawla annahu kana minaalmusabbiheen
Maka sekiranya dia tidak termasuk orang yang banyak berzikir (bertasbih) kepada Allah,
لَلَبِثَ فِى بَ
Lalabitha fee batnihi ilayawmi yubAAathoon
niscaya dia akan tetap tinggal di perut (ikan itu) sampai Hari Berbangkit.
۞ فَنَبَذْنَ
Fanabathnahu bilAAara-iwahuwa saqeem
Kemudian Kami lemparkan dia ke daratan yang tandus, sedang dia dalam keadaan sakit.
وَأَ
Waanbatna AAalayhi shajaratan minyaqteen
Kemudian untuk dia Kami tumbuhkan sebatang pohon dari jenis labu.
وَأَرْسَلْنَ
Waarsalnahu ila mi-ati alfinaw yazeedoon
Dan Kami utus dia kepada seratus ribu (orang) atau lebih,
فَـَٔـامَنُو
Faamanoo famattaAAnahum ilaheen
sehingga mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu tertentu.
فَ
Fastaftihim alirabbika albanatuwalahumu albanoon
Maka tanyakanlah (Muhammad) kepada mereka (orang-orang kafir Mekkah), "Apakah anak-anak perempuan itu untuk Tuhanmu sedangkan untuk mereka anak laki-laki?1
أَمْ خَلَ
Am khalaqna almala-ikata inathanwahum shahidoon
atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan sedangkan mereka menyaksikan(nya)?
أَل
Ala innahum min ifkihim layaqooloon
Ingatlah, sesungguhnya di antara kebohongannya mereka benar-benar mengatakan,
وَلَدَ
Walada Allahu wa-innahum lakathiboon
"Allah mempunyai anak." Dan sungguh, mereka benar-benar pendusta,
أَصْطَفَى
Astafa albanati AAalaalbaneen
apakah Dia (Allah) memilih anak-anak perempuan daripada anak-anak laki-laki?
مَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُم
Ma lakum kayfa tahkumoon
Mengapa kamu ini? Bagaimana (caranya) kamu menetapkan?
أَفَلَا تَذَكَّر
Afala tathakkaroon
Maka mengapa kamu tidak memikirkan?
أَمْ لَكُمْ سُلْطَ
Am lakum sultanun mubeen
Ataukah kamu mempunyai bukti yang jelas?
فَأْتُو
Fa/too bikitabikum in kuntum sadiqeen
(kalau begitu) maka bawalah kitabmu jika kamu orang yang benar.
وَجَعَلُو
WajaAAaloo baynahu wabayna aljinnatinasaban walaqad AAalimati aljinnatu innahum lamuhdaroon
Dan mereka mengadakan (hubungan) nasab (keluarga) antara Dia (Allah) dan jin. Dan sungguh, jin telah mengetahui bahwa mereka pasti akan diseret (ke neraka),
سُ
Subhana Allahi AAammayasifoon
Mahasuci Allah dari apa yang mereka sifatkan,
إِلَّا عِبَادَ
Illa AAibada Allahialmukhlaseen
kecuali hamba-hamba Allah1 yang disucikan (dari dosa).
فَإِ
Fa-innakum wama taAAbudoon
Maka sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah itu,
م
Ma antum AAalayhi bifatineen
tidak akan dapat menyesatkan (seseorang) terhadap Allah,
إِلَّا مَنْ هُوَ صَالِ
Illa man huwa sali aljaheem
kecuali orang-orang yang akan masuk ke neraka Jahim.
وَمَا مِ
Wama minna illa lahumaqamun maAAloom
Dan tidak satu pun di antara kami (malaikat) melainkan masing-masing mempunyai kedudukan tertentu,
وَإِ
Wa-inna lanahnu assaffoon
dan sesungguhnya kami selalu teratur dalam barisan (dalam melaksanakan perintah Allah).
وَإِ
Wa-inna lanahnu almusabbihoon
Dan sungguh, kami benar-benar terus bertasbih (kepada Allah).
وَإِ
Wa-in kanoo layaqooloon
Dan sesungguhnya mereka (orang kafir Mekkah) benar-benar pernah berkata,
لَوْ أَ
Law anna AAindana thikranmina al-awwaleen
"Sekiranya di sisi kami ada suatu kitab dari (kitab-kitab yang diturunkan) kepada orang-orang dahulu,
لَكُ
Lakunna AAibada Allahialmukhlaseen
tentu kami akan menjadi hamba Allah yang disucikan (dari dosa)."
فَكَفَرُو
Fakafaroo bihi fasawfa yaAAlamoon
Tetapi ternyata mereka mengingkarinya (Alquran); maka kelak mereka akan mengetahui (akibat keingkarannya itu).
وَلَقَ
Walaqad sabaqat kalimatuna liAAibadinaalmursaleen
Dan sungguh, janji Kami telah tetap bagi hamba-hamba Kami yang menjadi rasul,
إِ
Innahum lahumu almansooroon
(yaitu) mereka itu pasti akan mendapat pertolongan.
وَإِ
Wa-inna jundana lahumu alghaliboon
Dan sesungguhnya bala tentara Kami1 itulah yang pasti menang.
فَتَوَلَّ عَنْهُمْ حَتَّىٰ ح
Fatawalla AAanhum hatta heen
Maka berpalinglah engkau (Muhammad) dari mereka sampai waktu tertentu,1
وَأَ
Waabsirhum fasawfa yubsiroon
dan perlihatkanlah kepada mereka, maka kelak mereka akan melihat (azab itu).
أَفَبِعَذَابِنَا يَسْتَعْجِل
AfabiAAathabina yastaAAjiloon
Maka apakah mereka meminta agar azab Kami disegerakan?
فَإِذَا نَزَلَ بِسَاحَتِهِمْ فَس
Fa-itha nazala bisahatihimfasaa sabahu almunthareen
Maka apabila (siksaan) itu turun di halaman mereka, maka sangat buruklah pagi hari bagi orang-orang yang diperingatkan.1
وَتَوَلَّ عَنْهُمْ حَتَّىٰ ح
Watawalla AAanhum hatta heen
Dan berpalinglah engkau dari mereka sampai waktu tertentu.
وَأَ
Waabsir fasawfa yubsiroon
Dan perlihatkanlah, maka kelak mereka akan melihat (azab itu).
سُ
Subhana rabbika rabbi alAAizzatiAAamma yasifoon
Mahasuci Tuhanmu, Tuhan Yang Mahaperkasa dari sifat yang mereka katakan.
وَسَلَ
Wasalamun AAala almursaleen
Dan selamat sejahtera bagi para rasul.
وَ
Walhamdu lillahirabbi alAAalameen
Dan segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam.
As-Saffat
Ayat