تَبَ
وَأَسِرُّو
فَلَ
سَنَسِمُهُ
خَ
ٱلْح
وَج
فَلَيْسَ لَهُ
سَأَلَ س
يُبَصَّرُونَهُمْۚ يَوَدُّ
فَل
إِ
يُرْسِلِ
قُلْ أُوحِىَ إِلَىَّ أَ
وَأَ
يَ
۞ إِ
يَ
إِ
فَمَا تَ
ل
كَلَّا بَلْ تُحِبُّونَ
هَلْ أَتَىٰ عَلَى
عَيْ
وَمِنَ
وَ
أَلَمْ نَخْلُ
تَبَ
Tabaraka allathee biyadihialmulku wahuwa AAala kulli shay-in qadeer
Mahasuci Allah yang menguasai (segala) kerajaan, Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
ٱلَّذِى خَلَقَ
Allathee khalaqa almawta walhayataliyabluwakum ayyukum ahsanu AAamalan wahuwa alAAazeezualghafoor
Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun.
ٱلَّذِى خَلَقَ سَ
Allathee khalaqa sabAAa samawatintibaqan ma tara fee khalqi arrahmanimin tafawutin farjiAAi albasara hal taramin futoor
Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih. Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu lihat sesuatu yang cacat?
ثُ
Thumma irjiAAi albasara karratayniyanqalib ilayka albasaru khasi-an wahuwa haseer
Kemudian ulangi pandangan(mu) sekali lagi (dan) sekali lagi, niscaya pandanganmu akan kembali kepadamu tanpa menemukan cacat dan ia (pandanganmu) dalam keadaan letih.
وَلَقَ
Walaqad zayyanna assamaaaddunya bimasabeeha wajaAAalnaharujooman lishshayateeni waaAAtadna lahumAAathaba assaAAeer
Dan sungguh, telah Kami hiasi langit yang dekat, dengan bintang-bintang dan Kami jadikannya (bintang-bintang itu) sebagai alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka azab neraka yang menyala-nyala.
وَلِلَّذِينَ كَفَرُو
Walillatheena kafaroo birabbihim AAathabujahannama wabi/sa almaseer
Dan orang-orang yang ingkar kepada Tuhannya, akan mendapat azab Jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.
إِذ
Itha olqoo feeha samiAAoo lahashaheeqan wahiya tafoor
Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu membara,
تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ
Takadu tamayyazu mina alghaythikullama olqiya feeha fawjun saalahum khazanatuhaalam ya/tikum natheer
hampir meledak karena marah. Setiap kali ada sekumpulan (orang-orang kafir) dilemparkan ke dalamnya, penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka, "Apakah belum pernah ada orang yang datang memberi peringatan kepadamu (di dunia)?"
قَالُو
Qaloo bala qad jaananatheerun fakaththabna waqulna manazzala Allahu min shay-in in antum illa fee dalalinkabeer
Mereka menjawab, "Benar, sungguh, seorang pemberi peringatan telah datang kepada kami, tetapi kami mendustakan(nya) dan kami katakan, "Allah tidak menurunkan sesuatu apa pun, kamu sebenarnya di dalam kesesatan yang besar."
وَقَالُو
Waqaloo law kunna nasmaAAu awnaAAqilu ma kunna fee as-habi assaAAeer
Dan mereka berkata, "Sekiranya (dahulu) kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) tentulah kami tidak termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala."
فَ
FaAAtarafoo bithanbihim fasuhqanli-as-habi assaAAeer
Maka mereka mengakui dosanya. Tetapi jauhlah (dari rahmat Allah) bagi penghuni neraka yang menyala-nyala itu.
إِ
Inna allatheena yakhshawna rabbahumbilghaybi lahum maghfiratun waajrun kabeer
Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya yang tidak terlihat oleh mereka, mereka memperoleh ampunan dan pahala yang besar.
وَأَسِرُّو
Waasirroo qawlakum awi ijharoo bihi innahuAAaleemun bithati assudoor
Dan rahasiakanlah perkataanmu atau nyatakanlah. Sungguh, Dia Maha Mengetahui segala isi hati.
أَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ
Ala yaAAlamu man khalaqa wahuwa allateefualkhabeer
Apakah (pantas) Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui? Dan Dia Mahahalus, Maha Mengetahui.
هُوَ
Huwa allathee jaAAala lakumu al-ardathaloolan famshoo fee manakibihawakuloo min rizqihi wa-ilayhi annushoor
Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.
ءَأَمِ
Aamintum man fee assama-i anyakhsifa bikumu al-arda fa-itha hiya tamoor
Sudah merasa amankah kamu, bahwa Dia yang di langit tidak akan membuat kamu ditelan bumi ketika tiba-tiba ia terguncang?
أَمْ أَمِ
Am amintum man fee assama-ian yursila AAalaykum hasiban fasataAAlamoona kayfa natheer
atau sudah merasa amankah kamu, bahwa Dia yang di langit tidak akan mengirimkan badai yang berbatu kepadamu? Namun kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku.
وَلَقَ
Walaqad kaththaba allatheenamin qablihim fakayfa kana nakeer
Dan sungguh, orang-orang yang sebelum mereka pun telah mendustakan (rasul-rasul-Nya). Maka betapa hebatnya kemurkaan-Ku!
أَوَلَمْ يَرَوْ
Awa lam yaraw ila attayrifawqahum saffatin wayaqbidna mayumsikuhunna illa arrahmanu innahubikulli shay-in baseer
Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pengasih. Sungguh, Dia Maha Melihat segala sesuatu.
أَ
Amman hatha allathee huwajundun lakum yansurukum min dooni arrahmaniini alkafiroona illa fee ghuroor
Atau siapakah yang akan menjadi bala tentara bagimu yang dapat membelamu selain (Allah) Yang Maha Pengasih? Orang-orang kafir itu hanyalah dalam (keadaan) tertipu.
أَ
Amman hatha allatheeyarzuqukum in amsaka rizqahu bal lajjoo fee AAutuwwin wanufoor
Atau siapakah yang dapat memberimu rezeki jika Dia menahan rezeki-Nya? Bahkan mereka terus-menerus dalam kesombongan dan menjauhkan diri (dari kebenaran).
أَفَم
Afaman yamshee mukibban AAala wajhihiahda amman yamshee sawiyyan AAala siratinmustaqeem
Apakah orang yang merangkak dengan wajah tertelungkup yang lebih terpimpin (dalam kebenaran) ataukah orang yang berjalan tegap di atas jalan yang lurus?
قُلْ هُوَ
Qul huwa allathee anshaakum wajaAAalalakumu assamAAa wal-absara wal-af-idataqaleelan ma tashkuroon
Katakanlah, "Dialah yang menciptakan kamu dan menjadikan pendengaran, penglihatan dan hati nurani bagi kamu. (Tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur.
قُلْ هُوَ
Qul huwa allathee tharaakumfee al-ardi wa-ilayhi tuhsharoon
Katakanlah, "Dialah yang menjadikan kamu berkembang biak di muka bumi, dan hanya kepada-Nya kamu akan dikumpulkan."
وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَ
Wayaqooloona mata hathaalwaAAdu in kuntum sadiqeen
Dan mereka berkata, "Kapan (datangnya) ancaman itu jika kamu orang yang benar?"
قُلْ إِ
Qul innama alAAilmu AAinda Allahiwa-innama ana natheerun mubeen
Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya ilmu (tentang hari Kiamat itu) hanya ada pada Allah. Dan aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan."
فَلَ
Falamma raawhu zulfatan see-atwujoohu allatheena kafaroo waqeela hatha allatheekuntum bihi taddaAAoon
Maka ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat) sudah dekat, wajah orang-orang kafir itu menjadi muram. Dan dikatakan (kepada mereka), "Inilah (azab) yang dahulu kamu memintanya."
قُلْ أَرَءَيْتُمْ إِنْ أَهْلَكَنِىَ
Qul araaytum in ahlakaniya Allahuwaman maAAiya aw rahimana faman yujeeru alkafireenamin AAathabin aleem
Katakanlah (Muhammad), "Tahukah kamu jika Allah mematikan aku dan orang-orang yang bersamaku atau memberi rahmat kepada kami, (maka kami akan masuk surga), lalu siapa yang dapat melindungi orang-orang kafir dari azab yang pedih?"
قُلْ هُوَ
Qul huwa arrahmanu amannabihi waAAalayhi tawakkalna fasataAAlamoona man huwa fee dalalinmubeen
Katakanlah, "Dialah Yang Maha Pengasih, kami beriman kepada-Nya dan kepada-Nya kami bertawakal. Maka kelak kamu akan tahu siapa yang berada dalam kesesatan yang nyata."
قُلْ أَرَءَيْتُمْ إِنْ أَصْبَحَ م
Qul araaytum in asbaha maokumghawran faman ya/teekum bima-in maAAeen
Katakanlah (Muhammad), "Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering; maka siapa yang akan memberimu air yang mengalir?"
Noon walqalami wama yasturoon
Nūn. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan,
م
Ma anta biniAAmati rabbika bimajnoon
dengan karunia Tuhanmu engkau (Muhammad) bukanlah orang gila.
وَإِ
Wa-inna laka laajran ghayra mamnoon
Dan sesungguhnya engkau pasti mendapat pahala yang besar yang tidak putus-putusnya.
وَإِ
Wa-innaka laAAala khuluqin AAatheem
Dan sesungguhnya engkau benar-benar, berbudi pekerti yang luhur.
