Juz 19

339 ayat · 3 surah

۞ وَقَالَ ٱلَّذِينَ لَا يَرْجُونَ لِقَآءَنَا لَوْلَآ أُنزِلَ عَلَيْنَا ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ أَوْ نَرَىٰ رَبَّنَا‌ۗ لَقَدِ ٱسْتَكْبَرُواْ فِىٓ أَنفُسِهِمْ وَعَتَوْ عُتُوًّا كَبِيرًا ٢١

Waqala allatheena layarjoona liqaana lawla onzila AAalaynaalmala-ikatu aw nara rabbana laqadiistakbaroo fee anfusihim waAAataw AAutuwwan kabeera

Dan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami (di akhirat) berkata, "Mengapa bukan para malaikat yang diturunkan kepada kita atau (mengapa) kita (tidak) melihat Tuhan kita?" Sungguh, mereka telah menyombongkan diri mereka dan benar-benar telah melampaui batas (dalam melakukan kezaliman).

يَوْمَ يَرَوْنَ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةَ لَا بُشْرَىٰ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُجْرِمِينَ وَيَقُولُونَ حِجْرًا مَّحْجُورًا ٢٢

Yawma yarawna almala-ikata labushra yawma-ithin lilmujrimeena wayaqooloona hijranmahjoora

(Ingatlah) pada hari (ketika) mereka melihat para malaikat, pada hari itu tidak ada kabar gembira bagi orang-orang yang berdosa dan mereka berkata, "ḥijran maḥjūrā."1

وَقَدِمْنَآ إِلَىٰ مَا عَمِلُواْ مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَـٰهُ هَبَآءً مَّنثُورًا ٢٣

Waqadimna ila maAAamiloo min AAamalin fajaAAalnahu habaan manthoora

Dan Kami akan perlihatkan segala amal1 yang mereka kerjakan, lalu Kami akan jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan.

أَصْحَـٰبُ ٱلْجَنَّةِ يَوْمَئِذٍ خَيْرٌ مُّسْتَقَرًّا وَأَحْسَنُ مَقِيلاً ٢٤

As-habu aljannati yawma-ithinkhayrun mustaqarran waahsanu maqeela

Penghuni-penghuni surga pada hari itu paling baik tempat tinggalnya dan paling indah tempat istirahatnya.

وَيَوْمَ تَشَقَّقُ ٱلسَّمَآءُ بِٱلْغَمَـٰمِ وَنُزِّلَ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ تَنزِيلاً ٢٥

Wayawma tashaqqaqu assamao bilghamamiwanuzzila almala-ikatu tanzeela

Dan (ingatlah) pada hari (ketika) langit pecah mengeluarkan kabut putih dan para malaikat diturunkan (secara) bergelombang.

ٱلْمُلْكُ يَوْمَئِذٍ ٱلْحَقُّ لِلرَّحْمَـٰنِ‌ۚ وَكَانَ يَوْمًا عَلَى ٱلْكَـٰفِرِينَ عَسِيرًا ٢٦

Almulku yawma-ithin alhaqqu lirrahmaniwakana yawman AAala alkafireena AAaseera

Kerajaan yang hak1 pada hari itu adalah milik Tuhan Yang Maha Pengasih. Dan itulah hari yang sulit bagi orang-orang kafir.

وَيَوْمَ يَعَضُّ ٱلظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيْهِ يَقُولُ يَـٰلَيْتَنِى ٱتَّخَذْتُ مَعَ ٱلرَّسُولِ سَبِيلاً ٢٧

Wayawma yaAAaddu aththalimuAAala yadayhi yaqoolu ya laytanee ittakhathtumaAAa arrasooli sabeela

Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang zalim menggigit kedua tangannya, (menyesali perbuatannya) seraya berkata, "Wahai! Sekiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama Rasul.

يَـٰوَيْلَتَىٰ لَيْتَنِى لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلاً ٢٨

Ya waylata laytanee lamattakhith fulanan khaleela

Wahai celaka aku! Sekiranya (dulu) aku tidak menjadikan si fulan 1 itu teman akrab(ku),

لَّقَدْ أَضَلَّنِى عَنِ ٱلذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَآءَنِى‌ۗ وَكَانَ ٱلشَّيْطَـٰنُ لِلْإِنسَـٰنِ خَذُولاً ٢٩

Laqad adallanee AAani aththikribaAAda ith jaanee wakana ashshaytanulil-insani khathoola

sungguh, dia telah menyesatkan aku dari peringatan (Alquran) ketika (Alquran) itu telah datang kepadaku. Dan setan memang pengkhianat manusia."

وَقَالَ ٱلرَّسُولُ يَـٰرَبِّ إِنَّ قَوْمِى ٱتَّخَذُواْ هَـٰذَا ٱلْقُرْءَانَ مَهْجُورًا ٣٠

Waqala arrasoolu yarabbi inna qawmee ittakhathoo hatha alqur-anamahjoora

Dan Rasul (Muhammad) berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Alquran ini diabaikan."

وَكَذَٲلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِىٍّ عَدُوًّا مِّنَ ٱلْمُجْرِمِينَ‌ۗ وَكَفَىٰ بِرَبِّكَ هَادِيًا وَنَصِيرًا ٣١

Wakathalika jaAAalna likullinabiyyin AAaduwwan mina almujrimeena wakafa birabbika hadiyanwanaseera

Begitulah, bagi setiap nabi, telah Kami adakan musuh dari orang-orang yang berdosa. Tetapi cukuplah Tuhanmu menjadi pemberi petunjuk dan penolong.

وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ ٱلْقُرْءَانُ جُمْلَةً وَٲحِدَةً‌ۚ كَذَٲلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِۦ فُؤَادَكَ‌ۖ وَرَتَّلْنَـٰهُ تَرْتِيلاً ٣٢

Waqala allatheena kafaroo lawlanuzzila AAalayhi alqur-anu jumlatan wahidatan kathalikalinuthabbita bihi fu-adaka warattalnahu tarteela

Dan orang-orang kafir berkata, "Mengapa Alquran itu tidak diturunkan kepadanya sekaligus?" Demikianlah,1 agar Kami memperteguh hatimu (Muhammad) dengannya dan Kami membacakannya secara tartil³ (berangsur-angsur, perlahan dan benar).

وَلَا يَأْتُونَكَ بِمَثَلٍ إِلَّا جِئْنَـٰكَ بِٱلْحَقِّ وَأَحْسَنَ تَفْسِيرًا ٣٣

Wala ya/toonaka bimathalin illaji/naka bilhaqqi waahsana tafseera

Dan mereka (orang-orang kafir itu) tidak datang kepadamu (membawa) sesuatu yang aneh, melainkan Kami datangkan kepadamu yang benar dan penjelasan yang paling baik.

ٱلَّذِينَ يُحْشَرُونَ عَلَىٰ وُجُوهِهِمْ إِلَىٰ جَهَنَّمَ أُوْلَـٰٓئِكَ شَرٌّ مَّكَانًا وَأَضَلُّ سَبِيلاً ٣٤

Allatheena yuhsharoona AAalawujoohihim ila jahannama ola-ika sharrun makananwaadallu sabeela

Orang-orang yang dikumpulkan di neraka Jahanam dengan diseret wajahnya, mereka itulah yang paling buruk tempatnya dan paling sesat jalannya.

وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا مُوسَى ٱلْكِتَـٰبَ وَجَعَلْنَا مَعَهُۥٓ أَخَاهُ هَـٰرُونَ وَزِيرًا ٣٥

Walaqad atayna moosaalkitaba wajaAAalna maAAahu akhahu haroonawazeera

Dan sungguh, Kami telah memberikan Kitab (Taurat) kepada Musa dan Kami telah menjadikan Harun saudaranya, menyertai dia sebagai wazir (pembantu).

فَقُلْنَا ٱذْهَبَآ إِلَى ٱلْقَوْمِ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔـايَـٰتِنَا فَدَمَّرْنَـٰهُمْ تَدْمِيرًا ٣٦

Faqulna ithhaba ilaalqawmi allatheena kaththaboo bi-ayatinafadammarnahum tadmeera

Kemudian Kami berfirman (kepada keduanya), "Pergilah kamu berdua kepada kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami." Lalu Kami hancurkan mereka dengan sehancur-hancurnya.

وَقَوْمَ نُوحٍ لَّمَّا كَذَّبُواْ ٱلرُّسُلَ أَغْرَقْنَـٰهُمْ وَجَعَلْنَـٰهُمْ لِلنَّاسِ ءَايَةً‌ۖ وَأَعْتَدْنَا لِلظَّـٰلِمِينَ عَذَابًا أَلِيمًا ٣٧

Waqawma noohin lamma kaththabooarrusula aghraqnahum wajaAAalnahum linnasiayatan waaAAtadna liththalimeenaAAathaban aleema

Dan (telah Kami binasakan) kaum Nuh ketika mereka mendustakan para rasul. Kami tenggelamkam mereka dan Kami jadikan (cerita) mereka itu pelajaran bagi manusia. Dan Kami telah sediakan bagi orang-orang zalim azab yang pedih;

وَعَادًا وَثَمُودَاْ وَأَصْحَـٰبَ ٱلرَّسِّ وَقُرُونَۢا بَيْنَ ذَٲلِكَ كَثِيرًا ٣٨

WaAAadan wathamooda waas-habaarrassi waquroonan bayna thalika katheera

dan (telah Kami binasakan) kaum 'Ād dan Samud dan penduduk Rass1 serta banyak (lagi) generasi di antara (kaum-kaum) itu.

وَكُلاًّ ضَرَبْنَا لَهُ ٱلْأَمْثَـٰلَ‌ۖ وَكُلاًّ تَبَّرْنَا تَتْبِيرًا ٣٩

Wakullan darabna lahu al-amthalawakullan tabbarna tatbeera

Dan masing-masing telah Kami jadikan perumpamaan dan masing-masing telah Kami hancurkan sehancur-hancurnya.

وَلَقَدْ أَتَوْاْ عَلَى ٱلْقَرْيَةِ ٱلَّتِىٓ أُمْطِرَتْ مَطَرَ ٱلسَّوْءِ‌ۚ أَفَلَمْ يَكُونُواْ يَرَوْنَهَا‌ۚ بَلْ كَانُواْ لَا يَرْجُونَ نُشُورًا ٤٠

Walaqad ataw AAala alqaryati allateeomtirat matara assaw-i afalam yakoonooyarawnaha bal kanoo la yarjoona nushoora

Dan sungguh, mereka (kaum musyrik Mekkah) telah melalui negeri (Sodom) yang (dulu) dijatuhi hujan yang buruk (hujan batu). Tidakkah mereka menyaksikannya? Bahkan mereka itu sebenarnya tidak mengharapkan hari kebangkitan.

وَإِذَا رَأَوْكَ إِن يَتَّخِذُونَكَ إِلَّا هُزُوًا أَهَـٰذَا ٱلَّذِى بَعَثَ ٱللَّهُ رَسُولاً ٤١

Wa-itha raawka in yattakhithoonakailla huzuwan ahatha allathee baAAatha Allahurasoola

Dan apabila mereka melihat engkau (Muhammad), mereka hanyalah menjadikan engkau sebagai ejekan (dengan mengatakan), "Inikah orangnya yang diutus Allah sebagai Rasul?

إِن كَادَ لَيُضِلُّنَا عَنْ ءَالِهَتِنَا لَوْلَآ أَن صَبَرْنَا عَلَيْهَا‌ۚ وَسَوْفَ يَعْلَمُونَ حِينَ يَرَوْنَ ٱلْعَذَابَ مَنْ أَضَلُّ سَبِيلاً ٤٢

In kada layudillunaAAan alihatina lawla an sabarnaAAalayha wasawfa yaAAlamoona heena yarawna alAAathabaman adallu sabeela

Sungguh, hampir saja dia menyesatkan kita dari sesembahan kita, seandainya kita tidak tetap bertahan (menyembah)nya." Dan kelak mereka akan mengetahui pada saat mereka melihat azab, siapa yang paling sesat jalannya.

أَرَءَيْتَ مَنِ ٱتَّخَذَ إِلَـٰهَهُۥ هَوَٮٰهُ أَفَأَنتَ تَكُونُ عَلَيْهِ وَكِيلاً ٤٣

Araayta mani ittakhatha ilahahuhawahu afaanta takoonu AAalayhi wakeela

Sudahkah engkau (Muhammad) melihat orang yang menjadikan keinginannya sebagai tuhannya. Apakah engkau akan menjadi pelindungnya?

أَمْ تَحْسَبُ أَنَّ أَكْثَرَهُمْ يَسْمَعُونَ أَوْ يَعْقِلُونَ‌ۚ إِنْ هُمْ إِلَّا كَٱلْأَنْعَـٰمِ‌ۖ بَلْ هُمْ أَضَلُّ سَبِيلاً ٤٤

Am tahsabu anna aktharahumyasmaAAoona aw yaAAqiloona in hum illa kal-anAAamibal hum adallu sabeela

atau apakah engkau mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami? Mereka itu hanyalah seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat jalannya.

أَلَمْ تَرَ إِلَىٰ رَبِّكَ كَيْفَ مَدَّ ٱلظِّلَّ وَلَوْ شَآءَ لَجَعَلَهُۥ سَاكِنًا ثُمَّ جَعَلْنَا ٱلشَّمْسَ عَلَيْهِ دَلِيلاً ٤٥

Alam tara ila rabbika kayfa madda aththillawalaw shaa lajaAAalahu sakinan thumma jaAAalnaashshamsa AAalayhi daleela

Tidakkah engkau memperhatikan (penciptaan) Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan (dan memendekkan) bayang-bayang; dan sekiranya Dia menghendaki, niscaya Dia menjadikannya (bayang-bayang itu) tetap, kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk,

ثُمَّ قَبَضْنَـٰهُ إِلَيْنَا قَبْضًا يَسِيرًا ٤٦

Thumma qabadnahu ilaynaqabdan yaseera

kemudian Kami menariknya (bayang-bayang itu) kepada Kami1 sedikit demi sedikit.

وَهُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلَّيْلَ لِبَاسًا وَٱلنَّوْمَ سُبَاتًا وَجَعَلَ ٱلنَّهَارَ نُشُورًا ٤٧

Wahuwa allathee jaAAala lakumuallayla libasan wannawma subatan wajaAAalaannahara nushoora

Dan Dialah yang menjadikan malam untukmu (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangkit berusaha.

