۞ كُلُّ
وَكَيْفَ تَكْفُرُونَ وَأَ
وَلِلَّهِ مَا فِى
إِ
إِذْ هَ
۞ وَسَارِع
وَلِيُمَحِّصَ
يَ
ثُ
وَلَئ
وَم
فَ
لَّقَ
وَإِذْ أَخَذَ
فَ
يَ
لِّلرِّجَالِ نَصِي
۞ وَلَكُمْ نِصْفُ مَا تَرَكَ أَزْو
وَ
وَإِنْ أَرَ
۞ كُلُّ
Kullu attaAAami kanahillan libanee isra-eela illa ma harramaisra-eelu AAala nafsihi min qabli an tunazzala attawratuqul fa/too bittawrati fatlooha inkuntum sadiqeen
Semua makanan itu halal bagi Bani Israil, kecuali makanan yang diharamkan oleh Israil (Yakub) atas dirinya sebelum Taurat diturunkan.1 Katakanlah (Muhammad), "Maka bawalah Taurat lalu bacalah, jika kamu orang-orang yang benar."
فَمَنِ
Famani iftara AAala Allahialkathiba min baAAdi thalika faola-ika humuathalimoon
Maka barang siapa mengada-adakan kebohongan terhadap Allah1 setelah itu, maka mereka itulah orang-orang zalim.
قُلْ صَدَقَ
Qul sadaqa Allahu fattabiAAoomillata ibraheema haneefan wama kanamina almushrikeen
Katakanlah (Muhammad), "Benarlah (segala yang difirmankan) Allah." Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan dia tidaklah termasuk orang musyrik.
إِ
Inna awwala baytin wudiAAa linnasilallathee bibakkata mubarakan wahudan lilAAalameen
Sesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia, ialah (Baitullah) yang di Bakkah (Mekah)1 yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam.
فِيهِ ءَايَ
Feehi ayatun bayyinatunmaqamu ibraheema waman dakhalahu kana aminanwalillahi AAala annasi hijjualbayti mani istataAAa ilayhi sabeelan waman kafarafa-inna Allaha ghaniyyun AAani alAAalameen
Di sana terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) maqam Ibrahim.1 Barang siapa memasukinya (Baitullah) amanlah dia. Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu2 mengadakan perjalanan ke sana. Barang siapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.
قُلْ يَ
Qul ya ahla alkitabi limatakfuroona bi-ayati Allahi wallahushaheedun AAala ma taAAmaloon
Katakanlah (Muhammad), "Wahai Ahli Kitab! Mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, padahal Allah Maha Menyaksikan apa yang kamu kerjakan?"
قُلْ يَ
Qul ya ahla alkitabi lima tasuddoonaAAan sabeeli Allahi man amana tabghoonahaAAiwajan waantum shuhadao wama Allahu bighafilinAAamma taAAmaloon
Katakanlah (Muhammad), "Wahai Ahli Kitab! Mengapa kamu menghalang-halangi orang-orang yang beriman dari jalan Allah, kamu menghendakinya (jalan Allah) bengkok, padahal kamu menyaksikan?"1 Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanooin tuteeAAoo fareeqan mina allatheena ootoo alkitabayaruddookum baAAda eemanikum kafireen
Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu mengikuti sebagian dari orang yang diberi Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir setelah beriman.
وَكَيْفَ تَكْفُرُونَ وَأَ
Wakayfa takfuroona waantum tutlaAAalaykum ayatu Allahi wafeekum rasooluhuwaman yaAAtasim billahi faqad hudiya ilasiratin mustaqeem
Dan bagaimana kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya (Muhammad) pun berada di tengah-tengah kamu? Barang siapa berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sungguh, dia diberi petunjuk ke jalan yang lurus.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanooittaqoo Allaha haqqa tuqatihi walatamootunna illa waantum muslimoon
Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.
وَ
WaAAtasimoo bihabliAllahi jameeAAan wala tafarraqoo wathkurooniAAmata Allahi AAalaykum ith kuntum aAAdaanfaallafa bayna quloobikum faasbahtum biniAAmatihiikhwanan wakuntum AAala shafa hufratinmina annari faanqathakum minha kathalikayubayyinu Allahu lakum ayatihi laAAallakumtahtadoon
Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.
وَلْتَك
Waltakun minkum ommatun yadAAoona ilaalkhayri waya/muroona bilmaAAroofi wayanhawna AAanialmunkari waola-ika humu almuflihoon
Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. 1 Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
وَلَا تَكُونُو
Wala takoonoo kallatheenatafarraqoo wakhtalafoo min baAAdi ma jaahumualbayyinatu waola-ika lahum AAathabun AAatheem
Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang bercerai berai dan berselisih setelah sampai kepada mereka keterangan yang jelas. Dan mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang berat,
يَوْمَ تَ
Yawma tabyaddu wujoohun wataswadduwujoohun faamma allatheena iswaddat wujoohuhumakafartum baAAda eemanikum fathooqoo alAAathababima kuntum takfuroon
pada hari itu ada wajah yang putih berseri, dan ada pula wajah yang hitam muram. Adapun orang-orang yang berwajah hitam muram (kepada mereka dikatakan), "Mengapa kamu kafir setelah beriman? Karena itu rasakanlah azab akibat kekafiranmu itu."
وَأَ
Waamma allatheena ibyaddatwujoohuhum fafee rahmati Allahi hum feeha khalidoon
Dan adapun orang-orang yang berwajah putih berseri, mereka berada dalam rahmat Allah (surga); mereka kekal di dalamnya.
تِلْكَ ءَايَ
Tilka ayatu Allahinatlooha AAalayka bilhaqqi wama Allahuyureedu thulman lilAAalameen
Itulah ayat-ayat Allah yang Kami bacakan kepada kamu dengan benar, dan Allah tidaklah berkehendak menzalimi (siapa pun) di seluruh alam.
وَلِلَّهِ مَا فِى
Walillahi ma fee assamawatiwama fee al-ardi wa-ila AllahiturjaAAu al-omoor
Dan milik Allahlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan.
كُ
Kuntum khayra ommatin okhrijat linnasita/muroona bilmaAAroofi watanhawna AAani almunkariwatu/minoona billahi walaw amana ahlu alkitabilakana khayran lahum minhumu almu/minoona waaktharuhumualfasiqoon
Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.
ل
Lan yadurrookum illa athanwa-in yuqatilookum yuwallookumu al-adbara thumma layunsaroon
Mereka tidak akan membahayakan kamu, kecuali gangguan-gangguan kecil saja, dan jika mereka memerangi kamu, niscaya mereka mundur berbalik ke belakang (kalah). Selanjutnya mereka tidak mendapat pertolongan.
ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ
Duribat AAalayhimu aththillatuayna ma thuqifoo illa bihablin mina Allahiwahablin mina annasi wabaoo bighadabinmina Allahi waduribat AAalayhimu almaskanatu thalikabi-annahum kanoo yakfuroona bi-ayati Allahiwayaqtuloona al-anbiyaa bighayri haqqin thalikabima AAasaw wakanoo yaAAtadoon
Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka (berpegang) pada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia. Mereka mendapat murka dari Allah dan (selalu) diliputi kesengsaraan. Yang demikian itu karena mereka mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi, tanpa hak (alasan yang benar). Yang demikian itu karena mereka durhaka dan melampaui batas.
۞ لَيْسُو
Laysoo sawaan min ahli alkitabiommatun qa-imatun yatloona ayati Allahianaa allayli wahum yasjudoon
Mereka itu tidak (seluruhnya) sama. Di antara Ahli Kitab ada golongan yang jujur,1 mereka membaca ayat-ayat Allah pada malam hari, dan mereka (juga) bersujud (salat).
يُؤْمِنُونَ بِ
Yu/minoona billahi walyawmial-akhiri waya/muroona bilmaAAroofi wayanhawnaAAani almunkari wayusariAAoona fee alkhayrati waola-ikamina assaliheen
Mereka beriman kepada Allah dan hari akhir, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar dan bersegera (mengerjakan) berbagai kebajikan. Mereka termasuk orang-orang saleh.
وَمَا يَفْعَلُو
Wama yafAAaloo min khayrin falanyukfaroohu wallahu AAaleemun bilmuttaqeen
Dan kebajikan apa pun yang mereka kerjakan, tidak ada yang mengingkarinya. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa.
إِ
Inna allatheena kafaroo lan tughniyaAAanhum amwaluhum wala awladuhum mina Allahishay-an waola-ika as-habu annarihum feeha khalidoon
Sesungguhnya orang-orang kafir, baik harta maupun anak-anak mereka, sedikit pun tidak dapat menolak azab Allah. Mereka itu penghuni neraka, (dan) mereka kekal di dalamnya.
مَثَلُ مَا يُ
Mathalu ma yunfiqoona fee hathihialhayati addunya kamathali reehinfeeha sirrun asabat hartha qawmin thalamooanfusahum faahlakat-hu wama thalamahumu Allahuwalakin anfusahum yathlimoon
Perumpamaan harta yang mereka infakkan di dalam kehidupan dunia ini, ibarat angin yang mengandung hawa yang sangat dingin, yang menimpa tanaman (milik) suatu kaum yang menzalimi diri sendiri, lalu angin itu merusaknya. Allah tidak menzalimi mereka, tetapi mereka yang menzalimi diri sendiri.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanoola tattakhithoo bitanatan min doonikum laya/loonakum khabalan waddoo ma AAanittum qad badatialbaghdao min afwahihim wama tukhfee sudooruhumakbaru qad bayyanna lakumu al-ayati inkuntum taAAqiloon
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan teman orang-orang yang di luar kalanganmu (seagama) sebagai teman kepercayaanmu, (karena) mereka tidak henti-hentinya menyusahkan kamu. Mereka mengharapkan kehancuranmu. Sungguh, telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang tersembunyi di hati mereka lebih jahat. Sungguh, telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu mengerti.
هَ
Ha antum ola-i tuhibboonahumwala yuhibboonakum watu/minoona bilkitabikullihi wa-itha laqookum qaloo amannawa-itha khalaw AAaddoo AAalaykumu al-anamilamina alghaythi qul mootoo bighaythikuminna Allaha AAaleemun bithati assudoor
Beginilah kamu! Kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukaimu, dan kamu beriman kepada semua kitab. Apabila mereka berjumpa denganmu, mereka berkata, "Kami beriman," dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari karena marah dan benci kepadamu. Katakanlah, "Matilah kamu karena kemarahanmu itu!" Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala isi hati.
إِ
In tamsaskum hasanatun tasu/humwa-in tusibkum sayyi-atun yafrahoo bihawa-in tasbiroo watattaqoo la yadurrukumkayduhum shay-an inna Allaha bima yaAAmaloona muheet
Jika kamu memperoleh kebaikan, (niscaya) mereka bersedih hati, tetapi jika kamu tertimpa bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, tipu daya mereka tidak akan menyusahkan kamu sedikit pun. Sungguh, Allah Maha Meliputi segala apa yang mereka kerjakan.
وَإِذْ غَدَوْتَ مِنْ أَهْلِكَ تُبَوِّئُ
Wa-ith ghadawta min ahlika tubawwi-oalmu/mineena maqaAAida lilqitali wallahusameeAAun AAaleem
Dan (ingatlah), ketika engkau (Muhammad) berangkat pada pagi hari meninggalkan keluargamu untuk mengatur orang-orang beriman pada pos-pos pertempuran.1 Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui,
إِذْ هَ
Ith hammat ta-ifataniminkum an tafshala wallahu waliyyuhumawaAAala Allahi falyatawakkali almu/minoon
ketika dua golongan dari pihak kamu1 ingin (mundur) karena takut, padahal Allah adalah penolong mereka. Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal.
وَلَقَ
Walaqad nasarakumu Allahubibadrin waantum athillatun fattaqoo AllahalaAAallakum tashkuroon
Dan sungguh, Allah telah menolong kamu dalam Perang Badar, padahal kamu dalam keadaan lemah.1 Karena itu bertakwalah kepada Allah, agar kamu mensyukuri-Nya.
إِذْ تَقُولُ لِلْمُؤْمِنِينَ أَل
Ith taqoolu lilmu/mineena alanyakfiyakum an yumiddakum rabbukum bithalathati alafinmina almala-ikati munzaleen
(Ingatlah), ketika engkau (Muhammad) mengatakan kepada orang-orang beriman, "Apakah tidak cukup bagimu bahwa Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)?"
بَلَ
Bala in tasbiroo watattaqoowaya/tookum min fawrihim hatha yumdidkum rabbukumbikhamsati alafin mina almala-ikatimusawwimeen
"Ya" (cukup). Jika kamu bersabar dan bertakwa ketika mereka datang menyerang kamu dengan tiba-tiba, niscaya Allah menolongmu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda.
وَمَا جَعَلَهُ
Wama jaAAalahu Allahu illabushra lakum walitatma-inna quloobukum bihi wamaannasru illa min AAindi AllahialAAazeezi alhakeem
Dan Allah tidak menjadikannya (pemberian bala-bantuan itu) melainkan sebagai kabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar hatimu tenang karenanya. Dan tidak ada kemenangan itu, selain dari Allah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
لِيَ
LiyaqtaAAa tarafan mina allatheenakafaroo aw yakbitahum fayanqaliboo kha-ibeen
(Allah menolong kamu dalam perang Badar dan memberi bantuan) adalah untuk membinasakan segolongan orang kafir,1 atau untuk menjadikan mereka hina, sehingga mereka kembali tanpa memperoleh apa pun.
لَيْسَ لَكَ مِنَ
Laysa laka mina al-amri shay-on aw yatoobaAAalayhim aw yuAAaththibahum fa-innahum thalimoon
Itu bukan menjadi urusanmu (Muhammad)1 apakah Allah menerima tobat mereka, atau mengazabnya, karena sesungguhnya mereka orang-orang zalim.
