بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Preview ukuran font
ا
إِ
ٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّن
أَلَمْ تَرَ إِلَى
يَوْمَ تَجِدُ كُلُّ نَفْ
هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُ
وَيُكَلِّمُ
رَبَّن
إِ
يَ
وَإِ
قُلْ ءَامَ
لَ
وَكَيْفَ تَكْفُرُونَ وَأَ
وَلِلَّهِ مَا فِى
إِ
إِذْ هَ
۞ وَسَارِع
وَلِيُمَحِّصَ
يَ
ثُ
وَلَئ
وَم
فَ
لَّقَ
وَإِذْ أَخَذَ
فَ
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang
ا
Alif-lam-meem
Alif lām Mīm.
ٱللَّهُ ل
Allahu la ilaha illahuwa alhayyu alqayyoom
Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya).1
نَزَّلَ عَلَيْكَ
Nazzala AAalayka alkitaba bilhaqqimusaddiqan lima bayna yadayhi waanzala attawratawal-injeel
Dia menurunkan Kitab (Alquran) kepadamu (Muhammad) yang mengandung kebenaran, membenarkan (kitab-kitab) sebelumnya, dan Dia menurunkan Taurat dan Injil,
مِ
Min qablu hudan linnasiwaanzala alfurqana inna allatheena kafaroo bi-ayatiAllahi lahum AAathabun shadeedun wallahuAAazeezun thoo intiqam
sebelumnya, sebagai petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al-Furqan.1 Sungguh, orang-orang yang ingkar terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh azab yang berat. Allah Mahaperkasa lagi mempunyai balasan (siksa).
إِ
Inna Allaha la yakhfaAAalayhi shay-on fee al-ardi wala fee assama/-
Bagi Allah tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi di bumi dan di langit.
هُوَ
Huwa allathee yusawwirukum feeal-arhami kayfa yashao la ilaha illahuwa alAAazeezu alhakeem
Dialah yang membentuk kamu dalam rahim menurut yang Dia kehendaki. Tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
هُوَ
Huwa allathee anzala AAalayka alkitabaminhu ayatun muhkamatun hunna ommualkitabi waokharu mutashabihatun faammaallatheena fee quloobihim zayghun fayattabiAAoona matashabaha minhu ibtighaa alfitnati wabtighaata/weelihi wama yaAAlamu ta/weelahu illa Allahuwarrasikhoona fee alAAilmi yaqooloona amannabihi kullun min AAindi rabbina wama yaththakkaruilla oloo al-albab
Dialah yang menurunkan Kitab (Alquran) kepadamu (Muhammad). Di antaranya ada ayat-ayat yang muḥkamāt,1 itulah pokok-pokok Kitab (Alquran) dan yang lain mutasyābihāt.2 Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong pada kesesatan, mereka mengikuti yang mutasyābihāt untuk mencari-cari fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya kecuali Allah. Dan orang-orang yang ilmunya mendalam berkata, "Kami beriman kepadanya (Alquran), semuanya dari sisi Tuhan kami." Tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang yang berakal.
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَ
Rabbana la tuzigh quloobanabaAAda ith hadaytana wahab lana min ladunkarahmatan innaka anta alwahhab
(Mereka berdoa), "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi."
رَبَّن
Rabbana innaka jamiAAu annasiliyawmin la rayba feehi inna Allaha layukhlifu almeeAAad
"Ya Tuhan kami, Engkaulah yang mengumpulkan manusia pada hari yang tidak ada keraguan padanya." Sungguh, Allah tidak menyalahi janji.
إِ
Inna allatheena kafaroo lan tughniyaAAanhum amwaluhum wala awladuhum mina Allahishay-an waola-ika hum waqoodu annar
Sesungguhnya orang-orang yang kafir, bagi mereka tidak akan berguna sedikit pun harta benda dan anak-anak mereka terhadap (azab) Allah. Dan mereka itu (menjadi) bahan bakar api neraka.
كَدَأْبِ ءَالِ فِرْعَوْنَ وَ
Kada/bi ali firAAawna wallatheenamin qablihim kaththaboo bi-ayatinafaakhathahumu Allahu bithunoobihim wallahushadeedu alAAiqab
(Keadaan mereka) seperti keadaan pengikut Fir'aun dan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka mendustakan ayat-ayat Kami, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Allah sangat berat hukuman-Nya.
قُل لِّلَّذِينَ كَفَرُو
Qul lillatheena kafaroo satughlaboonawatuhsharoona ila jahannama wabi/sa almihad
Katakanlah (Muhammad) kepada orang-orang yang kafir, "Kamu (pasti) akan dikalahkan dan digiring ke dalam neraka Jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal."
قَ
Qad kana lakum ayatun feefi-atayni iltaqata fi-atun tuqatilu fee sabeeli Allahiwaokhra kafiratun yarawnahum mithlayhim ra/yaalAAayni wallahu yu-ayyidu binasrihi manyashao inna fee thalika laAAibratan li-olee al-absar
Sungguh, telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang berhadap-hadapan.1 Satu golongan berperang di jalan Allah dan yang lain (golongan) kafir yang melihat dengan mata kepala, bahwa mereka (golongan muslim) dua kali lipat mereka. Allah menguatkan dengan pertolongan-Nya siapa saja yang Dia kehendaki. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan (mata hati).
زُيِّنَ لِل
Zuyyina linnasi hubbuashshahawati mina annisa-i walbaneenawalqanateeri almuqantarati mina aththahabiwalfiddati walkhayli almusawwamati wal-anAAamiwalharthi thalika mataAAu alhayatiaddunya wallahu AAindahu husnualmaab
Dijadikan tampak indah dalam pandangan manusia cinta terhadap nafsu, berupa wanita-wanita, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak1 dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik.
۞ قُلْ أَؤُنَبِّئُك
Qul aonabbi-okum bikhayrin min thalikumlillatheena ittaqaw AAinda rabbihim jannatun tajreemin tahtiha al-anharu khalideena feehawaazwajun mutahharatun waridwanunmina Allahi wallahu baseerun bilAAibad
Katakanlah, "Maukah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?" Bagi orang-orang yang bertakwa (tersedia) di sisi Tuhan mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan pasangan-pasangan yang suci, serta rida Allah. Dan Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya.
ٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّن
Allatheena yaqooloona rabbanainnana amanna faghfir lana thunoobanawaqina AAathaba annar
(Yaitu) orang-orang yang berdoa, "Ya Tuhan kami, kami benar-benar beriman, maka ampunilah dosa-dosa kami dan lindungilah kami dari azab neraka."
ٱ
Assabireena wassadiqeenawalqaniteena walmunfiqeena walmustaghfireenabil-ashar
(Juga) orang yang sabar, orang yang jujur, orang yang taat, orang yang menginfakkan hartanya, dan orang yang memohon ampunan pada waktu sebelum fajar.
شَهِدَ
Shahida Allahu annahu la ilahailla huwa walmala-ikatu waoloo alAAilmi qa-imanbilqisti la ilaha illa huwaalAAazeezu alhakeem
Allah menyatakan bahwa tidak ada tuhan selain Dia; (demikian pula) para malaikat dan orang berilmu yang menegakkan keadilan, tidak ada tuhan selain Dia,Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
إِ
Inna addeena AAinda Allahial-islamu wama ikhtalafa allatheena ootooalkitaba illa min baAAdi ma jaahumualAAilmu baghyan baynahum waman yakfur bi-ayati Allahifa-inna Allaha sareeAAu alhisab
Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab1 kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barang siapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya.
فَإِنْ ح
Fa-in hajjooka faqul aslamtu wajhiyalillahi wamani ittabaAAani waqul lillatheena ootooalkitaba walommiyyeena aaslamtum fa-inaslamoo faqadi ihtadaw wa-in tawallaw fa-innama AAalaykaalbalaghu wallahu baseerun bilAAibad
Kemudian jika mereka membantah engkau (Muhammad) katakanlah, "Aku berserah diri kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku." Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Kitab dan kepada orang-orang buta huruf,1 "Sudahkah kamu masuk Islam?" Jika mereka masuk Islam, berarti mereka telah mendapat petunjuk, tetapi jika mereka berpaling, maka kewajibanmu hanyalah menyampaikan. Dan Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya.
إِ
Inna allatheena yakfuroona bi-ayatiAllahi wayaqtuloona annabiyyeena bighayri haqqinwayaqtuloona allatheena ya/muroona bilqistimina annasi fabashshirhum biAAathabin aleem
Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa hak (alasan yang benar) dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil, sampaikanlah kepada mereka kabar gembira yaitu azab yang pedih.
أُ
Ola-ika allatheena habitataAAmaluhum fee addunya wal-akhiratiwama lahum min nasireen
Mereka itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya di dunia dan di akhirat, dan mereka tidak punya penolong.
أَلَمْ تَرَ إِلَى
Alam tara ila allatheena ootoonaseeban mina alkitabi yudAAawna ila kitabiAllahi liyahkuma baynahum thumma yatawallafareequn minhum wahum muAAridoon
Tidaklah engkau memperhatikan orang-orang yang telah diberi bagian Kitab (Taurat)? Mereka diajak (berpegang) pada Kitab Allah untuk memutuskan (perkara) di antara mereka. Kemudian sebagian dari mereka berpaling seraya menolak (kebenaran).
ذ
Thalika bi-annahum qaloo lantamassana annaru illa ayyamanmaAAdoodatin wagharrahum fee deenihim ma kanooyaftaroon
Hal itu adalah karena mereka berkata, "Api neraka tidak akan menyentuh kami kecuali beberapa hari saja." Mereka terpedaya dalam agama mereka oleh apa yang mereka ada-adakan.
فَكَيْفَ إِذَا جَمَعْنَ
Fakayfa itha jamaAAnahumliyawmin la rayba feehi wawuffiyat kullu nafsin makasabat wahum la yuthlamoon
Bagaimana jika (nanti) mereka Kami kumpulkan pada hari (Kiamat) yang tidak diragukan kejadiannya dan kepada setiap jiwa diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya dan mereka tidak dizalimi (dirugikan)?