وَهُوَ ٱلَّذِىٓ أَرْسَلَ ٱلرِّيَـٰحَ بُشْرَۢا بَيْنَ يَدَىْ رَحْمَتِهِۦ‌ۚ وَأَنزَلْنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً طَهُورًا ٤٨

Wahuwa allathee arsala arriyahabushran bayna yaday rahmatihi waanzalna mina assama-imaan tahoora

Dan Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang sangat bersih,

لِّنُحْــِۧىَ بِهِۦ بَلْدَةً مَّيْتًا وَنُسْقِيَهُۥ مِمَّا خَلَقْنَآ أَنْعَـٰمًا وَأَنَاسِىَّ كَثِيرًا ٤٩

Linuhyiya bihi baldatan maytanwanusqiyahu mimma khalaqna anAAaman waanasiyyakatheera

agar (dengan air itu) Kami menghidupkan negeri yang mati (tandus), dan Kami memberi minum kepada sebagian apa yang telah Kami ciptakan, (berupa) hewan-hewan ternak dan manusia yang banyak.

وَلَقَدْ صَرَّفْنَـٰهُ بَيْنَهُمْ لِيَذَّكَّرُواْ فَأَبَىٰٓ أَكْثَرُ ٱلنَّاسِ إِلَّا كُفُورًا ٥٠

Walaqad sarrafnahu baynahumliyaththakkaroo faaba aktharu annasiilla kufoora

Dan sungguh, Kami telah mempergilirkan (hujan) itu di antara mereka agar mereka mengambil pelajaran; tetapi kebanyakan manusia tidak mau (bersyukur), bahkan mereka mengingkari (nikmat).

وَلَوْ شِئْنَا لَبَعَثْنَا فِى كُلِّ قَرْيَةٍ نَّذِيرًا ٥١

Walaw shi/na labaAAathna feekulli qaryatin natheera

Dan sekiranya Kami menghendaki, niscaya Kami utus seorang pemberi peringatan pada setiap negeri.

فَلَا تُطِعِ ٱلْكَـٰفِرِينَ وَجَـٰهِدْهُم بِهِۦ جِهَادًا كَبِيرًا ٥٢

Fala tutiAAi alkafireenawajahidhum bihi jihadan kabeera

Maka janganlah engkau taati orang-orang kafir, dan berjuanglah terhadap mereka dengannya (Alquran) dengan (semangat) perjuangan yang besar.

۞ وَهُوَ ٱلَّذِى مَرَجَ ٱلْبَحْرَيْنِ هَـٰذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ وَهَـٰذَا مِلْحٌ أُجَاجٌ وَجَعَلَ بَيْنَهُمَا بَرْزَخًا وَحِجْرًا مَّحْجُورًا ٥٣

Wahuwa allathee maraja albahraynihatha AAathbun furatun wahatha milhunojajun wajaAAala baynahuma barzakhan wahijranmahjoora

Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar dan segar dan yang lain sangat asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus.

وَهُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ مِنَ ٱلْمَآءِ بَشَرًا فَجَعَلَهُۥ نَسَبًا وَصِهْرًا‌ۗ وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيرًا ٥٤

Wahuwa allathee khalaqa mina alma-ibasharan fajaAAalahu nasaban wasihran wakanarabbuka qadeera

Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air, lalu Dia jadikan manusia itu (mempunyai) keturunan dan muṣāharah1 dan Tuhanmu adalah Mahakuasa.

وَيَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَا يَنفَعُهُمْ وَلَا يَضُرُّهُمْ‌ۗ وَكَانَ ٱلْكَافِرُ عَلَىٰ رَبِّهِۦ ظَهِيرًا ٥٥

WayaAAbudoona min dooni Allahi mala yanfaAAuhum wala yadurruhum wakanaalkafiru AAala rabbihi thaheera

Dan mereka menyembah selain Allah apa yang tidak memberi manfaat kepada mereka dan tidak (pula) mendatangkan bencana kepada mereka. Orang-orang kafir adalah penolong (setan untuk berbuat durhaka) terhadap Tuhannya.

وَمَآ أَرْسَلْنَـٰكَ إِلَّا مُبَشِّرًا وَنَذِيرًا ٥٦

Wama arsalnaka illamubashshiran wanatheera

Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan hanya sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan.

قُلْ مَآ أَسْــَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ إِلَّا مَن شَآءَ أَن يَتَّخِذَ إِلَىٰ رَبِّهِۦ سَبِيلاً ٥٧

Qul ma as-alukum AAalayhi min ajrinilla man shaa an yattakhitha ilarabbihi sabeela

Katakanlah, "Aku tidak meminta imbalan apa pun dari kamu dalam menyampaikan (risalah) itu, melainkan (mengharapkan agar) orang-orang mau mengambil jalan kepada Tuhannya."

وَتَوَكَّلْ عَلَى ٱلْحَىِّ ٱلَّذِى لَا يَمُوتُ وَسَبِّحْ بِحَمْدِهِۦ‌ۚ وَكَفَىٰ بِهِۦ بِذُنُوبِ عِبَادِهِۦ خَبِيرًا ٥٨

Watawakkal AAala alhayyi allatheela yamootu wasabbih bihamdihi wakafabihi bithunoobi AAibadihi khabeera

Dan bertawakallah kepada Allah Yang Hidup, Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa hamba-hamba-Nya,

ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِى سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ ٱسْتَوَىٰ عَلَى ٱلْعَرْشِ‌ۚ ٱلرَّحْمَـٰنُ فَسْــَٔلْ بِهِۦ خَبِيرًا ٥٩

Allathee khalaqa assamawatiwal-arda wama baynahuma fee sittatiayyamin thumma istawa AAala alAAarshi arrahmanufas-al bihi khabeera

yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy, (Dialah) Yang Maha Pengasih, maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada orang yang lebih mengetahui (Muhammad).

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ ٱسْجُدُواْ لِلرَّحْمَـٰنِ قَالُواْ وَمَا ٱلرَّحْمَـٰنُ أَنَسْجُدُ لِمَا تَأْمُرُنَا وَزَادَهُمْ نُفُورًا ۩ ٦٠

Wa-itha qeela lahumu osjudoo lirrahmaniqaloo wama arrahmanu anasjudulima ta/muruna wazadahum nufoora

Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Sujudlah kepada Yang Maha Pengasih", mereka menjawab, "Siapakah Yang Maha Pengasih itu? Apakah kami harus sujud kepada Allah yang engkau (Muhammad) perintahkan kepada kami (bersujud kepada-Nya)?" Dan mereka makin jauh lari (dari kebenaran).

تَبَارَكَ ٱلَّذِى جَعَلَ فِى ٱلسَّمَآءِ بُرُوجًا وَجَعَلَ فِيهَا سِرَٲجًا وَقَمَرًا مُّنِيرًا ٦١

Tabaraka allathee jaAAala feeassama-i buroojan wajaAAala feeha sirajanwaqamaran muneera

Mahasuci Allah yang menjadikan di langit gugusan bintang-bintang dan Dia juga menjadikan padanya matahari dan bulan yang bersinar.

وَهُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ خِلْفَةً لِّمَنْ أَرَادَ أَن يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًا ٦٢

Wahuwa allathee jaAAala allayla wannaharakhilfatan liman arada an yaththakkara aw aradashukoora

Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau yang ingin bersyukur.

وَعِبَادُ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى ٱلْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ ٱلْجَـٰهِلُونَ قَالُواْ سَلَـٰمًا ٦٣

WaAAibadu arrahmaniallatheena yamshoona AAala al-ardi hawnanwa-itha khatabahumu aljahiloona qaloosalama

Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan, "salām,"

وَٱلَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَـٰمًا ٦٤

Wallatheena yabeetoonalirabbihim sujjadan waqiyama

dan orang-orang yang menghabiskan waktu malam untuk beribadah kepada Tuhan mereka dengan bersujud dan berdiri.

وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا ٱصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ‌ۖ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا ٦٥

Wallatheena yaqooloona rabbanaisrif AAanna AAathaba jahannama inna AAathabahakana gharama

Dan orang-orang yang berkata, "Ya Tuhan kami, jauhkanlah azab Jahanam dari kami, karena sesungguhnya azabnya itu membuat kebinasaan yang kekal,"

إِنَّهَا سَآءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا ٦٦

Innaha saat mustaqarran wamuqama

Sungguh, Jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.

وَٱلَّذِينَ إِذَآ أَنفَقُواْ لَمْ يُسْرِفُواْ وَلَمْ يَقْتُرُواْ وَكَانَ بَيْنَ ذَٲلِكَ قَوَامًا ٦٧

Wallatheena ithaanfaqoo lam yusrifoo walam yaqturoo wakana bayna thalikaqawama

Dan (termasuk hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih) orang-orang yang apabila menginfakkan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, di antara keduanya secara wajar,

وَٱلَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ ٱللَّهِ إِلَـٰهًا ءَاخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ ٱلنَّفْسَ ٱلَّتِى حَرَّمَ ٱللَّهُ إِلَّا بِٱلْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ‌ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٲلِكَ يَلْقَ أَثَامًا ٦٨

Wallatheena layadAAoona maAAa Allahi ilahan akharawala yaqtuloona annafsa allatee harrama Allahuilla bilhaqqi wala yaznoona wamanyafAAal thalika yalqa athama

dan orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan lain dan tidak membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina; dan barang siapa melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat hukuman yang berat,

يُضَـٰعَفْ لَهُ ٱلْعَذَابُ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِۦ مُهَانًا ٦٩

YudaAAaf lahu alAAathabu yawmaalqiyamati wayakhlud feehi muhana

(yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari Kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina,

إِلَّا مَن تَابَ وَءَامَنَ وَعَمِلَ عَمَلاً صَـٰلِحًا فَأُوْلَـٰٓئِكَ يُبَدِّلُ ٱللَّهُ سَيِّـَٔـاتِهِمْ حَسَنَـٰتٍ‌ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا ٧٠

Illa man taba waamanawaAAamila AAamalan salihan faola-ikayubaddilu Allahu sayyi-atihim hasanatinwakana Allahu ghafooran raheema

kecuali orang-orang yang bertobat dan beriman dan mengerjakan kebajikan; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

وَمَن تَابَ وَعَمِلَ صَـٰلِحًا فَإِنَّهُۥ يَتُوبُ إِلَى ٱللَّهِ مَتَابًا ٧١

Waman taba waAAamila salihanfa-innahu yatoobu ila Allahi mataba

Dan barang siapa bertobat dan mengerjakan kebajikan, maka sesungguhnya dia bertobat kepada Allah dengan tobat yang sebenar-benarnya.

وَٱلَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ ٱلزُّورَ وَإِذَا مَرُّواْ بِٱللَّغْوِ مَرُّواْ كِرَامًا ٧٢

Wallatheena layashhadoona azzoora wa-itha marroo billaghwimarroo kirama

Dan orang-orang yang tidak memberikan kesaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berguna, mereka berlalu dengan menjaga kehormatan dirinya,

وَٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُواْ بِـَٔـايَـٰتِ رَبِّهِمْ لَمْ يَخِرُّواْ عَلَيْهَا صُمًّا وَعُمْيَانًا ٧٣

Wallatheena itha thukkiroobi-ayati rabbihim lam yakhirroo AAalayha summanwaAAumyana

dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidak bersikap sebagai orang-orang yang tuli dan buta,

وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٲجِنَا وَذُرِّيَّـٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا ٧٤

Wallatheena yaqooloona rabbanahab lana min azwajina wathurriyyatinaqurrata aAAyunin wajAAalna lilmuttaqeena imama

Dan orang-orang yang berkata, "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa."

أُوْلَـٰٓئِكَ يُجْزَوْنَ ٱلْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُواْ وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا تَحِيَّةً وَسَلَـٰمًا ٧٥

Ola-ika yujzawna alghurfata bimasabaroo wayulaqqawna feeha tahiyyatan wasalama

Mereka itu akan diberi balasan dengan tempat yang tinggi (dalam surga) atas kesabaran mereka, dan di sana mereka akan disambut dengan penghormatan dan salam,

خَـٰلِدِينَ فِيهَا‌ۚ حَسُنَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا ٧٦

Khalideena feeha hasunatmustaqarran wamuqama

mereka kekal di dalamnya. Surga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman.

قُلْ مَا يَعْبَؤُاْ بِكُمْ رَبِّى لَوْلَا دُعَآؤُكُمْ‌ۖ فَقَدْ كَذَّبْتُمْ فَسَوْفَ يَكُونُ لِزَامَۢا ٧٧

Qul ma yaAAbao bikum rabbee lawladuAAaokum faqad kaththabtum fasawfa yakoonu lizama

Katakanlah (Muhammad, kepada orang-orang musyrik), "Tuhanku tidak akan mengindahkan kamu, kalau tidak karena ibadahmu. (Tetapi bagaimana kamu beribadah kepada-Nya), padahal sungguh, kamu telah mendustakan-Nya? Karena itu kelak (azab) pasti (menimpamu)."

طسٓمٓ ١

Ta-seen-meem

Ṭā Sīn Mīm.

تِلْكَ ءَايَـٰتُ ٱلْكِتَـٰبِ ٱلْمُبِينِ ٢

Tilka ayatu alkitabialmubeen

Inilah ayat-ayat Kitab (Alquran) yang jelas.

لَعَلَّكَ بَـٰخِعٌ نَّفْسَكَ أَلَّا يَكُونُواْ مُؤْمِنِينَ ٣

LaAAallaka bakhiAAun nafsaka allayakoonoo mu/mineen

Boleh jadi engkau (Muhammad) akan membinasakan dirimu (dengan kesedihan), karena mereka (penduduk Mekkah) tidak beriman.

إِن نَّشَأْ نُنَزِّلْ عَلَيْهِم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ ءَايَةً فَظَلَّتْ أَعْنَـٰقُهُمْ لَهَا خَـٰضِعِينَ ٤

In nasha/ nunazzil AAalayhim mina assama-iayatan fathallat aAAnaquhum lahakhadiAAeen

Jika Kami menghendaki, niscaya Kami turunkan kepada mereka mukjizat dari langit, yang akan membuat tengkuk mereka tunduk dengan rendah hati kepadanya.

وَمَا يَأْتِيهِم مِّن ذِكْرٍ مِّنَ ٱلرَّحْمَـٰنِ مُحْدَثٍ إِلَّا كَانُواْ عَنْهُ مُعْرِضِينَ ٥

Wama ya/teehim min thikrin minaarrahmani muhdathin illa kanooAAanhu muAArideen

Dan setiap kali disampaikan kepada mereka suatu peringatan baru (ayat Alquran yang diturunkan) dari Tuhan Yang Maha Pengasih, mereka selalu berpaling darinya.

فَقَدْ كَذَّبُواْ فَسَيَأْتِيهِمْ أَنۢبَـٰٓؤُاْ مَا كَانُواْ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ ٦

Faqad kaththaboo fasaya/teehim anbaoma kanoo bihi yastahzi-oon

Sungguh, mereka telah mendustakan (Alquran), maka kelak akan datang kepada mereka (kebenaran) berita-berita mengenai apa (azab) yang dulu mereka perolok-olokkan.