فَسَتُ
Fasatubsiru wayubsiroon
Maka kelak engkau akan melihat dan mereka (orang-orang kafir) pun akan melihat,
إِ
Inna rabbaka huwa aAAlamu biman dallaAAan sabeelihi wahuwa aAAlamu bilmuhtadeen
Sungguh, Tuhanmu, Dialah yang paling mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya; dan Dialah yang paling mengetahui siapa orang yang mendapat petunjuk.
فَلَا تُطِعِ
Fala tutiAAi almukaththibeen
Maka janganlah engkau patuhi orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah).
وَدُّو
Waddoo law tudhinu fayudhinoon
Mereka menginginkan agar engkau bersikap lunak maka mereka bersikap lunak (pula).
وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلَّا
Wala tutiAA kulla hallafinmaheen
Dan janganlah engkau patuhi setiap orang yang suka bersumpah dan suka menghina,
هَ
Hammazin mashsha-in binameem
suka mencela, yang kian ke mari menyebarkan fitnah,
مَّ
MannaAAin lilkhayri muAAtadin atheem
yang merintangi segala yang baik, yang melampaui batas dan banyak dosa,
عُتُل
AAutullin baAAda thalika zaneem
yang bertabiat kasar, selain itu juga terkenal kejahatannya,
أَ
An kana tha malinwabaneen
karena dia kaya dan banyak anak.1
إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِ ءَايَ
Itha tutla AAalayhi ayatunaqala asateeru al-awwaleen
Apabila ayat-ayat Kami dibacakan kepadanya, dia berkata, "(Ini adalah) dongeng-dongeng orang dahulu."
سَنَسِمُهُ
Sanasimuhu AAala alkhurtoom
Kelak dia akan Kami beri tanda pada belalai(nya).1
إِ
Inna balawnahum kamabalawna as-haba aljannati ith aqsamoolayasrimunnaha musbiheen
Sungguh, Kami telah menguji mereka (orang musyrik Mekkah) sebagaimana Kami telah menguji pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah pasti akan memetik (hasil)nya pada pagi hari,
وَلَا يَسْتَثْن
Wala yastathnoon
tetapi mereka tidak mengecualikan (dengan mengucapkan, "Insya Allah").
فَطَافَ عَلَيْهَا ط
Fatafa AAalayha ta-ifunmin rabbika wahum na-imoon
Lalu kebun itu ditimpa bencana (yang datang) dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur.
فَأَصْبَحَتْ كَ
Faasbahat kassareem
Maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita,1
فَتَنَادَوْ
Fatanadaw musbiheen
lalu pada pagi hari mereka saling memanggil.
أَنِ
Ani ighdoo AAala harthikum inkuntum sarimeen
"Pergilah pagi-pagi ke kebunmu jika kamu hendak memetik hasil."
فَ
Fantalaqoo wahum yatakhafatoon
Maka mereka pun berangkat sambil berbisik-bisik.
أ
An la yadkhulannaha alyawmaAAalaykum miskeen
"Pada hari ini jangan sampai ada orang miskin masuk ke dalam kebunmu."
وَغَدَوْ
Waghadaw AAala hardin qadireen
Dan berangkatlah mereka di pagi hari dengan niat menghalangi (orang-orang miskin) padahal mereka mampu (menolongnya).
فَلَ
Falamma raawha qalooinna ladalloon
Maka ketika mereka melihat kebun itu, mereka berkata, "Sungguh, kita ini benar-benar orang-orang yang sesat,
بَلْ نَحْنُ مَحْرُوم
Bal nahnu mahroomoon
bahkan kita tak memperoleh apa pun."
قَالَ أَوْسَطُهُمْ أَلَمْ أَقُل لَّكُمْ لَوْلَا تُسَبِّح
Qala awsatuhum alam aqul lakumlawla tusabbihoon
Berkatalah seorang yang paling bijak di antara mereka, "Bukankah aku telah mengatakan kepadamu, mengapa kamu tidak bertasbih (kepada Tuhanmu)."1
قَالُو
Qaloo subhana rabbinainna kunna thalimeen
Mereka mengucapkan, "Mahasuci Tuhan kami, sungguh, kami adalah orang-orang yang zalim."
فَأَ
Faaqbala baAAduhum AAala baAAdinyatalawamoon
Lalu mereka saling berhadapan dan saling menyalahkan.
قَالُو
Qaloo ya waylana innakunna tagheen
Mereka berkata, "Celaka kita! Sesungguhnya kita orang-orang yang melampaui batas.
عَسَىٰ رَبُّن
AAasa rabbuna an yubdilanakhayran minha inna ila rabbina raghiboon
Mudah-mudahan Tuhan memberikan ganti kepada kita dengan (kebun) yang lebih baik daripada yang ini, sungguh, kita mengharapkan ampunan dari Tuhan kita.
كَذ
Kathalika alAAathabu walaAAathabual-akhirati akbaru law kanoo yaAAlamoon
Seperti itulah azab (di dunia). Dan sungguh, azab akhirat lebih besar sekiranya mereka mengetahui.1
إِ
Inna lilmuttaqeena AAinda rabbihim jannatiannaAAeem
Sungguh, bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) surga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya.
أَفَنَ
AfanajAAalu almuslimeena kalmujrimeen
Apakah patut Kami memperlakukan orang-orang Islam itu seperti orang-orang yang berdosa (orang kafir)?1
مَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُم
Ma lakum kayfa tahkumoon
Mengapa kamu (berbuat demikian)? Bagaimana kamu mengambil keputusan?
أَمْ لَكُمْ كِتَ
Am lakum kitabun feehi tadrusoon
Atau apakah kamu mempunyai kitab (yang diturunkan Allah) yang kamu pelajari?
إِ
Inna lakum feehi lama takhayyaroon
sesungguhnya kamu dapat memilih apa saja yang ada di dalamnya.
أَمْ لَكُمْ أَيْمَ
Am lakum aymanun AAalayna balighatunila yawmi alqiyamati inna lakum lama tahkumoon
Atau apakah kamu memperoleh (janji-janji yang diperkuat dengan) sumpah dari Kami, yang tetap berlaku sampai hari Kiamat; bahwa kamu dapat mengambil keputusan (sekehendakmu)?
سَلْهُمْ أَيُّه
Salhum ayyuhum bithalika zaAAeem
Tanyakanlah kepada mereka, "Siapakah di antara mereka yang bertanggung jawab terhadap (keputusan yang diambil itu)?"
أَمْ لَهُمْ شُرَك
Am lahum shurakao falya/too bishuraka-ihimin kanoo sadiqeen
Atau apakah mereka mempunyai sekutu-sekutu? Kalau begitu hendaklah mereka mendatangkan sekutu-sekutunya jika mereka orang-orang yang benar.
يَوْمَ يُكْشَفُ عَ
Yawma yukshafu AAan saqin wayudAAawnaila assujoodi fala yastateeAAoon
(Ingatlah) pada hari ketika betis disingkapkan1 dan mereka diseru untuk bersujud; maka mereka tidak mampu,2
خَ
KhashiAAatan absaruhumtarhaquhum thillatun waqad kanoo yudAAawna ilaassujoodi wahum salimoon
pandangan mereka tertunduk ke bawah, diliputi kehinaan. Dan sungguh, dahulu (di dunia) mereka telah diseru untuk bersujud waktu mereka sehat (tetapi mereka tidak melakukan).
فَذَرْنِى وَم
Fatharnee waman yukaththibubihatha alhadeethi sanastadrijuhum min haythula yaAAlamoon
Maka serahkanlah kepada-Ku (urusannya) dan orang-orang yang mendustakan perkataan ini (Alquran). Kelak akan Kami hukum mereka berangsur-angsur dari arah yang tidak mereka ketahui,
وَأُمْلِى لَهُمْۚ إِ
Waomlee lahum inna kaydee mateen
dan Aku memberi tenggang waktu kepada mereka. Sungguh, rencana-Ku sangat teguh.
أَمْ تَسْــَٔلُهُمْ أَ
Am tas-aluhum ajran fahum min maghraminmuthqaloon
Ataukah engkau (Muhammad) meminta imbalan kepada mereka, sehingga mereka dibebani dengan hutang?
أَمْ عِ
Am AAindahumu alghaybu fahum yaktuboon
Ataukah mereka mengetahui yang gaib, lalu mereka menuliskannya?
فَ
Fasbir lihukmi rabbikawala takun kasahibi alhooti ith nadawahuwa makthoom
Maka bersabarlah engkau (Muhammad) terhadap ketetapan Tuhanmu, dan janganlah engkau seperti (Yunus) orang yang berada dalam (perut) ikan ketika dia berdoa dengan hati sedih.
لَّوْل
Lawla an tadarakahu niAAmatunmin rabbihi lanubitha bilAAara-i wahuwa mathmoom
Sekiranya dia tidak segera mendapat nikmat dari Tuhannya, pastilah dia dicampakkan ke tanah tandus dalam keadaan tercela.
فَ
Fajtabahu rabbuhu fajaAAalahumina assaliheen
Lalu Tuhannya memilihnya dan menjadikannya termasuk orang yang saleh.
وَإ
Wa-in yakadu allatheenakafaroo layuzliqoonaka bi-absarihim lamma samiAAooaththikra wayaqooloona innahu lamajnoon
Dan sungguh, orang-orang kafir itu hampir-hampir menggelincirkanmu dengan pandangan mata mereka, ketika mereka mendengar Alquran dan mereka berkata, "Dia (Muhammad) itu benar-benar orang gila."1
وَمَا هُوَ إِلَّا ذِكْ
Wama huwa illa thikrunlilAAalameen
Padahal Alquran itu tidak lain adalah peringatan bagi seluruh alam.
