بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Preview ukuran font
ي
وَ
۞ وَم
وَءَايَ
إِ
أَوَلَمْ يَرَوْ
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang
ي
Ya-seen
Yā Sīn
وَ
Walqur-ani alhakeem
Demi Alquran yang penuh hikmah,
إِ
Innaka lamina almursaleen
sungguh, engkau (Muhammad) adalah salah seorang dari rasul-rasul,
عَلَىٰ صِر
AAala siratin mustaqeem
(yang berada) di atas jalan yang lurus,
تَ
Tanzeela alAAazeezi arraheem
(sebagai wahyu) yang diturunkan oleh (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang,
لِتُ
Litunthira qawman ma onthiraabaohum fahum ghafiloon
agar engkau memberi peringatan kepada suatu kaum yang nenek moyangnya belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai.
لَقَ
Laqad haqqa alqawlu AAalaaktharihim fahum la yu/minoon
Sungguh, pasti berlaku perkataan (hukuman) terhadap kebanyakan mereka, karena mereka tidak beriman.
إِ
Inna jaAAalna fee aAAnaqihimaghlalan fahiya ila al-athqani fahummuqmahoon
Sungguh, Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, karena itu mereka tertengadah.
وَجَعَلْنَا م
WajaAAalna min bayni aydeehim saddanwamin khalfihim saddan faaghshaynahum fahum la yubsiroon
Dan Kami jadikan di hadapan mereka sekat (dinding) dan di belakang mereka juga sekat, dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.
وَسَو
Wasawaon AAalayhim aanthartahumam lam tunthirhum la yu/minoon
Dan sama saja bagi mereka, apakah engkau memberi peringatan kepada mereka atau engkau tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman juga.
إِ
Innama tunthiru mani ittabaAAaaththikra wakhashiya arrahmanabilghaybi fabashshirhu bimaghfiratin waajrin kareem
Sesungguhnya engkau hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan1 dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, walaupun mereka tidak melihat-Nya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.
إِ
Inna nahnu nuhyeealmawta wanaktubu ma qaddamoo waatharahumwakulla shay-in ahsaynahu fee imamin mubeen
Sungguh, Kamilah yang menghidupkan orang-orang yang mati, dan Kamilah yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab yang jelas (Lauḥ Maḥfūẓ).
وَ
Wadrib lahum mathalan as-habaalqaryati ith jaaha almursaloon
Dan buatlah suatu perumpamaan bagi mereka, yaitu penduduk suatu negeri, ketika utusan-utusan datang kepada mereka;
إِذْ أَرْسَلْن
Ith arsalna ilayhimu ithnaynifakaththaboohuma faAAazzazna bithalithinfaqaloo inna ilaykum mursaloon
(yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga (utusan itu) berkata, "Sungguh, kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu."
قَالُو
Qaloo ma antum illabasharun mithluna wama anzala arrahmanumin shay-in in antum illa takthiboon
Mereka (penduduk negeri) menjawab, "Kamu ini hanyalah manusia seperti kami, dan (Allah) Yang Maha Pengasih tidak menurunkan sesuatu apa pun; kamu hanyalah pendusta belaka."
قَالُو
Qaloo rabbuna yaAAlamu innailaykum lamursaloon
Mereka berkata, "Tuhan kami mengetahui sesungguhnya kami adalah utusan-utusan (-Nya) kepada kamu.
وَمَا عَلَيْن
Wama AAalayna illaalbalaghu almubeen
Dan kewajiban kami hanyalah meyampaikan (perintah Allah) dengan jelas."
قَال
Qaloo inna tatayyarnabikum la-in lam tantahoo lanarjumannakum walayamassannakum minnaAAathabun aleem
Mereka menjawab, "Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu. Sungguh, jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami rajam kamu dan kamu pasti akan merasakan siksaan yang pedih dari kami."
قَالُو
Qaloo ta-irukum maAAakum a-in thukkirtumbal antum qawmun musrifoon
Mereka (utusan-utusan) itu berkata, "Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah kamu diberi peringatan? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas."
وَج
Wajaa min aqsa almadeenatirajulun yasAAa qala ya qawmi ittabiAAooalmursaleen
Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki1 dengan bergegas dia berkata, "Wahai kaumku! Ikutilah utusan-utusan itu.
ٱتَّبِعُو
IttabiAAoo man la yas-alukum ajranwahum muhtadoon
Ikutilah orang yang tidak meminta imbalan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.
وَمَا لِىَ ل
Wama liya la aAAbudu allatheefataranee wa-ilayhi turjaAAoon
Dan tidak ada alasan bagiku untuk tidak menyembah (Allah) yang telah menciptakanku dan hanya kepada-Nyalah kamu akan dikembalikan.