قُلِ
Quli allahumma malika almulkitu/tee almulka man tashao watanziAAu almulka mimman tashaowatuAAizzu man tashao watuthillu man tashaobiyadika alkhayru innaka AAala kulli shay-in qadeer
Katakanlah (Muhammad), "Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kapada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan-Mu lah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.
تُولِجُ
Tooliju allayla fee annahariwatooliju annahara fee allayli watukhriju alhayyamina almayyiti watukhriju almayyita mina alhayyi watarzuquman tashao bighayri hisab
Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Dan Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup.1 Dan Engkau berikan rezeki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan."
لَّا يَتَّخِذِ
La yattakhithi almu/minoonaalkafireena awliyaa min dooni almu/mineena wamanyafAAal thalika falaysa mina Allahi fee shay-in illaan tattaqoo minhum tuqatan wayuhaththirukumuAllahu nafsahu wa-ila Allahi almaseer
Janganlah orang-orang beriman menjadikan orang kafir sebagai pemimpin, melainkan orang-orang beriman. Barang siapa berbuat demikian, niscaya dia tidak akan memperoleh apa pun dari Allah, kecuali karena (siasat) menjaga diri dari sesuatu yang kamu takuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu akan diri (siksa)-Nya dan hanya kepada Allah tempat kembali.
قُلْ إِ
Qul in tukhfoo ma fee sudoorikumaw tubdoohu yaAAlamhu Allahu wayaAAlamu ma fee assamawatiwama fee al-ardi wallahu AAalakulli shay-in qadeer
Katakanlah, "Jika kamu sembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu nyatakan, Allah pasti mengetahuinya." Dia mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
يَوْمَ تَجِدُ كُلُّ نَفْ
Yawma tajidu kullu nafsin ma AAamilatmin khayrin muhdaran wama AAamilat min soo-intawaddu law anna baynaha wabaynahu amadan baAAeedan wayuhaththirukumuAllahu nafsahu wallahu raoofun bilAAibad
(Ingatlah) pada hari (ketika) setiap jiwa mendapatkan (balasan) atas kebajikan yang telah dikerjakan ada dihadapannya, (begitu juga balasan) atas kejahatan yang telah dia kerjakan. Dia berharap sekiranya ada jarak yang jauh antara dia dengan (hari) itu. Dan Allah memperingatkan kamu akan diri (siksa)-Nya. Allah Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya.
قُلْ إِ
Qul in kuntum tuhibboona AllahafattabiAAoonee yuhbibkumu Allahu wayaghfirlakum thunoobakum wallahu ghafoorun raheem
Katakanlah (Muhammad), "Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
قُلْ أَطِيعُو
Qul ateeAAoo Allaha warrasoolafa-in tawallaw fa-inna Allaha la yuhibbu alkafireen
Katakanlah (Muhammad), "Taatilah Allah dan Rasul. Jika kamu berpaling, ketahuilah bahwa Allah tidak menyukai orang-orang kafir."
۞ إِ
Inna Allaha istafa adamawanoohan waala ibraheema waala AAimranaAAala alAAalameen
Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga Imran melebihi segala umat (pada masa masing-masing),
ذُرِّيَّ
Thurriyyatan baAAduhamin baAAdin wallahu sameeAAun AAaleem
(sebagai) satu keturunan, sebagiannya adalah (keturunan) dari sebagian yang lain. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
إِذْ قَالَتِ
Ith qalati imraatu AAimranarabbi innee nathartu laka ma fee batnee muharraranfataqabbal minnee innaka anta assameeAAu alAAaleem
(Ingatlah), ketika istri Imran berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku bernazar kepada-Mu, agar (janin) yang dalam kandunganku (kelak) menjadi hamba yang mengabdi (kepada-Mu), maka terimalah (nazar itu) dariku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui."
فَلَ
Falamma wadaAAat-ha qalatrabbi innee wadaAAtuha ontha wallahuaAAlamu bima wadaAAat walaysa aththakarukalontha wa-innee sammaytuha maryamawa-innee oAAeethuha bika wathurriyyatahamina ashshaytani arrajeem
Maka ketika melahirkannya, dia berkata, "Ya Tuhanku, aku telah melahirkan anak perempuan." Padahal Allah lebih tahu apa yang dia lahirkan, dan laki-laki tidak sama dengan perempuan. "Dan aku memberinya nama Maryam, dan aku mohon perlindungan-Mu untuknya dan anak cucunya dari (gangguan) setan yang terkutuk."
فَتَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُولٍ حَسَ
Fataqabbalaha rabbuhabiqaboolin hasanin waanbataha nabatan hasananwakaffalaha zakariyya kullama dakhalaAAalayha zakariyya almihraba wajadaAAindaha rizqan qala ya maryamu annalaki hatha qalat huwa min AAindi Allahi innaAllaha yarzuqu man yashao bighayri hisab
Maka Dia (Allah) menerimanya dengan penerimaan yang baik, membesarkannya dengan pertumbuhan yang baik dan menyerahkan pemeliharaannya kepada Zakaria. Setiap kali Zakaria masuk menemuinya di mihrab (kamar khusus ibadah), dia dapati makanan di sisinya. Dia berkata, "Wahai Maryam! Dari mana ini engkau peroleh?" Dia (Maryam) menjawab, "Itu dari Allah." Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa perhitungan.
هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُ
Hunalika daAAa zakariyyarabbahu qala rabbi hab lee min ladunka thurriyyatantayyibatan innaka sameeAAu adduAAa/-
Di sanalah Zakaria berdoa kepada Tuhannya. Dia berkata, "Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa."
فَنَادَتْهُ
Fanadat-hu almala-ikatu wahuwaqa-imun yusallee fee almihrabi annaAllaha yubashshiruka biyahya musaddiqanbikalimatin mina Allahi wasayyidan wahasooranwanabiyyan mina assaliheen
Kemudian para malaikat memanggilnya, ketika dia berdiri melaksanakan salat di mihrab, "Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran) Yahya, yang membenarkan suatu kalimat (firman)1 dari Allah, panutan, berkemampuan menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang nabi diantara orang-orang saleh."
قَالَ رَبِّ أَ
Qala rabbi anna yakoonu leeghulamun waqad balaghaniya alkibaru wamraatee AAaqirunqala kathalika Allahu yafAAalu mayasha/
Dia (Zakaria) berkata, "Ya Tuhanku, bagaimana aku bisa mendapat anak, sedang aku sudah sangat tua dan istriku pun mandul?" Dia (Allah) berfirman, "Demikianlah, Allah berbuat apa yang Dia kehendaki."
قَالَ رَبِّ
Qala rabbi ijAAal lee ayatan qalaayatuka alla tukallima annasa thalathataayyamin illa ramzan wathkur rabbakakatheeran wasabbih bilAAashiyyi wal-ibkar
Dia (Zakaria) berkata, "Ya Tuhanku berilah aku suatu tanda." Allah berfirman, " Tanda bagimu, adalah engkau tidak dapat berbicara dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat. Dan sebutlah (nama) Tuhanmu banyak-banyak, dan bertasbihlah (memuji-Nya) pada waktu petang dan pagi hari."
وَإِذْ قَالَتِ
Wa-ith qalati almala-ikatuya maryamu inna Allaha istafaki watahharakiwastafaki AAala nisa-i alAAalameen
Dan (ingatlah) ketika para malaikat berkata, "Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah telah memilihmu, menyucikanmu, dan melebihkanmu di atas segala wanita di seluruh alam (pada masa itu).
يَ
Ya maryamu oqnutee lirabbiki wasjudeewarkaAAee maAAa arrakiAAeen
Wahai Maryam! Taatilah Tuhanmu, sujud dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk."
ذ
Thalika min anba-i alghaybinooheehi ilayka wama kunta ladayhim ithyulqoona aqlamahum ayyuhum yakfulu maryama wamakunta ladayhim ith yakhtasimoon
Itulah sebagian dari berita-berita gaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), padahal engkau tidak bersama mereka ketika mereka melemparkan pena1 mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan engkau pun tidak bersama mereka ketika mereka bertengkar.
إِذْ قَالَتِ
Ith qalati almala-ikatuya maryamu inna Allaha yubashshiruki bikalimatinminhu ismuhu almaseehu AAeesa ibnu maryama wajeehanfee addunya wal-akhirati waminaalmuqarrabeen
(Ingatlah), ketika para malaikat berkata, "Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu tentang suatu kalimat (firman) dari-Nya (yaitu seorang putera) namanya Al-Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat, dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),
وَيُكَلِّمُ
Wayukallimu annasa feealmahdi wakahlan wamina assaliheen
dan dia berbicara dengan manusia (sewaktu) dalam buaian dan ketika sudah dewasa, dan dia termasuk di antara orang-orang yang saleh."
قَالَتْ رَبِّ أَ
Qalat rabbi anna yakoonu leewaladun walam yamsasnee basharun qala kathaliki Allahuyakhluqu ma yashao itha qada amranfa-innama yaqoolu lahu kun fayakoon
Dia (Maryam) berkata, "Ya Tuhanku, bagaimana mungkin aku akan mempunyai anak, padahal tidak ada seorang laki-laki pun yang menyentuhku?" Dia (Allah) berfirman, "Demikianlah Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki. Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya, "Jadilah!" Maka jadilah sesuatu itu.
وَيُعَلِّمُهُ
WayuAAallimuhu alkitaba walhikmatawattawrata wal-injeel
Dan Dia (Allah) mengajarkan kepadanya (Isa) Kitab,1 Hikmah, Taurat, dan Injil.
