بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Preview ukuran font
ا
وَعْدَ
وَأَ
وَمِنْ ءَايَ
وَإِذَا مَسَّ
قُلْ سِيرُو
وَلَئِنْ أَرْسَلْنَا رِي
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang
ا
Alif-lam-meem
Alif Lām Mīm.
غُلِبَتِ
Ghulibati arroom
Bangsa Romawi telah dikalahkan,1
ف
Fee adna al-ardi wahum minbaAAdi ghalabihim sayaghliboon
di negeri yang terdekat1 dan mereka setelah kekalahannya itu akan menang,2
فِى بِضْعِ سِنِينَۗ لِلَّهِ
Fee bidAAi sineena lillahial-amru min qablu wamin baAAdu wayawma-ithin yafrahualmu/minoon
dalam beberapa tahun (lagi).1 Bagi Allah lah urusan sebelum dan setelah (mereka menang). Dan pada hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman,
بِنَصْرِ
Binasri Allahi yansuruman yashao wahuwa alAAazeezu arraheem
karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang Dia kehendaki. Dia Mahaperkasa, Maha Penyayang.
وَعْدَ
WaAAda Allahi la yukhlifu AllahuwaAAdahu walakinna akthara annasi layaAAlamoon
(Itulah) janji Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
يَعْلَمُونَ ظَ
YaAAlamoona thahiranmina alhayati addunya wahum AAanial-akhirati hum ghafiloon
Mereka mengetahui yang lahir (tampak) dari kehidupan dunia; sedangkan terhadap (kehidupan) akhirat mereka lalai.
أَوَلَمْ يَتَفَكَّرُو
Awa lam yatafakkaroo fee anfusihim makhalaqa Allahu assamawati wal-ardawama baynahuma illa bilhaqqiwaajalin musamman wa-inna katheeran mina annasibiliqa-i rabbihim lakafiroon
Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka? Allah tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya banyak di antara manusia benar-benar mengingkari pertemuan dengan Tuhannya.
أَوَلَمْ يَسِيرُو
Awa lam yaseeroo fee al-ardi fayanthurookayfa kana AAaqibatu allatheena min qablihimkanoo ashadda minhum quwwatan waatharoo al-ardawaAAamarooha akthara mimma AAamarooha wajaat-humrusuluhum bilbayyinati fama kana Allahuliyathlimahum walakin kanoo anfusahumyathlimoon
Dan tidakkah mereka bepergian di bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul)? Orang-orang itu lebih kuat dari mereka (sendiri) dan mereka telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya melebihi apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang jelas. Maka Allah sama sekali tidak berlaku zalim kepada mereka, tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri mereka sendiri.
ثُ
Thumma kana AAaqibata allatheenaasaoo assoo-a an kaththaboo bi-ayatiAllahi wakanoo biha yastahzi-oon
Kemudian, azab yang lebih buruk adalah kesudahan bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan. Karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah dan mereka selalu memperolok-olokkannya.
ٱللَّهُ يَ
Allahu yabdao alkhalqa thummayuAAeeduhu thumma ilayhi turjaAAoon
Allah yang memulai penciptaan (makhluk), kemudian mengulanginya kembali; kemudian kepada-Nya kamu dikembalikan.
وَيَوْمَ تَقُومُ
Wayawma taqoomu assaAAatuyublisu almujrimoon
Dan pada hari (ketika) terjadi Kiamat, orang-orang yang berdosa (kaum musyrik) terdiam berputus asa.
وَلَمْ يَك
Walam yakun lahum min shuraka-ihimshufaAAao wakanoo bishuraka-ihim kafireen
Dan tidak mungkin ada pemberi syafaat (pertolongan) bagi mereka dari berhala-berhala mereka, sedangkan mereka mengingkari berhala-berhala mereka itu.1
وَيَوْمَ تَقُومُ
Wayawma taqoomu assaAAatuyawma-ithin yatafarraqoon
Dan pada hari (ketika) terjadi Kiamat, pada hari itu manusia terpecah-pecah (dalam kelompok).
فَأَ
Faamma allatheena amanoowaAAamiloo assalihati fahum fee rawdatinyuhbaroon
Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, maka mereka di dalam taman (surga) bergembira.
وَأَ
Waamma allatheena kafaroo wakaththaboobi-ayatina waliqa-i al-akhiratifaola-ika fee alAAathabi muhdaroon
Sedangkan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami serta (mendustakan) pertemuan hari akhirat, maka mereka tetap berada di dalam azab (neraka).
فَسُ
Fasubhana Allahi heenatumsoona waheena tusbihoon
Maka bertasbihlah kepada Allah pada petang hari dan pada pagi hari (waktu subuh),
وَلَهُ
Walahu alhamdu fee assamawatiwal-ardi waAAashiyyan waheena tuthhiroon
dan segala puji bagi-Nya di langit, di bumi, pada malam hari dan pada waktu zuhur (tengah hari).1
يُخْرِجُ
Yukhriju alhayya mina almayyitiwayukhriju almayyita mina alhayyi wayuhyee al-ardabaAAda mawtiha wakathalika tukhrajoon
Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi setelah mati (kering). Dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur).
وَمِنْ ءَايَ
Wamin ayatihi an khalaqakummin turabin thumma itha antum basharun tantashiroon
Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak.
وَمِنْ ءَايَ
Wamin ayatihi an khalaqa lakummin anfusikum azwajan litaskunoo ilayha wajaAAalabaynakum mawaddatan warahmatan inna fee thalika laayatinliqawmin yatafakkaroon
Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan diantaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.
وَمِنْ ءَايَ
Wamin ayatihi khalqu assamawatiwal-ardi wakhtilafu alsinatikumwaalwanikum inna fee thalika laayatinlilAAalimeen
Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah penciptaan langit dan bumi, perbedaan bahasamu dan warna kulitmu. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.
وَمِنْ ءَايَ
Wamin ayatihi manamukumbillayli wannahari wabtighaokummin fadlihi inna fee thalika laayatinliqawmin yasmaAAoon
Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah tidurmu pada waktu malam dan siang hari serta usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.
وَمِنْ ءَايَ
Wamin ayatihi yureekumualbarqa khawfan watamaAAan wayunazzilu mina assama-imaan fayuhyee bihi al-arda baAAda mawtihainna fee thalika laayatin liqawminyaAAqiloon
Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya, Dia memperlihatkan kilat kepadamu untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu dengan air itu dihidupkannya bumi setelah mati (kering). Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mengerti.
وَمِنْ ءَايَ
Wamin ayatihi an taqooma assamaowal-ardu bi-amrihi thumma itha daAAakumdaAAwatan mina al-ardi itha antum takhrujoon
Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah berdirinya langit dan bumi dengan kehendak-Nya. Kemudian apabila Dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi, seketika itu kamu keluar (dari kubur).
وَلَهُ
Walahu man fee assamawatiwal-ardi kullun lahu qanitoon
Dan milik-Nya apa yang di langit dan di bumi. Semuanya hanya kepada-Nya tunduk.
وَهُوَ
Wahuwa allathee yabdao alkhalqathumma yuAAeeduhu wahuwa ahwanu AAalayhi walahu almathalu al-aAAlafee assamawati wal-ardiwahuwa alAAazeezu alhakeem
Dan Dialah yang memulai penciptaan, kemudian mengulanginya kembali, dan itu lebih mudah bagi-Nya. Dia memiliki sifat yang Mahatinggi di langit dan di bumi. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
ضَرَبَ لَك
Daraba lakum mathalan min anfusikumhal lakum mimma malakat aymanukum min shurakaafee ma razaqnakum faantum feehi sawaon takhafoonahumkakheefatikum anfusakum kathalika nufassilu al-ayatiliqawmin yaAAqiloon
Dia membuat perumpamaan bagimu dari dirimu sendiri. Apakah (kamu rela jika) ada di antara hamba sahaya yang kamu miliki, menjadi sekutu bagimu dalam (memiliki) rezeki yang telah Kami berikan kepadamu, sehingga kamu menjadi setara dengan mereka dalam hal ini, lalu kamu takut kepada mereka sebagaimana kamu takut kepada sesamamu.1 Demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengerti.
بَلِ
Bali ittabaAAa allatheena thalamooahwaahum bighayri AAilmin faman yahdee man adallaAllahu wama lahum min nasireen
Tetapi orang-orang yang zalim, mengikuti hawa nafsunya tanpa ilmu pengetahuan; maka siapakah yang dapat memberi petunjuk kepada orang yang telah disesatkan Allah. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi mereka.
فَأَقِمْ وَ
Faaqim wajhaka liddeeni haneefanfitrata Allahi allatee fatara annasaAAalayha la tabdeela likhalqi Allahi thalikaaddeenu alqayyimu walakinna akthara annasila yaAAlamoon
Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu.1 Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,
۞ مُنِيبِينَ إِلَيْهِ وَ
Muneebeena ilayhi wattaqoohuwaaqeemoo assalata wala takoonoomina almushrikeen
dengan kembali bertobat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta laksanakanlah salat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah,
مِنَ
Mina allatheena farraqoo deenahum wakanooshiyaAAan kullu hizbin bima ladayhim farihoon
yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka1 dan mereka menjadi beberapa golongan. Setiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.
وَإِذَا مَسَّ
Wa-itha massa annasa durrundaAAaw rabbahum muneebeena ilayhi thumma itha athaqahumminhu rahmatan itha fareequn minhum birabbihimyushrikoon
Dan apabila manusia ditimpa oleh suatu bahaya, mereka menyeru Tuhannya dengan kembali (bertobat) kepada-Nya, kemudian apabila Dia memberikan sedikit rahmat-Nya1 kepada mereka, tiba-tiba sebagian mereka mempersekutukan Allah,
لِيَكْفُرُو
Liyakfuroo bima ataynahumfatamattaAAoo fasawfa taAAlamoon
biarkan mereka mengingkari rahmat yang telah Kami berikan. Dan bersenang-senanglah kamu, maka kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu).
أَمْ أَ
Am anzalna AAalayhim sultananfahuwa yatakallamu bima kanoo bihi yushrikoon
Atau pernahkah Kami menurunkan kepada mereka keterangan, yang menjelaskan (membenarkan) apa yang (selalu) mereka persekutukan dengan Tuhan?
وَإِذ
Watha athaqna annasarahmatan farihoo biha wa-in tusibhumsayyi-atun bima qaddamat aydeehim itha hum yaqnatoon
Dan apabila Kami berikan suatu rahmat kepada manusia, niscaya mereka gembira dengan (rahmat) itu. Tetapi apabila mereka ditimpa suatu musibah (bahaya) karena kesalahan mereka sendiri, seketika itu mereka berputus asa.
أَوَلَمْ يَرَوْ
Awa lam yaraw anna Allaha yabsutuarrizqa liman yashao wayaqdiru inna fee thalikalaayatin liqawmin yu/minoon
Dan tidakkah mereka memperhatikan bahwa Allah yang melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan Dia (pula) yang membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki). Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang beriman.
فَـَٔـاتِ ذَا
Faati tha alqurba haqqahuwalmiskeena wabna assabeeli thalikakhayrun lillatheena yureedoona wajha Allahi waola-ikahumu almuflihoon
Maka berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan. Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari keridaan Allah. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
وَم
Wama ataytum min ribanliyarbuwa fee amwali annasi falayarboo AAinda Allahi wama ataytum min zakatintureedoona wajha Allahi faola-ika humu almudAAifoon
Dan suatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar harta manusia bertambah, maka tidak bertambah dalam pandangan Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk memperoleh keridaan Allah, maka itulah orang-orang yang melipatgandakan (pahalanya).
ٱللَّهُ
Allahu allathee khalaqakumthumma razaqakum thumma yumeetukum thumma yuhyeekum halmin shuraka-ikum man yafAAalu min thalikum minshay-in subhanahu wataAAala AAammayushrikoon
Allah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki, lalu mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara mereka yang kamu sekutukan dengan Allah yang dapat berbuat hal yang demikian? Mahasuci Dia dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan.
ظَهَرَ
Thahara alfasadu feealbarri walbahri bima kasabat aydee annasiliyutheeqahum baAAda allathee AAamiloolaAAallahum yarjiAAoon
Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
قُلْ سِيرُو
Qul seeroo fee al-ardi fanthurookayfa kana AAaqibatu allatheena min qablu kanaaktharuhum mushrikeen
Katakanlah (Muhammad), "Bepergianlah di bumi lalu lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)."
فَأَقِمْ وَ
Faaqim wajhaka liddeeni alqayyimimin qabli an ya/tiya yawmun la maradda lahu mina Allahiyawma-ithin yassaddaAAoon
Oleh karena itu, hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus (Islam) sebelum datang dari Allah suatu hari (Kiamat) yang tidak dapat ditolak, pada hari itu mereka terpisah-pisah.1
مَ
Man kafara faAAalayhi kufruhu waman AAamila salihanfali-anfusihim yamhadoon
Barangsiapa kafir maka dia sendirilah yang menanggung (akibat) kekafirannya; dan barangsiapa mengerjakan kebajikan maka mereka menyiapkan untuk diri mereka sendiri (tempat yang menyenangkan),
لِيَ
Liyajziya allatheena amanoowaAAamiloo assalihati min fadlihiinnahu la yuhibbu alkafireen
agar Allah memberi balasan (pahala) kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dari karunia-Nya. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang ingkar (kafir).
وَمِنْ ءَايَ
Wamin ayatihi an yursila arriyahamubashshiratin waliyutheeqakum min rahmatihiwalitajriya alfulku bi-amrihi walitabtaghoo min fadlihiwalaAAallakum tashkuroon
Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya adalah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira1 dan agar kamu merasakan sebagian dari rahmat-Nya dan agar kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya dan (juga) agar kamu dapat mencari sebagian dari karunia-Nya, dan agar kamu bersyukur.
وَلَقَ
Walaqad arsalna min qablika rusulanila qawmihim fajaoohum bilbayyinatifantaqamna mina allatheena ajramoo wakanahaqqan AAalayna nasru almu/mineen
Dan sungguh, Kami telah mengutus sebelum engkau (Muhammad) beberapa orang rasul kepada kaumnya, mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup), lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa.1 Dan merupakan hak Kami untuk menolong orang-orang yang beriman.
ٱللَّهُ
Allahu allathee yursilu arriyahafatutheeru sahaban fayabsutuhu fee assama-ikayfa yashao wayajAAaluhu kisafan fatara alwadqayakhruju min khilalihi fa-itha asaba bihiman yashao min AAibadihi itha humyastabshiroon
Allah lah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang Dia kehendaki, dan menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila Dia menurunkannya kepada hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki tiba-tiba mereka bergembira.
وَإِ
Wa-in kanoo min qabli an yunazzalaAAalayhim min qablihi lamubliseen
Padahal sebelum hujan diturunkan kepada mereka, sungguh mereka benar-benar telah berputus asa.
فَ
Fanthur ila atharirahmati Allahi kayfa yuhyee al-ardabaAAda mawtiha inna thalika lamuhyee almawtawahuwa AAala kulli shay-in qadeer
Maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi setelah mati (kering). Sungguh, itu berarti Dia pasti (berkuasa) menghidupkan yang telah mati. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
وَلَئِنْ أَرْسَلْنَا رِي
Wala-in arsalna reehanfaraawhu musfarran lathalloo min baAAdihiyakfuroon
Dan sungguh, jika Kami mengirimkan angin lalu mereka melihat (tumbuh-tumbuhan itu) menjadi kuning (kering), niscaya setelah itu mereka tetap ingkar.
فَإِ
Fa-innaka la tusmiAAu almawtawala tusmiAAu assumma adduAAaaitha wallaw mudbireen
Maka sungguh, engkau tidak akan sanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar, dan menjadikan orang-orang yang tuli dapat mendengar seruan, apabila mereka berpaling ke belakang.1
وَم
Wama anta bihadi alAAumyi AAandalalatihim in tusmiAAu illa man yu/minu bi-ayatinafahum muslimoon
Dan engkau tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta (mata hatinya) dari kesesatannya. Dan engkau tidak dapat memperdengarkan (petunjuk Tuhan) kecuali kepada orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, maka mereka itulah orang-orang yang berserah diri (kepada Kami).
۞ ٱللَّهُ
Allahu allathee khalaqakum mindaAAfin thumma jaAAala min baAAdi daAAfin quwwatanthumma jaAAala min baAAdi quwwatin daAAfan washaybatanyakhluqu ma yashao wahuwa alAAaleemu alqadeer
Allah lah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dan Dia Maha Mengetahui, Mahakuasa.
وَيَوْمَ تَقُومُ
Wayawma taqoomu assaAAatuyuqsimu almujrimoona ma labithoo ghayra saAAatin kathalikakanoo yu/fakoon
Dan pada hari (ketika) terjadinya Kiamat, orang-orang yang berdosa bersumpah, bahwa mereka berdiam (dalam kubur) hanya sesaat (saja). Begitulah dahulu mereka dipalingkan (dari kebenaran).1
وَقَالَ
Waqala allatheena ootooalAAilma wal-eemana laqad labithtum fee kitabiAllahi ila yawmi albaAAthi fahatha yawmualbaAAthi walakinnakum kuntum la taAAlamoon
Dan orang-orang yang diberi ilmu dan keimanan berkata (kepada orang-orang kafir), "Sungguh, kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit. Maka inilah hari berbangkit itu, tetapi (dahulu) kamu tidak meyakini(nya)."
فَيَوْمَئِ
Fayawma-ithin la yanfaAAu allatheenathalamoo maAAthiratuhum wala humyustaAAtaboon
Maka pada hari itu tidak bermanfaat (lagi) permintaan maaf orang-orang yang zalim, dan mereka tidak pula diberi kesempatan bertobat lagi.
وَلَقَ
Walaqad darabna linnasifee hatha alqur-ani min kulli mathalin wala-inji/tahum bi-ayatin layaqoolanna allatheena kafarooin antum illa mubtiloon
Dan sesungguhnya telah Kami jelaskan kepada manusia segala macam perumpamaan dalam Alquran ini. Dan jika engkau membawa suatu ayat kepada mereka, pastilah orang-orang kafir itu akan berkata, "Kamu hanyalah orang-orang yang membuat kepalsuan belaka."
كَذ
Kathalika yatbaAAu AllahuAAala quloobi allatheena la yaAAlamoon
Demikianlah Allah mengunci hati orang-orang yang tidak (mau) memahami.
فَ
Fasbir inna waAAda Allahihaqqun wala yastakhiffannaka allatheena layooqinoon
Maka bersabarlah engkau (Muhammad), sungguh, janji Allah itu benar dan sekali-kali jangan sampai orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan engkau.
Ar-Rum
Ayat