۞ تِلْكَ
ٱللَّهُ وَلِىُّ
وَإِذْ قَالَ إِ
وَمَثَلُ
وَم
ٱلَّذِينَ يَأْكُلُونَ
يَ
۞ وَإِ
ا
إِ
ٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّن
أَلَمْ تَرَ إِلَى
يَوْمَ تَجِدُ كُلُّ نَفْ
هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُ
وَيُكَلِّمُ
رَبَّن
إِ
يَ
وَإِ
قُلْ ءَامَ
لَ
۞ تِلْكَ
Tilka arrusulu faddalnabaAAdahum AAala baAAdin minhum man kallamaAllahu warafaAAa baAAdahum darajatin waataynaAAeesa ibna maryama albayyinati waayyadnahubiroohi alqudusi walaw shaa Allahu maiqtatala allatheena min baAAdihim min baAAdi ma jaat-humualbayyinatu walakini ikhtalafoo faminhum man amanawaminhum man kafara walaw shaa Allahu maiqtataloo walakinna Allaha yafAAalu mayureed
Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka dari sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang (langsung) Allah berfirman dengannya dan sebagian lagi ada yang ditinggikan-Nya beberapa derajat. Dan Kami beri Isa putra Maryam beberapa mukjizat dan Kami perkuat dia dengan Rohulkudus.1 Kalau Allah menghendaki, niscaya orang-orang setelah mereka tidak akan berbunuh-bunuhan, setelah bukti-bukti sampai kepada mereka. Tetapi mereka berselisih, maka ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) yang kafir. Kalau Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Tetapi Allah berbuat menurut kahendak-Nya.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanooanfiqoo mimma razaqnakum min qabli an ya/tiyayawmun la bayAAun feehi wala khullatun walashafaAAatun walkafiroona humu aththalimoon
Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari ketika tidak ada lagi jual beli, tidak ada lagi persahabatan dan tidak ada lagi syafaat. Orang-orang kafir itulah orang yang zalim.
ٱللَّهُ ل
Allahu la ilaha illahuwa alhayyu alqayyoomu la ta/khuthuhusinatun wala nawmun lahu ma fee assamawatiwama fee al-ardi man tha allatheeyashfaAAu AAindahu illa bi-ithnihi yaAAlamu mabayna aydeehim wama khalfahum wala yuheetoonabishay-in min AAilmihi illa bima shaawasiAAa kursiyyuhu assamawati wal-ardawala yaooduhu hifthuhumawahuwa alAAaliyyu alAAatheem
Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang dihadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya1 meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar.
ل
La ikraha fee addeeniqad tabayyana arrushdu mina alghayyi faman yakfur bittaghootiwayu/min billahi faqadi istamsaka bilAAurwatialwuthqa la infisama laha wallahusameeAAun AAaleem
Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. Barang siapa ingkar kepada Tagut1 dan beriman kepada Allah, maka sungguh, dia telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
ٱللَّهُ وَلِىُّ
Allahu waliyyu allatheena amanooyukhrijuhum mina aththulumati ilaannoori wallatheena kafaroo awliyaohumuattaghootu yukhrijoonahum mina annoori ilaaththulumati ola-ika as-habuannari hum feeha khalidoon
Allah pelindung orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya adalah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan. Mereka adalah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.
أَلَمْ تَرَ إِلَى
Alam tara ila allathee hajjaibraheema fee rabbihi an atahu Allahualmulka ith qala ibraheemu rabbiya allatheeyuhyee wayumeetu qala ana ohyeewaomeetu qala ibraheemu fa-inna Allahaya/tee bishshamsi mina almashriqi fa/ti biha minaalmaghribi fabuhita allathee kafara wallahula yahdee alqawma aththalimeen
Tidakkah kamu memperhatikan orang1 yang mendebat Ibrahim mengenai Tuhannya, karena Allah telah memberinya kerajaan (kekuasaan). Ketika Ibrahim berkata, "Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan," dia berkata, "Aku pun dapat menghidupkan dan mematikan."2 Ibrahim berkata, "Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah ia dari barat." Maka bingunglah orang yang kafir itu. Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
أَوْ كَ
Aw kallathee marra AAalaqaryatin wahiya khawiyatun AAala AAurooshihaqala anna yuhyee hathihi AllahubaAAda mawtiha faamatahu Allahu mi-ata AAaminthumma baAAathahu qala kam labithta qala labithtuyawman aw baAAda yawmin qala bal labithta mi-ata AAaminfanthur ila taAAamikawasharabika lam yatasannah wanthurila himarika walinajAAalaka ayatan linnasiwanthur ila alAAithamikayfa nunshizuha thumma naksooha lahmanfalamma tabayyana lahu qala aAAlamu anna AllahaAAala kulli shay-in qadeer
Atau seperti orang yang melewati suatu negeri yang (bangunan-bangunannya) telah runtuh hingga menutupi (puing-puing) atap-atapnya, dia berkata, "Bagaimana Allah menghidupkan kembali (negeri) ini setelah hancur?" Lalu Allah mematikannya (orang itu) selama seratus tahun, kemudian membangkitkannya (menghidupkannya) kembali. Dan (Allah) bertanya, "Berapa lama engkau tinggal (disini)?" Dia (orang itu) menjawab, "Aku tinggal (disini) sehari atau setengah hari." Allah berfirman, "Tidak! Engkau telah tinggal seratus tahun. Lihatlah makanan dan minumanmu yang belum berubah, tetapi lihatlah keledaimu (yang telah menjadi tulang belulang). Dan agar Kami jadikan engkau tanda kekuasaan Kami bagi manusia. Lihatlah tulang belulang (keledai itu), bagaimana Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging." Maka ketika telah nyata baginya, dia pun berkata, "Saya mengetahui (yakin) bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu."
وَإِذْ قَالَ إِ
Wa-ith qala ibraheemurabbi arinee kayfa tuhyee almawta qala awalam tu/min qala bala walakin liyatma-innaqalbee qala fakhuth arbaAAatan mina attayrifasurhunna ilayka thumma ijAAal AAala kulli jabalinminhunna juz-an thumma odAAuhunna ya/teenaka saAAyan waAAlamanna Allaha AAazeezun hakeem
Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata, "Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati." Allah berfirman, "Belum percayakah engkau?" Dia (Ibrahim) menjawab, "Aku percaya, tetapi agar hatiku tenang (mantap)." Dia (Allah) berfirman, "Kalau begitu ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah olehmu kemudian letakkan di atas masing-masing bukit satu bagian, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera." Ketahuilah bahwa Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.
مَّثَلُ
Mathalu allatheena yunfiqoona amwalahumfee sabeeli Allahi kamathali habbatin anbatatsabAAa sanabila fee kulli sunbulatin mi-atu habbatinwallahu yudaAAifu liman yashao wallahuwasiAAun AAaleem
Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, Dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.
ٱلَّذِينَ يُ
Allatheena yunfiqoona amwalahumfee sabeeli Allahi thumma la yutbiAAoona maanfaqoo mannan wala athan lahum ajruhum AAindarabbihim wala khawfun AAalayhim wala hum yahzanoon
Orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah, kemudian tidak mengiringi apa yang dia infakkan itu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.
۞ قَوْ
Qawlun maAAroofun wamaghfiratun khayrun minsadaqatin yatbaAAuha athan wallahughaniyyun haleem
Perkataan yang baik dan pemberian maaf 1 lebih baik daripada sedekah yang diiringi tindakan yang menyakiti. Allah Mahakaya, Maha Penyantun.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanoola tubtiloo sadaqatikum bilmanniwal-atha kallathee yunfiqu malahuri-aa annasi wala yu/minu billahiwalyawmi al-akhiri famathaluhu kamathali safwaninAAalayhi turabun faasabahu wabilunfatarakahu saldan la yaqdiroona AAalashay-in mimma kasaboo wallahu layahdee alqawma alkafireen
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena riya` (pamer) kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. Perumpaannya (orang itu) seperti batu licin yang di atasnya ada debu, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, maka tinggallah batu itu licin lagi. Mereka tidak memperoleh sesuatu apa pun dari apa yang mereka kerjakan. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir.
وَمَثَلُ
Wamathalu allatheena yunfiqoona amwalahumuibtighaa mardati Allahi watathbeetan minanfusihim kamathali jannatin birabwatin asabaha wabilunfaatat okulaha diAAfayni fa-in lam yusibhawabilun fatallun wallahu bimataAAmaloona baseer
Dan perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya untuk mencari rida Allah dan untuk memperteguh jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang di siram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buah-buahan dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka embun (pun memadai). Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
أَيَوَدُّ أَحَدُكُمْ أَ
Ayawaddu ahadukum an takoona lahujannatun min nakheelin waaAAnabin tajree min tahtihaal-anharu lahu feeha min kulli aththamaratiwaasabahu alkibaru walahu thurriyyatun duAAafaofaasabaha iAAsarun feehi narun fahtaraqatkathalika yubayyinu Allahu lakumu al-ayatilaAAallakum tatafakkaroon
Adakah salah seorang di antara kamu yang ingin memiliki kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, di sana dia memiliki segala macam buah-buahan, kemudian datanglah masa tuanya sedang dia memiliki keturunan yang masih kecil-kecil. Lalu kebun itu ditiup angin keras yang mengandung api, sehingga terbakar.1 Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu memikirkannya.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanooanfiqoo min tayyibati ma kasabtum wamimmaakhrajna lakum mina al-ardi wala tayammamooalkhabeetha minhu tunfiqoona walastum bi-akhitheehiilla an tughmidoo feehi waAAlamoo anna Allahaghaniyyun hameed
Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu keluarkan, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Mahakaya, Maha Terpuji.
ٱ
Ashshaytanu yaAAidukumualfaqra waya/murukum bilfahsha-i wallahuyaAAidukum maghfiratan minhu wafadlan wallahuwasiAAun AAaleem
Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kemiskinan kepadamu dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir), sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia-Nya kepadamu. Dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.
يُؤْتِى
Yu/tee alhikmata man yashaowaman yu/ta alhikmata faqad ootiya khayran katheeran wamayaththakkaru illa oloo al-albab
Dia memberikan hikmah1 kepada siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa diberi hikmah, sesungguhnya dia telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang mempunyai akal sehat.
وَم
Wama anfaqtum min nafaqatin aw nathartummin nathrin fa-inna Allaha yaAAlamuhu wamaliththalimeena min ansar
Dan apa pun infak yang kamu berikan atau nazar1 yang kamu janjikan maka sungguh, Allah mengetahuinya. Dan bagi orang zalim tidak ada seorang penolong pun.
إِ
In tubdoo assadaqatifaniAAimma hiya wa-in tukhfooha watu/toohaalfuqaraa fahuwa khayrun lakum wayukaffiru AAankum minsayyi-atikum wallahu bimataAAmaloona khabeer
Jika kamu menampakkan sedekah-sedekahmu,1 maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu dan Allah akan menghapus sebagian kesalahan-kesalahanmu. Dan Allah Mahateliti atas apa yang kamu kerjakan.
۞ لَّيْسَ عَلَيْكَ هُدَ
Laysa AAalayka hudahum walakinnaAllaha yahdee man yashao wama tunfiqoo minkhayrin fali-anfusikum wama tunfiqoona illa ibtighaawajhi Allahi wama tunfiqoo min khayrin yuwaffailaykum waantum la tuthlamoon
Bukanlah kewajibanmu (Muhammad) menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allahlah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Apa pun harta yang kamu infakkan, maka (kebaikannya) untuk dirimu sendiri. Dan janganlah kamu berinfak melainkan karena mencari rida Allah. Dan apa pun harta yang kamu infakkan, niscaya kamu akan diberi (pahala) secara penuh dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan).
لِلْفُقَر
Lilfuqara-i allatheena ohsiroofee sabeeli Allahi la yastateeAAoona darbanfee al-ardi yahsabuhumu aljahilu aghniyaamina attaAAaffufi taAArifuhum biseemahum layas-aloona annasa ilhafan wamatunfiqoo min khayrin fa-inna Allaha bihi AAaleem
(Apa yang kamu infakkan) adalah untuk orang-orang fakir yang terhalang (usahanya karena jihad) di jalan Allah, sehingga dia yang tidak dapat berusaha di bumi; (orang lain) yang tidak tahu, menyangka bahwa mereka adalah orang-orang kaya karena mereka menjaga diri (dari meminta-minta). Engkau (Muhammad) mengenal mereka dari ciri-cirinya, mereka tidak meminta secara paksa kepada orang lain. Apa pun harta yang baik yang kamu infakkan, sungguh Allah Maha Mengetahui.
ٱلَّذِينَ يُ
Allatheena yunfiqoona amwalahumbillayli wannahari sirran waAAalaniyatanfalahum ajruhum AAinda rabbihim wala khawfun AAalayhim walahum yahzanoon
Orang-orang yang menginfakkan hartanya malam dan siang hari (secara) sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.
ٱلَّذِينَ يَأْكُلُونَ
Allatheena ya/kuloona arribala yaqoomoona illa kama yaqoomu allatheeyatakhabbatuhu ashshaytanu mina almassi thalikabi-annahum qaloo innama albayAAu mithlu arribawaahalla Allahu albayAAa waharrama arribafaman jaahu mawAAithatun min rabbihi fantahafalahu ma salafa waamruhu ila Allahi wamanAAada faola-ika as-habu annarihum feeha khalidoon
Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kesurupan setan karena gila.1 Yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli itu sama dengan riba. Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Barang siapa mendapat peringatan dari Tuhannya, lalu dia berhenti, maka apa yang telah di perolehnya dahulu menjadi miliknya2 dan urusannya (terserah) kepada Allah. Barang siapa mengulangi, maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.
يَمْحَقُ
Yamhaqu Allahu arribawayurbee assadaqati wallahula yuhibbu kulla kaffarin atheem
Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah.1Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan bergelimang dosa.2
إِ
Inna allatheena amanoowaAAamiloo assalihati waaqamoo assalatawaatawoo azzakata lahum ajruhum AAindarabbihim wala khawfun AAalayhim wala hum yahzanoon
Sungguh, orang-orang yang beriman, mengerjakan kebajikan, melaksanakan salat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanooittaqoo Allaha watharoo ma baqiya mina arribain kuntum mu/mineen
Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang beriman.
فَإ
Fa-in lam tafAAaloo fa/thanoo biharbinmina Allahi warasoolihi wa-in tubtum falakum ruoosu amwalikumla tathlimoona wala tuthlamoon
Jika kamu tidak melaksanakannya, maka umumkanlah perang dari Allah dan Rasul-Nya. Tetapi jika kamu bertobat, maka kamu berhak atas pokok hartamu. Kamu tidak berbuat zalim (merugikan) dan tidak dizalimi (dirugikan).
وَإِ
Wa-in kana thoo AAusratinfanathiratun ila maysaratin waan tasaddaqookhayrun lakum in kuntum taAAlamoon
Dan jika (orang berutang itu) dalam kesulitan, maka berilah tenggang waktu sampai dia memperoleh kelapangan. Dan jika kamu menyedekahkan, itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.
وَ
Wattaqoo yawman turjaAAoona feehiila Allahi thumma tuwaffa kullu nafsin makasabat wahum la yuthlamoon
Dan takutlah pada hari (ketika) kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian setiap orang diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang telah dilakukannya, dan mereka tidak dizalimi (dirugikan).
يَ
Ya ayyuha allatheena amanooitha tadayantum bidaynin ila ajalin musammanfaktuboohu walyaktub baynakum katibun bilAAadliwala ya/ba katibun an yaktuba kamaAAallamahu Allahu falyaktub walyumlili allatheeAAalayhi alhaqqu walyattaqi Allaha rabbahu walayabkhas minhu shay-an fa-in kana allathee AAalayhialhaqqu safeehan aw daAAeefan aw la yastateeAAuan yumilla huwa falyumlil waliyyuhu bilAAadli wastashhidooshaheedayni min rijalikum fa-in lam yakoonarajulayni farajulun wamraatani mimman tardawnamina ashshuhada-i an tadilla ihdahumafatuthakkira ihdahuma al-okhrawala ya/ba ashshuhadao itha maduAAoo wala tas-amoo an taktuboohu sagheeran awkabeeran ila ajalihi thalikum aqsatu AAindaAllahi waaqwamu lishshahadati waadnaalla tartaboo illa an takoona tijaratanhadiratan tudeeroonaha baynakum falaysa AAalaykumjunahun alla taktubooha waashhidoo ithatabayaAAtum wala yudarra katibun walashaheedun wa-in tafAAaloo fa-innahu fusooqun bikum wattaqooAllaha wayuAAallimukumu Allahu wallahubikulli shay-in AAaleem
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Janganlah penulis menolak untuk menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkan kepadanya, maka hendaklah dia menuliskan. Dan hendaklah orang yang berutang itu mendiktekan, dan hendaklah dia bertakwa kepada Allah, Tuhannya, dan janganlah dia mengurangi sedikitpun daripadanya. Jika yang berutang itu orang yang kurang akalnya atau lemah (keadaannya), atau tidak mampu mendiktekan sendiri, maka hendaklah walinya mendiktekannya dengan benar. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi laki-laki diantara kamu. Jika tidak ada (saksi) dua orang laki-laki, maka (boleh) seorang laki-laki dan dua orang perempuan diantara orang-orang yang kamu sukai dari para saksi (yang ada), agar jika yang seorang lupa maka yang lain mengingatkannya. Dan janganlah saksi-saksi itu menolak apabila dipanggil. Dan janganlah kamu bosan menuliskannya, untuk batas waktunya baik (utang itu) kecil maupun besar. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah, lebih dapat menguatkan kesaksian, dan lebih mendekatkan kamu kepada ketidakraguan, kecuali jika hal itu merupakan perdagangan tunai yang kamu jalankan diantara kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu jika kamu tidak menuliskannya. Dan ambillah saksi apabila kamu berjual beli, dan janganlah menulis dipersulit dan begitu juga saksi. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sungguh, hal itu suatu kefasikan pada kamu. Dan bertakwalah kepada Allah, Allah memberikan pengajaran kepadamu, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
۞ وَإِ
Wa-in kuntum AAala safarin walamtajidoo katiban farihanun maqboodatun fa-inamina baAAdukum baAAdan falyu-addiallatheei/tumina amanatahu walyattaqi Allaha rabbahuwala taktumoo ashshahadata waman yaktumhafa-innahu athimun qalbuhu wallahu bimataAAmaloona AAaleem
Dan jika kamu dalam perjalanan sedang kamu tidak mendapat seorang penulis, maka hendaklah ada barang jaminan yang dipegang. Tetapi, jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (utangnya) dan hendaklah dia bertakwa kepada Allah, Tuhannya. Dan janganlah kamu menyembunyikan kesaksian, karena barang siapa menyembunyikannya, sungguh, hatinya kotor (berdosa). Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
لِّلَّهِ مَا فِى
Lillahi ma fee assamawatiwama fee al-ardi wa-in tubdoo ma feeanfusikum aw tukhfoohu yuhasibkum bihi Allahufayaghfiru liman yashao wayuAAaththibu man yashaowallahu AAala kulli shay-in qadeer
Milik Allahlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Jika kamu nyatakan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu sembunyikan, niscaya Allah memperhitungankannya (tentang perbuatan itu) bagimu. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan mengazab siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
ءَامَنَ
Amana arrasoolu bimaonzila ilayhi min rabbihi walmu/minoona kullun amanabillahi wamala-ikatihi wakutubihiwarusulihi la nufarriqu bayna ahadin min rusulihiwaqaloo samiAAna waataAAna ghufranakarabbana wa-ilayka almaseer
Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Alquran) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), "Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya." Dan mereka berkata, "Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami Ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali."
لَا يُكَلِّفُ
La yukallifu Allahu nafsanilla wusAAaha laha ma kasabatwaAAalayha ma iktasabat rabbana latu-akhithna in naseena aw akhta/narabbana wala tahmil AAalayna isrankama hamaltahu AAala allatheena minqablina rabbana wala tuhammilnama la taqata lana bihi waAAfuAAanna waghfir lana warhamnaanta mawlana fansurna AAalaalqawmi alkafireen
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari kebajikan yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir."
ٱللَّهُ ل
Allahu la ilaha illahuwa alhayyu alqayyoom
Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya).1
نَزَّلَ عَلَيْكَ
Nazzala AAalayka alkitaba bilhaqqimusaddiqan lima bayna yadayhi waanzala attawratawal-injeel
Dia menurunkan Kitab (Alquran) kepadamu (Muhammad) yang mengandung kebenaran, membenarkan (kitab-kitab) sebelumnya, dan Dia menurunkan Taurat dan Injil,
مِ
Min qablu hudan linnasiwaanzala alfurqana inna allatheena kafaroo bi-ayatiAllahi lahum AAathabun shadeedun wallahuAAazeezun thoo intiqam
sebelumnya, sebagai petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al-Furqan.1 Sungguh, orang-orang yang ingkar terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh azab yang berat. Allah Mahaperkasa lagi mempunyai balasan (siksa).
إِ
Inna Allaha la yakhfaAAalayhi shay-on fee al-ardi wala fee assama/-
Bagi Allah tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi di bumi dan di langit.
هُوَ
Huwa allathee yusawwirukum feeal-arhami kayfa yashao la ilaha illahuwa alAAazeezu alhakeem
Dialah yang membentuk kamu dalam rahim menurut yang Dia kehendaki. Tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
هُوَ
Huwa allathee anzala AAalayka alkitabaminhu ayatun muhkamatun hunna ommualkitabi waokharu mutashabihatun faammaallatheena fee quloobihim zayghun fayattabiAAoona matashabaha minhu ibtighaa alfitnati wabtighaata/weelihi wama yaAAlamu ta/weelahu illa Allahuwarrasikhoona fee alAAilmi yaqooloona amannabihi kullun min AAindi rabbina wama yaththakkaruilla oloo al-albab
Dialah yang menurunkan Kitab (Alquran) kepadamu (Muhammad). Di antaranya ada ayat-ayat yang muḥkamāt,1 itulah pokok-pokok Kitab (Alquran) dan yang lain mutasyābihāt.2 Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong pada kesesatan, mereka mengikuti yang mutasyābihāt untuk mencari-cari fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya kecuali Allah. Dan orang-orang yang ilmunya mendalam berkata, "Kami beriman kepadanya (Alquran), semuanya dari sisi Tuhan kami." Tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang yang berakal.
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَ
Rabbana la tuzigh quloobanabaAAda ith hadaytana wahab lana min ladunkarahmatan innaka anta alwahhab
(Mereka berdoa), "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi."
رَبَّن
Rabbana innaka jamiAAu annasiliyawmin la rayba feehi inna Allaha layukhlifu almeeAAad
"Ya Tuhan kami, Engkaulah yang mengumpulkan manusia pada hari yang tidak ada keraguan padanya." Sungguh, Allah tidak menyalahi janji.
إِ
Inna allatheena kafaroo lan tughniyaAAanhum amwaluhum wala awladuhum mina Allahishay-an waola-ika hum waqoodu annar
Sesungguhnya orang-orang yang kafir, bagi mereka tidak akan berguna sedikit pun harta benda dan anak-anak mereka terhadap (azab) Allah. Dan mereka itu (menjadi) bahan bakar api neraka.
كَدَأْبِ ءَالِ فِرْعَوْنَ وَ
Kada/bi ali firAAawna wallatheenamin qablihim kaththaboo bi-ayatinafaakhathahumu Allahu bithunoobihim wallahushadeedu alAAiqab
(Keadaan mereka) seperti keadaan pengikut Fir'aun dan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka mendustakan ayat-ayat Kami, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Allah sangat berat hukuman-Nya.
قُل لِّلَّذِينَ كَفَرُو
Qul lillatheena kafaroo satughlaboonawatuhsharoona ila jahannama wabi/sa almihad
Katakanlah (Muhammad) kepada orang-orang yang kafir, "Kamu (pasti) akan dikalahkan dan digiring ke dalam neraka Jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal."
قَ
Qad kana lakum ayatun feefi-atayni iltaqata fi-atun tuqatilu fee sabeeli Allahiwaokhra kafiratun yarawnahum mithlayhim ra/yaalAAayni wallahu yu-ayyidu binasrihi manyashao inna fee thalika laAAibratan li-olee al-absar
Sungguh, telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang berhadap-hadapan.1 Satu golongan berperang di jalan Allah dan yang lain (golongan) kafir yang melihat dengan mata kepala, bahwa mereka (golongan muslim) dua kali lipat mereka. Allah menguatkan dengan pertolongan-Nya siapa saja yang Dia kehendaki. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan (mata hati).
زُيِّنَ لِل
Zuyyina linnasi hubbuashshahawati mina annisa-i walbaneenawalqanateeri almuqantarati mina aththahabiwalfiddati walkhayli almusawwamati wal-anAAamiwalharthi thalika mataAAu alhayatiaddunya wallahu AAindahu husnualmaab
Dijadikan tampak indah dalam pandangan manusia cinta terhadap nafsu, berupa wanita-wanita, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak1 dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik.
۞ قُلْ أَؤُنَبِّئُك
Qul aonabbi-okum bikhayrin min thalikumlillatheena ittaqaw AAinda rabbihim jannatun tajreemin tahtiha al-anharu khalideena feehawaazwajun mutahharatun waridwanunmina Allahi wallahu baseerun bilAAibad
Katakanlah, "Maukah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?" Bagi orang-orang yang bertakwa (tersedia) di sisi Tuhan mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan pasangan-pasangan yang suci, serta rida Allah. Dan Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya.
ٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّن
Allatheena yaqooloona rabbanainnana amanna faghfir lana thunoobanawaqina AAathaba annar
(Yaitu) orang-orang yang berdoa, "Ya Tuhan kami, kami benar-benar beriman, maka ampunilah dosa-dosa kami dan lindungilah kami dari azab neraka."
ٱ
Assabireena wassadiqeenawalqaniteena walmunfiqeena walmustaghfireenabil-ashar
(Juga) orang yang sabar, orang yang jujur, orang yang taat, orang yang menginfakkan hartanya, dan orang yang memohon ampunan pada waktu sebelum fajar.
شَهِدَ
Shahida Allahu annahu la ilahailla huwa walmala-ikatu waoloo alAAilmi qa-imanbilqisti la ilaha illa huwaalAAazeezu alhakeem
Allah menyatakan bahwa tidak ada tuhan selain Dia; (demikian pula) para malaikat dan orang berilmu yang menegakkan keadilan, tidak ada tuhan selain Dia,Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
إِ
Inna addeena AAinda Allahial-islamu wama ikhtalafa allatheena ootooalkitaba illa min baAAdi ma jaahumualAAilmu baghyan baynahum waman yakfur bi-ayati Allahifa-inna Allaha sareeAAu alhisab
Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab1 kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barang siapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya.
فَإِنْ ح
Fa-in hajjooka faqul aslamtu wajhiyalillahi wamani ittabaAAani waqul lillatheena ootooalkitaba walommiyyeena aaslamtum fa-inaslamoo faqadi ihtadaw wa-in tawallaw fa-innama AAalaykaalbalaghu wallahu baseerun bilAAibad
Kemudian jika mereka membantah engkau (Muhammad) katakanlah, "Aku berserah diri kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku." Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Kitab dan kepada orang-orang buta huruf,1 "Sudahkah kamu masuk Islam?" Jika mereka masuk Islam, berarti mereka telah mendapat petunjuk, tetapi jika mereka berpaling, maka kewajibanmu hanyalah menyampaikan. Dan Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya.
إِ
Inna allatheena yakfuroona bi-ayatiAllahi wayaqtuloona annabiyyeena bighayri haqqinwayaqtuloona allatheena ya/muroona bilqistimina annasi fabashshirhum biAAathabin aleem
Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa hak (alasan yang benar) dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil, sampaikanlah kepada mereka kabar gembira yaitu azab yang pedih.
أُ
Ola-ika allatheena habitataAAmaluhum fee addunya wal-akhiratiwama lahum min nasireen
Mereka itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya di dunia dan di akhirat, dan mereka tidak punya penolong.
أَلَمْ تَرَ إِلَى
Alam tara ila allatheena ootoonaseeban mina alkitabi yudAAawna ila kitabiAllahi liyahkuma baynahum thumma yatawallafareequn minhum wahum muAAridoon
Tidaklah engkau memperhatikan orang-orang yang telah diberi bagian Kitab (Taurat)? Mereka diajak (berpegang) pada Kitab Allah untuk memutuskan (perkara) di antara mereka. Kemudian sebagian dari mereka berpaling seraya menolak (kebenaran).
ذ
Thalika bi-annahum qaloo lantamassana annaru illa ayyamanmaAAdoodatin wagharrahum fee deenihim ma kanooyaftaroon
Hal itu adalah karena mereka berkata, "Api neraka tidak akan menyentuh kami kecuali beberapa hari saja." Mereka terpedaya dalam agama mereka oleh apa yang mereka ada-adakan.
فَكَيْفَ إِذَا جَمَعْنَ
Fakayfa itha jamaAAnahumliyawmin la rayba feehi wawuffiyat kullu nafsin makasabat wahum la yuthlamoon
Bagaimana jika (nanti) mereka Kami kumpulkan pada hari (Kiamat) yang tidak diragukan kejadiannya dan kepada setiap jiwa diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya dan mereka tidak dizalimi (dirugikan)?
قُلِ
Quli allahumma malika almulkitu/tee almulka man tashao watanziAAu almulka mimman tashaowatuAAizzu man tashao watuthillu man tashaobiyadika alkhayru innaka AAala kulli shay-in qadeer
Katakanlah (Muhammad), "Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kapada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan-Mu lah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.
تُولِجُ
Tooliju allayla fee annahariwatooliju annahara fee allayli watukhriju alhayyamina almayyiti watukhriju almayyita mina alhayyi watarzuquman tashao bighayri hisab
Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Dan Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup.1 Dan Engkau berikan rezeki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan."
لَّا يَتَّخِذِ
La yattakhithi almu/minoonaalkafireena awliyaa min dooni almu/mineena wamanyafAAal thalika falaysa mina Allahi fee shay-in illaan tattaqoo minhum tuqatan wayuhaththirukumuAllahu nafsahu wa-ila Allahi almaseer
Janganlah orang-orang beriman menjadikan orang kafir sebagai pemimpin, melainkan orang-orang beriman. Barang siapa berbuat demikian, niscaya dia tidak akan memperoleh apa pun dari Allah, kecuali karena (siasat) menjaga diri dari sesuatu yang kamu takuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu akan diri (siksa)-Nya dan hanya kepada Allah tempat kembali.
قُلْ إِ
Qul in tukhfoo ma fee sudoorikumaw tubdoohu yaAAlamhu Allahu wayaAAlamu ma fee assamawatiwama fee al-ardi wallahu AAalakulli shay-in qadeer
Katakanlah, "Jika kamu sembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu nyatakan, Allah pasti mengetahuinya." Dia mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
يَوْمَ تَجِدُ كُلُّ نَفْ
Yawma tajidu kullu nafsin ma AAamilatmin khayrin muhdaran wama AAamilat min soo-intawaddu law anna baynaha wabaynahu amadan baAAeedan wayuhaththirukumuAllahu nafsahu wallahu raoofun bilAAibad
(Ingatlah) pada hari (ketika) setiap jiwa mendapatkan (balasan) atas kebajikan yang telah dikerjakan ada dihadapannya, (begitu juga balasan) atas kejahatan yang telah dia kerjakan. Dia berharap sekiranya ada jarak yang jauh antara dia dengan (hari) itu. Dan Allah memperingatkan kamu akan diri (siksa)-Nya. Allah Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya.
قُلْ إِ
Qul in kuntum tuhibboona AllahafattabiAAoonee yuhbibkumu Allahu wayaghfirlakum thunoobakum wallahu ghafoorun raheem
Katakanlah (Muhammad), "Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
قُلْ أَطِيعُو
Qul ateeAAoo Allaha warrasoolafa-in tawallaw fa-inna Allaha la yuhibbu alkafireen
Katakanlah (Muhammad), "Taatilah Allah dan Rasul. Jika kamu berpaling, ketahuilah bahwa Allah tidak menyukai orang-orang kafir."
۞ إِ
Inna Allaha istafa adamawanoohan waala ibraheema waala AAimranaAAala alAAalameen
Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga Imran melebihi segala umat (pada masa masing-masing),
ذُرِّيَّ
Thurriyyatan baAAduhamin baAAdin wallahu sameeAAun AAaleem
(sebagai) satu keturunan, sebagiannya adalah (keturunan) dari sebagian yang lain. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
إِذْ قَالَتِ
Ith qalati imraatu AAimranarabbi innee nathartu laka ma fee batnee muharraranfataqabbal minnee innaka anta assameeAAu alAAaleem
(Ingatlah), ketika istri Imran berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku bernazar kepada-Mu, agar (janin) yang dalam kandunganku (kelak) menjadi hamba yang mengabdi (kepada-Mu), maka terimalah (nazar itu) dariku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui."
فَلَ
Falamma wadaAAat-ha qalatrabbi innee wadaAAtuha ontha wallahuaAAlamu bima wadaAAat walaysa aththakarukalontha wa-innee sammaytuha maryamawa-innee oAAeethuha bika wathurriyyatahamina ashshaytani arrajeem
Maka ketika melahirkannya, dia berkata, "Ya Tuhanku, aku telah melahirkan anak perempuan." Padahal Allah lebih tahu apa yang dia lahirkan, dan laki-laki tidak sama dengan perempuan. "Dan aku memberinya nama Maryam, dan aku mohon perlindungan-Mu untuknya dan anak cucunya dari (gangguan) setan yang terkutuk."
فَتَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُولٍ حَسَ
Fataqabbalaha rabbuhabiqaboolin hasanin waanbataha nabatan hasananwakaffalaha zakariyya kullama dakhalaAAalayha zakariyya almihraba wajadaAAindaha rizqan qala ya maryamu annalaki hatha qalat huwa min AAindi Allahi innaAllaha yarzuqu man yashao bighayri hisab
Maka Dia (Allah) menerimanya dengan penerimaan yang baik, membesarkannya dengan pertumbuhan yang baik dan menyerahkan pemeliharaannya kepada Zakaria. Setiap kali Zakaria masuk menemuinya di mihrab (kamar khusus ibadah), dia dapati makanan di sisinya. Dia berkata, "Wahai Maryam! Dari mana ini engkau peroleh?" Dia (Maryam) menjawab, "Itu dari Allah." Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa perhitungan.
هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُ
Hunalika daAAa zakariyyarabbahu qala rabbi hab lee min ladunka thurriyyatantayyibatan innaka sameeAAu adduAAa/-
Di sanalah Zakaria berdoa kepada Tuhannya. Dia berkata, "Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa."
فَنَادَتْهُ
Fanadat-hu almala-ikatu wahuwaqa-imun yusallee fee almihrabi annaAllaha yubashshiruka biyahya musaddiqanbikalimatin mina Allahi wasayyidan wahasooranwanabiyyan mina assaliheen
Kemudian para malaikat memanggilnya, ketika dia berdiri melaksanakan salat di mihrab, "Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran) Yahya, yang membenarkan suatu kalimat (firman)1 dari Allah, panutan, berkemampuan menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang nabi diantara orang-orang saleh."
قَالَ رَبِّ أَ
Qala rabbi anna yakoonu leeghulamun waqad balaghaniya alkibaru wamraatee AAaqirunqala kathalika Allahu yafAAalu mayasha/
Dia (Zakaria) berkata, "Ya Tuhanku, bagaimana aku bisa mendapat anak, sedang aku sudah sangat tua dan istriku pun mandul?" Dia (Allah) berfirman, "Demikianlah, Allah berbuat apa yang Dia kehendaki."
قَالَ رَبِّ
Qala rabbi ijAAal lee ayatan qalaayatuka alla tukallima annasa thalathataayyamin illa ramzan wathkur rabbakakatheeran wasabbih bilAAashiyyi wal-ibkar
Dia (Zakaria) berkata, "Ya Tuhanku berilah aku suatu tanda." Allah berfirman, " Tanda bagimu, adalah engkau tidak dapat berbicara dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat. Dan sebutlah (nama) Tuhanmu banyak-banyak, dan bertasbihlah (memuji-Nya) pada waktu petang dan pagi hari."
وَإِذْ قَالَتِ
Wa-ith qalati almala-ikatuya maryamu inna Allaha istafaki watahharakiwastafaki AAala nisa-i alAAalameen
Dan (ingatlah) ketika para malaikat berkata, "Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah telah memilihmu, menyucikanmu, dan melebihkanmu di atas segala wanita di seluruh alam (pada masa itu).
يَ
Ya maryamu oqnutee lirabbiki wasjudeewarkaAAee maAAa arrakiAAeen
Wahai Maryam! Taatilah Tuhanmu, sujud dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk."
ذ
Thalika min anba-i alghaybinooheehi ilayka wama kunta ladayhim ithyulqoona aqlamahum ayyuhum yakfulu maryama wamakunta ladayhim ith yakhtasimoon
Itulah sebagian dari berita-berita gaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), padahal engkau tidak bersama mereka ketika mereka melemparkan pena1 mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan engkau pun tidak bersama mereka ketika mereka bertengkar.
إِذْ قَالَتِ
Ith qalati almala-ikatuya maryamu inna Allaha yubashshiruki bikalimatinminhu ismuhu almaseehu AAeesa ibnu maryama wajeehanfee addunya wal-akhirati waminaalmuqarrabeen
(Ingatlah), ketika para malaikat berkata, "Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu tentang suatu kalimat (firman) dari-Nya (yaitu seorang putera) namanya Al-Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat, dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),
وَيُكَلِّمُ
Wayukallimu annasa feealmahdi wakahlan wamina assaliheen
dan dia berbicara dengan manusia (sewaktu) dalam buaian dan ketika sudah dewasa, dan dia termasuk di antara orang-orang yang saleh."
قَالَتْ رَبِّ أَ
Qalat rabbi anna yakoonu leewaladun walam yamsasnee basharun qala kathaliki Allahuyakhluqu ma yashao itha qada amranfa-innama yaqoolu lahu kun fayakoon
Dia (Maryam) berkata, "Ya Tuhanku, bagaimana mungkin aku akan mempunyai anak, padahal tidak ada seorang laki-laki pun yang menyentuhku?" Dia (Allah) berfirman, "Demikianlah Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki. Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya, "Jadilah!" Maka jadilah sesuatu itu.
وَيُعَلِّمُهُ
WayuAAallimuhu alkitaba walhikmatawattawrata wal-injeel
Dan Dia (Allah) mengajarkan kepadanya (Isa) Kitab,1 Hikmah, Taurat, dan Injil.
وَرَسُولاً إِلَىٰ بَن
Warasoolan ila banee isra-eelaannee qad ji/tukum bi-ayatin min rabbikum annee akhluqulakum mina atteeni kahay-ati attayrifaanfukhu feehi fayakoonu tayran bi-ithni Allahiwaobri-o al-akmaha wal-abrasa waohyeealmawta bi-ithni Allahi waonabbi-okum bimata/kuloona wama taddakhiroona fee buyootikum inna fee thalikalaayatan lakum in kuntum mu/mineen
Dan sebagai Rasul kepada Bani Israil (dia berkata), "Aku telah datang kepada kamu dengan satu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuatkan bagimu (sesuatu) dari tanah berbentuk seperti burung, lalu aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan izin Allah. Dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahir dan orang yang berpenyakit kusta. Dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah, dan aku beritahukan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat suatu tanda (kebenaran tentang kerasulanku) bagimu, jika kamu orang beriman.
وَمُصَدِّ
Wamusaddiqan lima baynayadayya mina attawrati wali-ohilla lakumbaAAda allathee hurrima AAalaykum waji/tukumbi-ayatin min rabbikum fattaqoo Allaha waateeAAoon
Dan sebagai seorang yang membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan agar aku menghalalkan bagi kamu sebagian dari yang telah diharamkan untukmu. Dan aku datang kepadamu membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu. Karena itu, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
إِ
Inna Allaha rabbee warabbukum faAAbudoohuhatha siratun mustaqeem
Sesungguhnya Allah itu Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus."
۞ فَلَ
Falamma ahassa AAeesaminhumu alkufra qala man ansaree ila Allahiqala alhawariyyoona nahnu ansaruAllahi amanna billahi washhadbi-anna muslimoon
Maka ketika Isa merasakan keingkaran mereka (Bani Israil), dia berkata, "Siapakah yang akan menjadi penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?" Para Ḥawāriyyūn (sahabat setianya) menjawab, "Kamilah penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang Muslim.
رَبَّن
Rabbana amanna bimaanzalta wattabaAAna arrasoola faktubnamaAAa ashshahideen
Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang Engkau turunkan dan kami telah mengikuti Rasul, karena itu tetapkanlah kami bersama golongan orang yang memberikan kesaksian."
وَمَكَرُو
Wamakaroo wamakara Allahu wallahukhayru almakireen
Dan mereka (orang-orang kafir) membuat tipu daya, maka Allah pun membalas tipu daya. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.
إِذْ قَالَ
Ith qala Allahu yaAAeesa innee mutawaffeeka warafiAAuka ilayya wamutahhirukamina allatheena kafaroo wajaAAilu allatheenaittabaAAooka fawqa allatheena kafaroo ila yawmialqiyamati thumma ilayya marjiAAukum faahkumubaynakum feema kuntum feehi takhtalifoon
(Ingatlah), ketika Allah berfirman, "Wahai Isa! Aku mengambilmu dan mengangkatmu kepada-Ku, serta menyucikanmu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikutimu di atas orang-orang yang kafir hingga hari Kiamat. Kemudian kepada-Ku engkau kembali, lalu Aku beri keputusan tentang apa yang kamu perselisihkan."
فَأَ
Faamma allatheena kafaroofaoAAaththibuhum AAathaban shadeedan fee addunyawal-akhirati wama lahum min nasireen
Maka adapun orang-orang yang kafir, maka akan Aku azab mereka dengan azab yang sangat keras di dunia dan di akhirat, sedang mereka tidak memperoleh penolong.
وَأَ
Waamma allatheena amanoowaAAamiloo assalihati fayuwaffeehimojoorahum wallahu la yuhibbu aththalimeen
Dan adapun orang yang beriman dan melakukan kebajikan, maka Dia akan memberikan pahala kepada mereka dengan sempurna. Dan Allah tidak menyukai orang zalim.
ذ
Thalika natloohu AAalayka mina al-ayatiwaththikri alhakeem
Demikianlah Kami bacakan kepadamu (Muhammad) sebagian ayat-ayat dan peringatan yang penuh hikmah.
إِ
Inna mathala AAeesa AAinda Allahikamathali adama khalaqahu min turabin thumma qalalahu kun fayakoon
Sesungguhnya perumpamaan (penciptaan) Isa bagi Allah, seperti (penciptaan) Adam. Dia menciptakannya dari tanah, kemudian Dia berkata kepadanya, "Jadilah!" Maka jadilah ia.
ٱلْحَقُّ م
Alhaqqu min rabbika fala takunmina almumtareen
Kebenaran itu dari Tuhanmu, karena itu janganlah engkau (Muhammad) termasuk orang-orang yang ragu.
فَمَنْ ح
Faman hajjaka feehi min baAAdi majaaka mina alAAilmi faqul taAAalaw nadAAu abnaanawaabnaakum wanisaana wanisaakumwaanfusana waanfusakum thumma nabtahil fanajAAal laAAnataAllahi AAala alkathibeen
Siapa yang membantahmu dalam hal ini setelah engkau memperoleh ilmu, katakanlah (Muhammad), "Marilah kita panggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri-istri kami dan istri-istrimu, kami sendiri dan diri kamu, kemudian marilah kita ber-mubahalah 1 agar laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta (di antara kita)."
إِ
Inna hatha lahuwa alqasasualhaqqu wama min ilahin illa Allahuwa-inna Allaha lahuwa alAAazeezu alhakeem
Sungguh, ini adalah kisah yang benar. Tidak ada tuhan selain Allah, dan sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.
فَإِ
Fa-in tawallaw fa-inna AllahaAAaleemun bilmufsideen
Kemudian jika mereka berpaling, maka (ketahuilah) bahwa Allah Maha Mengetahui orang-orang yang berbuat kerusakan.
قُلْ يَ
Qul ya ahla alkitabi taAAalawila kalimatin sawa-in baynana wabaynakum allanaAAbuda illa Allaha wala nushrika bihishay-an wala yattakhitha baAAdunabaAAdan arbaban min dooni Allahi fa-intawallaw faqooloo ishhadoo bi-anna muslimoon
Katakanlah (Muhammad), "Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim."
يَ
Ya ahla alkitabi lima tuhajjoonafee ibraheema wama onzilati attawratuwal-injeelu illa min baAAdihi afalataAAqiloon
Wahai Ahli Kitab! Mengapa kamu berbantah-bantahan1 tentang Ibrahim, padahal Taurat dan Injil diturunkan setelah dia (Ibrahim)? Apakah kamu tidak mengerti?
هَ
Ha antum haola-i hajajtumfeema lakum bihi AAilmun falima tuhajjoona feemalaysa lakum bihi AAilmun wallahu yaAAlamu waantumla taAAlamoon
Begitulah kamu! Kamu berbantah-bantahan tentang apa yang kamu ketahui,1 tetapi mengapa kamu berbantah-bantahan juga tentang apa yang tidak kamu ketahui?2 Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.
مَا كَانَ إِ
Ma kana ibraheemuyahoodiyyan wala nasraniyyan walakinkana haneefan musliman wama kana minaalmushrikeen
Ibrahim bukanlah seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, tetapi dia adalah seorang yang lurus,1 muslim dan dia tidaklah termasuk orang-orang musyrik.
إِ
Inna awla annasibi-ibraheema lallatheena ittabaAAoohu wahathaannabiyyu wallatheena amanoo wallahuwaliyyu almu/mineen
Orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang yang mengikutinya, dan Nabi ini (Muhammad), dan orang yang beriman. Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman.
وَدَّ
Waddat ta-ifatun min ahli alkitabilaw yudilloonakum wama yudilloona illaanfusahum wama yashAAuroon
Segolongan Ahli Kitab ingin menyesatkan kamu. Padahal (sesungguhnya), mereka tidak menyesatkan melainkan diri mereka sendiri, tetapi mereka tidak menyadari.
يَ
Ya ahla alkitabi limatakfuroona bi-ayati Allahi waantumtashhadoon
Wahai Ahli Kitab! Mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah,1 padahal kamu mengetahui (kebenarannya)?
يَ
Ya ahla alkitabi limatalbisoona alhaqqa bilbatili wataktumoonaalhaqqa waantum taAAlamoon
Wahai Ahli Kitab! Mengapa kamu mencampuradukkan kebenaran dengan kebatilan,1 dan kamu menyembunyikan kebenaran,2 padahal kamu mengetahui?
وَقَالَ
Waqalat ta-ifatun min ahlialkitabi aminoo billathee onzilaAAala allatheena amanoo wajha annahariwakfuroo akhirahu laAAallahum yarjiAAoon
Dan segolongan Ahli Kitab berkata (kepada sesamanya), "Berimanlah kamu kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang beriman pada awal siang dan ingkarilah di akhirnya, agar mereka kembali (kepada kekafiran).
وَلَا تُؤْمِن
Wala tu/minoo illa limantabiAAa deenakum qul inna alhuda huda Allahian yu/ta ahadun mithla ma ooteetum aw yuhajjookumAAinda rabbikum qul inna alfadla biyadi Allahiyu/teehi man yashao wallahu wasiAAunAAaleem
Dan janganlah kamu percaya selain kepada orang yang mengikuti agamamu.1 Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya petunjuk itu hanyalah petunjuk Allah. (Janganlah kamu percaya) bahwa seseorang akan diberi seperti apa yang diberikan kepada kamu atau bahwa mereka akan menyanggah kamu di hadapan Tuhanmu." Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya karunia itu di tangan Allah, Dia memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.
يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِه
Yakhtassu birahmatihi man yashaowallahu thoo alfadli alAAatheem
Dia menentukan rahmat-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah memiliki karunia yang besar.
۞ وَمِنْ أَهْلِ
Wamin ahli alkitabi man in ta/manhubiqintarin yu-addihi ilayka waminhum man in ta/manhubideenarin la yu-addihi ilayka illa madumta AAalayhi qa-iman thalika bi-annahum qaloolaysa AAalayna fee al-ommiyyeena sabeelun wayaqooloonaAAala Allahi alkathiba wahum yaAAlamoon
Dan di antara Ahli Kitab ada yang jika engkau percayakan kepadanya harta yang banyak, niscaya dia mengembalikannya kepadamu. Tetapi ada (pula) di antara mereka yang jika engkau percayakan kepadanya satu dinar, dia tidak mengembalikannya kepadamu, kecuali jika engkau selalu menagihnya. Yang demikian itu disebabkan mereka berkata, "Tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang yang buta huruf." Mereka mengatakan hal yang dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui.
بَلَىٰ مَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِه
Bala man awfa biAAahdihi wattaqafa-inna Allaha yuhibbu almuttaqeen
Sebenarnya barang siapa menepati janji dan bertakwa, maka sungguh, Allah mencintai orang-orang yang bertakwa.
إِ
Inna allatheena yashtaroona biAAahdiAllahi waaymanihim thamanan qaleelan ola-ikala khalaqa lahum fee al-akhirati walayukallimuhumu Allahu wala yanthuruilayhim yawma alqiyamati wala yuzakkeehim walahumAAathabun aleem
Sesungguhnya orang-orang yang memperjual belikan janji Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga murah, mereka itu tidak memperoleh bagian di akhirat, Allah tidak akan menyapa mereka, tidak akan memperhatikan mereka pada hari Kiamat, dan tidak akan menyucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih.
وَإِ
Wa-inna minhum lafareeqan yalwoonaalsinatahum bilkitabi litahsaboohu minaalkitabi wama huwa mina alkitabiwayaqooloona huwa min AAindi Allahi wama huwa minAAindi Allahi wayaqooloona AAala Allahi alkathibawahum yaAAlamoon
Dan sungguh, di antara mereka niscaya ada segolongan yang memutarbalikkan lidahnya hanya membaca Kitab, agar kamu menyangka (yang mereka baca) itu sebagian dari Kitab, padahal itu bukan dari Kitab dan mereka berkata, "Itu dari Allah," padahal itu bukan dari Allah. Mereka mengatakan hal yang dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui.
مَا كَانَ لِبَشَرٍ أ
Ma kana libasharin anyu/tiyahu Allahu alkitaba walhukmawannubuwwata thumma yaqoola linnasikoonoo AAibadan lee min dooni Allahi walakinkoonoo rabbaniyyeena bima kuntum tuAAallimoonaalkitaba wabima kuntum tadrusoon
Tidak mungkin bagi seseorang yang telah diberi kitab oleh Allah, serta hikmah dan kenabian, kemudian dia berkata kepada manusia, "Jadilah kamu penyembahku, bukan penyembah Allah," tetapi (dia berkata), "Jadilah kamu pengabdi-pengabdi Allah, karena kamu mengajarkan kitab dan karena kamu mempelajarinya!"
وَلَا يَأْمُرَكُمْ أَ
Wala ya/murakum an tattakhithooalmala-ikata wannabiyyeena arbabanaya/murukum bilkufri baAAda ith antum muslimoon
dan tidak (mungkin pula baginya) menyuruh kamu menjadikan para malaikat dan para nabi sebagai Tuhan. Apakah (patut) dia menyuruh kamu menjadi kafir setelah kamu menjadi muslim?
وَإِذْ أَخَذَ
Wa-ith akhatha Allahumeethaqa annabiyyeena lama ataytukummin kitabin wahikmatin thumma jaakumrasoolun musaddiqun lima maAAakum latu/minunna bihiwalatansurunnahu qala aaqrartum waakhathtumAAala thalikum isree qaloo aqrarnaqala fashhadoo waana maAAakum mina ashshahideen
Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi, "Manakala Aku memberikan kitab dan hikmah kepadamu lalu datang kepada kamu seorang Rasul yang membenarkan apa yang ada pada kamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya."1 Allah berfirman, "Apakah kamu setuju dan menerima perjanjian dengan-Ku atas yang demikian itu?" Mereka menjawab, "Kami setuju." Allah berfirman, "Kalau begitu bersaksilah kamu (para nabi) dan Aku menjadi saksi bersama kamu."
فَمَ
Faman tawalla baAAda thalikafaola-ika humu alfasiqoon
Maka barang siapa berpaling setelah itu, mereka itulah orang yang fasik.
أَفَغَيْرَ دِينِ
Afaghayra deeni Allahi yabghoonawalahu aslama man fee assamawati wal-arditawAAan wakarhan wa-ilayhi yurjaAAoon
Maka mengapa mereka mencari agama yang lain selain agama Allah, padahal apa yang di langit dan di bumi berserah diri kepada-Nya (baik) dengan suka maupun terpaksa, dan hanya kepada-Nya mereka dikembalikan?
قُلْ ءَامَ
Qul amanna billahiwama onzila AAalayna wama onzila AAalaibraheema wa-ismaAAeela wa-ishaqawayaAAqooba wal-asbati wama ootiya moosawaAAeesa wannabiyyoona min rabbihim lanufarriqu bayna ahadin minhum wanahnu lahumuslimoon
Katakanlah (Muhammad), "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub, dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para Nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun diantara mereka dan hanya kepada-Nya kami berserah diri."
وَم
Waman yabtaghi ghayra al-islamideenan falan yuqbala minhu wahuwa fee al-akhirati minaalkhasireen
Dan barang siapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi.
كَيْفَ يَهْدِى
Kayfa yahdee Allahu qawman kafaroobaAAda eemanihim washahidoo anna arrasoola haqqunwajaahumu albayyinatu wallahu layahdee alqawma aththalimeen
Bagaimana Allah akan memberi petunjuk kepada suatu kaum yang kafir setelah mereka beriman, serta mengakui bahwa Rasul (Muhammad) itu benar-benar (rasul), dan bukti-bukti yang jelas telah sampai kepada mereka? Allah tidak memberi petunjuk kepada orang zalim.
أُ
Ola-ika jazaohum annaAAalayhim laAAnata Allahi walmala-ikati wannasiajmaAAeen
Mereka itu, balasannya ialah ditimpa laknat Allah, para malaikat, dan manusia seluruhnya,
خَ
Khalideena feeha layukhaffafu AAanhumu alAAathabu wala hum yuntharoon
mereka kekal di dalamnya, tidak akan diringankan azabnya, dan mereka tidak diberi penangguhan,
إِلَّا
Illa allatheena taboomin baAAdi thalika waaslahoo fa-inna Allahaghafoorun raheem
kecuali orang-orang yang bertobat setelah itu, dan melakukan perbaikan, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
إِ
Inna allatheena kafaroo baAAda eemanihimthumma izdadoo kufran lan tuqbala tawbatuhum waola-ikahumu addalloon
Sungguh, orang-orang yang kafir setelah beriman, kemudian bertambah kekafirannya, tidak akan diterima tobatnya, dan mereka itulah orang-orang yang sesat.
إِ
Inna allatheena kafaroo wamatoowahum kuffarun falan yuqbala min ahadihim miloal-ardi thahaban walawi iftada bihi ola-ikalahum AAathabun aleemun wama lahum min nasireen
Sungguh, orang-orang yang kafir dan mati dalam kekafiran, tidak akan diterima (tebusan) dari seseorang di antara mereka sekalipun (berupa) emas sepenuh bumi, sekiranya dia hendak menebus diri dengannya. Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang pedih dan tidak memperoleh penolong.
لَ
Lan tanaloo albirra hattatunfiqoo mimma tuhibboona wama tunfiqoo minshay-in fa-inna Allaha bihi AAaleem
Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa pun yang kamu infakkan, tentang hal itu sungguh, Allah Maha Mengetahui.