وَرَسُولاً إِلَىٰ بَن
Warasoolan ila banee isra-eelaannee qad ji/tukum bi-ayatin min rabbikum annee akhluqulakum mina atteeni kahay-ati attayrifaanfukhu feehi fayakoonu tayran bi-ithni Allahiwaobri-o al-akmaha wal-abrasa waohyeealmawta bi-ithni Allahi waonabbi-okum bimata/kuloona wama taddakhiroona fee buyootikum inna fee thalikalaayatan lakum in kuntum mu/mineen
Dan sebagai Rasul kepada Bani Israil (dia berkata), "Aku telah datang kepada kamu dengan satu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuatkan bagimu (sesuatu) dari tanah berbentuk seperti burung, lalu aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan izin Allah. Dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahir dan orang yang berpenyakit kusta. Dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah, dan aku beritahukan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat suatu tanda (kebenaran tentang kerasulanku) bagimu, jika kamu orang beriman.
وَمُصَدِّ
Wamusaddiqan lima baynayadayya mina attawrati wali-ohilla lakumbaAAda allathee hurrima AAalaykum waji/tukumbi-ayatin min rabbikum fattaqoo Allaha waateeAAoon
Dan sebagai seorang yang membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan agar aku menghalalkan bagi kamu sebagian dari yang telah diharamkan untukmu. Dan aku datang kepadamu membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu. Karena itu, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
إِ
Inna Allaha rabbee warabbukum faAAbudoohuhatha siratun mustaqeem
Sesungguhnya Allah itu Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus."
۞ فَلَ
Falamma ahassa AAeesaminhumu alkufra qala man ansaree ila Allahiqala alhawariyyoona nahnu ansaruAllahi amanna billahi washhadbi-anna muslimoon
Maka ketika Isa merasakan keingkaran mereka (Bani Israil), dia berkata, "Siapakah yang akan menjadi penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?" Para Ḥawāriyyūn (sahabat setianya) menjawab, "Kamilah penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang Muslim.
رَبَّن
Rabbana amanna bimaanzalta wattabaAAna arrasoola faktubnamaAAa ashshahideen
Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang Engkau turunkan dan kami telah mengikuti Rasul, karena itu tetapkanlah kami bersama golongan orang yang memberikan kesaksian."
وَمَكَرُو
Wamakaroo wamakara Allahu wallahukhayru almakireen
Dan mereka (orang-orang kafir) membuat tipu daya, maka Allah pun membalas tipu daya. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.
إِذْ قَالَ
Ith qala Allahu yaAAeesa innee mutawaffeeka warafiAAuka ilayya wamutahhirukamina allatheena kafaroo wajaAAilu allatheenaittabaAAooka fawqa allatheena kafaroo ila yawmialqiyamati thumma ilayya marjiAAukum faahkumubaynakum feema kuntum feehi takhtalifoon
(Ingatlah), ketika Allah berfirman, "Wahai Isa! Aku mengambilmu dan mengangkatmu kepada-Ku, serta menyucikanmu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikutimu di atas orang-orang yang kafir hingga hari Kiamat. Kemudian kepada-Ku engkau kembali, lalu Aku beri keputusan tentang apa yang kamu perselisihkan."
فَأَ
Faamma allatheena kafaroofaoAAaththibuhum AAathaban shadeedan fee addunyawal-akhirati wama lahum min nasireen
Maka adapun orang-orang yang kafir, maka akan Aku azab mereka dengan azab yang sangat keras di dunia dan di akhirat, sedang mereka tidak memperoleh penolong.
وَأَ
Waamma allatheena amanoowaAAamiloo assalihati fayuwaffeehimojoorahum wallahu la yuhibbu aththalimeen
Dan adapun orang yang beriman dan melakukan kebajikan, maka Dia akan memberikan pahala kepada mereka dengan sempurna. Dan Allah tidak menyukai orang zalim.
ذ
Thalika natloohu AAalayka mina al-ayatiwaththikri alhakeem
Demikianlah Kami bacakan kepadamu (Muhammad) sebagian ayat-ayat dan peringatan yang penuh hikmah.
إِ
Inna mathala AAeesa AAinda Allahikamathali adama khalaqahu min turabin thumma qalalahu kun fayakoon
Sesungguhnya perumpamaan (penciptaan) Isa bagi Allah, seperti (penciptaan) Adam. Dia menciptakannya dari tanah, kemudian Dia berkata kepadanya, "Jadilah!" Maka jadilah ia.
ٱلْحَقُّ م
Alhaqqu min rabbika fala takunmina almumtareen
Kebenaran itu dari Tuhanmu, karena itu janganlah engkau (Muhammad) termasuk orang-orang yang ragu.
فَمَنْ ح
Faman hajjaka feehi min baAAdi majaaka mina alAAilmi faqul taAAalaw nadAAu abnaanawaabnaakum wanisaana wanisaakumwaanfusana waanfusakum thumma nabtahil fanajAAal laAAnataAllahi AAala alkathibeen
Siapa yang membantahmu dalam hal ini setelah engkau memperoleh ilmu, katakanlah (Muhammad), "Marilah kita panggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri-istri kami dan istri-istrimu, kami sendiri dan diri kamu, kemudian marilah kita ber-mubahalah 1 agar laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta (di antara kita)."
إِ
Inna hatha lahuwa alqasasualhaqqu wama min ilahin illa Allahuwa-inna Allaha lahuwa alAAazeezu alhakeem
Sungguh, ini adalah kisah yang benar. Tidak ada tuhan selain Allah, dan sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.
فَإِ
Fa-in tawallaw fa-inna AllahaAAaleemun bilmufsideen
Kemudian jika mereka berpaling, maka (ketahuilah) bahwa Allah Maha Mengetahui orang-orang yang berbuat kerusakan.
قُلْ يَ
Qul ya ahla alkitabi taAAalawila kalimatin sawa-in baynana wabaynakum allanaAAbuda illa Allaha wala nushrika bihishay-an wala yattakhitha baAAdunabaAAdan arbaban min dooni Allahi fa-intawallaw faqooloo ishhadoo bi-anna muslimoon
Katakanlah (Muhammad), "Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim."
يَ
Ya ahla alkitabi lima tuhajjoonafee ibraheema wama onzilati attawratuwal-injeelu illa min baAAdihi afalataAAqiloon
Wahai Ahli Kitab! Mengapa kamu berbantah-bantahan1 tentang Ibrahim, padahal Taurat dan Injil diturunkan setelah dia (Ibrahim)? Apakah kamu tidak mengerti?
هَ
Ha antum haola-i hajajtumfeema lakum bihi AAilmun falima tuhajjoona feemalaysa lakum bihi AAilmun wallahu yaAAlamu waantumla taAAlamoon
Begitulah kamu! Kamu berbantah-bantahan tentang apa yang kamu ketahui,1 tetapi mengapa kamu berbantah-bantahan juga tentang apa yang tidak kamu ketahui?2 Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.
مَا كَانَ إِ
Ma kana ibraheemuyahoodiyyan wala nasraniyyan walakinkana haneefan musliman wama kana minaalmushrikeen
Ibrahim bukanlah seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, tetapi dia adalah seorang yang lurus,1 muslim dan dia tidaklah termasuk orang-orang musyrik.
إِ
Inna awla annasibi-ibraheema lallatheena ittabaAAoohu wahathaannabiyyu wallatheena amanoo wallahuwaliyyu almu/mineen
Orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang yang mengikutinya, dan Nabi ini (Muhammad), dan orang yang beriman. Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman.
وَدَّ
Waddat ta-ifatun min ahli alkitabilaw yudilloonakum wama yudilloona illaanfusahum wama yashAAuroon
Segolongan Ahli Kitab ingin menyesatkan kamu. Padahal (sesungguhnya), mereka tidak menyesatkan melainkan diri mereka sendiri, tetapi mereka tidak menyadari.
يَ
Ya ahla alkitabi limatakfuroona bi-ayati Allahi waantumtashhadoon
Wahai Ahli Kitab! Mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah,1 padahal kamu mengetahui (kebenarannya)?
يَ
Ya ahla alkitabi limatalbisoona alhaqqa bilbatili wataktumoonaalhaqqa waantum taAAlamoon
Wahai Ahli Kitab! Mengapa kamu mencampuradukkan kebenaran dengan kebatilan,1 dan kamu menyembunyikan kebenaran,2 padahal kamu mengetahui?
وَقَالَ
Waqalat ta-ifatun min ahlialkitabi aminoo billathee onzilaAAala allatheena amanoo wajha annahariwakfuroo akhirahu laAAallahum yarjiAAoon
Dan segolongan Ahli Kitab berkata (kepada sesamanya), "Berimanlah kamu kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang beriman pada awal siang dan ingkarilah di akhirnya, agar mereka kembali (kepada kekafiran).
وَلَا تُؤْمِن
Wala tu/minoo illa limantabiAAa deenakum qul inna alhuda huda Allahian yu/ta ahadun mithla ma ooteetum aw yuhajjookumAAinda rabbikum qul inna alfadla biyadi Allahiyu/teehi man yashao wallahu wasiAAunAAaleem
Dan janganlah kamu percaya selain kepada orang yang mengikuti agamamu.1 Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya petunjuk itu hanyalah petunjuk Allah. (Janganlah kamu percaya) bahwa seseorang akan diberi seperti apa yang diberikan kepada kamu atau bahwa mereka akan menyanggah kamu di hadapan Tuhanmu." Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya karunia itu di tangan Allah, Dia memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.
يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِه
Yakhtassu birahmatihi man yashaowallahu thoo alfadli alAAatheem
Dia menentukan rahmat-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah memiliki karunia yang besar.
۞ وَمِنْ أَهْلِ
Wamin ahli alkitabi man in ta/manhubiqintarin yu-addihi ilayka waminhum man in ta/manhubideenarin la yu-addihi ilayka illa madumta AAalayhi qa-iman thalika bi-annahum qaloolaysa AAalayna fee al-ommiyyeena sabeelun wayaqooloonaAAala Allahi alkathiba wahum yaAAlamoon
Dan di antara Ahli Kitab ada yang jika engkau percayakan kepadanya harta yang banyak, niscaya dia mengembalikannya kepadamu. Tetapi ada (pula) di antara mereka yang jika engkau percayakan kepadanya satu dinar, dia tidak mengembalikannya kepadamu, kecuali jika engkau selalu menagihnya. Yang demikian itu disebabkan mereka berkata, "Tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang yang buta huruf." Mereka mengatakan hal yang dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui.