وَلِلَّهِ مَا فِى
Walillahi ma fee assamawatiwama fee al-ardi yaghfiru liman yashaowayuAAaththibu man yashao wallahughafoorun raheem
Dan milik Allahlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki, dan mengazab siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanoola ta/kuloo arriba adAAafanmudaAAafatan wattaqoo Allaha laAAallakumtuflihoon
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda 1 dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.
وَ
Wattaqoo annaraallatee oAAiddat lilkafireen
Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang telah disiapkan untuk orang-orang kafir.
وَأَطِيعُو
WaateeAAoo Allaha warrasoolalaAAallakum turhamoon
Dan taatlah kepada Allah dan Rasul (Muhammad), agar kamu diberi rahmat.
۞ وَسَارِع
WasariAAoo ila maghfiratinmin rabbikum wajannatin AAarduha assamawatuwal-ardu oAAiddat lilmuttaqeen
Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,
ٱلَّذِينَ يُ
Allatheena yunfiqoona fee assarra-iwaddarra-i walkathimeenaalghaytha walAAafeena AAani annasiwallahu yuhibbu almuhsineen
(yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan,
وَ
Wallatheena ithafaAAaloo fahishatan aw thalamoo anfusahum thakarooAllaha fastaghfaroo lithunoobihim wamanyaghfiru aththunooba illa Allahuwalam yusirroo AAala ma faAAaloo wahumyaAAlamoon
dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri,1 (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampun atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui.
أُ
Ola-ika jazaohum maghfiratunmin rabbihim wajannatun tajree min tahtihaal-anharu khalideena feeha waniAAma ajrualAAamileen
Balasan bagi mereka ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Dan (itulah) sebaik-baik pahala bagi orang-orang yang beramal.
قَ
Qad khalat min qablikum sunanun faseeroofee al-ardi fanthuroo kayfa kanaAAaqibatu almukaththibeen
Sungguh, telah berlalu sebelum kamu sunah-sunah (Allah),1 karena itu berjalanlah kamu ke (segenap penjuru) bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang mendustakan (rasul-rasul).
هَ
Hatha bayanun linnasiwahudan wamawAAithatun lilmuttaqeen
Inilah (Alquran) suatu keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
وَلَا تَهِنُو
Wala tahinoo wala tahzanoowaantumu al-aAAlawna in kuntum mu/mineen
Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang beriman.
إ
In yamsaskum qarhun faqad massaalqawma qarhun mithluhu watilka al-ayyamu nudawiluhabayna annasi waliyaAAlama Allahu allatheenaamanoo wayattakhitha minkum shuhadaa wallahula yuhibbu aththalimeen
Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka mereka pun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran), dan agar Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan agar sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang zalim,
وَلِيُمَحِّصَ
Waliyumahhisa Allahuallatheena amanoo wayamhaqa alkafireen
dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang kafir.
أَمْ حَسِ
Am hasibtum an tadkhuloo aljannatawalamma yaAAlami Allahu allatheena jahadoominkum wayaAAlama assabireen
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad1 di antara kamu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.
وَلَقَ
Walaqad kuntum tamannawna almawta min qablian talqawhu faqad raaytumoohu waantum tanthuroon
Dan kamu benar-benar mengharapkan mati (syahid) sebelum kamu menghadapinya; maka (sekarang) kamu sungguh, telah melihatnya dan kamu menyaksikannya.
وَمَا مُحَ
Wama muhammadun illarasoolun qad khalat min qablihi arrusulu afa-in mataaw qutila inqalabtum AAala aAAqabikum wamanyanqalib AAala AAaqibayhi falan yadurra Allahashay-an wasayajzee Allahu ashshakireen
Dan Muhammad hanyalah seorang Rasul; sebelumnya telah berlalu beberapa Rasul.1 Apakah jika dia wafat atau dibunuh, kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barang siapa berbalik ke belakang, maka ia tidak akan merugikan Allah sedikit pun. Allah akan memberi balasan kepada orang yang bersyukur.
وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَ
Wama kana linafsin an tamootailla bi-ithni Allahi kitabanmu-ajjalan waman yurid thawaba addunyanu/tihi minha waman yurid thawaba al-akhiratinu/tihi minha wasanajzee ashshakireen
Dan setiap yang bernyawa tidak akan mati kecuali dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala (dunia) itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala (akhirat) itu, dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.
وَكَأَيّ
Wakaayyin min nabiyyin qatalamaAAahu ribbiyyoona katheerun fama wahanoo lima asabahumfee sabeeli Allahi wama daAAufoo wamaistakanoo wallahu yuhibbu assabireen
Dan betapa banyak nabi yang berperang didampingi sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak (menjadi) lemah karena bencana yang menimpanya di jalan Allah, tidak patah semangat dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Dan Allah mencitai orang-orang yang sabar.
وَمَا كَانَ قَوْلَهُمْ إِلّ
Wama kana qawlahum illaan qaloo rabbana ighfir lana thunoobanawa-israfana fee amrina wathabbit aqdamanawansurna AAala alqawmi alkafireen
Dan tidak lain ucapan mereka hanyalah doa, "Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan (dalam) urusan kami1 dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir."
فَـَٔـاتَ
Faatahumu Allahu thawabaaddunya wahusna thawabi al-akhiratiwallahu yuhibbu almuhsineen
Maka Allah memberi mereka pahala di dunia1 dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanooin tuteeAAoo allatheena kafaroo yaruddookum AAalaaAAqabikum fatanqaliboo khasireen
Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menaati orang-orang yang kafir, niscaya mereka akan mengembalikan kamu ke belakang (murtad), maka kamu akan kembali menjadi orang yang rugi.
بَلِ
Bali Allahu mawlakum wahuwakhayru annasireen
Tetapi hanya Allahlah pelindungmu, dan Dia Penolong yang terbaik.
سَنُلْقِى فِى قُلُوبِ
Sanulqee fee quloobi allatheenakafaroo arruAAba bima ashrakoo billahima lam yunazzil bihi sultanan wama/wahumu annaruwabi/sa mathwa aththalimeen
Akan Kami masukkan rasa takut ke dalam hati orang-orang kafir, karena mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan keterangan tentang itu. Dan tempat kembali mereka ialah neraka. Dan (itulah) seburuk-buruk tempat tinggal (bagi) orang-orang zalim.
وَلَقَ
Walaqad sadaqakumu AllahuwaAAdahu ith tahussoonahum bi-ithnihi hattaitha fashiltum watanazaAAtum fee al-amri waAAasaytummin baAAdi ma arakum ma tuhibboonaminkum man yureedu addunya waminkum man yureedual-akhirata thumma sarafakum AAanhum liyabtaliyakumwalaqad AAafa AAankum wallahu thoofadlin AAala almu/mineen
Dan sungguh, Allah telah memenuhi janji-Nya kepadamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya sampai pada saat kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu1 dan mengabaikan perintah Rasul setelah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai.2 Di antara kamu ada orang yang menghendaki dunia dan di antara kamu ada (pula) orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka3 untuk mengujimu, tetapi Dia benar-benar telah memaafkan kamu. Dan Allah mempunyai karunia (yang diberikan) kepada orang-orang mukmin.