وَم
Wama adraka ma alhaqqa
Dan tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?
كَذَّبَتْ ثَمُودُ وَعَا
Kaththabat thamoodu waAAadun bilqariAAa
Kaum Samud, dan 'Ād telah mendustakan hari Kiamat.1
فَأَ
Faamma thamoodu faohlikoo bittaghiya
Maka adapun kaum Samud, mereka telah dibinasakan dengan suara yang sangat keras,1
وَأَ
Waamma AAadun faohlikoo bireehinsarsarin AAatiya
sedangkan kaum 'Ād, mereka telah dibinasakan dengan angin topan yang sangat dingin,
سَخَّرَهَا عَلَيْهِمْ سَ
Sakhkharaha AAalayhim sabAAa layalinwathamaniyata ayyamin husooman fataraalqawma feeha sarAAa kaannahum aAAjazunakhlin khawiya
Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam delapan hari terus-menerus; maka kamu melihat kaum 'Ād pada waktu itu mati bergelimpangan seperti batang-batang pohon kurma yang telah kosong (lapuk).
فَهَلْ تَرَىٰ لَه
Fahal tara lahum min baqiya
Maka adakah kamu melihat seorang pun yang masih tersisa di antara mereka? 1
وَج
Wajaa firAAawnu waman qablahu walmu/tafikatubilkhati-a
Kemudian datang Fir'aun dan orang-orang yang sebelumnya dan (penduduk) negeri-negeri yang dijungkir balikkan karena kesalahan yang besar. 1
فَعَصَوْ
FaAAasaw rasoola rabbihim faakhathahumakhthatan rabiya
Maka mereka mendurhakai utusan Tuhannya, Allah menyiksa mereka dengan siksaan yang sangat keras.
إِ
Inna lamma taghaalmao hamalnakum fee aljariya
Sesungguhnya ketika air naik (sampai ke gunung), Kami membawa (nenek moyang) kamu1 ke dalam kapal,
لِنَ
LinajAAalaha lakum tathkiratanwataAAiyaha othunun waAAiya
agar Kami jadikan (peristiwa itu) sebagai peringatan bagi kamu dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar.
فَإِذَا نُفِخَ فِى
Fa-itha nufikha fee assoorinafkhatun wahida
Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup,1
وَحُمِلَتِ
Wahumilati al-ardu waljibalufadukkata dakkatan wahida
dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali benturan.
فَيَوْمَئِ
Fayawma-ithin waqaAAati alwaqiAAa
Maka pada hari itu terjadilah hari Kiamat,
وَ
Wanshaqqati assamaofahiya yawma-ithin wahiya
dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi rapuh.
وَ
Walmalaku AAala arja-ihawayahmilu AAarsha rabbika fawqahum yawma-ithin thamaniya
Dan para malaikat berada di berbagai penjuru langit. Pada hari itu delapan malaikat menjunjung Arasy (singgasana) Tuhanmu di atas (kepala) mereka.
يَوْمَئِ
Yawma-ithin tuAAradoona latakhfa minkum khafiya
Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tidak ada sesuatu pun dari kamu yang tersembunyi (bagi Allah).
فَأَ
Faamma man ootiya kitabahubiyameenihi fayaqoolu haomu iqraoo kitabiyah
Adapun orang yang kitabnya1 diberikan di tangan kanannya, maka dia berkata, "Ambillah, bacalah kitabku (ini)."
إِ
Innee thanantu annee mulaqinhisabiyah
Sesungguhnya aku yakin, bahwa (suatu saat) aku akan menerima perhitungan terhadap diriku.
فَهُوَ فِى عِيشَ
Fahuwa fee AAeeshatin radiya
Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridai,
كُلُو
Kuloo washraboo hanee-an bimaaslaftum fee al-ayyami alkhaliya
(kepada mereka dikatakan), "Makan dan minumlah dengan nikmat karena amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu."
وَأَ
Waamma man ootiya kitabahubishimalihi fayaqoolu ya laytanee lam oota kitabiyah
Dan adapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kirinya, maka dia berkata, "Alangkah baiknya jika kitabku (ini) tidak diberikan kepadaku.
وَلَمْ أَ
Walam adri ma hisabiyah
Sehingga aku tidak mengetahui bagaimana perhitunganku,
يَ
Ya laytaha kanati alqadiya
Wahai, kiranya (kematian) itulah yang menyudahi segala sesuatu.
م
Ma aghna AAannee maliyah
Hartaku sama sekali tidak berguna bagiku.
هَلَكَ عَ
Halaka AAannee sultaniyah
Kekuasaanku telah hilang dariku."
خُذُوهُ فَغُلّ
Khuthoohu faghullooh
(Allah berfirman), "Tangkaplah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya."
ثُ
Thumma aljaheema sallooh
Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala.
ثُ
Thumma fee silsilatin tharAAuhasabAAoona thiraAAan faslukooh
Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta.
إِ
Innahu kana la yu/minu billahialAAatheem
Sesungguhnya dialah orang yang tidak beriman kepada Allah Yang Mahabesar.
وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ
Wala yahuddu AAalataAAami almiskeen
Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin.
فَلَيْسَ لَهُ
Falaysa lahu alyawma hahuna hameem
Maka pada hari ini di sini tidak ada seorang teman pun baginya.
وَلَا طَعَامٌ إِلَّا مِنْ غِسْل
Wala taAAamun illamin ghisleen
Dan tidak ada makanan (baginya) kecuali dari darah dan nanah.
لَّا يَأْكُلُهُ
La ya/kuluhu illa alkhati-oon
Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa.
فَل
Fala oqsimu bima tubsiroon
Maka Aku bersumpah demi apa yang kamu lihat,
إِ
Innahu laqawlu rasoolin kareem
Sesungguhnya ia (Alquran) benar-benar wahyu (yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia,
وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَاعِ
Wama huwa biqawli shaAAirinqaleelan ma tu/minoon
dan ia (Alquran) bukanlah perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu yang beriman kepadanya.
وَلَا بِقَوْلِ كَاهِ
Wala biqawli kahinin qaleelanma tathakkaroon
Dan bukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit sekali kamu yang mengambil pelajaran darinya.
تَ
Tanzeelun min rabbi alAAalameen
Ia (Alquran) adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan seluruh alam.
وَلَوْ تَقَوَّلَ عَلَيْنَا بَعْضَ
Walaw taqawwala AAalayna baAAdaal-aqaweel
Dan sekiranya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) Kami,
لَأَخَذْنَا مِنْهُ بِ
Laakhathna minhu bilyameen
pasti Kami pegang dia pada tangan kanannya.1
ثُ
Thumma laqataAAna minhualwateen
Kemudian Kami potong pembuluh jantungnya.
فَمَا مِ
Fama minkum min ahadin AAanhu hajizeen
Maka tidak seorang pun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami untuk menghukumnya).
وَإِ
Wa-innahu latathkiratun lilmuttaqeen
Dan sungguh, Alquran itu pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
وَإِ
Wa-inna lanaAAlamu anna minkum mukaththibeen
Dan sungguh, Kami mengetahui bahwa di antara kamu ada orang yang mendustakan.
وَإِ
Wa-innahu lahasratun AAala alkafireen
Dan sungguh, Alquran itu akan menimbulkan penyesalan bagi orang-orang kafir (di akhirat).
وَإِ
Wa-innahu lahaqqu alyaqeen
Dan sungguh, Alquran itu kebenaran yang meyakinkan.
فَسَبِّحْ بِ
Fasabbih bismi rabbika alAAatheem
Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahaagung.
سَأَلَ س
Saala sa-ilun biAAathabin waqiAA
Seseorang bertanya tentang azab yang pasti terjadi,
لِّلْكَ
Lilkafireena laysa lahu dafiAA
Bagi orang-orang kafir, yang tidak seorang pun dapat menolaknya,
مِّنَ
Mina Allahi thee almaAAarij
(Azab) dari Allah, yang memiliki tempat-tempat naik.
تَعْرُجُ
TaAAruju almala-ikatu warroohuilayhi fee yawmin kana miqdaruhu khamseena alfasana
Para malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan, dalam sehari setara dengan lima puluh ribu tahun.1
فَ
Fasbir sabran jameela
Maka bersabarlah engkau (Muhammad) dengan kesabaran yang baik.
إِ
Innahum yarawnahu baAAeeda
Mereka memandang (azab) itu jauh (mustahil).
وَنَرَ
Wanarahu qareeba
Sedang Kami memandangnya dekat (pasti terjadi).
يَوْمَ تَكُونُ
Yawma takoonu assamao kalmuhl
(Ingatlah) pada hari ketika langit menjadi bagaikan cairan tembaga,
وَتَكُونُ
Watakoonu aljibalu kalAAihn
dan gunung-gunung bagaikan bulu (yang beterbangan),
وَلَا يَسْــَٔلُ حَمِيمٌ حَمِيمًا ١٠
Wala yas-alu hameemun hameema
dan tidak ada seorang teman karib pun menanyakan temannya,
يُبَصَّرُونَهُمْۚ يَوَدُّ
Yubassaroonahum yawaddu almujrimu lawyaftadee min AAathabi yawmi-ithin bibaneeh
sedang mereka saling melihat. Pada hari itu, orang yang berdosa ingin sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab dengan anak-anaknya,
وَفَصِيلَتِهِ
Wafaseelatihi allatee tu/weeh
dan keluarga yang melindunginya (di dunia),
وَمَ
Waman fee al-ardi jameeAAan thummayunjeeh
dan orang-orang di bumi seluruhnya, kemudian mengharapkan (tebusan) itu dapat menyelamatkannya.
