۞ وَلَا تُجَ
وَيَسْتَعْجِلُونَكَ بِ
وَمَا هَ
ا
وَعْدَ
وَأَ
وَمِنْ ءَايَ
وَإِذَا مَسَّ
قُلْ سِيرُو
وَلَئِنْ أَرْسَلْنَا رِي
ا
وَلَقَ
أَلَمْ تَرَوْ
أَلَمْ تَرَ أَ
ا
وَلَوْ تَرَ
وَلَنُذِيقَ
يَ
وَإِذْ أَخَذْنَا مِنَ
قُل لّ
مِّنَ
۞ وَلَا تُجَ
Wala tujadiloo ahla alkitabiilla billatee hiya ahsanu illa allatheenathalamoo minhum waqooloo amanna billatheeonzila ilayna waonzila ilaykum wa-ilahunawa-ilahukum wahidun wanahnu lahu muslimoon
Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang baik, kecuali dengan orang-orang yang zalim diantara mereka,1 dan katakanlah, "Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhan kamu satu; dan hanya kepada-Nya kami berserah diri."
وَكَذ
Wakathalika anzalna ilaykaalkitaba fallatheena ataynahumualkitaba yu/minoona bihi wamin haola-i manyu/minu bihi wama yajhadu bi-ayatinailla alkafiroon
Dan demikianlah Kami turunkan Kitab (Alquran) kepadamu. Adapun orang-orang yang telah Kami berikan Kitab (Taurat dan Injil) mereka beriman kepadanya (Alquran); dan di antara mereka (orang-orang kafir Mekkah) ada yang beriman kepadanya. Dan hanya orang-orang kafir yang mengingkari ayat-ayat Kami.
وَمَا كُ
Wama kunta tatloo min qablihi min kitabinwala takhuttuhu biyameenika ithan lartabaalmubtiloon
Dan engkau (Muhammad) tidak pernah membaca sesuatu kitab sebelum (Alquran) dan engkau tidak (pernah) menulis suatu kitab dengan tangan kananmu; sekiranya (engkau pernah membaca dan menulis), niscaya ragu orang-orang yang mengingkarinya.
بَلْ هُوَ ءَايَ
Bal huwa ayatun bayyinatunfee sudoori allatheena ootoo alAAilma wamayajhadu bi-ayatina illa aththalimoon
Sebenarnya, (Alquran) itu adalah ayat-ayat yang jelas di dalam dada orang-orang yang berilmu.1 Hanya orang-orang zalim yang mengingkari ayat-ayat Kami.
وَقَالُو
Waqaloo lawla onzila AAalayhi ayatunmin rabbihi qul innama al-ayatu AAinda Allahiwa-innama ana natheerun mubeen
Dan mereka (orang-orang kafir Mekkah) berkata, "Mengapa tidak diturunkan mukjizat-mukjizat dari Tuhannya?" Katakanlah (Muhammad), "Mukjizat-mukjizat itu terserah kepada Allah. Aku hanya seorang pemberi peringatan yang jelas."
أَوَلَمْ يَكْفِهِمْ أَ
Awa lam yakfihim anna anzalnaAAalayka alkitaba yutla AAalayhim inna fee thalikalarahmatan wathikra liqawmin yu/minoon
Apakah tidak cukup bagi mereka bahwa Kami telah menurunkan kepadamu Kitab (Alquran) yang dibacakan kepada mereka? Sungguh, dalam (Alquran) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman.
قُلْ كَفَىٰ بِ
Qul kafa billahibaynee wabaynakum shaheedan yaAAlamu ma fee assamawatiwal-ardi wallatheena amanoobilbatili wakafaroo billahi ola-ikahumu alkhasiroon
Katakanlah (Muhammad), "Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu. Dia mengetahui apa yang di langit dan di bumi. Dan orang yang percaya kepada yang batil dan ingkar kepada Allah, mereka itulah orang-orang yang rugi."
وَيَسْتَعْجِلُونَكَ بِ
WayastaAAjiloonaka bilAAathabiwalawla ajalun musamman lajaahumu alAAathabuwalaya/tiyannahum baghtatan wahum la yashAAuroon
Dan mereka meminta kepadamu agar segera diturunkan azab. Kalau bukan karena waktunya yang telah ditetapkan,1 niscaya datang azab kepada mereka, dan (azab itu) pasti akan datang kepada mereka dengan tiba-tiba, sedang mereka tidak menyadarinya.
يَسْتَعْجِلُونَكَ بِ
YastaAAjiloonaka bilAAathabiwa-inna jahannama lamuheetatun bilkafireen
Mereka meminta kepadamu agar segera diturunkan azab. Dan sesungguhnya neraka Jahanam itu pasti meliputi orang-orang kafir,
يَوْمَ يَغْشَ
Yawma yaghshahumu alAAathabumin fawqihim wamin tahti arjulihim wayaqoolu thooqooma kuntum taAAmaloon
Pada hari (ketika) azab menutup mereka dari atas dan dari bawah kaki mereka dan (Allah) berkata (kepada mereka), "Rasakanlah (balasan dari) apa yang telah kamu kerjakan!"
يَ
Ya AAibadiya allatheenaamanoo inna ardee wasiAAatun fa-iyyayafaAAbudoon
Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Sungguh, bumi-Ku luas, maka sembahlah Aku (saja).
كُلُّ نَفْ
Kullu nafsin tha-iqatu almawti thummailayna turjaAAoon
Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan.
وَ
Wallatheena amanoowaAAamiloo assalihati lanubawwi-annahummina aljannati ghurafan tajree min tahtiha al-anharukhalideena feeha niAAma ajru alAAamileen
Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, sungguh, mereka akan Kami tempatkan pada tempat-tempat yang tinggi (di dalam surga), yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik balasan bagi orang yang berbuat kebajikan,
ٱلَّذِينَ صَبَرُو
Allatheena sabaroo waAAalarabbihim yatawakkaloon
(yaitu) orang-orang yang sabar dan bertawakal kepada Tuhannya.
وَكَأَيّ
Wakaayyin min dabbatin la tahmilurizqaha Allahu yarzuquha wa-iyyakumwahuwa assameeAAu alAAaleem
Dan berapa banyak makhluk bergerak yang bernyawa yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allah lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu. Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
وَلَئِ
Wala-in saaltahum man khalaqa assamawatiwal-arda wasakhkhara ashshamsa walqamaralayaqoolunna Allahu faanna yu/fakoon
Dan jika engkau bertanya kepada mereka, "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?" Pasti mereka akan menjawab, "Allah." Maka mengapa mereka bisa dipalingkan (dari kebenaran).
ٱللَّهُ يَ
Allahu yabsutu arrizqaliman yashao min AAibadihi wayaqdiru lahu inna Allahabikulli shay-in AAaleem
Allah melapangkan rezeki bagi orang yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya dan Dia (pula) yang membatasi baginya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
وَلَئِ
Wala-in saaltahum man nazzala mina assama-imaan faahya bihi al-arda min baAAdimawtiha layaqoolunna Allahu quli alhamdulillahi bal aktharuhum la yaAAqiloon
Dan jika kamu bertanya kepada mereka, "Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu dengan (air) itu dihidupkannya bumi yang sudah mati?" Pasti mereka akan menjawab, "Allah." Katakanlah, "Segala puji bagi Allah," tetapi kebanyakan mereka tidak mengerti.
وَمَا هَ
Wama hathihi alhayatuaddunya illa lahwun walaAAibun wa-inna addaraal-akhirata lahiya alhayawanu law kanooyaAAlamoon
Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui.