۞ إِذْ تُصْعِدُونَ وَلَا تَلْوُ
Ith tusAAidoona walatalwoona AAala ahadin warrasooluyadAAookum fee okhrakum faathabakum ghammanbighammin likay la tahzanoo AAala mafatakum wala ma asabakum wallahukhabeerun bima taAAmaloon
(Ingatlah) ketika kamu lari dan tidak menoleh kepada siapa pun, sedang Rasul (Muhammad) yang berada di antara (kawan-kawan)mu yang lain memanggil kamu (kelompok yang lari), karena itu Allah menimpakan kepadamu kesedihan demi kesedihan,1 agar kamu tidak bersedih hati (lagi) terhadap apa yang luput dari kamu dan terhadap apa yang menimpamu. Dan Allah Mahateliti atas apa yang kamu kerjakan.
ثُ
Thumma anzala AAalaykum min baAAdi alghammiamanatan nuAAasan yaghsha ta-ifatan minkumwata-ifatun qad ahammat-hum anfusuhum yathunnoonabillahi ghayra alhaqqi thannaaljahiliyyati yaqooloona hal lana mina al-amri minshay-in qul inna al-amra kullahu lillahi yukhfoona feeanfusihim ma la yubdoona laka yaqooloona law kanalana mina al-amri shay-on ma qutilna hahunaqul law kuntum fee buyootikum labaraza allatheena kutibaAAalayhimu alqatlu ila madajiAAihim waliyabtaliyaAllahu ma fee sudoorikum waliyumahhisama fee quloobikum wallahu AAaleemun bithatiassudoor
Kemudian setelah kamu ditimpa kesedihan, Dia menurunkan rasa aman kepadamu (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari kamu,1 sedangkan segolongan lagi2 telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri; mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliah.3 Mereka berkata, "Adakah sesuatu yang dapat kita perbuat dalam urusan ini?" Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya segala urusan itu di tangan Allah." Mereka menyembunyikan dalam hatinya apa yang tidak mereka terangkan kepadamu. Mereka berkata, "Sekiranya ada sesuatu yang dapat kita perbuat dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini." Katakanlah (Muhammad), "Meskipun kamu ada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditetapkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh." Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Dan Allah Maha Mengetahui isi hati.
إِ
Inna allatheena tawallaw minkumyawma iltaqa aljamAAani innama istazallahumuashshaytanu bibaAAdi ma kasaboowalaqad AAafa Allahu AAanhum inna Allahaghafoorun haleem
Sesungguhnya orang-orang yang berpaling di antara kamu ketika terjadi pertemuan (pertempuran) antara dua pasukan itu,1 sesungguhnya mereka digelincirkan oleh setan, disebabkan sebagian kesalahan (dosa) yang telah mereka perbuat (pada masa lampau), tetapi Allah benar-benar telah memaafkan mereka. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyantun.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanoola takoonoo kallatheena kafaroo waqalooli-ikhwanihim itha daraboo fee al-ardiaw kanoo ghuzzan law kanoo AAindana mamatoo wama qutiloo liyajAAala Allahu thalikahasratan fee quloobihim wallahu yuhyeewayumeetu wallahu bima taAAmaloona baseer
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu seperti orang-orang kafir yang mengatakan kepada saudara-saudaranya apabila mereka mengadakan perjalanan di bumi atau berperang, "Sekiranya mereka tetap bersama kita, tentulah mereka tidak mati dan tidak terbunuh." (Dengan perkataan) yang demikian itu, karena Allah hendak menimbulkan rasa penyesalan di hati mereka. Allah menghidupkan dan mematikan, dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
وَلَئِ
Wala-in qutiltum fee sabeeli Allahiaw muttum lamaghfiratun mina Allahi warahmatunkhayrun mimma yajmaAAoon
Dan sungguh, sekiranya kamu gugur di jalan Allah atau mati,1 sungguh, pastilah ampunan Allah dan rahmat-Nya lebih baik (bagimu) daripada apa (harta rampasan) yang mereka kumpulkan.
وَلَئ
Wala-in muttum aw qutiltum la-ilaAllahi tuhsharoon
Dan sungguh, sekiranya kamu mati atau gugur, pastilah kepada Allah kamu dikumpulkan.
فَبِمَا رَحْمَ
Fabima rahmatin mina Allahilinta lahum walaw kunta faththan ghaleethaalqalbi lanfaddoo min hawlika faAAfuAAanhum wastaghfir lahum washawirhum fee al-amrifa-itha AAazamta fatawakkal AAala Allahiinna Allaha yuhibbu almutawakkileen
Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.1 Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal.
إ
In yansurkumu Allahu falaghaliba lakum wa-in yakhthulkum faman thaallathee yansurukum min baAAdihi waAAala Allahifalyatawakkali almu/minoon
Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada yang dapat mengalahkanmu, tetapi jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapa yang dapat menolongmu setelah itu? Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal.
وَمَا كَانَ لِنَبِىٍّ أ
Wama kana linabiyyin anyaghulla waman yaghlul ya/ti bima ghalla yawma alqiyamatithumma tuwaffa kullu nafsin ma kasabat wahum layuthlamoon
Dan tidak mungkin seorang Nabi berkhianat (dalam urusan harta rampasan perang). Barang siapa berkhianat, niscaya pada hari Kiamat dia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya. Kemudian setiap orang akan diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang dilakukannya, dan mereka tidak dizalimi.
أَفَمَنِ
Afamani ittabaAAa ridwana Allahikaman baa bisakhatin mina Allahi wama/wahujahannamu wabi/sa almaseer
Maka adakah orang yang mengikuti keridaan Allah sama dengan orang yang kembali membawa kemurkaan dari Allah dan tempatnya di neraka Jahanam? Itulah seburuk-buruk tempat kembali.
هُمْ دَرَجَ
Hum darajatun AAinda Allahiwallahu baseerun bima yaAAmaloon
(Kedudukan) mereka itu bertingkat-tingkat di sisi Allah, dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.
لَقَ
Laqad manna Allahu AAalaalmu/mineena ith baAAatha feehim rasoolan min anfusihimyatloo AAalayhim ayatihi wayuzakkeehimwayuAAallimuhumu alkitaba walhikmata wa-inkanoo min qablu lafee dalalin mubeen
Sungguh, Allah telah memberi karunia kepada orang-orang beriman ketika (Allah) mengutus seorang Rasul (Muhammad) di tengah-tengah mereka dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab (Alquran) dan Hikmah (Sunah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.
