۞ وَم
قَالَ هَلْ ءَامَنُكُمْ عَلَيْهِ إِلَّا كَم
فَلَ
قَالَ مَعَاذَ
يَ
فَلَ
وَمَا تَسْــَٔلُهُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَ
ا
وَيَسْتَعْجِلُونَكَ بِ
لَهُ
۞ أَفَم
ٱلَّذِينَ ءَامَنُو
۞ مَّثَلُ
وَيَقُولُ
ا
وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ
قَالَتْ لَهُمْ رُسُلُهُمْ إ
أَلَمْ تَرَ أَ
تُؤْت
وَءَاتَ
مُهْطِعِينَ مُ
۞ وَم
Wama obarri-o nafsee inna annafsalaammaratun bissoo-i illa ma rahimarabbee inna rabbee ghafoorun raheem
Dan aku tidak (menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang.
وَقَالَ
Waqala almaliku i/toonee bihiastakhlishu linafsee falamma kallamahu qalainnaka alyawma ladayna makeenun ameen
Dan raja berkata, "Bawalah dia (Yusuf) kepadaku, agar aku memilih dia (sebagai orang yang dekat) kepadaku." Ketika dia (raja) telah bercakap-cakap dengan dia, maka dia (raja) berkata, "Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi di lingkungan kami dan terpercaya."
قَالَ
Qala ijAAalnee AAala khaza-inial-ardi innee hafeethun AAaleem
Dia (Yusuf) berkata, "Jadikanlah aku bendaharawan negeri (Mesir); karena sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga dan berpengetahuan."
وَكَذ
Wakathalika makanna liyoosufafee al-ardi yatabawwao minha haythu yashaonuseebu birahmatina man nashao walanudeeAAu ajra almuhsineen
Dan demikianlah Kami memberi kedudukan kepada Yusuf di negeri ini (Mesir); untuk tinggal dimana saja yang dia kehendaki. Kami melimpahkan rahmat kepada siapa yang Kami kehendaki dan Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.
وَلَأَ
Walaajru al-akhirati khayrun lillatheenaamanoo wakanoo yattaqoon
Dan sungguh, pahala akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa.
وَج
Wajaa ikhwatu yoosufa fadakhalooAAalayhi faAAarafahum wahum lahu munkiroon
Dan saudara-saudara Yusuf datang (ke Mesir) lalu mereka masuk ke (tempat)nya. Maka dia (Yusuf) mengenal mereka, sedangkan mereka tidak kenal (lagi) kepadanya.1
وَلَ
Walamma jahhazahum bijahazihimqala i/toonee bi-akhin lakum min abeekum alatarawna annee oofee alkayla waana khayru almunzileen
Dan ketika dia (Yusuf) menyiapkan bahan makanan untuk mereka, dia berkata, "Bawalah kepadaku saudaramu yang seayah dengan kamu (Bunyamin), tidakkah kamu melihat bahwa aku menyempurnakan takaran dan aku adalah penerima tamu yang terbaik?
فَإ
Fa-in lam ta/toonee bihi fala kaylalakum AAindee wala taqraboon
Maka jika kamu tidak membawanya kepadaku, maka kamu tidak akan mendapat jatah (gandum) lagi dariku dan jangan kamu mendekatiku."
قَالُو
Qaloo sanurawidu AAanhu abahuwa-inna lafaAAiloon
Mereka berkata, "Kami akan membujuk ayahnya (untuk membawanya) dan kami benar-benar akan melaksanakannya."
وَقَالَ لِفِتْيَ
Waqala lifityanihi ijAAaloo bidaAAatahumfee rihalihim laAAallahum yaAArifoonaha ithainqalaboo ila ahlihim laAAallahum yarjiAAoon
Dan dia (Yusuf) berkata kepada pelayan-pelayannya, "Masukkanlah barang-barang (penukar) mereka1 ke dalam karung-karungnya, agar mereka mengetahuinya apabila telah kembali kepada keluarganya, mudah-mudahan mereka kembali lagi.2
فَلَ
Falamma rajaAAoo ila abeehim qalooya abana muniAAa minna alkaylufaarsil maAAana akhana naktal wa-innalahu lahafithoon
Maka ketika mereka telah kembali kepada ayahnya (Yakub) mereka berkata, "Wahai ayah kami! Kami tidak akan mendapat jatah (gandum) lagi, (jika tidak membawa saudara kami), sebab itu biarkanlah saudara kami pergi bersama kami agar kami mendapat jatah, dan kami benar-benar akan menjaganya."
قَالَ هَلْ ءَامَنُكُمْ عَلَيْهِ إِلَّا كَم
Qala hal amanukum AAalayhi illakama amintukum AAala akheehi min qablu fallahukhayrun hafithan wahuwa arhamu arrahimeen
Dia (Yakub) berkata, "Bagaimana aku akan mempercayakannya (Bunyamin) kepadamu, seperti aku telah mempercayakan saudaranya (Yusuf) kepada kamu dahulu?" Maka Allah adalah Penjaga yang terbaik dan Dia Maha Penyayang di antara para penyayang.
وَلَ
Walamma fatahoo mataAAahumwajadoo bidaAAatahum ruddat ilayhim qaloo yaabana ma nabghee hathihi bidaAAatunaruddat ilayna wanameeru ahlana wanahfathuakhana wanazdadu kayla baAAeerin thalikakaylun yaseer
Dan ketika mereka membuka barang-barangnya, mereka menemukan barang-barang (penukar) mereka dikembalikan kepada mereka. Mereka berkata, "Wahai ayah kami! Apalagi yang kita inginkan. Ini barang-barang kita dikembalikan kepada kita, dan kita akan dapat memberi makan keluarga kita, dan kami akan memelihara saudara kami, dan kita akan mendapat tambahan jatah (gandum) seberat beban seekor unta. Itu suatu hal yang mudah (bagi raja Mesir)."
قَالَ لَنْ أُرْسِلَهُ
Qala lan orsilahu maAAakum hattatu/tooni mawthiqan mina Allahi lata/tunnanee bihi illaan yuhata bikum falamma atawhu mawthiqahum qalaAllahu AAala ma naqoolu wakeel
Dia (Yakub) berkata, "Aku tidak akan melepaskannya (pergi) bersama kamu, sebelum kamu bersumpah kepadaku atas (nama) Allah, bahwa kamu pasti akan membawanya kepadaku kembali, kecuali jika kamu dikepung (musuh)." Setelah mereka mengucapkan sumpah, dia (Yakub) berkata, "Allah adalah saksi terhadap apa yang kita ucapkan."
وَقَالَ يَ
Waqala ya baniyya latadkhuloo min babin wahidin wadkhuloo minabwabin mutafarriqatin wama oghnee AAankum mina Allahimin shay-in ini alhukmu illa lillahiAAalayhi tawakkaltu waAAalayhi falyatawakkali almutawakkiloon
Dan dia (Yakub) berkata, "Wahai anak-anakku! Janganlah kamu masuk dari satu pintu gerbang, dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berbeda; namun demikian aku tidak dapat mempertahankan kamu sedikit pun dari (takdir) Allah. Keputusan itu hanyalah bagi Allah. Kepada-Nya aku bertawakal dan kepada-Nya pula bertawakallah orang-orang yang bertawakal."
وَلَ
Walamma dakhaloo min haythuamarahum aboohum ma kana yughnee AAanhum mina Allahimin shay-in illa hajatan fee nafsi yaAAqooba qadahawa-innahu lathoo AAilmin lima AAallamnahuwalakinna akthara annasi layaAAlamoon
Dan ketika mereka masuk sesuai dengan perintah ayah mereka, (masuknya mereka itu) tidak dapat menolak sedikit pun keputusan Allah, (tetapi itu) hanya suatu keinginan pada diri Yakub yang telah ditetapkannya. Dan sesungguhnya dia mempunyai pengetahuan, karena Kami telah mengajarkan kepadanya. Tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
وَلَ
Walamma dakhaloo AAala yoosufaawa ilayhi akhahu qala innee anaakhooka fala tabta-is bima kanoo yaAAmaloon
Dan ketika mereka masuk ke (tempat) Yusuf, dia menempatkan saudaranya (Bunyamin) di tempatnya, dia (Yusuf) berkata, "Sesungguhnya aku adalah saudaramu, jangan engkau bersedih hati atas apa yang telah mereka kerjakan."