كَلّ
Kalla innaha latha
Sama sekali tidak! Sungguh, neraka itu api yang bergejolak,
تَ
TadAAoo man adbara watawalla
Yang memanggil orang yang membelakangi dan yang berpaling (dari agama),
وَجَمَعَ فَأَوْعَىٰٓ ١٨
WajamaAAa faawAAa
dan orang yang mengumpulkan (harta benda) lalu menyimpannya.1
۞ إِ
Inna al-insana khuliqa halooAAa
Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh.
إِذَا مَسَّهُ
Itha massahu ashsharrujazooAAa
Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah,
وَإِذَا مَسَّهُ
Wa-itha massahu alkhayru manooAAa
dan apabila mendapat kebaikan (harta) dia jadi kikir,
إِلَّا
Illa almusalleen
kecuali orang-orang yang melaksanakan salat,
ٱلَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ د
Allatheena hum AAala salatihimda-imoon
mereka yang tetap setia melaksanakan salatnya,
وَ
Wallatheena fee amwalihimhaqqun maAAloom
dan orang-orang yang dalam hartanya disiapkan bagian tertentu,
لِّلسّ
Lissa-ili walmahroom
bagi orang (miskin) yang meminta dan yang tidak meminta,
وَ
Wallatheena yusaddiqoonabiyawmi addeen
dan orang-orang yang mempercayai hari pembalasan,
وَ
Wallatheena hum min AAathabirabbihim mushfiqoon
dan orang-orang yang takut terhadap azab Tuhannya,
إِ
Inna AAathaba rabbihim ghayru ma/moon
sesungguhnya terhadap azab Tuhan mereka, tidak ada seseorang yang merasa aman (dari kedatangannya),
وَ
Wallatheena hum lifuroojihim hafithoon
dan orang-orang yang memelihara kemaluannya,
إِلَّا عَلَ
Illa AAala azwajihim awma malakat aymanuhum fa-innahum ghayru maloomeen
kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki1 maka sesungguhnya mereka tidak tercela.
فَمَنِ
Famani ibtagha waraa thalikafaola-ika humu alAAadoon
Maka barangsiapa mencari di luar itu (seperti zina, homoseks, dan lesbian), mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.
وَ
Wallatheena hum li-amanatihimwaAAahdihim raAAoon
Dan orang-orang yang memelihara amanat dan janjinya,
وَ
Wallatheena hum bishahadatihimqa-imoon
dan orang-orang yang berpegang teguh pada kesaksiannya,
وَ
Wallatheena hum AAala salatihimyuhafithoon
dan orang-orang yang memelihara salatnya.
أُ
Ola-ika fee jannatin mukramoon
Mereka itu dimuliakan di dalam surga.
فَمَالِ
Famali allatheena kafarooqibalaka muhtiAAeen
Maka mengapa orang-orang kafir itu datang bergegas ke hadapanmu (Muhammad),
عَنِ
AAani alyameeni waAAani ashshimaliAAizeen
dari kanan dan dari kiri dengan berkelompok-kelompok?1
أَيَ
AyatmaAAu kullu imri-in minhum anyudkhala jannata naAAeem
Apakah setiap orang dari orang-orang kafir itu ingin masuk surga yang penuh kenikmatan?
كَلّ
Kalla inna khalaqnahummimma yaAAlamoon
tidak mungkin! Sesungguhnya Kami menciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui.1
فَل
Fala oqsimu birabbi almashariqiwalmagharibi inna laqadiroon
Maka Aku bersumpah demi Tuhan yang mengatur tempat-tempat terbit dan terbenamnya (matahari, bulan dan bintang), sungguh, Kami pasti mampu,
عَلَ
AAala an nubaddila khayran minhum wamanahnu bimasbooqeen
untuk mengganti (mereka) dengan kaum yang lebih baik dari mereka, dan Kami tidak dapat dikalahkan.
فَذَرْهُمْ يَخُوضُو
Fatharhum yakhoodoowayalAAaboo hatta yulaqoo yawmahumu allatheeyooAAadoon
Maka biarkanlah mereka tenggelam dan bermain-main (dalam kesesatan) sampai mereka menjumpai hari yang diancamkan kepada mereka,
يَوْمَ يَخْرُجُونَ مِنَ
Yawma yakhrujoona mina al-ajdathi siraAAankaannahum ila nusubin yoofidoon
(yaitu) pada hari ketika mereka keluar dari kubur dengan cepat seakan-akan mereka pergi dengan segera kepada berhala-berhala (sewaktu di dunia),
خَ
KhashiAAatan absaruhumtarhaquhum thillatun thalika alyawmu allatheekanoo yooAAadoon
pandangan mereka tertunduk ke bawah diliputi kehinaan. Itulah hari yang diancamkan kepada mereka.
إِ
Inna arsalna noohan ilaqawmihi an anthir qawmaka min qabli an ya/tiyahum AAathabunaleem
Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dengan perintah), "Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya azab yang pedih."
قَالَ يَ
Qala ya qawmi innee lakum natheerunmubeen
Dia (Nuh) berkata, "Wahai kaumku! Sesungguhnya aku ini seorang pemberi peringatan yang menjelaskan kepada kamu,
أَنِ
Ani oAAbudoo Allaha wattaqoohuwaateeAAoon
(yaitu) sembahlah Allah, bertakwalah kepada-Nya dan taatlah kepadaku,
يَغْفِرْ لَك
Yaghfir lakum min thunoobikumwayu-akhkhirkum ila ajalin musamman inna ajala Allahiitha jaa la yu-akhkharu law kuntumtaAAlamoon
niscaya Dia mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkan kamu (memanjangkan umurmu) sampai pada batas waktu yang ditentukan. Sungguh, ketetapan Allah itu apabila telah datang tidak dapat ditunda, seandainya kamu mengetahui."
قَالَ رَبِّ إِ
Qala rabbi innee daAAawtu qawmeelaylan wanahara
Dia (Nuh) berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku siang dan malam,
فَلَمْ يَزِ
Falam yazidhum duAAa-ee illafirara
tetapi seruanku itu tidak menambah (iman) mereka, justru mereka lari (dari kebenaran).
وَإِ
Wa-innee kullama daAAawtuhumlitaghfira lahum jaAAaloo asabiAAahum fee athanihimwastaghshaw thiyabahum waasarroo wastakbarooistikbara
Dan sesungguhnya aku setiap kali menyeru mereka (untuk beriman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jarinya ke telinganya dan menutupkan bajunya (ke wajahnya) dan mereka tetap (mengingkari) dan sangat menyombongkan diri.
ثُ
Thumma innee daAAawtuhum jihara
Lalu sesungguhnya aku menyeru mereka dengan cara terang-terangan.1
ثُ
Thumma innee aAAlantu lahum waasrartu lahumisrara
Kemudian aku menyeru mereka secara terbuka dan dengan diam-diam,1
فَقُلْتُ
Faqultu istaghfiroo rabbakum innahu kanaghaffara
maka aku berkata (kepada mereka), "Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, Sungguh, Dia Maha Pengampun,
يُرْسِلِ
Yursili assamaa AAalaykummidrara
niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu,
وَيُمْدِ
Wayumdidkum bi-amwalin wabaneenawayajAAal lakum jannatin wayajAAal lakum anhara
dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu."
مَّا لَكُمْ لَا تَرْجُونَ لِلَّهِ وَقَارًا ١٣
Ma lakum la tarjoona lillahiwaqara
Mengapa kamu tidak takut akan kebesaran Allah?
وَقَ
Waqad khalaqakum atwara
Dan sungguh, Dia telah menciptakan kamu dalam beberapa fase (kejadian).1
أَلَمْ تَرَوْ
Alam taraw kayfa khalaqa AllahusabAAa samawatin tibaqa
Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis?
وَجَعَلَ
WajaAAala alqamara feehinna nooran wajaAAalaashshamsa siraja
Dan di sana Dia menciptakan bulan yang bercahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita (yang cemerlang)?
وَ
Wallahu anbatakum mina al-ardinabata
Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah, tumbuh (berangsur-angsur),
ثُ
Thumma yuAAeedukum feehawayukhrijukum ikhraja
kemudian Dia akan mengembalikan kamu ke dalamnya (tanah) dan mengeluarkan kamu (pada hari Kiamat) dengan pasti.
وَ
Wallahu jaAAala lakumu al-ardabisata
Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan,
لِّتَسْلُكُو
Litaslukoo minha subulan fijaja
agar kamu dapat pergi kian kemari di jalan-jalan yang luas.
قَالَ نُو
Qala noohun rabbi innahum AAasawneewattabaAAoo man lam yazidhu maluhu wawaladuhu illakhasara
Nuh berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka durhaka kepadaku, dan mereka mengikuti orang-orang yang harta dan anak-anaknya hanya menambah kerugian baginya,
وَمَكَرُو
Wamakaroo makran kubbara
dan mereka melakukan tipu daya yang sangat besar."
وَقَالُو
Waqaloo la tatharunna alihatakumwala tatharunna waddan wala suwaAAanwala yaghootha wayaAAooqa wanasra
Dan mereka berkata, "Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Wadd, dan jangan pula Suwā', Yagūṡ, Ya'ūq dan Nasr."1
وَقَ
Waqad adalloo katheeran walatazidi aththalimeena illa dalala
Dan sungguh, mereka telah menyesatkan orang banyak; dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kesesatan.