أَوَلَ
Awa lamma asabatkum museebatunqad asabtum mithlayha qultum anna hathaqul huwa min AAindi anfusikum inna Allaha AAalakulli shay-in qadeer
Dan mengapa kamu (heran) ketika ditimpa musibah (kekalahan pada Perang Uhud), padahal kamu telah menimpakan musibah dua kali lipat (kepada musuh-musuhmu pada Perang Badar) kamu berkata, "Dari mana datangnya (kekalahan) ini?" Katakanlah, "Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri." Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
وَم
Wama asabakum yawma iltaqaaljamAAani fabi-ithni Allahi waliyaAAlamaalmu/mineen
Dan apa yang menimpa kamu ketika terjadi pertemuan (pertempuran) antara dua pasukan itu adalah dengan izin Allah, dan agar Allah menguji siapa orang (yang benar-benar) beriman,
وَلِيَعْلَمَ
WaliyaAAlama allatheena nafaqoowaqeela lahum taAAalaw qatiloo fee sabeeli Allahiawi idfaAAoo qaloo law naAAlamu qitalan lattabaAAnakumhum lilkufri yawma-ithin aqrabu minhum lil-eemaniyaqooloona bi-afwahihim ma laysa fee quloobihim wallahuaAAlamu bima yaktumoon
dan untuk menguji orang-orang yang munafik, kepada mereka dikatakan,"Marilah berperang di jalan Allah atau pertahankanlah (dirimu)." Mereka berkata, "Sekiranya kami mengetahui (bagaimana cara) berperang, tentulah kami mengikuti kamu."1 Mereka pada hari itu lebih dekat kepada kekafiran dari pada keimanan. Mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak sesuai dengan isi hatinya. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.
ٱلَّذِينَ قَالُو
Allatheena qaloo li-ikhwanihimwaqaAAadoo law ataAAoona ma qutiloo qul fadraooAAan anfusikumu almawta in kuntum sadiqeen
(Mereka itu adalah) orang-orang yang berkata kepada saudara-saudaranya dan mereka tidak turut pergi berperang, "Sekiranya mereka mengikuti kita, tentulah mereka tidak terbunuh." Katakanlah, "Cegahlah kematian itu dari dirimu, jika kamu orang yang benar."
وَلَا تَحْسَبَ
Wala tahsabanna allatheenaqutiloo fee sabeeli Allahi amwatan bal ahyaonAAinda rabbihim yurzaqoon
Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; sebenarnya mereka itu hidup, di sisi Tuhannya mendapat rezeki,1
فَرِحِينَ بِم
Fariheena bima atahumuAllahu min fadlihi wayastabshiroona billatheenalam yalhaqoo bihim min khalfihim alla khawfunAAalayhim wala hum yahzanoon
mereka bergembira dengan karunia yang diberikan Allah kepadanya, dan senang hati terhadap orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka,1 bahwa tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.
۞ يَسْتَ
Yastabshiroona biniAAmatin mina Allahiwafadlin waanna Allaha la yudeeAAuajra almu/mineen
Mereka bergembira ria dengan nikmat dan karunia dari Allah. Dan sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman,
ٱلَّذِينَ
Allatheena istajaboo lillahiwarrasooli min baAAdi ma asabahumu alqarhulillatheena ahsanoo minhum wattaqaw ajrunAAatheem
(yaitu) orang-orang yang menaati (perintah) Allah dan Rasul setelah mereka mendapat luka (dalam Perang Uhud). Orang-orang yang berbuat kebajikan dan bertakwa di antara mereka mendapat pahala yang besar.
ٱلَّذِينَ قَالَ لَهُمُ
Allatheena qala lahumu annasuinna annasa qad jamaAAoo lakum fakhshawhumfazadahum eemanan waqaloo hasbunaAllahu waniAAma alwakeel
(Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang ketika ada orang-orang mengatakan kepadanya, "Orang-orang (Quraisy) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka," ternyata (ucapan) itu menambah (kuat) iman mereka dan mereka menjawab, "Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung."
فَ
Fanqalaboo biniAAmatin mina Allahiwafadlin lam yamsas-hum soo-on wattabaAAoo ridwanaAllahi wallahu thoo fadlinAAatheem
Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak ditimpa suatu bencana dan mereka mengikuti keridaan Allah. Allah mempunyai karunia yang besar.
إِ
Innama thalikumu ashshaytanuyukhawwifu awliyaahu fala takhafoohum wakhafooniin kuntum mu/mineen
Sesungguhnya mereka hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan teman-teman setianya, karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu orang-orang beriman.
وَلَا يَحْزُ
Wala yahzunka allatheenayusariAAoona fee alkufri innahum lan yadurroo Allahashay-an yureedu Allahu alla yajAAala lahum haththanfee al-akhirati walahum AAathabun AAatheem
Dan janganlah engkau (Muhammad) dirisaukan oleh orang-orang yang dengan mudah kembali menjadi kafir;1 sesungguhnya sedikit pun mereka tidak merugikan Allah. Allah tidak akan memberi bagian (pahala) kepada mereka di akhirat, dan mereka akan mendapat azab yang besar.
إِ
Inna allatheena ishtarawoo alkufrabil-eemani lan yadurroo Allahashay-an walahum AAathabun aleem
Sesungguhnya orang-orang yang membeli kekafiran dengan iman, sedikit pun tidak merugikan Allah; dan mereka akan mendapat azab yang pedih.
وَلَا يَحْسَبَ
Wala yahsabanna allatheenakafaroo annama numlee lahum khayrun li-anfusihim innamanumlee lahum liyazdadoo ithman walahum AAathabunmuheen
Dan jangan sekali-kali orang-orang kafir itu mengira bahwa tenggang waktu yang Kami berikan kepada mereka1 lebih baik baginya. Sesungguhnya tenggang waktu yang Kami berikan kepada mereka hanyalah agar dosa mereka semakin bertambah; dan mereka akan mendapat azab yang menghinakan.
مَّا كَانَ
Ma kana Allahu liyatharaalmu/mineena AAala ma antum AAalayhi hattayameeza alkhabeetha mina attayyibi wama kanaAllahu liyutliAAakum AAala alghaybi walakinnaAllaha yajtabee min rusulihi man yashao faaminoobillahi warusulihi wa-in tu/minoo watattaqoofalakum ajrun AAatheem
Allah tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman sebagaimana dalam keadaan kamu sekarang ini,1 sehingga Dia membedakan yang buruk dari yang baik. Allah tidak akan memperlihatkan kepadamu hal-hal yang gaib, tetapi Allah memilih siapa yang Dia kehendaki di antara Rasul-rasul-Nya.2 Karena itu, berimanlah kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Jika kamu beriman dan bertakwa, maka kamu akan mendapat pahala yang besar.