فَلَ
Falamma jahhazahum bijahazihimjaAAala assiqayata fee rahli akheehi thummaaththana mu-aththinun ayyatuha alAAeeruinnakum lasariqoon
Maka ketika telah disiapkan bahan makanan untuk mereka, dia (Yusuf) memasukkan piala1 ke dalam karung saudaranya. Kemudian berteriaklah seseorang yang menyerukan, "Wahai kafilah! Sesungguhnya kamu pasti pencuri."
قَالُو
Qaloo waaqbaloo AAalayhim mathatafqidoon
Mereka bertanya, sambil menghadap kepada mereka (yang menuduh), " Kamu kehilangan apa?"
قَالُو
Qaloo nafqidu suwaAAaalmaliki waliman jaa bihi himlu baAAeerin waanabihi zaAAeem
Mereka menjawab, "Kami kehilangan piala raja, dan siapa yang dapat mengembalikannya akan memperoleh (bahan makanan seberat) beban unta, dan aku jamin itu."
قَالُو
Qaloo tallahi laqadAAalimtum ma ji/na linufsida fee al-ardi wamakunna sariqeen
Mereka (saudara-saudara Yusuf) menjawab, "Demi Allah, sungguh, kamu mengetahui bahwa kami datang bukan untuk berbuat kerusakan di negeri ini dan kami bukanlah para pencuri."
قَالُو
Qaloo fama jazaohu inkuntum kathibeen
Mereka berkata, "Tetapi apa hukumannya jika kamu dusta?"
قَالُو
Qaloo jazaohu man wujida feerahlihi fahuwa jazaohu kathalika najzee aththalimeen
Mereka menjawab, "Hukumannya ialah pada siapa yang ditemukan dalam karungnya (barang yang hilang itu), maka dia sendirilah yang menerima hukumannya.1 Demikianlah kami memberi hukuman kepada orang-orang zalim."
فَبَدَأَ بِأَوْعِيَتِهِمْ قَ
Fabadaa bi-awAAiyatihim qabla wiAAa-iakheehi thumma istakhrajaha min wiAAa-i akheehi kathalikakidna liyoosufa ma kana liya/khuthaakhahu fee deeni almaliki illa an yashaa AllahunarfaAAu darajatin man nashao wafawqa kulli theeAAilmin AAaleem
Maka mulailah dia (memeriksa) karung-karung mereka sebelum (memeriksa) karung saudaranya sendiri, kemudian dia mengeluarkan (piala raja) itu dari karung saudaranya. Demikianlah Kami mengatur (rencana) untuk Yusuf. Dia tidak dapat menghukum saudaranya menurut undang-undang raja, kecuali Allah menghendakinya. Kami angkat derajat orang yang Kami kehendaki; dan di atas setiap orang yang berpengetahuan ada yang lebih mengetahui.
۞ قَال
Qaloo in yasriq faqad saraqa akhunlahu min qablu faasarraha yoosufu fee nafsihi walam yubdihalahum qala antum sharrun makanan wallahuaAAlamu bima tasifoon
Mereka berkata, "Jika dia mencuri, maka sungguh sebelum itu saudaranya pun pernah pula mencuri." Maka Yusuf menyembunyikan (kejengkelan) dalam hatinya dan tidak ditampakkannya kepada mereka. Dia berkata (dalam hatinya), "Kedudukanmu justru lebih buruk. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu terangkan."
قَالُو
Qaloo ya ayyuhaalAAazeezu inna lahu aban shaykhan kabeeran fakhuth ahadanamakanahu inna naraka mina almuhsineen
Mereka berkata, "Wahai Al-Aziz! Dia mempunyai ayah yang sudah lanjut usia, karena itu ambillah salah seorang di antara kami sebagai gantinya, sesungguhnya kami melihat engkau termasuk orang-orang yang berbuat baik."
قَالَ مَعَاذَ
Qala maAAatha Allahi anna/khutha illa man wajadna mataAAanaAAindahu inna ithan lathalimoon
Dia (Yusuf) berkata, "Aku memohon perlindungan kepada Allah dari menahan (seseorang), kecuali orang yang kami temukan harta kami padanya, jika kami (berbuat) demikian, berarti kami orang yang zalim."
فَلَ
Falamma istay-asoo minhu khalasoonajiyyan qala kabeeruhum alam taAAlamoo anna abakumqad akhatha AAalaykum mawthiqan mina Allahi waminqablu ma farrattum fee yoosufa falan abrahaal-arda hatta ya/thana lee abee aw yahkumaAllahu lee wahuwa khayru alhakimeen
Maka ketika mereka berputus asa darinya (putusan Yusuf) mereka menyendiri (sambil berunding) dengan berbisik-bisik. Yang tertua di antara mereka berkata, "Tidakkah kamu ketahui bahwa ayahmu telah mengambil janji dari kamu dengan (nama) Allah dan sebelum itu kamu telah menyia-nyiakan Yusuf? Sebab itu aku tidak akan meninggalkan negeri ini (Mesir), sampai ayahku mengizinkan (untuk kembali), atau Allah memberi keputusan terhadapku. Dan Dia adalah hakim yang terbaik."
ٱرْجِع
IrjiAAoo ila abeekum faqooloo yaabana inna ibnaka saraqa wama shahidnailla bima AAalimna wama kunnalilghaybi hafitheen
Kembalilah kepada ayahmu dan katakanlah, "Wahai ayah kami! Sesungguhnya anakmu telah mencuri dan kami hanya menyaksikan apa yang kami ketahui dan kami tidak mengetahui apa yang dibalik itu.
وَسْــَٔلِ
Was-ali alqaryata allatee kunnafeeha walAAeera allatee aqbalna feehawa-inna lasadiqoon
Dan tanyalah (penduduk) negeri tempat kami berada, dan kafilah yang datang bersama kami. Dan kami adalah orang yang benar."
قَالَ بَلْ سَوَّلَتْ لَكُمْ أَ
Qala bal sawwalat lakum anfusukumamran fasabrun jameelun AAasa Allahu anya/tiyanee bihim jameeAAan innahu huwa alAAaleemu alhakeem
Dia (Yakub) berkata, "Sebenarnya hanya dirimu sendiri yang memandang baik urusan (yang buruk) itu. Maka (kesabaranku) adalah kesabaran yang baik. Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku. Sungguh, Dialah Yang Maha Mengetahui, Mahabijaksana."
وَتَوَلَّىٰ عَنْهُمْ وَقَالَ يَ
Watawalla AAanhum waqala yaasafa AAala yoosufa wabyaddat AAaynahumina alhuzni fahuwa katheem
Dan dia (Yakub) berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata, "Aduhai dukacitaku terhadap Yusuf," dan kedua matanya menjadi putih karena sedih Dia diam menahan amarah (terhadap anak-anaknya).
قَالُو
Qaloo tallahi taftaotathkuru yoosufa hatta takoona haradanaw takoona mina alhalikeen
Mereka berkata, "Demi Allah, engkau tidak henti-hentinya mengingat Yusuf, sehingga engkau (mengidapkan penyakit) berat atau engkau termasuk orang-orang yang akan binasa."
قَالَ إِ
Qala innama ashkoo baththee wahuzneeila Allahi waaAAlamu mina Allahi ma lataAAlamoon
Dia (Yakub) menjawab, "Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku. Dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.
يَ
Ya baniyya ithhaboo fatahassasoomin yoosufa waakheehi wala tay-asoo min rawhi Allahiinnahu la yay-asu min rawhi Allahi illaalqawmu alkafiroon
Wahai anak-anakku! Pergilah kamu, carilah (berita) tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang yang kafir."
فَلَ
Falamma dakhaloo AAalayhi qalooya ayyuha alAAazeezu massana waahlanaaddurru waji/na bibidaAAatin muzjatinfaawfi lana alkayla watasaddaq AAalayna innaAllaha yajzee almutasaddiqeen
Maka ketika mereka masuk ke (tempat) Yusuf, mereka berkata, "Wahai Al-Aziz! Kami dan keluarga kami telah ditimpa kesengsaraan dan kami datang membawa barang-barang yang tidak berharga, maka penuhilah jatah (gandum) untuk kami, dan bersedekahlah kepada kami. Sesungguhnya Allah memberi balasan kepada orang yang bersedekah."
قَالَ هَلْ عَلِمْت
Qala hal AAalimtum mafaAAaltum biyoosufa waakheehi ith antum jahiloon
Dia (Yusuf) berkata, "Tahukah kamu (kejelekan) apa yang telah kamu perbuat terhadap Yusuf dan saudaranya karena kamu tidak menyadari (akibat) perbuatanmu itu?"
قَال
Qaloo a-innaka laanta yoosufa qalaana yoosufu wahatha akhee qad manna AllahuAAalayna innahu man yattaqi wayasbir fa-inna Allahala yudeeAAu ajra almuhsineen
Mereka berkata, "Apakah engkau benar-benar Yusuf?" Dia (Yusuf) menjawab, "Aku Yusuf dan ini saudaraku. Sungguh, Allah telah melimpahkan karunia-Nya kepada kami." Sesungguhnya barang siapa bertakwa dan bersabar, maka sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat baik."
قَالُو
Qaloo tallahi laqad atharakaAllahu AAalayna wa-in kunna lakhati-een
Mereka berkata, "Demi Allah, sungguh Allah telah melebihkan engkau di atas kami, dan sesungguhnya kami adalah orang yang bersalah (berdosa)."
قَالَ لَا تَثْرِيبَ عَلَيْكُمُ
Qala la tathreeba AAalaykumualyawma yaghfiru Allahu lakum wahuwa arhamu arrahimeen
Dia (Yusuf) berkata, "Pada hari ini tidak ada cercaan terhadap kamu, mudah-mudahan Allah mengampuni kamu. Dan Dia Maha Penyayang di antara para penyayang.
ٱذْهَبُو
Ithhaboo biqameesee hathafaalqoohu AAala wajhi abee ya/ti baseeran wa/tooneebi-ahlikum ajmaAAeen
Pergilah kamu dengan membawa bajuku ini, lalu usapkan ke wajah ayahku, nanti dia akan melihat kembali; dan bawalah seluruh keluargamu kepadaku."
وَلَ
Walamma fasalati alAAeeru qalaaboohum innee laajidu reeha yoosufa lawla antufannidoon
Dan ketika kafilah itu telah keluar (dari negeri Mesir), ayah mereka berkata, "Sesungguhnya aku mencium bau Yusuf, sekiranya kamu tidak menuduhku lemah akal (tentu kamu membenarkan aku)."
قَالُو
Qaloo tallahi innakalafee dalalika alqadeem
Mereka (keluarganya) berkata, "Demi Allah, sesungguhnya engkau masih dalam kekeliruanmu yang dahulu."
فَلَ
Falamma an jaa albasheeru alqahuAAala wajhihi fartadda baseeran qalaalam aqul lakum innee aAAlamu mina Allahi ma lataAAlamoon
Maka ketika telah tiba pembawa kabar gembira itu, maka diusapkannya (baju itu) ke wajahnya (Yakub), lalu dia dapat melihat kembali. Dia (Yakub) berkata, "Bukankah telah aku katakan kepadamu, bahwa aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui."
قَالُو
Qaloo ya abanaistaghfir lana thunoobana inna kunnakhati-een
Mereka berkata, "Wahai ayah kami! Mohonkanlah ampunan untuk kami atas dosa-dosa kami, sesungguhnya kami adalah orang yang bersalah (berdosa)."
قَالَ سَوْفَ أَسْتَغْفِرُ لَكُمْ رَبّ
Qala sawfa astaghfiru lakum rabbeeinnahu huwa alghafooru arraheem
Dia (Yakub) berkata, "Aku akan memohonkan ampunan bagimu kepada Tuhanku. Sungguh, Dia Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang."
فَلَ
Falamma dakhaloo AAala yoosufaawa ilayhi abawayhi waqala odkhuloo misrain shaa Allahu amineen
Maka ketika mereka masuk ke (tempat) Yusuf, dia merangkul (dan menyiapkan tempat untuk) kedua orang tuanya seraya berkata, "Masuklah kamu ke negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman."
وَرَفَعَ أَبَوَيْهِ عَلَى
WarafaAAa abawayhi AAala alAAarshiwakharroo lahu sujjadan waqala ya abati hathata/weelu ru/yaya min qablu qad jaAAalaha rabbee haqqanwaqad ahsana bee ith akhrajanee mina assijniwajaa bikum mina albadwi min baAAdi an nazagha ashshaytanubaynee wabayna ikhwatee inna rabbee lateefun limayashao innahu huwa alAAaleemu alhakeem
Dan dia menaikkan kedua orang tuanya ke atas singgasana. Dan mereka (semua) tunduk bersujud kepadanya (Yusuf). Dan dia (Yusuf) berkata, "Wahai ayahku! Inilah takwil mimpiku yang dahulu. Dan sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya kenyataan. Sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari penjara dan ketika membawa kamu dari dusun, setelah setan merusak (hubungan) antara aku dengan saudara-saudaraku. Sungguh, Tuhanku Mahalembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Yang Maha Mengetahui, Mahabijaksana.
۞ رَبِّ قَ
Rabbi qad ataytanee mina almulkiwaAAallamtanee min ta/weeli al-ahadeethi fatira assamawatiwal-ardi anta waliyyee fee addunyawal-akhirati tawaffanee musliman waalhiqneebissaliheen
Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebagian kekuasaan dan telah mengajarkan kepadaku sebagian takwil mimpi. (Wahai Tuhan) pencipta langit dan bumi, Engkaulah pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan muslim dan gabungkanlah aku dengan orang yang saleh."
ذ
Thalika min anba-i alghaybinooheehi ilayka wama kunta ladayhim ithajmaAAoo amrahum wahum yamkuroon
Itulah sebagian berita gaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); padahal engkau tidak berada di samping mereka, ketika mereka bersepakat mengatur tipu muslihat (untuk memasukan Yusuf ke dalam sumur).
وَم
Wama aktharu annasiwalaw harasta bimu/mineen
Dan kebanyakan manusia tidak akan beriman walaupun engkau sangat menginginkannya.
وَمَا تَسْــَٔلُهُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَ
Wama tas-aluhum AAalayhi min ajrinin huwa illa thikrun lilAAalameen
Dan engkau tidak meminta imbalan apa pun kepada mereka (terhadap seruanmu ini), sebab (seruan) itu adalah pengajaran bagi seluruh alam.
وَكَأَيّ
Wakaayyin min ayatin fee assamawatiwal-ardi yamurroona AAalayha wahum AAanhamuAAridoon
Dan berapa banyak tanda-tanda (kebesaran Allah) di langit dan di bumi yang mereka lalui, namun mereka berpaling darinya.
وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُه
Wama yu/minu aktharuhum billahiilla wahum mushrikoon
Dan kebanyakan mereka tidak beriman kepada Allah, bahkan mereka mempersekutukan-Nya.
أَفَأَمِن
Afaaminoo an ta/tiyahum ghashiyatunmin AAathabi Allahi aw ta/tiyahumu assaAAatubaghtatan wahum la yashAAuroon
Apakah mereka merasa aman dari kedatangan siksa Allah yang meliputi mereka, atau kedatangan kiamat kepada mereka secara mendadak, sedangkan mereka tidak menyadarinya?
قُلْ هَ
Qul hathihi sabeelee adAAoo ilaAllahi AAala baseeratin ana wamaniittabaAAanee wasubhana Allahi wama anamina almushrikeen
Katakanlah (Muhammad), "Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan yakin, Mahasuci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang musyrik."
وَم
Wama arsalna min qablika illarijalan noohee ilayhim min ahli alquraafalam yaseeroo fee al-ardi fayanthurookayfa kana AAaqibatu allatheena min qablihimwaladaru al-akhirati khayrun lillatheenaittaqaw afala taAAqiloon
Dan Kami tidak mengutus sebelummu (Muhammad), melainkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya di antara penduduk negeri. Tidakkah mereka bepergian di bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul). Dan sungguh, negeri akhirat itu lebih baik bagi orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?
حَتَّ
Hatta itha istay-asa arrusuluwathannoo annahum qad kuthiboo jaahumnasruna fanujjiya man nashao walayuraddu ba/suna AAani alqawmi almujrimeen
Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan kaumnya) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada mereka (para rasul) itu pertolongan Kami, lalu diselamatkan orang yang Kami kehendaki. Dan siksa Kami tidak dapat ditolak dari orang yang berdosa.
لَقَ
Laqad kana fee qasasihimAAibratun li-olee al-albabi ma kana hadeethanyuftara walakin tasdeeqa allatheebayna yadayhi watafseela kulli shay-in wahudan warahmatanliqawmin yu/minoon
Sungguh, pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang yang mempunyai akal. (Alquran) itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya, menjelaskan segala sesuatu, dan (sebagai) petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
ا
Alif-lam-meem-ra tilka ayatualkitabi wallathee onzila ilayka minrabbika alhaqqu walakinna akthara annasila yu/minoon
Alif Lām Mīm Rā`. Ini adalah ayat-ayat Kitab (Alquran). Dan (Kitab) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu itu adalah benar; tetapi kebanyakan manusia tidak beriman (kepadanya).
ٱللَّهُ
Allahu allathee rafaAAa assamawatibighayri AAamadin tarawnaha thumma istawa AAalaalAAarshi wasakhkhara ashshamsa walqamara kullunyajree li-ajalin musamman yudabbiru al-amra yufassilu al-ayatilaAAallakum biliqa-i rabbikum tooqinoon
Allah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy. Dia menundukkan matahari dan bulan; masing-masing beredar menurut waktu yang telah ditentukan. Dia mengatur urusan (makhluk-Nya), dan menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), agar kamu yakin akan pertemuan dengan Tuhanmu.
وَهُوَ
Wahuwa allathee madda al-ardawajaAAala feeha rawasiya waanharan waminkulli aththamarati jaAAala feeha zawjayniithnayni yughshee allayla annahara inna fee thalikalaayatin liqawmin yatafakkaroon
Dan Dia yang menghamparkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai di atasnya. Dan padanya Dia menjadikan semua buah-buahan berpasang-pasangan; Dia menutupkan malam kepada siang. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berpikir.
وَفِى
Wafee al-ardi qitaAAun mutajawiratunwajannatun min aAAnabin wazarAAun wanakheelun sinwanunwaghayru sinwanin yusqa bima-in wahidinwanufaddilu baAAdaha AAala baAAdinfee alokuli inna fee thalika laayatinliqawmin yaAAqiloon
Dan di bumi terdapat bagian-bagian yang berdampingan, kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman, pohon kurma yang bercabang, dan yang tidak bercabang; disirami dengan air yang sama, tetapi Kami lebihkan tanaman yang satu dari yang lainnya dalam hal rasanya. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berakal.
۞ وَإِ
Wa-in taAAjab faAAajabun qawluhum a-ithakunna turaban a-inna lafee khalqin jadeedinola-ika allatheena kafaroo birabbihim waola-ikaal-aghlalu fee aAAnaqihim waola-ika as-habuannari hum feeha khalidoon
Dan jika engkau merasa heran, maka yang mengherankan adalah ucapan mereka, " Apabila kami telah menjadi tanah, apakah kami akan (dikembalikan) menjadi makhluk yang baru?" Mereka itulah yang ingkar kepada Tuhannya; dan mereka itulah (yang dilekatkan) belenggu di lehernya. Mereka adalah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.
وَيَسْتَعْجِلُونَكَ بِ
WayastaAAjiloonaka bissayyi-atiqabla alhasanati waqad khalat min qablihimu almathulatuwa-inna rabbaka lathoo maghfiratin linnasiAAala thulmihim wa-inna rabbaka lashadeedualAAiqab
Dan mereka meminta kepadamu agar dipercepat (datangnya) siksaan, sebelum (mereka meminta) kebaikan, padahal telah terjadi bermacam-macam contoh siksaan sebelum mereka. Sungguh, Tuhanmu benar-benar memiliki ampunan bagi manusia atas kezaliman mereka, dan sungguh, Tuhanmu sangat keras siksaan-Nya.
وَيَقُولُ
Wayaqoolu allatheena kafaroo lawlaonzila AAalayhi ayatun min rabbihi innama anta munthirunwalikulli qawmin had
Dan orang-orang kafir berkata, "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu tanda (mukjizat) dari Tuhannya?" Sesungguhnya engkau hanyalah seorang pemberi peringatan; dan bagi setiap kaum ada orang yang memberi petunjuk.
ٱللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَحْمِلُ كُلُّ أُ
Allahu yaAAlamu ma tahmilukullu ontha wama tagheedu al-arhamuwama tazdadu wakullu shay-in AAindahu bimiqdar
Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan, apa yang kurang sempurna dan apa yang bertambah dalam rahim. Dan segala sesuatu ada ukuran di sisi-Nya.
عَ
AAalimu alghaybi washshahadatialkabeeru almutaAAal
(Allah) Yang mengetahui semua yang gaib dan yang nyata; Yang Mahabesar, Mahatinggi.
سَو
Sawaon minkum man asarra alqawlawaman jahara bihi waman huwa mustakhfin billayli wasaribunbinnahar
Sama saja (bagi Allah), siapa di antaramu yang merahasiakan ucapannya dan siapa yang berterus terang dengannya; dan siapa yang bersembunyi pada malam hari dan yang berjalan pada siang hari.
لَهُ
Lahu muAAaqqibatun min bayni yadayhiwamin khalfihi yahfathoonahu min amri Allahiinna Allaha la yughayyiru ma biqawmin hattayughayyiroo ma bi-anfusihim wa-itha aradaAllahu biqawmin soo-an fala maradda lahu wamalahum min doonihi min wal
Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
هُوَ
Huwa allathee yureekumu albarqakhawfan watamaAAan wayunshi-o assahaba aththiqal
Dialah yang memperlihatkan kilat kepadamu yang menimbulkan ketakutan dan harapan, dan Dia menjadikan awan mendung.
وَيُسَبِّحُ
Wayusabbihu arraAAdu bihamdihiwalmala-ikatu min kheefatihi wayursilu assawaAAiqafayuseebu biha man yashao wahum yujadiloonafee Allahi wahuwa shadeedu almihal
Dan guruh bertasbih memuji-Nya, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, sementara mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dia Mahakeras siksaan-Nya.
لَهُ
Lahu daAAwatu alhaqqi wallatheenayadAAoona min doonihi la yastajeeboona lahum bishay-in illakabasiti kaffayhi ila alma-iliyablugha fahu wama huwa bibalighihi wamaduAAao alkafireena illa fee dalal
Hanya kepada Allah doa yang benar. Berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat mengabulkan apa pun bagi mereka, tidak ubahnya seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air agar (air) sampai ke mulutnya. Padahal air itu tidak akan sampai ke mulutnya. Dan doa orang-orang kafir itu, hanyalah sia-sia belaka.
وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَ
Walillahi yasjudu man fee assamawatiwal-ardi tawAAan wakarhan wathilaluhumbilghuduwwi wal-asal
Dan semua sujud kepada Allah baik yang di langit maupun yang di bumi, baik dengan kemauan sendiri maupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayang mereka, pada waktu pagi dan petang hari.
قُلْ م
Qul man rabbu assamawatiwal-ardi quli Allahu qul afattakhathtummin doonihi awliyaa la yamlikoona li-anfusihimnafAAan wala darran qul hal yastawee al-aAAmawalbaseeru am hal tastawee aththulumatuwannooru am jaAAaloo lillahi shurakaakhalaqoo kakhalqihi fatashabaha alkhalqu AAalayhim quliAllahu khaliqu kulli shay-in wahuwa alwahidualqahhar
Katakanlah (Muhammad), "Siapakah Tuhan langit dan bumi?" katakanlah, "Allah." Katakanlah, "Pantaskah kamu mengambil pelindung-pelindung selain Allah, padahal mereka tidak kuasa mendatangkan manfaat maupun menolak mudarat bagi dirinya sendiri?" Katakanlah, "Samakah orang yang buta dengan yang dapat melihat? Atau samakah yang gelap dengan yang terang? Apakah mereka menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?" Katakanlah, "Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia Tuhan Yang Maha Esa, Mahaperkasa."
أَ
Anzala mina assama-i maanfasalat awdiyatun biqadariha fahtamalaassaylu zabadan rabiyan wamimma yooqidoonaAAalayhi fee annari ibtighaa hilyatinaw mataAAin zabadun mithluhu kathalika yadribuAllahu alhaqqa walbatila faammaazzabadu fayathhabu jufaan waamma mayanfaAAu annasa fayamkuthu fee al-ardi kathalikayadribu Allahu al-amthal
Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah ia (air) di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti (buih arus) itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (tentang) yang benar dan yang batil. Adapun buih, akan hilang sebagai sesuatu yang tidak ada gunanya; tetapi yang bermanfaat bagi manusia, akan tetap ada di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan.
لِلَّذِينَ
Lillatheena istajaboolirabbihimu alhusna wallatheena lamyastajeeboo lahu law anna lahum ma fee al-ardijameeAAan wamithlahu maAAahu laftadaw bihi ola-ikalahum soo-o alhisabi wama/wahum jahannamuwabi/sa almihad
Bagi orang-orang yang memenuhi seruan Tuhan, mereka (disediakan) balasan yang baik. Dan orang-orang yang tidak memenuhi seruan-Nya, sekiranya mereka memiliki semua yang ada di bumi dan (ditambah) sebanyak itu lagi, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan itu. Orang-orang itu mendapat hisab (perhitungan) yang buruk dan tempat kediaman mereka Jahanam, dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman.
۞ أَفَم
Afaman yaAAlamu annama onzila ilaykamin rabbika alhaqqu kaman huwa aAAma innamayatathakkaru oloo al-albab
Maka apakah orang yang mengetahui bahwa apa yang diturunkan Tuhan kepadamu adalah kebenaran, sama dengan orang yang buta? Hanya orang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran,
ٱلَّذِينَ يُوفُونَ بِعَهْدِ
Allatheena yoofoona biAAahdi Allahiwala yanqudoona almeethaq
(yaitu) orang yang memenuhi janji Allah dan tidak melanggar perjanjian,
وَ
Wallatheena yasiloonama amara Allahu bihi an yoosala wayakhshawnarabbahum wayakhafoona soo-a alhisab
dan orang-orang yang menghubungkan apa yang diperintahkan Allah agar dihubungkan,1 dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk.
وَ
Wallatheena sabarooibtighaa wajhi rabbihim waaqamoo assalatawaanfaqoo mimma razaqnahum sirran waAAalaniyatanwayadraoona bilhasanati assayyi-ata ola-ikalahum AAuqba addar
Dan orang yang sabar karena mengharap keridaan Tuhannya, melaksanakan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik),
جَ
Jannatu AAadnin yadkhuloonahawaman salaha min aba-ihim waazwajihimwathurriyyatihim walmala-ikatuyadkhuloona AAalayhim min kulli bab
(yaitu) surga-surga 'Ādn, mereka masuk ke dalamnya bersama dengan orang yang saleh dari nenek moyangnya, pasangan-pasangannya dan anak cucunya, sedangkan para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu;
سَلَ
Salamun AAalaykum bima sabartumfaniAAma AAuqba addar
(sambil mengucapkan), "Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu." Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu.
وَ
Wallatheena yanqudoonaAAahda Allahi min baAAdi meethaqihi wayaqtaAAoonama amara Allahu bihi an yoosala wayufsidoonafee al-ardi ola-ika lahumu allaAAnatu walahum soo-oaddar
Dan orang-orang yang melanggar janji Allah setelah diikrarkannya, dan memutuskan apa yang Allah perintahkan agar disambung dan berbuat kerusakan di bumi; mereka itu memperoleh kutukan dan tempat kediaman yang buruk (Jahanam).
ٱللَّهُ يَ
Allahu yabsutu arrizqaliman yashao wayaqdiru wafarihoo bilhayatiaddunya wama alhayatu addunyafee al-akhirati illa mataAA
Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki). Mereka bergembira dengan kehidupan dunia, padahal kehidupan dunia hanyalah kesenangan (yang sedikit) dibanding kehidupan akhirat.
وَيَقُولُ
Wayaqoolu allatheena kafaroo lawlaonzila AAalayhi ayatun min rabbihi qul inna Allahayudillu man yashao wayahdee ilayhi man anab
Dan orang-orang kafir berkata, "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) tanda (mukjizat) dari Tuhannya?" Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya Allah menyesatkan1 siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk orang yang bertobat kepada-Nya,"
ٱلَّذِينَ ءَامَنُو
Allatheena amanoo watatma-innuquloobuhum bithikri Allahi ala bithikriAllahi tatma-innu alquloob
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.
ٱلَّذِينَ ءَامَنُو
Allatheena amanoo waAAamiloo assalihatitooba lahum wahusnu maab
Orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka mendapat kebahagiaan dan tempat kembali yang baik.
كَذ
Kathalika arsalnaka feeommatin qad khalat min qabliha omamun litatluwa AAalayhimuallathee awhayna ilayka wahum yakfuroona birrahmaniqul huwa rabbee la ilaha illa huwa AAalayhitawakkaltu wa-ilayhi matab
Demikianlah, Kami telah mengutus engkau (Muhammad) kepada suatu umat yang sungguh sebelumnya telah berlalu beberapa umat, agar engkau bacakan kepada mereka (Alquran) yang Kami wahyukan kepadamu, padahal mereka ingkar kepada Tuhan Yang Maha Pengasih. Katakanlah, "Dia Tuhanku, tidak ada tuhan selain Dia; hanya kepada-Nya aku bertawakal dan hanya kepada-Nya aku bertobat."
وَلَوْ أَ
Walaw anna qur-anan suyyirat bihialjibalu aw quttiAAat bihi al-ardu awkullima bihi almawta bal lillahi al-amru jameeAAanafalam yay-asi allatheena amanoo an law yashaoAllahu lahada annasa jameeAAan walayazalu allatheena kafaroo tuseebuhum bimasanaAAoo qariAAatun aw tahullu qareeban mindarihim hatta ya/tiya waAAdu Allahiinna Allaha la yukhlifu almeeAAad
Dan sekiranya ada suatu bacaan (Kitab Suci) yang dengan itu gunung-gunung dapat digoncangkan, atau bumi jadi terbelah, atau orang yang sudah mati dapat berbicara, (itulah Alquran). Sebenarnya segala urusan itu milik Allah. Maka tidakkah orang-orang yang beriman mengetahui bahwa sekiranya Allah menghendaki (semua manusia beriman), tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya. Dan orang-orang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka, sampai datang janji Allah (penaklukan Mekkah). Sungguh, Allah tidak menyalahi janji.
وَلَقَدِ
Walaqadi istuhzi-a birusulin min qablikafaamlaytu lillatheena kafaroo thumma akhathtuhumfakayfa kana AAiqab
Dan sesungguhnya beberapa rasul sebelum engkau (Muhammad) telah diperolok-olokan, maka Aku beri tenggang waktu kepada orang-orang kafir itu, kemudian Aku binasakan mereka. Maka alangkah hebatnya siksaan-Ku itu!
أَفَمَنْ هُوَ ق
Afaman huwa qa-imun AAalakulli nafsin bima kasabat wajaAAaloo lillahi shurakaaqul sammoohum am tunabbi-oonahu bima la yaAAlamufee al-ardi am bithahirin minaalqawli bal zuyyina lillatheena kafaroo makruhum wasuddooAAani assabeeli waman yudlili Allahu famalahu min had
Maka apakah Tuhan yang menjaga setiap jiwa terhadap apa yang diperbuatnya (sama dengan yang lain)? Mereka menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah. Katakanlah, "Sebutkanlah sifat-sifat mereka itu!" Atau apakah kamu hendak memberitahukan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya di bumi, atau (mengatakan tentang hal itu) sekedar perkataan pada lahirnya saja. Sebenarnya bagi orang kafir, tipu daya mereka itu dijadikan terasa indah, dan mereka dihalangi dari jalan (yang benar). Dan barang siapa disesatkan Allah, maka tidak ada seorang pun yang memberi petunjuk baginya.
لَّهُمْ عَذَا
Lahum AAathabun fee alhayatiaddunya walaAAathabu al-akhiratiashaqqu wama lahum mina Allahi min waq
Mereka mendapat siksaan dalam kehidupan dunia, dan azab akhirat pasti lebih keras. Tidak ada seorang pun yang melindungi mereka dari (azab) Allah.
۞ مَّثَلُ
Mathalu aljannati allatee wuAAidaalmuttaqoona tajree min tahtiha al-anharuokuluha da-imun wathilluhatilka AAuqba allatheena ittaqaw waAAuqba alkafireenaannar
Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang yang bertakwa (ialah seperti taman), mengalir di bawahnya sungai-sungai; senantiasa berbuah dan teduh. Itulah tempat kesudahan bagi orang yang bertakwa; sedangkan tempat kesudahan bagi orang yang ingkar kepada Tuhan ialah neraka.
وَ
Wallatheena ataynahumualkitaba yafrahoona bima onzila ilaykawamina al-ahzabi man yunkiru baAAdahu qulinnama omirtu an aAAbuda Allaha wala oshrikabihi ilayhi adAAoo wa-ilayhi maab
Dan orang yang telah Kami berikan kitab kepada mereka1 bergembira dengan apa (Kitab) yang diturunkan kepadamu (Muhammad), dan ada di antara golongan (Yahudi dan Nasrani), yang mengingkari sebagiannya. Katakanlah, "Aku hanya diperintah untuk menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya. Hanya kepada-Nya aku seru (manusia) dan hanya kepada-Nya aku kembali."
وَكَذ
Wakathalika anzalnahu hukmanAAarabiyyan wala-ini ittabaAAta ahwaahum baAAda majaaka mina alAAilmi ma laka mina Allahi minwaliyyin wala waq
Dan demikianlah Kami telah menurunkannya (Alquran) sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. Sekiranya engkau mengikuti keinginan mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka tidak ada yang melindungi dan yang menolong engkau dari (siksaan) Allah.
وَلَقَ
Walaqad arsalna rusulan min qablikawajaAAalna lahum azwajan wathurriyyatan wamakana lirasoolin an ya/tiya bi-ayatin illabi-ithni Allahi likulli ajalin kitab
Dan sungguh, Kami telah mengutus beberapa rasul sebelum engkau (Muhammad) dan Kami berikan kepada mereka istri-istri dan keturunan. Tidak ada hak bagi seorang rasul mendatangkan sesuatu bukti (mukjizat) melainkan dengan izin Allah. Untuk setiap masa ada Kitab (tertentu).1
يَمْحُو
Yamhoo Allahu ma yashaowayuthbitu waAAindahu ommu alkitab
Allah menghapus dan menetapkan apa yang Dia kehendaki. Dan di sisi-Nya terdapat Ummul-Kitāb (Lauḥ Maḥfūẓ).
وَإ
Wa-in ma nuriyannaka baAAdaallathee naAAiduhum aw natawaffayannaka fa-innamaAAalayka albalaghu waAAalayna alhisab
Dan sungguh jika Kami perlihatkan kepadamu (Muhammad) sebagian (siksaan) yang Kami ancamkan kepada mereka atau Kami wafatkan engkau, maka sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, dan Kamilah yang memperhitungkan (amal mereka).
أَوَلَمْ يَرَوْ
Awa lam yaraw anna na/tee al-ardananqusuha min atrafiha wallahuyahkumu la muAAaqqiba lihukmihi wahuwasareeAAu alhisab
Dan apakah mereka tidak melihat bahwa Kami mendatangi daerah-daerah (orang yang ingkar kepada Allah), lalu Kami kurangi (daerah-daerah) itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya? Dan Allah menetapkan hukum (menurut kehendak-Nya), tidak ada yang dapat menolak ketetapan-Nya; Dia Mahacepat perhitungan-Nya.
وَقَ
Waqad makara allatheena min qablihimfalillahi almakru jameeAAan yaAAlamu ma taksibukullu nafsin wasayaAAlamu alkuffaru liman AAuqba addar
Dan sungguh orang sebelum mereka (kafir Mekkah) telah mengadakan tipu daya, tetapi semua tipu daya itu dalam kekuasaan Allah. Dia mengetahui apa yang diusahakan oleh setiap orang, dan orang yang ingkar kepada Tuhan akan mengetahui untuk siapa tempat kesudahan (yang baik).
وَيَقُولُ
Wayaqoolu allatheena kafaroo lastamursalan qul kafa billahi shaheedan bayneewabaynakum waman AAindahu AAilmu alkitab
Dan orang-orang kafir berkata, "Engkau (Muhammad) bukanlah seorang Rasul." Katakanlah, "Cukuplah Allah dan orang yang menguasai ilmu Al-Kitab1 menjadi saksi antara aku dan kamu."
ا
Alif-lam-ra kitabunanzalnahu ilayka litukhrija annasa mina aththulumatiila annoori bi-ithni rabbihim ila siratialAAazeezi alhameed
Alif Lām Rā`. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu (Muhammad) agar engkau mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya terang-benderang dengan izin Tuhan, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Mahaperkasa, Maha Terpuji.
ٱللَّهِ
Allahi allathee lahu mafee assamawati wama fee al-ardiwawaylun lilkafireena min AAathabin shadeed
Allah yang memiliki apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Celakalah bagi orang yang ingkar kepada Tuhan karena siksaan yang sangat berat,
ٱلَّذِينَ يَسْتَحِبُّونَ
Allatheena yastahibboona alhayataaddunya AAala al-akhirati wayasuddoonaAAan sabeeli Allahi wayabghoonaha AAiwajan ola-ikafee dalalin baAAeed
(yaitu) orang yang lebih menyukai kehidupan dunia daripada (kehidupan) akhirat, dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan (jalan yang) bengkok. Mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh.
وَم
Wama arsalna min rasoolin illabilisani qawmihi liyubayyina lahum fayudillu Allahuman yashao wayahdee man yashao wahuwa alAAazeezu alhakeem
Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun, melainkan dengan bahasa kaumnya,1 agar dia dapat memberi penjelasan kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dia Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
وَلَقَ
Walaqad arsalna moosa bi-ayatinaan akhrij qawmaka mina aththulumatiila annoori wathakkirhum bi-ayyamiAllahi inna fee thalika laayatinlikulli sabbarin shakoor
Dan sungguh, Kami telah mengutus Musa dengan membawa tanda-tanda (kekuasaan) Kami, (dan Kami perintahkan kepadanya), "Keluarkanlah kaummu dari kegelapan kepada cahaya terang-benderang dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah."1 Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap orang penyabar dan banyak bersyukur.
وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ
Wa-ith qala moosaliqawmihi othkuroo niAAmata Allahi AAalaykum ithanjakum min ali firAAawna yasoomoonakum soo-a alAAathabiwayuthabbihoona abnaakum wayastahyoonanisaakum wafee thalikum balaon min rabbikumAAatheem
Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, "Ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia menyelamatkan kamu dari pengikut-pengikut Fir'aun; mereka menyiksa kamu dengan siksa yang pedih, dan menyembelih anak-anakmu yang laki-laki, dan membiarkan hidup anak-anak perempuanmu; pada yang demikian itu terdapat suatu cobaan yang besar dari Tuhanmu."
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِ
Wa-ith taaththana rabbukumla-in shakartum laazeedannakum wala-in kafartum inna AAathabeelashadeed
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat."
وَقَالَ مُوسَ
Waqala moosa in takfuroo antumwaman fee al-ardi jameeAAan fa-inna Allahalaghaniyyun hameed
Dan Musa berkata, "Jika kamu dan orang yang ada di bumi semuanya mengingkari (nikmat Allah), maka sesungguhnya Allah Mahakaya, Maha Terpuji.
أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَبَؤُ
Alam ya/tikum nabao allatheena minqablikum qawmi noohin waAAadin wathamooda wallatheenamin baAAdihim la yaAAlamuhum illa Allahu jaat-humrusuluhum bilbayyinati faraddoo aydiyahum fee afwahihimwaqaloo inna kafarna bima orsiltumbihi wa-inna lafee shakkin mimma tadAAoonanailayhi mureeb
Apakah belum sampai kepadamu berita orang-orang sebelum kamu (yaitu) kaum Nuh, 'Ād, Samud dan orang-orang setelah mereka. Tidak ada yang mengetahui mereka selain Allah. Rasul-rasul telah datang kepada mereka membawa bukti-bukti (yang nyata), namun mereka menutupkan tangannya ke mulutnya (karena kebencian), dan berkata, "Sesungguhnya kami tidak percaya akan (bukti bahwa) kamu diutus (kepada kami), dan kami benar-benar dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap apa yang kamu serukan kepada kami."
۞ قَالَتْ رُسُلُهُمْ أَفِى
Qalat rusuluhum afee Allahishakkun fatiri assamawati wal-ardiyadAAookum liyaghfira lakum min thunoobikumwayu-akhkhirakum ila ajalin musamman qaloo in antumilla basharun mithluna tureedoona an tasuddoonaAAamma kana yaAAbudu abaonafa/toona bisultanin mubeen
Rasul-rasul mereka berkata, "Apakah ada keraguan terhadap Allah, Pencipta langit dan bumi? Dia menyeru kamu (untuk beriman) agar Dia mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkan (siksaan)mu sampai waktu yang ditentukan?" Mereka berkata, "Kamu hanyalah manusia seperti kami juga. Kamu ingin menghalangi kami (menyembah) apa yang dari dahulu disembah nenek moyang kami, karena itu datangkanlah kepada kami bukti yang nyata."
قَالَتْ لَهُمْ رُسُلُهُمْ إ
Qalat lahum rusuluhum in nahnuilla basharun mithlukum walakinna Allahayamunnu AAala man yashao min AAibadihi wamakana lana an na/tiyakum bisultanin illabi-ithni Allahi waAAala Allahifalyatawakkali almu/minoon
Rasul-rasul mereka berkata kepada mereka, "Kami hanyalah manusia seperti kamu, tetapi Allah memberi karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Tidak pantas bagi kami mendatangkan suatu bukti kepada kamu melainkan dengan izin Allah. Dan hanya kepada Allah saja hendaknya orang yang beriman itu bertawakal.
وَمَا لَن
Wama lana allanatawakkala AAala Allahi waqad hadanasubulana walanasbiranna AAala ma athaytumoonawaAAala Allahi falyatawakkali almutawakkiloon
Dan mengapa kami tidak akan bertawakal kepada Allah, sedangkan Dia telah menunjukkan jalan kepada kami, dan kami sungguh, akan tetap bersabar terhadap gangguan yang kamu lakukan kepada kami. Dan hanya kepada Allah saja orang yang bertawakal itu berserah diri."
وَقَالَ
Waqala allatheena kafaroolirusulihim lanukhrijannakum min ardina awlataAAoodunna fee millatina faawha ilayhim rabbuhumlanuhlikanna aththalimeen
Dan orang-orang kafir berkata kepada rasul-rasul mereka, "Kami pasti akan mengusir kamu dari negeri kami atau kamu benar-benar kembali kepada agama kami." Maka Tuhan mewahyukan kepada mereka, "Kami pasti akan membinasakan orang yang zalim itu.
وَلَنُسْكِنَ
Walanuskinannakumu al-arda minbaAAdihim thalika liman khafa maqamee wakhafawaAAeed
Dan Kami pasti akan menempatkan kamu di negeri-negeri itu setelah mereka. Yang demikian itu (adalah untuk) orang-orang yang takut (menghadap) ke hadirat-Ku dan takut akan ancaman-Ku."
وَ
Wastaftahoo wakhabakullu jabbarin AAaneed
Dan mereka memohon diberi kemenangan dan binasalah semua orang yang berlaku sewenang-wenang lagi keras kepala,
مّ
Min wara-ihi jahannamu wayusqamin ma-in sadeed
dihadapannya ada neraka Jahanam dan dia akan diberi minuman dengan air nanah,
يَتَجَرَّعُهُ
YatajarraAAuhu wala yakaduyuseeghuhu waya/teehi almawtu min kulli makanin wamahuwa bimayyitin wamin wara-ihi AAathabun ghaleeth
direguknya (air nanah itu) dan dia hampir tidak bisa menelannya dan datanglah (bahaya) maut kepadanya dari segenap penjuru, tetapi dia tidak juga mati; dan dihadapannya (masih ada) azab yang berat.
مَّثَلُ
Mathalu allatheena kafaroo birabbihimaAAmaluhum karamadin ishtaddat bihi arreehufee yawmin AAasifin la yaqdiroona mimmakasaboo AAala shay-in thalika huwa addalalualbaAAeed
Perumpamaan orang yang ingkar kepada Tuhannya, perbuatan mereka seperti abu yang ditiup oleh angin keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak kuasa (mendatangkan manfaat) sama sekali dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh.
أَلَمْ تَرَ أَ
Alam tara anna Allaha khalaqa assamawatiwal-arda bilhaqqi in yasha/ yuthhibkumwaya/ti bikhalqin jadeed
Tidakkah kamu memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan langit dan bumi dengan hak (benar)? Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu),
وَمَا ذ
Wama thalika AAala AllahibiAAazeez
dan yang demikian itu tidak sukar bagi Allah.
وَبَرَزُو
Wabarazoo lillahi jameeAAan faqalaadduAAafao lillatheena istakbarooinna kunna lakum tabaAAan fahal antum mughnoonaAAanna min AAathabi Allahi min shay-in qaloolaw hadana Allahu lahadaynakum sawaonAAalayna ajaziAAna am sabarna malana min mahees
Dan mereka semua (di padang Mahsyar) berkumpul untuk menghadap ke hadirat Allah, lalu orang yang lemah berkata kepada orang yang sombong, "Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan kami dari azab Allah (walaupun) sedikit saja?" Mereka menjawab, "Sekiranya Allah memberi petunjuk kepada kami, niscaya kami dapat memberi petunjuk kepadamu. Sama saja bagi kita, apakah kita mengeluh atau bersabar. Kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri."
وَقَالَ
Waqala ashshaytanulamma qudiya al-amru inna Allaha waAAadakumwaAAda alhaqqi wawaAAadtukum faakhlaftukum wama kanaliya AAalaykum min sultanin illa an daAAawtukum fastajabtumlee fala taloomoonee waloomoo anfusakum ma anabimusrikhikum wama antum bimusrikhiyya inneekafartu bima ashraktumooni min qablu inna aththalimeenalahum AAathabun aleem
Dan setan berkata ketika perkara (hisab) telah diselesaikan, "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku tidak dapat menolongmu, dan kamu pun tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu." Sungguh, orang yang zalim akan mendapat siksaan yang pedih.
وَأُ
Waodkhila allatheena amanoowaAAamiloo assalihati jannatintajree min tahtiha al-anharu khalideenafeeha bi-ithni rabbihim tahiyyatuhum feehasalam
Dan orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dimasukkan ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka. Ucapan penghormatan mereka dalam (surga) itu ialah salām.1
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ
Alam tara kayfa daraba Allahumathalan kalimatan tayyibatan kashajaratin tayyibatinasluha thabitun wafarAAuha fee assama/-
Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik1 seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit,
تُؤْت
Tu/tee okulaha kulla heeninbi-ithni rabbiha wayadribu Allahual-amthala linnasi laAAallahum yatathakkaroon
(pohon) itu menghasilkan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Tuhannya. Dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat.
وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَ
Wamathalu kalimatin khabeethatinkashajaratin khabeethatin ijtuththat min fawqi al-ardi malaha min qarar
Dan perumpamaan kalimat yang buruk1 seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun.
يُثَبِّتُ
Yuthabbitu Allahu allatheena amanoobilqawli aththabiti fee alhayatiaddunya wafee al-akhirati wayudilluAllahu aththalimeenawayafAAalu Allahu ma yasha/
Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh1 (dalam kehidupan) di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.
۞ أَلَمْ تَرَ إِلَى
Alam tara ila allatheenabaddaloo niAAmata Allahi kufran waahalloo qawmahumdara albawar
Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan ingkar kepada Allah dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan,
جَهَ
Jahannama yaslawnaha wabi/saalqarar
yaitu neraka Jahanam; mereka masuk ke dalamnya; dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman.
وَجَعَلُو
WajaAAaloo lillahi andadanliyudilloo AAan sabeelihi qul tamattaAAoo fa-inna maseerakumila annar
Dan mereka (orang kafir) itu telah menjadikan tandingan bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah (Muhammad), "Bersenang-senanglah kamu, karena sesungguhnya tempat kembalimu ke neraka."
قُل لِّعِبَادِىَ
Qul liAAibadiya allatheena amanooyuqeemoo assalata wayunfiqoo mimmarazaqnahum sirran waAAalaniyatan min qabli anya/tiya yawmun la bayAAun feehi wala khilal
Katakanlah (Muhammad) kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman, "Hendaklah mereka melaksanakan salat, menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan secara sembunyi atau terang-terangan sebelum datang hari, ketika tidak ada lagi jual beli dan persahabatan."
ٱللَّهُ
Allahu allathee khalaqa assamawatiwal-arda waanzala mina assama-i maanfaakhraja bihi mina aththamarati rizqan lakumwasakhkhara lakumu alfulka litajriya fee albahri bi-amrihiwasakhkhara lakumu al-anhar
Allah lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air (hujan) dari langit, kemudian dengan (air hujan) itu Dia mengeluarkan berbagai buah-buahan sebagai rezeki untukmu; dan Dia telah menundukkan kapal bagimu agar berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan sungai-sungai bagimu.
وَسَخَّرَ لَكُمُ
Wasakhkhara lakumu ashshamsa walqamarada-ibayni wasakhkhara lakumu allayla wannahar
Dan Dia telah menundukkan matahari dan bulan bagimu yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan malam dan siang bagimu.
وَءَاتَ
Waatakum min kulli masaaltumoohu wa-in taAAuddoo niAAmata Allahi la tuhsoohainna al-insana lathaloomun kaffar
Dan Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menghitungnya. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).
وَإِذْ قَالَ إِ
Wa-ith qala ibraheemurabbi ijAAal hatha albalada aminan wajnubneewabaniyya an naAAbuda al-asnam
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa, "Ya Tuhan, jadikanlah negeri ini (Mekkah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku agar tidak menyembah berhala.
رَبِّ إِ
Rabbi innahunna adlalna katheeranmina annasi faman tabiAAanee fa-innahu minneewaman AAasanee fa-innaka ghafoorun raheem
Ya Tuhan, berhala-berhala itu telah menyesatkan banyak manusia. Barangsiapa mengikutiku, maka orang itu termasuk golonganku, dan barangsiapa mendurhakaiku, maka Engkau Maha Pengampun, Maha Penyayang.
رَّبَّن
Rabbana innee askantu min thurriyyateebiwadin ghayri thee zarAAin AAinda baytika almuharramirabbana liyuqeemoo assalata fajAAalaf-idatan mina annasi tahwee ilayhim warzuqhummina aththamarati laAAallahum yashkuroon
Ya Tuhan, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan (yang demikian itu) agar mereka melaksanakan salat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.
رَبَّن
Rabbana innaka taAAlamu manukhfee wama nuAAlinu wama yakhfa AAalaAllahi min shay-in fee al-ardi wala fee assama/-
Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami tampakkan; dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit.
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ
Alhamdu lillahi allatheewahaba lee AAala alkibari ismaAAeela wa-ishaqainna rabbee lasameeAAu adduAAa/-
Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua(ku) Ismail dan Ishak. Sungguh, Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa.
رَبِّ
Rabbi ijAAalnee muqeema assalatiwamin thurriyyatee rabbana wtaqabbal duAAa/-
Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan salat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.
رَبَّنَا
Rabbana ighfir lee waliwalidayyawalilmu/mineena yawma yaqoomu alhisab
Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan semua orang yang beriman pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat)."
وَلَا تَحْسَبَ
Wala tahsabanna Allahaghafilan AAamma yaAAmalu aththalimoonainnama yu-akhkhiruhum liyawmin tashkhasu feehial-absar
Dan janganlah engkau mengira, bahwa Allah lengah dari apa yang diperbuat oleh orang yang zalim. Sesungguhnya Allah menangguhkan mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak,
مُهْطِعِينَ مُ
MuhtiAAeena muqniAAee ruoosihim layartaddu ilayhim tarfuhum waaf-idatuhum hawa/
mereka datang tergesa-gesa (memenuhi panggilan) dengan mengangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip dan hati mereka kosong.
وَأَ
Waanthiri annasa yawmaya/teehimu alAAathabu fayaqoolu allatheena thalamoorabbana akhkhirna ila ajalin qareebin nujibdaAAwataka wanattabiAAi arrusula awa lam takoonooaqsamtum min qablu ma lakum min zawal
Dan berikanlah peringatan (Muhammad) kepada manusia pada hari (ketika) azab datang kepada mereka, maka orang yang zalim berkata, "Ya Tuhan kami, berilah kami kesempatan (kembali ke dunia) walaupun sebentar, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul." (Kepada mereka dikatakan), "Bukankah dahulu (di dunia) kamu telah bersumpah bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa?
وَسَكَ
Wasakantum fee masakini allatheenathalamoo anfusahum watabayyana lakum kayfa faAAalnabihim wadarabna lakumu al-amthal
dan kamu telah tinggal di tempat orang yang menzalimi diri sendiri, dan telah nyata bagimu bagaimana Kami telah berbuat terhadap mereka dan telah Kami berikan kepadamu beberapa perumpamaan."
وَقَ
Waqad makaroo makrahum waAAinda Allahimakruhum wa-in kana makruhum litazoola minhu aljibal
Dan sungguh, mereka telah membuat tipu daya padahal Allah (mengetahui dan akan membalas) tipu daya mereka. Dan sesungguhnya tipu daya mereka tidak mampu melenyapkan gunung-gunung.1
فَلَا تَحْسَبَ
Fala tahsabanna Allahamukhlifa waAAdihi rusulahu inna Allaha AAazeezun thoointiqam
Maka karena itu, jangan sekali-kali kamu mengira bahwa Allah mengingkari janji-Nya kepada rasul-rasul-Nya! Sungguh, Allah Mahaperkasa dan mempunyai pembalasan.
يَوْمَ تُبَدَّلُ
Yawma tubaddalu al-ardu ghayra al-ardiwassamawatu wabarazoo lillahi alwahidialqahhar
(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka (manusia) berkumpul (di padang Mahsyar) menghadap Allah Yang Maha Esa, Mahaperkasa.
وَتَرَى
Watara almujrimeena yawma-ithinmuqarraneena fee al-asfad
Dan pada hari itu engkau akan melihat orang yang berdosa bersama-sama diikat dengan belenggu.
سَرَابِيلُه
Sarabeeluhum min qatraninwataghsha wujoohahumu annar
Pakaian mereka dari cairan aspal, dan wajah mereka ditutup oleh api neraka,
لِيَ
Liyajziya Allahu kulla nafsin makasabat inna Allaha sareeAAu alhisab
agar Allah memberi balasan kepada setiap orang atas apa yang dia usahakan. Sungguh, Allah Mahacepat perhitungan-Nya.
هَ
Hatha balaghun linnasiwaliyuntharoo bihi waliyaAAlamoo annama huwa ilahunwahidun waliyaththakkara oloo al-albab
Dan (Alquran) ini adalah penjelasan (yang sempurna) bagi manusia, agar mereka diberi peringatan dengannya, agar mereka mengetahui bahwa Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang yang berakal mengambil pelajaran.