بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Preview ukuran font
عَ
إِ
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang
عَ
AAamma yatasaaloon
Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya?
عَنِ
AAani annaba-i alAAatheem
Tentang berita yang besar (hari berbangkit),
ٱلَّذِى هُمْ فِيهِ مُخْتَلِف
Allathee hum feehi mukhtalifoon
yang dalam hal itu mereka berselisih.
كَلَّا سَيَعْلَم
Kalla sayaAAlamoon
Tidak!1 Kelak mereka akan mengetahui,
ثُ
Thumma kalla sayaAAlamoon
sekali lagi tidak! Kelak mereka akan mengetahui.
أَلَمْ نَ
Alam najAAali al-arda mihada
Bukankah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan,
وَ
Waljibala awtada
dan gunung-gunung sebagai pasak?
وَخَلَ
Wakhalaqnakum azwaja
Dan Kami menciptakan kamu berpasang-pasangan,
وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا ٩
WajaAAalna nawmakum subata
dan Kami menjadikan tidurmu untuk istirahat,
وَجَعَلْنَا
WajaAAalna allayla libasa
dan Kami menjadikan malam sebagai pakaian,1
وَجَعَلْنَا
WajaAAalna annaharamaAAasha
dan Kami menjadikan siang untuk mencari penghidupan,
وَبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَ
Wabanayna fawqakum sabAAan shidada
dan Kami membangun di atas kamu tujuh (lapis langit) yang kokoh,
وَجَعَلْنَا سِرَا
WajaAAalna sirajan wahhaja
dan Kami menjadikan pelita yang terang-benderang (matahari),
وَأَ
Waanzalna mina almuAAsiratimaan thajjaja
dan Kami turunkan dari awan, air hujan yang tercurah dengan lebatnya,
لِّنُخْرِجَ بِه
Linukhrija bihi habban wanabata
untuk Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tanam-tanaman,
وَجَ
Wajannatin alfafa
dan kebun-kebun yang rindang.
إِ
Inna yawma alfasli kana meeqata
Sungguh, hari keputusan adalah suatu waktu yang telah ditetapkan,
يَوْمَ يُ
Yawma yunfakhu fee assoorifata/toona afwaja
(yaitu) pada hari (ketika) sangkakala ditiup, lalu kamu datang berbondong-bondong,
وَفُتِحَتِ
Wafutihati assamao fakanatabwaba
dan langit pun dibukalah, maka terdapatlah beberapa pintu,
وَسُيِّرَتِ
Wasuyyirati aljibalu fakanatsaraba
dan gunung-gunungpun dijalankan sehingga menjadi fatamorgana.
إِ
Inna jahannama kanat mirsada
Sungguh, (neraka) Jahanam itu (sebagai) tempat mengintai (bagi penjaga yang mengawasi isi neraka),
لِّلطَّ
Littagheena maaba
menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas.
لَّ
Labitheena feeha ahqaba
Mereka tinggal di sana dalam masa yang lama,
لَّا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرْ
La yathooqoona feehabardan wala sharaba
mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman,
إِلَّا حَمِي
Illa hameeman waghassaqa
selain air yang mendidih dan nanah,
جَز
Jazaan wifaqa
sebagai pembalasan yang setimpal.
إِ
Innahum kanoo la yarjoona hisaba
Sesungguhnya dahulu mereka tidak pernah mengharapkan perhitungan,
وَكَذَّبُو
Wakaththaboo bi-ayatinakiththaba
dan mereka benar-benar mendustakan ayat-ayat Kami.
وَكُلَّ شَىْءٍ أَحْصَيْنَ
Wakulla shay-in ahsaynahu kitaba
Dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu Kitab (buku catatan amalan manusia).
فَذُوقُو
Fathooqoo falan nazeedakum illaAAathaba
Maka karena itu rasakanlah! Maka tidak ada yang akan Kami tambahkan kepadamu selain azab.
إِ
Inna lilmuttaqeena mafaza
Sungguh, orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan,
حَد
Hada-iqa waaAAnaba
(yaitu) kebun-kebun dan buah anggur,
وَكَوَاعِبَ أَتْرَابًا ٣٣
WakawaAAiba atraba
dan gadis-gadis belia yang sebaya,
وَكَأْ
Waka/san dihaqa
dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman).
لَّا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْ
La yasmaAAoona feeha laghwanwala kiththaba
Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia maupun (perkataan dusta).
جَز
Jazaan min rabbika AAataan hisaba
Sebagai balasan dan pemberian yang cukup banyak dari Tuhanmu,
رَّبِّ
Rabbi assamawati wal-ardiwama baynahuma arrahmani layamlikoona minhu khitaba
Tuhan (yang memelihara) langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya; Yang Maha Pengasih, mereka tidak mampu berbicara dengan Dia.
يَوْمَ يَقُومُ
Yawma yaqoomu arroohu walmala-ikatusaffan la yatakallamoona illa man athinalahu arrahmanu waqala sawaba
Pada hari, ketika rūḥ1 dan para malaikat berdiri bersaf-saf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pengasih dan dia hanya mengatakan yang benar.
ذ
Thalika alyawmu alhaqqu famanshaa ittakhatha ila rabbihi maaba
Itulah hari yang pasti terjadi. Maka barangsiapa menghendaki, niscaya dia menempuh jalan kembali kepada Tuhannya.
إِ
Inna antharnakum AAathabanqareeban yawma yanthuru almaro ma qaddamatyadahu wayaqoolu alkafiru ya laytanee kuntuturaba
Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (orang kafir) azab yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata, "Alangkah baiknya seandainya dahulu aku jadi tanah."
An-Naba
Ayat