وَلَا يَحْسَبَ
Wala yahsabanna allatheenayabkhaloona bima atahummu Allahu minfadlihi huwa khayran lahum bal huwa sharrun lahum sayutawwaqoonama bakhiloo bihi yawma alqiyamati walillahimeerathu assamawati wal-ardiwallahu bima taAAmaloona khabeer
Dan jangan sekali-kali orang-orang yang kikir dengan apa yang diberikan Allah kepada mereka dari karunia-Nya, mengira bahwa (kikir) itu baik bagi mereka, padahal (kikir) itu buruk bagi mereka. Apa (harta) yang mereka kikirkan itu akan dikalungkan (di lehernya) pada hari Kiamat. Milik Allahlah warisan (apa yang ada) di langit dan di bumi. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
لَّقَ
Laqad samiAAa Allahu qawla allatheenaqaloo inna Allaha faqeerun wanahnu aghniyaonsanaktubu ma qaloo waqatlahumu al-anbiyaabighayri haqqin wanaqoolu thooqoo AAathabaalhareeq
Sungguh, Allah telah mendengar perkataan orang-orang (Yahudi) yang mengatakan, "Sesungguhnya Allah itu miskin dan kami kaya." Kami akan mencatat perkataan mereka dan perbuatan mereka membunuh Nabi-nabi tanpa hak (alasan yang benar), dan Kami akan mengatakan (kepada mereka), "Rasakanlah olehmu azab yang membakar!"
ذ
Thalika bima qaddamataydeekum waanna Allaha laysa bithallaminlilAAabeed
Demikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan sesungguhnya Allah tidak menzalimi hamba-hamba-Nya.
ٱلَّذِينَ قَال
Allatheena qaloo inna AllahaAAahida ilayna alla nu/mina lirasoolin hattaya/tiyana biqurbanin ta/kuluhu annaruqul qad jaakum rusulun min qablee bilbayyinatiwabillathee qultum falima qataltumoohum in kutum sadiqeen
(Yaitu) orang-orang (Yahudi) yang mengatakan, "Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada kami, agar kami tidak beriman kepada seorang rasul, sebelum dia mendatangkan kepada kami kurban yang dimakan api." Katakanlah (Muhammad), "Sungguh, beberapa orang Rasul sebelumku telah datang kepadamu, (dengan) membawa bukti-bukti yang nyata dan membawa apa yang kamu sebutkan, tetapi mengapa kamu membunuhnya jika kamu orang-orang yang benar."
فَإِ
Fa-in kaththabooka faqad kuththibarusulun min qablika jaoo bilbayyinati wazzuburiwalkitabi almuneer
Maka jika mereka mendustakan engkau (Muhammad), maka (ketahuilah) Rasul-rasul sebelum engkau pun telah didustakan (pula), mereka membawa mukjizat-mukjizat yang nyata, Zubur1 dan Kitab yang memberi penjelasan yang sempurna.2
كُلُّ نَفْ
Kullu nafsin tha-iqatu almawtiwa-innama tuwaffawna ojoorakum yawma alqiyamatifaman zuhziha AAani annari waodkhilaaljannata faqad faza wama alhayatu addunyailla mataAAu alghuroor
Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.
۞ لَتُ
Latublawunna fee amwalikumwaanfusikum walatasmaAAunna mina allatheena ootoo alkitabamin qablikum wamina allatheena ashrakoo athankatheeran wa-in tasbiroo watattaqoo fa-inna thalikamin AAazmi al-omoor
Kamu pasti akan diuji dengan hartamu dan dirimu. Dan pasti kamu akan mendengar banyak hal yang sangat menyakitkan hati dari orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang musyrik. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang (patut) diutamakan.
وَإِذْ أَخَذَ
Wa-ith akhatha Allahumeethaqa allatheena ootoo alkitabalatubayyinunnahu linnasi wala taktumoonahufanabathoohu waraa thuhoorihim washtarawbihi thamanan qaleelan fabi/sa ma yashtaroon
Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi Kitab (yaitu), "Hendaklah kamu benar-benar menerangkannya (isi Kitab itu) kepada manusia, dan janganlah kamu menyembunyikannya,"1 lalu mereka melemparkan (janji itu) ke belakang punggung mereka dan menjualnya dengan harga murah. Maka itulah seburuk-buruk jual-beli yang mereka lakukan.
لَا تَحْسَبَ
La tahsabanna allatheenayafrahoona bima ataw wayuhibboona an yuhmadoobima lam yafAAaloo fala tahsabannahum bimafazatinmina alAAathabi walahum AAathabun aleem
Jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka dipuji atas perbuatan yang tidak mereka lakukan, jangan sekali-kali kamu mengira bahwa mereka akan lolos dari azab. Mereka akan mendapat azab yang pedih.
وَلِلَّهِ مُلْكُ
Walillahi mulku assamawatiwal-ardi wallahu AAala kullishay-in qadeer
Dan milik Allahlah kerajaan langit dan bumi; dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
إِ
Inna fee khalqi assamawatiwal-ardi wakhtilafi allayli wannaharilaayatin li-olee al-albab
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal,
ٱلَّذِينَ يَذْكُرُونَ
Allatheena yathkuroona Allahaqiyaman waquAAoodan waAAala junoobihimwayatafakkaroona fee khalqi assamawati wal-ardirabbana ma khalaqta hatha batilan subhanakafaqina AAathaba annar
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), "Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.
رَبَّن
Rabbana innaka man tudkhili annarafaqad akhzaytahu wama liththalimeenamin ansar
Ya Tuhan kami, sesungguhnya orang yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh, Engkau telah menghinakannya, dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang yang zalim.
رَّبَّن
Rabbana innana samiAAnamunadiyan yunadee lil-eemani an aminoobirabbikum faamanna rabbana faghfirlana thunoobana wakaffir AAannasayyi-atina watawaffana maAAa al-abrar
Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar orang yang menyeru kepada iman, (yaitu), "Berimanlah kamu kepada Tuhanmu," maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, dan matikanlah kami bersama orang-orang yang berbakti.
رَبَّنَا وَءَاتِنَا مَا وَعَ
Rabbana waatina mawaAAadtana AAala rusulika wala tukhzinayawma alqiyamati innaka la tukhlifu almeeAAad
Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui Rasul-rasul-Mu. Dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari Kiamat. Sungguh, Engkau tidak pernah mengingkari janji."
فَ
Fastajaba lahum rabbuhumannee la odeeAAu AAamala AAamilin minkum minthakarin aw ontha baAAdukum min baAAdinfallatheena hajaroo waokhrijoo min diyarihimwaoothoo fee sabeelee waqataloo waqutiloolaokaffiranna AAanhum sayyi-atihim walaodkhilannahum jannatintajree min tahtiha al-anharu thawabanmin AAindi Allahi wallahu AAindahu husnuaththawab
Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman), "Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki maupun perempuan, (karena) sebagian kamu adalah (keturunan) dari sebagian yang lain.1 Maka orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang terbunuh, pasti akan Aku hapus kesalahan mereka dan pasti Aku masukkan mereka ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, sebagai pahala dari Allah. Dan di sisi Allah ada pahala yang baik."
لَا يَغُرَّ
La yaghurrannaka taqallubu allatheenakafaroo fee albilad
Jangan sekali-kali kamu terpedaya oleh kegiatan orang-orang kafir (yang bergerak) di seluruh negeri.