مِّ
Mimma khatee-atihimoghriqoo faodkhiloo naran falam yajidoo lahum min dooniAllahi ansara
Disebabkan kesalahan-kesalahan mereka, mereka ditenggelamkan lalu dimasukkan ke neraka, maka mereka tidak mendapat penolong selain Allah.
وَقَالَ نُو
Waqala noohun rabbi latathar AAala al-ardi mina alkafireenadayyara
Dan Nuh berkata, "Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi.
إِ
Innaka in tatharhum yudillooAAibadaka wala yalidoo illa fajirankaffara
Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka hanya akan melahirkan anak-anak yang jahat dan tidak tahu bersyukur.
رَّبِّ
Rabbi ighfir lee waliwalidayyawaliman dakhala baytiya mu/minan walilmu/mineena walmu/minatiwala tazidi aththalimeena illatabaran
Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu bapakku, dan siapa pun yang memasuki rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kehancuran."
قُلْ أُوحِىَ إِلَىَّ أَ
Qul oohiya ilayya annahu istamaAAanafarun mina aljinni faqaloo inna samiAAnaqur-anan AAajaba
Katakanlah (Muhammad), "Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan (bacaan)," lalu mereka berkata, "Kami telah mendengarkan bacaan yang menakjubkan (Alquran),
يَهْد
Yahdee ila arrushdi faamannabihi walan nushrika birabbina ahada
(yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan sesuatu pun dengan Tuhan kami,
وَأَ
Waannahu taAAala jaddu rabbinama ittakhatha sahibatan wala walada
dan sesungguhnya Mahatinggi keagungan Tuhan kami, Dia tidak beristri dan tidak beranak."
وَأَ
Waannahu kana yaqoolu safeehunaAAala Allahi shatata
Dan sesungguhnya orang yang bodoh di antara kami dahulu selalu mengucapkan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah,1
وَأَ
Waanna thanannaan lan taqoola al-insu waljinnu AAala Allahikathiba
dan sesungguhnya kami mengira, bahwa manusia dan jin itu tidak akan mengatakan perkataan yang dusta terhadap Allah,
وَأَ
Waannahu kana rijalun minaal-insi yaAAoothoona birijalin mina aljinni fazadoohumrahaqa
dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia yang meminta perlindungan1 kepada beberapa laki-laki dari jin, tetapi mereka (jin) menjadikan mereka (manusia) bertambah sesat.
وَأَ
Waannahum thannoo kama thanantuman lan yabAAatha Allahu ahada
Dan sesungguhnya mereka (jin) mengira seperti kamu (orang musyrik Mekkah) yang juga mengira bahwa Allah tidak akan membangkitkan kembali siapa pun (pada hari Kiamat).
وَأَ
Waanna lamasna assamaafawajadnaha muli-at harasan shadeedanwashuhuba
Dan sesungguhnya kami (jin) telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api,
وَأَ
Waanna kunna naqAAudu minhamaqaAAida lissamAAi faman yastamiAAi al-anayajid lahu shihaban rasada
dan sesungguhnya kami (jin) dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mencuri dengar (berita-beritanya). Tetapi sekarang1 siapa (mencoba) mencuri dengar (seperti itu) pasti akan menjumpai panah-panah api yang mengintai (untuk membakarnya).
وَأَ
Waanna la nadree asharrunoreeda biman fee al-ardi am arada bihim rabbuhumrashada
Dan sesungguhnya kami (jin) tidak mengetahui (adanya penjagaan itu) apakah keburukan yang dikehendaki orang yang di bumi ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan baginya.
وَأَ
Waanna minna assalihoonawaminna doona thalika kunna tara-iqaqidada
Dan sesungguhnya di antara kami (jin) ada yang saleh dan ada (pula) kebalikannya. Kami menempuh jalan yang berbeda-beda.
وَأَ
Wanna thanannaan lan nuAAjiza Allaha fee al-ardi walan nuAAjizahuharaba
Dan sesungguhnya kami (jin) telah menduga, bahwa kami tidak akan mampu melepaskan diri (dari kekuasaan) Allah di bumi dan tidak (pula) dapat lari melepaskan diri (dari)-Nya.
وَأَ
Waanna lamma samiAAnaalhuda amanna bihi faman yu/min birabbihifala yakhafu bakhsan wala rahaqa
Dan sesungguhnya ketika kami (jin) mendengar petunjuk (Alquran), kami beriman kepadanya. Maka barangsiapa beriman kepada Tuhan, maka tidak perlu ia takut rugi atau berdosa.
وَأَ
Waanna minna almuslimoonawaminna alqasitoona faman aslama faola-ikataharraw rashada
Dan di antara kami ada yang Islam dan ada yang menyimpang dari kebenaran. Siapa yang Islam, maka mereka itu telah memilih jalan yang lurus.
وَأَ
Waama alqasitoona fakanoolijahannama hataba
Dan adapun yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi bahan bakar bagi neraka Jahanam."
وَأَلَّوِ
Waallawi istaqamoo AAala attareeqatilaasqaynahum maan ghadaqa
Dan sekiranya mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), niscaya Kami akan mencurahkan kepada mereka air yang cukup.
لِّنَفْتِنَهُمْ فِيهِۚ وَم
Linaftinahum feehi waman yuAArid AAanthikri rabbihi yasluk-hu AAathaban saAAada
Dengan (cara) itu Kami hendak menguji mereka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan Tuhannya, niscaya akan dimasukkan-Nya ke dalam azab yang sangat berat.
وَأَ
Waanna almasajida lillahi falatadAAoo maAAa Allahi ahada
Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah untuk Allah. Maka janganlah kamu menyembah apa pun di dalamnya selain Allah.
وَأَ
Waannahu lamma qama AAabdu AllahiyadAAoohu kadoo yakoonoona AAalayhi libada
Dan sesungguhnya ketika hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah-Nya (melaksanakan salat), mereka (jin-jin) itu berdesakan mengerumuninya.
قُلْ إِ
Qul innama adAAoo rabbee walaoshriku bihi ahada
Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya aku hanya menyembah Tuhanku dan aku tidak mempersekutukan sesuatu pun dengan-Nya."
قُلْ إِ
Qul innee la amliku lakum darranwala rashada
Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak kuasa menolak mudarat maupun mendatangkan kebaikan kepadamu."
قُلْ إِ
Qul innee lan yujeeranee mina Allahiahadun walan ajida min doonihi multahada
Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya tidak ada sesuatu pun yang dapat melindungiku dari (azab) Allah dan aku tidak akan memperoleh tempat berlindung selain dari-Nya.
إِلَّا بَلَ
Illa balaghan mina Allahiwarisalatihi waman yaAAsi Allahawarasoolahu fa-inna lahu nara jahannama khalideenafeeha abada
(Aku hanya) menyampaikan (peringatan) dari Allah dan risalah-Nya. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia akan mendapat (azab) neraka Jahanam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya."
حَتَّ
Hatta itha raaw mayooAAadoona fasayaAAlamoona man adAAafu nasiranwaaqallu AAadada
Sehingga apabila mereka melihat (azab) yang diancamkan kepadanya, maka mereka akan mengetahui siapakah yang lebih lemah penolongnya dan lebih sedikit jumlahnya.
قُلْ إِنْ أَ
Qul in adree aqareebun ma tooAAadoonaam yajAAalu lahu rabbee amada
Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak mengetahui, apakah azab yang diancamkan kepadamu itu sudah dekat ataukah Tuhanku menetapkan waktunya masih lama."
عَ
AAalimu alghaybi fala yuthhiruAAala ghaybihi ahada
Dia Mengetahui yang gaib, tetapi Dia tidak memperlihatkan kepada siapa pun tentang yang gaib itu.
إِلَّا مَنِ
Illa mani irtada min rasoolinfa-innahu yasluku min bayni yadayhi wamin khalfihi rasada
Kecuali kepada rasul yang diridai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di depan dan di belakangnya.
لِّيَعْلَمَ أَ
LiyaAAlama an qad ablaghoo risalatirabbihim waahata bima ladayhim waahsa kullashay-in AAadada
Agar Dia mengetahui, bahwa rasul-rasul itu sungguh, telah menyampaikan risalah Tuhannya, sedang (ilmu-Nya) meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu.
يَ
Ya ayyuha almuzzammil
Wahai orang yang berselimut (Muhammad)!
قُمِ
Qumi allayla illa qaleela
bangunlah (untuk salat) pada malam hari, kecuali1 sebagian kecil.
نِّصْفَهُ
Nisfahu awi onqus minhu qaleela
(yaitu) separuhnya atau kurang sedikit dari itu,
أَوْ زِ
Aw zid AAalayhi warattili alqur-anatarteela
atau lebih dari (seperdua) itu, dan bacalah Alquran itu dengan perlahan-lahan.
إِ
Inna sanulqee AAalayka qawlan thaqeela
Sesungguhnya Kami akan menurunkan perkataan yang berat kepadamu.
إِ
Inna nashi-ata allayli hiya ashaddu wat-anwaaqwamu qeela
Sungguh, bangun malam itu lebih kuat (mengisi jiwa); dan (bacaan di waktu itu) lebih berkesan.
إِ
Inna laka fee annahari sabhantaweela
Sesungguhnya pada siang hari engkau sangat sibuk dengan urusan-urusan yang panjang.