ءَأَتَّخِذُ مِ
Aattakhithu min doonihi alihatanin yuridni arrahmanu bidurrin la tughniAAannee shafaAAatuhum shay-an wala yunqithoon
Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya? Jika (Allah) Yang Maha Pengasih menghendaki bencana terhadapku, pasti pertolongan mereka tidak berguna sama sekali bagi diriku dan mereka (juga) tidak dapat menyelamatkanku.
إِ
Innee ithan lafee dalalinmubeen
Sesungguhnya jika aku (berbuat) begitu, pasti aku berada dalam kesesatan yang nyata.
إِ
Innee amantu birabbikum fasmaAAoon
Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan)ku."
قِيلَ
Qeela odkhuli aljannata qala yalayta qawmee yaAAlamoon
Dikatakan (kepadanya), "Masuklah ke surga."1 Dia (laki-laki itu) berkata, "Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui,
بِمَا غَفَرَ لِى رَبِّى وَجَعَلَنِى مِنَ
Bima ghafara lee rabbee wajaAAalaneemina almukrameen
apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang telah dimuliakan."
۞ وَم
Wama anzalna AAalaqawmihi min baAAdihi min jundin mina assama-i wamakunna munzileen
Dan setelah dia (meninggal), Kami tidak menurunkan suatu pasukan pun dari langit kepada kaumnya, dan Kami tidak perlu menurunkannya.
إِ
In kanat illa sayhatanwahidatan fa-itha hum khamidoon
Tidak ada siksaan terhadap mereka melainkan dengan satu teriakan saja; maka seketika itu mereka mati.
يَ
Ya hasratan AAalaalAAibadi ma ya/teehim min rasoolin illa kanoobihi yastahzi-oon
Alangkah besar penyesalan terhadap hamba-hamba itu, setiap datang seorang rasul kepada mereka, mereka selalu memperolok-olokkannya.
أَلَمْ يَرَوْ
Alam yaraw kam ahlakna qablahum minaalqurooni annahum ilayhim la yarjiAAoon
Tidakkah mereka mengetahui berapa banyak umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan. Orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tidak ada yang kembali kepada mereka.1
وَإِ
Wa-in kullun lamma jameeAAun ladaynamuhdaroon
Dan setiap (umat), semuanya akan dihadapkan kepada Kami.
وَءَايَ
Waayatun lahumu al-ardualmaytatu ahyaynaha waakhrajna minhahabban faminhu ya/kuloon
Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah bumi yang mati (tandus). Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan darinya biji-bijian, maka dari (biji-bijian) itu mereka makan.
وَجَعَلْنَا فِيهَا جَ
WajaAAalna feeha jannatinmin nakheelin waaAAnabin wafajjarna feehamina alAAuyoon
Dan Kami jadikan padanya di bumi itu kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air,
لِيَأْكُلُو
Liya/kuloo min thamarihi wamaAAamilat-hu aydeehim afala yashkuroon
agar mereka dapat makan dari buahnya, dan dari hasil usaha tangan mereka. Maka mengapa mereka tidak bersyukur?
سُ
Subhana allathee khalaqaal-azwaja kullaha mimma tunbitu al-arduwamin anfusihim wamimma la yaAAlamoon
Mahasuci (Allah) yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri, maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.
وَءَايَ
Waayatun lahumu allaylu naslakhuminhu annahara fa-itha hum muthlimoon
Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari (malam) itu, maka seketika itu mereka (berada dalam) kegelapan,
وَ
Washshamsu tajree limustaqarrin lahathalika taqdeeru alAAazeezi alAAaleem
dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui.
وَ
Walqamara qaddarnahu manazilahatta AAada kalAAurjooni alqadeem
Dan telah Kami tetapkan tempat peredaran bagi bulan, sehingga (setelah ia sampai ke tempat peredaran yang terakhir) kembalilah ia seperti bentuk tandan yang tua.1
لَا
La ashshamsu yanbaghee lahaan tudrika alqamara wala allaylu sabiqu annahariwakullun fee falakin yasbahoon
Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya.
وَءَايَ
Waayatun lahum anna hamalnathurriyyatahum fee alfulki almashhoon
Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam kapal yang penuh muatan,
وَخَلَ
Wakhalaqna lahum min mithlihi mayarkaboon
dan Kami ciptakan (juga) untuk mereka (angkutan lain) seperti apa yang mereka kendarai.1
وَإ
Wa-in nasha/ nughriqhum fala sareekhalahum wala hum yunqathoon
Dan jika Kami menghendaki, Kami tenggelamkan mereka. Maka tidak ada penolong bagi mereka dan tidak (pula) mereka diselamatkan,
إِلَّا رَحْمَ
Illa rahmatan minnawamataAAan ila heen
melainkan (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai waktu tertentu.
وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ
Wa-itha qeela lahumu ittaqoo mabayna aydeekum wama khalfakum laAAallakum turhamoon
Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Takutlah kamu akan siksa yang dihadapanmu (di dunia) dan azab yang akan datang (akhirat) agar kamu mendapat rahmat."
وَمَا تَأْتِيه
Wama ta/teehim min ayatin min ayatirabbihim illa kanoo AAanha muAArideen
Dan setiap kali suatu tanda dari tanda-tanda (kebesaran) Tuhan datang kepada mereka, mereka selalu berpaling darinya.
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ أَ
Wa-itha qeela lahum anfiqoo mimmarazaqakumu Allahu qala allatheena kafaroolillatheena amanoo anutAAimu man law yashaoAllahu atAAamahu in antum illa fee dalalinmubeen
Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Infakkanlah sebagian rezeki yang diberikan Allah kepadamu," orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman, "Apakah pantas kami memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki Dia akan memberinya makan? Kamu benar-benar dalam kesesatan yang nyata."
وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَ
Wayaqooloona mata hathaalwaAAdu in kuntum sadiqeen
Dan mereka (orang-orang kafir) berkata, "Kapan janji (hari berbangkit) itu (terjadi) jika kamu orang-orang yang benar?"
مَا يَ
Ma yanthuroona illasayhatan wahidatan ta/khuthuhum wahumyakhissimoon
Mereka hanya menunggu satu teriakan,1 yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar.
فَلَا يَسْتَطِيعُونَ تَوْصِيَ
Fala yastateeAAoona tawsiyatanwala ila ahlihim yarjiAAoon
Sehingga mereka tidak mampu membuat suatu wasiat dan mereka (juga) tidak dapat kembali kepada keluarganya.
وَنُفِخَ فِى
Wanufikha fee assoori fa-ithahum mina al-ajdathi ila rabbihim yansiloon
Lalu ditiuplah sangkakala,1 maka seketika itu mereka keluar dari kuburnya (dalam keadaan hidup), menuju kepada Tuhannya.
قَالُو
Qaloo ya waylana manbaAAathana min marqadina hatha mawaAAada arrahmanu wasadaqaalmursaloon
Mereka berkata, "Celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?" Inilah yang dijanjikan (Allah) Yang Maha Pengasih dan benarlah rasul-rasul(-Nya).
إِ
In kanat illa sayhatanwahidatan fa-itha hum jameeAAun ladayna muhdaroon
Teriakan itu hanya sekali saja, maka seketika itu mereka semua dihadapkan kepada Kami (untuk dihisab).
فَ
Falyawma la tuthlamunafsun shay-an wala tujzawna illa ma kuntumtaAAmaloon
Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikit pun dan kamu tidak akan diberi balasan, kecuali sesuai dengan apa yang telah kamu kerjakan.
إِ
Inna as-haba aljannati alyawmafee shughulin fakihoon
Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka).
هُمْ وَأَزْو
Hum waazwajuhum fee thilalinAAala al-ara-iki muttaki-oon
Mereka dan pasangan-pasangannya berada dalam tempat yang teduh, bersandar di atas dipan-dipan.
لَهُمْ فِيهَا فَ
Lahum feeha fakihatun walahumma yaddaAAoon
Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa saja yang mereka inginkan.
سَلَ
Salamun qawlan min rabbin raheem
(Kepada mereka dikatakan), "Salām," sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.
وَ
Wamtazoo alyawma ayyuhaalmujrimoon
Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir), "Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, wahai orang-orang yang berdosa!
۞ أَلَمْ أَعْهَ
Alam aAAhad ilaykum ya banee adamaan la taAAbudoo ashshaytana innahu lakumAAaduwwun mubeen
Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu wahai anak cucu Adam agar kamu tidak menyembah setan? Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagi kamu,
وَأَنِ
Waani oAAbudoonee hatha siratunmustaqeem
dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus."
وَلَقَ
Walaqad adalla minkum jibillankatheeran afalam takoonoo taAAqiloon
Dan sungguh, ia (setan itu) telah menyesatkan sebagian besar di antara kamu. Maka apakah kamu tidak mengerti?
هَ
Hathihi jahannamu allatee kuntumtooAAadoon
Inilah (neraka) Jahanam yang dahulu telah diperingatkan kepadamu.
ٱصْلَوْهَا
Islawha alyawma bimakuntum takfuroon
Masuklah ke dalamnya pada hari ini karena dahulu kamu mengingkarinya.
ٱلْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَ
Alyawma nakhtimu AAala afwahihimwatukallimuna aydeehim watashhadu arjuluhum bima kanooyaksiboon
Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.