مَتَ
MataAAun qaleelun thumma ma/wahumjahannamu wabi/sa almihad
Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat kembali mereka ialah neraka Jahanam. (Jahanam) itu seburuk-buruk tempat tinggal.
لَ
Lakini allatheena ittaqawrabbahum lahum jannatun tajree min tahtihaal-anharu khalideena feeha nuzulan minAAindi Allahi wama AAinda Allahi khayrunlil-abrar
Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya, mereka akan mendapat surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya sebagai karunia dari Allah. Dan apa yang di sisi Allah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti.
وَإِ
Wa-inna min ahli alkitabi lamanyu/minu billahi wama onzila ilaykum wamaonzila ilayhim khashiAAeena lillahi layashtaroona bi-ayati Allahi thamananqaleelan ola-ika lahum ajruhum AAinda rabbihim inna AllahasareeAAu alhisab
Dan sesungguhnya di antara Ahli Kitab ada yang beriman kepada Allah, dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu, dan yang diturunkan kepada mereka, karena mereka berendah hati kepada Allah, dan mereka tidak memperjualbelikan ayat-ayat Allah dengan harga murah. Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya. Sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanooisbiroo wasabiroo warabitoo wattaqooAllaha laAAallakum tuflihoon
Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap-siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.
يَ
Ya ayyuha annasuittaqoo rabbakumu allathee khalaqakum min nafsin wahidatinwakhalaqa minha zawjaha wabaththa minhumarijalan katheeran wanisaan wattaqoo Allahaallathee tasaaloona bihi wal-arhamainna Allaha kana AAalaykum raqeeb
Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)nya; dan dari keduanya Allah mengembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta,1 dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.
وَءَاتُو
Waatoo alyatama amwalahumwala tatabaddaloo alkhabeetha bittayyibiwala ta/kuloo amwalahum ila amwalikuminnahu kana hooban kabeera
Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah dewasa) harta mereka, janganlah kamu menukar yang baik dengan yang buruk, dan janganlah kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sungguh, (tindakan menukar dan memakan) itu adalah dosa yang besar.
وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُ
Wa-in khiftum alla tuqsitoo feealyatama fankihoo ma tabalakum mina annisa-i mathna wathulathawarubaAAa fa-in khiftum alla taAAdiloo fawahidatanaw ma malakat aymanukum thalika adnaalla taAAooloo
Dan jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu menikahinya), maka nikahilah perempuan (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Tetapi jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil,1 maka (nikahilah) seorang saja,2 atau hamba sahaya perempuan yang kamu miliki.3 Yang demikian itu lebih dekat agar kamu tidak berbuat zalim.
وَءَاتُو
Waatoo annisaa saduqatihinnanihlatan fa-in tibna lakum AAan shay-in minhunafsan fakuloohu hanee-an maree-a
Dan berikanlah maskawin (mahar) kepada perempuan (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan.1 Kemudian, jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari (maskawin) itu dengan senang hati, maka terimalah dan nikmatillah pemberian itu dengan senang hati.
وَلَا تُؤْتُو
Wala tu/too assufahaaamwalakumu allatee jaAAala Allahu lakum qiyamanwarzuqoohum feeha waksoohum waqooloo lahumqawlan maAAroofa
Dan janganlah kamu serahkan kepada orang yang belum sempurna akalnya,1 harta (mereka yang ada dalam kekuasaan) kamu yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.
وَ
Wabtaloo alyatama hattaitha balaghoo annikaha fa-in anastumminhum rushdan fadfaAAoo ilayhim amwalahum walata/kulooha israfan wabidaran an yakbaroowaman kana ghaniyyan falyastaAAfif waman kanafaqeeran falya/kul bilmaAAroofi fa-itha dafaAAtumilayhim amwalahum faashhidoo AAalayhim wakafa billahihaseeba
Dan ujilah1 anak-anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk menikah. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka hartanya. Dan janganlah kamu memakannya (harta anak yatim) melebihi batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (menyerahkannya) sebelum mereka dewasa. Barang siapa (di antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah dia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan barang siapa miskin, maka bolehlah dia makan harta itu menurut cara yang patut. Kemudian, apabila kamu menyerahkan harta itu kepada mereka, maka hendaklah kamu adakan saksi-saksi. Dan cukuplah Allah sebagai pengawas.
لِّلرِّجَالِ نَصِي
Lirrijali naseebun mimmataraka alwalidani wal-aqraboona walinnisa-inaseebun mimma taraka alwalidani wal-aqraboonamimma qalla minhu aw kathura naseeban mafrooda
Bagi laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan kedua orang tua dan kerabatnya, dan bagi perempuan ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan kedua orang tua dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bagian yang telah ditetapkan.
وَإِذَا حَضَرَ
Wa-itha hadara alqismataoloo alqurba walyatama walmasakeenufarzuqoohum minhu waqooloo lahum qawlan maAAroofa
Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir beberapa kerabat,1 anak-anak yatim dan orang-orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu2 (sekedarnya) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.
وَلْيَخْشَ
Walyakhsha allatheena law tarakoo minkhalfihim thurriyyatan diAAafan khafooAAalayhim falyattaqoo Allaha walyaqooloo qawlan sadeeda
Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.
إِ
Inna allatheena ya/kuloona amwalaalyatama thulman innamaya/kuloona fee butoonihim naran wasayaslawnasaAAeera
Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api dalam perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).
يُوصِيكُمُ
Yooseekumu Allahu fee awladikumliththakari mithlu haththialonthayayni fa-in kunna nisaan fawqa ithnatayni falahunnathulutha ma taraka wa-in kanat wahidatanfalaha annisfu wali-abawayhi likulli wahidinminhuma assudusu mimma taraka in kanalahu waladun fa-in lam yakun lahu waladun wawarithahu abawahufali-ommihi aththuluthu fa-in kana lahu ikhwatunfali-ommihi assudusu min baAAdi wasiyyatin yooseebiha aw daynin abaokum waabnaokum latadroona ayyuhum aqrabu lakum nafAAan fareedatan mina Allahiinna Allaha kana AAaleeman hakeema
Allah mensyariatkan (mewajibkan) kepadamu tentang (pembagian warisan untuk) anak-anakmu, (yaitu) bagian seorang anak laki-laki sama dengan bagian dua orang anak perempuan.1 Dan jika anak itu semuanya perempuan yang jumlahnya lebih dari dua, maka bagian mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Jika dia (anak perempuan) itu seorang saja, maka dia memperoleh setengah (harta yang ditinggalkan). Dan untuk kedua ibu-bapak, bagian masing-masing seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika dia (yang meninggal) mempunyai anak. Jika dia (yang meninggal) tidak mempunyai anak dan dia diwarisi oleh kedua ibu-bapaknya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga. Jika dia (yang meninggal) mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) setelah (dipenuhi) wasiat yang dibuatnya atau (dan setelah dibayar) hutangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih banyak manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.
