بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Preview ukuran font
طه ١ م
وَأَنَا
إِذْ أَوْحَيْن
قَالَ عِلْمُهَا عِ
قَالُو
وَلَقَ
فَأَخْرَجَ لَهُمْ عِ
كَذ
فَتَعَ
قَالَ كَذ
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang
طه ١
Ta-ha
Ṭāhā.
م
Ma anzalna AAalayka alqur-analitashqa
Kami tidak menurunkan Alquran ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah;
إِلَّا تَذْكِرَ
Illa tathkiratan liman yakhsha
melainkan sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah),
تَ
Tanzeelan mimman khalaqa al-arda wassamawatialAAula
diturunkan dari (Allah) yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi,
ٱ
Arrahmanu AAalaalAAarshi istawa
(yaitu) Yang Maha Pengasih, yang bersemayam di atas Arasy.1
لَهُ
Lahu ma fee assamawatiwama fee al-ardi wama baynahuma wamatahta aththara
Milik-Nyalah apa yang ada di langit, apa yang ada di bumi, apa yang ada di antara keduanya, dan apa yang ada di bawah tanah.
وَإِ
Wa-in tajhar bilqawli fa-innahuyaAAlamu assirra waakhfa
Dan jika engkau mengeraskan ucapanmu, sungguh, Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi.1
ٱللَّهُ ل
Allahu la ilaha illahuwa lahu al-asmao alhusna
(Dialah) Allah, tidak ada tuhan selain Dia, yang mempunyai nama-nama yang terbaik.
وَهَلْ أَتَ
Wahal ataka hadeethu moosa
Dan apakah telah sampai kepadamu kisah Musa?
إِذْ رَءَا نَا
Ith raa naran faqalali-ahlihi omkuthoo innee anastu naran laAAallee ateekumminha biqabasin aw ajidu AAala annarihuda
Ketika dia (Musa) melihat api, lalu dia berkata kepada keluarganya, "Tinggallah kamu (disini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit nyala api kepadamu atau aku akan mendapat petunjuk di tempat api itu."
فَلَ
Falamma ataha noodiya yamoosa
Maka ketika dia mendatanginya (ke tempat api itu) dia dipanggil, "Wahai Musa!
إِ
Innee ana rabbuka fakhlaAAnaAAlayka innaka bilwadi almuqaddasi tuwa
Sungguh, Aku adalah Tuhanmu, maka lepaskan kedua terompahmu. Karena sesungguhnya engkau berada di lembah yang suci, Ṭuwā.
وَأَنَا
Waana ikhtartuka fastamiAAlima yooha
Dan Aku telah memilih engkau, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu).
إِ
Innanee ana Allahu lailaha illa ana faAAbudnee waaqimi assalatalithikree
Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah salat untuk mengingat Aku.
إِ
Inna assaAAata atiyatunakadu okhfeeha litujza kullu nafsin bimatasAAa
Sungguh, hari Kiamat itu akan datang, Aku merahasiakan (waktunya) agar setiap orang dibalas sesuai dengan apa yang telah dia usahakan.
فَلَا يَصُدَّ
Fala yasuddannaka AAanhaman la yu/minu biha wattabaAAa hawahufatarda
Maka janganlah engkau dipalingkan dari (Kiamat) oleh orang yang tidak beriman kepadanya dan oleh orang yang mengikuti keinginannya, yang menyebabkan engkau binasa."
وَمَا تِلْكَ بِيَمِينِكَ يَ
Wama tilka biyameenika ya moosa
"Dan apakah yang ada di tangan kananmu, wahai Musa?"
قَالَ هِىَ عَصَاىَ أَتَوَكَّؤُ
Qala hiya AAasaya atawakkaoAAalayha waahushshu biha AAala ghanameewaliya feeha maaribu okhra
Dia (Musa) berkata, "Ini adalah tongkatku, aku bertumpu padanya, dan aku merontokkan (daun-daun) dengannya untuk (makanan) kambingku, dan bagiku masih ada lagi manfaat yang lain."
قَالَ أَلْقِهَا يَ
Qala alqiha ya moosa
Dia (Allah) berfirman, "Lemparkanlah ia, wahai Musa!"
فَأَلْقَ
Faalqaha fa-itha hiya hayyatuntasAAa
Lalu (Musa) melemparkan tongkat itu, maka tiba-tiba ia menjadi seekor ular yang merayap dengan cepat.
قَالَ خُذْهَا وَلَا تَخَفْۖ سَنُعِيدُهَا سِيرَتَهَا
Qala khuthha walatakhaf sanuAAeeduha seerataha al-oola
Dia (Allah) berfirman, "Peganglah ia dan jangan takut, Kami akan mengembalikannya kepada keadaannya semula,
وَ
Wadmum yadaka ila janahikatakhruj baydaa min ghayri soo-in ayatan okhra
dan kepitlah tanganmu ke ketiakmu, niscaya ia ke luar menjadi putih (bercahaya) tanpa cacat, sebagai mukjizat yang lain,
لِنُرِيَكَ مِنْ ءَايَ
Linuriyaka min ayatinaalkubra
untuk Kami perlihatkan kepadamu (sebagian) dari tanda-tanda kebesaran Kami yang sangat besar.