وَلَوْ نَش
Walaw nashao latamasnaAAala aAAyunihim fastabaqoo assiratafaanna yubsiroon
Dan jika Kami menghendaki, pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka; sehingga mereka berlomba-lomba (mencari) jalan. Maka bagaimana mungkin mereka dapat melihat?
وَلَوْ نَش
Walaw nashao lamasakhnahumAAala makanatihim fama istataAAoo mudiyyanwala yarjiAAoon
Dan jika Kami menghendaki, pastilah Kami ubah bentuk mereka di tempat mereka berada; sehingga mereka tidak sanggup berjalan lagi dan juga tidak sanggup kembali.
وَم
Waman nuAAammirhu nunakkis-hu fee alkhalqiafala yaAAqiloon
Dan barang siapa Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada awal kejadian(nya).1 Maka mengapa mereka tidak mengerti?
وَمَا عَلَّمْنَ
Wama AAallamnahu ashshiAArawama yanbaghee lahu in huwa illa thikrunwaqur-anun mubeen
Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah pantas baginya. Alquran itu tidak lain hanyalah pelajaran dan Kitab yang jelas.
لِّيُ
Liyunthira man kana hayyanwayahiqqa alqawlu AAala alkafireen
agar dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan agar pasti ketetapan (azab) terhadap orang-orang kafir.
أَوَلَمْ يَرَوْ
Awa lam yaraw anna khalaqnalahum mimma AAamilat aydeena anAAaman fahumlaha malikoon
Dan tidakkah mereka melihat bahwa Kami telah meciptakan hewan ternak untuk mereka, yaitu sebagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami, lalu mereka menguasainya ?
وَذَلَّلْنَ
Wathallalnaha lahumfaminha rakoobuhum waminha ya/kuloon
Dan Kami menundukkannya (hewan-hewan itu) untuk mereka; lalu sebagiannya untuk menjadi tunggangan mereka dan sebagian untuk mereka makan.
وَلَهُمْ فِيهَا مَنَ
Walahum feeha manafiAAu wamasharibuafala yashkuroon
Dan mereka memperoleh berbagai manfaat dan minuman darinya. Maka mengapa mereka tidak bersyukur?
وَ
Wattakhathoo min dooni Allahialihatan laAAallahum yunsaroon
Dan mereka mengangkat sesembahan selain Allah agar mereka mendapat pertolongan.
لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَهُمْ وَهُمْ لَهُمْ جُن
La yastateeAAoona nasrahumwahum lahum jundun muhdaroon
Mereka (sesembahan) itu tidak dapat menolong mereka; padahal mereka itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga (sesembahan) itu.
فَلَا يَحْزُ
Fala yahzunka qawluhum innanaAAlamu ma yusirroona wama yuAAlinoon
Maka jangan sampai ucapan mereka membuat engkau (Muhammad) bersedih hati. Sungguhnya, Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka tampakkan.
أَوَلَمْ يَرَ
Awa lam yara al-insanu annakhalaqnahu min nutfatin fa-itha huwa khaseemunmubeen
Dan tidakkah manusia memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setetes mani, ternyata dia menjadi musuh yang nyata!
وَضَرَبَ لَنَا مَثَل
Wadaraba lana mathalanwanasiya khalqahu qala man yuhyee alAAithamawahiya rameem
Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami dan melupakan asal kejadiannya; dia berkata, "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang, yang telah hancur luluh?
قُلْ يُحْيِيهَا
Qul yuhyeeha allatheeanshaaha awwala marratin wahuwa bikulli khalqin AAaleem
Katakanlah (Muhammad), "Yang akan menghidupkannya ialah (Allah) yang menciptakannya pertama kali. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk,
ٱلَّذِى جَعَلَ لَك
Allathee jaAAala lakum mina ashshajarial-akhdari naran fa-itha antum minhutooqidoon
yaitu (Allah) yang menjadikan api untukmu dari kayu yang hijau, maka seketika itu kamu nyalakan (api) dari kayu itu."
أَوَلَيْسَ
Awa laysa allathee khalaqa assamawatiwal-arda biqadirin AAala an yakhluqamithlahum bala wahuwa alkhallaqu alAAaleem
Dan bukankah (Allah) yang menciptakan langit dan bumi, mampu menciptakan kembali yang serupa itu (jasad mereka yang sudah hancur)? Benar, dan Dia Maha Pencipta, Maha Mengetahui.
إِ
Innama amruhu itha aradashay-an an yaqoola lahu kun fayakoon
Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, "Jadilah!" Maka jadilah sesuatu itu.
فَسُ
Fasubhana allathee biyadihimalakootu kulli shay-in wa-ilayhi turjaAAoon
Maka Mahasuci (Allah) yang ditangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya kamu dikembalikan.
Ya-Sin
Ayat