وَ
Wathkuri isma rabbikawatabattal ilayhi tabteela
Dan sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadahlah kepada-Nya dengan sepenuh hati.
رَّبُّ
Rabbu almashriqi walmaghribi lailaha illa huwa fattakhithhu wakeela
(Dialah) Tuhan timur dan barat, tidak ada tuhan selain Dia, maka jadikanlah Dia sebagai pelindung.
وَ
Wasbir AAala mayaqooloona wahjurhum hajran jameela
Dan bersabarlah (Muhammad) terhadap apa yang mereka katakan dan tinggalkanlah mereka dengan cara yang baik.
وَذَرْنِى وَ
Watharnee walmukaththibeenaolee annaAAmati wamahhilhum qaleela
Dan biarkanlah Aku (yang bertindak) terhadap orang-orang yang mendustakan, yang memiliki segala kenikmatan hidup, dan berilah mereka penangguhan sebentar.
إِ
Inna ladayna ankalan wajaheema
Sungguh, di sisi Kami ada belenggu-belenggu (yang berat) dan neraka yang menyala-nyala,
وَطَعَا
WataAAaman tha ghussatinwaAAathaban aleema
dan (ada) makanan yang menyumbat di kerongkongan dan azab yang pedih.
يَوْمَ تَرْجُفُ
Yawma tarjufu al-ardu waljibaluwakanati aljibalu katheeban maheela
(Ingatlah) pada hari (ketika) bumi dan gunung-gunung berguncang keras, dan menjadilah gunung-gunung itu seperti onggokan pasir yang dicurahkan.
إِ
Inna arsalna ilaykum rasoolanshahidan AAalaykum kama arsalna ilafirAAawna rasoola
Sesungguhnya Kami telah mengutus seorang Rasul (Muhammad) kepada kamu, yang menjadi saksi terhadapmu, sebagaimana Kami telah mengutus seorang Rasul kepada Fir'aun.
فَعَصَىٰ فِرْعَوْنُ
FaAAasa firAAawnu arrasoolafaakhathnahu akhthan wabeela
Namun Fir'aun mendurhakai Rasul itu, maka Kami siksa dia dengan siksaan yang berat.
فَكَيْفَ تَتَّقُونَ إِ
Fakayfa tattaqoona in kafartum yawmanyajAAalu alwildana sheeba
Lalu bagaimanakah kamu akan dapat menjaga dirimu jika kamu tetap kafir kepada hari yang menjadikan anak-anak beruban.
ٱ
Assamao munfatirunbihi kana waAAduhu mafAAoola
Langit terbelah pada hari itu. Janji Allah pasti terlaksana.
إِ
Inna hathihi tathkiratun famanshaa ittakhatha ila rabbihi sabeela
Sungguh, ini adalah peringatan. Barangsiapa menghendaki, niscaya dia mengambil jalan (yang lurus) kepada Tuhannya.
۞ إِ
Inna rabbaka yaAAlamu annaka taqoomu adnamin thuluthayi allayli wanisfahu wathuluthahu wata-ifatunmina allatheena maAAaka wallahu yuqaddiruallayla wannahara AAalima an lan tuhsoohufataba AAalaykum faqraoo ma tayassara minaalqur-ani AAalima an sayakoonu minkum marda waakharoonayadriboona fee al-ardi yabtaghoona min fadliAllahi waakharoona yuqatiloona fee sabeeliAllahi faqraoo ma tayassara minhu waaqeemooassalata waatoo azzakatawaaqridoo Allaha qardan hasanan wamatuqaddimoo li-anfusikum min khayrin tajidoohu AAinda Allahihuwa khayran waaAAthama ajran wastaghfirooAllaha inna Allaha ghafoorun raheem
Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwa engkau (Muhammad) berdiri (salat) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersamamu. Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menentukan batas-batas waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Alquran; Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit, dan yang lain berjalan di bumi mencari sebagian karunia Allah; dan yang lain berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Alquran dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
يَ
Ya ayyuha almuddaththir
Wahai orang yang berkemul (berselimut)!
وَ
Warrujza fahjur
dan tinggalkanlah segala (perbuatan) yang keji,
وَلَا تَمْنُ
Wala tamnun tastakthir
dan janganlah engkau (Muhammad) memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.
فَإِذَا نُقِرَ فِى
Fa-itha nuqira fee annaqoor
Maka apabila sangkakala ditiup,
فَذ
Fathalika yawma-ithin yawmunAAaseer
maka itulah hari yang serba sulit,
عَلَى
AAala alkafireena ghayruyaseer
bagi orang-orang kafir tidak mudah.
ذَرْنِى وَمَنْ خَلَ
Tharnee waman khalaqtu waheeda
Biarkanlah Aku (yang bertindak) terhadap orang yang Aku sendiri telah menciptakannya,1
وَجَعَلْتُ لَهُ
WajaAAaltu lahu malan mamdooda
dan Aku berikan baginya kekayaan yang melimpah,
وَمَهَّ
Wamahhadtu lahu tamheeda
dan Aku berikan baginya kelapangan (hidup) seluas-luasnya.
ثُ
Thumma yatmaAAu an azeed
kemudian dia ingin sekali agar Aku menambahnya.
كَلّ
Kalla innahu kana li-ayatinaAAaneeda
Tidak bisa! Sesungguhnya dia telah menentang ayat-ayat Kami (Alquran).
سَأُرْهِقُهُ
Saorhiquhu saAAooda
Aku akan membebaninya dengan pendakian yang meletihkan.
إِ
Innahu fakkara waqaddar
Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya),
فَقُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَ ١٩
Faqutila kayfa qaddar
maka celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan?
ثُ
Thumma qutila kayfa qaddar
sekali lagi, celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan?
ثُ
Thumma AAabasa wabasar
lalu berwajah masam dan cemberut,
ثُ
Thumma adbara wastakbar
kemudian berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri,
فَقَالَ إِنْ هَ
Faqala in hatha illa sihrunyu/thar
lalu dia berkata, "(Alquran) ini hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu).
إِنْ هَ
In hatha illa qawlu albashar
Ini hanyalah perkataan manusia."
سَأُصْلِيهِ سَقَرَ ٢٦
Saosleehi saqar
Kelak, Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar,
وَم
Wama adraka ma saqar
Dan tahukah kamu apa (neraka) Saqar itu?
لَا تُ
La tubqee wala tathar
Ia (Saqar itu) tidak meninggalkan dan tidak membiarkan,1
لَوَّاحَ
Lawwahatun lilbashar
yang menghanguskan kulit manusia.
عَلَيْهَا تِسْعَةَ عَشَرَ ٣٠
AAalayha tisAAata AAashar
Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga).
وَمَا جَعَلْن
Wama jaAAalna as-habaannari illa mala-ikatan wamajaAAalna AAiddatahum illa fitnatan lillatheenakafaroo liyastayqina allatheena ootoo alkitabawayazdada allatheena amanoo eemananwala yartaba allatheena ootoo alkitabawalmu/minoona waliyaqoola allatheena feequloobihim maradun walkafiroona mathaarada Allahu bihatha mathalan kathalikayudillu Allahu man yashao wayahdee man yashaowama yaAAlamu junooda rabbika illa huwa wamahiya illa thikra lilbashar
Dan yang Kami jadikan penjaga neraka itu hanya dari malaikat; dan Kami menentukan bilangan mereka itu hanya sebagai cobaan bagi orang-orang kafir, agar orang-orang yang diberi kitab menjadi yakin, agar orang yang beriman bertambah imannya, agar orang-orang yang diberi kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu; dan agar orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (berkata), "Apakah yang dikehendaki Allah dengan (bilangan) ini sebagai suatu perumpamaan?" Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada orang-orang yang Dia kehendaki. Dan tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri. Dan Saqar itu tidak lain hanyalah peringatan bagi manusia.
وَ
Wallayli ith adbar
dan demi malam ketika telah berlalu,
وَ
Wassubhi ithaasfar
dan demi subuh apabila mulai terang,
إِ
Innaha la-ihda alkubar
sesungguhnya (Saqar itu) adalah salah satu (bencana) yang sangat besar,
لِمَ
Liman shaa minkum an yataqaddama awyataakhkhar
(yaitu) bagi siapa di antara kamu yang ingin maju atau mundur.1
كُلُّ نَفْ
Kullu nafsin bima kasabat raheena
Setiap orang bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukannya,
فِى جَ
Fee jannatin yatasaaloon
berada di dalam surga, mereka saling menanyakan,
عَنِ
AAani almujrimeen
tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa,
مَا سَلَكَكُمْ فِى سَقَرَ ٤٢
Ma salakakum fee saqar
"Apa yang menyebabkan kamu masuk ke dalam (neraka) Saqar?"
قَالُو
Qaloo lam naku mina almusalleen
Mereka menjawab, "Dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang melaksanakan salat,
وَلَمْ نَكُ نُ
Walam naku nutAAimu almiskeen
dan kami (juga) tidak memberi makan orang miskin,
وَكُ
Wakunna nakhoodu maAAa alkha-ideen
bahkan kami biasa berbincang (untuk tujuan yang batil), bersama orang-orang yang membicarakannya,
وَكُ
Wakunna nukaththibu biyawmi addeen
dan kami mendustakan hari pembalasan,
حَتَّ
Hatta atanaalyaqeen
sampai datang kepada kami kematian."
فَمَا تَ
Fama tanfaAAuhum shafaAAatu ashshafiAAeen
Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafaat (pertolongan) dari orang-orang yang memberikan syafaat.