ٱذْهَ
Ithhab ila firAAawna innahu tagha
Pergilah kepada Fir'aun; dia benar-benar telah melampaui batas."
قَالَ رَبِّ
Qala rabbi ishrah lee sadree
Dia (Musa) berkata, "Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku,1
وَيَسِّرْ ل
Wayassir lee amree
dan mudahkanlah untukku urusanku,
وَ
Wahlul AAuqdatan min lisanee
dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku,
يَفْقَهُو
Yafqahoo qawlee
agar mereka mengerti perkataanku,
وَ
WajAAal lee wazeeran min ahlee
dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku,
هَ
Haroona akhee
(yaitu) Harun, saudaraku,
ٱشْدُ
Oshdud bihi azree
teguhkanlah kekuatanku dengan (keberadaan) dia,
وَأَشْرِكْهُ ف
Waashrik-hu fee amree
dan jadikanlah dia teman dalam urusanku,
كَىْ نُسَبِّحَكَ كَثِيرًا ٣٣
Kay nusabbihaka katheera
agar kami banyak bertasbih kepada-Mu,
وَنَذْكُرَكَ كَثِيرًا ٣٤
Wanathkuraka katheera
dan banyak mengingat-Mu,
إِ
Innaka kunta bina baseera
sesungguhnya Engkau Maha Melihat (keadaan) kami."
قَالَ قَ
Qala qad ooteeta su/laka yamoosa
Dia (Allah) berfirman, "Sungguh, telah diperkenankan permintaanmu, wahai Musa!
وَلَقَ
Walaqad mananna AAalayka marratanokhra
Dan sungguh, Kami telah memberi nikmat kepadamu pada kesempatan yang lain (sebelum ini),
إِذْ أَوْحَيْن
Ith awhayna ilaommika ma yooha
(yaitu) ketika Kami mengilhamkan kepada ibumu sesuatu yang diilhamkan,
أَنِ
Ani iqthifeehi fee attabootifaqthifeehi fee alyammi falyulqihi alyammu bissahiliya/khuthhu AAaduwwun lee waAAaduwwun lahu waalqaytuAAalayka mahabbatan minnee walitusnaAAa AAalaAAaynee
(yaitu), letakkanlah dia (Musa) di dalam peti, kemudian hanyutkanlah dia ke sungai (Nil), maka biarlah (arus) sungai itu membawanya ke tepi, dia akan diambil oleh (Fir'aun) musuh-Ku dan musuhnya. Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku;1 dan agar engkau diasuh di bawah pengawasan-Ku.
إِذْ تَمْش
Ith tamshee okhtuka fataqoolu haladullukum AAala man yakfuluhu farajaAAnaka ilaommika kay taqarra AAaynuha wala tahzanawaqatalta nafsan fanajjaynaka mina alghammi wafatannakafutoonan falabithta sineena fee ahli madyana thumma ji/ta AAalaqadarin ya moosa
(Yaitu) ketika saudara perempuanmu berjalan, lalu dia berkata (kepada keluarga Fir'aun), ‘Bolehkah saya menunjukkan kepadamu orang yang akan memeliharanya?’ Maka Kami mengembalikanmu kepada ibumu, agar senang hatinya dan tidak bersedih hati. Dan engkau pernah membunuh seseorang,1 lalu Kami selamatkan engkau dari kesulitan (yang besar) dan Kami telah mencobamu dengan beberapa cobaan (yang berat); lalu engkau tinggal beberapa tahun di antara penduduk Madyan,2 kemudian engkau, wahai Musa, datang menurut waktu yang ditetapkan,
وَ
WastanaAAtuka linafsee
dan Aku telah memilihmu (menjadi rasul) untuk diri-Ku.
ٱذْهَ
Ithhab anta waakhooka bi-ayateewala taniya fee thikree
Pergilah engkau beserta saudaramu dengan membawa tanda-tanda (kebesaran)-Ku, dan janganlah kamu berdua lalai mengingat-Ku;
ٱذْهَب
Ithhaba ila firAAawnainnahu tagha
pergilah kamu berdua kepada Fir'aun, karena dia benar-benar telah melampaui batas;
فَقُولَا لَهُ
Faqoola lahu qawlan layyinanlaAAallahu yatathakkaru aw yakhsha
maka berbicaralah kamu berdua kepadanya (Fir'aun) dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut."
قَالَا رَبَّن
Qala rabbana innananakhafu an yafruta AAalayna aw an yatgha
Keduanya berkata, "Ya Tuhan kami, sungguh, kami khawatir dia akan segera menyiksa kami atau akan bertambah melampaui batas,"
قَالَ لَا تَخَاف
Qala la takhafainnanee maAAakuma asmaAAu waara
Dia (Allah) berfirman, "Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku bersama kamu berdua, Aku mendengar dan melihat.
فَأْتِيَاهُ فَقُول
Fa/tiyahu faqoola innarasoola rabbika faarsil maAAana banee isra-eelawala tuAAaththibhum qad ji/naka bi-ayatinmin rabbika wassalamu AAala mani ittabaAAaalhuda
Maka pergilah kamu berdua kepadanya (Fir'aun) dan katakanlah, "Sungguh, kami berdua adalah utusan Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani Israil bersama kami dan janganlah engkau menyiksa mereka.1 Sungguh, kami datang kepadamu dengan membawa bukti (atas kerasulan kami) dari Tuhanmu. Dan keselamatan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk.
إِ
Inna qad oohiya ilaynaanna alAAathaba AAala man kaththaba watawalla
Sungguh telah diwahyukan kepada kami bahwa siksa itu (ditimpakan) pada siapa pun yang mendustakan (ajaran agama yang kami bawa) dan berpaling (tidak memperdulikannya)."
قَالَ فَم
Qala faman rabbukuma yamoosa
Dia (Fir'aun) berkata, "Siapakah Tuhanmu berdua, wahai Musa?"
قَالَ رَبُّنَا
Qala rabbuna allatheeaAAta kulla shay-in khalqahu thumma hada
Dia (Musa) menjawab, "Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan bentuk kejadian kepada segala sesuatu, kemudian memberinya petunjuk."1
قَالَ فَمَا بَالُ
Qala fama balualqurooni al-oola
Dia (Fir'aun) berkata, "Jadi bagaimana keadaan umat-umat yang dahulu?"
قَالَ عِلْمُهَا عِ
Qala AAilmuha AAinda rabbeefee kitabin la yadillu rabbee walayansa
Dia (Musa) menjawab, "Pengetahuan tentang itu ada pada Tuhanku, di dalam suatu Kitab (lauḥ Maḥfūẓ), Tuhanku tidak akan salah ataupun lupa;
ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ
Allathee jaAAala lakumu al-ardamahdan wasalaka lakum feeha subulan waanzala mina assama-imaan faakhrajna bihi azwajan min nabatinshatta
(Tuhan) yang telah menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu, dan menjadikan jalan-jalan di atasnya bagimu, dan yang menurunkan air (hujan) dari langit." Kemudian Kami tumbuhkan dengannya (air hujan itu) berjenis-jenis aneka macam tumbuh-tumbuhan.
كُلُو
Kuloo warAAaw anAAamakum innafee thalika laayatin li-olee annuha
Makanlah dan gembalakanlah hewan-hewanmu. Sungguh, pada yang demikian itu, terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal.
۞ مِنْهَا خَلَ
Minha khalaqnakum wafeehanuAAeedukum waminha nukhrijukum taratan okhra
Darinya (tanah) itulah Kami menciptakan kamu dan kepadanyalah Kami akan mengembalikan kamu dan dari sanalah Kami akan mengeluarkan kamu pada waktu yang lain.
وَلَقَ
Walaqad araynahu ayatinakullaha fakaththaba waaba
Dan sungguh, Kami telah memperlihatkan kepadanya (Fir'aun) tanda-tanda (kebesaran) Kami semuanya,1 ternyata dia mendustakan dan enggan (menerima kebenaran).
قَالَ أَجِئْتَنَا لِتُخْرِجَنَا مِنْ أَرْضِنَا بِسِحْرِكَ يَ
Qala aji/tana litukhrijanamin ardina bisihrika ya moosa
Dia (Fir'aun) berkata, "Apakah engkau datang kepada kami untuk mengusir kami dari negeri kami dengan sihirmu, wahai Musa?
فَلَنَأْتِيَ
Falana/tiyannaka bisihrin mithlihi fajAAalbaynana wabaynaka mawAAidan la nukhlifuhu nahnuwala anta makanan suwa
Maka kami pun pasti akan mendatangkan sihir semacam itu kepadamu, maka buatlah suatu perjanjian untuk pertemuan antara kami dan engkau yang kami tidak akan menyalahinya dan tidak (pula) engkau, di suatu tempat yang terbuka."
قَالَ مَوْعِدُكُمْ يَوْمُ
Qala mawAAidukum yawmu azzeenatiwaan yuhshara annasu duha
Dia (Musa) berkata, "(Perjanjian) waktu (untuk pertemuan kami dengan kamu itu) ialah pada hari raya dan hendaklah orang-orang dikumpulkan pada pagi hari (duha)."
فَتَوَلَّىٰ فِرْعَوْنُ فَجَمَعَ كَيْدَهُ
Fatawalla firAAawnu fajamaAAa kaydahuthumma ata
Maka Fir'aun meninggalkan (tempat itu), lalu mengatur tipu dayanya, kemudian dia datang kembali (pada hari yang ditentukan).
قَالَ لَه
Qala lahum moosa waylakum lataftaroo AAala Allahi kathiban fayushitakumbiAAathabin waqad khaba mani iftara
Musa berkata kepada mereka (para pesihir), "Celakalah kamu! Janganlah kamu mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, nanti Dia membinasakan kamu dengan azab." Dan sungguh rugi orang yang mengada-adakan kebohongan.
فَتَنَ
FatanazaAAoo amrahum baynahumwaasarroo annajwa
Maka mereka berbantah-bantahan tentang urusan mereka dan mereka merahasiakan percakapan (mereka).
قَال
Qaloo in hathani lasahiraniyureedani an yukhrijakum min ardikum bisihrihimawayathhaba bitareeqatikumu almuthla
Mereka (para pesihir) berkata, "Sesungguhnya dua orang ini adalah pesihir yang hendak mengusirmu (Fir'aun) dari negerimu dengan sihir mereka berdua dan hendak melenyapkan adat kebiasaanmu yang utama.
فَأَ
FaajmiAAoo kaydakum thumma i/too saffanwaqad aflaha alyawma mani istaAAla
Maka kumpulkanlah segala tipu daya (sihir) kamu, kemudian datanglah dengan berbaris, dan sungguh beruntung orang yang menang pada hari ini."
قَالُو
Qaloo ya moosa immaan tulqiya wa-imma an nakoona awwala man alqa
Mereka berkata, "Wahai Musa! Apakah engkau yang melemparkan (dahulu) atau kami yang lebih dahulu melemparkan?"
قَالَ بَلْ أَلْقُو
Qala bal alqoo fa-itha hibaluhumwaAAisiyyuhum yukhayyalu ilayhi min sihrihim annahatasAAa
Dia (Musa) berkata, "Silakan kamu melemparkan!" Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka terbayang olehnya (Musa) seakan-akan ia merayap cepat, karena sihir mereka.
فَأَوْجَسَ فِى نَفْسِه
Faawjasa fee nafsihi kheefatan moosa
Maka Musa merasa takut dalam hatinya.
قُلْنَا لَا تَخَفْ إِ
Qulna la takhaf innaka antaal-aAAla
Kami berfirman, "Jangan takut! Sungguh, engkaulah yang unggul (menang).
وَأَلْقِ مَا فِى يَمِينِكَ تَلْقَفْ مَا صَنَع
Waalqi ma fee yameenika talqaf masanaAAoo innama sanaAAoo kaydu sahirinwala yuflihu assahiru haythuata
Dan lemparkan apa yang ada di tangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka buat. Apa yang mereka buat itu hanyalah tipu daya pesihir (belaka). Dan tidak akan menang pesihir itu, dari mana pun ia datang."
فَأُلْقِىَ
Faolqiya assaharatu sujjadanqaloo amanna birabbi haroona wamoosa
Lalu para pesihir itu merunduk bersujud, seraya berkata, "Kami telah percaya kepada Tuhannya Harun dan Musa."
قَالَ ءَامَ
Qala amantum lahu qabla an athanalakum innahu lakabeerukumu allathee AAallamakumu assihrafalaoqattiAAanna aydiyakum waarjulakum min khilafinwalaosallibannakum fee juthooAAi annakhliwalataAAlamunna ayyuna ashaddu AAathaban waabqa
Dia (Fir'aun) berkata, "Apakah kamu telah beriman kepadanya (Musa) sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya dia itu pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu. Maka sungguh, akan kupotong tangan dan kakimu secara bersilang, dan sungguh, akan aku salib kamu pada pangkal pohon kurma dan sungguh, kamu pasti akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksaannya."
قَالُو
Qaloo lan nu/thiraka AAala majaana mina albayyinati wallatheefatarana faqdi ma anta qadininnama taqdee hathihi alhayataaddunya
Mereka (para pesihir) berkata, "Kami tidak akan memilih (tunduk) kepadamu atas bukti-bukti nyata (mukjizat), yang telah datang kepada kami dan atas (Allah) yang telah menciptakan kami. Maka putuskanlah yang hendak engkau putuskan. Sesungguhnya engkau hanya dapat memutuskan pada kehidupan di dunia ini.
إِ
Inna amanna birabbinaliyaghfira lana khatayana wamaakrahtana AAalayhi mina assihri wallahukhayrun waabqa
Kami benar-benar telah beriman kepada Tuhan kami, agar Dia mengampuni kesalahan-kesalahan kami dan sihir yang telah engkau paksakan kepada kami. Dan Allah lebih baik (pahala-Nya) dan lebih kekal (azab-Nya)."
إِ
Innahu man ya/ti rabbahu mujriman fa-innalahu jahannama la yamootu feeha wala yahya
Sesungguhnya barang siapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa, maka sungguh, baginya adalah neraka Jahanam. Dia tidak mati (terus merasakan azab) di dalamnya dan tidak (pula) hidup (untuk dapat bertobat).
وَم
Waman ya/tihi mu/minan qad AAamila assalihatifaola-ika lahumu addarajatu alAAula
Tetapi barangsiapa datang kepada-Nya dalam keadaan beriman, dan telah mengerjakan kebajikan, maka mereka itulah orang yang memperoleh derajat yang tinggi (mulia),
جَ
Jannatu AAadnin tajree min tahtihaal-anharu khalideena feeha wathalikajazao man tazakka
(yaitu) surga-surga Aden, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah balasan bagi orang yang menyucikan diri.
وَلَقَ
Walaqad awhayna ilamoosa an asri biAAibadee fadriblahum tareeqan fee albahri yabasan la takhafudarakan wala takhsha
Dan sungguh, telah Kami wahyukan kepada Musa, "Pergilah bersama hamba-hamba-Ku (Bani Israil) pada malam hari, dan pukullah (buatlah) untuk mereka jalan yang kering di laut itu,1 (engkau) tidak perlu takut akan tersusul dan tidak perlu khawatir (akan tenggelam)."
فَأَتْبَعَهُمْ فِرْعَوْنُ بِجُنُودِه
FaatbaAAahum firAAawnu bijunoodihifaghashiyahum mina alyammi ma ghashiyahum
Kemudian Fir'aun dengan bala tentaranya mengejar mereka, tetapi mereka digulung ombak laut yang menenggelamkan mereka.
وَأَضَلَّ فِرْعَوْنُ قَوْمَهُ
Waadalla firAAawnu qawmahu wamahada
Dan Fir'aun telah menyesatkan kaumnya dan tidak memberi petunjuk.
يَ
Ya banee isra-eela qad anjaynakummin AAaduwwikum wawaAAadnakum janiba attoorial-aymana wanazzalna AAalaykumu almanna wassalwa
Wahai Bani Israil! Sungguh, Kami telah menyelamatkan kamu dari musuhmu, dan Kami telah mengadakan perjanjian dengan kamu (untuk bermunajat) di sebelah kanan gunung itu (gunung Sinai) dan Kami telah menurunkan kepada kamu manna dan salwā.
كُلُو
Kuloo min tayyibati marazaqnakum wala tatghaw feehi fayahillaAAalaykum ghadabee waman yahlil AAalayhi ghadabeefaqad hawa
Makanlah dari rezeki yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Barangsiapa ditimpa kemurkaan-Ku, maka sungguh, binasalah dia.
وَإِ
Wa-innee laghaffarun liman tabawaamana waAAamila salihan thumma ihtada
Dan sungguh, Aku Maha Pengampun bagi yang bertobat, beriman dan berbuat kebajikan, kemudian tetap dalam petunjuk.
۞ وَم
Wama aAAjalaka AAan qawmika yamoosa
"Dan mengapa engkau datang lebih cepat daripada kaummu, wahai Musa?"
قَالَ هُمْ أُ
Qala hum ola-i AAalaatharee waAAajiltu ilayka rabbi litarda
Dia (Musa) berkata, "Itu mereka sedang menyusul aku dan aku bersegera kepada-Mu, Ya Tuhanku, agar Engkau rida (kepadaku)."
قَالَ فَإِ
Qala fa-inna qad fatannaqawmaka min baAAdika waadallahumu assamiriy
Dia (Allah) berfirman, "Sungguh, Kami telah menguji kaummu setelah engkau tinggalkan, dan mereka telah disesatkan oleh Samiri."
فَرَجَعَ مُوسَ
FarajaAAa moosa ila qawmihighadbana asifan qala ya qawmi alamyaAAidkum rabbukum waAAdan hasanan afatalaAAalaykumu alAAahdu am aradtum an yahilla AAalaykum ghadabunmin rabbikum faakhlaftum mawAAidee
Kemudian Musa kembali kepada kaumnya dengan marah dan bersedih hati. Dia (Musa) berkata, "Wahai kaumku! Bukankah Tuhanmu telah menjanjikan kepadamu suatu janji yang baik? Apakah terlalu lama masa perjanjian itu bagimu atau kamu menghendaki agar kemurkaan Tuhan menimpamu, mengapa kamu melanggar perjanjianmu dengan aku?"
قَالُو
Qaloo ma akhlafnamawAAidaka bimalkina walakinna hummilnaawzaran min zeenati alqawmi faqathafnahafakathalika alqa assamiriy
Mereka berkata, "Kami tidak melanggar perjanjianmu dengan kemauan kami sendiri, tetapi kami harus membawa beban berat dari perhiasan kaum (Fir'aun) itu, kemudian kami melemparkannya (ke dalam api), dan demikian pula Samiri melemparkannya,1
فَأَخْرَجَ لَهُمْ عِ
Faakhraja lahum AAijlan jasadan lahu khuwarunfaqaloo hatha ilahukum wa-ilahu moosafanasiy
kemudian (dari lubang api itu) dia (Samiri) mengeluarkan (patung) anak sapi yang bertubuh dan bersuara1 untuk mereka, maka mereka berkata, "Inilah Tuhanmu dan Tuhannya Musa, tetapi dia (Musa) telah lupa."
أَفَلَا يَرَوْنَ أَلَّا يَرْجِعُ إِلَيْهِمْ قَوْل
Afala yarawna alla yarjiAAuilayhim qawlan wala yamliku lahum darran walanafAAa
Maka tidakkah mereka memperhatikan bahwa (patung anak sapi itu) tidak dapat memberi jawaban kepada mereka, dan tidak kuasa menolak mudarat maupun mendatangkan manfaat untuk mereka?
وَلَقَ
Walaqad qala lahum haroonu minqablu ya qawmi innama futintum bihi wa-innarabbakumu arrahmanu fattabiAAooneewaateeAAoo amree
Dan sungguh, sebelumnya Harun telah berkata kepada mereka, "Wahai kaumku! Sesungguhnya kamu hanya sekedar diberi cobaan (dengan patung anak sapi) itu dan sungguh, Tuhanmu ialah (Allah) Yang Maha Pengasih, maka ikutilah aku dan taatilah perintahku!"
قَالُو
Qaloo lan nabraha AAalayhi AAakifeenahatta yarjiAAa ilayna moosa
Mereka menjawab, "Kami tidak akan meninggalkannya (dan) tetap menyembahnya (patung anak sapi) sampai Musa kembali kepada kami."
قَالَ يَ
Qala ya haroonu mamanaAAaka ith raaytahum dalloo
Dia (Musa) berkata, "Wahai Harun! Apa yang menghalangimu ketika engkau melihat mereka telah sesat,
أَلَّا تَتَّبِعَنِۖ أَفَعَصَيْتَ أَمْرِى ٩٣
Alla tattabiAAani afaAAasaytaamree
(sehingga) engkau tidak mengikuti aku? Apakah engkau telah (sengaja) melanggar perintahku?"
قَالَ يَ
Qala yabnaomma la ta/khuthbilihyatee wala bira/see innee khasheetu an taqoolafarraqta bayna banee isra-eela walam tarqub qawlee
Dia (Harun) menjawab, "Wahai putra ibuku! Janganlah engkau pegang janggutku dan jangan (pula) kepalaku. Aku sungguh khawatir engkau akan berkata (kepadaku), "Engkau telah memecah belah antara Bani Israil dan engkau tidak memelihara amanatku."
قَالَ فَمَا خَ
Qala fama khatbuka yasamiriy
Dia (Musa) berkata, "Apakah yang mendorongmu (berbuat demikian) wahai Samiri?"
قَالَ بَصُرْتُ بِمَا لَمْ يَ
Qala basurtu bima lamyabsuroo bihi faqabadtu qabdatan min athariarrasooli fanabathtuha wakathalikasawwalat lee nafsee
Dia (Samiri) menjawab, "Aku mengetahui sesuatu yang tidak mereka ketahui, jadi aku ambil segenggam (tanah dari) jejak rasul1 lalu aku melemparkannya (ke dalam api itu), demikianlah nafsuku membujukku."
قَالَ فَ
Qala fathhab fa-innalaka fee alhayati an taqoola la misasawa-inna laka mawAAidan lan tukhlafahu wanthurila ilahika allathee thaltaAAalayhi AAakifan lanuharriqannahu thummalanansifannahu fee alyammi nasfa
Dia (Musa) berkata, "Pergilah kau! Maka sesungguhnya di dalam kehidupan (di dunia) engkau (hanya dapat) mengatakan, ‘Janganlah menyentuh (aku)’! 1 Dan engkau pasti mendapat (hukuman) yang telah dijanjikan (di akhirat) yang tidak mungkin engkau hindari, dan lihatlah tuhanmu itu yang engkau tetap menyembahnya. Kami pasti akan membakarnya, kemudian sungguh kami akan menghamburkannya (abunya) ke dalam laut (berserakan).
إِ
Innama ilahukumu Allahuallathee la ilaha illa huwa wasiAAakulla shay-in AAilma
Sungguh, Tuhanmu hanyalah Allah, tidak ada Tuhan selain Dia. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu."
كَذ
Kathalika naqussu AAalayka minanba-i ma qad sabaqa waqad ataynakamin ladunna thikra
Demikianlah Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah (umat) yang telah lalu, dan sungguh, telah Kami berikan kepadamu suatu peringatan (Alquran) dari sisi Kami.
مَّنْ أَعْرَضَ عَنْهُ فَإِ
Man aAArada AAanhu fa-innahu yahmiluyawma alqiyamati wizra
Barang siapa berpaling darinya (Alquran), maka sesungguhnya dia akan memikul beban yang berat (dosa) pada hari Kiamat,
خَ
Khalideena feehi wasaa lahumyawma alqiyamati himla
mereka kekal di dalam keadaan itu. Dan sungguh buruk beban dosa itu bagi mereka pada hari Kiamat,
يَوْمَ يُ
Yawma yunfakhu fee assooriwanahshuru almujrimeena yawma-ithin zurqa
pada hari (Kiamat) sangkakala ditiup (yang kedua kali) 1 dan pada hari itu Kami kumpulkan orang-orang yang berdosa dengan (wajah) biru muram,
يَتَخَ
Yatakhafatoona baynahum in labithtumilla AAashra
mereka saling berbisik satu sama lain, "Kamu tinggal (di dunia) tidak lebih dari sepuluh (hari)."
نَّحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَقُولُونَ إِذْ يَقُولُ أَمْثَلُهُمْ طَرِيقَةً إ
Nahnu aAAlamu bima yaqooloonaith yaqoolu amthaluhum tareeqatan in labithtum illayawma
Kami lebih mengetahui apa yang akan mereka katakan, ketika orang yang paling lurus jalannya1 mengatakan, "Kamu tinggal (di dunia), tidak lebih dari sehari saja."
وَيَسْــَٔلُونَكَ عَنِ
Wayas-aloonaka AAani aljibali faqulyansifuha rabbee nasfa
Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang gunung-gunung, maka katakanlah, "Tuhanku akan menghancurkannya (pada hari Kiamat) sehancur-hancurnya,
فَيَذَرُهَا قَا
Fayatharuha qaAAan safsafa
kemudian Dia akan menjadikan (bekas gunung-gunung) itu rata sama sekali,
لَّا تَرَىٰ فِيهَا عِوَ
La tara feeha AAiwajanwala amta
(sehingga) kamu tidak akan melihat lagi ada tempat yang rendah dan yang tinggi di sana."
يَوْمَئِ
Yawma-ithin yattabiAAoona addaAAiyala AAiwaja lahu wakhashaAAati al-aswatu lirrahmanifala tasmaAAu illa hamsa
Pada hari itu mereka mengikuti (panggilan) penyeru (malaikat) tanpa berbelok-belok (membantah); dan semua suara tunduk merendah kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, sehingga yang kamu dengar hanyalah bisik-bisik.
يَوْمَئِ
Yawma-ithin la tanfaAAu ashshafaAAatuilla man athina lahu arrahmanuwaradiya lahu qawla
Pada hari itu tidak berguna syafaat (pertolongan), kecuali dari orang yang telah diberi izin oleh Tuhan Yang Maha Pengasih, dan Dia ridai perkataannya.
يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِه
YaAAlamu ma bayna aydeehim wamakhalfahum wala yuheetoona bihi AAilma
Dia (Allah) mengetahui apa yang di hadapan mereka (yang akan terjadi) dan apa yang di belakang mereka (yang telah terjadi), sedang ilmu mereka tidak dapat meliputi ilmu-Nya.
۞ وَعَنَتِ
WaAAanati alwujoohu lilhayyialqayyoomi waqad khaba man hamala thulma
Dan semua wajah tertunduk di hadapan (Allah) Yang Maha Hidup dan Yang Berdiri Sendiri. Sungguh rugi orang yang melakukan kezaliman.
وَم
Waman yaAAmal mina assalihatiwahuwa mu/minun fala yakhafu thulmanwala hadma
Dan barang siapa mengerjakan kebajikan sedang dia (dalam keadaan) beriman, maka dia tidak khawatir akan perlakuan zalim (terhadapnya) dan tidak (pula khawatir) akan pengurangan haknya.
وَكَذ
Wakathalika anzalnahu qur-ananAAarabiyyan wasarrafna feehi mina alwaAAeedilaAAallahum yattaqoona aw yuhdithu lahum thikra
Dan demikianlah Kami menurunkan Alquran dalam bahasa Arab, dan Kami telah menjelaskan berulang-ulang di dalamnya sebagian dari ancaman, agar mereka bertakwa, atau agar (Alquran) itu memberi pengajaran bagi mereka.
فَتَعَ
FataAAala Allahualmaliku alhaqqu wala taAAjal bilqur-animin qabli an yuqda ilayka wahyuhu waqul rabbizidnee AAilma
Maka Mahatinggi Allah, Raja yang sebenar-benarnya. Dan janganlah engkau (Muhammad) tergesa-gesa (membaca) Alquran sebelum selesai diwahyukan kepadamu,1 dan katakanlah, "Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku."
وَلَقَ
Walaqad AAahidna ila adamamin qablu fanasiya walam najid lahu AAazma
Dan sungguh telah Kami pesankan1 kepada Adam dahulu, tetapi dia lupa, dan Kami tidak dapati kemauan yang kuat padanya.
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَ
Wa-ith qulna lilmala-ikatiosjudoo li-adama fasajadoo illa ibleesa aba
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kamu kepada Adam!" Lalu mereka pun sujud kecuali Iblis; dia menolak.
فَقُلْنَا يَ
Faqulna ya adamu innahatha AAaduwwun laka walizawjika falayukhrijannakuma mina aljannati fatashqa
Kemudian Kami berfirman, "Wahai Adam! Sungguh ini (Iblis) musuh bagimu dan bagi istrimu, maka sekali-kali jangan sampai dia mengeluarkan kamu berdua dari surga, nanti kamu celaka.
إِ
Inna laka alla tajooAAa feehawala taAAra
Sungguh, ada (jaminan) untukmu di sana, engkau tidak akan kelaparan dan tidak akan telanjang,
وَأَ
Waannaka la tathmaofeeha wala tadha
dan sungguh, di sana engkau tidak akan merasa dahaga dan tidak akan ditimpa panas matahari."
فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ
Fawaswasa ilayhi ashshaytanuqala ya adamu hal adulluka AAalashajarati alkhuldi wamulkin la yabla
Kemudian setan membisikkan (pikiran jahat) kepadanya, dengan berkata, "Wahai Adam! maukah aku tunjukkan kepadamu pohon keabadian (khuldi) dan kerajaan yang tidak akan binasa?"
فَأَكَلَا مِنْهَا فَبَدَتْ لَهُمَا سَوْء
Faakala minha fabadat lahumasaw-atuhuma watafiqa yakhsifaniAAalayhima min waraqi aljannati waAAasa adamurabbahu faghawa
Lalu keduanya memakannya, lalu tampaklah oleh keduanya aurat mereka dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan telah durhakalah Adam kepada Tuhan-Nya, dan sesatlah dia.1
ثُ
Thumma ijtabahu rabbuhu fatabaAAalayhi wahada
Kemudian Tuhannya memilih dia,1 maka Dia menerima tobatnya dan memberinya petunjuk.
قَالَ
Qala ihbita minhajameeAAan baAAdukum libaAAdin AAaduwwun fa-immaya/tiyannakum minnee hudan famani ittabaAAa hudaya falayadillu wala yashqa
Dia (Allah) berfirman, "Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, maka (ketahuilah) barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.
وَمَنْ أَعْرَضَ عَ
Waman aAArada AAan thikreefa-inna lahu maAAeeshatan danka wanahshuruhuyawma alqiyamati aAAma
Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta."
قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَن
Qala rabbi lima hashartaneeaAAma waqad kuntu baseera
Dia berkata, "Ya Tuhanku, mengapa Engkau kumpulkan aku dalam keadaan buta, padahal dahulu aku dapat melihat?"
قَالَ كَذ
Qala kathalika atatka ayatunafanaseetaha wakathalika alyawma tunsa
Dia (Allah) berfirman, "Demikianlah, dahulu telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, dan kamu mengabaikannya, jadi begitu (pula) pada hari ini kamu diabaikan."
وَكَذ
Wakathalika najzee man asrafa walamyu/min bi-ayati rabbihi walaAAathabu al-akhiratiashaddu waabqa
Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Sungguh, azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal.
أَفَلَمْ يَهْدِ لَهُمْ كَمْ أَهْلَكْنَا قَ
Afalam yahdi lahum kam ahlaknaqablahum mina alqurooni yamshoona fee masakinihim inna feethalika laayatin li-olee annuha
Maka tidakkah menjadi petunjuk bagi mereka (orang-orang musyrik) berapa banyak (generasi) sebelum mereka yang telah Kami binasakan, padahal mereka melewati (bekas-bekas) tempat tinggal mereka (umat-umat itu)? Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang berakal.
وَلَوْلَا كَلِمَ
Walawla kalimatun sabaqat minrabbika lakana lizaman waajalun musamma
Dan kalau tidak ada suatu ketetapan terdahulu dari Tuhanmu serta tidak ada batas yang telah ditentukan (ajal), pasti (siksaan itu) menimpa mereka.
فَ
Fasbir AAala mayaqooloona wasabbih bihamdi rabbika qabla tulooAAiashshamsi waqabla ghuroobiha wamin ana-iallayli fasabbih waatrafa annaharilaAAallaka tarda
Maka sabarlah engkau (Muhammad) atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum matahari terbit, dan sebelum terbenam; dan bertasbihlah (pula) pada waktu tengah malam dan di ujung siang hari, agar engkau merasa tenang.
وَلَا تَمُدَّ
Wala tamuddanna AAaynayka ilama mattaAAna bihi azwajan minhum zahrata alhayatiaddunya linaftinahum feehi warizqu rabbika khayrunwaabqa
Dan janganlah engkau belalakkan pandangan matamu kepada kenikmatan yang telah Kami berikan pada beberapa golongan dari mereka, (sebagai) bunga kehidupan dunia, agar Kami uji mereka dengan (kesenangan) itu. Karunia Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal.
وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِ
Wa/mur ahlaka bissalatiwastabir AAalayha la nas-alukarizqan nahnu narzuquka walAAaqibatu littaqwa
Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan sabar dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa.
وَقَالُو
Waqaloo lawla ya/teenabi-ayatin min rabbihi awa lam ta/tihim bayyinatu mafee assuhufi al-oola
Dan mereka berkata, "Mengapa dia tidak membawa tanda (bukti) kepada kami dari Tuhannya?" Bukankah telah datang kepada mereka bukti (yang nyata) sebagaimana yang tersebut di dalam kitab-kitab yang dahulu?
وَلَوْ أَ
Walaw anna ahlaknahum biAAathabinmin qablihi laqaloo rabbana lawla arsaltailayna rasoolan fanattabiAAa ayatika minqabli an nathilla wanakhza
Dan kalau mereka Kami binasakan dengan suatu siksaan sebelumnya (Alquran diturunkan), tentulah mereka berkata, "Ya Tuhan kami, mengapa tidak Engkau utus seorang rasul kepada kami, sehingga kami mengikuti ayat-ayat-Mu sebelum kami menjadi hina dan rendah?"
قُلْ كُ
Qul kullun mutarabbisun fatarabbasoofasataAAlamoona man as-habu assiratiassawiyyi wamani ihtada
Katakanlah (Muhammad), "Masing-masing (kita) menanti, maka nantikanlah olehmu! Dan kelak kamu akan mengetahui, siapa yang menempuh jalan yang lurus, dan siapa yang telah mendapat petunjuk."
Taha
Ayat