فَإِذَا رَكِبُو
Fa-itha rakiboo fee alfulki daAAawooAllaha mukhliseena lahu addeena falammanajjahum ila albarri itha hum yushrikoon
Maka apabila mereka naik kapal, mereka berdoa kepada Allah dengan penuh rasa pengabdian (ikhlas) kepada-Nya,1 tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, malah mereka (kembali) mempersekutukan (Allah),
لِيَكْفُرُو
Liyakfuroo bima ataynahumwaliyatamattaAAoo fasawfa yaAAlamoon
biarlah mereka mengingkari nikmat yang telah Kami berikan kepada mereka dan silahkan mereka (hidup) bersenang-senang (dalam kekafiran). Maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatannya).
أَوَلَمْ يَرَوْ
Awa lam yaraw anna jaAAalna haramanaminan wayutakhattafu annasu min hawlihimafabilbatili yu/minoona wabiniAAmati Allahiyakfuroon
Tidakkah mereka memperhatikan, bahwa Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman, padahal manusia di sekitarnya saling merampok. Mengapa (setelah nyata kebenaran) mereka masih percaya kepada yang batil dan ingkar kepada nikmat Allah?
وَمَنْ أَظْلَمُ مِ
Waman athlamu mimmani iftaraAAala Allahi kathiban aw kaththaba bilhaqqilamma jaahu alaysa fee jahannama mathwan lilkafireen
Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan kepada Allah atau orang yang mendustakan yang hak1 ketika (yang hak) itu datang kepadanya? Bukankah dalam neraka Jahanam ada tempat bagi orang-orang kafir?
وَ
Wallatheena jahadoofeena lanahdiyannahum subulana wa-inna AllahalamaAAa almuhsineen
Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah bersama orang-orang yang berbuat baik.
ف
Fee adna al-ardi wahum minbaAAdi ghalabihim sayaghliboon
di negeri yang terdekat1 dan mereka setelah kekalahannya itu akan menang,2
فِى بِضْعِ سِنِينَۗ لِلَّهِ
Fee bidAAi sineena lillahial-amru min qablu wamin baAAdu wayawma-ithin yafrahualmu/minoon
dalam beberapa tahun (lagi).1 Bagi Allah lah urusan sebelum dan setelah (mereka menang). Dan pada hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman,
بِنَصْرِ
Binasri Allahi yansuruman yashao wahuwa alAAazeezu arraheem
karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang Dia kehendaki. Dia Mahaperkasa, Maha Penyayang.
وَعْدَ
WaAAda Allahi la yukhlifu AllahuwaAAdahu walakinna akthara annasi layaAAlamoon
(Itulah) janji Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
يَعْلَمُونَ ظَ
YaAAlamoona thahiranmina alhayati addunya wahum AAanial-akhirati hum ghafiloon
Mereka mengetahui yang lahir (tampak) dari kehidupan dunia; sedangkan terhadap (kehidupan) akhirat mereka lalai.
أَوَلَمْ يَتَفَكَّرُو
Awa lam yatafakkaroo fee anfusihim makhalaqa Allahu assamawati wal-ardawama baynahuma illa bilhaqqiwaajalin musamman wa-inna katheeran mina annasibiliqa-i rabbihim lakafiroon
Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka? Allah tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya banyak di antara manusia benar-benar mengingkari pertemuan dengan Tuhannya.
أَوَلَمْ يَسِيرُو
Awa lam yaseeroo fee al-ardi fayanthurookayfa kana AAaqibatu allatheena min qablihimkanoo ashadda minhum quwwatan waatharoo al-ardawaAAamarooha akthara mimma AAamarooha wajaat-humrusuluhum bilbayyinati fama kana Allahuliyathlimahum walakin kanoo anfusahumyathlimoon
Dan tidakkah mereka bepergian di bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul)? Orang-orang itu lebih kuat dari mereka (sendiri) dan mereka telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya melebihi apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang jelas. Maka Allah sama sekali tidak berlaku zalim kepada mereka, tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri mereka sendiri.
ثُ
Thumma kana AAaqibata allatheenaasaoo assoo-a an kaththaboo bi-ayatiAllahi wakanoo biha yastahzi-oon
Kemudian, azab yang lebih buruk adalah kesudahan bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan. Karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah dan mereka selalu memperolok-olokkannya.
ٱللَّهُ يَ
Allahu yabdao alkhalqa thummayuAAeeduhu thumma ilayhi turjaAAoon
Allah yang memulai penciptaan (makhluk), kemudian mengulanginya kembali; kemudian kepada-Nya kamu dikembalikan.
وَيَوْمَ تَقُومُ
Wayawma taqoomu assaAAatuyublisu almujrimoon
Dan pada hari (ketika) terjadi Kiamat, orang-orang yang berdosa (kaum musyrik) terdiam berputus asa.
وَلَمْ يَك
Walam yakun lahum min shuraka-ihimshufaAAao wakanoo bishuraka-ihim kafireen
Dan tidak mungkin ada pemberi syafaat (pertolongan) bagi mereka dari berhala-berhala mereka, sedangkan mereka mengingkari berhala-berhala mereka itu.1
وَيَوْمَ تَقُومُ
Wayawma taqoomu assaAAatuyawma-ithin yatafarraqoon
Dan pada hari (ketika) terjadi Kiamat, pada hari itu manusia terpecah-pecah (dalam kelompok).
فَأَ
Faamma allatheena amanoowaAAamiloo assalihati fahum fee rawdatinyuhbaroon
Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, maka mereka di dalam taman (surga) bergembira.
وَأَ
Waamma allatheena kafaroo wakaththaboobi-ayatina waliqa-i al-akhiratifaola-ika fee alAAathabi muhdaroon
Sedangkan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami serta (mendustakan) pertemuan hari akhirat, maka mereka tetap berada di dalam azab (neraka).
فَسُ
Fasubhana Allahi heenatumsoona waheena tusbihoon
Maka bertasbihlah kepada Allah pada petang hari dan pada pagi hari (waktu subuh),
وَلَهُ
Walahu alhamdu fee assamawatiwal-ardi waAAashiyyan waheena tuthhiroon
dan segala puji bagi-Nya di langit, di bumi, pada malam hari dan pada waktu zuhur (tengah hari).1
يُخْرِجُ
Yukhriju alhayya mina almayyitiwayukhriju almayyita mina alhayyi wayuhyee al-ardabaAAda mawtiha wakathalika tukhrajoon
Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi setelah mati (kering). Dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur).
وَمِنْ ءَايَ
Wamin ayatihi an khalaqakummin turabin thumma itha antum basharun tantashiroon
Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak.
وَمِنْ ءَايَ
Wamin ayatihi an khalaqa lakummin anfusikum azwajan litaskunoo ilayha wajaAAalabaynakum mawaddatan warahmatan inna fee thalika laayatinliqawmin yatafakkaroon
Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan diantaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.
وَمِنْ ءَايَ
Wamin ayatihi khalqu assamawatiwal-ardi wakhtilafu alsinatikumwaalwanikum inna fee thalika laayatinlilAAalimeen
Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah penciptaan langit dan bumi, perbedaan bahasamu dan warna kulitmu. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.
وَمِنْ ءَايَ
Wamin ayatihi manamukumbillayli wannahari wabtighaokummin fadlihi inna fee thalika laayatinliqawmin yasmaAAoon
Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah tidurmu pada waktu malam dan siang hari serta usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.