فَمَا لَهُمْ عَنِ
Fama lahum AAani attathkiratimuAArideen
Lalu mengapa mereka (orang-orang kafir) berpaling dari peringatan (Allah)?
كَأَ
Kaannahum humurun mustanfira
seakan-akan mereka keledai liar yang lari terkejut,
بَلْ يُرِيدُ كُلُّ
Bal yureedu kullu imri-in minhum an yu/tasuhufan munashshara
Bahkan setiap orang dari mereka ingin agar diberikan kepadanya lembaran-lembaran (kitab) yang terbuka.
كَلَّاۖ بَل لَّا يَخَافُونَ
Kalla bal la yakhafoonaal-akhira
Tidak! Sebenarnya mereka tidak takut kepada akhirat.
كَلّ
Kalla innahu tathkira
Tidak! Sesungguhnya (Alquran) itu benar-benar suatu peringatan.
فَمَ
Faman shaa thakarah
Maka barangsiapa menghendaki, tentu dia mengambil pelajaran darinya.
وَمَا يَذْكُرُونَ إِلّ
Wama yathkuroona illaan yashaa Allahu huwa ahlu attaqwawaahlu almaghfirat
Dan mereka tidak akan mengambil pelajaran darinya (Alquran) kecuali (jika) Allah menghendakinya. Dialah Tuhan yang patut (kita) bertakwa kepada-Nya dan yang berhak memberi ampun.
ل
La oqsimu biyawmi alqiyamat
Aku bersumpah dengan hari Kiamat,
وَل
Wala oqsimu binnafsi allawwamat
dan aku bersumpah demi jiwa yang selalu menyesali (dirinya sendiri).
أَيَحْسَبُ
Ayahsabu al-insanu allannajmaAAa AAithamah
Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya?
بَلَىٰ قَ
Bala qadireena AAala annusawwiya bananah
(Bahkan) Kami mampu menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna.
بَلْ يُرِيدُ
Bal yureedu al-insanu liyafjura amamah
Tetapi manusia hendak membuat maksiat terus menerus.
يَسْــَٔلُ أَيَّانَ يَوْمُ
Yas-alu ayyana yawmu alqiyama
Dia bertanya, "Kapankah hari Kiamat itu?"
فَإِذَا بَرِقَ
Fa-itha bariqa albasar
Maka apabila mata terbelalak (ketakutan),
وَجُمِعَ
WajumiAAa ashshamsu walqamar
lalu matahari dan bulan dikumpulkan,
يَقُولُ
Yaqoolu al-insanu yawma-ithinayna almafar
pada hari itu manusia berkata, "Ke mana tempat pelarian?"
إِلَىٰ رَبِّكَ يَوْمَئِذٍ
Ila rabbika yawma-ithinalmustaqar
Hanya kepada Tuhanmu tempat kembali pada hari itu.
يُنَبَّؤُ
Yunabbao al-insanu yawma-ithinbima qaddama waakhkhar
Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya.
بَلِ
Bali al-insanu AAala nafsihibaseera
Bahkan manusia menjadi saksi atas dirinya sendiri,1
وَلَوْ أَلْقَىٰ مَعَاذِيرَهُۥ ١٥
Walaw alqa maAAatheerah
dan meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya.
لَا تُحَرِّكْ بِه
La tuharrik bihi lisanakalitaAAjala bih
Jangan engkau (Muhammad) gerakkan lidahmu (untuk membaca Alquran) karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya.
إِ
Inna AAalayna jamAAahu waqur-anah
Sesungguhnya Kami yang akan mengumpulkannya (di dadamu) dan membacakannya.
فَإِذَا قَرَأْنَ
Fa-itha qara/nahu fattabiAAqur-anah
Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.
ثُ
Thumma inna AAalayna bayanah
Kemudian sesungguhnya Kami yang akan menjelaskannya.
كَلَّا بَلْ تُحِبُّونَ
Kalla bal tuhibboona alAAajila
Tidak! Bahkan Kamu mencintai kehidupan dunia,
وَتَذَرُونَ
Watatharoona al-akhira
dan mengabaikan (kehidupan) akhirat.
وُجُو
Wujoohun yawma-ithin nadira
Wajah-wajah (orang mukmin) pada hari itu berseri-seri.
وَوُجُو
Wawujoohun yawma-ithin basira
Dan wajah-wajah (orang kafir) pada hari itu muram,
تَظُ
Tathunnu an yufAAala bihafaqira
mereka yakin bahwa akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang sangat dahsyat.
كَلّ
Kalla itha balaghati attaraqiy
Tidak! Apabila (nyawa) telah sampai ke kerongkongan,
وَقِيلَ م
Waqeela man raq
dan dikatakan (kepadanya), "Siapa yang dapat menyembuhkan?"
وَظَ
Wathanna annahu alfiraq
dan dia yakin bahwa itulah waktu perpisahan (dengan dunia),
وَ
Waltaffati assaqu bilssaq
dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan),1
إِلَىٰ رَبِّكَ يَوْمَئِذٍ
Ila rabbika yawma-ithin almasaq
kepada Tuhanmu lah pada hari itu kamu dihalau.
فَلَا صَدَّقَ وَلَا صَلَّىٰ ٣١
Fala saddaqa wala salla
Karena dia (dahulu) tidak mau membenarkan (Alquran dan Rasul) dan tidak mau melaksanakan salat,
وَلَ
Walakin kaththaba watawalla
tetapi justru dia mendustakan (Rasul) dan berpaling (dari kebenaran),
ثُ
Thumma thahaba ila ahlihiyatamatta
kemudian dia pergi kepada keluarganya dengan sombong.
ثُ
Thumma awla laka faawla
sekali lagi, celakalah kamu (manusia)! Maka celakalah!
أَيَحْسَبُ
Ayahsabu al-insanu an yutrakasuda
Apakah manusia mengira, dia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung-jawaban)?
أَلَمْ يَكُ نُ
Alam yaku nutfatan min manayyin yumna
Bukankah dia mulanya hanya setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim),
ثُ
Thumma kana AAalaqatan fakhalaqafasawwa
kemudian (mani itu) menjadi sesuatu yang melekat, lalu Allah menciptakannya dan menyempurnakannya,
فَجَعَلَ مِنْهُ
FajaAAala minhu azzawjayni aththakarawal-ontha
lalu Dia menjadikan darinya sepasang laki-laki dan perempuan.
أَلَيْسَ ذ
Alaysa thalika biqadirin AAalaan yuhyiya almawta
Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati?
هَلْ أَتَىٰ عَلَى
Hal ata AAala al-insani heenunmina addahri lam yakun shay-an mathkoora
Bukankah pernah datang kepada manusia waktu dari masa, yang ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?
إِ
Inna khalaqna al-insanamin nutfatin amshajin nabtaleehi fajaAAalnahusameeAAan baseera
Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur1 yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.
إِ
Inna hadaynahu assabeelaimma shakiran wa-imma kafoora
Sungguh, Kami telah menunjukkan kepadanya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kufur.
إِ
Inna aAAtadna lilkafireenasalasila waaghlalan wasaAAeera
Sungguh, Kami telah menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu dan neraka yang menyala-nyala.
إِ
Inna al-abrara yashraboona min ka/sinkana mizajuha kafoora
Sungguh, orang-orang yang berbuat kebajikan akan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur,1
عَيْ
AAaynan yashrabu biha AAibaduAllahi yufajjiroonaha tafjeera
(yaitu) mata air (dalam surga) yang di minum oleh hamba-hamba Allah dan mereka dapat memancarkannya dengan sebaik-baiknya.
يُوفُونَ بِ
Yoofoona binnathri wayakhafoonayawman kana sharruhu mustateera
Mereka memenuhi nazar1 dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana.
وَيُ
WayutAAimona attaAAamaAAala hubbihi miskeenan wayateeman waaseera
Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan,
إِ
Innama nutAAimukum liwajhi Allahila nureedu minkum jazaan wala shukoora
(sambil berkata), "Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah karena mengharapkan keridaan Allah, kami tidak mengharap balasan dan terima kasih dari kamu.
إِ
Inna nakhafu min rabbinayawman AAaboosan qamtareera
Sungguh, kami takut akan (azab) Tuhan pada hari (ketika) orang-orang berwajah masam penuh kesulitan."
فَوَقَ
Fawaqahumu Allahu sharra thalikaalyawmi walaqqahum nadratan wasuroora
Maka Allah melindungi mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka keceriaan dan kegembiraan.
وَجَزَ
Wajazahum bima sabaroojannatan wahareera
Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabarannya (berupa) surga dan (pakaian) sutera.
مُّتَّكِــِٔينَ فِيهَا عَلَى
Muttaki-eena feeha AAala al-ara-ikila yarawna feeha shamsan wala zamhareera
di sana mereka duduk bersandar di atas dipan, di sana mereka tidak melihat (merasakan teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang berlebihan.
وَدَانِيَةً عَلَيْهِمْ ظِلَ
Wadaniyatan AAalayhim thilaluhawathullilat qutoofuha tathleela
Dan naungan (pepohonan)nya dekat di atas mereka dan dimudahkan semudah-mudahnya untuk memetik (buah)nya.
وَيُطَافُ عَلَيْه
Wayutafu AAalayhim bi-aniyatinmin fiddatin waakwabin kanat qawareera
Dan kepada mereka diedarkan bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kristal,
قَوَارِيرَ
Qawareera min fiddatinqaddarooha taqdeera
kristal yang jernih terbuat dari perak, mereka tentukan ukurannya yang sesuai (dengan kehendak mereka).