أَوَلَمْ يَرَوْاْ إِلَى ٱلْأَرْضِ كَمْ أَنۢبَتْنَا فِيهَا مِن كُلِّ زَوْجٍ كَرِيمٍ ٧

Awa lam yaraw ila al-ardi kamanbatna feeha min kulli zawjin kareem

Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, betapa banyak Kami tumbuhkan di bumi itu berbagai macam (tumbuh-tumbuhan) yang baik?

إِنَّ فِى ذَٲلِكَ لَأَيَةً‌ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ ٨

Inna fee thalika laayatan wamakana aktharuhum mu/mineen

Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kebesaran Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.

وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ ٩

Wa-inna rabbaka lahuwa alAAazeezu arraheem

Dan sungguh, Tuhanmu Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.

وَإِذْ نَادَىٰ رَبُّكَ مُوسَىٰٓ أَنِ ٱئْتِ ٱلْقَوْمَ ٱلظَّـٰلِمِينَ ١٠

Wa-ith nada rabbukamoosa ani i/ti alqawma aththalimeen

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu menyeru Musa (dengan firman-Nya), "Datangilah kaum yang zalim itu,

قَوْمَ فِرْعَوْنَ‌ۚ أَلَا يَتَّقُونَ ١١

Qawma firAAawna ala yattaqoon

(yaitu) kaum Fir'aun. Mengapa mereka tidak bertakwa?"

قَالَ رَبِّ إِنِّىٓ أَخَافُ أَن يُكَذِّبُونِ ١٢

Qala rabbi innee akhafu anyukaththiboon

Dia (Musa) berkata, "Ya Tuhanku, sungguh, aku takut mereka akan mendustakan aku,

وَيَضِيقُ صَدْرِى وَلَا يَنطَلِقُ لِسَانِى فَأَرْسِلْ إِلَىٰ هَـٰرُونَ ١٣

Wayadeequ sadree walayantaliqu lisanee faarsil ila haroon

sehingga dadaku terasa sempit dan lidahku tidak lancar maka utuslah Harun1 (bersamaku).

وَلَهُمْ عَلَىَّ ذَنۢبٌ فَأَخَافُ أَن يَقْتُلُونِ ١٤

Walahum AAalayya thanbun faakhafuan yaqtuloon

Sebab aku berdosa terhadap mereka,1 maka aku takut mereka akan membunuhku."

قَالَ كَلَّا‌ۖ فَٱذْهَبَا بِـَٔـايَـٰتِنَآ‌ۖ إِنَّا مَعَكُم مُّسْتَمِعُونَ ١٥

Qala kalla fathhababi-ayatina inna maAAakum mustamiAAoon

(Allah) berfirman, "Jangan takut (mereka tidak akan dapat membunuhmu)! Maka pergilah kamu berdua dengan membawa ayat-ayat Kami (mukjizat-mukjizat); sungguh, Kami bersamamu mendengarkan (apa yang mereka katakan),

فَأْتِيَا فِرْعَوْنَ فَقُولَآ إِنَّا رَسُولُ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ ١٦

Fa/tiya firAAawna faqoola innarasoolu rabbi alAAalameen

maka datanglah kamu berdua kepada Fir'aun dan katakan, "Sesungguhnya kami adalah rasul-rasul Tuhan seluruh alam,

أَنْ أَرْسِلْ مَعَنَا بَنِىٓ إِسْرَٲٓءِيلَ ١٧

An arsil maAAana banee isra-eel

lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersama kami."

قَالَ أَلَمْ نُرَبِّكَ فِينَا وَلِيدًا وَلَبِثْتَ فِينَا مِنْ عُمُرِكَ سِنِينَ ١٨

Qala alam nurabbika feenawaleedan walabithta feena min AAumurika sineen

Dia (Fir'aun) menjawab, "Bukankah kami telah mengasuhmu dalam lingkungan (keluarga) kami, waktu engkau masih kanak-kanak dan engkau tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu.1

وَفَعَلْتَ فَعْلَتَكَ ٱلَّتِى فَعَلْتَ وَأَنتَ مِنَ ٱلْكَـٰفِرِينَ ١٩

WafaAAalta faAAlataka allatee faAAaltawaanta mina alkafireen

Dan engkau (Musa) telah melakukan (kesalahan dari) perbuatan yang telah engkau lakukan1 dan engkau termasuk orang yang tidak tahu berterima kasih."

قَالَ فَعَلْتُهَآ إِذًا وَأَنَا۟ مِنَ ٱلضَّآلِّينَ ٢٠

Qala faAAaltuha ithanwaana mina addalleen

Dia (Musa) berkata, "Aku telah melakukannya, dan ketika itu aku termasuk orang yang khilaf.

فَفَرَرْتُ مِنكُمْ لَمَّا خِفْتُكُمْ فَوَهَبَ لِى رَبِّى حُكْمًا وَجَعَلَنِى مِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ ٢١

Fafarartu minkum lamma khiftukumfawahaba lee rabbee hukman wajaAAalanee mina almursaleen

Lalu aku lari darimu karena aku takut kepadamu, kemudian Tuhanku menganugerahkan ilmu kepadaku serta Dia menjadikan aku salah seorang di antara rasul-rasul.

وَتِلْكَ نِعْمَةٌ تَمُنُّهَا عَلَىَّ أَنْ عَبَّدتَّ بَنِىٓ إِسْرَٲٓءِيلَ ٢٢

Watilka niAAmatun tamunnuha AAalayyaan AAabbadta banee isra-eel

Dan itulah kebaikan yang telah engkau berikan kepadaku, (sementara) itu engkau telah memperbudak Bani Israil."

قَالَ فِرْعَوْنُ وَمَا رَبُّ ٱلْعَـٰلَمِينَ ٢٣

Qala firAAawnu wama rabbu alAAalameen

Fir'aun bertanya, "Siapa Tuhan seluruh alam itu?"

قَالَ رَبُّ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَآ‌ۖ إِن كُنتُم مُّوقِنِينَ ٢٤

Qala rabbu assamawatiwal-ardi wama baynahuma in kuntummooqineen

Dia (Musa) menjawab, "Tuhan Pencipta langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya (itulah Tuhanmu), jika kamu mempercayai-Nya."

قَالَ لِمَنْ حَوْلَهُۥٓ أَلَا تَسْتَمِعُونَ ٢٥

Qala liman hawlahu alatastamiAAoon

Dia (Fir'aun) berkata kepada orang-orang di sekelilingnya, "Apakah kamu tidak mendengar (apa yang dikatakannya)?"

قَالَ رَبُّكُمْ وَرَبُّ ءَابَآئِكُمُ ٱلْأَوَّلِينَ ٢٦

Qala rabbukum warabbu aba-ikumual-awwaleen

Dia (Musa) berkata, "(Dia) Tuhanmu dan dan juga Tuhan nenek moyangmu terdahulu."

قَالَ إِنَّ رَسُولَكُمُ ٱلَّذِىٓ أُرْسِلَ إِلَيْكُمْ لَمَجْنُونٌ ٢٧

Qala inna rasoolakumu allatheeorsila ilaykum lamajnoon

Dia (Fir'aun) berkata, "Sungguh, Rasulmu yang diutus kepada kamu benar-benar orang gila."

قَالَ رَبُّ ٱلْمَشْرِقِ وَٱلْمَغْرِبِ وَمَا بَيْنَهُمَآ‌ۖ إِن كُنتُمْ تَعْقِلُونَ ٢٨

Qala rabbu almashriqi walmaghribiwama baynahuma in kuntum taAAqiloon

Dia (Musa) berkata, "(Dialah) Tuhan (yang menguasai) timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya; jika kamu mengerti."

قَالَ لَئِنِ ٱتَّخَذْتَ إِلَـٰهًا غَيْرِى لَأَجْعَلَنَّكَ مِنَ ٱلْمَسْجُونِينَ ٢٩

Qala la-ini ittakhathta ilahanghayree laajAAalannaka mina almasjooneen

Dia (Fir'aun) berkata, "Sungguh, jika engkau menyembah Tuhan selain aku, pasti aku masukkan engkau ke dalam penjara."

قَالَ أَوَلَوْ جِئْتُكَ بِشَىْءٍ مُّبِينٍ ٣٠

Qala awa law ji/tuka bishay-in mubeen

Dia (Musa) berkata, "Apakah (engkau akan melakukan itu) sekalipun aku tunjukkan kepadamu suatu (bukti) yang nyata?"

قَالَ فَأْتِ بِهِۦٓ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّـٰدِقِينَ ٣١

Qala fa/ti bihi in kunta mina assadiqeen

Dia (Fir'aun) berkata, "Tunjukkan sesuatu (bukti yang nyata) itu, jika engkau termasuk orang yang benar!"

فَأَلْقَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِىَ ثُعْبَانٌ مُّبِينٌ ٣٢

Faalqa AAasahu fa-ithahiya thuAAbanun mubeen

Maka dia (Musa) melemparkan tongkatnya, tiba-tiba tongkat itu menjadi ular besar yang nyata.

وَنَزَعَ يَدَهُۥ فَإِذَا هِىَ بَيْضَآءُ لِلنَّـٰظِرِينَ ٣٣

WanazaAAa yadahu fa-itha hiya baydaolinnathireen

Dan dia mengeluarkan tangannya (dari dalam bajunya), tiba-tiba tangan itu menjadi putih (bercahaya) bagi orang-orang yang melihatnya.

قَالَ لِلْمَلَإِ حَوْلَهُۥٓ إِنَّ هَـٰذَا لَسَـٰحِرٌ عَلِيمٌ ٣٤

Qala lilmala-i hawlahu inna hathalasahirun AAaleem

Dia (Fir'aun) berkata kepada para pemuka di sekelilingnya, "Sesungguhnya dia (Musa) ini pasti seorang penyihir yang pandai,

يُرِيدُ أَن يُخْرِجَكُم مِّنْ أَرْضِكُم بِسِحْرِهِۦ فَمَاذَا تَأْمُرُونَ ٣٥

Yureedu an yukhrijakum min ardikumbisihrihi famatha ta/muroon

dia hendak mengusir kamu dari negerimu dengan sihirnya; karena itu apakah yang kamu sarankan?"

قَالُوٓاْ أَرْجِهْ وَأَخَاهُ وَٱبْعَثْ فِى ٱلْمَدَآئِنِ حَـٰشِرِينَ ٣٦

Qaloo arjih waakhahu wabAAathfee almada-ini hashireen

Mereka menjawab, "Tahanlah (untuk sementara) dia dan saudaranya, dan utuslah ke seluruh negeri orang-orang yang akan mengumpulkan (pesihir),

يَأْتُوكَ بِكُلِّ سَحَّارٍ عَلِيمٍ ٣٧

Ya/tooka bikulli sahharin AAaleem

niscaya mereka akan mendatangkan semua pesihir yang pandai kepadamu.

فَجُمِعَ ٱلسَّحَرَةُ لِمِيقَـٰتِ يَوْمٍ مَّعْلُومٍ ٣٨

FajumiAAa assaharatu limeeqatiyawmin maAAloom

Lalu dikumpulkanlah para pesihir pada waktu (yang ditetapkan) di hari yang telah ditentukan,

وَقِيلَ لِلنَّاسِ هَلْ أَنتُم مُّجْتَمِعُونَ ٣٩

Waqeela linnasi hal antummujtamiAAoon

dan diumumkan kepada orang banyak, "Berkumpullah kamu semua,

لَعَلَّنَا نَتَّبِعُ ٱلسَّحَرَةَ إِن كَانُواْ هُمُ ٱلْغَـٰلِبِينَ ٤٠

LaAAallana nattabiAAu assaharatain kanoo humu alghalibeen

agar kita mengikuti para pesihir itu, jika mereka yang menang."

فَلَمَّا جَآءَ ٱلسَّحَرَةُ قَالُواْ لِفِرْعَوْنَ أَئِنَّ لَنَا لَأَجْرًا إِن كُنَّا نَحْنُ ٱلْغَـٰلِبِينَ ٤١

Falamma jaa assaharatuqaloo lifirAAawna a-inna lana laajran in kunnanahnu alghalibeen

Maka ketika para pesihir datang, mereka berkata kepada Fir'aun, "Apakah kami benar-benar akan mendapat imbalan yang besar jika kami yang menang?"

قَالَ نَعَمْ وَإِنَّكُمْ إِذًا لَّمِنَ ٱلْمُقَرَّبِينَ ٤٢

Qala naAAam wa-innakum ithanlamina almuqarrabeen

Dia (Fir'aun) menjawab, "Ya, dan bahkan kamu pasti akan mendapat kedudukan yang dekat (dariku)."

قَالَ لَهُم مُّوسَىٰٓ أَلْقُواْ مَآ أَنتُم مُّلْقُونَ ٤٣

Qala lahum moosa alqoo maantum mulqoon

Dia (Musa) berkata kepada mereka, "Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan."

فَأَلْقَوْاْ حِبَالَهُمْ وَعِصِيَّهُمْ وَقَالُواْ بِعِزَّةِ فِرْعَوْنَ إِنَّا لَنَحْنُ ٱلْغَـٰلِبُونَ ٤٤

Faalqaw hibalahum waAAisiyyahumwaqaloo biAAizzati firAAawna inna lanahnualghaliboon

Lalu mereka melemparkan tali-temali dan tongkat-tongkat mereka seraya berkata, "Demi kemuliaan Fir'aun, pasti kamilah yang akan menang."

فَأَلْقَىٰ مُوسَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِىَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُونَ ٤٥

Faalqa moosa AAasahufa-itha hiya talqafu ma ya/fikoon

Kemudian Musa melemparkan tongkatnya, maka tiba-tiba ia menelan benda-benda palsu yang mereka ada-adakan itu.1

فَأُلْقِىَ ٱلسَّحَرَةُ سَـٰجِدِينَ ٤٦

Faolqiya assaharatu sajideen

Maka menyungkurlah para pesihir itu, bersujud,

قَالُوٓاْ ءَامَنَّا بِرَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ ٤٧

Qaloo amanna birabbialAAalameen

mereka berkata, "Kami beriman kepada Tuhan seluruh alam,

رَبِّ مُوسَىٰ وَهَـٰرُونَ ٤٨

Rabbi moosa waharoon

(yaitu) Tuhannya Musa dan Harun."

قَالَ ءَامَنتُمْ لَهُۥ قَبْلَ أَنْ ءَاذَنَ لَكُمْ‌ۖ إِنَّهُۥ لَكَبِيرُكُمُ ٱلَّذِى عَلَّمَكُمُ ٱلسِّحْرَ فَلَسَوْفَ تَعْلَمُونَ‌ۚ لَأُقَطِّعَنَّ أَيْدِيَكُمْ وَأَرْجُلَكُم مِّنْ خِلَـٰفٍ وَلَأُصَلِّبَنَّكُمْ أَجْمَعِينَ ٤٩

Qala amantum lahu qabla an athanalakum innahu lakabeerukumu allathee AAallamakumu assihrafalasawfa taAAlamoona laoqattiAAanna aydiyakum waarjulakummin khilafin walaosallibannakum ajmaAAeen

Dia (Fir'aun) berkata, "Mengapa kamu beriman kepada Musa sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya dia pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu. Nanti kamu pasti akan tahu (akibat perbuatanmu). Pasti akan kupotong tangan dan kakimu bersilang dan sungguh akan aku salib semuanya."

قَالُواْ لَا ضَيْرَ‌ۖ إِنَّآ إِلَىٰ رَبِّنَا مُنقَلِبُونَ ٥٠

Qaloo la dayra innaila rabbina munqaliboon

Mereka berkata, "Tidak ada yang kami takutkan, karena kami akan kembali kepada Tuhan kami.

إِنَّا نَطْمَعُ أَن يَغْفِرَ لَنَا رَبُّنَا خَطَـٰيَـٰنَآ أَن كُنَّآ أَوَّلَ ٱلْمُؤْمِنِينَ ٥١

Inna natmaAAu an yaghfira lanarabbuna khatayana an kunnaawwala almu/mineen

Sesungguhnya kami sangat menginginkan sekiranya Tuhan kami akan mengampuni kesalahan kami, karena menjadi orang yang pertama-tama beriman."

۞ وَأَوْحَيْنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰٓ أَنْ أَسْرِ بِعِبَادِىٓ إِنَّكُم مُّتَّبَعُونَ ٥٢

Waawhayna ila moosaan asri biAAibadee innakum muttabaAAoon

Dan Kami wahyukan (perintahkan) kepada Musa, "Pergilah pada malam hari dengan membawa hamba-hamba-Ku (Bani Israil), sebab pasti kamu akan dikejar."

فَأَرْسَلَ فِرْعَوْنُ فِى ٱلْمَدَآئِنِ حَـٰشِرِينَ ٥٣

Faarsala firAAawnu fee almada-ini hashireen

Kemudian Fir'aun mengirimkan orang ke kota-kota untuk mengumpulkan (bala tentaranya).

إِنَّ هَـٰٓؤُلَآءِ لَشِرْذِمَةٌ قَلِيلُونَ ٥٤

Inna haola-i lashirthimatunqaleeloon

(Fir'aun berkata), "Sesungguhnya mereka (Bani Israil) hanya sekelompok kecil,

وَإِنَّهُمْ لَنَا لَغَآئِظُونَ ٥٥

Wa-innahum lana lagha-ithoon

dan sesungguhnya mereka telah berbuat hal-hal yang menimbulkan amarah kita,

وَإِنَّا لَجَمِيعٌ حَـٰذِرُونَ ٥٦

Wa-inna lajameeAAun hathiroon

dan sesungguhnya kita semua tanpa kecuali harus selalu waspada."

فَأَخْرَجْنَـٰهُم مِّن جَنَّـٰتٍ وَعُيُونٍ ٥٧

Faakhrajnahum min jannatinwaAAuyoon

Kemudian, Kami keluarkan mereka (Fir'aun dan kaumnya) dari taman-taman dan mata air,

وَكُنُوزٍ وَمَقَامٍ كَرِيمٍ ٥٨

Wakunoozin wamaqamin kareem

dan (dari) harta kekayaan dan kedudukan yang mulia,1

كَذَٲلِكَ وَأَوْرَثْنَـٰهَا بَنِىٓ إِسْرَٲٓءِيلَ ٥٩

Kathalika waawrathnahabanee isra-eel

demikianlah, dan Kami anugerahkan semuanya (itu) kepada Bani Israil.1

فَأَتْبَعُوهُم مُّشْرِقِينَ ٦٠

FaatbaAAoohum mushriqeen

Lalu (Fir'aun dan bala tentaranya) dapat menyusul mereka pada waktu matahari terbit.

فَلَمَّا تَرَٲٓءَا ٱلْجَمْعَانِ قَالَ أَصْحَـٰبُ مُوسَىٰٓ إِنَّا لَمُدْرَكُونَ ٦١

Falamma taraa aljamAAaniqala as-habu moosa innalamudrakoon

Maka ketika kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa, "Kita benar-benar akan tersusul."

قَالَ كَلَّآ‌ۖ إِنَّ مَعِىَ رَبِّى سَيَهْدِينِ ٦٢

Qala kalla inna maAAiya rabbeesayahdeen

Dia (Musa) menjawab, "Sekali-kali tidak akan (tersusul); sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku."

فَأَوْحَيْنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰٓ أَنِ ٱضْرِب بِّعَصَاكَ ٱلْبَحْرَ‌ۖ فَٱنفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍ كَٱلطَّوْدِ ٱلْعَظِيمِ ٦٣

Faawhayna ila moosaani idrib biAAasaka albahra fanfalaqafakana kullu firqin kattawdi alAAatheem

Lalu Kami wahyukan kepada Musa, "Pukullah laut itu dengan tongkatmu." Maka terbelahlah lautan itu, dan setiap belahan seperti gunung yang besar.

وَأَزْلَفْنَا ثَمَّ ٱلْأَخَرِينَ ٦٤

Waazlafna thamma al-akhareen

Dan di sanalah Kami dekatkan golongan yang lain.1

وَأَنجَيْنَا مُوسَىٰ وَمَن مَّعَهُۥٓ أَجْمَعِينَ ٦٥

Waanjayna moosa waman maAAahuajmaAAeen

Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang bersamanya.

ثُمَّ أَغْرَقْنَا ٱلْأَخَرِينَ ٦٦

Thumma aghraqna al-akhareen

Kemudian Kami tenggelamkan golongan yang lain.

إِنَّ فِى ذَٲلِكَ لَأَيَةً‌ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ ٦٧

Inna fee thalika laayatan wamakana aktharuhum mu/mineen

Sungguh, pada yang demikian itu terdapat suatu tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.

وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ ٦٨

Wa-inna rabbaka lahuwa alAAazeezu arraheem

Dan sesungguhnya Tuhanmu Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.

وَٱتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ إِبْرَٲهِيمَ ٦٩

Watlu AAalayhim nabaa ibraheem

Dan bacakanlah kepada mereka kisah Ibrahim.

إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِۦ مَا تَعْبُدُونَ ٧٠

Ith qala li-abeehi waqawmihi mataAAbudoon

Ketika dia (Ibrahim) berkata kepada ayahnya dan kaumnya, "Apakah yang kamu sembah?"

قَالُواْ نَعْبُدُ أَصْنَامًا فَنَظَلُّ لَهَا عَـٰكِفِينَ ٧١

Qaloo naAAbudu asnamanfanathallu laha AAakifeen

Mereka menjawab, "Kami menyembah berhala-berhala dan kami senantiasa tekun menyembahnya."

قَالَ هَلْ يَسْمَعُونَكُمْ إِذْ تَدْعُونَ ٧٢

Qala hal yasmaAAoonakum ithtadAAoon

Dia (Ibrahim) berkata, "Apakah mereka mendengarmu ketika kamu berdoa (kepadanya)?,

أَوْ يَنفَعُونَكُمْ أَوْ يَضُرُّونَ ٧٣

Aw yanfaAAoonakum aw yadurroon

atau (dapatkah) mereka memberi manfaat atau mencelakakan kamu?"

قَالُواْ بَلْ وَجَدْنَآ ءَابَآءَنَا كَذَٲلِكَ يَفْعَلُونَ ٧٤

Qaloo bal wajadna abaanakathalika yafAAaloon

Mereka menjawab, "Tidak, tetapi kami dapati nenek moyang kami berbuat begitu."

قَالَ أَفَرَءَيْتُم مَّا كُنتُمْ تَعْبُدُونَ ٧٥

Qala afaraaytum ma kuntumtaAAbudoon

Dia (Ibrahim) berkata, "Apakah kamu memperhatikan apa yang kamu sembah,

أَنتُمْ وَءَابَآؤُكُمُ ٱلْأَقْدَمُونَ ٧٦

Antum waabaokumu al-aqdamoon

kamu dan nenek moyang kamu yang terdahulu?

فَإِنَّهُمْ عَدُوٌّ لِّىٓ إِلَّا رَبَّ ٱلْعَـٰلَمِينَ ٧٧

Fa-innahum AAaduwwun lee illa rabbaalAAalameen

sesungguhnya mereka (apa yang kamu sembah) itu musuhku, lain halnya Tuhan seluruh alam,

ٱلَّذِى خَلَقَنِى فَهُوَ يَهْدِينِ ٧٨

Allathee khalaqanee fahuwa yahdeen

(yaitu) Yang telah menciptakan aku, maka Dia yang memberi petunjuk kepadaku,

وَٱلَّذِى هُوَ يُطْعِمُنِى وَيَسْقِينِ ٧٩

Wallathee huwa yutAAimuneewayasqeen

dan Yang memberi makan dan minum kepadaku,

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ ٨٠

Wa-itha maridtu fahuwayashfeen

dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku,

وَٱلَّذِى يُمِيتُنِى ثُمَّ يُحْيِينِ ٨١

Wallathee yumeetunee thummayuhyeen

dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali),

وَٱلَّذِىٓ أَطْمَعُ أَن يَغْفِرَ لِى خَطِيٓــَٔتِى يَوْمَ ٱلدِّينِ ٨٢

Wallathee atmaAAu anyaghfira lee khatee-atee yawma addeen

dan Yang sangat ku inginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari Kiamat."

رَبِّ هَبْ لِى حُكْمًا وَأَلْحِقْنِى بِٱلصَّـٰلِحِينَ ٨٣

Rabbi hab lee hukman waalhiqneebissaliheen

(Ibrahim berdoa), "Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku ilmu dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh,

وَٱجْعَل لِّى لِسَانَ صِدْقٍ فِى ٱلْأَخِرِينَ ٨٤

WajAAal lee lisana sidqinfee al-akhireen

dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian,

وَٱجْعَلْنِى مِن وَرَثَةِ جَنَّةِ ٱلنَّعِيمِ ٨٥

WajAAalnee min warathati jannati annaAAeem

dan jadikanlah aku termasuk orang yang mewarisi surga yang penuh kenikmatan,

وَٱغْفِرْ لِأَبِىٓ إِنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلضَّآلِّينَ ٨٦

Waghfir li-abee innahu kanamina addalleen

dan ampunilah ayahku, sesungguhnya dia termasuk orang yang sesat,

وَلَا تُخْزِنِى يَوْمَ يُبْعَثُونَ ٨٧

Wala tukhzinee yawma yubAAathoon

dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan,

يَوْمَ لَا يَنفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ ٨٨

Yawma la yanfaAAu malun walabanoon

(yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna,

إِلَّا مَنْ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ ٨٩

Illa man ata Allahabiqalbin saleem

kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,

وَأُزْلِفَتِ ٱلْجَنَّةُ لِلْمُتَّقِينَ ٩٠

Waozlifati aljannatu lilmuttaqeen

dan surga didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa,

وَبُرِّزَتِ ٱلْجَحِيمُ لِلْغَاوِينَ ٩١

Waburrizati aljaheemu lilghaween

dan neraka Jahim diperlihatkan dengan jelas kepada orang-orang yang sesat,"

وَقِيلَ لَهُمْ أَيْنَ مَا كُنتُمْ تَعْبُدُونَ ٩٢

Waqeela lahum ayna ma kuntumtaAAbudoon

dan dikatakan kepada mereka, "Di mana berhala-berhala yang dahulu kamu sembah,

مِن دُونِ ٱللَّهِ هَلْ يَنصُرُونَكُمْ أَوْ يَنتَصِرُونَ ٩٣

Min dooni Allahi hal yansuroonakumaw yantasiroon

selain Allah? Dapatkah mereka menolong kamu atau menolong diri mereka sendiri?"

فَكُبْكِبُواْ فِيهَا هُمْ وَٱلْغَاوُۥنَ ٩٤

Fakubkiboo feeha hum walghawoon

Maka mereka (sesembahan itu) dijungkirkan ke dalam neraka bersama orang-orang yang sesat,

وَجُنُودُ إِبْلِيسَ أَجْمَعُونَ ٩٥

Wajunoodu ibleesa ajmaAAoon

dan bala tentara Iblis semuanya.

قَالُواْ وَهُمْ فِيهَا يَخْتَصِمُونَ ٩٦

Qaloo wahum feeha yakhtasimoon

Mereka berkata sambil bertengkar di dalamnya (neraka),

تَٱللَّهِ إِن كُنَّا لَفِى ضَلَـٰلٍ مُّبِينٍ ٩٧

Tallahi in kunna lafeedalalin mubeen

"Demi Allah, sesungguhnya kita dahulu (di dunia) dalam kesesatan yang nyata,

إِذْ نُسَوِّيكُم بِرَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ ٩٨

Ith nusawweekum birabbi alAAalameen

karena kita mempersamakan kamu (berhala-berhala) dengan Tuhan seluruh alam.

وَمَآ أَضَلَّنَآ إِلَّا ٱلْمُجْرِمُونَ ٩٩

Wama adallana illaalmujrimoon

Dan tidak ada yang menyesatkan kita kecuali orang-orang yang berdosa.

فَمَا لَنَا مِن شَـٰفِعِينَ ١٠٠

Fama lana min shafiAAeen

Maka (sekarang) kita tidak mempunyai seorang pun pemberi syafaat (penolong),

وَلَا صَدِيقٍ حَمِيمٍ ١٠١

Wala sadeeqin hameem

dan tidak pula mempunyai teman yang akrab.

فَلَوْ أَنَّ لَنَا كَرَّةً فَنَكُونَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ ١٠٢

Falaw anna lana karratan fanakoonamina almu/mineen

Maka seandainya kita dapat kembali (ke dunia) niscaya kita menjadi orang-orang yang beriman."

إِنَّ فِى ذَٲلِكَ لَأَيَةً‌ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ ١٠٣

Inna fee thalika laayatan wamakana aktharuhum mu/mineen

Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.

وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ ١٠٤

Wa-inna rabbaka lahuwa alAAazeezu arraheem

Dan sungguh, Tuhanmu benar-benar Dialah Mahaperkasa, Maha Penyayang.

كَذَّبَتْ قَوْمُ نُوحٍ ٱلْمُرْسَلِينَ ١٠٥

Kaththabat qawmu noohinalmursaleen

Kaum Nuh telah mendustakan para rasul.

إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ نُوحٌ أَلَا تَتَّقُونَ ١٠٦

Ith qala lahum akhoohum noohunala tattaqoon

Ketika saudara mereka (Nuh) berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa?

إِنِّى لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ ١٠٧

Innee lakum rasoolun ameen

Sesungguhnya aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,

فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ ١٠٨

Fattaqoo Allaha waateeAAoon

maka bertakwalah kamu kepada Allah dan taatlah kepadaku.

وَمَآ أَسْــَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ‌ۖ إِنْ أَجْرِىَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ ١٠٩

Wama as-alukum AAalayhi min ajrin inajriya illa AAala rabbi alAAalameen

Dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan ini; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam,

فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ ١١٠

Fattaqoo Allaha waateeAAoon

maka bertakwalah kamu kepada Allah dan taatlah kepadaku."

۞ قَالُوٓاْ أَنُؤْمِنُ لَكَ وَٱتَّبَعَكَ ٱلْأَرْذَلُونَ ١١١

Qaloo anu/minu laka wattabaAAakaal-arthaloon

Mereka berkata, "Apakah kami harus beriman kepadamu, padahal pengikut-pengikutmu orang-orang yang hina?"

قَالَ وَمَا عِلْمِى بِمَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ ١١٢

Qala wama AAilmee bimakanoo yaAAmaloon

Dia (Nuh) menjawab, "Tidak ada pengetahuanku tentang apa yang mereka kerjakan.

إِنْ حِسَابُهُمْ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّى‌ۖ لَوْ تَشْعُرُونَ ١١٣

In hisabuhum illa AAalarabbee law tashAAuroon

Perhitungan (amal perbuatan) mereka tidak lain hanyalah kepada Tuhanku, jika kamu menyadari.

وَمَآ أَنَا۟ بِطَارِدِ ٱلْمُؤْمِنِينَ ١١٤

Wama ana bitaridialmu/mineen

Dan aku tidak akan mengusir orang-orang yang beriman.

إِنْ أَنَا۟ إِلَّا نَذِيرٌ مُّبِينٌ ١١٥

In ana illa natheerunmubeen

Aku (ini) hanyalah pemberi peringatan yang jelas."

قَالُواْ لَئِن لَّمْ تَنتَهِ يَـٰنُوحُ لَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلْمَرْجُومِينَ ١١٦

Qaloo la-in lam tantahi yanoohu latakoonanna mina almarjoomeen

Mereka berkata, "Wahai Nuh! Sungguh, jika engkau tidak (mau) berhenti, niscaya engkau termasuk orang yang dirajam (dilempari batu sampai mati)."

قَالَ رَبِّ إِنَّ قَوْمِى كَذَّبُونِ ١١٧

Qala rabbi inna qawmee kaththaboon

Dia (Nuh) berkata, "Ya Tuhanku, sungguh kaumku telah mendustakan aku;

فَٱفْتَحْ بَيْنِى وَبَيْنَهُمْ فَتْحًا وَنَجِّنِى وَمَن مَّعِىَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ ١١٨

Faftah baynee wabaynahum fathanwanajjinee waman maAAiya mina almu/mineen

maka berilah keputusan antara aku dengan mereka, dan selamatkanlah aku dan mereka yang beriman bersamaku."

فَأَنجَيْنَـٰهُ وَمَن مَّعَهُۥ فِى ٱلْفُلْكِ ٱلْمَشْحُونِ ١١٩

Faanjaynahu waman maAAahu feealfulki almashhoon

Kemudian Kami menyelamatkan Nuh dan orang-orang yang bersamanya di dalam kapal yang penuh muatan.

ثُمَّ أَغْرَقْنَا بَعْدُ ٱلْبَاقِينَ ١٢٠

Thumma aghraqna baAAdu albaqeen

Kemudian setelah itu Kami tenggelamkan orang-orang yang tinggal.

إِنَّ فِى ذَٲلِكَ لَأَيَةً‌ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ ١٢١

Inna fee thalika laayatan wamakana aktharuhum mu/mineen

Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.

وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ ١٢٢

Wa-inna rabbaka lahuwa alAAazeezu arraheem

Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Mahaperkasa, Maha penyayang.

كَذَّبَتْ عَادٌ ٱلْمُرْسَلِينَ ١٢٣

Kaththabat AAadun almursaleen

(Kaum) 'Ād telah mendustakan para rasul.

إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ هُودٌ أَلَا تَتَّقُونَ ١٢٤

Ith qala lahum akhoohumhoodun ala tattaqoon

Ketika saudara mereka Hud berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa?

إِنِّى لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ ١٢٥

Innee lakum rasoolun ameen

Sungguh, aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,

فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ ١٢٦

Fattaqoo Allaha waateeAAoon

maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.

وَمَآ أَسْــَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ‌ۖ إِنْ أَجْرِىَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ ١٢٧

Wama as-alukum AAalayhi min ajrin inajriya illa AAala rabbi alAAalameen

Dan aku tidak minta imbalan kepadamu atas ajakan itu; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam.

أَتَبْنُونَ بِكُلِّ رِيعٍ ءَايَةً تَعْبَثُونَ ١٢٨

Atabnoona bikulli reeAAin ayatantaAAbathoon

Apakah kamu mendirikan istana-istana pada setiap tanah yang tinggi untuk kemegahan tanpa ditempati,

وَتَتَّخِذُونَ مَصَانِعَ لَعَلَّكُمْ تَخْلُدُونَ ١٢٩

Watattakhithoona masaniAAalaAAallakum takhludoon

dan kamu membuat benteng-benteng dengan harapan kamu hidup kekal?

وَإِذَا بَطَشْتُم بَطَشْتُمْ جَبَّارِينَ ١٣٠

Wa-itha batashtum batashtumjabbareen

Dan apabila kamu menyiksa, maka kamu lakukan secara kejam dan bengis.

فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ ١٣١

Fattaqoo Allaha waateeAAoon

Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku,

وَٱتَّقُواْ ٱلَّذِىٓ أَمَدَّكُم بِمَا تَعْلَمُونَ ١٣٢

Wattaqoo allathee amaddakumbima taAAlamoon

dan tetaplah kamu bertakwa kepada-Nya yang telah menganugerahkan kepadamu apa yang kamu ketahui.

أَمَدَّكُم بِأَنْعَـٰمٍ وَبَنِينَ ١٣٣

Amaddakum bi-anAAamin wabaneen

Dia (Allah) telah menganugerahkan kepadamu hewan ternak dan anak-anak,

وَجَنَّـٰتٍ وَعُيُونٍ ١٣٤

Wajannatin waAAuyoon

dan kebun-kebun, dan mata air,

إِنِّىٓ أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ ١٣٥

Innee akhafu AAalaykum AAathabayawmin AAatheem

sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang besar."

قَالُواْ سَوَآءٌ عَلَيْنَآ أَوَعَظْتَ أَمْ لَمْ تَكُن مِّنَ ٱلْوَٲعِظِينَ ١٣٦

Qaloo sawaon AAalaynaawaAAathta am lam takun mina alwaAAitheen

Mereka menjawab, "Sama saja bagi kami, apakah engkau memberi nasihat atau tidak memberi nasihat,

إِنْ هَـٰذَآ إِلَّا خُلُقُ ٱلْأَوَّلِينَ ١٣٧

In hatha illa khuluqual-awwaleen

(agama kami) ini tidak lain hanyalah adat kebiasaan orang-orang terdahulu,

وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِينَ ١٣٨

Wama nahnu bimuAAaththabeen

dan kami (sama sekali) tidak akan di azab."

فَكَذَّبُوهُ فَأَهْلَكْنَـٰهُمْ‌ۗ إِنَّ فِى ذَٲلِكَ لَأَيَةً‌ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ ١٣٩

Fakaththaboohu faahlaknahuminna fee thalika laayatan wama kanaaktharuhum mu/mineen

Maka mereka mendustakannya (Hud), lalu Kami binasakan mereka. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.

وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ ١٤٠

Wa-inna rabbaka lahuwa alAAazeezu arraheem

Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.

كَذَّبَتْ ثَمُودُ ٱلْمُرْسَلِينَ ١٤١

Kaththabat thamoodu almursaleen

Kaum Samud telah mendustakan para rasul.

إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ صَـٰلِحٌ أَلَا تَتَّقُونَ ١٤٢

Ith qala lahum akhoohum salihunala tattaqoon

Ketika saudara mereka Saleh berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa?

إِنِّى لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ ١٤٣

Innee lakum rasoolun ameen

Sungguh, aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,

فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ ١٤٤

Fattaqoo Allaha waateeAAoon

maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.

وَمَآ أَسْــَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ‌ۖ إِنْ أَجْرِىَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ ١٤٥

Wama as-alukum AAalayhi min ajrin inajriya illa AAala rabbi alAAalameen

Dan aku tidak meminta sesuatu imbalan kepadamu atas ajakan ini, imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam.

أَتُتْرَكُونَ فِى مَا هَـٰهُنَآ ءَامِنِينَ ١٤٦

Atutrakoona fee ma hahunaamineen

Apakah kamu (mengira) akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman,

فِى جَنَّـٰتٍ وَعُيُونٍ ١٤٧

Fee jannatin waAAuyoon

di dalam kebun-kebun dan mata air,

وَزُرُوعٍ وَنَخْلٍ طَلْعُهَا هَضِيمٌ ١٤٨

WazurooAAin wanakhlin talAAuhahadeem

dan tanaman-tanaman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut.

وَتَنْحِتُونَ مِنَ ٱلْجِبَالِ بُيُوتًا فَـٰرِهِينَ ١٤٩

Watanhitoona mina aljibalibuyootan fariheen

Dan kamu pahat dengan terampil sebagian gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah;

فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ ١٥٠

Fattaqoo Allaha waateeAAoon

maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku;

وَلَا تُطِيعُوٓاْ أَمْرَ ٱلْمُسْرِفِينَ ١٥١

Wala tuteeAAoo amraalmusrifeen

dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melampaui batas,

ٱلَّذِينَ يُفْسِدُونَ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا يُصْلِحُونَ ١٥٢

Allatheena yufsidoona fee al-ardiwala yuslihoon

yang berbuat kerusakan di bumi dan tidak mengadakan perbaikan."

قَالُوٓاْ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلْمُسَحَّرِينَ ١٥٣

Qaloo innama anta mina almusahhareen

Mereka berkata, "Sungguh, engkau hanyalah termasuk orang yang kena sihir;

مَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُنَا فَأْتِ بِـَٔـايَةٍ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّـٰدِقِينَ ١٥٤

Ma anta illa basharun mithlunafa/ti bi-ayatin in kunta mina assadiqeena

engkau hanyalah manusia seperti kami; maka datangkanlah suatu mukjizat jika engkau termasuk orang yang benar."

قَالَ هَـٰذِهِۦ نَاقَةٌ لَّهَا شِرْبٌ وَلَكُمْ شِرْبُ يَوْمٍ مَّعْلُومٍ ١٥٥

Qala hathihi naqatunlaha shirbun walakum shirbu yawmin maAAloom

Dia (Saleh) menjawab, "Ini seekor unta betina, yang berhak mendapatkan (giliran) minum, dan kamu juga berhak mendapatkan minum pada hari yang ditentukan.

وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابُ يَوْمٍ عَظِيمٍ ١٥٦

Wala tamassooha bisoo-infaya/khuthakum AAathabu yawmin AAatheem

Dan jangan kamu menyentuhnya (unta itu) dengan jahat, nanti kamu akan ditimpa azab pada hari yang dahsyat."

فَعَقَرُوهَا فَأَصْبَحُواْ نَـٰدِمِينَ ١٥٧

FaAAaqarooha faasbahoonadimeen

Kemudian mereka membunuhnya, lalu mereka merasa menyesal,

فَأَخَذَهُمُ ٱلْعَذَابُ‌ۗ إِنَّ فِى ذَٲلِكَ لَأَيَةً‌ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ ١٥٨

Faakhathahumu alAAathabu innafee thalika laayatan wama kanaaktharuhum mu/mineen

maka mereka ditimpa azab. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.

وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ ١٥٩

Wa-inna rabbaka lahuwa alAAazeezu arraheem

Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.

كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوطٍ ٱلْمُرْسَلِينَ ١٦٠

Kaththabat qawmu lootinalmursaleen

Kaum Luṭ telah mendustakan para rasul,

إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ لُوطٌ أَلَا تَتَّقُونَ ١٦١

Ith qala lahum akhoohum lootunala tattaqoon

ketika saudara mereka Luṭ berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa?"

إِنِّى لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ ١٦٢

Innee lakum rasoolun ameen

Sungguh, aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,

فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ ١٦٣

Fattaqoo Allaha waateeAAoon

maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.

وَمَآ أَسْــَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ‌ۖ إِنْ أَجْرِىَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ ١٦٤

Wama as-alukum AAalayhi min ajrin inajriya illa AAala rabbi alAAalameen

Dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan ini; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam.

أَتَأْتُونَ ٱلذُّكْرَانَ مِنَ ٱلْعَـٰلَمِينَ ١٦٥

Ata/toona aththukranamina alAAalameen

Mengapa kamu mendatangi kaum laki-laki dari manusia (berbuat homoseks),

وَتَذَرُونَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُم مِّنْ أَزْوَٲجِكُم‌ۚ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ عَادُونَ ١٦٦

Watatharoona ma khalaqa lakumrabbukum min azwajikum bal antum qawmun AAadoon

dan kamu tinggalkan (perempuan) yang diciptakan Tuhan untuk menjadi istri-istri kamu? Kamu (memang) orang-orang yang melampaui batas."

قَالُواْ لَئِن لَّمْ تَنتَهِ يَـٰلُوطُ لَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلْمُخْرَجِينَ ١٦٧

Qaloo la-in lam tantahi yalootu latakoonanna mina almukhrajeen

Mereka menjawab, "Wahai Luṭ! Jika engkau tidak berhenti, tentu engkau termasuk orang-orang yang terusir."

قَالَ إِنِّى لِعَمَلِكُم مِّنَ ٱلْقَالِينَ ١٦٨

Qala innee liAAamalikum mina alqaleen

Dia (Luṭ) berkata, "Aku sungguh benci kepada perbuatanmu."

رَبِّ نَجِّنِى وَأَهْلِى مِمَّا يَعْمَلُونَ ١٦٩

Rabbi najjinee waahlee mimmayaAAmaloon

(Luṭ berdoa), "Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dan keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan."

فَنَجَّيْنَـٰهُ وَأَهْلَهُۥٓ أَجْمَعِينَ ١٧٠

Fanajjaynahu waahlahu ajmaAAeen

Lalu Kami selamatkan dia bersama keluarganya semua,

إِلَّا عَجُوزًا فِى ٱلْغَـٰبِرِينَ ١٧١

Illa AAajoozan fee alghabireen

kecuali seorang perempuan tua (istrinya), yang termasuk dalam golongan yang ditinggal.

