۞ وَقَالَ
وَلَا يَأْتُونَكَ بِمَثَلٍ إِلَّا جِئْنَ
أَمْ تَحْسَبُ أَ
وَم
وَ
ط
قَالَ فَعَلْتُه
لَعَلَّنَا نَتَّبِعُ
فَلَ
وَ
قَالَ وَمَا عِلْمِى بِمَا كَانُو
إِنْ هَ
كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوطٍ
وَ
م
ط
وَجَحَدُو
إِ
فَلَ
وَلَقَ
۞ وَقَالَ
Waqala allatheena layarjoona liqaana lawla onzila AAalaynaalmala-ikatu aw nara rabbana laqadiistakbaroo fee anfusihim waAAataw AAutuwwan kabeera
Dan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami (di akhirat) berkata, "Mengapa bukan para malaikat yang diturunkan kepada kita atau (mengapa) kita (tidak) melihat Tuhan kita?" Sungguh, mereka telah menyombongkan diri mereka dan benar-benar telah melampaui batas (dalam melakukan kezaliman).
يَوْمَ يَرَوْنَ
Yawma yarawna almala-ikata labushra yawma-ithin lilmujrimeena wayaqooloona hijranmahjoora
(Ingatlah) pada hari (ketika) mereka melihat para malaikat, pada hari itu tidak ada kabar gembira bagi orang-orang yang berdosa dan mereka berkata, "ḥijran maḥjūrā."1
وَقَدِمْن
Waqadimna ila maAAamiloo min AAamalin fajaAAalnahu habaan manthoora
Dan Kami akan perlihatkan segala amal1 yang mereka kerjakan, lalu Kami akan jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan.
أَصْحَ
As-habu aljannati yawma-ithinkhayrun mustaqarran waahsanu maqeela
Penghuni-penghuni surga pada hari itu paling baik tempat tinggalnya dan paling indah tempat istirahatnya.
وَيَوْمَ تَشَقَّقُ
Wayawma tashaqqaqu assamao bilghamamiwanuzzila almala-ikatu tanzeela
Dan (ingatlah) pada hari (ketika) langit pecah mengeluarkan kabut putih dan para malaikat diturunkan (secara) bergelombang.
ٱلْمُلْكُ يَوْمَئِذٍ
Almulku yawma-ithin alhaqqu lirrahmaniwakana yawman AAala alkafireena AAaseera
Kerajaan yang hak1 pada hari itu adalah milik Tuhan Yang Maha Pengasih. Dan itulah hari yang sulit bagi orang-orang kafir.
وَيَوْمَ يَعَضُّ
Wayawma yaAAaddu aththalimuAAala yadayhi yaqoolu ya laytanee ittakhathtumaAAa arrasooli sabeela
Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang zalim menggigit kedua tangannya, (menyesali perbuatannya) seraya berkata, "Wahai! Sekiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama Rasul.
يَ
Ya waylata laytanee lamattakhith fulanan khaleela
Wahai celaka aku! Sekiranya (dulu) aku tidak menjadikan si fulan 1 itu teman akrab(ku),
لَّقَ
Laqad adallanee AAani aththikribaAAda ith jaanee wakana ashshaytanulil-insani khathoola
sungguh, dia telah menyesatkan aku dari peringatan (Alquran) ketika (Alquran) itu telah datang kepadaku. Dan setan memang pengkhianat manusia."
وَقَالَ
Waqala arrasoolu yarabbi inna qawmee ittakhathoo hatha alqur-anamahjoora
Dan Rasul (Muhammad) berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Alquran ini diabaikan."
وَكَذ
Wakathalika jaAAalna likullinabiyyin AAaduwwan mina almujrimeena wakafa birabbika hadiyanwanaseera
Begitulah, bagi setiap nabi, telah Kami adakan musuh dari orang-orang yang berdosa. Tetapi cukuplah Tuhanmu menjadi pemberi petunjuk dan penolong.
وَقَالَ
Waqala allatheena kafaroo lawlanuzzila AAalayhi alqur-anu jumlatan wahidatan kathalikalinuthabbita bihi fu-adaka warattalnahu tarteela
Dan orang-orang kafir berkata, "Mengapa Alquran itu tidak diturunkan kepadanya sekaligus?" Demikianlah,1 agar Kami memperteguh hatimu (Muhammad) dengannya dan Kami membacakannya secara tartil³ (berangsur-angsur, perlahan dan benar).
وَلَا يَأْتُونَكَ بِمَثَلٍ إِلَّا جِئْنَ
Wala ya/toonaka bimathalin illaji/naka bilhaqqi waahsana tafseera
Dan mereka (orang-orang kafir itu) tidak datang kepadamu (membawa) sesuatu yang aneh, melainkan Kami datangkan kepadamu yang benar dan penjelasan yang paling baik.
ٱلَّذِينَ يُحْشَرُونَ عَلَىٰ وُجُوهِهِمْ إِلَىٰ جَهَ
Allatheena yuhsharoona AAalawujoohihim ila jahannama ola-ika sharrun makananwaadallu sabeela
Orang-orang yang dikumpulkan di neraka Jahanam dengan diseret wajahnya, mereka itulah yang paling buruk tempatnya dan paling sesat jalannya.
وَلَقَ
Walaqad atayna moosaalkitaba wajaAAalna maAAahu akhahu haroonawazeera
Dan sungguh, Kami telah memberikan Kitab (Taurat) kepada Musa dan Kami telah menjadikan Harun saudaranya, menyertai dia sebagai wazir (pembantu).
فَقُلْنَا
Faqulna ithhaba ilaalqawmi allatheena kaththaboo bi-ayatinafadammarnahum tadmeera
Kemudian Kami berfirman (kepada keduanya), "Pergilah kamu berdua kepada kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami." Lalu Kami hancurkan mereka dengan sehancur-hancurnya.
وَقَوْمَ نُو
Waqawma noohin lamma kaththabooarrusula aghraqnahum wajaAAalnahum linnasiayatan waaAAtadna liththalimeenaAAathaban aleema
Dan (telah Kami binasakan) kaum Nuh ketika mereka mendustakan para rasul. Kami tenggelamkam mereka dan Kami jadikan (cerita) mereka itu pelajaran bagi manusia. Dan Kami telah sediakan bagi orang-orang zalim azab yang pedih;
وَعَا
WaAAadan wathamooda waas-habaarrassi waquroonan bayna thalika katheera
dan (telah Kami binasakan) kaum 'Ād dan Samud dan penduduk Rass1 serta banyak (lagi) generasi di antara (kaum-kaum) itu.
وَكُل
Wakullan darabna lahu al-amthalawakullan tabbarna tatbeera
Dan masing-masing telah Kami jadikan perumpamaan dan masing-masing telah Kami hancurkan sehancur-hancurnya.
وَلَقَ
Walaqad ataw AAala alqaryati allateeomtirat matara assaw-i afalam yakoonooyarawnaha bal kanoo la yarjoona nushoora
Dan sungguh, mereka (kaum musyrik Mekkah) telah melalui negeri (Sodom) yang (dulu) dijatuhi hujan yang buruk (hujan batu). Tidakkah mereka menyaksikannya? Bahkan mereka itu sebenarnya tidak mengharapkan hari kebangkitan.
وَإِذَا رَأَوْكَ إ
Wa-itha raawka in yattakhithoonakailla huzuwan ahatha allathee baAAatha Allahurasoola
Dan apabila mereka melihat engkau (Muhammad), mereka hanyalah menjadikan engkau sebagai ejekan (dengan mengatakan), "Inikah orangnya yang diutus Allah sebagai Rasul?
إِ
In kada layudillunaAAan alihatina lawla an sabarnaAAalayha wasawfa yaAAlamoona heena yarawna alAAathabaman adallu sabeela
Sungguh, hampir saja dia menyesatkan kita dari sesembahan kita, seandainya kita tidak tetap bertahan (menyembah)nya." Dan kelak mereka akan mengetahui pada saat mereka melihat azab, siapa yang paling sesat jalannya.
أَرَءَيْتَ مَنِ
Araayta mani ittakhatha ilahahuhawahu afaanta takoonu AAalayhi wakeela
Sudahkah engkau (Muhammad) melihat orang yang menjadikan keinginannya sebagai tuhannya. Apakah engkau akan menjadi pelindungnya?
أَمْ تَحْسَبُ أَ
Am tahsabu anna aktharahumyasmaAAoona aw yaAAqiloona in hum illa kal-anAAamibal hum adallu sabeela
atau apakah engkau mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami? Mereka itu hanyalah seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat jalannya.
أَلَمْ تَرَ إِلَىٰ رَبِّكَ كَيْفَ مَدَّ
Alam tara ila rabbika kayfa madda aththillawalaw shaa lajaAAalahu sakinan thumma jaAAalnaashshamsa AAalayhi daleela
Tidakkah engkau memperhatikan (penciptaan) Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan (dan memendekkan) bayang-bayang; dan sekiranya Dia menghendaki, niscaya Dia menjadikannya (bayang-bayang itu) tetap, kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk,
ثُ
Thumma qabadnahu ilaynaqabdan yaseera
kemudian Kami menariknya (bayang-bayang itu) kepada Kami1 sedikit demi sedikit.
وَهُوَ
Wahuwa allathee jaAAala lakumuallayla libasan wannawma subatan wajaAAalaannahara nushoora
Dan Dialah yang menjadikan malam untukmu (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangkit berusaha.
وَهُوَ
Wahuwa allathee arsala arriyahabushran bayna yaday rahmatihi waanzalna mina assama-imaan tahoora
Dan Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang sangat bersih,
لِّنُحْــِۧىَ بِه
Linuhyiya bihi baldatan maytanwanusqiyahu mimma khalaqna anAAaman waanasiyyakatheera
agar (dengan air itu) Kami menghidupkan negeri yang mati (tandus), dan Kami memberi minum kepada sebagian apa yang telah Kami ciptakan, (berupa) hewan-hewan ternak dan manusia yang banyak.
وَلَقَ
Walaqad sarrafnahu baynahumliyaththakkaroo faaba aktharu annasiilla kufoora
Dan sungguh, Kami telah mempergilirkan (hujan) itu di antara mereka agar mereka mengambil pelajaran; tetapi kebanyakan manusia tidak mau (bersyukur), bahkan mereka mengingkari (nikmat).
وَلَوْ شِئْنَا لَبَعَثْنَا فِى كُلِّ قَرْيَ
Walaw shi/na labaAAathna feekulli qaryatin natheera
Dan sekiranya Kami menghendaki, niscaya Kami utus seorang pemberi peringatan pada setiap negeri.
فَلَا تُطِعِ
Fala tutiAAi alkafireenawajahidhum bihi jihadan kabeera
Maka janganlah engkau taati orang-orang kafir, dan berjuanglah terhadap mereka dengannya (Alquran) dengan (semangat) perjuangan yang besar.
۞ وَهُوَ
Wahuwa allathee maraja albahraynihatha AAathbun furatun wahatha milhunojajun wajaAAala baynahuma barzakhan wahijranmahjoora
Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar dan segar dan yang lain sangat asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus.
وَهُوَ
Wahuwa allathee khalaqa mina alma-ibasharan fajaAAalahu nasaban wasihran wakanarabbuka qadeera
Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air, lalu Dia jadikan manusia itu (mempunyai) keturunan dan muṣāharah1 dan Tuhanmu adalah Mahakuasa.
وَيَعْبُدُونَ مِ
WayaAAbudoona min dooni Allahi mala yanfaAAuhum wala yadurruhum wakanaalkafiru AAala rabbihi thaheera
Dan mereka menyembah selain Allah apa yang tidak memberi manfaat kepada mereka dan tidak (pula) mendatangkan bencana kepada mereka. Orang-orang kafir adalah penolong (setan untuk berbuat durhaka) terhadap Tuhannya.
وَم
Wama arsalnaka illamubashshiran wanatheera
Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan hanya sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan.
قُلْ م
Qul ma as-alukum AAalayhi min ajrinilla man shaa an yattakhitha ilarabbihi sabeela
Katakanlah, "Aku tidak meminta imbalan apa pun dari kamu dalam menyampaikan (risalah) itu, melainkan (mengharapkan agar) orang-orang mau mengambil jalan kepada Tuhannya."
وَتَوَكَّلْ عَلَى
Watawakkal AAala alhayyi allatheela yamootu wasabbih bihamdihi wakafabihi bithunoobi AAibadihi khabeera
Dan bertawakallah kepada Allah Yang Hidup, Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa hamba-hamba-Nya,
ٱلَّذِى خَلَقَ
Allathee khalaqa assamawatiwal-arda wama baynahuma fee sittatiayyamin thumma istawa AAala alAAarshi arrahmanufas-al bihi khabeera
yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy, (Dialah) Yang Maha Pengasih, maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada orang yang lebih mengetahui (Muhammad).
وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ
Wa-itha qeela lahumu osjudoo lirrahmaniqaloo wama arrahmanu anasjudulima ta/muruna wazadahum nufoora
Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Sujudlah kepada Yang Maha Pengasih", mereka menjawab, "Siapakah Yang Maha Pengasih itu? Apakah kami harus sujud kepada Allah yang engkau (Muhammad) perintahkan kepada kami (bersujud kepada-Nya)?" Dan mereka makin jauh lari (dari kebenaran).
تَبَارَكَ
Tabaraka allathee jaAAala feeassama-i buroojan wajaAAala feeha sirajanwaqamaran muneera
Mahasuci Allah yang menjadikan di langit gugusan bintang-bintang dan Dia juga menjadikan padanya matahari dan bulan yang bersinar.
وَهُوَ
Wahuwa allathee jaAAala allayla wannaharakhilfatan liman arada an yaththakkara aw aradashukoora
Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau yang ingin bersyukur.
وَعِبَادُ
WaAAibadu arrahmaniallatheena yamshoona AAala al-ardi hawnanwa-itha khatabahumu aljahiloona qaloosalama
Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan, "salām,"
وَ
Wallatheena yabeetoonalirabbihim sujjadan waqiyama
dan orang-orang yang menghabiskan waktu malam untuk beribadah kepada Tuhan mereka dengan bersujud dan berdiri.
وَ
Wallatheena yaqooloona rabbanaisrif AAanna AAathaba jahannama inna AAathabahakana gharama
Dan orang-orang yang berkata, "Ya Tuhan kami, jauhkanlah azab Jahanam dari kami, karena sesungguhnya azabnya itu membuat kebinasaan yang kekal,"
إِ
Innaha saat mustaqarran wamuqama
Sungguh, Jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.
وَ
Wallatheena ithaanfaqoo lam yusrifoo walam yaqturoo wakana bayna thalikaqawama
Dan (termasuk hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih) orang-orang yang apabila menginfakkan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, di antara keduanya secara wajar,
وَ
Wallatheena layadAAoona maAAa Allahi ilahan akharawala yaqtuloona annafsa allatee harrama Allahuilla bilhaqqi wala yaznoona wamanyafAAal thalika yalqa athama
dan orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan lain dan tidak membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina; dan barang siapa melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat hukuman yang berat,
يُضَ
YudaAAaf lahu alAAathabu yawmaalqiyamati wayakhlud feehi muhana
(yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari Kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina,
إِلَّا مَ
Illa man taba waamanawaAAamila AAamalan salihan faola-ikayubaddilu Allahu sayyi-atihim hasanatinwakana Allahu ghafooran raheema
kecuali orang-orang yang bertobat dan beriman dan mengerjakan kebajikan; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
وَمَ
Waman taba waAAamila salihanfa-innahu yatoobu ila Allahi mataba
Dan barang siapa bertobat dan mengerjakan kebajikan, maka sesungguhnya dia bertobat kepada Allah dengan tobat yang sebenar-benarnya.
وَ
Wallatheena layashhadoona azzoora wa-itha marroo billaghwimarroo kirama
Dan orang-orang yang tidak memberikan kesaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berguna, mereka berlalu dengan menjaga kehormatan dirinya,
وَ
Wallatheena itha thukkiroobi-ayati rabbihim lam yakhirroo AAalayha summanwaAAumyana
dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidak bersikap sebagai orang-orang yang tuli dan buta,
وَ
Wallatheena yaqooloona rabbanahab lana min azwajina wathurriyyatinaqurrata aAAyunin wajAAalna lilmuttaqeena imama
Dan orang-orang yang berkata, "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa."
أُ
Ola-ika yujzawna alghurfata bimasabaroo wayulaqqawna feeha tahiyyatan wasalama
Mereka itu akan diberi balasan dengan tempat yang tinggi (dalam surga) atas kesabaran mereka, dan di sana mereka akan disambut dengan penghormatan dan salam,
خَ
Khalideena feeha hasunatmustaqarran wamuqama
mereka kekal di dalamnya. Surga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman.
قُلْ مَا يَعْبَؤُ
Qul ma yaAAbao bikum rabbee lawladuAAaokum faqad kaththabtum fasawfa yakoonu lizama
Katakanlah (Muhammad, kepada orang-orang musyrik), "Tuhanku tidak akan mengindahkan kamu, kalau tidak karena ibadahmu. (Tetapi bagaimana kamu beribadah kepada-Nya), padahal sungguh, kamu telah mendustakan-Nya? Karena itu kelak (azab) pasti (menimpamu)."
تِلْكَ ءَايَ
Tilka ayatu alkitabialmubeen
Inilah ayat-ayat Kitab (Alquran) yang jelas.
لَعَلَّكَ بَ
LaAAallaka bakhiAAun nafsaka allayakoonoo mu/mineen
Boleh jadi engkau (Muhammad) akan membinasakan dirimu (dengan kesedihan), karena mereka (penduduk Mekkah) tidak beriman.
إ
In nasha/ nunazzil AAalayhim mina assama-iayatan fathallat aAAnaquhum lahakhadiAAeen
Jika Kami menghendaki, niscaya Kami turunkan kepada mereka mukjizat dari langit, yang akan membuat tengkuk mereka tunduk dengan rendah hati kepadanya.
وَمَا يَأْتِيه
Wama ya/teehim min thikrin minaarrahmani muhdathin illa kanooAAanhu muAArideen
Dan setiap kali disampaikan kepada mereka suatu peringatan baru (ayat Alquran yang diturunkan) dari Tuhan Yang Maha Pengasih, mereka selalu berpaling darinya.
فَقَ
Faqad kaththaboo fasaya/teehim anbaoma kanoo bihi yastahzi-oon
Sungguh, mereka telah mendustakan (Alquran), maka kelak akan datang kepada mereka (kebenaran) berita-berita mengenai apa (azab) yang dulu mereka perolok-olokkan.
أَوَلَمْ يَرَوْ
Awa lam yaraw ila al-ardi kamanbatna feeha min kulli zawjin kareem
Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, betapa banyak Kami tumbuhkan di bumi itu berbagai macam (tumbuh-tumbuhan) yang baik?
إِ
Inna fee thalika laayatan wamakana aktharuhum mu/mineen
Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kebesaran Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
وَإِ
Wa-inna rabbaka lahuwa alAAazeezu arraheem
Dan sungguh, Tuhanmu Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.
وَإِذْ نَادَىٰ رَبُّكَ مُوسَ
Wa-ith nada rabbukamoosa ani i/ti alqawma aththalimeen
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu menyeru Musa (dengan firman-Nya), "Datangilah kaum yang zalim itu,
قَوْمَ فِرْعَوْنَۚ أَلَا يَتَّق
Qawma firAAawna ala yattaqoon
(yaitu) kaum Fir'aun. Mengapa mereka tidak bertakwa?"
قَالَ رَبِّ إِ
Qala rabbi innee akhafu anyukaththiboon
Dia (Musa) berkata, "Ya Tuhanku, sungguh, aku takut mereka akan mendustakan aku,
وَيَضِيقُ صَ
Wayadeequ sadree walayantaliqu lisanee faarsil ila haroon
sehingga dadaku terasa sempit dan lidahku tidak lancar maka utuslah Harun1 (bersamaku).
وَلَهُمْ عَلَىَّ ذَ
Walahum AAalayya thanbun faakhafuan yaqtuloon
Sebab aku berdosa terhadap mereka,1 maka aku takut mereka akan membunuhku."
قَالَ كَلَّاۖ فَ
Qala kalla fathhababi-ayatina inna maAAakum mustamiAAoon
(Allah) berfirman, "Jangan takut (mereka tidak akan dapat membunuhmu)! Maka pergilah kamu berdua dengan membawa ayat-ayat Kami (mukjizat-mukjizat); sungguh, Kami bersamamu mendengarkan (apa yang mereka katakan),
فَأْتِيَا فِرْعَوْنَ فَقُول
Fa/tiya firAAawna faqoola innarasoolu rabbi alAAalameen
maka datanglah kamu berdua kepada Fir'aun dan katakan, "Sesungguhnya kami adalah rasul-rasul Tuhan seluruh alam,
أَنْ أَرْسِلْ مَعَنَا بَن
An arsil maAAana banee isra-eel
lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersama kami."
قَالَ أَلَمْ نُرَبِّكَ فِينَا وَلِي
Qala alam nurabbika feenawaleedan walabithta feena min AAumurika sineen
Dia (Fir'aun) menjawab, "Bukankah kami telah mengasuhmu dalam lingkungan (keluarga) kami, waktu engkau masih kanak-kanak dan engkau tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu.1
وَفَعَلْتَ فَعْلَتَكَ
WafaAAalta faAAlataka allatee faAAaltawaanta mina alkafireen
Dan engkau (Musa) telah melakukan (kesalahan dari) perbuatan yang telah engkau lakukan1 dan engkau termasuk orang yang tidak tahu berterima kasih."
قَالَ فَعَلْتُه
Qala faAAaltuha ithanwaana mina addalleen
Dia (Musa) berkata, "Aku telah melakukannya, dan ketika itu aku termasuk orang yang khilaf.
فَفَرَرْتُ مِ
Fafarartu minkum lamma khiftukumfawahaba lee rabbee hukman wajaAAalanee mina almursaleen
Lalu aku lari darimu karena aku takut kepadamu, kemudian Tuhanku menganugerahkan ilmu kepadaku serta Dia menjadikan aku salah seorang di antara rasul-rasul.
وَتِلْكَ نِعْمَ
Watilka niAAmatun tamunnuha AAalayyaan AAabbadta banee isra-eel
Dan itulah kebaikan yang telah engkau berikan kepadaku, (sementara) itu engkau telah memperbudak Bani Israil."
قَالَ فِرْعَوْنُ وَمَا رَبُّ
Qala firAAawnu wama rabbu alAAalameen
Fir'aun bertanya, "Siapa Tuhan seluruh alam itu?"
قَالَ رَبُّ
Qala rabbu assamawatiwal-ardi wama baynahuma in kuntummooqineen
Dia (Musa) menjawab, "Tuhan Pencipta langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya (itulah Tuhanmu), jika kamu mempercayai-Nya."
قَالَ لِمَنْ حَوْلَهُ
Qala liman hawlahu alatastamiAAoon
Dia (Fir'aun) berkata kepada orang-orang di sekelilingnya, "Apakah kamu tidak mendengar (apa yang dikatakannya)?"
قَالَ رَبُّكُمْ وَرَبُّ ءَاب
Qala rabbukum warabbu aba-ikumual-awwaleen
Dia (Musa) berkata, "(Dia) Tuhanmu dan dan juga Tuhan nenek moyangmu terdahulu."
قَالَ إِ
Qala inna rasoolakumu allatheeorsila ilaykum lamajnoon
Dia (Fir'aun) berkata, "Sungguh, Rasulmu yang diutus kepada kamu benar-benar orang gila."
قَالَ رَبُّ
Qala rabbu almashriqi walmaghribiwama baynahuma in kuntum taAAqiloon
Dia (Musa) berkata, "(Dialah) Tuhan (yang menguasai) timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya; jika kamu mengerti."
قَالَ لَئِنِ
Qala la-ini ittakhathta ilahanghayree laajAAalannaka mina almasjooneen
Dia (Fir'aun) berkata, "Sungguh, jika engkau menyembah Tuhan selain aku, pasti aku masukkan engkau ke dalam penjara."
قَالَ أَوَلَوْ جِئْتُكَ بِش
Qala awa law ji/tuka bishay-in mubeen
Dia (Musa) berkata, "Apakah (engkau akan melakukan itu) sekalipun aku tunjukkan kepadamu suatu (bukti) yang nyata?"
قَالَ فَأْتِ بِه
Qala fa/ti bihi in kunta mina assadiqeen
Dia (Fir'aun) berkata, "Tunjukkan sesuatu (bukti yang nyata) itu, jika engkau termasuk orang yang benar!"
فَأَلْقَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِىَ ثُعْبَا
Faalqa AAasahu fa-ithahiya thuAAbanun mubeen
Maka dia (Musa) melemparkan tongkatnya, tiba-tiba tongkat itu menjadi ular besar yang nyata.
وَنَزَعَ يَدَهُ
WanazaAAa yadahu fa-itha hiya baydaolinnathireen
Dan dia mengeluarkan tangannya (dari dalam bajunya), tiba-tiba tangan itu menjadi putih (bercahaya) bagi orang-orang yang melihatnya.
قَالَ لِلْمَلَإِ حَوْلَهُ
Qala lilmala-i hawlahu inna hathalasahirun AAaleem
Dia (Fir'aun) berkata kepada para pemuka di sekelilingnya, "Sesungguhnya dia (Musa) ini pasti seorang penyihir yang pandai,
يُرِيدُ أ
Yureedu an yukhrijakum min ardikumbisihrihi famatha ta/muroon
dia hendak mengusir kamu dari negerimu dengan sihirnya; karena itu apakah yang kamu sarankan?"
قَال
Qaloo arjih waakhahu wabAAathfee almada-ini hashireen
Mereka menjawab, "Tahanlah (untuk sementara) dia dan saudaranya, dan utuslah ke seluruh negeri orang-orang yang akan mengumpulkan (pesihir),
يَأْتُوكَ بِكُلِّ سَحَّارٍ عَل
Ya/tooka bikulli sahharin AAaleem
niscaya mereka akan mendatangkan semua pesihir yang pandai kepadamu.
فَجُمِعَ
FajumiAAa assaharatu limeeqatiyawmin maAAloom
Lalu dikumpulkanlah para pesihir pada waktu (yang ditetapkan) di hari yang telah ditentukan,
وَقِيلَ لِل
Waqeela linnasi hal antummujtamiAAoon
dan diumumkan kepada orang banyak, "Berkumpullah kamu semua,
لَعَلَّنَا نَتَّبِعُ
LaAAallana nattabiAAu assaharatain kanoo humu alghalibeen
agar kita mengikuti para pesihir itu, jika mereka yang menang."
فَلَ
Falamma jaa assaharatuqaloo lifirAAawna a-inna lana laajran in kunnanahnu alghalibeen
Maka ketika para pesihir datang, mereka berkata kepada Fir'aun, "Apakah kami benar-benar akan mendapat imbalan yang besar jika kami yang menang?"
قَالَ نَعَمْ وَإِ
Qala naAAam wa-innakum ithanlamina almuqarrabeen
Dia (Fir'aun) menjawab, "Ya, dan bahkan kamu pasti akan mendapat kedudukan yang dekat (dariku)."
قَالَ لَه
Qala lahum moosa alqoo maantum mulqoon
Dia (Musa) berkata kepada mereka, "Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan."
فَأَلْقَوْ
Faalqaw hibalahum waAAisiyyahumwaqaloo biAAizzati firAAawna inna lanahnualghaliboon
Lalu mereka melemparkan tali-temali dan tongkat-tongkat mereka seraya berkata, "Demi kemuliaan Fir'aun, pasti kamilah yang akan menang."
فَأَلْقَىٰ مُوسَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِىَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِك
Faalqa moosa AAasahufa-itha hiya talqafu ma ya/fikoon
Kemudian Musa melemparkan tongkatnya, maka tiba-tiba ia menelan benda-benda palsu yang mereka ada-adakan itu.1
فَأُلْقِىَ
Faolqiya assaharatu sajideen
Maka menyungkurlah para pesihir itu, bersujud,
قَال
Qaloo amanna birabbialAAalameen
mereka berkata, "Kami beriman kepada Tuhan seluruh alam,
رَبِّ مُوسَىٰ وَهَ
Rabbi moosa waharoon
(yaitu) Tuhannya Musa dan Harun."