وَيُسْقَوْنَ فِيهَا كَأْ
Wayusqawna feeha ka/san kanamizajuha zanjabeela
Dan di sana mereka diberi segelas minuman bercampur jahe.
عَيْ
AAaynan feeha tusammasalsabeela
(Yang didatangkan dari) suatu mata air (di surga) yang dinamakan Salsabīl.
۞ وَيَطُوفُ عَلَيْهِمْ وِلْد
Wayatoofu AAalayhim wildanunmukhalladoona itha raaytahum hasibtahum lu/lu-anmanthoora
Dan mereka dikelilingi oleh para pemuda-pemuda yang tetap muda. Apabila kamu melihatnya, akan kamu kira mereka, mutiara yang bertaburan.
وَإِذَا رَأَيْتَ ثَ
Wa-itha raayta thamma raaytanaAAeeman wamulkan kabeera
Dan apabila engkau melihat (keadaan) di sana (surga), niscaya engkau akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar.
عَ
AAaliyahum thiyabu sundusinkhudrun wa-istabraqun wahulloo asawira minfiddatin wasaqahum rabbuhum sharaban tahoora
Mereka berpakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan memakai gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih (dan suci).
إِ
Inna hatha kana lakum jazaanwakana saAAyukum mashkoora
Inilah balasan untukmu, dan segala usahamu diterima dan diakui (Allah).
إِ
Inna nahnu nazzalnaAAalayka alqur-ana tanzeela
Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Alquran kepadamu (Muhammad) secara berangsur-angsur.
فَ
Fasbir lihukmi rabbikawala tutiAA minhum athiman aw kafoora
Maka bersabarlah untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu, dan janganlah engkau ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antara mereka.
وَ
Wathkuri isma rabbikabukratan waaseela
Dan sebutlah nama Tuhanmu pada (waktu) pagi dan petang.
وَمِنَ
Wamina allayli fasjud lahu wasabbihhulaylan taweela
Dan pada sebagian dari malam, maka bersujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari.
إِ
Inna haola-i yuhibboonaalAAajilata wayatharoona waraahum yawmanthaqeela
Sesungguhnya mereka (orang kafir) itu mencintai kehidupan (dunia) dan meningggalkan hari yang berat (hari akhirat) di belakangnya.
نَّحْنُ خَلَ
Nahnu khalaqnahum washadadnaasrahum wa-itha shi/na baddalna amthalahumtabdeela
Kami telah menciptakan mereka dan menguatkan persendian tubuh mereka. Tetapi, jika Kami menghendaki, Kami dapat mengganti dengan yang serupa mereka.
إِ
Inna hathihi tathkiratun famanshaa ittakhatha ila rabbihi sabeela
Sungguh, (ayat-ayat) ini adalah peringatan, maka barang siapa menghendaki (kebaikan bagi dirinya) tentu dia mengambil jalan menuju kepada Tuhannya.
وَمَا تَش
Wama tashaoona illa anyashaa Allahu inna Allaha kanaAAaleeman hakeema
Tetapi kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali apabila dikehendaki Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.
يُ
Yudkhilu man yashao fee rahmatihiwaththalimeena aAAadda lahum AAathabanaleema
Dia memasukkan siapa pun yang Dia kehendaki ke dalam rahmat-Nya (surga). Adapun bagi orang-orang zalim disediakan-Nya azab yang pedih.
وَ
Walmursalati AAurfa
Demi (malaikat-malaikat)1 yang diutus untuk membawa kebaikan,
فَ
FalAAasifati AAasfa
dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya,1
وَ
Wannashirati nashra
dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Allah) dengan seluas-luasnya,1
فَ
Falfariqati farqa
dan (malaikat-malaikat) yang membedakan (antara yang baik dan yang buruk) dengan sejelas-jelasnya,
فَ
Falmulqiyati thikra
dan (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu,
عُذْرًا أَوْ نُذْرًا ٦
AAuthran aw nuthra
untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan.
إِ
Innama tooAAadoona lawaqiAA
Sungguh, apa yang dijanjikan kepadamu pasti terjadi.
فَإِذَا
Fa-itha annujoomu tumisat
Maka apabila bintang-bintang dihapuskan,
وَإِذَا
Wa-itha aljibalu nusifat
dan apabila gunung-gunung dihancurkan menjadi debu,
وَإِذَا
Wa-itha arrusulu oqqitat
dan apabila rasul-rasul telah ditetapkan waktunya.1
لِأَىِّ يَوْمٍ أُجِّلَتْ ١٢
Li-ayyi yawmin ojjilat
(Niscaya dikatakan kepada mereka), "Sampai hari apakah ditangguhkan (azab orang-orang kafir itu)?"
وَم
Wama adraka ma yawmualfasl
Dan tahukah kamu apakah hari keputusan itu?
وَيْ
Waylun yawma-ithin lilmukaththibeen
Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran).
أَلَمْ نُهْلِكِ
Alam nuhliki al-awwaleen
Bukankah telah Kami binasakan orang-orang yang dahulu?
ثُ
Thumma nutbiAAuhumu al-akhireen
Lalu Kami susulkan (azab Kami terhadap) orang-orang yang datang kemudian.
كَذ
Kathalika nafAAalu bilmujrimeen
Demikianlah Kami perlakukan orang-orang yang berdosa.
وَيْ
Waylun yawma-ithin lilmukaththibeen
Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran).
أَلَمْ نَخْلُ
Alam nakhluqkum min ma-in maheen
Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina (mani),
فَجَعَلْنَ
FajaAAalnahu fee qararinmakeen
kemudian Kami letakkan ia dalam tempat yang kokoh (rahim),
فَقَدَرْنَا فَنِعْمَ
Faqadarna faniAAma alqadiroon
lalu Kami tentukan (bentuknya), maka (Kamilah) sebaik-baik yang menentukan.
وَيْ
Waylun yawma-ithin lilmukaththibeen
Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran).
أَلَمْ نَ
Alam najAAali al-arda kifata
Bukankah Kami jadikan bumi untuk (tempat) berkumpul,
أَحْي
Ahyaan waamwata
bagi yang masih hidup dan yang sudah mati?1
وَجَعَلْنَا فِيهَا رَو
WajaAAalna feeha rawasiyashamikhatin waasqaynakum maan furata
Dan Kami jadikan padanya gunung-gunung yang tinggi, dan Kami beri minum kamu dengan air tawar?
وَيْ
Waylun yawma-ithin lilmukaththibeen
Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran).
ٱ
Intaliqoo ila ma kuntumbihi tukaththiboon
(Akan dikatakan), "Pergilah kamu guna mendapatkan apa (azab) yang dahulu kamu dustakan.
ٱ
Intaliqoo ila thillinthee thalathi shuAAab
Pergilah kamu mendapatkan naungan (asap api neraka) yang mempunyai tiga cabang,1
لَّا ظَلِي
La thaleelin walayughnee mina allahab
yang tidak melindungi dan tidak pula menolak nyala api neraka."
إِ
Innaha tarmee bishararin kalqasr
Sungguh, (neraka) itu menyemburkan bunga api (sebesar dan setinggi) istana,
كَأَ
Kaannahu jimalatun sufr
seakan-akan iring-iringan unta yang kuning.
وَيْ
Waylun yawma-ithin lilmukaththibeen
Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran).
هَ
Hatha yawmu la yantiqoon
Inilah hari, saat mereka tidak dapat berbicara,
وَلَا يُؤْذَنُ لَهُمْ فَيَعْتَذِر
Wala yu/thanu lahum fayaAAtathiroon
dan tidak diizinkan kepada mereka mengemukakan alasan agar mereka dimaafkan.
وَيْ
Waylun yawma-ithin lilmukaththibeen
Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran).
هَ
Hatha yawmu alfasli jamaAAnakumwal-awwaleen
Inilah hari keputusan; (pada hari ini) Kami kumpulkan kamu dan orang-orang yang terdahulu.
فَإِ
Fa-in kana lakum kaydun fakeedoon
Maka jika kamu punya tipu daya, maka lakukanlah (tipu daya) itu terhadap-Ku.
وَيْ
Waylun yawma-ithin lilmukaththibeen
Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran).
إِ
Inna almuttaqeena fee thilalinwaAAuyoon
Sungguh, orang-orang yang bertakwa berada dalam naungan (pepohonan surga yang teduh) dan (di sekitar) mata air,
وَفَو
Wafawakiha mimma yashtahoon
dan buah-buahan yang mereka sukai.
كُلُو
Kuloo washraboo hanee-an bimakuntum taAAmaloon
(Katakan kepada mereka), "Makan dan minumlah dengan rasa nikmat sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan."
إِ
Inna kathalika najzee almuhsineen
Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
وَيْ
Waylun yawma-ithin lilmukaththibeen
Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran).
كُلُو
Kuloo watamattaAAoo qaleelan innakummujrimoon
(Katakan kepada orang-orang kafir), "Makan dan bersenang-senanglah kamu (di dunia) sebentar, sesungguhnya kamu orang-orang durhaka!"
وَيْ
Waylun yawma-ithin lilmukaththibeen
Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran).
وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ
Wa-itha qeela lahumu irkaAAoo layarkaAAoon
Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Rukuklah," mereka tidak mau rukuk.1
وَيْ
Waylun yawma-ithin lilmukaththibeen
Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran)!
فَبِأَىِّ حَدِي
Fabi-ayyi hadeethin baAAdahuyu/minoon
Maka kepada ajaran manakah (selain Alquran) ini mereka akan beriman?