ثُمَّ دَمَّرْنَا ٱلْأَخَرِينَ ١٧٢

Thumma dammarna al-akhareen

Kemudian Kami binasakan yang lain.

وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِم مَّطَرًا‌ۖ فَسَآءَ مَطَرُ ٱلْمُنذَرِينَ ١٧٣

Waamtarna AAalayhim mataranfasaa mataru almunthareen

Dan Kami hujani mereka (dengan hujan batu), maka betapa buruk hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu.

إِنَّ فِى ذَٲلِكَ لَأَيَةً‌ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ ١٧٤

Inna fee thalika laayatan wamakana aktharuhum mu/mineen

Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.

وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ ١٧٥

Wa-inna rabbaka lahuwa alAAazeezu arraheem

Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.

كَذَّبَ أَصْحَـٰبُ لْــَٔيْكَةِ ٱلْمُرْسَلِينَ ١٧٦

Kaththaba as-habual-aykati almursaleen

Penduduk Aikah1 telah mendustakan para rasul;

إِذْ قَالَ لَهُمْ شُعَيْبٌ أَلَا تَتَّقُونَ ١٧٧

Ith qala lahum shuAAaybun alatattaqoon

ketika Syu'aib berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa?

إِنِّى لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ ١٧٨

Innee lakum rasoolun ameen

Sungguh, aku adalah rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,

فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ ١٧٩

Fattaqoo Allaha waateeAAoon

maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku;

وَمَآ أَسْــَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ‌ۖ إِنْ أَجْرِىَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ ١٨٠

Wama as-alukum AAalayhi min ajrin inajriya illa AAala rabbi alAAalameen

dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan ini; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam.

۞ أَوْفُواْ ٱلْكَيْلَ وَلَا تَكُونُواْ مِنَ ٱلْمُخْسِرِينَ ١٨١

Awfoo alkayla wala takoonoo minaalmukhsireen

Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu merugikan orang lain;

وَزِنُواْ بِٱلْقِسْطَاسِ ٱلْمُسْتَقِيمِ ١٨٢

Wazinoo bilqistasialmustaqeem

dan timbanglah dengan timbangan yang benar.

وَلَا تَبْخَسُواْ ٱلنَّاسَ أَشْيَآءَهُمْ وَلَا تَعْثَوْاْ فِى ٱلْأَرْضِ مُفْسِدِينَ ١٨٣

Wala tabkhasoo annasaashyaahum wala taAAthaw fee al-ardimufsideen

Dan janganlah kamu merugikan manusia dengan mengurangi hak-haknya dan janganlah membuat kerusakan di bumi;

وَٱتَّقُواْ ٱلَّذِى خَلَقَكُمْ وَٱلْجِبِلَّةَ ٱلْأَوَّلِينَ ١٨٤

Wattaqoo allathee khalaqakumwaljibillata al-awwaleen

dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang terdahulu."

قَالُوٓاْ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلْمُسَحَّرِينَ ١٨٥

Qaloo innama anta mina almusahhareen

Mereka berkata, "Engkau tidak lain hanyalah orang-orang yang kena sihir,

وَمَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُنَا وَإِن نَّظُنُّكَ لَمِنَ ٱلْكَـٰذِبِينَ ١٨٦

Wama anta illa basharunmithluna wa-in nathunnuka lamina alkathibeen

dan engkau hanyalah manusia seperti kami, dan sesungguhnya kami yakin engkau termasuk orang-orang yang berdusta.

فَأَسْقِطْ عَلَيْنَا كِسَفًا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّـٰدِقِينَ ١٨٧

Faasqit AAalayna kisafan minaassama-i in kunta mina assadiqeen

Maka jatuhkanlah kepada kami gumpalan dari langit, jika engkau termasuk orang-orang yang benar."

قَالَ رَبِّىٓ أَعْلَمُ بِمَا تَعْمَلُونَ ١٨٨

Qala rabbee aAAlamu bimataAAmaloon

Dia (Syu'aib) berkata, "Tuhanku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan."

فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَهُمْ عَذَابُ يَوْمِ ٱلظُّلَّةِ‌ۚ إِنَّهُۥ كَانَ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ ١٨٩

Fakaththaboohu faakhathahumAAathabu yawmi aththullati innahu kanaAAathaba yawmin AAatheem

Kemudian mereka mendustakannya (Syu'aib), lalu mereka ditimpa azab pada hari yang gelap. Sungguh, itulah azab pada hari yang dahsyat.

إِنَّ فِى ذَٲلِكَ لَأَيَةً‌ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ ١٩٠

Inna fee thalika laayatan wamakana aktharuhum mu/mineen

Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.

وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ ١٩١

Wa-inna rabbaka lahuwa alAAazeezu arraheem

Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.

وَإِنَّهُۥ لَتَنزِيلُ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ ١٩٢

Wa-innahu latanzeelu rabbi alAAalameen

Dan sungguh, (Alquran) ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan seluruh alam,

نَزَلَ بِهِ ٱلرُّوحُ ٱلْأَمِينُ ١٩٣

Nazala bihi arroohu al-ameen

Yang dibawa turun oleh Ar-Rūḥ Al-Amīn (Jibril),

عَلَىٰ قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ ٱلْمُنذِرِينَ ١٩٤

AAala qalbika litakoona mina almunthireen

ke dalam hatimu (Muhammad) agar engkau termasuk orang yang memberi peringatan,

بِلِسَانٍ عَرَبِىٍّ مُّبِينٍ ١٩٥

Bilisanin AAarabiyyin mubeen

dengan bahasa Arab yang jelas.

وَإِنَّهُۥ لَفِى زُبُرِ ٱلْأَوَّلِينَ ١٩٦

Wa-innahu lafee zuburi al-awwaleen

Dan sungguh, (Alquran) itu (disebut) dalam kitab-kitab orang yang terdahulu.

أَوَلَمْ يَكُن لَّهُمْ ءَايَةً أَن يَعْلَمَهُۥ عُلَمَـٰٓؤُاْ بَنِىٓ إِسْرَٲٓءِيلَ ١٩٧

Awa lam yakun lahum ayatan anyaAAlamahu AAulamao banee isra-eel

Apakah tidak (cukup) menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Israil mengetahuinya?

وَلَوْ نَزَّلْنَـٰهُ عَلَىٰ بَعْضِ ٱلْأَعْجَمِينَ ١٩٨

Walaw nazzalnahu AAala baAAdial-aAAjameen

Dan seandainya (Alquran) itu Kami turunkan kepada sebagian dari golongan bukan Arab,

فَقَرَأَهُۥ عَلَيْهِم مَّا كَانُواْ بِهِۦ مُؤْمِنِينَ ١٩٩

Faqaraahu AAalayhim ma kanoobihi mu/mineen

lalu dia membacakannya kepada mereka (orang-orang kafir); niscaya mereka tidak juga akan beriman kepadanya.

كَذَٲلِكَ سَلَكْنَـٰهُ فِى قُلُوبِ ٱلْمُجْرِمِينَ ٢٠٠

Kathalika salaknahu feequloobi almujrimeen

Demikianlah, Kami masukkan (sifat dusta dan ingkar) ke dalam hati orang-orang yang berdosa,

لَا يُؤْمِنُونَ بِهِۦ حَتَّىٰ يَرَوُاْ ٱلْعَذَابَ ٱلْأَلِيمَ ٢٠١

La yu/minoona bihi hattayarawoo alAAathaba al-aleem

mereka tidak akan beriman kepadanya, hingga mereka melihat azab yang pedih,

فَيَأْتِيَهُم بَغْتَةً وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ ٢٠٢

Faya/tiyahum baghtatan wahum layashAAuroon

maka datang azab kepada mereka secara mendadak, ketika mereka tidak menyadarinya,

فَيَقُولُواْ هَلْ نَحْنُ مُنظَرُونَ ٢٠٣

Fayaqooloo hal nahnu muntharoon

lalu mereka berkata, "Apakah kami diberi penangguhan waktu?"

أَفَبِعَذَابِنَا يَسْتَعْجِلُونَ ٢٠٤

AfabiAAathabina yastaAAjiloon

Bukankah mereka yang meminta agar azab Kami dipercepat?

أَفَرَءَيْتَ إِن مَّتَّعْنَـٰهُمْ سِنِينَ ٢٠٥

Afaraayta in mattaAAnahum sineen

Maka bagaimana pendapatmu jika kepada mereka Kami berikan kenikmatan hidup beberapa tahun,

ثُمَّ جَآءَهُم مَّا كَانُواْ يُوعَدُونَ ٢٠٦

Thumma jaahum ma kanooyooAAadoon

kemudian datang kepada mereka azab yang diancamkan kepada mereka,

مَآ أَغْنَىٰ عَنْهُم مَّا كَانُواْ يُمَتَّعُونَ ٢٠٧

Ma aghna AAanhum ma kanooyumattaAAoon

niscaya tidak berguna bagi mereka kenikmatan yang mereka rasakan.

وَمَآ أَهْلَكْنَا مِن قَرْيَةٍ إِلَّا لَهَا مُنذِرُونَ ٢٠٨

Wama ahlakna min qaryatin illalaha munthiroon

Dan Kami tidak membinasakan suatu negeri, kecuali setelah ada orang-orang yang memberi peringatan kepadanya;

ذِكْرَىٰ وَمَا كُنَّا ظَـٰلِمِينَ ٢٠٩

Thikra wama kunnathalimeen

untuk (menjadi) peringatan. Dan Kami tidak berlaku zalim.

وَمَا تَنَزَّلَتْ بِهِ ٱلشَّيَـٰطِينُ ٢١٠

Wama tanazzalat bihi ashshayateen

Dan (Alquran) itu tidaklah dibawa turun oleh setan-setan.

وَمَا يَنۢبَغِى لَهُمْ وَمَا يَسْتَطِيعُونَ ٢١١

Wama yanbaghee lahum wamayastateeAAoon

Dan tidaklah pantas bagi mereka (Alquran itu), dan mereka pun tidak akan sanggup.

إِنَّهُمْ عَنِ ٱلسَّمْعِ لَمَعْزُولُونَ ٢١٢

Innahum AAani assamAAilamaAAzooloona

Sesungguhnya untuk mendengarkannya pun mereka dijauhkan.

فَلَا تَدْعُ مَعَ ٱللَّهِ إِلَـٰهًا ءَاخَرَ فَتَكُونَ مِنَ ٱلْمُعَذَّبِينَ ٢١٣

Fala tadAAu maAAa Allahi ilahanakhara fatakoona mina almuAAaththabeen

Maka janganlah kamu menyeru (menyembah) tuhan selain Allah, nanti kamu termasuk orang-orang yang di azab.

وَأَنذِرْ عَشِيرَتَكَ ٱلْأَقْرَبِينَ ٢١٤

Waanthir AAasheerataka al-aqrabeen

Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu (Muhammad) yang terdekat,

وَٱخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ ٱتَّبَعَكَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ ٢١٥

Wakhfid janahakalimani ittabaAAaka mina almu/mineen

dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang beriman yang mengikutimu.

فَإِنْ عَصَوْكَ فَقُلْ إِنِّى بَرِىٓءٌ مِّمَّا تَعْمَلُونَ ٢١٦

Fa-in AAasawka faqul innee baree-onmimma taAAmaloon

Kemudian jika mereka mendurhakaimu maka katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan."

وَتَوَكَّلْ عَلَى ٱلْعَزِيزِ ٱلرَّحِيمِ ٢١٧

Watawakkal AAala alAAazeezi arraheem

Dan bertawakallah kepada (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha penyayang,

ٱلَّذِى يَرَٮٰكَ حِينَ تَقُومُ ٢١٨

Allathee yaraka heenataqoom

Yang melihat engkau ketika engkau berdiri (untuk salat),

وَتَقَلُّبَكَ فِى ٱلسَّـٰجِدِينَ ٢١٩

Wataqallubaka fee assajideen

dan (melihat) perubahan gerakan badanmu di antara orang-orang yang sujud.

إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ ٢٢٠

Innahu huwa assameeAAu alAAaleem

Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

هَلْ أُنَبِّئُكُمْ عَلَىٰ مَن تَنَزَّلُ ٱلشَّيَـٰطِينُ ٢٢١

Hal onabbi-okum AAala man tanazzaluashshayateen

Maukah Aku beritakan kepadamu, kepada siapa setan-setan itu turun?

تَنَزَّلُ عَلَىٰ كُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٍ ٢٢٢

Tanazzalu AAala kulli affakinatheem

Mereka (setan) turun kepada setiap pendusta yang banyak berdosa,

يُلْقُونَ ٱلسَّمْعَ وَأَكْثَرُهُمْ كَـٰذِبُونَ ٢٢٣

Yulqoona assamAAa waaktharuhum kathiboon

mereka menyampaikan hasil pendengaran mereka, sedangkan kebanyakan mereka orang-orang pendusta.

وَٱلشُّعَرَآءُ يَتَّبِعُهُمُ ٱلْغَاوُۥنَ ٢٢٤

WashshuAAaraoyattabiAAuhumu alghawoon

Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat.

أَلَمْ تَرَ أَنَّهُمْ فِى كُلِّ وَادٍ يَهِيمُونَ ٢٢٥

Alam tara annahum fee kulli wadinyaheemoon

Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah,1

وَأَنَّهُمْ يَقُولُونَ مَا لَا يَفْعَلُونَ ٢٢٦

Waannahum yaqooloona ma layafAAaloon

dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya)?

إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ وَذَكَرُواْ ٱللَّهَ كَثِيرًا وَٱنتَصَرُواْ مِنۢ بَعْدِ مَا ظُلِمُواْ‌ۗ وَسَيَعْلَمُ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ أَىَّ مُنقَلَبٍ يَنقَلِبُونَ ٢٢٧

Illa allatheena amanoowaAAamiloo assalihati wathakaroo Allahakatheeran wantasaroo min baAAdi ma thulimoowasayaAAlamu allatheena thalamoo ayyamunqalabin yanqaliboon

kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapat kemenangan setelah terzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang-orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.

طسٓ‌ۚ تِلْكَ ءَايَـٰتُ ٱلْقُرْءَانِ وَكِتَابٍ مُّبِينٍ ١

Ta-seen tilka ayatualqur-ani wakitabin mubeen

Ṭā Sīn. Inilah ayat-ayat Alquran, dan Kitab yang jelas,

هُدًى وَبُشْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ ٢

Hudan wabushra lilmu/mineen

petunjuk dan berita gembira bagi orang-orang yang beriman,

ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٲةَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٲةَ وَهُم بِٱلْأَخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ ٣

Allatheena yuqeemoona assalatawayu/toona azzakata wahum bil-akhiratihum yooqinoon

(yaitu) orang-orang yang melaksanakan salat dan menunaikan zakat, dan mereka meyakini adanya akhirat.

إِنَّ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱلْأَخِرَةِ زَيَّنَّا لَهُمْ أَعْمَـٰلَهُمْ فَهُمْ يَعْمَهُونَ ٤

Inna allatheena la yu/minoonabil-akhirati zayyanna lahum aAAmalahumfahum yaAAmahoon

Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, Kami jadikan terasa indah bagi mereka (yang buruk), sehingga mereka bergelimang dalam kesesatan.

أُوْلَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَهُمْ سُوٓءُ ٱلْعَذَابِ وَهُمْ فِى ٱلْأَخِرَةِ هُمُ ٱلْأَخْسَرُونَ ٥

Ola-ika allatheena lahum soo-oalAAathabi wahum fee al-akhirati humu al-akhsaroon

Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksaan buruk (di dunia) dan mereka di akhirat adalah orang-orang yang paling rugi.

وَإِنَّكَ لَتُلَقَّى ٱلْقُرْءَانَ مِن لَّدُنْ حَكِيمٍ عَلِيمٍ ٦

Wa-innaka latulaqqa alqur-anamin ladun hakeemin AAaleem

Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar telah diberi Alquran dari sisi (Allah) Yang Mahabijaksana, Maha Mengetahui.

إِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِأَهْلِهِۦٓ إِنِّىٓ ءَانَسْتُ نَارًا سَـَٔـاتِيكُم مِّنْهَا بِخَبَرٍ أَوْ ءَاتِيكُم بِشِهَابٍ قَبَسٍ لَّعَلَّكُمْ تَصْطَلُونَ ٧

Ith qala moosa li-ahlihiinnee anastu naran saateekum minhabikhabarin aw ateekum bishihabin qabasinlaAAallakum tastaloon

(Ingatlah) ketika Musa berkata kepada keluarganya, "Sungguh, aku melihat api. Aku akan membawa kabar tentang itu kepadamu, atau aku akan membawa suluh api (obor) kepadamu agar kamu dapat berdiang (menghangatkan badan dekat api)."

فَلَمَّا جَآءَهَا نُودِىَ أَنۢ بُورِكَ مَن فِى ٱلنَّارِ وَمَنْ حَوْلَهَا وَسُبْحَـٰنَ ٱللَّهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ ٨

Falamma jaaha noodiya anboorika man fee annari waman hawlahawasubhana Allahi rabbi alAAalameen

Maka ketika dia tiba di sana (tempat api itu), dia diseru, "Telah diberkahi orang-orang yang berada di dekat api, dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Mahasuci Allah, Tuhan seluruh alam."

يَـٰمُوسَىٰٓ إِنَّهُۥٓ أَنَا ٱللَّهُ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ ٩

Ya moosa innahu ana AllahualAAazeezu alhakeem

(Allah berfirman), "Wahai Musa! Sesungguhnya Aku adalah Allah, Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.

وَأَلْقِ عَصَاكَ‌ۚ فَلَمَّا رَءَاهَا تَهْتَزُّ كَأَنَّهَا جَآنٌّ وَلَّىٰ مُدْبِرًا وَلَمْ يُعَقِّبْ‌ۚ يَـٰمُوسَىٰ لَا تَخَفْ إِنِّى لَا يَخَافُ لَدَىَّ ٱلْمُرْسَلُونَ ١٠

Waalqi AAasaka falamma raahatahtazzu kaannaha jannun walla mudbiranwalam yuAAaqqib ya moosa la takhaf innee layakhafu ladayya almursaloon

dan lemparkanlah tongkatmu!" Maka ketika (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seperti seekor ular yang gesit, larilah dia berbalik ke belakang tanpa menoleh. "Wahai Musa! Jangan takut! Sesungguhnya dihadapan-Ku para rasul tidak perlu takut,

إِلَّا مَن ظَلَمَ ثُمَّ بَدَّلَ حُسْنَۢا بَعْدَ سُوٓءٍ فَإِنِّى غَفُورٌ رَّحِيمٌ ١١

Illa man thalama thummabaddala husnan baAAda soo-in fa-innee ghafoorun raheem

kecuali orang yang berlaku zalim yang kemudian mengubah (dirinya) dengan kebaikan setelah kejahatan (bertobat); maka sungguh, Aku Maha Pengampun, Maha Penyayang.

وَأَدْخِلْ يَدَكَ فِى جَيْبِكَ تَخْرُجْ بَيْضَآءَ مِنْ غَيْرِ سُوٓءٍ‌ۖ فِى تِسْعِ ءَايَـٰتٍ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَقَوْمِهِۦٓ‌ۚ إِنَّهُمْ كَانُواْ قَوْمًا فَـٰسِقِينَ ١٢

Waadkhil yadaka fee jaybika takhruj baydaamin ghayri soo-in fee tisAAi ayatin ilafirAAawna waqawmihi innahum kanoo qawman fasiqeen

Dan masukkanlah tanganmu ke leher bajumu,1 niscaya ia akan ke luar menjadi putih (bersinar) tanpa cacat. (Kedua mukjizat ini) termasuk sembilan macam mukjizat (yang akan dikemukakan) kepada Fir'aun dan kaumnya. Mereka benar-benar orang-orang yang fasik."

فَلَمَّا جَآءَتْهُمْ ءَايَـٰتُنَا مُبْصِرَةً قَالُواْ هَـٰذَا سِحْرٌ مُّبِينٌ ١٣

Falamma jaat-hum ayatunamubsiratan qaloo hatha sihrun mubeen

Maka ketika mukjizat-mukjizat Kami yang terang itu sampai kepada mereka, mereka berkata, "Ini sihir yang nyata."

وَجَحَدُواْ بِهَا وَٱسْتَيْقَنَتْهَآ أَنفُسُهُمْ ظُلْمًا وَعُلُوًّا‌ۚ فَٱنظُرْ كَيْفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلْمُفْسِدِينَ ١٤

Wajahadoo biha wastayqanat-haanfusuhum thulman waAAuluwwan fanthurkayfa kana AAaqibatu almufsideen

Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongannya, padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan.

وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا دَاوُۥدَ وَسُلَيْمَـٰنَ عِلْمًا‌ۖ وَقَالَا ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى فَضَّلَنَا عَلَىٰ كَثِيرٍ مِّنْ عِبَادِهِ ٱلْمُؤْمِنِينَ ١٥

Walaqad atayna dawoodawasulaymana AAilman waqala alhamdulillahi allathee faddalana AAalakatheerin min AAibadihi almu/mineen

Dan sungguh, Kami telah memberikan ilmu kepada Dawud dan Sulaiman, dan keduanya berkata, "Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari banyak hamba-hamba-Nya yang beriman."

وَوَرِثَ سُلَيْمَـٰنُ دَاوُۥدَ‌ۖ وَقَالَ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ عُلِّمْنَا مَنطِقَ ٱلطَّيْرِ وَأُوتِينَا مِن كُلِّ شَىْءٍ‌ۖ إِنَّ هَـٰذَا لَهُوَ ٱلْفَضْلُ ٱلْمُبِينُ ١٦

Wawaritha sulaymanu dawoodawaqala ya ayyuha annasuAAullimna mantiqa attayri waooteenamin kulli shay-in inna hatha lahuwa alfadlualmubeen

Dan Sulaiman telah mewarisi Dawud,1 dan dia (Sulaiman) berkata, "Wahai manusia! Kami telah diajari bahasa burung dan kami diberi segala sesuatu. Sungguh, (semua) ini benar-benar karunia yang nyata."

وَحُشِرَ لِسُلَيْمَـٰنَ جُنُودُهُۥ مِنَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِ وَٱلطَّيْرِ فَهُمْ يُوزَعُونَ ١٧

Wahushira lisulaymanajunooduhu mina aljinni wal-insi wattayrifahum yoozaAAoon

Dan untuk Sulaiman dikumpulkan bala tentaranya dari jin, manusia dan burung, lalu mereka berbaris dengan tertib.

حَتَّىٰٓ إِذَآ أَتَوْاْ عَلَىٰ وَادِ ٱلنَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّمْلُ ٱدْخُلُواْ مَسَـٰكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَـٰنُ وَجُنُودُهُۥ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ ١٨

Hatta itha ataw AAalawadi annamli qalat namlatun ya ayyuhaannamlu odkhuloo masakinakum la yahtimannakumsulaymanu wajunooduhu wahum la yashAAuroon

Hingga ketika mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut, "Wahai semut-semut! Masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari."

فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِّن قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَىٰ وَٲلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَـٰلِحًا تَرْضَـٰهُ وَأَدْخِلْنِى بِرَحْمَتِكَ فِى عِبَادِكَ ٱلصَّـٰلِحِينَ ١٩

Fatabassama dahikan min qawlihawaqala rabbi awziAAnee an ashkura niAAmataka allateeanAAamta AAalayya waAAala walidayya waan aAAmala salihantardahu waadkhilnee birahmatika fee AAibadikaassaliheen

Maka dia (Sulaiman) tersenyum lalu tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa, "Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh."

وَتَفَقَّدَ ٱلطَّيْرَ فَقَالَ مَا لِىَ لَآ أَرَى ٱلْهُدْهُدَ أَمْ كَانَ مِنَ ٱلْغَآئِبِينَ ٢٠

Watafaqqada attayra faqalama liya la ara alhudhuda am kana minaalgha-ibeen

Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata, "Mengapa aku tidak melihat Hud-hud,1 apakah ia termasuk yang absen (tidak hadir)?

لَأُعَذِّبَنَّهُۥ عَذَابًا شَدِيدًا أَوْ لَأَاْذْبَحَنَّهُۥٓ أَوْ لَيَأْتِيَنِّى بِسُلْطَـٰنٍ مُّبِينٍ ٢١

LaoAAaththibannahu AAathabanshadeedan aw laathbahannahu aw laya/tiyannee bisultaninmubeen

Pasti akan ku hukum ia dengan hukuman yang berat atau ku sembelih ia, kecuali jika ia datang kepadaku dengan alasan yang jelas."

فَمَكَثَ غَيْرَ بَعِيدٍ فَقَالَ أَحَطتُ بِمَا لَمْ تُحِطْ بِهِۦ وَجِئْتُكَ مِن سَبَإِۭ بِنَبَإٍ يَقِينٍ ٢٢

Famakatha ghayra baAAeedin faqala ahattubima lam tuhit bihi waji/tuka min saba-inbinaba-in yaqeen

Maka tidak lama kemudian (datanglah Hud-hud), lalu ia berkata, "Aku telah mengetahui sesuatu yang belum engkau ketahui. Aku datang kepadamu dari negeri Saba`1 membawa suatu berita yang meyakinkan.

إِنِّى وَجَدتُّ ٱمْرَأَةً تَمْلِكُهُمْ وَأُوتِيَتْ مِن كُلِّ شَىْءٍ وَلَهَا عَرْشٌ عَظِيمٌ ٢٣

Innee wajadtu imraatan tamlikuhum waootiyatmin kulli shay-in walaha AAarshun AAatheem

Sungguh, ku dapati ada seorang perempuan1 yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta memiliki singgasana yang besar.

وَجَدتُّهَا وَقَوْمَهَا يَسْجُدُونَ لِلشَّمْسِ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَزَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيْطَـٰنُ أَعْمَـٰلَهُمْ فَصَدَّهُمْ عَنِ ٱلسَّبِيلِ فَهُمْ لَا يَهْتَدُونَ ٢٤

Wajadtuha waqawmaha yasjudoonalishshamsi min dooni Allahi wazayyana lahumu ashshaytanuaAAmalahum fasaddahum AAani assabeeli fahumla yahtadoon

Aku (burung Hud) dapati dia dan kaumnya menyembah matahari, bukan kepada Allah; dan setan telah menjadikan tampak indah bagi mereka perbuatan-perbuatan (buruk) mereka, sehingga menghalangi mereka dari jalan (Allah), maka mereka tidak mendapat petunjuk,

أَلَّا يَسْجُدُواْ لِلَّهِ ٱلَّذِى يُخْرِجُ ٱلْخَبْءَ فِى ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلْأَرْضِ وَيَعْلَمُ مَا تُخْفُونَ وَمَا تُعْلِنُونَ ٢٥

Alla yasjudoo lillahi allatheeyukhriju alkhabaa fee assamawati wal-ardiwayaAAlamu ma tukhfoona wama tuAAlinoon

mereka (juga) tidak menyembah Allah yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi1 dan yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan yang kamu tampakkan.

ٱللَّهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ ٱلْعَرْشِ ٱلْعَظِيمِ ۩ ٢٦

Allahu la ilaha illahuwa rabbu alAAarshi alAAatheem

Allah, tidak ada tuhan melainkan Dia, Tuhan Yang mempunyai Arasy yang agung."

۞ قَالَ سَنَنظُرُ أَصَدَقْتَ أَمْ كُنتَ مِنَ ٱلْكَـٰذِبِينَ ٢٧

Qala sananthuru asadaqtaam kunta mina alkathibeen

Dia (Sulaiman) berkata, "Akan kami lihat, apa kamu benar, atau termasuk yang berdusta.

ٱذْهَب بِّكِتَـٰبِى هَـٰذَا فَأَلْقِهْ إِلَيْهِمْ ثُمَّ تَوَلَّ عَنْهُمْ فَٱنظُرْ مَاذَا يَرْجِعُونَ ٢٨

Ithhab bikitabee hathafaalqih ilayhim thumma tawalla AAanhum fanthurmatha yarjiAAoon

Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkanlah kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan."

قَالَتْ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلْمَلَؤُاْ إِنِّىٓ أُلْقِىَ إِلَىَّ كِتَـٰبٌ كَرِيمٌ ٢٩

Qalat ya ayyuha almalaoinnee olqiya ilayya kitabun kareem

Dia (Balqis) berkata, "Wahai para pembesar! Sesungguhnya telah disampaikan kepadaku sepucuk surat yang mulia."

إِنَّهُۥ مِن سُلَيْمَـٰنَ وَإِنَّهُۥ بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ ٣٠

Innahu min sulaymana wa-innahu bismiAllahi arrahmani arraheem

Sesungguhnya (surat) itu dari Sulaiman yang isinya, "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang,

أَلَّا تَعْلُواْ عَلَىَّ وَأْتُونِى مُسْلِمِينَ ٣١

Alla taAAloo AAalayya wa/tooneemuslimeen

janganlah engkau berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri."

قَالَتْ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلْمَلَؤُاْ أَفْتُونِى فِىٓ أَمْرِى مَا كُنتُ قَاطِعَةً أَمْرًا حَتَّىٰ تَشْهَدُونِ ٣٢

Qalat ya ayyuha almalaoaftoonee fee amree ma kuntu qatiAAatan amran hattatashhadoon

Dia (Balqis) berkata, "Wahai para pembesar! Berilah aku pertimbangan dalam perkaraku (ini). Aku tidak pernah memutuskan suatu perkara sebelum kamu hadir dalam majelis(ku)."

قَالُواْ نَحْنُ أُوْلُواْ قُوَّةٍ وَأُوْلُواْ بَأْسٍ شَدِيدٍ وَٱلْأَمْرُ إِلَيْكِ فَٱنظُرِى مَاذَا تَأْمُرِينَ ٣٣

Qaloo nahnu oloo quwwatinwaoloo ba/sin shadeedin wal-amru ilayki fanthureematha ta/mureen

Mereka menjawab, "Kita memiliki kekuatan dan keberanian yang luar biasa (untuk berperang), tetapi keputusan berada di tanganmu; maka pertimbangankanlah apa yang akan engkau perintahkan."

قَالَتْ إِنَّ ٱلْمُلُوكَ إِذَا دَخَلُواْ قَرْيَةً أَفْسَدُوهَا وَجَعَلُوٓاْ أَعِزَّةَ أَهْلِهَآ أَذِلَّةً‌ۖ وَكَذَٲلِكَ يَفْعَلُونَ ٣٤

Qalat inna almulooka ithadakhaloo qaryatan afsadooha wajaAAaloo aAAizzata ahlihaathillatan wakathalika yafAAaloon

Dia (Balqis) berkata, "Sesungguhnya raja-raja apabila menaklukkan suatu negeri, mereka tentu membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikian yang akan mereka perbuat.

وَإِنِّى مُرْسِلَةٌ إِلَيْهِم بِهَدِيَّةٍ فَنَاظِرَةُۢ بِمَ يَرْجِعُ ٱلْمُرْسَلُونَ ٣٥

Wa-innee mursilatun ilayhim bihadiyyatin fanathiratunbima yarjiAAu almursaloon

Dan sungguh, aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan (membawa) hadiah, dan (aku) akan menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh para utusan itu."

فَلَمَّا جَآءَ سُلَيْمَـٰنَ قَالَ أَتُمِدُّونَنِ بِمَالٍ فَمَآ ءَاتَـٰنِۦَ ٱللَّهُ خَيْرٌ مِّمَّآ ءَاتَـٰكُم بَلْ أَنتُم بِهَدِيَّتِكُمْ تَفْرَحُونَ ٣٦

Falamma jaa sulaymana qalaatumiddoonani bimalin fama ataniyaAllahu khayrun mimma atakum bal antumbihadiyyatikum tafrahoon

Maka ketika para (utusan itu) sampai kepada Sulaiman, dia (Sulaiman) berkata, "Apakah kamu akan memberi harta kepadaku? Apa yang Allah berikan kepadaku lebih baik daripada apa yang Allah berikan kepadamu; tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu.

ٱرْجِعْ إِلَيْهِمْ فَلَنَأْتِيَنَّهُم بِجُنُودٍ لَّا قِبَلَ لَهُم بِهَا وَلَنُخْرِجَنَّهُم مِّنْهَآ أَذِلَّةً وَهُمْ صَـٰغِرُونَ ٣٧

IrjiAA ilayhim falana/tiyannahum bijunoodinla qibala lahum biha walanukhrijannahum minhaathillatan wahum saghiroon

Kembalilah kepada mereka! Sungguh, Kami pasti akan mendatangi mereka dengan bala tentara yang mereka tidak mampu melawannya, dan akan kami usir mereka dari negeri itu (Saba`) secara terhina dan mereka akan menjadi (tawanan) yang hina dina."

قَالَ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلْمَلَؤُاْ أَيُّكُمْ يَأْتِينِى بِعَرْشِهَا قَبْلَ أَن يَأْتُونِى مُسْلِمِينَ ٣٨

Qala ya ayyuha almalaoayyukum ya/teenee biAAarshiha qabla an ya/toonee muslimeen

Dia (Sulaiman) berkata, "Wahai para pembesar! Siapakah di antara kamu yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku menyerahkan diri?"

قَالَ عِفْرِيتٌ مِّنَ ٱلْجِنِّ أَنَا۟ ءَاتِيكَ بِهِۦ قَبْلَ أَن تَقُومَ مِن مَّقَامِكَ‌ۖ وَإِنِّى عَلَيْهِ لَقَوِىٌّ أَمِينٌ ٣٩

Qala AAifreetun mina aljinni anaateeka bihi qabla an taqooma min maqamika wa-inneAAalayhi laqawiyyun ameen

Ifrit dalam golongan jin berkata, "Akulah yang akan membawanya kepadamu sebelum engkau berdiri dari tempat dudukmu; dan sungguh, aku kuat melakukannya dan dapat dipercaya."

قَالَ ٱلَّذِى عِندَهُۥ عِلْمٌ مِّنَ ٱلْكِتَـٰبِ أَنَا۟ ءَاتِيكَ بِهِۦ قَبْلَ أَن يَرْتَدَّ إِلَيْكَ طَرْفُكَ‌ۚ فَلَمَّا رَءَاهُ مُسْتَقِرًّا عِندَهُۥ قَالَ هَـٰذَا مِن فَضْلِ رَبِّى لِيَبْلُوَنِىٓ ءَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ‌ۖ وَمَن شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِۦ‌ۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّى غَنِىٌّ كَرِيمٌ ٤٠

Qala allathee AAindahu AAilmunmina alkitabi ana ateeka bihi qabla anyartadda ilayka tarfuka falamma raahumustaqirran AAindahu qala hatha min fadlirabbee liyabluwanee aashkuru am akfuru waman shakara fa-innamayashkuru linafsihi waman kafara fa-inna rabbee ghaniyyun kareem

Seorang yang mempunyai ilmu dari Kitab1 berkata, "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip." Maka ketika dia (Sulaiman) melihat singgasana itu terletak di hadapannya, dia pun berkata, "Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (nikmat-Nya). Barang siapa bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri, dan barang siapa ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Mahakaya, Mahamulia."

قَالَ نَكِّرُواْ لَهَا عَرْشَهَا نَنظُرْ أَتَهْتَدِىٓ أَمْ تَكُونُ مِنَ ٱلَّذِينَ لَا يَهْتَدُونَ ٤١

Qala nakkiroo laha AAarshahananthur atahtadee am takoonu mina allatheenala yahtadoon

Dia (Sulaiman) berkata, "Ubahlah untuknya singgasananya; kita akan melihat apakah dia (Balqis) mengenal; atau tidak mengenalnya lagi."

فَلَمَّا جَآءَتْ قِيلَ أَهَـٰكَذَا عَرْشُكِ‌ۖ قَالَتْ كَأَنَّهُۥ هُوَ‌ۚ وَأُوتِينَا ٱلْعِلْمَ مِن قَبْلِهَا وَكُنَّا مُسْلِمِينَ ٤٢

Falamma jaat qeela ahakathaAAarshuki qalat kaannahu huwa waooteena alAAilmamin qabliha wakunna muslimeen

Maka ketika dia (Balqis) datang, ditanyakanlah (kepadanya), "Serupa inikah singgasanamu?" Dia (Balqis) menjawab, "Seakan-akan itulah dia." (Dan dia Balqis berkata), "Kami telah diberi pengetahuan sebelumnya1 dan kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)."

وَصَدَّهَا مَا كَانَت تَّعْبُدُ مِن دُونِ ٱللَّهِ‌ۖ إِنَّهَا كَانَتْ مِن قَوْمٍ كَـٰفِرِينَ ٤٣

Wasaddaha ma kanattaAAbudu min dooni Allahi innaha kanat minqawmin kafireen

Dan kebiasaannya menyembah selain Allah mencegahnya (untuk menampakkan keislamannya), sesungguhnya dia (Balqis) dahulu termasuk orang-orang kafir.

قِيلَ لَهَا ٱدْخُلِى ٱلصَّرْحَ‌ۖ فَلَمَّا رَأَتْهُ حَسِبَتْهُ لُجَّةً وَكَشَفَتْ عَن سَاقَيْهَا‌ۚ قَالَ إِنَّهُۥ صَرْحٌ مُّمَرَّدٌ مِّن قَوَارِيرَ‌ۗ قَالَتْ رَبِّ إِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى وَأَسْلَمْتُ مَعَ سُلَيْمَـٰنَ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ ٤٤

Qeela laha odkhulee assarhafalamma raat-hu hasibat-hu lujjatan wakashafat AAansaqayha qala innahu sarhunmumarradun min qawareera qalat rabbi innee thalamtunafsee waaslamtu maAAa sulaymana lillahi rabbi alAAalameen

Dikatakan kepadanya (Balqis), "Masuklah ke dalam istana." Maka ketika dia (Balqis) melihat (lantai istana) itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya (penutup) kedua betisnya, Dia (Sulaiman) berkata, "Sesungguhnya ini hanyalah lantai istana yang dilapisi kaca." Dia (Balqis) berkata, "Ya Tuhanku, sungguh, aku telah berbuat zalim terhadap diriku. Aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan seluruh alam."

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَآ إِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَـٰلِحًا أَنِ ٱعْبُدُواْ ٱللَّهَ فَإِذَا هُمْ فَرِيقَانِ يَخْتَصِمُونَ ٤٥

Walaqad arsalna ila thamoodaakhahum salihan ani oAAbudoo Allahafa-itha hum fareeqani yakhtasimoon

Dan sungguh, Kami telah mengutus kepada (kaum) Samud saudara mereka yaitu Saleh (yang menyeru), "Sembahlah Allah!" Tetapi tiba-tiba mereka (menjadi) dua golongan yang bermusuhan.

قَالَ يَـٰقَوْمِ لِمَ تَسْتَعْجِلُونَ بِٱلسَّيِّئَةِ قَبْلَ ٱلْحَسَنَةِ‌ۖ لَوْلَا تَسْتَغْفِرُونَ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ ٤٦

Qala ya qawmi limatastaAAjiloona bissayyi-ati qabla alhasanati lawlatastaghfiroona Allaha laAAallakum turhamoon

Dia (Saleh) berkata, "Wahai kaumku! Mengapa kamu meminta disegerakan keburukan sebelum (kamu meminta) kebaikan? Mengapa kamu tidak memohon ampunan kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat?"

قَالُواْ ٱطَّيَّرْنَا بِكَ وَبِمَن مَّعَكَ‌ۚ قَالَ طَـٰٓئِرُكُمْ عِندَ ٱللَّهِ‌ۖ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ تُفْتَنُونَ ٤٧

Qaloo ittayyarna bikawabiman maAAaka qala ta-irukum AAinda Allahibal antum qawmun tuftanoon

Mereka menjawab, "Kami mendapat nasib yang malang disebabkan oleh kamu dan orang-orang yang bersamamu." Dia (Saleh) berkata, "Nasibmu ada pada Allah (bukan kami yang menjadi sebab), tetapi kamu adalah kaum yang sedang diuji."

وَكَانَ فِى ٱلْمَدِينَةِ تِسْعَةُ رَهْطٍ يُفْسِدُونَ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا يُصْلِحُونَ ٤٨

Wakana fee almadeenati tisAAatu rahtinyufsidoona fee al-ardi wala yuslihoon

Dan di kota itu1 ada sembilan orang laki-laki yang berbuat kerusakan di bumi, mereka tidak melakukan perbaikan.

قَالُواْ تَقَاسَمُواْ بِٱللَّهِ لَنُبَيِّتَنَّهُۥ وَأَهْلَهُۥ ثُمَّ لَنَقُولَنَّ لِوَلِيِّهِۦ مَا شَهِدْنَا مَهْلِكَ أَهْلِهِۦ وَإِنَّا لَصَـٰدِقُونَ ٤٩

Qaloo taqasamoo billahilanubayyitannahu waahlahu thumma lanaqoolanna liwaliyyihi mashahidna mahlika ahlihi wa-inna lasadiqoon

Mereka berkata, "Bersumpahlah kamu dengan (nama) Allah, bahwa kita pasti akan menyerang dia bersama keluarganya pada malam hari, kemudian kita akan mengatakan kepada ahli warisnya (bahwa) kita tidak menyaksikan kebinasaan keluarganya itu, dan sungguh, kita orang yang benar."

وَمَكَرُواْ مَكْرًا وَمَكَرْنَا مَكْرًا وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ ٥٠

Wamakaroo makran wamakarna makranwahum la yashAAuroon

Dan mereka membuat tipu daya, dan Kami pun menyusun tipu daya, sedang mereka tidak menyadari.

فَٱنظُرْ كَيْفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ مَكْرِهِمْ أَنَّا دَمَّرْنَـٰهُمْ وَقَوْمَهُمْ أَجْمَعِينَ ٥١

Fanthur kayfa kanaAAaqibatu makrihim anna dammarnahumwaqawmahum ajmaAAeen

Maka perhatikanlah bagaimana akibat dari tipu daya mereka, bahwa Kami membinasakan mereka dan kaum mereka semuanya.

فَتِلْكَ بُيُوتُهُمْ خَاوِيَةَۢ بِمَا ظَلَمُوٓاْ‌ۗ إِنَّ فِى ذَٲلِكَ لَأَيَةً لِّقَوْمٍ يَعْلَمُونَ ٥٢

Fatilka buyootuhum khawiyatan bimathalamoo inna fee thalika laayatanliqawmin yaAAlamoon

Maka itulah rumah-rumah mereka yang runtuh karena kezaliman mereka. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mengetahui.

وَأَنجَيْنَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَكَانُواْ يَتَّقُونَ ٥٣

Waanjayna allatheena amanoowakanoo yattaqoon

Dan Kami selamatkan orang-orang yang beriman1 dan mereka selalu bertakwa.

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِۦٓ أَتَأْتُونَ ٱلْفَـٰحِشَةَ وَأَنتُمْ تُبْصِرُونَ ٥٤

Walootan ith qalaliqawmihi ata/toona alfahishata waantum tubsiroon

Dan (ingatlah kisah) Luṭ, ketika dia berkata kepada kaumnya, "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fāḥisyah (keji),1 padahal kamu melihatnya (kekejian perbuatan maksiat itu)?"

أَئِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ ٱلرِّجَالَ شَهْوَةً مِّن دُونِ ٱلنِّسَآءِ‌ۚ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُونَ ٥٥

A-innakum lata/toona arrijalashahwatan min dooni annisa-i bal antum qawmuntajhaloon

Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) syahwat(mu), bukan (mendatangi) perempuan? Sungguh, kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu).