بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Preview ukuran font
سُورَةٌ أَ
إِ
۞ يَ
فَإ
وَأَ
رِجَا
يُقَلِّبُ
قُلْ أَطِيعُو
وَإِذَا بَلَغَ
إِ
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang
سُورَةٌ أَ
Sooratun anzalnaha wafaradnahawaanzalna feeha ayatin bayyinatinlaAAallakum tathakkaroon
(Inilah) suatu surah yang Kami turunkan dan Kami wajibkan (menjalankan hukum-hukumnya), dan Kami turunkan di dalamnya tanda-tanda (kebesaran Allah) yang jelas, agar kamu ingat.
ٱ
Azzaniyatu wazzaneefajlidoo kulla wahidin minhuma mi-atajaldatin wala ta/khuthkum bihima ra/fatunfee deeni Allahi in kuntum tu/minoona billahiwalyawmi al-akhiri walyashhad AAathabahumata-ifatun mina almu/mineen
Pezina perempuan dan pezina laki-laki, deralah masing-masing dari keduanya seratus kali, dan janganlah rasa belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama (hukum) Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian; dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sebagian orang-orang yang beriman.
ٱ
Azzanee la yankihuilla zaniyatan aw mushrikatan wazzaniyatula yankihuha illa zanin awmushrikun wahurrima thalika AAalaalmu/mineen
Pezina laki-laki tidak boleh menikah kecuali dengan pezina perempuan, atau dengan perempuan musyrik; dan pezina perempuan tidak boleh menikah kecuali dengan pezina laki-laki atau dengan laki-laki musyrik; dan yang demikian itu diharamkan bagi orang-orang mukmin.1
وَ
Wallatheena yarmoona almuhsanatithumma lam ya/too bi-arbaAAati shuhadaa fajlidoohumthamaneena jaldatan wala taqbaloo lahum shahadatanabadan waola-ika humu alfasiqoon
Dan orang-orang yang menuduh perempuan-perempuan yang baik (berzina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka delapan puluh kali, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka untuk selama-lamanya. Mereka itulah orang-orang yang fasik,
إِلَّا
Illa allatheena taboomin baAAdi thalika waaslahoo fa-inna Allahaghafoorun raheem
kecuali mereka yang bertobat setelah itu dan memperbaiki (dirinya), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
وَ
Wallatheena yarmoona azwajahumwalam yakun lahum shuhadao illa anfusuhum fashahadatuahadihim arbaAAu shahadatin billahiinnahu lamina assadiqeen
Dan orang-orang yang menuduh istrinya (berzina), padahal mereka tidak mempunyai saksi-saksi selain diri mereka sendiri, maka kesaksian masing-masing orang itu ialah empat kali bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa sesungguhnya dia termasuk orang yang berkata benar.
وَ
Walkhamisatu anna laAAnata AllahiAAalayhi in kana mina alkathibeen
Dan (sumpah) yang kelima bahwa laknat Allah akan menimpanya, jika dia termasuk orang yang berdusta.1
وَيَ
Wayadrao AAanha alAAathaba antashhada arbaAAa shahadatin billahiinnahu lamina alkathibeen
Dan istri itu terhindar dari hukuman apabila dia bersumpah empat kali atas (nama) Allah bahwa dia (suaminya) benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta,
وَ
Walkhamisata anna ghadabaAllahi AAalayha in kana mina assadiqeen
dan (sumpah) yang kelima bahwa kemurkaan Allah akan menimpanya (istri), jika dia (suaminya) itu termasuk orang yang berkata benar.
وَلَوْلَا فَضْلُ
Walawla fadlu AllahiAAalaykum warahmatuhu waanna Allaha tawwabunhakeem
Dan sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu (niscaya kamu akan menemui kesulitan). Dan sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat, Mahabijaksana.
إِ
Inna allatheena jaoo bil-ifkiAAusbatun minkum la tahsaboohu sharran lakumbal huwa khayrun lakum likulli imri-in minhum ma iktasabamina al-ithmi wallathee tawalla kibrahuminhum lahu AAathabun AAatheem
Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu (juga). Janganlah kamu mengira berita itu buruk bagi kamu bahkan itu baik bagi kamu. Setiap orang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang diperbuatnya. Dan barangsiapa di antara mereka yang mengambil bagian terbesar (dari dosa yang diperbuatnya), dia mendapat azab yang besar (pula).1
لَّوْل
Lawla ith samiAAtumoohu thannaalmu/minoona walmu/minatu bi-anfusihim khayran waqaloohatha ifkun mubeen
Mengapa orang-orang mukmin dan mukminat tidak berbaik sangka terhadap diri mereka sendiri, ketika kamu mendengar berita bohong itu dan berkata, "Ini adalah (suatu berita) bohong yang nyata."
لَّوْلَا ج
Lawla jaoo AAalayhibi-arbaAAati shuhadaa fa-ith lam ya/too bishshuhada-ifaola-ika AAinda Allahi humu alkathiboon
Mengapa mereka (yang menuduh itu) tidak datang membawa empat saksi? Oleh karena mereka tidak membawa saksi-saksi, maka mereka itu dalam pandangan Allah adalah orang-orang yang berdusta.
وَلَوْلَا فَضْلُ
Walawla fadlu AllahiAAalaykum warahmatuhu fee addunya wal-akhiratilamassakum fee ma afadtum feehi AAathabunAAatheem
Dan seandainya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu di dunia dan di akhirat, niscaya kamu ditimpa azab yang besar, disebabkan oleh pembicaraan kamu tentang hal itu (berita bohong itu).
إِذْ تَلَقَّوْنَهُ
Ith talaqqawnahu bi-alsinatikumwataqooloona bi-afwahikum ma laysa lakum bihiAAilmun watahsaboonahu hayyinan wahuwa AAinda AllahiAAatheem
(Ingatlah) ketika kamu menerima (berita bohong) itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit pun, dan kamu menganggapnya remeh, padahal dalam pandangan Allah itu perkara besar.
وَلَوْل
Walawla ith samiAAtumoohuqultum ma yakoonu lana an natakallama bihathasubhanaka hatha buhtanun AAatheem
Dan mengapa kamu tidak berkata ketika mendengarnya, "Tidak pantas bagi kita membicarakan ini. Mahasuci Engkau, ini adalah kebohongan yang besar."
يَعِظُكُمُ
YaAAithukumu Allahu antaAAoodoo limithlihi abadan in kuntum mu/mineen
Allah memperingatkan kamu agar (jangan) kembali mengulangi seperti itu selama-lamanya, jika kamu orang beriman,
وَيُبَيِّنُ
Wayubayyinu Allahu lakumu al-ayatiwallahu AAaleemun hakeem
dan Allah menjelaskan ayat-ayat(-Nya) kepada kamu. Dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.
إِ
Inna allatheena yuhibboona antasheeAAa alfahishatu fee allatheena amanoolahum AAathabun aleemun fee addunya wal-akhiratiwallahu yaAAlamu waantum la taAAlamoon
Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar perbuatan yang sangat keji itu (berita bohong) tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, mereka mendapat azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
وَلَوْلَا فَضْلُ
Walawla fadlu AllahiAAalaykum warahmatuhu waanna Allaha raoofun raheem
Dan kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu (niscaya kamu akan ditimpa azab yang besar). Sungguh, Allah Maha Penyantun, Maha Penyayang.
۞ يَ
Ya ayyuha allatheena amanoola tattabiAAoo khutuwati ashshaytaniwaman yattabiAA khutuwati ashshaytanifa-innahu ya/muru bilfahsha-i walmunkariwalawla fadlu Allahi AAalaykum warahmatuhuma zaka minkum min ahadin abadan walakinnaAllaha yuzakkee man yashao wallahusameeAAun AAaleem
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barang siapa mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya dia (setan) menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan mungkar. Kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, niscaya tidak seorang pun di antara kamu bersih (dari perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
وَلَا يَأْتَلِ أُ
Wala ya/tali oloo alfadliminkum wassaAAati an yu/too olee alqurba walmasakeenawalmuhajireena fee sabeeli AllahiwalyaAAfoo walyasfahoo ala tuhibboonaan yaghfira Allahu lakum wallahu ghafoorunraheem
Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kerabat(nya), orang-orang miskin dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka kalau Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
إِ
Inna allatheena yarmoona almuhsanatialghafilati almu/minati luAAinoo fee addunyawal-akhirati walahum AAathabun AAatheem
Sungguh, orang-orang yang menuduh perempuan-perempuan baik, yang lengah1 dan beriman (dengan tuduhan berzina), mereka dilaknat di dunia dan di akhirat, dan mereka akan mendapat azab yang besar,
يَوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ أَلْسِنَتُهُمْ وَأَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُه
Yawma tashhadu AAalayhim alsinatuhumwaaydeehim waarjuluhum bima kanoo yaAAmaloon
pada hari, (ketika) lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.
يَوْمَئِ
Yawma-ithin yuwaffeehimu Allahudeenahumu alhaqqa wayaAAlamoona anna Allaha huwa alhaqqualmubeen
Pada hari itu Allah menyempurnakan balasan yang sebenarnya bagi mereka, dan mereka tahu bahwa Allah Mahabenar, Maha Menjelaskan.
ٱلْخَبِيثَ
Alkhabeethatu lilkhabeetheena walkhabeethoonalilkhabeethati wattayyibatu littayyibeenawattayyiboona littayyibatiola-ika mubarraoona mimma yaqooloona lahummaghfiratun warizqun kareem
Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga).1
يَ
Ya ayyuha allatheena amanoola tadkhuloo buyootan ghayra buyootikum hattatasta/nisoo watusallimoo AAala ahliha thalikumkhayrun lakum laAAallakum tathakkaroon
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.
فَإ
Fa-in lam tajidoo feeha ahadanfala tadkhulooha hatta yu/thanalakum wa-in qeela lakumu irjiAAoo farjiAAoo huwa azkalakum wallahu bima taAAmaloona AAaleem
Dan jika kamu tidak menemui seorang pun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu, "Kembalilah!" Maka (hendaklah) kamu kembali. Itu lebih suci bagimu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
لَّيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَ
Laysa AAalaykum junahun an tadkhuloobuyootan ghayra maskoonatin feeha mataAAun lakum wallahuyaAAlamu ma tubdoona wama taktumoon
Tidak ada dosa atasmu memasuki rumah yang tidak dihuni, yang di dalamnya ada keperluan kamu; Allah mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan.
قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّو
Qul lilmu/mineena yaghuddoo min absarihumwayahfathoo furoojahum thalika azkalahum inna Allaha khabeerun bima yasnaAAoon
Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.
وَقُل لِّلْمُؤْمِنَ
Waqul lilmu/minati yaghdudnamin absarihinna wayahfathnafuroojahunna wala yubdeena zeenatahunna illa mathahara minha walyadribnabikhumurihinna AAala juyoobihinna wala yubdeenazeenatahunna illa libuAAoolatihinna aw aba-ihinnaaw aba-i buAAoolatihinna aw abna-ihinna awabna-i buAAoolatihinna aw ikhwanihinna aw baneeikhwanihinna aw banee akhawatihinna aw nisa-ihinnaaw ma malakat aymanuhunna awi attabiAAeenaghayri olee al-irbati mina arrijali awi attifliallatheena lam yathharoo AAala AAawratiannisa-i wala yadribnabi-arjulihinna liyuAAlama ma yukhfeena min zeenatihinnawatooboo ila Allahi jameeAAan ayyuhaalmu/minoona laAAallakum tuflihoon
Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai hasrat (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.
وَأَ
Waankihoo al-ayamaminkum wassaliheena min AAibadikumwa-ima-ikum in yakoonoo fuqaraa yughnihimu Allahumin fadlihi wallahu wasiAAun AAaleem
Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui.
وَلْيَسْتَعْفِفِ
WalyastaAAfifi allatheena layajidoona nikahan hatta yughniyahumu Allahumin fadlihi wallatheena yabtaghoona alkitabamimma malakat aymanukum fakatiboohum inAAalimtum feehim khayran waatoohum min mali Allahiallathee atakum wala tukrihoo fatayatikumAAala albigha-i in aradna tahassunanlitabtaghoo AAarada alhayati addunyawaman yukrihhunna fa-inna Allaha min baAAdi ikrahihinnaghafoorun raheem
Dan orang-orang yang tidak mampu menikah hendaklah menjaga kesucian (dirinya), sampai Allah memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan jika hamba sahaya yang kamu miliki menginginkan perjanjian (kebebasan), hendaklah kamu buat perjanjian kepada mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa hamba sahaya perempuanmu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri menginginkan kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan kehidupan duniawi. Barangsiapa memaksa mereka, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang (kepada mereka) setelah mereka dipaksa.
وَلَقَ
Walaqad anzalna ilaykum ayatinmubayyinatin wamathalan mina allatheena khalaw minqablikum wamawAAithatan lilmuttaqeen
Dan sungguh, Kami telah menurunkan kepada kamu ayat-ayat yang memberi penjelasan, dan contoh-contoh dari orang-orang yang terdahulu sebelum kamu dan sebagai pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
۞ ٱللَّهُ نُورُ
Allahu nooru assamawatiwal-ardi mathalu noorihi kamishkatin feehamisbahun almisbahu fee zujajatinazzujajatu kaannaha kawkabun durriyyunyooqadu min shajaratin mubarakatin zaytoonatin lasharqiyyatin wala gharbiyyatin yakadu zaytuhayudee-o walaw lam tamsas-hu narun noorun AAalanoorin yahdee Allahu linoorihi man yashao wayadribuAllahu al-amthala linnasi wallahubikulli shay-in AAaleem
Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya, seperti sebuah lubang yang tidak tembus,1 yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam tabung kaca, (dan) tabung kaca itu bagaikan bintang yang berkilauan, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di timur dan tidak pula di barat,2 yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya bagi orang yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
فِى بُيُوتٍ أَذِنَ
Fee buyootin athina Allahu anturfaAAa wayuthkara feeha ismuhu yusabbihulahu feeha bilghuduwwi wal-asal
(Cahaya itu) di rumah-rumah yang di sana telah diperintahkan Allah untuk memuliakan dan menyebut nama-Nya, di sana bertasbih (menyucikan)1 nama-Nya pada waktu pagi dan petang,
رِجَا
Rijalun la tulheehim tijaratunwala bayAAun AAan thikri Allahi wa-iqamiassalati wa-eeta-i azzakatiyakhafoona yawman tataqallabu feehi alquloobu wal-absar
orang yang tidak dilalaikan oleh perdagangan dan jual beli dari mengingat Allah, melaksanakan salat, dan menunaikan zakat. Mereka takut kepada hari ketika hati dan penglihatan menjadi guncang (hari Kiamat),
لِيَ
Liyajziyahumu Allahu ahsana maAAamiloo wayazeedahum min fadlihi wallahuyarzuqu man yashao bighayri hisab
(mereka melakukan itu) agar Allah memberi balasan kepada mereka dengan yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan, dan agar Dia menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa saja yang Dia kehendaki tanpa batas.
وَ
Wallatheena kafaroo aAAmaluhumkasarabin biqeeAAatin yahsabuhu aththam-anumaan hatta itha jaahu lamyajidhu shay-an wawajada Allaha AAindahu fawaffahu hisabahuwallahu sareeAAu alhisab
Dan orang-orang yang kafir, perbuatan mereka seperti fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi apabila didatangi tidak ada apa pun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah baginya. Lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan (amal-amal) dengan sempurna, dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya,1
أَوْ كَظُلُمَ
Aw kathulumatin fee bahrinlujjiyyin yaghshahu mawjun min fawqihi mawjun min fawqihisahabun thulumatun baAAduhafawqa baAAdin itha akhraja yadahu lam yakad yarahawaman lam yajAAali Allahu lahu nooran fama lahu minnoor
atau (keadaan orang-orang kafir) seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh gelombang demi gelombang, di atasnya ada (lagi) awan gelap. Itulah gelap gulita yang berlapis-lapis. Apabila dia mengeluarkan tangannya hampir tidak dapat melihatnya. Barang siapa tidak diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah, maka dia tidak mempunyai cahaya sedikit pun.
أَلَمْ تَرَ أَ
Alam tara anna Allaha yusabbihulahu man fee assamawati wal-ardiwattayru saffatin kullun qadAAalima salatahu watasbeehahu wallahuAAaleemun bima yafAAaloon
Tidakkah engkau (Muhammad) tahu bahwa kepada Allah lah bertasbih apa yang di langit dan di bumi, dan juga burung yang mengembangkan sayapnya. Masing-masing sungguh telah mengetahui (cara) berdoa dan bertasbih. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
وَلِلَّهِ مُلْكُ
Walillahi mulku assamawatiwal-ardi wa-ila Allahi almaseer
Dan milik Allah lah kerajaan langit dan bumi, dan hanya kepada Allah lah kembali (seluruh makhluk).
أَلَمْ تَرَ أَ
Alam tara anna Allaha yuzjee sahabanthumma yu-allifu baynahu thumma yajAAaluhu rukaman fataraalwadqa yakhruju min khilalihi wayunazzilu mina assama-imin jibalin feeha min baradin fayuseebu bihiman yashao wayasrifuhu AAan man yashao yakadusana barqihi yathhabu bil-absar
Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menjadikan awan bergerak perlahan, kemudian mengumpulkannya, lalu dia menjadikannya bertumpuk-tumpuk, lalu engkau lihat hujan ke luar dari celah-celahnya, dan Dia (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran es) itu kepada siapa yang Dia kehendaki dan dihindarkan-Nya dari siapa yang Dia kehendaki. Kilauan kilatnya hampir-hampir menghilangkan penglihatan.
يُقَلِّبُ
Yuqallibu Allahu allayla wannaharainna fee thalika laAAibratan li-olee al-absar
Allah mempergantikan malam dan siang. Sungguh pada yang demikian itu, pasti terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan (yang tajam).
وَ
Wallahu khalaqa kulla dabbatinmin ma-in faminhum man yamshee AAala batnihiwaminhum man yamshee AAala rijlayni waminhum man yamsheeAAala arbaAAin yakhluqu Allahu ma yashaoinna Allaha AAala kulli shay-in qadeer
Dan Allah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
لَّقَ
Laqad anzalna ayatinmubayyinatin wallahu yahdee man yashaoila siratin mustaqeem
Sungguh, Kami telah menurunkan ayat-ayat yang memberi penjelasan. Dan Allah memberi petunjuk siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.
وَيَقُولُونَ ءَامَ
Wayaqooloona amanna billahiwabirrasooli waataAAna thumma yatawallafareequn minhum min baAAdi thalika wama ola-ikabilmu/mineen
Dan mereka (orang-orang munafik) berkata, "Kami telah beriman kepada Allah dan Rasul (Muhammad), dan kami menaati (keduanya)." Kemudian sebagian dari mereka berpaling setelah itu. Mereka itu bukanlah orang-orang beriman.
وَإِذَا دُع
Wa-itha duAAoo ila Allahiwarasoolihi liyahkuma baynahum itha fareequn minhummuAAridoon
Dan apabila mereka diajak kepada Allah dan Rasul-Nya, agar (Rasul) memutuskan perkara di antara mereka, tiba-tiba sebagian dari mereka menolak (untuk datang).
وَإ
Wa-in yakun lahumu alhaqqu ya/tooilayhi muthAAineen
Tetapi, jika kebenaran dipihak mereka, mereka datang kepadanya (Rasul) dengan patuh.
أَفِى قُلُوبِه
Afee quloobihim maradun ami irtabooam yakhafoona an yaheefa Allahu AAalayhimwarasooluhu bal ola-ika humu aththalimoon
Apakah (ketidakhadiran mereka karena) dalam hati mereka ada penyakit, atau (karena) mereka ragu-ragu ataukah (karena) takut kalau-kalau Allah dan Rasul-Nya berlaku zalim kepada mereka? Sebenarnya, mereka itulah orang-orang yang zalim.
إِ
Innama kana qawla almu/mineenaitha duAAoo ila Allahi warasoolihi liyahkumabaynahum an yaqooloo samiAAna waataAAna waola-ikahumu almuflihoon
Hanya ucapan orang-orang mukmin, yang apabila mereka diajak kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul memutuskan (perkara) di antara mereka,1 mereka berkata, "Kami mendengar, dan kami taat." Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
وَم
Waman yutiAAi Allahawarasoolahu wayakhsha Allaha wayattaqhi faola-ikahumu alfa-izoon
Dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya serta takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, mereka itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.
۞ وَأَ
Waaqsamoo billahi jahda aymanihimla-in amartahum layakhrujunna qul la tuqsimoo taAAatunmaAAroofatun inna Allaha khabeerun bima taAAmaloon
Dan mereka bersumpah dengan (nama) Allah dengan sumpah sungguh-sungguh, bahwa jika engkau suruh mereka berperang, pastilah mereka akan pergi. Katakanlah (Muhammad), "Janganlah kamu bersumpah, (karena yang diminta) adalah ketaatan yang baik. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan."
قُلْ أَطِيعُو
Qul ateeAAoo Allaha waateeAAooarrasoola fa-in tawallaw fa-innama AAalayhi mahummila waAAalaykum ma hummiltum wa-in tuteeAAoohutahtadoo wama AAala arrasooli illaalbalaghu almubeen
Katakanlah, "Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya kewajiban Rasul (Muhammad) itu hanyalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu hanyalah apa yang dibebankan kepadamu. Jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Kewajiban Rasul hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan jelas."
وَعَدَ
WaAAada Allahu allatheena amanoominkum waAAamiloo assalihatilayastakhlifannahum fee al-ardi kama istakhlafaallatheena min qablihim walayumakkinanna lahum deenahumuallathee irtada lahum walayubaddilannahum minbaAAdi khawfihim amnan yaAAbudoonanee la yushrikoona beeshay-an waman kafara baAAda thalika faola-ika humualfasiqoon
Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridai. Dan Dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka (tetap) menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun. Tetapi barangsiapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.
وَأَقِيمُو
Waaqeemoo assalata waatooazzakata waateeAAoo arrasoolalaAAallakum turhamoon
Dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat dan taatlah kepada Rasul (Muhammad), agar kamu diberi rahmat.
لَا تَحْسَبَ
La tahsabanna allatheenakafaroo muAAjizeena fee al-ardi wama/wahumu annaruwalabi/sa almaseer
Janganlah engkau mengira bahwa orang-orang yang kafir itu dapat luput dari siksaan Allah di bumi; sedang tempat kembali mereka (di akhirat) adalah neraka. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanooliyasta/thinkumu allatheena malakat aymanukumwallatheena lam yablughoo alhuluma minkumthalatha marratin min qabli salatialfajri waheena tadaAAoona thiyabakum mina aththaheeratiwamin baAAdi salati alAAisha-i thalathuAAawratin lakum laysa AAalaykum wala AAalayhim junahunbaAAdahunna tawwafoona AAalaykum baAAdukumAAala baAAdin kathalika yubayyinu Allahulakumu al-ayati wallahu AAaleemun hakeem
Wahai orang-orang yang beriman! Hendaklah hamba sahaya (laki-laki dan perempuan) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig (dewasa) di antara kamu, meminta izin kepada kamu pada tiga kali (kesempatan), yaitu sebelum salat Subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan setelah salat Isya. (Itulah) tiga aurat (waktu) bagi kamu.1 Tidak ada dosa bagimu dan tidak (pula) bagi mereka selain dari (tiga waktu) itu, mereka keluar masuk melayani kamu, sebagian kamu atas sebagian yang lain. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat itu kepadamu. Dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.
وَإِذَا بَلَغَ
Wa-itha balagha al-atfaluminkumu alhuluma falyasta/thinoo kama ista/thanaallatheena min qablihim kathalika yubayyinu Allahulakum ayatihi wallahu AAaleemun hakeem
Dan apabila anak-anakmu telah sampai umur dewasa, maka hendaklah mereka (juga) meminta izin, seperti orang-orang yang lebih dewasa meminta izin.1 Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya kepadamu. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.
وَ
WalqawaAAidu mina annisa-iallatee la yarjoona nikahan falaysaAAalayhinna junahun an yadaAAna thiyabahunnaghayra mutabarrijatin bizeenatin waan yastaAAfifna khayrunlahunna wallahu sameeAAun AAaleem
Dan para perempuan tua yang telah berhenti (dari haid dan mengandung) yang tidak ingin menikah (lagi), maka tidak ada dosa menanggalkan pakaian (luar)1 mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan; tetapi memelihara kehormatan adalah lebih baik bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
لَّيْسَ عَلَى
Laysa AAala al-aAAma harajunwala AAala al-aAAraji harajun walaAAala almareedi harajun wala AAalaanfusikum an ta/kuloo min buyootikum aw buyooti aba-ikumaw buyooti ommahatikum aw buyooti ikhwanikum awbuyooti akhawatikum aw buyooti aAAmamikum awbuyooti AAammatikum aw buyooti akhwalikum awbuyooti khalatikum aw ma malaktum mafatihahuaw sadeeqikum laysa AAalaykum junahun an ta/kuloojameeAAan aw ashtatan fa-itha dakhaltum buyootanfasallimoo AAala anfusikum tahiyyatan min AAindiAllahi mubarakatan tayyibatan kathalikayubayyinu Allahu lakumu al-ayati laAAallakumtaAAqiloon
Tidak ada halangan bagi orang buta, tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi orang sakit, dan tidak (pula) bagi dirimu, makan (bersama-sama mereka) di rumah kamu atau di rumah bapak-bapakmu, di rumah ibu-ibumu, di rumah saudara-saudaramu yang laki-laki, di rumah saudara-saudaramu yang perempuan, di rumah saudara-saudara bapakmu yang laki-laki, di rumah saudara-saudara bapakmu yang perempuan, di rumah saudara-saudara ibumu yang laki-laki, di rumah saudara-saudara ibumu yang perempuan, (di rumah) yang kamu miliki kuncinya1 atau (di rumah) kawan-kawanmu. Tidak ada halangan bagi kamu makan bersama-sama mereka atau sendiri-sendiri. Apabila kamu memasuki rumah-rumah hendaklah kamu memberi salam (kepada penghuninya, yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, dengan salam yang penuh berkah dan baik dari sisi Allah. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat(-Nya) bagimu, agar kamu mengerti.
إِ
Innama almu/minoona allatheenaamanoo billahi warasoolihi wa-itha kanoomaAAahu AAala amrin jamiAAin lam yathhaboo hattayasta/thinoohu inna allatheena yasta/thinoonakaola-ika allatheena yu/minoona billahiwarasoolihi fa-itha ista/thanooka libaAAdisha/nihim fa/than liman shi/ta minhum wastaghfirlahumu Allaha inna Allaha ghafoorun raheem
(Yang disebut) orang mukmin hanyalah orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad), dan apabila mereka berada bersama-sama dengan dia (Muhammad) dalam suatu urusan bersama, mereka tidak meninggalkan (Rasulullah) sebelum meminta izin kepadanya. Sungguh orang-orang yang meminta izin kepadamu (Muhammad), mereka itulah orang-orang yang (benar-benar) beriman kepada Allah dan Rasul-nya. Maka apabila mereka meminta izin kepadamu karena suatu keperluan, berilah izin kepada siapa yang engkau kehendaki di antara mereka, dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
لَّا تَ
La tajAAaloo duAAaa arrasoolibaynakum kaduAAa-i baAAdikum baAAdan qadyaAAlamu Allahu allatheena yatasallaloona minkumliwathan falyahthari allatheena yukhalifoonaAAan amrihi an tuseebahum fitnatun aw yuseebahumAAathabun aleem
Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul (Muhammad) di antara kamu seperti panggilan sebagian kamu kepada sebagian (yang lain). Sungguh, Allah mengetahui orang-orang yang keluar (secara) sembunyi-sembunyi di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya), maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul-Nya takut akan mendapat cobaan atau ditimpa azab yang pedih.
أَل
Ala inna lillahi ma feeassamawati wal-ardi qadyaAAlamu ma antum AAalayhi wayawma yurjaAAoona ilayhifayunabbi-ohum bima AAamiloo wallahubikulli shay-in AAaleem
Ketahuilah, sesungguhnya milik Allah lah apa yang ada di langit dan di bumi. Dia mengetahui keadaan kamu sekarang. Dan (mengetahui pula) hari (ketika mereka) dikembalikan kepada-Nya, lalu diterangkan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
An-Nur
Ayat