وَمِنْ ءَايَ
Wamin ayatihi yureekumualbarqa khawfan watamaAAan wayunazzilu mina assama-imaan fayuhyee bihi al-arda baAAda mawtihainna fee thalika laayatin liqawminyaAAqiloon
Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya, Dia memperlihatkan kilat kepadamu untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu dengan air itu dihidupkannya bumi setelah mati (kering). Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mengerti.
وَمِنْ ءَايَ
Wamin ayatihi an taqooma assamaowal-ardu bi-amrihi thumma itha daAAakumdaAAwatan mina al-ardi itha antum takhrujoon
Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah berdirinya langit dan bumi dengan kehendak-Nya. Kemudian apabila Dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi, seketika itu kamu keluar (dari kubur).
وَلَهُ
Walahu man fee assamawatiwal-ardi kullun lahu qanitoon
Dan milik-Nya apa yang di langit dan di bumi. Semuanya hanya kepada-Nya tunduk.
وَهُوَ
Wahuwa allathee yabdao alkhalqathumma yuAAeeduhu wahuwa ahwanu AAalayhi walahu almathalu al-aAAlafee assamawati wal-ardiwahuwa alAAazeezu alhakeem
Dan Dialah yang memulai penciptaan, kemudian mengulanginya kembali, dan itu lebih mudah bagi-Nya. Dia memiliki sifat yang Mahatinggi di langit dan di bumi. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
ضَرَبَ لَك
Daraba lakum mathalan min anfusikumhal lakum mimma malakat aymanukum min shurakaafee ma razaqnakum faantum feehi sawaon takhafoonahumkakheefatikum anfusakum kathalika nufassilu al-ayatiliqawmin yaAAqiloon
Dia membuat perumpamaan bagimu dari dirimu sendiri. Apakah (kamu rela jika) ada di antara hamba sahaya yang kamu miliki, menjadi sekutu bagimu dalam (memiliki) rezeki yang telah Kami berikan kepadamu, sehingga kamu menjadi setara dengan mereka dalam hal ini, lalu kamu takut kepada mereka sebagaimana kamu takut kepada sesamamu.1 Demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengerti.
بَلِ
Bali ittabaAAa allatheena thalamooahwaahum bighayri AAilmin faman yahdee man adallaAllahu wama lahum min nasireen
Tetapi orang-orang yang zalim, mengikuti hawa nafsunya tanpa ilmu pengetahuan; maka siapakah yang dapat memberi petunjuk kepada orang yang telah disesatkan Allah. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi mereka.
فَأَقِمْ وَ
Faaqim wajhaka liddeeni haneefanfitrata Allahi allatee fatara annasaAAalayha la tabdeela likhalqi Allahi thalikaaddeenu alqayyimu walakinna akthara annasila yaAAlamoon
Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu.1 Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,
۞ مُنِيبِينَ إِلَيْهِ وَ
Muneebeena ilayhi wattaqoohuwaaqeemoo assalata wala takoonoomina almushrikeen
dengan kembali bertobat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta laksanakanlah salat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah,
مِنَ
Mina allatheena farraqoo deenahum wakanooshiyaAAan kullu hizbin bima ladayhim farihoon
yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka1 dan mereka menjadi beberapa golongan. Setiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.
وَإِذَا مَسَّ
Wa-itha massa annasa durrundaAAaw rabbahum muneebeena ilayhi thumma itha athaqahumminhu rahmatan itha fareequn minhum birabbihimyushrikoon
Dan apabila manusia ditimpa oleh suatu bahaya, mereka menyeru Tuhannya dengan kembali (bertobat) kepada-Nya, kemudian apabila Dia memberikan sedikit rahmat-Nya1 kepada mereka, tiba-tiba sebagian mereka mempersekutukan Allah,
لِيَكْفُرُو
Liyakfuroo bima ataynahumfatamattaAAoo fasawfa taAAlamoon
biarkan mereka mengingkari rahmat yang telah Kami berikan. Dan bersenang-senanglah kamu, maka kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu).
أَمْ أَ
Am anzalna AAalayhim sultananfahuwa yatakallamu bima kanoo bihi yushrikoon
Atau pernahkah Kami menurunkan kepada mereka keterangan, yang menjelaskan (membenarkan) apa yang (selalu) mereka persekutukan dengan Tuhan?
وَإِذ
Watha athaqna annasarahmatan farihoo biha wa-in tusibhumsayyi-atun bima qaddamat aydeehim itha hum yaqnatoon
Dan apabila Kami berikan suatu rahmat kepada manusia, niscaya mereka gembira dengan (rahmat) itu. Tetapi apabila mereka ditimpa suatu musibah (bahaya) karena kesalahan mereka sendiri, seketika itu mereka berputus asa.
أَوَلَمْ يَرَوْ
Awa lam yaraw anna Allaha yabsutuarrizqa liman yashao wayaqdiru inna fee thalikalaayatin liqawmin yu/minoon
Dan tidakkah mereka memperhatikan bahwa Allah yang melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan Dia (pula) yang membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki). Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang beriman.
فَـَٔـاتِ ذَا
Faati tha alqurba haqqahuwalmiskeena wabna assabeeli thalikakhayrun lillatheena yureedoona wajha Allahi waola-ikahumu almuflihoon
Maka berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan. Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari keridaan Allah. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
وَم
Wama ataytum min ribanliyarbuwa fee amwali annasi falayarboo AAinda Allahi wama ataytum min zakatintureedoona wajha Allahi faola-ika humu almudAAifoon
Dan suatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar harta manusia bertambah, maka tidak bertambah dalam pandangan Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk memperoleh keridaan Allah, maka itulah orang-orang yang melipatgandakan (pahalanya).
ٱللَّهُ
Allahu allathee khalaqakumthumma razaqakum thumma yumeetukum thumma yuhyeekum halmin shuraka-ikum man yafAAalu min thalikum minshay-in subhanahu wataAAala AAammayushrikoon
Allah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki, lalu mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara mereka yang kamu sekutukan dengan Allah yang dapat berbuat hal yang demikian? Mahasuci Dia dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan.
ظَهَرَ
Thahara alfasadu feealbarri walbahri bima kasabat aydee annasiliyutheeqahum baAAda allathee AAamiloolaAAallahum yarjiAAoon
Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
قُلْ سِيرُو
Qul seeroo fee al-ardi fanthurookayfa kana AAaqibatu allatheena min qablu kanaaktharuhum mushrikeen
Katakanlah (Muhammad), "Bepergianlah di bumi lalu lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)."
فَأَقِمْ وَ
Faaqim wajhaka liddeeni alqayyimimin qabli an ya/tiya yawmun la maradda lahu mina Allahiyawma-ithin yassaddaAAoon
Oleh karena itu, hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus (Islam) sebelum datang dari Allah suatu hari (Kiamat) yang tidak dapat ditolak, pada hari itu mereka terpisah-pisah.1
مَ
Man kafara faAAalayhi kufruhu waman AAamila salihanfali-anfusihim yamhadoon
Barangsiapa kafir maka dia sendirilah yang menanggung (akibat) kekafirannya; dan barangsiapa mengerjakan kebajikan maka mereka menyiapkan untuk diri mereka sendiri (tempat yang menyenangkan),
لِيَ
Liyajziya allatheena amanoowaAAamiloo assalihati min fadlihiinnahu la yuhibbu alkafireen
agar Allah memberi balasan (pahala) kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dari karunia-Nya. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang ingkar (kafir).
وَمِنْ ءَايَ
Wamin ayatihi an yursila arriyahamubashshiratin waliyutheeqakum min rahmatihiwalitajriya alfulku bi-amrihi walitabtaghoo min fadlihiwalaAAallakum tashkuroon
Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya adalah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira1 dan agar kamu merasakan sebagian dari rahmat-Nya dan agar kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya dan (juga) agar kamu dapat mencari sebagian dari karunia-Nya, dan agar kamu bersyukur.
وَلَقَ
Walaqad arsalna min qablika rusulanila qawmihim fajaoohum bilbayyinatifantaqamna mina allatheena ajramoo wakanahaqqan AAalayna nasru almu/mineen
Dan sungguh, Kami telah mengutus sebelum engkau (Muhammad) beberapa orang rasul kepada kaumnya, mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup), lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa.1 Dan merupakan hak Kami untuk menolong orang-orang yang beriman.
ٱللَّهُ
Allahu allathee yursilu arriyahafatutheeru sahaban fayabsutuhu fee assama-ikayfa yashao wayajAAaluhu kisafan fatara alwadqayakhruju min khilalihi fa-itha asaba bihiman yashao min AAibadihi itha humyastabshiroon
Allah lah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang Dia kehendaki, dan menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila Dia menurunkannya kepada hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki tiba-tiba mereka bergembira.
وَإِ
Wa-in kanoo min qabli an yunazzalaAAalayhim min qablihi lamubliseen
Padahal sebelum hujan diturunkan kepada mereka, sungguh mereka benar-benar telah berputus asa.
فَ
Fanthur ila atharirahmati Allahi kayfa yuhyee al-ardabaAAda mawtiha inna thalika lamuhyee almawtawahuwa AAala kulli shay-in qadeer
Maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi setelah mati (kering). Sungguh, itu berarti Dia pasti (berkuasa) menghidupkan yang telah mati. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
وَلَئِنْ أَرْسَلْنَا رِي
Wala-in arsalna reehanfaraawhu musfarran lathalloo min baAAdihiyakfuroon
Dan sungguh, jika Kami mengirimkan angin lalu mereka melihat (tumbuh-tumbuhan itu) menjadi kuning (kering), niscaya setelah itu mereka tetap ingkar.
فَإِ
Fa-innaka la tusmiAAu almawtawala tusmiAAu assumma adduAAaaitha wallaw mudbireen
Maka sungguh, engkau tidak akan sanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar, dan menjadikan orang-orang yang tuli dapat mendengar seruan, apabila mereka berpaling ke belakang.1
وَم
Wama anta bihadi alAAumyi AAandalalatihim in tusmiAAu illa man yu/minu bi-ayatinafahum muslimoon
Dan engkau tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta (mata hatinya) dari kesesatannya. Dan engkau tidak dapat memperdengarkan (petunjuk Tuhan) kecuali kepada orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, maka mereka itulah orang-orang yang berserah diri (kepada Kami).
۞ ٱللَّهُ
Allahu allathee khalaqakum mindaAAfin thumma jaAAala min baAAdi daAAfin quwwatanthumma jaAAala min baAAdi quwwatin daAAfan washaybatanyakhluqu ma yashao wahuwa alAAaleemu alqadeer
Allah lah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dan Dia Maha Mengetahui, Mahakuasa.
وَيَوْمَ تَقُومُ
Wayawma taqoomu assaAAatuyuqsimu almujrimoona ma labithoo ghayra saAAatin kathalikakanoo yu/fakoon
Dan pada hari (ketika) terjadinya Kiamat, orang-orang yang berdosa bersumpah, bahwa mereka berdiam (dalam kubur) hanya sesaat (saja). Begitulah dahulu mereka dipalingkan (dari kebenaran).1
وَقَالَ
Waqala allatheena ootooalAAilma wal-eemana laqad labithtum fee kitabiAllahi ila yawmi albaAAthi fahatha yawmualbaAAthi walakinnakum kuntum la taAAlamoon
Dan orang-orang yang diberi ilmu dan keimanan berkata (kepada orang-orang kafir), "Sungguh, kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit. Maka inilah hari berbangkit itu, tetapi (dahulu) kamu tidak meyakini(nya)."
فَيَوْمَئِ
Fayawma-ithin la yanfaAAu allatheenathalamoo maAAthiratuhum wala humyustaAAtaboon
Maka pada hari itu tidak bermanfaat (lagi) permintaan maaf orang-orang yang zalim, dan mereka tidak pula diberi kesempatan bertobat lagi.
وَلَقَ
Walaqad darabna linnasifee hatha alqur-ani min kulli mathalin wala-inji/tahum bi-ayatin layaqoolanna allatheena kafarooin antum illa mubtiloon
Dan sesungguhnya telah Kami jelaskan kepada manusia segala macam perumpamaan dalam Alquran ini. Dan jika engkau membawa suatu ayat kepada mereka, pastilah orang-orang kafir itu akan berkata, "Kamu hanyalah orang-orang yang membuat kepalsuan belaka."
كَذ
Kathalika yatbaAAu AllahuAAala quloobi allatheena la yaAAlamoon
Demikianlah Allah mengunci hati orang-orang yang tidak (mau) memahami.
فَ
Fasbir inna waAAda Allahihaqqun wala yastakhiffannaka allatheena layooqinoon
Maka bersabarlah engkau (Muhammad), sungguh, janji Allah itu benar dan sekali-kali jangan sampai orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan engkau.
تِلْكَ ءَايَ
Tilka ayatu alkitabi alhakeem
Inilah ayat-ayat Alquran yang mengandung hikmah,
هُ
Hudan warahmatan lilmuhsineen
sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan,
ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ
Allatheena yuqeemoona assalatawayu/toona azzakata wahum bil-akhiratihum yooqinoon
(yaitu) orang-orang yang melaksanakan salat, menunaikan zakat dan mereka meyakini adanya akhirat.
أُ
Ola-ika AAala hudan minrabbihim waola-ika humu almuflihoon
Merekalah orang-orang yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
وَمِنَ
Wamina annasi man yashtareelahwa alhadeethi liyudilla AAan sabeeli Allahibighayri AAilmin wayattakhithaha huzuwan ola-ikalahum AAathabun muheen
Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan percakapan kosong untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa ilmu dan menjadikannya olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.
وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِ ءَايَ
Wa-itha tutla AAalayhi ayatunawalla mustakbiran kaan lam yasmaAAha kaanna fee othunayhiwaqran fabashshirhu biAAathabin aleem
Dan apabila dibacakan kepadanya1 ayat-ayat Kami, dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbatan di kedua telinganya, maka gembirakanlah dia dengan azab yang pedih.
إِ
Inna allatheena amanoowaAAamiloo assalihati lahum jannatuannaAAeem
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka akan mendapat surga-surga yang penuh kenikmatan,
خَ
Khalideena feeha waAAda Allahihaqqan wahuwa alAAazeezu alhakeem
mereka kekal di dalamnya, sebagai janji Allah yang benar. Dan Dia Mahaperkasa, Mahabijaksana.
خَلَقَ
Khalaqa assamawatibighayri AAamadin tarawnaha waalqa fee al-ardirawasiya an tameeda bikum wabaththa feeha min kullidabbatin waanzalna mina assama-i maanfaanbatna feeha min kulli zawjin kareem
Dia menciptakan langit tanpa tiang sebagaimana kamu melihatnya, dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi agar ia (bumi) tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembangbiakkan segala macam jenis makhluk bergerak yang bernyawa di bumi. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik.
هَ
Hatha khalqu Allahi faarooneematha khalaqa allatheena min doonihi bali aththalimoonafee dalalin mubeen
Inilah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh (sesembahanmu) selain Allah. Sebenarnya orang-orang yang zalim itu berada di dalam kesesatan yang nyata.
وَلَقَ
Walaqad atayna luqmanaalhikmata ani oshkur lillahi waman yashkur fa-innamayashkuru linafsihi waman kafara fa-inna Allaha ghaniyyun hameed
Dan sungguh, telah Kami berikan hikmah kepada Lukman, yaitu, "Bersyukurlah kepada Allah! Dan barangsiapa bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa tidak bersyukur (kufur), maka sesungguhnya Allah Mahakaya, Maha Terpuji."
وَإِذْ قَالَ لُ
Wa-ith qala luqmanu libnihiwahuwa yaAAithuhu ya bunayya latushrik billahi inna ashshirka lathulmunAAatheem
Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, "Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar."
وَوَصَّيْنَا
Wawassayna al-insanabiwalidayhi hamalat-hu ommuhu wahnan AAalawahnin wafisaluhu fee AAamayni ani oshkur lee waliwalidaykailayya almaseer
Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun.1 Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.
وَإِ
Wa-in jahadaka AAala antushrika bee ma laysa laka bihi AAilmun fala tutiAAhumawasahibhuma fee addunya maAAroofanwattabiAA sabeela man anaba ilayya thumma ilayyamarjiAAukum faonabbi-okum bima kuntum taAAmaloon
Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau menaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian hanya kepada-Ku tempat kembalimu, maka akan Aku beritahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
يَ
Ya bunayya innaha in takumithqala habbatin min khardalin fatakun fee sakhratinaw fee assamawati aw fee al-ardiya/ti biha Allahu inna Allaha lateefunkhabeer
(Lukman berkata), "Wahai anakku! Sungguh, jika ada (suatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi, niscaya Allah akan memberinya (balasan). Sesungguhnya Allah Mahahalus,1 Mahateliti.
يَ
Ya bunayya aqimi assalatawa/mur bilmaAAroofi wanha AAani almunkari wasbirAAala ma asabaka inna thalika minAAazmi al-omoor
Wahai anakku! Laksanakanlah salat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting.
وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِل
Wala tusaAAAAir khaddaka linnasiwala tamshi fee al-ardi marahan inna Allahala yuhibbu kulla mukhtalin fakhoor
Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.
وَ
Waqsid fee mashyika waghdudmin sawtika inna ankara al-aswati lasawtualhameer
Dan sederhanakanlah dalam berjalan1 dan lunakkanlah suaramu, Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai."
أَلَمْ تَرَوْ
Alam taraw anna Allaha sakhkharalakum ma fee assamawati wamafee al-ardi waasbagha AAalaykum niAAamahu thahiratanwabatinatan wamina annasi man yujadilufee Allahi bighayri AAilmin wala hudan walakitabin muneer
Tidakkah kamu memperhatikan bahwa Allah telah menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untuk (kepentingan)mu dan menyempurnakan nikmat-Nya untukmu lahir dan batin. Tetapi di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan.
وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ
Wa-itha qeela lahumu ittabiAAoo maanzala Allahu qaloo bal nattabiAAu ma wajadnaAAalayhi abaana awa law kana ashshaytanuyadAAoohum ila AAathabi assaAAeer
Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Ikutilah apa yang diturunkan Allah!" Mereka menjawab, "(Tidak), tetapi kami (hanya) mengikuti kebiasaan yang kami dapati dari nenek moyang kami." Apakah mereka (akan mengikuti nenek moyang mereka) walaupun sebenarnya setan menyeru mereka ke dalam azab api yang menyala-nyala (neraka)?
۞ وَم
Waman yuslim wajhahu ila Allahiwahuwa muhsinun faqadi istamsaka bilAAurwatialwuthqa wa-ila Allahi AAaqibatual-omoor
Dan barang siapa berserah diri kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya dia telah berpegang kepada buhul (tali) yang kokoh. Hanya kepada Allah kesudahan segala urusan.
وَمَ
Waman kafara fala yahzunkakufruhu ilayna marjiAAuhum fanunabbi-ohum bimaAAamiloo inna Allaha AAaleemun bithati assudoor
Dan barang siapa kafir maka kekafirannya itu janganlah menyedihkanmu (Muhammad). Hanya kepada Kami tempat kembali mereka, lalu Kami beritakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.
نُمَتِّعُهُمْ قَلِيل
NumattiAAuhum qaleelan thumma nadtarruhumila AAathabin ghaleeth
Kami biarkan mereka bersenang-senang sebentar, kemudian Kami paksa mereka (masuk) ke dalam azab yang keras.
وَلَئِ
Wala-in saaltahum man khalaqa assamawatiwal-arda layaqoolunna Allahu quli alhamdulillahi bal aktharuhum la yaAAlamoon
Dan sungguh, jika engkau (Muhammad) tanyakan kepada mereka, "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" Tentu mereka akan menjawab, "Allah." Katakanlah, "Segala puji bagi Allah," tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
لِلَّهِ مَا فِى
Lillahi ma fee assamawatiwal-ardi inna Allaha huwa alghaniyyu alhameed
Milik Allah lah apa yang di langit dan di bumi. Sesungguhnya Allah, Dialah Yang Mahakaya, Maha Terpuji.
وَلَوْ أَ
Walaw annama fee al-ardi minshajaratin aqlamun walbahru yamudduhu minbaAAdihi sabAAatu abhurin ma nafidat kalimatuAllahi inna Allaha AAazeezun hakeem
Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan lautan (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh lautan (lagi) setelah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat-kalimat Allah.1 Sesungguhnya Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.
مَّا خَلْقُكُمْ وَلَا بَعْثُكُمْ إِلَّا كَنَفْ
Ma khalqukum wala baAAthukumilla kanafsin wahidatin inna AllahasameeAAun baseer
Menciptakan dan membangkitkan kamu (bagi Allah) hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja (mudah). Sesungguhnya Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.
أَلَمْ تَرَ أَ
Alam tara anna Allaha yooliju allaylafee annahari wayooliju annahara feeallayli wasakhkhara ashshamsa walqamara kullunyajree ila ajalin musamman waanna Allaha bimataAAmaloona khabeer
Tidakkah engkau memperhatikan, bahwa Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia menundukkan matahari dan bulan, masing-masing beredar sampai kepada waktu yang ditentukan. Sungguh, Allah Mahateliti atas apa yang kamu kerjakan.
ذ
Thalika bi-anna Allaha huwa alhaqquwaanna ma yadAAoona min doonihi albatilu waanna Allahahuwa alAAaliyyu alkabeer
Demikianlah, karena sesungguhnya Allah, Dialah (Tuhan) yang sebenarnya dan apa saja yang mereka seru selain Allah adalah batil. Dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Mahatinggi, Mahabesar.
أَلَمْ تَرَ أَ
Alam tara anna alfulka tajree fee albahribiniAAmati Allahi liyuriyakum min ayatihiinna fee thalika laayatin likulli sabbarinshakoor
Tidakkah engkau memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan nikmat Allah, agar diperlihatkan-Nya kepadamu sebagian dari tanda-tanda (kebesaran)-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran)-Nya bagi setiap orang yang sangat sabar dan banyak bersyukur.
وَإِذَا غَشِيَه
Wa-itha ghashiyahum mawjun kaththulalidaAAawoo Allaha mukhliseena lahu addeenafalamma najjahum ila albarri faminhum muqtasidunwama yajhadu bi-ayatina illakullu khattarin kafoor
Dan apabila mereka digulung ombak yang besar seperti gunung, mereka menyeru Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya. Tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka sampai di daratan, lalu sebagian mereka tetap menempuh jalan yang lurus.1 Adapun yang mengingkari ayat-ayat Kami hanyalah pengkhianat yang tidak berterima kasih.
يَ
Ya ayyuha annasuittaqoo rabbakum wakhshaw yawman la yajzee walidunAAan waladihi wala mawloodun huwa jazin AAan walidihishay-an inna waAAda Allahi haqqun falataghurrannakumu alhayatu addunya walayaghurrannakum billahi algharoor
Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutlah pada hari yang (ketika itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya, dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikit pun. Sungguh, janji Allah pasti benar, maka janganlah sekali-kali kamu terpedaya oleh kehidupan dunia, dan jangan sampai kamu terpedaya oleh penipu dalam (menaati) Allah.
إِ
Inna Allaha AAindahu AAilmu assaAAatiwayunazzilu alghaytha wayaAAlamu ma fee al-arhamiwama tadree nafsun matha taksibu ghadan wamatadree nafsun bi-ayyi ardin tamootu inna AllahaAAaleemun khabeer
Sesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang hari Kiamat; dan Dia yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok.1 Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal.
تَ
Tanzeelu alkitabi la raybafeehi min rabbi alAAalameen
Turunnya Alquran itu tidak ada keraguan padanya, (yaitu) dari Tuhan seluruh alam.
أَمْ يَقُولُونَ
Am yaqooloona iftarahu bal huwa alhaqqumin rabbika litunthira qawman ma atahum minnatheerin min qablika laAAallahum yahtadoon
Tetapi mengapa mereka (orang kafir) mengatakan, "Dia (Muhammad) telah mengada-adakannya." Tidak, Alquran itu kebenaran (yang datang) dari Tuhanmu, agar engkau memberi peringatan kepada kaum yang belum pernah didatangi orang yang memberi peringatan sebelum engkau; agar mereka mendapat petunjuk.
ٱللَّهُ
Allahu allathee khalaqa assamawatiwal-arda wama baynahuma fee sittatiayyamin thumma istawa AAala alAAarshi malakum min doonihi min waliyyin wala shafeeAAin afalatatathakkaroon
Allah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy.1 Bagimu tidak ada seorang pun penolong maupun pemberi syafaat2 selain Dia. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?
يُدَبِّرُ
Yudabbiru al-amra mina assama-iila al-ardi thumma yaAAruju ilayhi fee yawmin kanamiqdaruhu alfa sanatin mimma taAAuddoon
Dia mengatur segala urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya1 dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.
ذ
Thalika AAalimu alghaybi washshahadatialAAazeezu arraheem
Yang demikian itu, ialah Tuhan yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang,
ٱلَّذ
Allathee ahsana kulla shay-inkhalaqahu wabadaa khalqa al-insani min teen
Yang memperindah segala sesuatu yang Dia ciptakan dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah,
ثُ
Thumma jaAAala naslahu min sulalatinmin ma-in maheen
kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani).
ثُ
Thumma sawwahu wanafakha feehi min roohihiwajaAAala lakumu assamAAa wal-absara wal-af-idataqaleelan ma tashkuroon
Kemudian Dia menyempurnakannya dan meniupkan roh (ciptaan)-Nya ke dalam (tubuh)nya dan Dia menjadikan pendengaran, penglihatan dan hati bagimu, (tetapi) sedikit sekali dari kamu yang bersyukur.
وَقَال
Waqaloo a-itha dalalnafee al-ardi a-inna lafee khalqin jadeedin bal humbiliqa-i rabbihim kafiroon
Dan mereka berkata, "Apakah apabila kami telah lenyap (hancur) di dalam tanah, kami akan berada dalam ciptaan yang baru?"1 Bahkan mereka mengingkari pertemuan dengan Tuhannya.
۞ قُلْ يَتَوَفَّ
Qul yatawaffakum malaku almawti allatheewukkila bikum thumma ila rabbikum turjaAAoon
Katakanlah, "Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa) mu akan mematikan kamu, kemudian kepada Tuhanmu, kamu akan dikembalikan."
وَلَوْ تَرَ
Walaw tara ithi almujrimoona nakisooruoosihim AAinda rabbihim rabbana absarnawasamiAAna faarjiAAna naAAmal salihaninna mooqinoon
Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata), "Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), niscaya kami akan mengerjakan kebajikan. Sungguh, kami adalah orang-orang yang yakin."
وَلَوْ شِئْنَا لَأَتَيْنَا كُلَّ نَفْسٍ هُدَ
Walaw shi-na laataynakulla nafsin hudaha walakin haqqaalqawlu minnee laamlaanna jahannama mina aljinnati wannasiajmaAAeen
Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami berikan kepada setiap jiwa petunjuk (bagi)nya, tetapi telah ditetapkan perkataan (ketetapan) dari-Ku, "Pasti akan Aku penuhi neraka Jahanam dengan jin dan manusia bersama-sama.
فَذُوقُو
Fathooqoo bima naseetum liqaayawmikum hatha inna naseenakum wathooqooAAathaba alkhuldi bima kuntum taAAmaloon
Maka rasakanlah olehmu (azab ini) disebabkan kamu melalaikan pertemuan dengan harimu ini (hari Kiamat), sesungguhnya Kami pun melalaikan kamu dan rasakanlah azab yang kekal, atas apa yang telah kamu kerjakan."
إِ
Innama yu/minu bi-ayatinaallatheena itha thukkiroo bihakharroo sujjadan wasabbahoo bihamdi rabbihim wahumla yastakbiroon
Orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, hanyalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengannya (ayat-ayat Kami), mereka menyungkur sujud1 dan bertasbih serta memuji Tuhannya, dan mereka tidak menyombongkan diri.
تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ
Tatajafa junoobuhum AAani almadajiAAiyadAAoona rabbahum khawfan watamaAAan wamimmarazaqnahum yunfiqoon
Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya,1 mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.
فَلَا تَعْلَمُ نَفْ
Fala taAAlamu nafsun maokhfiya lahum min qurrati aAAyunin jazaan bima kanooyaAAmaloon
Maka tidak seorang pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyenangkan hati sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan.
أَفَمَ
Afaman kana mu/minan kaman kanafasiqan la yastawoon
Maka apakah orang yang beriman seperti orang yang fasik (kafir)? Mereka tidak sama.
أَ
Amma allatheena amanoowaAAamiloo assalihati falahum jannatualma/wa nuzulan bima kanoo yaAAmaloon
Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, maka mereka akan mendapat surga-surga tempat kediaman, sebagai pahala atas apa yang telah mereka kerjakan.
وَأَ
Waamma allatheena fasaqoofama/wahumu annaru kullama aradooan yakhrujoo minha oAAeedoo feeha waqeela lahum thooqooAAathaba annari allathee kuntum bihitukaththiboon
Dan adapun orang-orang yang fasik (kafir), maka tempat kediaman mereka adalah neraka. Setiap kali mereka hendak keluar darinya, mereka dikembalikan (lagi) ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka, "Rasakanlah azab neraka yang dahulu kamu dustakan."
وَلَنُذِيقَ
Walanutheeqannahum mina alAAathabial-adna doona alAAathabi al-akbari laAAallahumyarjiAAoon
Dan pasti Kami timpakan kepada mereka sebagian siksa yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat); agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
وَمَنْ أَظْلَمُ مِ
Waman athlamu mimman thukkirabi-ayati rabbihi thumma aAArada AAanhainna mina almujrimeena muntaqimoon
Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian dia berpaling darinya? Sungguh, Kami akan memberikan balasan kepada orang-orang yang berdosa.
وَلَقَ
Walaqad atayna moosaalkitaba fala takun fee miryatin min liqa-ihiwajaAAalnahu hudan libanee isra-eel
Dan sungguh, telah Kami anugerahkan Kitab (Taurat) kepada Musa, maka janganlah engkau (Muhammad) ragu-ragu menerimanya (Alquran) dan Kami jadikan Kitab (Taurat) itu petunjuk bagi Bani Israil.1
وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِ
WajaAAalna minhum a-immatan yahdoonabi-amrina lamma sabaroo wakanoo bi-ayatinayooqinoon
Dan Kami jadikan diantara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami selama mereka sabar.1 Mereka meyakini ayat-ayat Kami.
إِ
Inna rabbaka huwa yafsilu baynahumyawma alqiyamati feema kanoo feehiyakhtalifoon
Sungguh Tuhanmu, Dia yang memberikan keputusan di antara mereka pada hari Kiamat tentang apa yang dahulu mereka perselisihkan padanya.
أَوَلَمْ يَهْدِ لَهُمْ كَمْ أَهْلَكْنَا مِ
Awa lam yahdi lahum kam ahlakna minqablihim mina alqurooni yamshoona fee masakinihim inna feethalika laayatin afala yasmaAAoon
Dan tidakkah menjadi petunjuk bagi mereka, betapa banyak umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, sedangkan mereka sendiri berjalan di tempat-tempat kediaman mereka. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah). Apakah mereka tidak mendengarkan (memperhatikan)?
أَوَلَمْ يَرَوْ
Awa lam yaraw anna nasooqu almaaila al-ardi aljuruzi fanukhriju bihi zarAAanta-kulu minhu anAAamuhum waanfusuhum afala yubsiroon
Dan tidakkah mereka memperhatikan, bahwa Kami mengarahkan (awan yang mengandung) air ke bumi yang tandus, lalu Kami tumbuhkan (dengan air hujan itu) tanam-tanaman sehingga hewan-hewan ternak mereka dan mereka sendiri dapat makan darinya. Maka mengapa mereka tidak memperhatikan?
وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَ
Wayaqooloona mata hatha alfathuin kuntum sadiqeen
Dan mereka bertanya, "Kapankah kemenangan itu (datang) jika engkau orang yang benar?"
قُلْ يَوْمَ
Qul yawma alfathi la yanfaAAuallatheena kafaroo eemanuhum wala hum yuntharoon
Katakanlah, "Pada hari kemenangan1 itu, tidak berguna lagi bagi orang-orang kafir keimanan mereka dan mereka tidak diberi penangguhan."
فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ وَ
FaaAArid AAanhum wantathirinnahum muntathiroon
Maka berpalinglah engkau dari mereka dan tunggulah, sesungguhnya mereka (juga) menunggu.1
يَ
Ya ayyuha annabiyyuittaqi Allaha wala tutiAAi alkafireenawalmunafiqeena inna Allaha kanaAAaleeman hakeema
Wahai Nabi! Bertakwalah kepada Allah dan janganlah engkau menuruti (keinginan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana,
وَ
WattabiAA ma yoohailayka min rabbika inna Allaha kana bimataAAmaloona khabeera
dan ikutilah apa yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan,
وَتَوَكَّلْ عَلَى
Watawakkal AAala Allahi wakafabillahi wakeela
dan bertawakallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pemelihara.
مَّا جَعَلَ
Ma jaAAala Allahu lirajulin minqalbayni fee jawfihi wama jaAAala azwajakumu alla-eetuthahiroona minhunna ommahatikum wamajaAAala adAAiyaakum abnaakum thalikumqawlukum bi-afwahikum wallahu yaqoolu alhaqqawahuwa yahdee assabeel
Allah tidak menjadikan bagi seseorang dua hati dalam rongganya; dan Dia tidak menjadikan istri-istrimu yang kamu zihar1 itu sebagai ibumu, dan Dia tidak menjadikan anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). Yang demikian itu hanyalah perkataan di mulutmu saja. Allah mengatakan yang sebenarnya dan Dia menujukkan jalan (yang benar).
ٱ
OdAAoohum li-aba-ihim huwa aqsatuAAinda Allahi fa-in lam taAAlamoo abaahumfa-ikhwanukum fee addeeni wamawaleekumwalaysa AAalaykum junahun feema akhta/tumbihi walakin ma taAAammadat quloobukum wakanaAllahu ghafooran raheema
Panggillah mereka (anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; itulah yang adil di sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak mereka, maka (panggillah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu.1 Dan tidak ada dosa atasmu jika kamu khilaf tentang itu, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
ٱ
Annabiyyu awla bilmu/mineenamin anfusihim waazwajuhu ommahatuhum waoloo al-arhamibaAAduhum awla bibaAAdin fee kitabiAllahi mina almu/mineena walmuhajireena illaan tafAAaloo ila awliya-ikum maAAroofan kanathalika fee alkitabi mastoora
Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dibandingkan diri mereka sendiri1 dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka. Orang-orang yang mempunyai hubungan darah satu sama lain lebih berhak (waris-mewarisi) di dalam Kitab Allah daripada orang-orang mukmin dan orang-orang Muhajirin, kecuali kalau kamu hendak berbuat baik2 kepada saudara-saudaramu (seagama). Demikianlah telah tertulis dalam Kitab (Allah).
وَإِذْ أَخَذْنَا مِنَ
Wa-ith akhathna mina annabiyyeenameethaqahum waminka wamin noohin wa-ibraheemawamoosa waAAeesa ibni maryama waakhathnaminhum meethaqan ghaleetha
Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari para nabi dan dari engkau (sendiri), dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putra Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh,1
لِّيَسْــَٔلَ
Liyas-ala assadiqeena AAan sidqihimwaaAAadda lilkafireena AAathaban aleema
agar Dia menanyakan kepada orang-orang yang benar tentang kebenaran mereka.1 Dia menyediakan azab yang pedih bagi orang-orang kafir.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanooothkuroo niAAmata Allahi AAalaykum ith jaatkumjunoodun faarsalna AAalayhim reehan wajunoodan lamtarawha wakana Allahu bimataAAmaloona baseera
Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikaruniakan) kepadamu ketika bala tentara datang kepadamu, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan bala tentara yang tidak dapat terlihat olehmu.1 Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
إِذْ ج
Ith jaookum min fawqikum waminasfala minkum wa-ith zaghati al-absaruwabalaghati alquloobu alhanajira watathunnoonabillahi aththunoona
(Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika penglihatan(mu) terpana dan hatimu menyesak sampai ke tenggorokan1 dan kamu berprasangka yang bukan-bukan terhadap Allah.
هُنَالِكَ
Hunalika ibtuliya almu-minoonawazulziloo zilzalan shadeeda
Disitulah diuji orang-orang mukmin dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang dahsyat.
وَإِذْ يَقُولُ
Wa-ith yaqoolu almunafiqoonawallatheena fee quloobihim maradun mawaAAadana Allahu warasooluhu illa ghuroora
Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang hatinya berpenyakit berkata, "Yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kami hanya tipu daya belaka."
وَإِذْ قَالَ
Wa-ith qalat ta-ifatunminhum ya ahla yathriba la muqama lakum farjiAAoowayasta/thinu fareequn minhumu annabiyyayaqooloona inna buyootana AAawratun wama hiyabiAAawratin in yureedoona illa firara
Dan (ingatlah) ketika segolongan di antara mereka berkata, "Wahai penduduk Yasrib (Madinah)! Tidak ada tempat bagimu, maka kembalilah kamu." Dan sebagian dari mereka meminta izin kepada Nabi (untuk kembali pulang) dengan berkata, "Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka (tidak ada penjaga)." Padahal rumah-rumah itu tidak terbuka, mereka hanyalah hendak lari.
وَلَوْ دُخِلَتْ عَلَيْه
Walaw dukhilat AAalayhim min aqtarihathumma su-iloo alfitnata laatawha wamatalabbathoo biha illa yaseera
Dan kalau (Yasrib) diserang dari segala penjuru, dan mereka diminta agar membuat kekacauan, niscaya mereka mengerjakannya; dan hanya sebentar saja mereka menunggu.
وَلَقَ
Walaqad kanoo AAahadoo Allahamin qablu la yuwalloona al-adbara wakanaAAahdu Allahi mas-oola
Dan sungguh, mereka sebelum itu telah berjanji kepada Allah, tidak akan berbalik ke belakang (mundur). Dan perjanjian dengan Allah akan diminta pertanggung jawabannya.
قُل لّ
Qul lan yanfaAAakumu alfiraru infarartum mina almawti awi alqatli wa-ithan latumattaAAoona illa qaleela
Katakanlah (Muhammad), "Lari tidaklah berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika demikian (kamu terhindar dari kematian) kamu hanya akan mengecap kesenangan sebentar saja."
قُلْ مَ
Qul man tha allathee yaAAsimukummina Allahi in arada bikum soo-an aw aradabikum rahmatan wala yajidoona lahum min dooni Allahiwaliyyan wala naseera
Katakanlah, "Siapakah yang dapat melindungi kamu dari (ketentuan) Allah jika Dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rahmat untuk dirimu?" Mereka itu tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong selain Allah.
۞ قَ
Qad yaAAlamu Allahu almuAAawwiqeenaminkum walqa-ileena li-ikhwanihim halummailayna wala ya/toona alba/sa illa qaleela
Sungguh, Allah mengetahui orang-orang yang menghalang-halangi di antara kamu dan orang yang berkata kepada saudara-saudaranya, "Marilah bersama kami." Tetapi mereka datang berperang hanya sebentar,
أَشِحَّةً عَلَيْكُمْۖ فَإِذَا ج
Ashihhatan AAalaykum fa-itha jaaalkhawfu raaytahum yanthuroona ilayka tadooruaAAyunuhum kallathee yughsha AAalayhi minaalmawti fa-itha thahaba alkhawfu salaqookumbi-alsinatin hidadin ashihhatan AAalaalkhayri ola-ika lam yu/minoo faahbata AllahuaAAmalahum wakana thalika AAala Allahiyaseera
mereka kikir terhadapmu. Apabila datang ketakutan (bahaya), kamu lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik-balik seperti orang yang pingsan karena akan mati, dan apabila ketakutan telah hilang, mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam, sedang mereka kikir untuk berbuat kebaikan. Mereka itu tidak beriman, maka Allah menghapus amalnya. Dan yang demikian itu mudah bagi Allah.
يَحْسَبُونَ
Yahsaboona al-ahzabalam yathhaboo wa-in ya/ti al-ahzabu yawaddoolaw annahum badoona fee al-aAArabi yas-aloona AAananba-ikum walaw kanoo feekum ma qatalooilla qaleela
Mereka mengira (bahwa) golongan-golongan (yang bersekutu) itu belum pergi, dan jika golongan-golongan (yang bersekutu) itu datang kembali, niscaya mereka ingin berada di dusun-dusun bersama-sama orang Arab Badui, sambil menanyakan berita tentang kamu. Dan sekiranya mereka berada bersamamu, mereka tidak akan berperang, melainkan sebentar saja.
لَّقَ
Laqad kana lakum fee rasooli Allahioswatun hasanatun liman kana yarjoo Allahawalyawma al-akhira wathakara Allahakatheera
Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.
وَلَ
Walamma raa almu/minoona al-ahzabaqaloo hatha ma waAAadana Allahuwarasooluhu wasadaqa Allahu warasooluhu wamazadahum illa eemanan watasleema
Dan ketika orang-orang mukmin melihat golongan-golongan (yang bersekutu) itu, mereka berkata, "Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya1 kepada kita." Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu menambah keimanan dan keislaman mereka.
مِّنَ
Mina almu/mineena rijalun sadaqooma AAahadoo Allaha AAalayhi faminhum man qadanahbahu waminhum man yantathiru wamabaddaloo tabdeela
Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Dan di antara mereka ada yang gugur, dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu1 dan mereka sedikit pun tidak mengubah (janjinya),
لِّيَ
Liyajziya Allahu assadiqeenabisidqihim wayuAAaththiba almunafiqeena inshaa aw yatooba AAalayhim inna Allaha kanaghafooran raheema
agar Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar itu karena kebenarannya, dan mengazab orang munafik jika Dia kehendaki, atau menerima tobat mereka. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
وَرَدَّ
Waradda Allahu allatheenakafaroo bighaythihim lam yanaloo khayranwakafa Allahu almu/mineena alqitala wakanaAllahu qawiyyan AAazeeza
Dan Allah menghalau orang-orang kafir itu yang mereka penuh memendam kejengkelan, karena mereka (juga) tidak memperoleh keuntungan apa pun. Cukuplah Allah (yang menolong) menghindarkan orang-orang mukmin dalam peperangan.1 Dan Allah Mahakuat, Mahaperkasa.
وَأَ
Waanzala allatheena thaharoohummin ahli alkitabi min sayaseehim waqathafafee quloobihimu arruAAba fareeqan taqtuloona wata/siroonafareeqa
Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab (Bani Quraiẓah) yang membantu mereka (golongan-golongan yang bersekutu) dari benteng-benteng mereka, dan Dia memasukkan rasa takut ke dalam hati mereka. Sebagian mereka kamu bunuh dan sebagian yang lain kamu tawan.1
وَأَوْرَثَكُمْ أَرْضَهُمْ وَدِيَ
Waawrathakum ardahum wadiyarahumwaamwalahum waardan lam tataooha wakanaAllahu AAala kulli shay-in qadeera
Dan Dia mewariskan kepadamu tanah-tanah, rumah-rumah dan harta benda mereka, dan (begitu pula) tanah yang belum kamu injak.1 Dan Allah Mahakuasa terhadap segala sesuatu.
يَ
Ya ayyuha annabiyyuqul li-azwajika in kuntunna turidna alhayataaddunya wazeenataha fataAAalaynaomattiAAkunna waosarrihkunna sarahan jameela
Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, "Jika kamu menginginkan kehidupan di dunia dan perhiasannya, maka kemarilah agar kuberikan kepadamu mut'ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik."
وَإِ
Wa-in kuntunna turidna Allahawarasoolahu waddara al-akhirata fa-innaAllaha aAAadda lilmuhsinati minkunna ajranAAatheema
Dan jika kamu menginginkan Allah dan Rasul-Nya dan negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan pahala yang besar bagi siapa yang berbuat baik diantara kamu.
يَ
Ya nisaa annabiyyi manya/ti minkunna bifahishatin mubayyinatin yudaAAaflaha alAAathabu diAAfayni wakana thalikaAAala Allahi yaseera
Wahai istri-istri Nabi! Barangsiapa di antara kamu yang mengerjakan perbuatan keji yang nyata, niscaya azabnya akan dilipatgandakan dua kali lipat kepadanya. Dan yang demikian itu, mudah bagi Allah.