۞ وَلَكُمْ نِصْفُ مَا تَرَكَ أَزْو
Walakum nisfu ma taraka azwajukumin lam yakun lahunna waladun fa-in kana lahunna waladunfalakumu arrubuAAu mimma tarakna min baAAdi wasiyyatinyooseena biha aw daynin walahunna arrubuAAumimma taraktum in lam yakun lakum waladun fa-in kanalakum waladun falahunna aththumunu mimma taraktummin baAAdi wasiyyatin toosoona biha awdaynin wa-in kana rajulun yoorathu kalalatan awiimraatun walahu akhun aw okhtun falikulli wahidin minhumaassudusu fa-in kanoo akthara min thalikafahum shurakao fee aththuluthi min baAAdi wasiyyatinyoosa biha aw daynin ghayra mudarrin wasiyyatanmina Allahi wallahu AAaleemun haleem
Dan bagianmu (suami-suami) adalah seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istrimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika mereka (istri-istrimu) itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya setelah (dipenuhi) wasiat yang mereka buat atau (dan setelah dibayar) hutangnya. Para istri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para istri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan (setelah dipenuhi) wasiat yang kamu buat atau (dan setelah dibayar) hutang-hutangmu. Jika seseorang meninggal, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu) atau seorang saudara perempuan (seibu), maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersama-sama dalam bagian yang sepertiga itu, setelah (dipenuhi wasiat) yang dibuatnya atau (dan setelah dibayar) hutangnya dengan tidak menyusahkan (kepada ahli waris).1 Demikianlah ketentuan Allah. Allah Maha Mengetahui, Maha Penyantun.
تِلْكَ حُدُودُ
Tilka hudoodu Allahi waman yutiAAiAllaha warasoolahu yudkhilhu jannatin tajree min tahtihaal-anharu khalideena feeha wathalikaalfawzu alAAatheem
Itulah batas-batas (hukum) Allah. Barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Dan itulah kemenangan yang agung.
وَم
Waman yaAAsi Allahawarasoolahu wayataAAadda hudoodahu yudkhilhu narankhalidan feeha walahu AAathabun muheen
Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar batas-batas hukum-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka, dia kekal di dalamnya dan dia akan mendapat azab yang menghinakan.
وَ
Wallatee ya/teena alfahishatamin nisa-ikum fastashhidoo AAalayhinna arbaAAatanminkum fa-in shahidoo faamsikoohunna fee albuyooti hattayatawaffahunna almawtu aw yajAAala Allahu lahunnasabeela
Dan para perempuan yang melakukan perbuatan keji1 di antara perempuan-perempuan kamu, hendaklah terhadap mereka ada empat orang saksi di antara kamu (yang menyaksikannya). Apabila mereka telah memberi kesaksian, maka kurunglah mereka (perempuan itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan (yang lain) kepadanya.2
وَ
Wallathani ya/tiyanihaminkum faathoohuma fa-in taba waaslahafaaAAridoo AAanhuma inna Allaha kanatawwaban raheema
Dan terhadap dua orang yang melakukan perbuatan keji di antara kamu, maka berilah hukuman kepada keduanya. Jika keduanya tobat dan memperbaiki diri, maka biarkanlah mereka. Sungguh, Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.
إِ
Innama attawbatu AAalaAllahi lillatheena yaAAmaloona assoo-abijahalatin thumma yatooboona min qareebin faola-ikayatoobu Allahu AAalayhim wakana AllahuAAaleeman hakeema
Sesungguhnya bertobat kepada Allah itu hanya (pantas) bagi mereka yang melakukan kejahatan karena tidak mengerti, kemudian segera bertobat. Tobat mereka itulah yang diterima Allah. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.
وَلَيْسَتِ
Walaysati attawbatu lillatheenayaAAmaloona assayyi-ati hatta ithahadara ahadahumu almawtu qala inneetubtu al-ana wala allatheena yamootoonawahum kuffarun ola-ika aAAtadna lahum AAathabanaleema
Dan tobat itu tidaklah (diterima Allah) dari mereka yang melakukan kejahatan hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) dia mengatakan, "Saya benar-benar bertobat sekarang." Dan tidak (pula diterima tobat) dari orang-orang yang meninggal sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan azab yang pedih.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanoola yahillu lakum an tarithoo annisaakarhan wala taAAduloohunna litathhaboobibaAAdi ma ataytumoohunna illa anya/teena bifahishatin mubayyinatin waAAashiroohunnabilmaAAroofi fa-in karihtumoohunna faAAasa antakrahoo shay-an wayajAAala Allahu feehi khayran katheera
Wahai orang-orang yang beriman! Tidak halal bagi kamu mewarisi perempuan dengan jalan paksa1 dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, kecuali apabila mereka melakukan perbuatan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka menurut cara yang patut. Jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya.
وَإِنْ أَرَ
Wa-in aradtumu istibdala zawjin makanazawjin waataytum ihdahunna qintaranfala ta/khuthoo minhu shay-an ata/khuthoonahubuhtanan wa-ithman mubeena
Dan jika kamu ingin mengganti istrimu dengan istri yang lain, sedang kamu telah memberikan kepada seorang di antara mereka harta yang banyak, maka janganlah kamu mengambil kembali sedikit pun darinya. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata?
وَكَيْفَ تَأْخُذُونَهُ
Wakayfa ta/khuthoonahu waqad afdabaAAdukum ila baAAdin waakhathnaminkum meethaqan ghaleetha
Dan bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal kamu telah bergaul satu sama lain (sebagai suami-istri). Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil perjanjian yang kuat (ikatan pernikahan) dari kamu.
وَلَا تَ
Wala tankihoo ma nakahaabaokum mina annisa-i illa maqad salafa innahu kana fahishatan wamaqtan wasaasabeela
Dan janganlah kamu menikahi perempuan-perempuan yang telah dinikahi oleh ayahmu, kecuali (kejadian pada masa) yang telah lampau. Sungguh, perbuatan itu sangat keji dan dibenci (oleh Allah) dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh).
حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُ
Hurrimat AAalaykum ommahatukumwabanatukum waakhawatukum waAAammatukum wakhalatukumwabanatu al-akhi wabanatu al-okhti waommahatukumuallatee ardaAAnakum waakhawatukum mina arradaAAatiwaommahatu nisa-ikum waraba-ibukumu allateefee hujoorikum min nisa-ikumu allateedakhaltum bihinna fa-in lam takoonoo dakhaltum bihinna falajunaha AAalaykum wahala-ilu abna-ikumuallatheena min aslabikum waan tajmaAAoobayna al-okhtayni illa ma qad salafa inna Allahakana ghafooran raheema
Diharamkan atas kamu (menikahi) ibu-ibumu, anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara ayahmu yang perempuan, saudara-saudara ibumu yang perempuan, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan, ibu-ibumu yang menyusui kamu, saudara-saudara perempuanmu sesusuan, ibu-ibu istrimu (mertua), anak-anak perempuan dari istrimu (anak tiri) yang dalam pemeliharaanmu1 dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu (menikahinya), (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu), dan (diharamkan) mengumpulkan (dalam pernikahan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.