بَلَىٰ مَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِه
Bala man awfa biAAahdihi wattaqafa-inna Allaha yuhibbu almuttaqeen
Sebenarnya barang siapa menepati janji dan bertakwa, maka sungguh, Allah mencintai orang-orang yang bertakwa.
إِ
Inna allatheena yashtaroona biAAahdiAllahi waaymanihim thamanan qaleelan ola-ikala khalaqa lahum fee al-akhirati walayukallimuhumu Allahu wala yanthuruilayhim yawma alqiyamati wala yuzakkeehim walahumAAathabun aleem
Sesungguhnya orang-orang yang memperjual belikan janji Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga murah, mereka itu tidak memperoleh bagian di akhirat, Allah tidak akan menyapa mereka, tidak akan memperhatikan mereka pada hari Kiamat, dan tidak akan menyucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih.
وَإِ
Wa-inna minhum lafareeqan yalwoonaalsinatahum bilkitabi litahsaboohu minaalkitabi wama huwa mina alkitabiwayaqooloona huwa min AAindi Allahi wama huwa minAAindi Allahi wayaqooloona AAala Allahi alkathibawahum yaAAlamoon
Dan sungguh, di antara mereka niscaya ada segolongan yang memutarbalikkan lidahnya hanya membaca Kitab, agar kamu menyangka (yang mereka baca) itu sebagian dari Kitab, padahal itu bukan dari Kitab dan mereka berkata, "Itu dari Allah," padahal itu bukan dari Allah. Mereka mengatakan hal yang dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui.
مَا كَانَ لِبَشَرٍ أ
Ma kana libasharin anyu/tiyahu Allahu alkitaba walhukmawannubuwwata thumma yaqoola linnasikoonoo AAibadan lee min dooni Allahi walakinkoonoo rabbaniyyeena bima kuntum tuAAallimoonaalkitaba wabima kuntum tadrusoon
Tidak mungkin bagi seseorang yang telah diberi kitab oleh Allah, serta hikmah dan kenabian, kemudian dia berkata kepada manusia, "Jadilah kamu penyembahku, bukan penyembah Allah," tetapi (dia berkata), "Jadilah kamu pengabdi-pengabdi Allah, karena kamu mengajarkan kitab dan karena kamu mempelajarinya!"
وَلَا يَأْمُرَكُمْ أَ
Wala ya/murakum an tattakhithooalmala-ikata wannabiyyeena arbabanaya/murukum bilkufri baAAda ith antum muslimoon
dan tidak (mungkin pula baginya) menyuruh kamu menjadikan para malaikat dan para nabi sebagai Tuhan. Apakah (patut) dia menyuruh kamu menjadi kafir setelah kamu menjadi muslim?
وَإِذْ أَخَذَ
Wa-ith akhatha Allahumeethaqa annabiyyeena lama ataytukummin kitabin wahikmatin thumma jaakumrasoolun musaddiqun lima maAAakum latu/minunna bihiwalatansurunnahu qala aaqrartum waakhathtumAAala thalikum isree qaloo aqrarnaqala fashhadoo waana maAAakum mina ashshahideen
Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi, "Manakala Aku memberikan kitab dan hikmah kepadamu lalu datang kepada kamu seorang Rasul yang membenarkan apa yang ada pada kamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya."1 Allah berfirman, "Apakah kamu setuju dan menerima perjanjian dengan-Ku atas yang demikian itu?" Mereka menjawab, "Kami setuju." Allah berfirman, "Kalau begitu bersaksilah kamu (para nabi) dan Aku menjadi saksi bersama kamu."
فَمَ
Faman tawalla baAAda thalikafaola-ika humu alfasiqoon
Maka barang siapa berpaling setelah itu, mereka itulah orang yang fasik.
أَفَغَيْرَ دِينِ
Afaghayra deeni Allahi yabghoonawalahu aslama man fee assamawati wal-arditawAAan wakarhan wa-ilayhi yurjaAAoon
Maka mengapa mereka mencari agama yang lain selain agama Allah, padahal apa yang di langit dan di bumi berserah diri kepada-Nya (baik) dengan suka maupun terpaksa, dan hanya kepada-Nya mereka dikembalikan?
قُلْ ءَامَ
Qul amanna billahiwama onzila AAalayna wama onzila AAalaibraheema wa-ismaAAeela wa-ishaqawayaAAqooba wal-asbati wama ootiya moosawaAAeesa wannabiyyoona min rabbihim lanufarriqu bayna ahadin minhum wanahnu lahumuslimoon
Katakanlah (Muhammad), "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub, dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para Nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun diantara mereka dan hanya kepada-Nya kami berserah diri."
وَم
Waman yabtaghi ghayra al-islamideenan falan yuqbala minhu wahuwa fee al-akhirati minaalkhasireen
Dan barang siapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi.
كَيْفَ يَهْدِى
Kayfa yahdee Allahu qawman kafaroobaAAda eemanihim washahidoo anna arrasoola haqqunwajaahumu albayyinatu wallahu layahdee alqawma aththalimeen
Bagaimana Allah akan memberi petunjuk kepada suatu kaum yang kafir setelah mereka beriman, serta mengakui bahwa Rasul (Muhammad) itu benar-benar (rasul), dan bukti-bukti yang jelas telah sampai kepada mereka? Allah tidak memberi petunjuk kepada orang zalim.
أُ
Ola-ika jazaohum annaAAalayhim laAAnata Allahi walmala-ikati wannasiajmaAAeen
Mereka itu, balasannya ialah ditimpa laknat Allah, para malaikat, dan manusia seluruhnya,
خَ
Khalideena feeha layukhaffafu AAanhumu alAAathabu wala hum yuntharoon
mereka kekal di dalamnya, tidak akan diringankan azabnya, dan mereka tidak diberi penangguhan,
إِلَّا
Illa allatheena taboomin baAAdi thalika waaslahoo fa-inna Allahaghafoorun raheem
kecuali orang-orang yang bertobat setelah itu, dan melakukan perbaikan, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
إِ
Inna allatheena kafaroo baAAda eemanihimthumma izdadoo kufran lan tuqbala tawbatuhum waola-ikahumu addalloon
Sungguh, orang-orang yang kafir setelah beriman, kemudian bertambah kekafirannya, tidak akan diterima tobatnya, dan mereka itulah orang-orang yang sesat.
إِ
Inna allatheena kafaroo wamatoowahum kuffarun falan yuqbala min ahadihim miloal-ardi thahaban walawi iftada bihi ola-ikalahum AAathabun aleemun wama lahum min nasireen
Sungguh, orang-orang yang kafir dan mati dalam kekafiran, tidak akan diterima (tebusan) dari seseorang di antara mereka sekalipun (berupa) emas sepenuh bumi, sekiranya dia hendak menebus diri dengannya. Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang pedih dan tidak memperoleh penolong.
لَ
Lan tanaloo albirra hattatunfiqoo mimma tuhibboona wama tunfiqoo minshay-in fa-inna Allaha bihi AAaleem
Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa pun yang kamu infakkan, tentang hal itu sungguh, Allah Maha Mengetahui.
۞ كُلُّ
Kullu attaAAami kanahillan libanee isra-eela illa ma harramaisra-eelu AAala nafsihi min qabli an tunazzala attawratuqul fa/too bittawrati fatlooha inkuntum sadiqeen
Semua makanan itu halal bagi Bani Israil, kecuali makanan yang diharamkan oleh Israil (Yakub) atas dirinya sebelum Taurat diturunkan.1 Katakanlah (Muhammad), "Maka bawalah Taurat lalu bacalah, jika kamu orang-orang yang benar."
فَمَنِ
Famani iftara AAala Allahialkathiba min baAAdi thalika faola-ika humuathalimoon
Maka barang siapa mengada-adakan kebohongan terhadap Allah1 setelah itu, maka mereka itulah orang-orang zalim.
قُلْ صَدَقَ
Qul sadaqa Allahu fattabiAAoomillata ibraheema haneefan wama kanamina almushrikeen
Katakanlah (Muhammad), "Benarlah (segala yang difirmankan) Allah." Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan dia tidaklah termasuk orang musyrik.
إِ
Inna awwala baytin wudiAAa linnasilallathee bibakkata mubarakan wahudan lilAAalameen
Sesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia, ialah (Baitullah) yang di Bakkah (Mekah)1 yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam.
فِيهِ ءَايَ
Feehi ayatun bayyinatunmaqamu ibraheema waman dakhalahu kana aminanwalillahi AAala annasi hijjualbayti mani istataAAa ilayhi sabeelan waman kafarafa-inna Allaha ghaniyyun AAani alAAalameen
Di sana terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) maqam Ibrahim.1 Barang siapa memasukinya (Baitullah) amanlah dia. Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu2 mengadakan perjalanan ke sana. Barang siapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.
قُلْ يَ
Qul ya ahla alkitabi limatakfuroona bi-ayati Allahi wallahushaheedun AAala ma taAAmaloon
Katakanlah (Muhammad), "Wahai Ahli Kitab! Mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, padahal Allah Maha Menyaksikan apa yang kamu kerjakan?"
قُلْ يَ
Qul ya ahla alkitabi lima tasuddoonaAAan sabeeli Allahi man amana tabghoonahaAAiwajan waantum shuhadao wama Allahu bighafilinAAamma taAAmaloon
Katakanlah (Muhammad), "Wahai Ahli Kitab! Mengapa kamu menghalang-halangi orang-orang yang beriman dari jalan Allah, kamu menghendakinya (jalan Allah) bengkok, padahal kamu menyaksikan?"1 Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanooin tuteeAAoo fareeqan mina allatheena ootoo alkitabayaruddookum baAAda eemanikum kafireen
Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu mengikuti sebagian dari orang yang diberi Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir setelah beriman.
وَكَيْفَ تَكْفُرُونَ وَأَ
Wakayfa takfuroona waantum tutlaAAalaykum ayatu Allahi wafeekum rasooluhuwaman yaAAtasim billahi faqad hudiya ilasiratin mustaqeem
Dan bagaimana kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya (Muhammad) pun berada di tengah-tengah kamu? Barang siapa berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sungguh, dia diberi petunjuk ke jalan yang lurus.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanooittaqoo Allaha haqqa tuqatihi walatamootunna illa waantum muslimoon
Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.
وَ
WaAAtasimoo bihabliAllahi jameeAAan wala tafarraqoo wathkurooniAAmata Allahi AAalaykum ith kuntum aAAdaanfaallafa bayna quloobikum faasbahtum biniAAmatihiikhwanan wakuntum AAala shafa hufratinmina annari faanqathakum minha kathalikayubayyinu Allahu lakum ayatihi laAAallakumtahtadoon
Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.
وَلْتَك
Waltakun minkum ommatun yadAAoona ilaalkhayri waya/muroona bilmaAAroofi wayanhawna AAanialmunkari waola-ika humu almuflihoon
Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. 1 Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
وَلَا تَكُونُو
Wala takoonoo kallatheenatafarraqoo wakhtalafoo min baAAdi ma jaahumualbayyinatu waola-ika lahum AAathabun AAatheem
Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang bercerai berai dan berselisih setelah sampai kepada mereka keterangan yang jelas. Dan mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang berat,
يَوْمَ تَ
Yawma tabyaddu wujoohun wataswadduwujoohun faamma allatheena iswaddat wujoohuhumakafartum baAAda eemanikum fathooqoo alAAathababima kuntum takfuroon
pada hari itu ada wajah yang putih berseri, dan ada pula wajah yang hitam muram. Adapun orang-orang yang berwajah hitam muram (kepada mereka dikatakan), "Mengapa kamu kafir setelah beriman? Karena itu rasakanlah azab akibat kekafiranmu itu."
وَأَ
Waamma allatheena ibyaddatwujoohuhum fafee rahmati Allahi hum feeha khalidoon
Dan adapun orang-orang yang berwajah putih berseri, mereka berada dalam rahmat Allah (surga); mereka kekal di dalamnya.
تِلْكَ ءَايَ
Tilka ayatu Allahinatlooha AAalayka bilhaqqi wama Allahuyureedu thulman lilAAalameen
Itulah ayat-ayat Allah yang Kami bacakan kepada kamu dengan benar, dan Allah tidaklah berkehendak menzalimi (siapa pun) di seluruh alam.
وَلِلَّهِ مَا فِى
Walillahi ma fee assamawatiwama fee al-ardi wa-ila AllahiturjaAAu al-omoor
Dan milik Allahlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan.
كُ
Kuntum khayra ommatin okhrijat linnasita/muroona bilmaAAroofi watanhawna AAani almunkariwatu/minoona billahi walaw amana ahlu alkitabilakana khayran lahum minhumu almu/minoona waaktharuhumualfasiqoon
Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.
ل
Lan yadurrookum illa athanwa-in yuqatilookum yuwallookumu al-adbara thumma layunsaroon
Mereka tidak akan membahayakan kamu, kecuali gangguan-gangguan kecil saja, dan jika mereka memerangi kamu, niscaya mereka mundur berbalik ke belakang (kalah). Selanjutnya mereka tidak mendapat pertolongan.
ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ
Duribat AAalayhimu aththillatuayna ma thuqifoo illa bihablin mina Allahiwahablin mina annasi wabaoo bighadabinmina Allahi waduribat AAalayhimu almaskanatu thalikabi-annahum kanoo yakfuroona bi-ayati Allahiwayaqtuloona al-anbiyaa bighayri haqqin thalikabima AAasaw wakanoo yaAAtadoon
Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka (berpegang) pada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia. Mereka mendapat murka dari Allah dan (selalu) diliputi kesengsaraan. Yang demikian itu karena mereka mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi, tanpa hak (alasan yang benar). Yang demikian itu karena mereka durhaka dan melampaui batas.
۞ لَيْسُو
Laysoo sawaan min ahli alkitabiommatun qa-imatun yatloona ayati Allahianaa allayli wahum yasjudoon
Mereka itu tidak (seluruhnya) sama. Di antara Ahli Kitab ada golongan yang jujur,1 mereka membaca ayat-ayat Allah pada malam hari, dan mereka (juga) bersujud (salat).
يُؤْمِنُونَ بِ
Yu/minoona billahi walyawmial-akhiri waya/muroona bilmaAAroofi wayanhawnaAAani almunkari wayusariAAoona fee alkhayrati waola-ikamina assaliheen
Mereka beriman kepada Allah dan hari akhir, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar dan bersegera (mengerjakan) berbagai kebajikan. Mereka termasuk orang-orang saleh.
وَمَا يَفْعَلُو
Wama yafAAaloo min khayrin falanyukfaroohu wallahu AAaleemun bilmuttaqeen
Dan kebajikan apa pun yang mereka kerjakan, tidak ada yang mengingkarinya. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa.
إِ
Inna allatheena kafaroo lan tughniyaAAanhum amwaluhum wala awladuhum mina Allahishay-an waola-ika as-habu annarihum feeha khalidoon
Sesungguhnya orang-orang kafir, baik harta maupun anak-anak mereka, sedikit pun tidak dapat menolak azab Allah. Mereka itu penghuni neraka, (dan) mereka kekal di dalamnya.
مَثَلُ مَا يُ
Mathalu ma yunfiqoona fee hathihialhayati addunya kamathali reehinfeeha sirrun asabat hartha qawmin thalamooanfusahum faahlakat-hu wama thalamahumu Allahuwalakin anfusahum yathlimoon
Perumpamaan harta yang mereka infakkan di dalam kehidupan dunia ini, ibarat angin yang mengandung hawa yang sangat dingin, yang menimpa tanaman (milik) suatu kaum yang menzalimi diri sendiri, lalu angin itu merusaknya. Allah tidak menzalimi mereka, tetapi mereka yang menzalimi diri sendiri.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanoola tattakhithoo bitanatan min doonikum laya/loonakum khabalan waddoo ma AAanittum qad badatialbaghdao min afwahihim wama tukhfee sudooruhumakbaru qad bayyanna lakumu al-ayati inkuntum taAAqiloon
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan teman orang-orang yang di luar kalanganmu (seagama) sebagai teman kepercayaanmu, (karena) mereka tidak henti-hentinya menyusahkan kamu. Mereka mengharapkan kehancuranmu. Sungguh, telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang tersembunyi di hati mereka lebih jahat. Sungguh, telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu mengerti.
هَ
Ha antum ola-i tuhibboonahumwala yuhibboonakum watu/minoona bilkitabikullihi wa-itha laqookum qaloo amannawa-itha khalaw AAaddoo AAalaykumu al-anamilamina alghaythi qul mootoo bighaythikuminna Allaha AAaleemun bithati assudoor
Beginilah kamu! Kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukaimu, dan kamu beriman kepada semua kitab. Apabila mereka berjumpa denganmu, mereka berkata, "Kami beriman," dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari karena marah dan benci kepadamu. Katakanlah, "Matilah kamu karena kemarahanmu itu!" Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala isi hati.
إِ
In tamsaskum hasanatun tasu/humwa-in tusibkum sayyi-atun yafrahoo bihawa-in tasbiroo watattaqoo la yadurrukumkayduhum shay-an inna Allaha bima yaAAmaloona muheet
Jika kamu memperoleh kebaikan, (niscaya) mereka bersedih hati, tetapi jika kamu tertimpa bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, tipu daya mereka tidak akan menyusahkan kamu sedikit pun. Sungguh, Allah Maha Meliputi segala apa yang mereka kerjakan.
وَإِذْ غَدَوْتَ مِنْ أَهْلِكَ تُبَوِّئُ
Wa-ith ghadawta min ahlika tubawwi-oalmu/mineena maqaAAida lilqitali wallahusameeAAun AAaleem
Dan (ingatlah), ketika engkau (Muhammad) berangkat pada pagi hari meninggalkan keluargamu untuk mengatur orang-orang beriman pada pos-pos pertempuran.1 Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui,
إِذْ هَ
Ith hammat ta-ifataniminkum an tafshala wallahu waliyyuhumawaAAala Allahi falyatawakkali almu/minoon
ketika dua golongan dari pihak kamu1 ingin (mundur) karena takut, padahal Allah adalah penolong mereka. Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal.
وَلَقَ
Walaqad nasarakumu Allahubibadrin waantum athillatun fattaqoo AllahalaAAallakum tashkuroon
Dan sungguh, Allah telah menolong kamu dalam Perang Badar, padahal kamu dalam keadaan lemah.1 Karena itu bertakwalah kepada Allah, agar kamu mensyukuri-Nya.
إِذْ تَقُولُ لِلْمُؤْمِنِينَ أَل
Ith taqoolu lilmu/mineena alanyakfiyakum an yumiddakum rabbukum bithalathati alafinmina almala-ikati munzaleen
(Ingatlah), ketika engkau (Muhammad) mengatakan kepada orang-orang beriman, "Apakah tidak cukup bagimu bahwa Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)?"
بَلَ
Bala in tasbiroo watattaqoowaya/tookum min fawrihim hatha yumdidkum rabbukumbikhamsati alafin mina almala-ikatimusawwimeen
"Ya" (cukup). Jika kamu bersabar dan bertakwa ketika mereka datang menyerang kamu dengan tiba-tiba, niscaya Allah menolongmu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda.
وَمَا جَعَلَهُ
Wama jaAAalahu Allahu illabushra lakum walitatma-inna quloobukum bihi wamaannasru illa min AAindi AllahialAAazeezi alhakeem
Dan Allah tidak menjadikannya (pemberian bala-bantuan itu) melainkan sebagai kabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar hatimu tenang karenanya. Dan tidak ada kemenangan itu, selain dari Allah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
لِيَ
LiyaqtaAAa tarafan mina allatheenakafaroo aw yakbitahum fayanqaliboo kha-ibeen
(Allah menolong kamu dalam perang Badar dan memberi bantuan) adalah untuk membinasakan segolongan orang kafir,1 atau untuk menjadikan mereka hina, sehingga mereka kembali tanpa memperoleh apa pun.
لَيْسَ لَكَ مِنَ
Laysa laka mina al-amri shay-on aw yatoobaAAalayhim aw yuAAaththibahum fa-innahum thalimoon
Itu bukan menjadi urusanmu (Muhammad)1 apakah Allah menerima tobat mereka, atau mengazabnya, karena sesungguhnya mereka orang-orang zalim.
وَلِلَّهِ مَا فِى
Walillahi ma fee assamawatiwama fee al-ardi yaghfiru liman yashaowayuAAaththibu man yashao wallahughafoorun raheem
Dan milik Allahlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki, dan mengazab siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanoola ta/kuloo arriba adAAafanmudaAAafatan wattaqoo Allaha laAAallakumtuflihoon
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda 1 dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.
وَ
Wattaqoo annaraallatee oAAiddat lilkafireen
Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang telah disiapkan untuk orang-orang kafir.
وَأَطِيعُو
WaateeAAoo Allaha warrasoolalaAAallakum turhamoon
Dan taatlah kepada Allah dan Rasul (Muhammad), agar kamu diberi rahmat.
۞ وَسَارِع
WasariAAoo ila maghfiratinmin rabbikum wajannatin AAarduha assamawatuwal-ardu oAAiddat lilmuttaqeen
Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,
ٱلَّذِينَ يُ
Allatheena yunfiqoona fee assarra-iwaddarra-i walkathimeenaalghaytha walAAafeena AAani annasiwallahu yuhibbu almuhsineen
(yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan,
وَ
Wallatheena ithafaAAaloo fahishatan aw thalamoo anfusahum thakarooAllaha fastaghfaroo lithunoobihim wamanyaghfiru aththunooba illa Allahuwalam yusirroo AAala ma faAAaloo wahumyaAAlamoon
dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri,1 (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampun atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui.
أُ
Ola-ika jazaohum maghfiratunmin rabbihim wajannatun tajree min tahtihaal-anharu khalideena feeha waniAAma ajrualAAamileen
Balasan bagi mereka ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Dan (itulah) sebaik-baik pahala bagi orang-orang yang beramal.
قَ
Qad khalat min qablikum sunanun faseeroofee al-ardi fanthuroo kayfa kanaAAaqibatu almukaththibeen
Sungguh, telah berlalu sebelum kamu sunah-sunah (Allah),1 karena itu berjalanlah kamu ke (segenap penjuru) bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang mendustakan (rasul-rasul).
هَ
Hatha bayanun linnasiwahudan wamawAAithatun lilmuttaqeen
Inilah (Alquran) suatu keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
وَلَا تَهِنُو
Wala tahinoo wala tahzanoowaantumu al-aAAlawna in kuntum mu/mineen
Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang beriman.
إ
In yamsaskum qarhun faqad massaalqawma qarhun mithluhu watilka al-ayyamu nudawiluhabayna annasi waliyaAAlama Allahu allatheenaamanoo wayattakhitha minkum shuhadaa wallahula yuhibbu aththalimeen
Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka mereka pun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran), dan agar Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan agar sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang zalim,
وَلِيُمَحِّصَ
Waliyumahhisa Allahuallatheena amanoo wayamhaqa alkafireen
dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang kafir.
أَمْ حَسِ
Am hasibtum an tadkhuloo aljannatawalamma yaAAlami Allahu allatheena jahadoominkum wayaAAlama assabireen
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad1 di antara kamu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.
وَلَقَ
Walaqad kuntum tamannawna almawta min qablian talqawhu faqad raaytumoohu waantum tanthuroon
Dan kamu benar-benar mengharapkan mati (syahid) sebelum kamu menghadapinya; maka (sekarang) kamu sungguh, telah melihatnya dan kamu menyaksikannya.
وَمَا مُحَ
Wama muhammadun illarasoolun qad khalat min qablihi arrusulu afa-in mataaw qutila inqalabtum AAala aAAqabikum wamanyanqalib AAala AAaqibayhi falan yadurra Allahashay-an wasayajzee Allahu ashshakireen
Dan Muhammad hanyalah seorang Rasul; sebelumnya telah berlalu beberapa Rasul.1 Apakah jika dia wafat atau dibunuh, kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barang siapa berbalik ke belakang, maka ia tidak akan merugikan Allah sedikit pun. Allah akan memberi balasan kepada orang yang bersyukur.
وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَ
Wama kana linafsin an tamootailla bi-ithni Allahi kitabanmu-ajjalan waman yurid thawaba addunyanu/tihi minha waman yurid thawaba al-akhiratinu/tihi minha wasanajzee ashshakireen
Dan setiap yang bernyawa tidak akan mati kecuali dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala (dunia) itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala (akhirat) itu, dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.
وَكَأَيّ
Wakaayyin min nabiyyin qatalamaAAahu ribbiyyoona katheerun fama wahanoo lima asabahumfee sabeeli Allahi wama daAAufoo wamaistakanoo wallahu yuhibbu assabireen
Dan betapa banyak nabi yang berperang didampingi sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak (menjadi) lemah karena bencana yang menimpanya di jalan Allah, tidak patah semangat dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Dan Allah mencitai orang-orang yang sabar.
وَمَا كَانَ قَوْلَهُمْ إِلّ
Wama kana qawlahum illaan qaloo rabbana ighfir lana thunoobanawa-israfana fee amrina wathabbit aqdamanawansurna AAala alqawmi alkafireen
Dan tidak lain ucapan mereka hanyalah doa, "Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan (dalam) urusan kami1 dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir."
فَـَٔـاتَ
Faatahumu Allahu thawabaaddunya wahusna thawabi al-akhiratiwallahu yuhibbu almuhsineen
Maka Allah memberi mereka pahala di dunia1 dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanooin tuteeAAoo allatheena kafaroo yaruddookum AAalaaAAqabikum fatanqaliboo khasireen
Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menaati orang-orang yang kafir, niscaya mereka akan mengembalikan kamu ke belakang (murtad), maka kamu akan kembali menjadi orang yang rugi.
بَلِ
Bali Allahu mawlakum wahuwakhayru annasireen
Tetapi hanya Allahlah pelindungmu, dan Dia Penolong yang terbaik.
سَنُلْقِى فِى قُلُوبِ
Sanulqee fee quloobi allatheenakafaroo arruAAba bima ashrakoo billahima lam yunazzil bihi sultanan wama/wahumu annaruwabi/sa mathwa aththalimeen
Akan Kami masukkan rasa takut ke dalam hati orang-orang kafir, karena mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan keterangan tentang itu. Dan tempat kembali mereka ialah neraka. Dan (itulah) seburuk-buruk tempat tinggal (bagi) orang-orang zalim.
وَلَقَ
Walaqad sadaqakumu AllahuwaAAdahu ith tahussoonahum bi-ithnihi hattaitha fashiltum watanazaAAtum fee al-amri waAAasaytummin baAAdi ma arakum ma tuhibboonaminkum man yureedu addunya waminkum man yureedual-akhirata thumma sarafakum AAanhum liyabtaliyakumwalaqad AAafa AAankum wallahu thoofadlin AAala almu/mineen
Dan sungguh, Allah telah memenuhi janji-Nya kepadamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya sampai pada saat kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu1 dan mengabaikan perintah Rasul setelah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai.2 Di antara kamu ada orang yang menghendaki dunia dan di antara kamu ada (pula) orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka3 untuk mengujimu, tetapi Dia benar-benar telah memaafkan kamu. Dan Allah mempunyai karunia (yang diberikan) kepada orang-orang mukmin.
۞ إِذْ تُصْعِدُونَ وَلَا تَلْوُ
Ith tusAAidoona walatalwoona AAala ahadin warrasooluyadAAookum fee okhrakum faathabakum ghammanbighammin likay la tahzanoo AAala mafatakum wala ma asabakum wallahukhabeerun bima taAAmaloon
(Ingatlah) ketika kamu lari dan tidak menoleh kepada siapa pun, sedang Rasul (Muhammad) yang berada di antara (kawan-kawan)mu yang lain memanggil kamu (kelompok yang lari), karena itu Allah menimpakan kepadamu kesedihan demi kesedihan,1 agar kamu tidak bersedih hati (lagi) terhadap apa yang luput dari kamu dan terhadap apa yang menimpamu. Dan Allah Mahateliti atas apa yang kamu kerjakan.
ثُ
Thumma anzala AAalaykum min baAAdi alghammiamanatan nuAAasan yaghsha ta-ifatan minkumwata-ifatun qad ahammat-hum anfusuhum yathunnoonabillahi ghayra alhaqqi thannaaljahiliyyati yaqooloona hal lana mina al-amri minshay-in qul inna al-amra kullahu lillahi yukhfoona feeanfusihim ma la yubdoona laka yaqooloona law kanalana mina al-amri shay-on ma qutilna hahunaqul law kuntum fee buyootikum labaraza allatheena kutibaAAalayhimu alqatlu ila madajiAAihim waliyabtaliyaAllahu ma fee sudoorikum waliyumahhisama fee quloobikum wallahu AAaleemun bithatiassudoor
Kemudian setelah kamu ditimpa kesedihan, Dia menurunkan rasa aman kepadamu (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari kamu,1 sedangkan segolongan lagi2 telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri; mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliah.3 Mereka berkata, "Adakah sesuatu yang dapat kita perbuat dalam urusan ini?" Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya segala urusan itu di tangan Allah." Mereka menyembunyikan dalam hatinya apa yang tidak mereka terangkan kepadamu. Mereka berkata, "Sekiranya ada sesuatu yang dapat kita perbuat dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini." Katakanlah (Muhammad), "Meskipun kamu ada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditetapkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh." Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Dan Allah Maha Mengetahui isi hati.
إِ
Inna allatheena tawallaw minkumyawma iltaqa aljamAAani innama istazallahumuashshaytanu bibaAAdi ma kasaboowalaqad AAafa Allahu AAanhum inna Allahaghafoorun haleem
Sesungguhnya orang-orang yang berpaling di antara kamu ketika terjadi pertemuan (pertempuran) antara dua pasukan itu,1 sesungguhnya mereka digelincirkan oleh setan, disebabkan sebagian kesalahan (dosa) yang telah mereka perbuat (pada masa lampau), tetapi Allah benar-benar telah memaafkan mereka. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyantun.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanoola takoonoo kallatheena kafaroo waqalooli-ikhwanihim itha daraboo fee al-ardiaw kanoo ghuzzan law kanoo AAindana mamatoo wama qutiloo liyajAAala Allahu thalikahasratan fee quloobihim wallahu yuhyeewayumeetu wallahu bima taAAmaloona baseer
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu seperti orang-orang kafir yang mengatakan kepada saudara-saudaranya apabila mereka mengadakan perjalanan di bumi atau berperang, "Sekiranya mereka tetap bersama kita, tentulah mereka tidak mati dan tidak terbunuh." (Dengan perkataan) yang demikian itu, karena Allah hendak menimbulkan rasa penyesalan di hati mereka. Allah menghidupkan dan mematikan, dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
وَلَئِ
Wala-in qutiltum fee sabeeli Allahiaw muttum lamaghfiratun mina Allahi warahmatunkhayrun mimma yajmaAAoon
Dan sungguh, sekiranya kamu gugur di jalan Allah atau mati,1 sungguh, pastilah ampunan Allah dan rahmat-Nya lebih baik (bagimu) daripada apa (harta rampasan) yang mereka kumpulkan.
وَلَئ
Wala-in muttum aw qutiltum la-ilaAllahi tuhsharoon
Dan sungguh, sekiranya kamu mati atau gugur, pastilah kepada Allah kamu dikumpulkan.
فَبِمَا رَحْمَ
Fabima rahmatin mina Allahilinta lahum walaw kunta faththan ghaleethaalqalbi lanfaddoo min hawlika faAAfuAAanhum wastaghfir lahum washawirhum fee al-amrifa-itha AAazamta fatawakkal AAala Allahiinna Allaha yuhibbu almutawakkileen
Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.1 Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal.
إ
In yansurkumu Allahu falaghaliba lakum wa-in yakhthulkum faman thaallathee yansurukum min baAAdihi waAAala Allahifalyatawakkali almu/minoon
Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada yang dapat mengalahkanmu, tetapi jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapa yang dapat menolongmu setelah itu? Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal.
وَمَا كَانَ لِنَبِىٍّ أ
Wama kana linabiyyin anyaghulla waman yaghlul ya/ti bima ghalla yawma alqiyamatithumma tuwaffa kullu nafsin ma kasabat wahum layuthlamoon
Dan tidak mungkin seorang Nabi berkhianat (dalam urusan harta rampasan perang). Barang siapa berkhianat, niscaya pada hari Kiamat dia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya. Kemudian setiap orang akan diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang dilakukannya, dan mereka tidak dizalimi.
أَفَمَنِ
Afamani ittabaAAa ridwana Allahikaman baa bisakhatin mina Allahi wama/wahujahannamu wabi/sa almaseer
Maka adakah orang yang mengikuti keridaan Allah sama dengan orang yang kembali membawa kemurkaan dari Allah dan tempatnya di neraka Jahanam? Itulah seburuk-buruk tempat kembali.
هُمْ دَرَجَ
Hum darajatun AAinda Allahiwallahu baseerun bima yaAAmaloon
(Kedudukan) mereka itu bertingkat-tingkat di sisi Allah, dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.
لَقَ
Laqad manna Allahu AAalaalmu/mineena ith baAAatha feehim rasoolan min anfusihimyatloo AAalayhim ayatihi wayuzakkeehimwayuAAallimuhumu alkitaba walhikmata wa-inkanoo min qablu lafee dalalin mubeen
Sungguh, Allah telah memberi karunia kepada orang-orang beriman ketika (Allah) mengutus seorang Rasul (Muhammad) di tengah-tengah mereka dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab (Alquran) dan Hikmah (Sunah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.
أَوَلَ
Awa lamma asabatkum museebatunqad asabtum mithlayha qultum anna hathaqul huwa min AAindi anfusikum inna Allaha AAalakulli shay-in qadeer
Dan mengapa kamu (heran) ketika ditimpa musibah (kekalahan pada Perang Uhud), padahal kamu telah menimpakan musibah dua kali lipat (kepada musuh-musuhmu pada Perang Badar) kamu berkata, "Dari mana datangnya (kekalahan) ini?" Katakanlah, "Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri." Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
وَم
Wama asabakum yawma iltaqaaljamAAani fabi-ithni Allahi waliyaAAlamaalmu/mineen
Dan apa yang menimpa kamu ketika terjadi pertemuan (pertempuran) antara dua pasukan itu adalah dengan izin Allah, dan agar Allah menguji siapa orang (yang benar-benar) beriman,
وَلِيَعْلَمَ
WaliyaAAlama allatheena nafaqoowaqeela lahum taAAalaw qatiloo fee sabeeli Allahiawi idfaAAoo qaloo law naAAlamu qitalan lattabaAAnakumhum lilkufri yawma-ithin aqrabu minhum lil-eemaniyaqooloona bi-afwahihim ma laysa fee quloobihim wallahuaAAlamu bima yaktumoon
dan untuk menguji orang-orang yang munafik, kepada mereka dikatakan,"Marilah berperang di jalan Allah atau pertahankanlah (dirimu)." Mereka berkata, "Sekiranya kami mengetahui (bagaimana cara) berperang, tentulah kami mengikuti kamu."1 Mereka pada hari itu lebih dekat kepada kekafiran dari pada keimanan. Mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak sesuai dengan isi hatinya. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.
ٱلَّذِينَ قَالُو
Allatheena qaloo li-ikhwanihimwaqaAAadoo law ataAAoona ma qutiloo qul fadraooAAan anfusikumu almawta in kuntum sadiqeen
(Mereka itu adalah) orang-orang yang berkata kepada saudara-saudaranya dan mereka tidak turut pergi berperang, "Sekiranya mereka mengikuti kita, tentulah mereka tidak terbunuh." Katakanlah, "Cegahlah kematian itu dari dirimu, jika kamu orang yang benar."
وَلَا تَحْسَبَ
Wala tahsabanna allatheenaqutiloo fee sabeeli Allahi amwatan bal ahyaonAAinda rabbihim yurzaqoon
Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; sebenarnya mereka itu hidup, di sisi Tuhannya mendapat rezeki,1
فَرِحِينَ بِم
Fariheena bima atahumuAllahu min fadlihi wayastabshiroona billatheenalam yalhaqoo bihim min khalfihim alla khawfunAAalayhim wala hum yahzanoon
mereka bergembira dengan karunia yang diberikan Allah kepadanya, dan senang hati terhadap orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka,1 bahwa tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.
۞ يَسْتَ
Yastabshiroona biniAAmatin mina Allahiwafadlin waanna Allaha la yudeeAAuajra almu/mineen
Mereka bergembira ria dengan nikmat dan karunia dari Allah. Dan sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman,
ٱلَّذِينَ
Allatheena istajaboo lillahiwarrasooli min baAAdi ma asabahumu alqarhulillatheena ahsanoo minhum wattaqaw ajrunAAatheem
(yaitu) orang-orang yang menaati (perintah) Allah dan Rasul setelah mereka mendapat luka (dalam Perang Uhud). Orang-orang yang berbuat kebajikan dan bertakwa di antara mereka mendapat pahala yang besar.
ٱلَّذِينَ قَالَ لَهُمُ
Allatheena qala lahumu annasuinna annasa qad jamaAAoo lakum fakhshawhumfazadahum eemanan waqaloo hasbunaAllahu waniAAma alwakeel
(Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang ketika ada orang-orang mengatakan kepadanya, "Orang-orang (Quraisy) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka," ternyata (ucapan) itu menambah (kuat) iman mereka dan mereka menjawab, "Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung."
فَ
Fanqalaboo biniAAmatin mina Allahiwafadlin lam yamsas-hum soo-on wattabaAAoo ridwanaAllahi wallahu thoo fadlinAAatheem
Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak ditimpa suatu bencana dan mereka mengikuti keridaan Allah. Allah mempunyai karunia yang besar.
إِ
Innama thalikumu ashshaytanuyukhawwifu awliyaahu fala takhafoohum wakhafooniin kuntum mu/mineen
Sesungguhnya mereka hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan teman-teman setianya, karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu orang-orang beriman.
وَلَا يَحْزُ
Wala yahzunka allatheenayusariAAoona fee alkufri innahum lan yadurroo Allahashay-an yureedu Allahu alla yajAAala lahum haththanfee al-akhirati walahum AAathabun AAatheem
Dan janganlah engkau (Muhammad) dirisaukan oleh orang-orang yang dengan mudah kembali menjadi kafir;1 sesungguhnya sedikit pun mereka tidak merugikan Allah. Allah tidak akan memberi bagian (pahala) kepada mereka di akhirat, dan mereka akan mendapat azab yang besar.
إِ
Inna allatheena ishtarawoo alkufrabil-eemani lan yadurroo Allahashay-an walahum AAathabun aleem
Sesungguhnya orang-orang yang membeli kekafiran dengan iman, sedikit pun tidak merugikan Allah; dan mereka akan mendapat azab yang pedih.
وَلَا يَحْسَبَ
Wala yahsabanna allatheenakafaroo annama numlee lahum khayrun li-anfusihim innamanumlee lahum liyazdadoo ithman walahum AAathabunmuheen
Dan jangan sekali-kali orang-orang kafir itu mengira bahwa tenggang waktu yang Kami berikan kepada mereka1 lebih baik baginya. Sesungguhnya tenggang waktu yang Kami berikan kepada mereka hanyalah agar dosa mereka semakin bertambah; dan mereka akan mendapat azab yang menghinakan.
مَّا كَانَ
Ma kana Allahu liyatharaalmu/mineena AAala ma antum AAalayhi hattayameeza alkhabeetha mina attayyibi wama kanaAllahu liyutliAAakum AAala alghaybi walakinnaAllaha yajtabee min rusulihi man yashao faaminoobillahi warusulihi wa-in tu/minoo watattaqoofalakum ajrun AAatheem
Allah tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman sebagaimana dalam keadaan kamu sekarang ini,1 sehingga Dia membedakan yang buruk dari yang baik. Allah tidak akan memperlihatkan kepadamu hal-hal yang gaib, tetapi Allah memilih siapa yang Dia kehendaki di antara Rasul-rasul-Nya.2 Karena itu, berimanlah kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Jika kamu beriman dan bertakwa, maka kamu akan mendapat pahala yang besar.
وَلَا يَحْسَبَ
Wala yahsabanna allatheenayabkhaloona bima atahummu Allahu minfadlihi huwa khayran lahum bal huwa sharrun lahum sayutawwaqoonama bakhiloo bihi yawma alqiyamati walillahimeerathu assamawati wal-ardiwallahu bima taAAmaloona khabeer
Dan jangan sekali-kali orang-orang yang kikir dengan apa yang diberikan Allah kepada mereka dari karunia-Nya, mengira bahwa (kikir) itu baik bagi mereka, padahal (kikir) itu buruk bagi mereka. Apa (harta) yang mereka kikirkan itu akan dikalungkan (di lehernya) pada hari Kiamat. Milik Allahlah warisan (apa yang ada) di langit dan di bumi. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
لَّقَ
Laqad samiAAa Allahu qawla allatheenaqaloo inna Allaha faqeerun wanahnu aghniyaonsanaktubu ma qaloo waqatlahumu al-anbiyaabighayri haqqin wanaqoolu thooqoo AAathabaalhareeq
Sungguh, Allah telah mendengar perkataan orang-orang (Yahudi) yang mengatakan, "Sesungguhnya Allah itu miskin dan kami kaya." Kami akan mencatat perkataan mereka dan perbuatan mereka membunuh Nabi-nabi tanpa hak (alasan yang benar), dan Kami akan mengatakan (kepada mereka), "Rasakanlah olehmu azab yang membakar!"
ذ
Thalika bima qaddamataydeekum waanna Allaha laysa bithallaminlilAAabeed
Demikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan sesungguhnya Allah tidak menzalimi hamba-hamba-Nya.
ٱلَّذِينَ قَال
Allatheena qaloo inna AllahaAAahida ilayna alla nu/mina lirasoolin hattaya/tiyana biqurbanin ta/kuluhu annaruqul qad jaakum rusulun min qablee bilbayyinatiwabillathee qultum falima qataltumoohum in kutum sadiqeen
(Yaitu) orang-orang (Yahudi) yang mengatakan, "Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada kami, agar kami tidak beriman kepada seorang rasul, sebelum dia mendatangkan kepada kami kurban yang dimakan api." Katakanlah (Muhammad), "Sungguh, beberapa orang Rasul sebelumku telah datang kepadamu, (dengan) membawa bukti-bukti yang nyata dan membawa apa yang kamu sebutkan, tetapi mengapa kamu membunuhnya jika kamu orang-orang yang benar."
فَإِ
Fa-in kaththabooka faqad kuththibarusulun min qablika jaoo bilbayyinati wazzuburiwalkitabi almuneer
Maka jika mereka mendustakan engkau (Muhammad), maka (ketahuilah) Rasul-rasul sebelum engkau pun telah didustakan (pula), mereka membawa mukjizat-mukjizat yang nyata, Zubur1 dan Kitab yang memberi penjelasan yang sempurna.2
كُلُّ نَفْ
Kullu nafsin tha-iqatu almawtiwa-innama tuwaffawna ojoorakum yawma alqiyamatifaman zuhziha AAani annari waodkhilaaljannata faqad faza wama alhayatu addunyailla mataAAu alghuroor
Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.
۞ لَتُ
Latublawunna fee amwalikumwaanfusikum walatasmaAAunna mina allatheena ootoo alkitabamin qablikum wamina allatheena ashrakoo athankatheeran wa-in tasbiroo watattaqoo fa-inna thalikamin AAazmi al-omoor
Kamu pasti akan diuji dengan hartamu dan dirimu. Dan pasti kamu akan mendengar banyak hal yang sangat menyakitkan hati dari orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang musyrik. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang (patut) diutamakan.
وَإِذْ أَخَذَ
Wa-ith akhatha Allahumeethaqa allatheena ootoo alkitabalatubayyinunnahu linnasi wala taktumoonahufanabathoohu waraa thuhoorihim washtarawbihi thamanan qaleelan fabi/sa ma yashtaroon
Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi Kitab (yaitu), "Hendaklah kamu benar-benar menerangkannya (isi Kitab itu) kepada manusia, dan janganlah kamu menyembunyikannya,"1 lalu mereka melemparkan (janji itu) ke belakang punggung mereka dan menjualnya dengan harga murah. Maka itulah seburuk-buruk jual-beli yang mereka lakukan.
لَا تَحْسَبَ
La tahsabanna allatheenayafrahoona bima ataw wayuhibboona an yuhmadoobima lam yafAAaloo fala tahsabannahum bimafazatinmina alAAathabi walahum AAathabun aleem
Jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka dipuji atas perbuatan yang tidak mereka lakukan, jangan sekali-kali kamu mengira bahwa mereka akan lolos dari azab. Mereka akan mendapat azab yang pedih.
وَلِلَّهِ مُلْكُ
Walillahi mulku assamawatiwal-ardi wallahu AAala kullishay-in qadeer
Dan milik Allahlah kerajaan langit dan bumi; dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
إِ
Inna fee khalqi assamawatiwal-ardi wakhtilafi allayli wannaharilaayatin li-olee al-albab
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal,
ٱلَّذِينَ يَذْكُرُونَ
Allatheena yathkuroona Allahaqiyaman waquAAoodan waAAala junoobihimwayatafakkaroona fee khalqi assamawati wal-ardirabbana ma khalaqta hatha batilan subhanakafaqina AAathaba annar
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), "Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.
رَبَّن
Rabbana innaka man tudkhili annarafaqad akhzaytahu wama liththalimeenamin ansar
Ya Tuhan kami, sesungguhnya orang yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh, Engkau telah menghinakannya, dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang yang zalim.
رَّبَّن
Rabbana innana samiAAnamunadiyan yunadee lil-eemani an aminoobirabbikum faamanna rabbana faghfirlana thunoobana wakaffir AAannasayyi-atina watawaffana maAAa al-abrar
Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar orang yang menyeru kepada iman, (yaitu), "Berimanlah kamu kepada Tuhanmu," maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, dan matikanlah kami bersama orang-orang yang berbakti.
رَبَّنَا وَءَاتِنَا مَا وَعَ
Rabbana waatina mawaAAadtana AAala rusulika wala tukhzinayawma alqiyamati innaka la tukhlifu almeeAAad
Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui Rasul-rasul-Mu. Dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari Kiamat. Sungguh, Engkau tidak pernah mengingkari janji."
فَ
Fastajaba lahum rabbuhumannee la odeeAAu AAamala AAamilin minkum minthakarin aw ontha baAAdukum min baAAdinfallatheena hajaroo waokhrijoo min diyarihimwaoothoo fee sabeelee waqataloo waqutiloolaokaffiranna AAanhum sayyi-atihim walaodkhilannahum jannatintajree min tahtiha al-anharu thawabanmin AAindi Allahi wallahu AAindahu husnuaththawab
Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman), "Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki maupun perempuan, (karena) sebagian kamu adalah (keturunan) dari sebagian yang lain.1 Maka orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang terbunuh, pasti akan Aku hapus kesalahan mereka dan pasti Aku masukkan mereka ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, sebagai pahala dari Allah. Dan di sisi Allah ada pahala yang baik."
لَا يَغُرَّ
La yaghurrannaka taqallubu allatheenakafaroo fee albilad
Jangan sekali-kali kamu terpedaya oleh kegiatan orang-orang kafir (yang bergerak) di seluruh negeri.
مَتَ
MataAAun qaleelun thumma ma/wahumjahannamu wabi/sa almihad
Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat kembali mereka ialah neraka Jahanam. (Jahanam) itu seburuk-buruk tempat tinggal.
لَ
Lakini allatheena ittaqawrabbahum lahum jannatun tajree min tahtihaal-anharu khalideena feeha nuzulan minAAindi Allahi wama AAinda Allahi khayrunlil-abrar
Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya, mereka akan mendapat surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya sebagai karunia dari Allah. Dan apa yang di sisi Allah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti.
وَإِ
Wa-inna min ahli alkitabi lamanyu/minu billahi wama onzila ilaykum wamaonzila ilayhim khashiAAeena lillahi layashtaroona bi-ayati Allahi thamananqaleelan ola-ika lahum ajruhum AAinda rabbihim inna AllahasareeAAu alhisab
Dan sesungguhnya di antara Ahli Kitab ada yang beriman kepada Allah, dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu, dan yang diturunkan kepada mereka, karena mereka berendah hati kepada Allah, dan mereka tidak memperjualbelikan ayat-ayat Allah dengan harga murah. Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya. Sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanooisbiroo wasabiroo warabitoo wattaqooAllaha laAAallakum tuflihoon
Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap-siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.
Ali 'Imran
Ayat