قَالَ ءَامَ
Qala amantum lahu qabla an athanalakum innahu lakabeerukumu allathee AAallamakumu assihrafalasawfa taAAlamoona laoqattiAAanna aydiyakum waarjulakummin khilafin walaosallibannakum ajmaAAeen
Dia (Fir'aun) berkata, "Mengapa kamu beriman kepada Musa sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya dia pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu. Nanti kamu pasti akan tahu (akibat perbuatanmu). Pasti akan kupotong tangan dan kakimu bersilang dan sungguh akan aku salib semuanya."
قَالُو
Qaloo la dayra innaila rabbina munqaliboon
Mereka berkata, "Tidak ada yang kami takutkan, karena kami akan kembali kepada Tuhan kami.
إِ
Inna natmaAAu an yaghfira lanarabbuna khatayana an kunnaawwala almu/mineen
Sesungguhnya kami sangat menginginkan sekiranya Tuhan kami akan mengampuni kesalahan kami, karena menjadi orang yang pertama-tama beriman."
۞ وَأَوْحَيْن
Waawhayna ila moosaan asri biAAibadee innakum muttabaAAoon
Dan Kami wahyukan (perintahkan) kepada Musa, "Pergilah pada malam hari dengan membawa hamba-hamba-Ku (Bani Israil), sebab pasti kamu akan dikejar."
فَأَرْسَلَ فِرْعَوْنُ فِى
Faarsala firAAawnu fee almada-ini hashireen
Kemudian Fir'aun mengirimkan orang ke kota-kota untuk mengumpulkan (bala tentaranya).
إِ
Inna haola-i lashirthimatunqaleeloon
(Fir'aun berkata), "Sesungguhnya mereka (Bani Israil) hanya sekelompok kecil,
وَإِ
Wa-innahum lana lagha-ithoon
dan sesungguhnya mereka telah berbuat hal-hal yang menimbulkan amarah kita,
وَإِ
Wa-inna lajameeAAun hathiroon
dan sesungguhnya kita semua tanpa kecuali harus selalu waspada."
فَأَخْرَ
Faakhrajnahum min jannatinwaAAuyoon
Kemudian, Kami keluarkan mereka (Fir'aun dan kaumnya) dari taman-taman dan mata air,
وَكُنُو
Wakunoozin wamaqamin kareem
dan (dari) harta kekayaan dan kedudukan yang mulia,1
كَذ
Kathalika waawrathnahabanee isra-eel
demikianlah, dan Kami anugerahkan semuanya (itu) kepada Bani Israil.1
فَأَتْبَعُوه
FaatbaAAoohum mushriqeen
Lalu (Fir'aun dan bala tentaranya) dapat menyusul mereka pada waktu matahari terbit.
فَلَ
Falamma taraa aljamAAaniqala as-habu moosa innalamudrakoon
Maka ketika kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa, "Kita benar-benar akan tersusul."
قَالَ كَلّ
Qala kalla inna maAAiya rabbeesayahdeen
Dia (Musa) menjawab, "Sekali-kali tidak akan (tersusul); sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku."
فَأَوْحَيْن
Faawhayna ila moosaani idrib biAAasaka albahra fanfalaqafakana kullu firqin kattawdi alAAatheem
Lalu Kami wahyukan kepada Musa, "Pukullah laut itu dengan tongkatmu." Maka terbelahlah lautan itu, dan setiap belahan seperti gunung yang besar.
وَأَزْلَفْنَا ثَ
Waazlafna thamma al-akhareen
Dan di sanalah Kami dekatkan golongan yang lain.1
وَأَ
Waanjayna moosa waman maAAahuajmaAAeen
Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang bersamanya.
ثُ
Thumma aghraqna al-akhareen
Kemudian Kami tenggelamkan golongan yang lain.
إِ
Inna fee thalika laayatan wamakana aktharuhum mu/mineen
Sungguh, pada yang demikian itu terdapat suatu tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
وَإِ
Wa-inna rabbaka lahuwa alAAazeezu arraheem
Dan sesungguhnya Tuhanmu Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.
وَ
Watlu AAalayhim nabaa ibraheem
Dan bacakanlah kepada mereka kisah Ibrahim.
إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِه
Ith qala li-abeehi waqawmihi mataAAbudoon
Ketika dia (Ibrahim) berkata kepada ayahnya dan kaumnya, "Apakah yang kamu sembah?"
قَالُو
Qaloo naAAbudu asnamanfanathallu laha AAakifeen
Mereka menjawab, "Kami menyembah berhala-berhala dan kami senantiasa tekun menyembahnya."
قَالَ هَلْ يَسْمَعُونَكُمْ إِذْ تَ
Qala hal yasmaAAoonakum ithtadAAoon
Dia (Ibrahim) berkata, "Apakah mereka mendengarmu ketika kamu berdoa (kepadanya)?,
أَوْ يَ
Aw yanfaAAoonakum aw yadurroon
atau (dapatkah) mereka memberi manfaat atau mencelakakan kamu?"
قَالُو
Qaloo bal wajadna abaanakathalika yafAAaloon
Mereka menjawab, "Tidak, tetapi kami dapati nenek moyang kami berbuat begitu."
قَالَ أَفَرَءَيْت
Qala afaraaytum ma kuntumtaAAbudoon
Dia (Ibrahim) berkata, "Apakah kamu memperhatikan apa yang kamu sembah,
أَ
Antum waabaokumu al-aqdamoon
kamu dan nenek moyang kamu yang terdahulu?
فَإِ
Fa-innahum AAaduwwun lee illa rabbaalAAalameen
sesungguhnya mereka (apa yang kamu sembah) itu musuhku, lain halnya Tuhan seluruh alam,
ٱلَّذِى خَلَقَنِى فَهُوَ يَهْد
Allathee khalaqanee fahuwa yahdeen
(yaitu) Yang telah menciptakan aku, maka Dia yang memberi petunjuk kepadaku,
وَ
Wallathee huwa yutAAimuneewayasqeen
dan Yang memberi makan dan minum kepadaku,
وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْف
Wa-itha maridtu fahuwayashfeen
dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku,
وَ
Wallathee yumeetunee thummayuhyeen
dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali),
وَ
Wallathee atmaAAu anyaghfira lee khatee-atee yawma addeen
dan Yang sangat ku inginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari Kiamat."
رَبِّ هَ
Rabbi hab lee hukman waalhiqneebissaliheen
(Ibrahim berdoa), "Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku ilmu dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh,
وَ
WajAAal lee lisana sidqinfee al-akhireen
dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian,
وَ
WajAAalnee min warathati jannati annaAAeem
dan jadikanlah aku termasuk orang yang mewarisi surga yang penuh kenikmatan,
وَ
Waghfir li-abee innahu kanamina addalleen
dan ampunilah ayahku, sesungguhnya dia termasuk orang yang sesat,
وَلَا تُخْزِنِى يَوْمَ يُ
Wala tukhzinee yawma yubAAathoon
dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan,
يَوْمَ لَا يَ
Yawma la yanfaAAu malun walabanoon
(yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna,
إِلَّا مَنْ أَتَى
Illa man ata Allahabiqalbin saleem
kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,
وَأُزْلِفَتِ
Waozlifati aljannatu lilmuttaqeen
dan surga didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa,
وَبُرِّزَتِ
Waburrizati aljaheemu lilghaween
dan neraka Jahim diperlihatkan dengan jelas kepada orang-orang yang sesat,"
وَقِيلَ لَهُمْ أَيْنَ مَا كُ
Waqeela lahum ayna ma kuntumtaAAbudoon
dan dikatakan kepada mereka, "Di mana berhala-berhala yang dahulu kamu sembah,
مِ
Min dooni Allahi hal yansuroonakumaw yantasiroon
selain Allah? Dapatkah mereka menolong kamu atau menolong diri mereka sendiri?"
فَكُ
Fakubkiboo feeha hum walghawoon
Maka mereka (sesembahan itu) dijungkirkan ke dalam neraka bersama orang-orang yang sesat,
وَجُنُودُ إِ
Wajunoodu ibleesa ajmaAAoon
dan bala tentara Iblis semuanya.
قَالُو
Qaloo wahum feeha yakhtasimoon
Mereka berkata sambil bertengkar di dalamnya (neraka),
تَ
Tallahi in kunna lafeedalalin mubeen
"Demi Allah, sesungguhnya kita dahulu (di dunia) dalam kesesatan yang nyata,
إِذْ نُسَوِّيك
Ith nusawweekum birabbi alAAalameen
karena kita mempersamakan kamu (berhala-berhala) dengan Tuhan seluruh alam.
وَم
Wama adallana illaalmujrimoon
Dan tidak ada yang menyesatkan kita kecuali orang-orang yang berdosa.
فَمَا لَنَا مِ
Fama lana min shafiAAeen
Maka (sekarang) kita tidak mempunyai seorang pun pemberi syafaat (penolong),
وَلَا صَدِيقٍ حَم
Wala sadeeqin hameem
dan tidak pula mempunyai teman yang akrab.
فَلَوْ أَ
Falaw anna lana karratan fanakoonamina almu/mineen
Maka seandainya kita dapat kembali (ke dunia) niscaya kita menjadi orang-orang yang beriman."
إِ
Inna fee thalika laayatan wamakana aktharuhum mu/mineen
Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
وَإِ
Wa-inna rabbaka lahuwa alAAazeezu arraheem
Dan sungguh, Tuhanmu benar-benar Dialah Mahaperkasa, Maha Penyayang.
كَذَّبَتْ قَوْمُ نُوحٍ
Kaththabat qawmu noohinalmursaleen
Kaum Nuh telah mendustakan para rasul.
إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ نُوحٌ أَلَا تَتَّق
Ith qala lahum akhoohum noohunala tattaqoon
Ketika saudara mereka (Nuh) berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa?
إِ
Innee lakum rasoolun ameen
Sesungguhnya aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
فَ
Fattaqoo Allaha waateeAAoon
maka bertakwalah kamu kepada Allah dan taatlah kepadaku.
وَم
Wama as-alukum AAalayhi min ajrin inajriya illa AAala rabbi alAAalameen
Dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan ini; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam,
فَ
Fattaqoo Allaha waateeAAoon
maka bertakwalah kamu kepada Allah dan taatlah kepadaku."
۞ قَال
Qaloo anu/minu laka wattabaAAakaal-arthaloon
Mereka berkata, "Apakah kami harus beriman kepadamu, padahal pengikut-pengikutmu orang-orang yang hina?"
قَالَ وَمَا عِلْمِى بِمَا كَانُو
Qala wama AAilmee bimakanoo yaAAmaloon
Dia (Nuh) menjawab, "Tidak ada pengetahuanku tentang apa yang mereka kerjakan.
إِنْ حِسَابُهُمْ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّىۖ لَوْ تَشْعُر
In hisabuhum illa AAalarabbee law tashAAuroon
Perhitungan (amal perbuatan) mereka tidak lain hanyalah kepada Tuhanku, jika kamu menyadari.
وَم
Wama ana bitaridialmu/mineen
Dan aku tidak akan mengusir orang-orang yang beriman.
إِنْ أَنَا۟ إِلَّا نَذِي
In ana illa natheerunmubeen
Aku (ini) hanyalah pemberi peringatan yang jelas."
قَالُو
Qaloo la-in lam tantahi yanoohu latakoonanna mina almarjoomeen
Mereka berkata, "Wahai Nuh! Sungguh, jika engkau tidak (mau) berhenti, niscaya engkau termasuk orang yang dirajam (dilempari batu sampai mati)."
قَالَ رَبِّ إِ
Qala rabbi inna qawmee kaththaboon
Dia (Nuh) berkata, "Ya Tuhanku, sungguh kaumku telah mendustakan aku;
فَ
Faftah baynee wabaynahum fathanwanajjinee waman maAAiya mina almu/mineen
maka berilah keputusan antara aku dengan mereka, dan selamatkanlah aku dan mereka yang beriman bersamaku."
فَأَ
Faanjaynahu waman maAAahu feealfulki almashhoon
Kemudian Kami menyelamatkan Nuh dan orang-orang yang bersamanya di dalam kapal yang penuh muatan.
ثُ
Thumma aghraqna baAAdu albaqeen
Kemudian setelah itu Kami tenggelamkan orang-orang yang tinggal.
إِ
Inna fee thalika laayatan wamakana aktharuhum mu/mineen
Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
وَإِ
Wa-inna rabbaka lahuwa alAAazeezu arraheem
Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Mahaperkasa, Maha penyayang.
كَذَّبَتْ عَادٌ
Kaththabat AAadun almursaleen
(Kaum) 'Ād telah mendustakan para rasul.
إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ هُودٌ أَلَا تَتَّق
Ith qala lahum akhoohumhoodun ala tattaqoon
Ketika saudara mereka Hud berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa?
إِ
Innee lakum rasoolun ameen
Sungguh, aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
فَ
Fattaqoo Allaha waateeAAoon
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
وَم
Wama as-alukum AAalayhi min ajrin inajriya illa AAala rabbi alAAalameen
Dan aku tidak minta imbalan kepadamu atas ajakan itu; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam.
أَتَ
Atabnoona bikulli reeAAin ayatantaAAbathoon
Apakah kamu mendirikan istana-istana pada setiap tanah yang tinggi untuk kemegahan tanpa ditempati,
وَتَتَّخِذُونَ مَصَانِعَ لَعَلَّكُمْ تَخْلُد
Watattakhithoona masaniAAalaAAallakum takhludoon
dan kamu membuat benteng-benteng dengan harapan kamu hidup kekal?
وَإِذَا بَطَشْت
Wa-itha batashtum batashtumjabbareen
Dan apabila kamu menyiksa, maka kamu lakukan secara kejam dan bengis.
فَ
Fattaqoo Allaha waateeAAoon
Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku,
وَ
Wattaqoo allathee amaddakumbima taAAlamoon
dan tetaplah kamu bertakwa kepada-Nya yang telah menganugerahkan kepadamu apa yang kamu ketahui.
أَمَدَّك
Amaddakum bi-anAAamin wabaneen
Dia (Allah) telah menganugerahkan kepadamu hewan ternak dan anak-anak,
إِ
Innee akhafu AAalaykum AAathabayawmin AAatheem
sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang besar."
قَالُو
Qaloo sawaon AAalaynaawaAAathta am lam takun mina alwaAAitheen
Mereka menjawab, "Sama saja bagi kami, apakah engkau memberi nasihat atau tidak memberi nasihat,
إِنْ هَ
In hatha illa khuluqual-awwaleen
(agama kami) ini tidak lain hanyalah adat kebiasaan orang-orang terdahulu,
وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّب
Wama nahnu bimuAAaththabeen
dan kami (sama sekali) tidak akan di azab."
فَكَذَّبُوهُ فَأَهْلَكْنَ
Fakaththaboohu faahlaknahuminna fee thalika laayatan wama kanaaktharuhum mu/mineen
Maka mereka mendustakannya (Hud), lalu Kami binasakan mereka. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
وَإِ
Wa-inna rabbaka lahuwa alAAazeezu arraheem
Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.
كَذَّبَتْ ثَمُودُ
Kaththabat thamoodu almursaleen
Kaum Samud telah mendustakan para rasul.
إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ صَ
Ith qala lahum akhoohum salihunala tattaqoon
Ketika saudara mereka Saleh berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa?
إِ
Innee lakum rasoolun ameen
Sungguh, aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
فَ
Fattaqoo Allaha waateeAAoon
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
وَم
Wama as-alukum AAalayhi min ajrin inajriya illa AAala rabbi alAAalameen
Dan aku tidak meminta sesuatu imbalan kepadamu atas ajakan ini, imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam.
أَتُتْرَكُونَ فِى مَا هَ
Atutrakoona fee ma hahunaamineen
Apakah kamu (mengira) akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman,
فِى جَ
Fee jannatin waAAuyoon
di dalam kebun-kebun dan mata air,
وَزُرُو
WazurooAAin wanakhlin talAAuhahadeem
dan tanaman-tanaman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut.
وَتَنْحِتُونَ مِنَ
Watanhitoona mina aljibalibuyootan fariheen
Dan kamu pahat dengan terampil sebagian gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah;
فَ
Fattaqoo Allaha waateeAAoon
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku;
وَلَا تُطِيع
Wala tuteeAAoo amraalmusrifeen
dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melampaui batas,
ٱلَّذِينَ يُفْسِدُونَ فِى
Allatheena yufsidoona fee al-ardiwala yuslihoon
yang berbuat kerusakan di bumi dan tidak mengadakan perbaikan."
قَال
Qaloo innama anta mina almusahhareen
Mereka berkata, "Sungguh, engkau hanyalah termasuk orang yang kena sihir;
م
Ma anta illa basharun mithlunafa/ti bi-ayatin in kunta mina assadiqeena
engkau hanyalah manusia seperti kami; maka datangkanlah suatu mukjizat jika engkau termasuk orang yang benar."
قَالَ هَ
Qala hathihi naqatunlaha shirbun walakum shirbu yawmin maAAloom
Dia (Saleh) menjawab, "Ini seekor unta betina, yang berhak mendapatkan (giliran) minum, dan kamu juga berhak mendapatkan minum pada hari yang ditentukan.
وَلَا تَمَسُّوهَا بِس
Wala tamassooha bisoo-infaya/khuthakum AAathabu yawmin AAatheem
Dan jangan kamu menyentuhnya (unta itu) dengan jahat, nanti kamu akan ditimpa azab pada hari yang dahsyat."
فَعَقَرُوهَا فَأَصْبَحُو
FaAAaqarooha faasbahoonadimeen
Kemudian mereka membunuhnya, lalu mereka merasa menyesal,
فَأَخَذَهُمُ
Faakhathahumu alAAathabu innafee thalika laayatan wama kanaaktharuhum mu/mineen
maka mereka ditimpa azab. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
وَإِ
Wa-inna rabbaka lahuwa alAAazeezu arraheem
Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.
كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوطٍ
Kaththabat qawmu lootinalmursaleen
Kaum Luṭ telah mendustakan para rasul,
إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ لُوطٌ أَلَا تَتَّق
Ith qala lahum akhoohum lootunala tattaqoon
ketika saudara mereka Luṭ berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa?"
إِ
Innee lakum rasoolun ameen
Sungguh, aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
فَ
Fattaqoo Allaha waateeAAoon
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
وَم
Wama as-alukum AAalayhi min ajrin inajriya illa AAala rabbi alAAalameen
Dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan ini; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam.
أَتَأْتُونَ
Ata/toona aththukranamina alAAalameen
Mengapa kamu mendatangi kaum laki-laki dari manusia (berbuat homoseks),
وَتَذَرُونَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّك
Watatharoona ma khalaqa lakumrabbukum min azwajikum bal antum qawmun AAadoon
dan kamu tinggalkan (perempuan) yang diciptakan Tuhan untuk menjadi istri-istri kamu? Kamu (memang) orang-orang yang melampaui batas."
قَالُو
Qaloo la-in lam tantahi yalootu latakoonanna mina almukhrajeen
Mereka menjawab, "Wahai Luṭ! Jika engkau tidak berhenti, tentu engkau termasuk orang-orang yang terusir."
قَالَ إِ
Qala innee liAAamalikum mina alqaleen
Dia (Luṭ) berkata, "Aku sungguh benci kepada perbuatanmu."
رَبِّ نَجِّنِى وَأَهْلِى مِ
Rabbi najjinee waahlee mimmayaAAmaloon
(Luṭ berdoa), "Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dan keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan."
فَنَجَّيْنَ
Fanajjaynahu waahlahu ajmaAAeen
Lalu Kami selamatkan dia bersama keluarganya semua,
إِلَّا عَجُو
Illa AAajoozan fee alghabireen
kecuali seorang perempuan tua (istrinya), yang termasuk dalam golongan yang ditinggal.
ثُ
Thumma dammarna al-akhareen
Kemudian Kami binasakan yang lain.
وَأَمْطَرْنَا عَلَيْه
Waamtarna AAalayhim mataranfasaa mataru almunthareen
Dan Kami hujani mereka (dengan hujan batu), maka betapa buruk hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu.
إِ
Inna fee thalika laayatan wamakana aktharuhum mu/mineen
Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
وَإِ
Wa-inna rabbaka lahuwa alAAazeezu arraheem
Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.
كَذَّبَ أَصْحَ
Kaththaba as-habual-aykati almursaleen
Penduduk Aikah1 telah mendustakan para rasul;
إِذْ قَالَ لَهُمْ شُعَيْبٌ أَلَا تَتَّق
Ith qala lahum shuAAaybun alatattaqoon
ketika Syu'aib berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa?
إِ
Innee lakum rasoolun ameen
Sungguh, aku adalah rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
فَ
Fattaqoo Allaha waateeAAoon
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku;
وَم
Wama as-alukum AAalayhi min ajrin inajriya illa AAala rabbi alAAalameen
dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan ini; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam.
۞ أَوْفُو
Awfoo alkayla wala takoonoo minaalmukhsireen
Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu merugikan orang lain;
وَزِنُو
Wazinoo bilqistasialmustaqeem
dan timbanglah dengan timbangan yang benar.
وَلَا تَ
Wala tabkhasoo annasaashyaahum wala taAAthaw fee al-ardimufsideen
Dan janganlah kamu merugikan manusia dengan mengurangi hak-haknya dan janganlah membuat kerusakan di bumi;
وَ
Wattaqoo allathee khalaqakumwaljibillata al-awwaleen
dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang terdahulu."
قَال
Qaloo innama anta mina almusahhareen
Mereka berkata, "Engkau tidak lain hanyalah orang-orang yang kena sihir,
وَم
Wama anta illa basharunmithluna wa-in nathunnuka lamina alkathibeen
dan engkau hanyalah manusia seperti kami, dan sesungguhnya kami yakin engkau termasuk orang-orang yang berdusta.
فَأَسْقِ
Faasqit AAalayna kisafan minaassama-i in kunta mina assadiqeen
Maka jatuhkanlah kepada kami gumpalan dari langit, jika engkau termasuk orang-orang yang benar."
قَالَ رَبّ
Qala rabbee aAAlamu bimataAAmaloon
Dia (Syu'aib) berkata, "Tuhanku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan."
فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَهُمْ عَذَابُ يَوْمِ
Fakaththaboohu faakhathahumAAathabu yawmi aththullati innahu kanaAAathaba yawmin AAatheem
Kemudian mereka mendustakannya (Syu'aib), lalu mereka ditimpa azab pada hari yang gelap. Sungguh, itulah azab pada hari yang dahsyat.
إِ
Inna fee thalika laayatan wamakana aktharuhum mu/mineen
Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
وَإِ
Wa-inna rabbaka lahuwa alAAazeezu arraheem
Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.
وَإِ
Wa-innahu latanzeelu rabbi alAAalameen
Dan sungguh, (Alquran) ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan seluruh alam,
نَزَلَ بِهِ
Nazala bihi arroohu al-ameen
Yang dibawa turun oleh Ar-Rūḥ Al-Amīn (Jibril),
عَلَىٰ قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ
AAala qalbika litakoona mina almunthireen
ke dalam hatimu (Muhammad) agar engkau termasuk orang yang memberi peringatan,
بِلِسَانٍ عَرَبِ
Bilisanin AAarabiyyin mubeen
dengan bahasa Arab yang jelas.
وَإِ
Wa-innahu lafee zuburi al-awwaleen
Dan sungguh, (Alquran) itu (disebut) dalam kitab-kitab orang yang terdahulu.
أَوَلَمْ يَك
Awa lam yakun lahum ayatan anyaAAlamahu AAulamao banee isra-eel
Apakah tidak (cukup) menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Israil mengetahuinya?
وَلَوْ نَزَّلْنَ
Walaw nazzalnahu AAala baAAdial-aAAjameen
Dan seandainya (Alquran) itu Kami turunkan kepada sebagian dari golongan bukan Arab,
فَقَرَأَهُ
Faqaraahu AAalayhim ma kanoobihi mu/mineen
lalu dia membacakannya kepada mereka (orang-orang kafir); niscaya mereka tidak juga akan beriman kepadanya.
كَذ
Kathalika salaknahu feequloobi almujrimeen
Demikianlah, Kami masukkan (sifat dusta dan ingkar) ke dalam hati orang-orang yang berdosa,
لَا يُؤْمِنُونَ بِه
La yu/minoona bihi hattayarawoo alAAathaba al-aleem
mereka tidak akan beriman kepadanya, hingga mereka melihat azab yang pedih,
فَيَأْتِيَه
Faya/tiyahum baghtatan wahum layashAAuroon
maka datang azab kepada mereka secara mendadak, ketika mereka tidak menyadarinya,
فَيَقُولُو
Fayaqooloo hal nahnu muntharoon
lalu mereka berkata, "Apakah kami diberi penangguhan waktu?"
أَفَبِعَذَابِنَا يَسْتَعْجِل
AfabiAAathabina yastaAAjiloon
Bukankah mereka yang meminta agar azab Kami dipercepat?
أَفَرَءَيْتَ إ
Afaraayta in mattaAAnahum sineen
Maka bagaimana pendapatmu jika kepada mereka Kami berikan kenikmatan hidup beberapa tahun,
ثُ
Thumma jaahum ma kanooyooAAadoon
kemudian datang kepada mereka azab yang diancamkan kepada mereka,
م
Ma aghna AAanhum ma kanooyumattaAAoon
niscaya tidak berguna bagi mereka kenikmatan yang mereka rasakan.
وَم
Wama ahlakna min qaryatin illalaha munthiroon
Dan Kami tidak membinasakan suatu negeri, kecuali setelah ada orang-orang yang memberi peringatan kepadanya;
ذِكْرَىٰ وَمَا كُ
Thikra wama kunnathalimeen
untuk (menjadi) peringatan. Dan Kami tidak berlaku zalim.
وَمَا تَنَزَّلَتْ بِهِ
Wama tanazzalat bihi ashshayateen
Dan (Alquran) itu tidaklah dibawa turun oleh setan-setan.
وَمَا يَ
Wama yanbaghee lahum wamayastateeAAoon
Dan tidaklah pantas bagi mereka (Alquran itu), dan mereka pun tidak akan sanggup.
إِ
Innahum AAani assamAAilamaAAzooloona
Sesungguhnya untuk mendengarkannya pun mereka dijauhkan.
فَلَا تَ
Fala tadAAu maAAa Allahi ilahanakhara fatakoona mina almuAAaththabeen
Maka janganlah kamu menyeru (menyembah) tuhan selain Allah, nanti kamu termasuk orang-orang yang di azab.
وَأَ
Waanthir AAasheerataka al-aqrabeen
Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu (Muhammad) yang terdekat,
وَ
Wakhfid janahakalimani ittabaAAaka mina almu/mineen
dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang beriman yang mengikutimu.
فَإِنْ عَصَوْكَ فَقُلْ إِ
Fa-in AAasawka faqul innee baree-onmimma taAAmaloon
Kemudian jika mereka mendurhakaimu maka katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan."
وَتَوَكَّلْ عَلَى
Watawakkal AAala alAAazeezi arraheem
Dan bertawakallah kepada (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha penyayang,
ٱلَّذِى يَرَ
Allathee yaraka heenataqoom
Yang melihat engkau ketika engkau berdiri (untuk salat),
وَتَقَلُّبَكَ فِى
Wataqallubaka fee assajideen
dan (melihat) perubahan gerakan badanmu di antara orang-orang yang sujud.
إِ
Innahu huwa assameeAAu alAAaleem
Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
هَلْ أُنَبِّئُكُمْ عَلَىٰ مَ
Hal onabbi-okum AAala man tanazzaluashshayateen
Maukah Aku beritakan kepadamu, kepada siapa setan-setan itu turun?
تَنَزَّلُ عَلَىٰ كُلِّ أَفَّاكٍ أَث
Tanazzalu AAala kulli affakinatheem
Mereka (setan) turun kepada setiap pendusta yang banyak berdosa,
يُلْقُونَ
Yulqoona assamAAa waaktharuhum kathiboon
mereka menyampaikan hasil pendengaran mereka, sedangkan kebanyakan mereka orang-orang pendusta.
وَ
WashshuAAaraoyattabiAAuhumu alghawoon
Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat.
أَلَمْ تَرَ أَ
Alam tara annahum fee kulli wadinyaheemoon
Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah,1
وَأَ
Waannahum yaqooloona ma layafAAaloon
dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya)?
إِلَّا
Illa allatheena amanoowaAAamiloo assalihati wathakaroo Allahakatheeran wantasaroo min baAAdi ma thulimoowasayaAAlamu allatheena thalamoo ayyamunqalabin yanqaliboon
kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapat kemenangan setelah terzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang-orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.
ط
Ta-seen tilka ayatualqur-ani wakitabin mubeen
Ṭā Sīn. Inilah ayat-ayat Alquran, dan Kitab yang jelas,
هُ
Hudan wabushra lilmu/mineen
petunjuk dan berita gembira bagi orang-orang yang beriman,
ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ
Allatheena yuqeemoona assalatawayu/toona azzakata wahum bil-akhiratihum yooqinoon
(yaitu) orang-orang yang melaksanakan salat dan menunaikan zakat, dan mereka meyakini adanya akhirat.
إِ
Inna allatheena la yu/minoonabil-akhirati zayyanna lahum aAAmalahumfahum yaAAmahoon
Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, Kami jadikan terasa indah bagi mereka (yang buruk), sehingga mereka bergelimang dalam kesesatan.
أُ
Ola-ika allatheena lahum soo-oalAAathabi wahum fee al-akhirati humu al-akhsaroon
Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksaan buruk (di dunia) dan mereka di akhirat adalah orang-orang yang paling rugi.
وَإِ
Wa-innaka latulaqqa alqur-anamin ladun hakeemin AAaleem
Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar telah diberi Alquran dari sisi (Allah) Yang Mahabijaksana, Maha Mengetahui.
إِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِأَهْلِه
Ith qala moosa li-ahlihiinnee anastu naran saateekum minhabikhabarin aw ateekum bishihabin qabasinlaAAallakum tastaloon
(Ingatlah) ketika Musa berkata kepada keluarganya, "Sungguh, aku melihat api. Aku akan membawa kabar tentang itu kepadamu, atau aku akan membawa suluh api (obor) kepadamu agar kamu dapat berdiang (menghangatkan badan dekat api)."
فَلَ
Falamma jaaha noodiya anboorika man fee annari waman hawlahawasubhana Allahi rabbi alAAalameen
Maka ketika dia tiba di sana (tempat api itu), dia diseru, "Telah diberkahi orang-orang yang berada di dekat api, dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Mahasuci Allah, Tuhan seluruh alam."
يَ
Ya moosa innahu ana AllahualAAazeezu alhakeem
(Allah berfirman), "Wahai Musa! Sesungguhnya Aku adalah Allah, Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
وَأَلْقِ عَصَاكَۚ فَلَ
Waalqi AAasaka falamma raahatahtazzu kaannaha jannun walla mudbiranwalam yuAAaqqib ya moosa la takhaf innee layakhafu ladayya almursaloon
dan lemparkanlah tongkatmu!" Maka ketika (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seperti seekor ular yang gesit, larilah dia berbalik ke belakang tanpa menoleh. "Wahai Musa! Jangan takut! Sesungguhnya dihadapan-Ku para rasul tidak perlu takut,
إِلَّا مَ
Illa man thalama thummabaddala husnan baAAda soo-in fa-innee ghafoorun raheem
kecuali orang yang berlaku zalim yang kemudian mengubah (dirinya) dengan kebaikan setelah kejahatan (bertobat); maka sungguh, Aku Maha Pengampun, Maha Penyayang.
وَأَ
Waadkhil yadaka fee jaybika takhruj baydaamin ghayri soo-in fee tisAAi ayatin ilafirAAawna waqawmihi innahum kanoo qawman fasiqeen
Dan masukkanlah tanganmu ke leher bajumu,1 niscaya ia akan ke luar menjadi putih (bersinar) tanpa cacat. (Kedua mukjizat ini) termasuk sembilan macam mukjizat (yang akan dikemukakan) kepada Fir'aun dan kaumnya. Mereka benar-benar orang-orang yang fasik."
فَلَ
Falamma jaat-hum ayatunamubsiratan qaloo hatha sihrun mubeen
Maka ketika mukjizat-mukjizat Kami yang terang itu sampai kepada mereka, mereka berkata, "Ini sihir yang nyata."
وَجَحَدُو
Wajahadoo biha wastayqanat-haanfusuhum thulman waAAuluwwan fanthurkayfa kana AAaqibatu almufsideen
Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongannya, padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan.
وَلَقَ
Walaqad atayna dawoodawasulaymana AAilman waqala alhamdulillahi allathee faddalana AAalakatheerin min AAibadihi almu/mineen
Dan sungguh, Kami telah memberikan ilmu kepada Dawud dan Sulaiman, dan keduanya berkata, "Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari banyak hamba-hamba-Nya yang beriman."
وَوَرِثَ سُلَيْمَ
Wawaritha sulaymanu dawoodawaqala ya ayyuha annasuAAullimna mantiqa attayri waooteenamin kulli shay-in inna hatha lahuwa alfadlualmubeen
Dan Sulaiman telah mewarisi Dawud,1 dan dia (Sulaiman) berkata, "Wahai manusia! Kami telah diajari bahasa burung dan kami diberi segala sesuatu. Sungguh, (semua) ini benar-benar karunia yang nyata."
وَحُشِرَ لِسُلَيْمَ
Wahushira lisulaymanajunooduhu mina aljinni wal-insi wattayrifahum yoozaAAoon
Dan untuk Sulaiman dikumpulkan bala tentaranya dari jin, manusia dan burung, lalu mereka berbaris dengan tertib.
حَتَّ
Hatta itha ataw AAalawadi annamli qalat namlatun ya ayyuhaannamlu odkhuloo masakinakum la yahtimannakumsulaymanu wajunooduhu wahum la yashAAuroon
Hingga ketika mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut, "Wahai semut-semut! Masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari."
فَتَبَسَّمَ ضَاحِ
Fatabassama dahikan min qawlihawaqala rabbi awziAAnee an ashkura niAAmataka allateeanAAamta AAalayya waAAala walidayya waan aAAmala salihantardahu waadkhilnee birahmatika fee AAibadikaassaliheen
Maka dia (Sulaiman) tersenyum lalu tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa, "Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh."
وَتَفَقَّدَ
Watafaqqada attayra faqalama liya la ara alhudhuda am kana minaalgha-ibeen
Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata, "Mengapa aku tidak melihat Hud-hud,1 apakah ia termasuk yang absen (tidak hadir)?
لَأُعَذِّبَ
LaoAAaththibannahu AAathabanshadeedan aw laathbahannahu aw laya/tiyannee bisultaninmubeen
Pasti akan ku hukum ia dengan hukuman yang berat atau ku sembelih ia, kecuali jika ia datang kepadaku dengan alasan yang jelas."
فَمَكَثَ غَيْرَ بَعِي
Famakatha ghayra baAAeedin faqala ahattubima lam tuhit bihi waji/tuka min saba-inbinaba-in yaqeen
Maka tidak lama kemudian (datanglah Hud-hud), lalu ia berkata, "Aku telah mengetahui sesuatu yang belum engkau ketahui. Aku datang kepadamu dari negeri Saba`1 membawa suatu berita yang meyakinkan.
إِ
Innee wajadtu imraatan tamlikuhum waootiyatmin kulli shay-in walaha AAarshun AAatheem
Sungguh, ku dapati ada seorang perempuan1 yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta memiliki singgasana yang besar.
وَجَ
Wajadtuha waqawmaha yasjudoonalishshamsi min dooni Allahi wazayyana lahumu ashshaytanuaAAmalahum fasaddahum AAani assabeeli fahumla yahtadoon
Aku (burung Hud) dapati dia dan kaumnya menyembah matahari, bukan kepada Allah; dan setan telah menjadikan tampak indah bagi mereka perbuatan-perbuatan (buruk) mereka, sehingga menghalangi mereka dari jalan (Allah), maka mereka tidak mendapat petunjuk,
أَلَّا يَسْجُدُو
Alla yasjudoo lillahi allatheeyukhriju alkhabaa fee assamawati wal-ardiwayaAAlamu ma tukhfoona wama tuAAlinoon
mereka (juga) tidak menyembah Allah yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi1 dan yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan yang kamu tampakkan.
ٱللَّهُ ل
Allahu la ilaha illahuwa rabbu alAAarshi alAAatheem
Allah, tidak ada tuhan melainkan Dia, Tuhan Yang mempunyai Arasy yang agung."
۞ قَالَ سَنَ
Qala sananthuru asadaqtaam kunta mina alkathibeen
Dia (Sulaiman) berkata, "Akan kami lihat, apa kamu benar, atau termasuk yang berdusta.
ٱذْهَب بِّكِتَ
Ithhab bikitabee hathafaalqih ilayhim thumma tawalla AAanhum fanthurmatha yarjiAAoon
Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkanlah kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan."
قَالَتْ يَ
Qalat ya ayyuha almalaoinnee olqiya ilayya kitabun kareem
Dia (Balqis) berkata, "Wahai para pembesar! Sesungguhnya telah disampaikan kepadaku sepucuk surat yang mulia."
إِ
Innahu min sulaymana wa-innahu bismiAllahi arrahmani arraheem
Sesungguhnya (surat) itu dari Sulaiman yang isinya, "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang,
أَلَّا تَعْلُو
Alla taAAloo AAalayya wa/tooneemuslimeen
janganlah engkau berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri."
قَالَتْ يَ
Qalat ya ayyuha almalaoaftoonee fee amree ma kuntu qatiAAatan amran hattatashhadoon
Dia (Balqis) berkata, "Wahai para pembesar! Berilah aku pertimbangan dalam perkaraku (ini). Aku tidak pernah memutuskan suatu perkara sebelum kamu hadir dalam majelis(ku)."
قَالُو
Qaloo nahnu oloo quwwatinwaoloo ba/sin shadeedin wal-amru ilayki fanthureematha ta/mureen
Mereka menjawab, "Kita memiliki kekuatan dan keberanian yang luar biasa (untuk berperang), tetapi keputusan berada di tanganmu; maka pertimbangankanlah apa yang akan engkau perintahkan."
قَالَتْ إِ
Qalat inna almulooka ithadakhaloo qaryatan afsadooha wajaAAaloo aAAizzata ahlihaathillatan wakathalika yafAAaloon
Dia (Balqis) berkata, "Sesungguhnya raja-raja apabila menaklukkan suatu negeri, mereka tentu membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikian yang akan mereka perbuat.
وَإِ
Wa-innee mursilatun ilayhim bihadiyyatin fanathiratunbima yarjiAAu almursaloon
Dan sungguh, aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan (membawa) hadiah, dan (aku) akan menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh para utusan itu."
فَلَ
Falamma jaa sulaymana qalaatumiddoonani bimalin fama ataniyaAllahu khayrun mimma atakum bal antumbihadiyyatikum tafrahoon
Maka ketika para (utusan itu) sampai kepada Sulaiman, dia (Sulaiman) berkata, "Apakah kamu akan memberi harta kepadaku? Apa yang Allah berikan kepadaku lebih baik daripada apa yang Allah berikan kepadamu; tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu.
ٱرْجِعْ إِلَيْهِمْ فَلَنَأْتِيَ
IrjiAA ilayhim falana/tiyannahum bijunoodinla qibala lahum biha walanukhrijannahum minhaathillatan wahum saghiroon
Kembalilah kepada mereka! Sungguh, Kami pasti akan mendatangi mereka dengan bala tentara yang mereka tidak mampu melawannya, dan akan kami usir mereka dari negeri itu (Saba`) secara terhina dan mereka akan menjadi (tawanan) yang hina dina."
قَالَ يَ
Qala ya ayyuha almalaoayyukum ya/teenee biAAarshiha qabla an ya/toonee muslimeen
Dia (Sulaiman) berkata, "Wahai para pembesar! Siapakah di antara kamu yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku menyerahkan diri?"
قَالَ عِفْرِي
Qala AAifreetun mina aljinni anaateeka bihi qabla an taqooma min maqamika wa-inneAAalayhi laqawiyyun ameen
Ifrit dalam golongan jin berkata, "Akulah yang akan membawanya kepadamu sebelum engkau berdiri dari tempat dudukmu; dan sungguh, aku kuat melakukannya dan dapat dipercaya."
قَالَ
Qala allathee AAindahu AAilmunmina alkitabi ana ateeka bihi qabla anyartadda ilayka tarfuka falamma raahumustaqirran AAindahu qala hatha min fadlirabbee liyabluwanee aashkuru am akfuru waman shakara fa-innamayashkuru linafsihi waman kafara fa-inna rabbee ghaniyyun kareem
Seorang yang mempunyai ilmu dari Kitab1 berkata, "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip." Maka ketika dia (Sulaiman) melihat singgasana itu terletak di hadapannya, dia pun berkata, "Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (nikmat-Nya). Barang siapa bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri, dan barang siapa ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Mahakaya, Mahamulia."
قَالَ نَكِّرُو
Qala nakkiroo laha AAarshahananthur atahtadee am takoonu mina allatheenala yahtadoon
Dia (Sulaiman) berkata, "Ubahlah untuknya singgasananya; kita akan melihat apakah dia (Balqis) mengenal; atau tidak mengenalnya lagi."
فَلَ
Falamma jaat qeela ahakathaAAarshuki qalat kaannahu huwa waooteena alAAilmamin qabliha wakunna muslimeen
Maka ketika dia (Balqis) datang, ditanyakanlah (kepadanya), "Serupa inikah singgasanamu?" Dia (Balqis) menjawab, "Seakan-akan itulah dia." (Dan dia Balqis berkata), "Kami telah diberi pengetahuan sebelumnya1 dan kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)."
وَصَدَّهَا مَا كَانَت تَّعْبُدُ مِ
Wasaddaha ma kanattaAAbudu min dooni Allahi innaha kanat minqawmin kafireen
Dan kebiasaannya menyembah selain Allah mencegahnya (untuk menampakkan keislamannya), sesungguhnya dia (Balqis) dahulu termasuk orang-orang kafir.
قِيلَ لَهَا
Qeela laha odkhulee assarhafalamma raat-hu hasibat-hu lujjatan wakashafat AAansaqayha qala innahu sarhunmumarradun min qawareera qalat rabbi innee thalamtunafsee waaslamtu maAAa sulaymana lillahi rabbi alAAalameen
Dikatakan kepadanya (Balqis), "Masuklah ke dalam istana." Maka ketika dia (Balqis) melihat (lantai istana) itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya (penutup) kedua betisnya, Dia (Sulaiman) berkata, "Sesungguhnya ini hanyalah lantai istana yang dilapisi kaca." Dia (Balqis) berkata, "Ya Tuhanku, sungguh, aku telah berbuat zalim terhadap diriku. Aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan seluruh alam."
وَلَقَ
Walaqad arsalna ila thamoodaakhahum salihan ani oAAbudoo Allahafa-itha hum fareeqani yakhtasimoon
Dan sungguh, Kami telah mengutus kepada (kaum) Samud saudara mereka yaitu Saleh (yang menyeru), "Sembahlah Allah!" Tetapi tiba-tiba mereka (menjadi) dua golongan yang bermusuhan.
قَالَ يَ
Qala ya qawmi limatastaAAjiloona bissayyi-ati qabla alhasanati lawlatastaghfiroona Allaha laAAallakum turhamoon
Dia (Saleh) berkata, "Wahai kaumku! Mengapa kamu meminta disegerakan keburukan sebelum (kamu meminta) kebaikan? Mengapa kamu tidak memohon ampunan kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat?"
قَالُو
Qaloo ittayyarna bikawabiman maAAaka qala ta-irukum AAinda Allahibal antum qawmun tuftanoon
Mereka menjawab, "Kami mendapat nasib yang malang disebabkan oleh kamu dan orang-orang yang bersamamu." Dia (Saleh) berkata, "Nasibmu ada pada Allah (bukan kami yang menjadi sebab), tetapi kamu adalah kaum yang sedang diuji."
وَكَانَ فِى
Wakana fee almadeenati tisAAatu rahtinyufsidoona fee al-ardi wala yuslihoon
Dan di kota itu1 ada sembilan orang laki-laki yang berbuat kerusakan di bumi, mereka tidak melakukan perbaikan.
قَالُو
Qaloo taqasamoo billahilanubayyitannahu waahlahu thumma lanaqoolanna liwaliyyihi mashahidna mahlika ahlihi wa-inna lasadiqoon
Mereka berkata, "Bersumpahlah kamu dengan (nama) Allah, bahwa kita pasti akan menyerang dia bersama keluarganya pada malam hari, kemudian kita akan mengatakan kepada ahli warisnya (bahwa) kita tidak menyaksikan kebinasaan keluarganya itu, dan sungguh, kita orang yang benar."
وَمَكَرُو
Wamakaroo makran wamakarna makranwahum la yashAAuroon
Dan mereka membuat tipu daya, dan Kami pun menyusun tipu daya, sedang mereka tidak menyadari.
فَ
Fanthur kayfa kanaAAaqibatu makrihim anna dammarnahumwaqawmahum ajmaAAeen
Maka perhatikanlah bagaimana akibat dari tipu daya mereka, bahwa Kami membinasakan mereka dan kaum mereka semuanya.
فَتِلْكَ بُيُوتُهُمْ خَاوِيَ
Fatilka buyootuhum khawiyatan bimathalamoo inna fee thalika laayatanliqawmin yaAAlamoon
Maka itulah rumah-rumah mereka yang runtuh karena kezaliman mereka. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mengetahui.
وَأَ
Waanjayna allatheena amanoowakanoo yattaqoon
Dan Kami selamatkan orang-orang yang beriman1 dan mereka selalu bertakwa.
وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِه
Walootan ith qalaliqawmihi ata/toona alfahishata waantum tubsiroon
Dan (ingatlah kisah) Luṭ, ketika dia berkata kepada kaumnya, "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fāḥisyah (keji),1 padahal kamu melihatnya (kekejian perbuatan maksiat itu)?"
أَئِ
A-innakum lata/toona arrijalashahwatan min dooni annisa-i bal antum qawmuntajhaloon
Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) syahwat(mu), bukan (mendatangi) perempuan? Sungguh, kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu).