۞ إِ
يَعْتَذِرُونَ إِلَيْكُمْ إِذَا رَجَعْتُمْ إِلَيْهِمْۚ قُل لَّا تَعْتَذِرُو
وَ
وَ
ٱ
وَعَلَى
يَ
ا
إِ
وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ ءَايَاتُنَا بَيِّنَ
وَإِذ
۞ لِّلَّذِينَ أَحْسَنُو
قُلْ هَلْ مِ
وَمِنْه
وَلَوْ أَ
أَل
۞ وَ
وَقَالَ فِرْعَوْنُ
قَالَ قَ
فَلَوْلَا كَانَتْ قَرْيَةٌ ءَامَنَتْ فَنَفَعَه
وَإ
ا
۞ إِ
Innama assabeelu AAalaallatheena yasta/thinoonaka wahum aghniyaoradoo bi-an yakoonoo maAAa alkhawalifi watabaAAaAllahu AAala quloobihim fahum la yaAAlamoon
Sesungguhnya alasan (untuk menyalahkan) hanyalah terhadap orang-orang yang meminta izin kepadamu, (untuk tidak ikut berperang), padahal mereka orang kaya. Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak ikut berperang dan Allah telah mengunci hati mereka, sehingga mereka tidak mengetahui (akibat perbuatan mereka).
يَعْتَذِرُونَ إِلَيْكُمْ إِذَا رَجَعْتُمْ إِلَيْهِمْۚ قُل لَّا تَعْتَذِرُو
YaAAtathiroona ilaykum itharajaAAtum ilayhim qul la taAAtathiroo lan nu/minalakum qad nabbaana Allahu min akhbarikumwasayara Allahu AAamalakum warasooluhu thummaturaddoona ila AAalimi alghaybi washshahadatifayunabbi-okum bima kuntum taAAmaloon
Mereka (orang-orang munafik yang tidak ikut berperang) akan mengemukakan alasannya kepadamu ketika kamu telah kembali kepada mereka. Katakanlah (Muhammad), "Janganlah kamu mengemukakan alasan; kami tidak percaya lagi kepadamu, sungguh, Allah telah memberitahukan kepada kami tentang beritamu. Dan Allah akan melihat pekerjaanmu, (demikian pula) Rasul-Nya, kemudian kamu dikembalikan kepada (Allah) Yang Maha Mengetahui segala yang gaib dan yang nyata, lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan."
سَيَحْلِفُونَ بِ
Sayahlifoona billahilakum itha inqalabtum ilayhim lituAAridoo AAanhumfaaAAridoo AAanhum innahum rijsun wama/wahumjahannamu jazaan bima kanoo yaksiboon
Mereka akan bersumpah kepadamu dengan nama Allah, ketika kamu kembali kepada mereka, agar kamu berpaling dari mereka. Maka berpalinglah dari mereka; karena sesungguhnya mereka itu berjiwa kotor dan tempat mereka neraka Jahanam, sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.
يَحْلِفُونَ لَكُمْ لِتَرْضَوْ
Yahlifoona lakum litardawAAanhum fa-in tardaw AAanhum fa-inna Allaha layarda AAani alqawmi alfasiqeen
Mereka akan bersumpah kepadamu, agar kamu bersedia menerima mereka. Tetapi sekalipun kamu menerima mereka, Allah tidak akan rida kepada orang-orang yang fasik.
ٱلْأَعْرَابُ أَشَدُّ كُفْ
Al-aAArabu ashaddu kufran wanifaqanwaajdaru alla yaAAlamoo hudooda ma anzalaAllahu AAala rasoolihi wallahuAAaleemun hakeem
Orang-orang Arab Badui itu lebih kuat kekafiran dan kemunafikannya, dan sangat wajar tidak mengetahui hukum-hukum yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.
وَمِنَ
Wamina al-aAArabi man yattakhithuma yunfiqu maghraman wayatarabbasu bikumu addawa-iraAAalayhim da-iratu assaw-i wallahusameeAAun AAaleem
Dan di antara orang-orang Arab Badui itu ada yang memandang apa yang diinfakkannya (di jalan Allah) sebagai suatu kerugian; dia menanti-nanti marabahaya menimpamu, merekalah yang akan ditimpa marabahaya. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
وَمِنَ
Wamina al-aAArabi man yu/minu billahiwalyawmi al-akhiri wayattakhithu mayunfiqu qurubatin AAinda Allahi wasalawatiarrasooli ala innaha qurbatun lahumsayudkhiluhumu Allahu fee rahmatihi inna Allahaghafoorun raheem
Dan di antara orang-orang Arab Badui itu ada yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan memandang apa yang diinfakkannya (di jalan Allah) sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah dan sebagai jalan untuk (memperoleh) doa Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya infak itu suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah). Kelak Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat (surga)-Nya; sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha penyayang.
وَ
Wassabiqoona al-awwaloonamina almuhajireena wal-ansari wallatheenaittabaAAoohum bi-ihsanin radiya AllahuAAanhum waradoo AAanhu waaAAadda lahum jannatintajree tahtaha al-anharu khalideenafeeha abadan thalika alfawzu alAAatheem
Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung.
وَمِ
Wamimman hawlakum mina al-aAArabimunafiqoona wamin ahli almadeenati maradoo AAala annifaqila taAAlamuhum nahnu naAAlamuhum sanuAAaththibuhummarratayni thumma yuraddoona ila AAathabin AAatheem
Dan di antara orang-orang Arab Badui yang (tinggal) di sekitarmu, ada orang-orang munafik. Dan di antara penduduk Madinah (ada juga orang-orang munafik), mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Engkau (Muhammad) tidak mengetahui mereka, tetapi Kami mengetahuinya. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali, kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.
وَءَاخَرُونَ
Waakharoona iAAtarafoo bithunoobihimkhalatoo AAamalan salihan waakharasayyi-an AAasa Allahu an yatooba AAalayhim inna Allahaghafoorun raheem
Dan (ada pula) orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka, mereka mencampuradukkan pekerjaan yang baik dengan pekerjaan lain yang buruk. Mudah-mudahan Allah menerima tobat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
خُذْ مِنْ أَمْو
Khuth min amwalihim sadaqatantutahhiruhum watuzakkeehim biha wasalliAAalayhim inna salataka sakanun lahum wallahusameeAAun AAaleem
Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan1 dan menyucikan2 mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
أَلَمْ يَعْلَم
Alam yaAAlamoo anna Allaha huwayaqbalu attawbata AAan AAibadihi waya/khuthuassadaqati waanna Allaha huwa attawwabuarraheem
Tidakkah mereka mengetahui, bahwa Allah menerima tobat hamba-hamba-Nya dan menerima zakat(nya), dan bahwa Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang?
وَقُلِ
Waquli iAAmaloo fasayara AllahuAAamalakum warasooluhu walmu/minoona wasaturaddoona ilaAAalimi alghaybi washshahadatifayunabbi-okum bima kuntum taAAmaloon
Dan katakanlah, "Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan."
وَءَاخَرُونَ مُرْجَوْنَ لِأَمْرِ
Waakharoona murjawna li-amri Allahiimma yuAAaththibuhum wa-imma yatoobuAAalayhim wallahu AAaleemun hakeem
Dan ada (pula) orang-orang lain yang ditangguhkan sampai ada keputusan Allah; mungkin Allah akan mengazab mereka dan mungkin Allah akan menerima tobat mereka. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.
وَ
Wallatheena ittakhathoomasjidan diraran wakufran watafreeqan baynaalmu/mineena wa-irsadan liman haraba Allahawarasoolahu min qablu walayahlifunna in aradna illaalhusna wallahu yashhadu innahum lakathiboon
Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada yang mendirikan masjid untuk menimbulkan bencana (pada orang-orang yang beriman), untuk kekafiran dan untuk memecah belah di antara orang-orang yang beriman, serta untuk menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu.1 Mereka dengan pasti bersumpah, "Kami hanya menghendaki kebaikan." Dan Allah menjadi saksi bahwa mereka itu pendusta (dalam sumpahnya).
لَا تَقُمْ فِيهِ أَبَ
La taqum feehi abadan lamasjidunossisa AAala attaqwa min awwali yawmin ahaqquan taqooma feehi feehi rijalun yuhibboona an yatatahharoowallahu yuhibbu almuttahhireen
Janganlah engkau melaksanakan salat dalam masjid itu selama-lamanya. Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa, sejak hari pertama adalah lebih pantas engkau melaksanakan salat di dalamnya. Di sana ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang yang bersih.
أَفَمَنْ أَسَّسَ بُنْيَ
Afaman assasa bunyanahu AAalataqwa mina Allahi waridwanin khayrunam man assasa bunyanahu AAala shafa jurufinharin fanhara bihi fee narijahannama wallahu la yahdee alqawma aththalimeen
Maka apakah orang-orang yang mendirikan bangunan (masjid) atas dasar takwa kepada Allah dan keridaan(-Nya) itu lebih baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu (bangunan) itu roboh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahanam? Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
لَا يَزَالُ بُنْيَ
La yazalu bunyanuhumuallathee banaw reebatan fee quloobihim illa an taqattaAAaquloobuhum wallahu AAaleemun hakeem
Bangunan yang mereka dirikan itu senantiasa menjadi penyebab keraguan dalam hati mereka, sampai hati mereka hancur.1 Dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.
۞ إِ
Inna Allaha ishtara minaalmu/mineena anfusahum waamwalahum bi-anna lahumualjannata yuqatiloona fee sabeeli Allahifayaqtuloona wayuqtaloona waAAdan AAalayhi haqqan fee attawratiwal-injeeli walqur-ani waman awfabiAAahdihi mina Allahi fastabshiroo bibayAAikumuallathee bayaAAtum bihi wathalika huwaalfawzu alAAatheem
Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah; sehingga mereka membunuh atau terbunuh, (sebagai) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Alquran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan demikian itulah kemenangan yang agung.
ٱ
Atta-iboona alAAabidoonaalhamidoona assa-ihoona arrakiAAoonaassajidoona al-amiroona bilmaAAroofiwannahoona AAani almunkari walhafithoonalihudoodi Allahi wabashshiri almu/mineen
Mereka itu adalah orang-orang yang bertobat, beribadah, memuji (Allah), mengembara (demi ilmu dan agama),1 rukuk, sujud, menyuruh berbuat makruf dan mencegah dari yang mungkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang yang beriman.
مَا كَانَ لِل
Ma kana linnabiyyi wallatheenaamanoo an yastaghfiroo lilmushrikeena walaw kanooolee qurba min baAAdi ma tabayyana lahum annahum as-habualjaheem
Tidak pantas bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memohonkan ampunan (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, sekalipun orang-orang itu kaum kerabat-(nya), setelah jelas bagi mereka, bahwa orang-orang musyrik itu penghuni neraka Jahanam.
وَمَا كَانَ
Wama kana istighfaruibraheema li-abeehi illa AAan mawAAidatin waAAadahaiyyahu falamma tabayyana lahu annahu AAaduwwun lillahitabarraa minhu inna ibraheema laawwahun haleem
Adapun permohonan ampunan Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya. Maka ketika jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri darinya. Sungguh, Ibrahim itu seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.
وَمَا كَانَ
Wama kana Allahu liyudillaqawman baAAda ith hadahum hattayubayyina lahum ma yattaqoona inna Allaha bikullishay-in AAaleem
Dan Allah sekali-kali tidak akan menyesatkan suatu kaum, setelah mereka diberi-Nya petunjuk, sehingga dapat dijelaskan kepada mereka apa yang harus mereka jauhi.1 Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
إِ
Inna Allaha lahu mulku assamawatiwal-ardi yuhyee wayumeetu wama lakummin dooni Allahi min waliyyin wala naseer
Sesungguhnya Allah memiliki kekuasaan langit dan bumi. Dia menghidupkan dan mematikan. Tidak ada pelindung dan penolong bagimu selain Allah.
لَّقَ
Laqad taba Allahu AAalaannabiyyi walmuhajireena wal-ansariallatheena ittabaAAoohu fee saAAati alAAusrati minbaAAdi ma kada yazeeghu quloobu fareeqin minhumthumma taba AAalayhim innahu bihim raoofun raheem
Sungguh, Allah telah menerima tobat Nabi, orang-orang Muhajirin dan orang-orang Ansar, yang mengikuti Nabi pada masa-masa sulit, setelah hati segolongan dari mereka hampir berpaling, kemudian Allah menerima tobat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada mereka,
وَعَلَى
WaAAala aththalathatiallatheena khullifoo hatta itha daqatAAalayhimu al-ardu bima rahubat wadaqatAAalayhim anfusuhum wathannoo an la maljaamina Allahi illa ilayhi thumma tabaAAalayhim liyatooboo inna Allaha huwa attawwabuarraheem
dan terhadap tiga orang1 yang ditinggalkan. Hingga ketika bumi terasa sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa mereka pun telah (pula terasa) sempit bagi mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksaan) Allah, melainkan kepada-Nya saja, kemudian Allah menerima tobat mereka agar mereka tetap dalam tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanooittaqoo Allaha wakoonoo maAAa assadiqeen
Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar.
مَا كَانَ لِأَهْلِ
Ma kana li-ahli almadeenatiwaman hawlahum mina al-aAArabi an yatakhallafooAAan rasooli Allahi wala yarghaboo bi-anfusihimAAan nafsihi thalika bi-annahum la yuseebuhumthamaon wala nasabun walamakhmasatun fee sabeeli Allahi wala yataoonamawti-an yagheethu alkuffara walayanaloona min AAaduwwin naylan illa kutiba lahumbihi AAamalun salihun inna Allaha layudeeAAu ajra almuhsineen
Tidak pantas bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badui yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (pergi berperang) dan tidak pantas (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada (mencintai) diri Rasul. Yang demikian itu karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan di jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan suatu bencana kepada musuh, kecuali (semua) itu dituliskan bagi mereka sebagai suatu amal kebajikan. Sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik,
وَلَا يُ
Wala yunfiqoona nafaqatan sagheeratanwala kabeeratan wala yaqtaAAoona wadiyanilla kutiba lahum liyajziyahumu Allahu ahsanama kanoo yaAAmaloon
dan tidaklah mereka memberikan infak, baik yang kecil maupun yang besar dan tidak (pula) melintasi suatu lembah (berjihad), kecuali akan dituliskan bagi mereka (sebagai amal kebajikan), untuk diberi balasan oleh Allah (dengan) yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan.
۞ وَمَا كَانَ
Wama kana almu/minoonaliyanfiroo kaffatan falawla nafara min kullifirqatin minhum ta-ifatun liyatafaqqahoo fee addeeniwaliyunthiroo qawmahum itha rajaAAoo ilayhimlaAAallahum yahtharoon
Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanooqatiloo allatheena yaloonakum mina alkuffariwalyajidoo feekum ghilthatan waAAlamoo annaAllaha maAAa almuttaqeen
Wahai orang-orang beriman! Perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu, dan hendaklah mereka merasakan sikap tegas darimu, dan ketahuilah bahwa Allah bersama orang yang bertakwa.
وَإِذَا م
Wa-itha ma onzilat sooratunfaminhum man yaqoolu ayyukum zadat-hu hathihi eemananfaamma allatheena amanoo fazadat-humeemanan wahum yastabshiroon
Dan apabila diturunkan suatu surah, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata, "Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surah ini?" Adapun orang-orang yang beriman, maka surah ini menambah imannya, dan mereka merasa gembira.
وَأَ
Waamma allatheena feequloobihim maradun fazadat-hum rijsan ilarijsihim wamatoo wahum kafiroon
Dan adapun orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit,1 maka (dengan surah itu) akan menambah kekafiran mereka yang telah ada dan mereka akan mati dalam keadaan kafir.
أَوَلَا يَرَوْنَ أَ
Awa la yarawna annahum yuftanoonafee kulli AAamin marratan aw marratayni thumma layatooboona wala hum yaththakkaroon
Dan tidaklah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, namun mereka tidak (juga) bertobat dan tidak (pula) mengambil pelajaran?
وَإِذَا م
Wa-itha ma onzilat sooratunnathara baAAduhum ila baAAdinhal yarakum min ahadin thumma insarafoo sarafaAllahu quloobahum bi-annahum qawmun la yafqahoon
Dan apabila diturunkan suatu surah, satu sama lain di antara mereka saling berpandangan (sambil berkata), "Adakah seseorang (dari kaum muslimin) yang melihat kamu?" Setelah itu mereka pun pergi. Allah memalingkan hati mereka disebabkan mereka adalah kaum yang tidak memahami.
لَقَ
Laqad jaakum rasoolun min anfusikumAAazeezun AAalayhi ma AAanittum hareesunAAalaykum bilmu/mineena raoofun raheem
Sungguh, telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman.
فَإِ
Fa-in tawallaw faqul hasbiya Allahula ilaha illa huwa AAalayhi tawakkaltuwahuwa rabbu alAAarshi alAAatheem
Maka jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah (Muhammad), "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki Arasy (singgasana) yang agung."
ا
Alif-lam-ra tilka ayatualkitabi alhakeem
Alif Lām Rā`. Inilah ayat-ayat Alquran yang penuh hikmah.
أَكَانَ لِل
Akana linnasi AAajabanan awhayna ila rajulin minhum an anthiriannasa wabashshiri allatheena amanooanna lahum qadama sidqin AAinda rabbihim qala alkafiroonainna hatha lasahirun mubeen
Pantaskah manusia menjadi heran bahwa Kami memberi wahyu kepada seorang laki-laki di antara mereka, "Berilah peringatan kepada manusia dan gembirakanlah orang-orang beriman bahwa mereka mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Tuhan mereka." Orang-orang kafir berkata, "Orang ini (Muhammad) benar-benar pesihir."
إِ
Inna rabbakumu Allahu allatheekhalaqa assamawati wal-ardafee sittati ayyamin thumma istawa AAalaalAAarshi yudabbiru al-amra ma min shafeeAAin illamin baAAdi ithnihi thalikumu Allahu rabbukumfaAAbudoohu afala tathakkaroon
Sesungguhnya Tuhan kamu Dialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy (singgasana) untuk mengatur segala urusan. Tidak ada yang dapat memberi syafaat kecuali setelah ada izin-Nya. Itulah Allah, Tuhanmu, maka sembahlah Dia. Apakah kamu tidak mengambil pelajaran?
إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِي
Ilayhi marjiAAukum jameeAAan waAAda Allahihaqqan innahu yabdao alkhalqa thumma yuAAeeduhu liyajziyaallatheena amanoo waAAamiloo assalihatibilqisti wallatheena kafaroo lahumsharabun min hameemin waAAathabun aleemunbima kanoo yakfuroon
Hanya kepada-Nya kamu semua akan kembali. Itu merupakan janji Allah yang benar dan pasti. Sesungguhnya Dialah yang memulai penciptaan makhluk kemudian mengulanginya (menghidupkannya kembali setelah berbangkit), agar Dia memberi balasan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dengan adil. Sedangkan untuk orang-orang kafir (disediakan) minuman air yang mendidih dan siksaan yang pedih karena kekafiran mereka.
هُوَ
Huwa allathee jaAAala ashshamsadiyaan walqamara nooran waqaddarahu manazilalitaAAlamoo AAadada assineena walhisabama khalaqa Allahu thalika illa bilhaqqiyufassilu al-ayati liqawmin yaAAlamoon
Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan Dialah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya, agar kamu mengetahui bilangan tahun, dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan demikian itu melainkan dengan benar. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.
إِ
Inna fee ikhtilafi allayli wannahariwama khalaqa Allahu fee assamawatiwal-ardi laayatin liqawmin yattaqoon
Sesungguhnya pada pergantian malam dan siang, dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, pasti terdapat tanda-tanda (kebesaran-Nya) bagi orang-orang yang bertakwa.
إِ
Inna allatheena la yarjoona liqaanawaradoo bilhayati addunyawatmaannoo biha wallatheenahum AAan ayatina ghafiloon
Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan (kehidupan) itu, dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami,
أُ
Ola-ika ma/wahumu annarubima kanoo yaksiboon
mereka itu tempatnya di neraka, karena apa yang telah mereka lakukan.
إِ
Inna allatheena amanoowaAAamiloo assalihati yahdeehim rabbuhumbi-eemanihim tajree min tahtihimu al-anharufee jannati annaAAeem
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, niscaya diberi petunjuk oleh Tuhan karena keimanannya. Mereka di dalam surga yang penuh kenikmatan, mengalir di bawahnya sungai-sungai.
دَعْوَ
DaAAwahum feeha subhanakaallahumma watahiyyatuhum feeha salamunwaakhiru daAAwahum ani alhamdu lillahirabbi alAAalameen
Doa mereka di dalamnya ialah, "Subḥānakallāhumma" (Mahasuci Engkau, ya Tuhan kami), dan salam penghormatan mereka ialah, "Salām" (salam sejahtera). Dan penutup doa mereka ialah, "Al-Ḥamdu lillāhi Rabbil 'ālamīn". (segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam).
۞ وَلَوْ يُعَجِّلُ
Walaw yuAAajjilu Allahu linnasiashsharra istiAAjalahum bilkhayri laqudiyailayhim ajaluhum fanatharu allatheena layarjoona liqaana fee tughyanihimyaAAmahoon
Dan kalau Allah menyegerakan keburukan bagi manusia seperti permintaan mereka untuk menyegerakan kebaikan, pasti diakhiri umur mereka. Namun Kami biarkan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami, bingung di dalam kesesatan mereka.
وَإِذَا مَسَّ
Wa-itha massa al-insana addurrudaAAana lijanbihi aw qaAAidan aw qa-imanfalamma kashafna AAanhu durrahu marra kaanlam yadAAuna ila durrin massahu kathalikazuyyina lilmusrifeena ma kanoo yaAAmaloon
Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu darinya, dia kembali (ke jalan yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Demikianlah dijadikan terasa indah bagi orang-orang yang melampaui batas apa yang mereka kerjakan.
وَلَقَ
Walaqad ahlakna alquroona minqablikum lamma thalamoo wajaat-humrusuluhum bilbayyinati wama kanooliyu/minoo kathalika najzee alqawma almujrimeen
Dan sungguh, Kami telah membinasakan umat-umat sebelum kamu, ketika mereka berbuat zalim, padahal para rasul mereka telah datang membawa keterangan-keterangan (yang nyata), tetapi mereka sama sekali tidak mau beriman. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat dosa.
ثُ
Thumma jaAAalnakum khala-ifafee al-ardi min baAAdihim linanthura kayfataAAmaloon
Kemudian Kami jadikan kamu sebagai pengganti-pengganti (mereka) di bumi setelah mereka, untuk Kami lihat bagaimana kamu berbuat.
وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ ءَايَاتُنَا بَيِّنَ
Wa-itha tutla AAalayhim ayatunabayyinatin qala allatheena layarjoona liqaana i/ti biqur-anin ghayri hathaaw baddilhu qul ma yakoonu lee an obaddilahu min tilqa-inafsee in attabiAAu illa ma yooha ilayyainnee akhafu in AAasaytu rabbee AAathabayawmin AAatheem
Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami dengan jelas, orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan kami berkata, "Datangkanlah kitab selain Alquran ini atau gantilah." Katakanlah (Muhammad), "Tidaklah pantas bagiku menggantinya atas kemauanku sendiri. Aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku. Aku benar-benar takut akan azab hari yang besar (Kiamat) jika mendurhakai Tuhanku."
قُل لَّوْ ش
Qul law shaa Allahu matalawtuhu AAalaykum wala adrakum bihi faqadlabithtu feekum AAumuran min qablihi afala taAAqiloon
Katakanlah (Muhammad), "Jika Allah menghendaki, niscaya aku tidak membacakannya kepadamu dan Allah tidak (pula) memberitahukannya kepadamu."Aku telah tinggal bersamamu beberapa lama sebelumnya (sebelum turun Alquran). Apakah kamu tidak mengerti?
فَمَنْ أَظْلَمُ مِ
Faman athlamu mimmani iftaraAAala Allahi kathiban aw kaththababi-ayatihi innahu la yuflihualmujrimoon
Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya orang-orang yang berbuat dosa itu tidak akan beruntung.
وَيَعْبُدُونَ مِ
WayaAAbudoona min dooni Allahi mala yadurruhum wala yanfaAAuhum wayaqooloonahaola-i shufaAAaona AAinda Allahiqul atunabbi-oona Allaha bima la yaAAlamufee assamawati wala fee al-ardisubhanahu wataAAala AAamma yushrikoon
Dan mereka menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan bencana kepada mereka dan tidak (pula) memberi manfaat, dan mereka berkata, "Mereka itu adalah pemberi syafaat kami di hadapan Allah." Katakanlah, "Apakah kamu akan memberitahu kepada Allah sesuatu yang tidak diketahui-Nya apa yang di langit dan tidak (pula) yang di bumi?"1 Mahasuci Allah dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan itu.
وَمَا كَانَ
Wama kana annasuilla ommatan wahidatan fakhtalafoo walawlakalimatun sabaqat min rabbika laqudiya baynahum feemafeehi yakhtalifoon
Dan manusia dahulunya satu umat, kemudian mereka berselisih. Kalau tidak karena suatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu,1 pastilah telah diberi keputusan (di dunia) di antara mereka, tentang apa yang mereka perselisihkan itu.
وَيَقُولُونَ لَوْل
Wayaqooloona lawla onzila AAalayhi ayatunmin rabbihi faqul innama alghaybu lillahi fantathirooinnee maAAakum mina almuntathireen
Dan mereka berkata, "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu bukti (mukjizat) dari Tuhannya?" Katakanlah, "Sungguh, segala yang gaib itu hanya milik Allah; sebab itu tunggu (sajalah) olehmu. Ketahuilah aku juga menunggu bersama kamu.
وَإِذ
Wa-itha athaqna annasarahmatan min baAAdi darraa massat-hum ithalahum makrun fee ayatina quli AllahuasraAAu makran inna rusulana yaktuboona matamkuroon
Dan apabila Kami memberikan suatu rahmat kepada manusia, setelah mereka ditimpa bencana, mereka segera melakukan segala tipu daya (menentang) ayat-ayat Kami. Katakanlah, "Allah lebih cepat pembalasannya (atas tipu daya itu)." Sesungguhnya malaikat-malaikat Kami mencatat tipu dayamu.
هُوَ
Huwa allathee yusayyirukum feealbarri walbahri hatta ithakuntum fee alfulki wajarayna bihim bireehin tayyibatinwafarihoo biha jaat-ha reehunAAasifun wajaahumu almawju min kulli makaninwathannoo annahum oheeta bihimdaAAawoo Allaha mukhliseena lahu addeenala-in anjaytana min hathihi lanakoonanna mina ashshakireen
Dialah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan, (dan berlayar) di lautan. Sehingga ketika kamu berada di dalam kapal, dan meluncurlah (kapal) itu membawa mereka (orang-orang yang ada di dalamnya) dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya; tiba-tiba datanglah badai dan gelombang menimpanya dari segenap penjuru, dan mereka mengira telah terkepung (bahaya), maka mereka berdoa dengan tulus ikhlas kepada Allah semata. (Seraya berkata), "Sekiranya Engkau menyelamatkan kami dari (bahaya) ini, pasti kami termasuk orang-orang yang bersyukur."
فَلَ
Falamma anjahum ithahum yabghoona fee al-ardi bighayri alhaqqi yaayyuha annasu innama baghyukum AAalaanfusikum mataAAa alhayati addunyathumma ilayna marjiAAukum fanunabbi-okum bimakuntum taAAmaloon
Tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka, malah mereka berbuat kezaliman di bumi tanpa (alasan) yang benar. Wahai manusia! Sesungguhnya kezalimanmu bahayanya akan menimpa dirimu sendiri; itu hanya kenikmatan hidup duniawi, selanjutnya kepada Kamilah kembalimu, kelak akan Kami kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
إِ
Innama mathalu alhayatiaddunya kama-in anzalnahu mina assama-ifakhtalata bihi nabatu al-ardi mimmaya/kulu annasu wal-anAAamu hattaitha akhathati al-ardu zukhrufaha wazzayyanatwathanna ahluha annahum qadiroonaAAalayha ataha amruna laylan aw naharanfajaAAalnaha haseedan kaan lam taghnabil-amsi kathalika nufassilu al-ayatiliqawmin yatafakkaroon
Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu hanya seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah tanaman-tanaman bumi dengan subur (karena air itu), di antaranya ada yang dimakan manusia dan hewan ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan berhias,1 dan pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya (memetik hasilnya), datanglah kepadanya azab Kami pada waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanaman)nya seperti tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda (kekuasaan Kami) kepada kaum yang berpikir.
وَ
Wallahu yadAAoo ila dariassalami wayahdee man yashao ila siratinmustaqeem
Dan Allah menyeru (manusia) ke Dārussalām (surga), dan memberikan petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus (Islam).
۞ لِّلَّذِينَ أَحْسَنُو
Lillatheena ahsanoo alhusnawaziyadatun wala yarhaqu wujoohahum qatarun walathillatun ola-ika as-habu aljannatihum feeha khalidoon
Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya (kenikmatan melihat Allah). Dan wajah mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) dalam kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.
وَ
Wallatheena kasaboo assayyi-atijazao sayyi-atin bimithliha watarhaquhum thillatunma lahum mina Allahi min AAasimin kaannamaoghshiyat wujoohuhum qitaAAan mina allayli muthlimanola-ika as-habu annari humfeeha khalidoon
Adapun orang-orang yang berbuat kejahatan (akan mendapat) balasan kejahatan yang setimpal dan mereka diselubungi kehinaan. Tidak ada bagi mereka seorang pelindung pun dari (azab) Allah, seakan-akan wajah mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gulita. Mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.
وَيَوْمَ نَحْشُرُهُمْ جَمِي
Wayawma nahshuruhum jameeAAan thummanaqoolu lillatheena ashrakoo makanakum antumwashurakaokum fazayyalna baynahum waqalashurakaohum ma kuntum iyyanataAAbudoon
Dan (ingatlah) pada hari (ketika) itu Kami mengumpulkan mereka semuanya, kemudian Kami berkata kepada orang yang mempersekutukan (Allah), "Tetaplah di tempatmu, kamu dan para sekutumu." Lalu Kami pisahkan mereka, dan berkatalah sekutu-sekutu mereka, "kamu sekali-kali tidak pernah menyembah kami.1
فَكَفَىٰ بِ
Fakafa billahishaheedan baynana wabaynakum in kunna AAan AAibadatikumlaghafileen
Maka cukuplah Allah menjadi saksi antara kami dengan kamu, sebab kami tidak tahu-menahu tentang penyembahan kamu (kepada kami)."
هُنَالِكَ تَ
Hunalika tabloo kullu nafsin maaslafat waruddoo ila Allahi mawlahumu alhaqqiwadalla AAanhum ma kanoo yaftaroon
Di tempat itu (padang Mahsyar), setiap jiwa merasakan pembalasan dari apa yang telah dikerjakannya (dahulu) dan mereka dikembalikan kepada Allah, Pelindung mereka yang sebenarnya, dan lenyaplah dari mereka apa (pelindung palsu) yang mereka ada-adakan.
قُلْ م
Qul man yarzuqukum mina assama-iwal-ardi amman yamliku assamAAa wal-absarawaman yukhriju alhayya mina almayyiti wayukhriju almayyitamina alhayyi waman yudabbiru al-amra fasayaqooloona Allahufaqul afala tattaqoon
Katakanlah (Muhammad), "Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati, dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, dan siapakah yang mengatur segala urusan?" Maka mereka akan menjawab, "Allah." Maka katakanlah, "Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?"
فَذ
Fathalikumu Allahu rabbukumualhaqqu famatha baAAda alhaqqi illa addalalufaanna tusrafoon
Maka itulah Allah, Tuhan kamu yang sebenarnya; maka tidak ada setelah kebenaran itu melainkan kesesatan. Maka mengapa kamu berpaling (dari kebenaran)?
كَذ
Kathalika haqqat kalimaturabbika AAala allatheena fasaqoo annahum layu/minoon
Demikianlah telah tetap (hukuman) Tuhanmu terhadap orang-orang yang fasik, karena sesungguhnya mereka tidak beriman.
قُلْ هَلْ مِ
Qul hal min shuraka-ikum man yabdaoalkhalqa thumma yuAAeeduhu quli Allahu yabdao alkhalqathumma yuAAeeduhu faanna tu/fakoon
Katakanlah, "Adakah di antara sekutumu yang dapat memulai penciptaan (makhluk), kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali?" Katakanlah, "Allah memulai (penciptaan) makhluk, kemudian mengulanginya. Maka bagaimana kamu dipalingkan (menyembah selain Allah)?"
قُلْ هَلْ مِ
Qul hal min shuraka-ikum man yahdeeila alhaqqi quli Allahu yahdee lilhaqqiafaman yahdee ila alhaqqi ahaqqu anyuttabaAAa amman la yahiddee illa an yuhdafama lakum kayfa tahkumoon
Katakanlah, "Apakah di antara sekutumu ada yang membimbing kepada kebenaran?" Katakanlah, "Allahlah yang membimbing kepada kebenaran." Maka manakah yang lebih berhak diikuti, Tuhan yang membimbing kepada kebenaran, ataukah orang yang tidak mampu membimbing bahkan perlu dibimbing? Maka mengapa kamu (berbuat demikian)? Bagaimanakah kamu mengambil keputusan?
وَمَا يَتَّبِعُ أَكْثَرُهُمْ إِلَّا ظَ
Wama yattabiAAu aktharuhum illathannan inna aththanna layughnee mina alhaqqi shay-an inna Allaha AAaleemunbima yafAAaloon
Dan kebanyakan mereka hanya mengikuti dugaan. Sesungguhnya dugaan itu tidak sedikit pun berguna untuk mencapai kebenaran. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
وَمَا كَانَ هَ
Wama kana hatha alqur-anuan yuftara min dooni Allahi walakin tasdeeqaallathee bayna yadayhi watafseela alkitabi larayba feehi min rabbi alAAalameen
Dan tidak mungkin Alquran ini dibuat-buat oleh selain Allah; tetapi (Alquran) membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya,1 tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan seluruh alam.
أَمْ يَقُولُونَ
Am yaqooloona iftarahu qul fa/toobisooratin mithlihi wadAAoo mani istataAAtum mindooni Allahi in kuntum sadiqeen
Apakah pantas mereka mengatakan dia (Muhammad) yang telah membuat-buatnya? Katakanlah, "Buatlah satu surah yang semisal dengan surah (Alquran), dan ajaklah siapa saja diantara kamu orang yang mampu (membuatnya) selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar."
بَلْ كَذَّبُو
Bal kaththaboo bima lam yuheetoobiAAilmihi walamma ya/tihim ta/weeluhu kathalika kaththabaallatheena min qablihim fanthurkayfa kana AAaqibatu aththalimeen
Bahkan (yang sebenarnya), mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya dengan sempurna dan belum mereka peroleh penjelasannya. Demikianlah halnya umat-umat yang ada sebelum mereka telah mendustakan (Rasul). Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang yang zalim.
وَمِنْه
Waminhum man yu/minu bihi waminhum man layu/minu bihi warabbuka aAAlamu bilmufsideen
Dan di antara mereka ada orang-orang yang beriman kepadanya (Alquran), dan di antaranya ada (pula) orang-orang yang tidak beriman kepadanya. Sedangkan Tuhanmu lebih mengetahui tentang orang-orang yang berbuat kerusakan.
وَإِ
Wa-in kaththabooka faqul lee AAamaleewalakum AAamalukum antum baree-oona mimma aAAmalu waanabaree-on mimma taAAmaloon
Dan jika mereka (tetap) mendustakanmu (Muhammad), maka katakanlah, "Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu tidak bertanggung jawab terhadap apa yang aku kerjakan dan aku pun tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan."
وَمِنْه
Waminhum man yastamiAAoona ilayka afaantatusmiAAu assumma walaw kanoo layaAAqiloon
Dan di antara mereka ada yang mendengarkan engkau (Muhammad).1 Tetapi apakah engkau dapat menjadikan orang yang tuli itu mendengar, walaupun mereka tidak mengerti?
وَمِنْه
Waminhum man yanthuru ilaykaafaanta tahdee alAAumya walaw kanoo la yubsiroon
Dan di antara mereka ada yang melihat kepada engkau.1 Tetapi apakah engkau dapat memberi petunjuk kepada orang yang buta, walaupun mereka tidak memperhatikan?
إِ
Inna Allaha la yathlimuannasa shay-an walakinna annasaanfusahum yathlimoon
Sesungguhnya Allah tidak menzalimi manusia sedikit pun, tetapi manusia itulah yang menzalimi dirinya sendiri.
وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ كَأ
Wayawma yahshuruhum kaan lamyalbathoo illa saAAatan mina annahariyataAAarafoona baynahum qad khasira allatheena kaththaboobiliqa-i Allahi wama kanoo muhtadeen
Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa) seakan-akan tidak pernah berdiam (di dunia) kecuali sesaat saja pada siang hari, (pada waktu) mereka saling berkenalan. Sungguh, rugi orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah, dan mereka tidak mendapat petunjuk.
وَإِ
Wa-imma nuriyannaka baAAdaallathee naAAiduhum aw natawaffayannaka fa-ilaynamarjiAAuhum thumma Allahu shaheedun AAala mayafAAaloon
Dan jika Kami perlihatkan kepadamu (Muhammad) sebagian dari (siksaan) yang Kami janjikan kepada mereka, (tentulah engkau akan melihatnya) atau (jika) Kami wafatkan engkau (sebelum itu), maka kepada Kami (jualah) mereka kembali, dan Allah menjadi saksi atas apa yang mereka kerjakan.
وَلِكُلِّ أُ
Walikulli ommatin rasoolun fa-itha jaarasooluhum qudiya baynahum bilqisti wahum layuthlamoon
Dan setiap umat (mempunyai) Rasul. Maka apabila rasul mereka telah datang, diberlakukanlah hukum bagi mereka dengan adil dan (sedikit pun) tidak dizalimi.
وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَ
Wayaqooloona mata hathaalwaAAdu in kuntum sadiqeen
Dan mereka mengatakan, "Bilakah (datangnya) ancaman itu, jika kamu orang-orang yang benar?"
قُل لّ
Qul la amliku linafsee darranwala nafAAan illa ma shaa Allahulikulli ommatin ajalun itha jaa ajaluhum falayasta/khiroona saAAatan wala yastaqdimoon
Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak kuasa menolak mudarat maupun mendatangkan manfaat kepada diriku, kecuali apa yang Allah kehendaki." Bagi setiap umat punya ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun.
قُلْ أَرَءَيْتُمْ إِنْ أَتَ
Qul araaytum in atakum AAathabuhubayatan aw naharan matha yastaAAjilu minhualmujrimoon
Katakanlah, "Terangkanlah kepadaku, jika datang kepada kamu siksaan-Nya pada waktu malam atau siang hari, manakah yang diminta untuk disegerakan oleh orang-orang yang berdosa itu?"
أَثُ
Athumma itha ma waqaAAa amantumbihi al-ana waqad kuntum bihi tastaAAjiloon
Kemudian apakah setelah azab itu terjadi, kamu baru mempercayainya? Apakah (baru) sekarang, padahal sebelumnya kamu selalu meminta agar di segerakan?
ثُ
Thumma qeela lillatheena thalamoothooqoo AAathaba alkhuldi hal tujzawna illabima kuntum taksiboon
Kemudian dikatakan kepada orang-orang yang zalim itu, "Rasakanlah olehmu siksaan yang kekal. Kamu tidak diberi balasan, melainkan (sesuai) dengan apa yang telah kamu lakukan."
۞ وَيَسْتَ
Wayastanbi-oonaka ahaqqun huwa qul eewarabbee innahu lahaqqun wama antum bimuAAjizeen
Dan mereka menanyakan kepadamu (Muhammad), "Benarkah (azab yang dijanjikan) itu?" Katakanlah, "Ya, demi Tuhanku, sesungguhnya (azab) itu pasti benar dan kamu sekali-kali tidak dapat menghindar."
وَلَوْ أَ
Walaw anna likulli nafsin thalamatma fee al-ardi laftadat bihi waasarroo annadamatalamma raawoo alAAathaba waqudiya baynahum bilqistiwahum la yuthlamoon
Dan kalau setiap orang yang zalim itu (mempunyai) segala apa yang ada di bumi, tentu dia menebus dirinya dengan itu, dan mereka menyembunyikan1 penyesalannya ketika mereka telah menyaksikan azab. Kemudian diberi keputusan di antara mereka dengan adil, dan mereka tidak dizalimi.
أَل
Ala inna lillahi ma feeassamawati wal-ardi alainna waAAda Allahi haqqun walakinnaaktharahum la yaAAlamoon
Ketahuilah sesungguhnya milik Allahlah apa yang ada di langit dan di bumi. Bukankah janji Allah itu benar? Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
هُوَ يُحْى
Huwa yuhyee wayumeetu wa-ilayhiturjaAAoon
Dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.
يَ
Ya ayyuha annasuqad jaatkum mawAAithatun min rabbikum washifaonlima fee assudoori wahudan warahmatunlilmu/mineen
Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Alquran) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.
قُلْ بِفَضْلِ
Qul bifadli Allahi wabirahmatihifabithalika falyafrahoo huwa khayrun mimmayajmaAAoon
Katakanlah (Muhammad), "Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaknya dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan."
قُلْ أَرَءَيْت
Qul araaytum ma anzala Allahulakum min rizqin fajaAAaltum minhu haraman wahalalanqul allahu athina lakum am AAala Allahitaftaroon
Katakanlah (Muhammad), "Terangkanlah kepadaku tentang rezeki yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan sebagiannya halal." Katakanlah, "Apakah Allah telah memberikan izin kepadamu (tentang ini), ataukah kamu mengada-ada atas nama Allah?"
وَمَا ظَ
Wama thannu allatheenayaftaroona AAala Allahi alkathiba yawmaalqiyamati inna Allaha lathoo fadlinAAala annasi walakinna aktharahum layashkuroon
Dan apakah dugaan orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah pada hari Kiamat? Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia (yang dilimpahkan) kepada manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak bersyukur.
وَمَا تَكُونُ فِى شَأْ
Wama takoonu fee sha/nin wamatatloo minhu min qur-anin wala taAAmaloona minAAamalin illa kunna AAalaykum shuhoodan ithtufeedoona feehi wama yaAAzubu AAan rabbika minmithqali tharratin fee al-ardi walafee assama-i wala asghara min thalikawala akbara illa fee kitabin mubeen
Dan tidakkah engkau (Muhammad) berada dalam suatu urusan, dan tidak membaca suatu ayat Alquran serta tidak pula kamu melakukan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu ketika kamu melakukannya. Tidak lengah sedikit pun dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah, baik di bumi ataupun di langit. Tidak ada sesuatu yang lebih kecil dan yang lebih besar daripada itu, melainkan semua tercatat dalam Kitab yang nyata (Lauḥ Maḥfūẓ).
أَل
Ala inna awliyaa Allahila khawfun AAalayhim wala hum yahzanoon
Ingatlah wali-wali Allah itu, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.
ٱلَّذِينَ ءَامَنُو
Allatheena amanoo wakanooyattaqoon
(Yaitu) orang-orang yang beriman dan senantiasa bertakwa.
لَهُمُ
Lahumu albushra fee alhayatiaddunya wafee al-akhirati latabdeela likalimati Allahi thalika huwaalfawzu alAAatheem
Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Tidak ada perubahan bagi janji-janji Allah. Demikian itulah kemenangan yang agung.
وَلَا يَحْزُ
Wala yahzunka qawluhum innaalAAizzata lillahi jameeAAan huwa assameeAAualAAaleem
Dan janganlah engkau (Muhammad) sedih oleh perkataan mereka. Sungguh, kekuasaan itu seluruhnya milik Allah. Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
أَل
Ala inna lillahi man fee assamawatiwaman fee al-ardi wama yattabiAAu allatheenayadAAoona min dooni Allahi shurakaa inyattabiAAoona illa aththanna wa-inhum illa yakhrusoon
Ingatlah, milik Allah meliputi semua yang ada di langit dan semua yang ada di bumi. Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah, tidaklah mengikuti (suatu keyakinan). Mereka hanya mengikuti persangkaan belaka, dan mereka hanyalah menduga-duga.
هُوَ
Huwa allathee jaAAala lakumu allaylalitaskunoo feehi wannahara mubsiran innafee thalika laayatin liqawmin yasmaAAoon
Dialah yang menjadikan malam bagimu agar kamu beristirahat padanya dan menjadikan siang terang benderang. Sungguh, yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mendengar.
قَالُو
Qaloo ittakhatha Allahuwaladan subhanahu huwa alghaniyyu lahu ma fee assamawatiwama fee al-ardi in AAindakum min sultaninbihatha ataqooloona AAala Allahi ma lataAAlamoon
Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata, "Allah mempunyai anak." Mahasuci Dia, Dialah Yang Mahakaya; milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Kamu tidak mempunyai alasan yang kuat tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan tentang Allah apa yang kamu tidak ketahui?
قُلْ إِ
Qul inna allatheena yaftaroona AAalaAllahi alkathiba la yuflihoon
Katakanlah, "Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak akan beruntung."
مَتَ
MataAAun fee addunyathumma ilayna marjiAAuhum thumma nutheequhumu alAAathabaashshadeeda bima kanoo yakfuroon
(Bagi mereka) kesenangan (sesaat) ketika di dunia, selanjutnya kepada Kamilah mereka kembali, kemudian Kami rasakan kepada mereka azab yang berat, karena kekafiran mereka.
۞ وَ
Watlu AAalayhim nabaa noohinith qala liqawmihi ya qawmi in kanakabura AAalaykum maqamee watathkeeree bi-ayatiAllahi faAAala Allahi tawakkaltu faajmiAAooamrakum washurakaakum thumma la yakun amrukumAAalaykum ghummatan thumma iqdoo ilayya wala tunthiroon
Dan bacakanlah kepada mereka berita penting (tentang) Nuh ketika (dia) berkata kepada kaumnya, "Wahai kaumku! Jika terasa berat bagimu aku tinggal (bersamamu) dan peringatanku dengan ayat-ayat Allah, maka kepada Allah aku bertawakal. Karena itu bulatkanlah keputusanmu dan kumpulkanlah sekutu-sekutumu (untuk membinasakanku), dan janganlah keputusanmu itu dirahasiakan. Kemudian bertindaklah terhadap diriku, dan janganlah kamu tunda lagi!
فَإِ
Fa-in tawallaytum fama saaltukum minajrin in ajriya illa AAala Allahi waomirtuan akoona mina almuslimeen
Maka jika kamu berpaling (dari peringatanku), aku tidak meminta imbalan sedikit pun darimu. Imbalanku tidak lain hanyalah dari Allah, dan aku diperintah agar aku termasuk golongan orang-orang muslim (berserah diri)."
فَكَذَّبُوهُ فَنَجَّيْنَ
Fakaththaboohu fanajjaynahuwaman maAAahu fee alfulki wajaAAalnahum khala-ifawaaghraqna allatheena kaththaboo bi-ayatinafanthur kayfa kana AAaqibatualmunthareen
Kemudian mereka mendustakannya (Nuh), lalu Kami selamatkan dia dan orang yang bersamanya di dalam kapal, dan Kami jadikan mereka itu khalifah dan Kami tenggelamkan orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu.
ثُ
Thumma baAAathna min baAAdihi rusulanila qawmihim fajaoohum bilbayyinatifama kanoo liyu/minoo bima kaththaboobihi min qablu kathalika natbaAAu AAalaquloobi almuAAtadeen
Kemudian setelahnya (Nuh), Kami utus beberapa rasul kepada kaum mereka (masing-masing), maka rasul-rasul itu datang kepada mereka dengan membawa keterangan yang jelas, tetapi mereka tidak mau beriman karena mereka dahulu telah (biasa) mendustakannya. Demikianlah Kami mengunci hati orang-orang yang melampaui batas.
ثُ
Thumma baAAathna min baAAdihim moosawaharoona ila firAAawna wamala-ihi bi-ayatinafastakbaroo wakanoo qawman mujrimeen
Kemudian setelah mereka, Kami utus Musa dan Harun kepada Fir'aun dan para pemuka kaumnya, dengan membawa tanda-tanda (kekuasaan) Kami. Ternyata mereka menyombongkan diri dan mereka adalah orang-orang yang berdosa.
فَلَ
Falamma jaahumu alhaqqumin AAindina qaloo inna hatha lasihrunmubeen
Maka ketika telah datang kepada mereka kebenaran dari sisi Kami, mereka berkata, "Ini benar-benar sihir yang nyata."
قَالَ مُوسَ
Qala moosa ataqooloona lilhaqqilamma jaakum asihrun hatha walayuflihu assahiroon
Musa berkata, "Pantaskah kamu mengatakan terhadap kebenaran ketika ia datang kepadamu, 'sihirkah ini?' Padahal para penyihir itu tidaklah mendapat kemenangan.
قَال
Qaloo aji/tana litalfitanaAAamma wajadna AAalayhi abaanawatakoona lakuma alkibriyao fee al-ardi wamanahnu lakuma bimu/mineen
Mereka berkata, "Apakah engkau datang kepada kami untuk memalingkan kami dari apa (kepercayaan) yang kami dapati nenek moyang kami mengerjakannya (menyembah berhala), dan agar kamu berdua mempunyai kekuasaan di bumi (negeri Mesir)? Kami tidak akan mempercayai kamu berdua."
وَقَالَ فِرْعَوْنُ
Waqala firAAawnu i/toonee bikulli sahirinAAaleem
Dan Fir'aun berkata (kepada pemuka kaumnya), "Datangkanlah kepadaku semua penyihir yang ulung!"
فَلَ
Falamma jaa assaharatuqala lahum moosa alqoo ma antum mulqoon
Maka ketika para penyihir itu datang, Musa berkata kepada mereka, "Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan!"
فَلَ
Falamma alqaw qala moosama ji/tum bihi assihru inna Allahasayubtiluhu inna Allaha la yuslihuAAamala almufsideen
Setelah mereka melemparkan, Musa berkata, "Apa yang kamu lakukan, itulah sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan kepalsuan sihir. Sungguh, Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang yang berbuat kerusakan.
وَيُحِقُّ
Wayuhiqqu Allahu alhaqqabikalimatihi walaw kariha almujrimoon
Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukainya.
فَم
Fama amana limoosa illathurriyyatun min qawmihi AAala khawfin minfirAAawna wamala-ihim an yaftinahum wa-inna firAAawna laAAalinfee al-ardi wa-innahu lamina almusrifeen
Maka tidak ada yang beriman kepada Musa, selain keturunan dari kaumnya dalam keadaan takut bahwa Fir'aun dan para pemuka (kaum)nya akan menyiksa mereka. Dan Sungguh, Fir'aun itu benar-benar telah berbuat sewenang-wenang di bumi, dan benar-benar termasuk orang yang melampaui batas.
وَقَالَ مُوسَىٰ يَ
Waqala moosa ya qawmiin kuntum amantum billahi faAAalayhitawakkaloo in kuntum muslimeen
Dan Musa berkata, "Wahai kaumku! Apabila kamu beriman kepada Allah, maka bertawakallah kepada-Nya, jika kamu benar-benar orang muslim (berserah diri)."
فَقَالُو
Faqaloo AAala Allahitawakkalna rabbana la tajAAalnafitnatan lilqawmi aththalimeen
Lalu mereka berkata, "Kepada Allahlah kami bertawakal. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi kaum yang zalim,
وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ
Wanajjina birahmatika minaalqawmi alkafireen
dan selamatkanlah kami dengan rahmat-Mu dari orang-orang kafir."
وَأَوْحَيْن
Waawhayna ila moosawaakheehi an tabawwaa liqawmikuma bimisrabuyootan wajAAaloo buyootakum qiblatan waaqeemoo assalatawabashshiri almu/mineen
Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya, "Ambillah beberapa rumah di Mesir untuk (tempat tinggal) kaummu dan jadikanlah rumah-rumahmu itu tempat ibadah dan laksanakanlah salat serta gembirakanlah orang-orang mukmin."
وَقَالَ مُوسَىٰ رَبَّن
Waqala moosa rabbanainnaka atayta firAAawna wamalaahu zeenatan waamwalanfee alhayati addunya rabbanaliyudilloo AAan sabeelika rabbana itmis AAalaamwalihim washdud AAala quloobihim falayu/minoo hatta yarawoo alAAathaba al-aleem
Dan Musa berkata, "Ya Tuhan kami, Engkau telah memberi kepada Fir'aun dan para pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia. Ya Tuhan kami, (akibatnya) mereka menyesatkan (manusia) dari jalan-Mu. Ya Tuhan, binasakanlah harta mereka, dan kuncilah hati mereka, sehingga mereka tidak beriman sampai mereka melihat azab yang pedih."
قَالَ قَ
Qala qad ojeebat daAAwatukumafastaqeema wala tattabiAAannisabeela allatheena la yaAAlamoon
Dia Allah berfirman, "Sungguh, telah diperkenankan permohonan kamu berdua, sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus dan jangan sekali-kali kamu mengikuti jalan orang yang tidak mengetahui."
۞ وَجَ
Wajawazna bibanee isra-eelaalbahra faatbaAAahum firAAawnu wajunooduhu baghyanwaAAadwan hatta itha adrakahu algharaqu qalaamantu annahu la ilaha illa allatheeamanat bihi banoo isra-eela waana minaalmuslimeen
Dan Kami selamatkan Bani Israil melintasi laut, kemudian Fir'aun dan bala tentaranya mengikuti mereka, untuk menzalimi dan menindas (mereka). Sehingga ketika Fir'aun hampir tenggelam dia berkata, "Aku percaya bahwa tidak ada tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan aku termasuk orang-orang muslim (berserah diri)."
ءَ
Al-ana waqad AAasaytaqablu wakunta mina almufsideen
Mengapa baru sekarang (kamu beriman), padahal sesungguhnya engkau telah durhaka sejak dahulu, dan engkau termasuk orang yang berbuat kerusakan.
فَ
Falyawma nunajjeeka bibadanikalitakoona liman khalfaka ayatan wa-inna katheeran mina annasiAAan ayatina laghafiloon
Maka pada hari ini Kami selamatkan jasadmu1 agar engkau dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang setelahmu, tetapi kebanyakan manusia tidak mengindahkan tanda-tanda (kekuasaan) Kami.
وَلَقَ
Walaqad bawwa/na banee isra-eelamubawwaa sidqin warazaqnahum mina attayyibatifama ikhtalafoo hatta jaahumualAAilmu inna rabbaka yaqdee baynahum yawma alqiyamatifeema kanoo feehi yakhtalifoon
Dan sungguh, Kami telah menempatkan Bani Israil di tempat kediaman yang bagus dan Kami beri mereka rezeki yang baik. Maka mereka tidak berselisih, kecuali setelah datang kepada mereka pengetahuan (yang tersebut dalam Taurat). Sesungguhnya Tuhan kamu akan memberi keputusan antara mereka pada hari Kiamat tentang apa yang mereka perselisihkan itu.
فَإِ
Fa-in kunta fee shakkin mimma anzalnnailayka fas-ali allatheena yaqraoona alkitabamin qablika laqad jaaka alhaqqu min rabbika falatakoonanna mina almumtareen
Maka jika engkau (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang yang membaca kitab sebelummu. Sungguh, telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, maka janganlah sekali-kali engkau termasuk orang yang ragu.
وَلَا تَكُونَ
Wala takoonanna mina allatheenakaththaboo bi-ayati Allahi fatakoonamina alkhasireen
dan janganlah sekali-kali engkau termasuk orang yang mendustakan ayat-ayat Allah, nanti engkau termasuk orang yang rugi.
إِ
Inna allatheena haqqatAAalayhim kalimatu rabbika la yu/minoon
Sungguh, orang-orang yang telah dipastikan mendapat ketetapan Tuhanmu, tidaklah akan beriman,
وَلَوْ ج
Walaw jaat-hum kullu ayatin hattayarawoo alAAathaba al-aleem
meskipun mereka mendapat tanda-tanda (kebesaran Allah), hingga mereka menyaksikan azab yang pedih.
فَلَوْلَا كَانَتْ قَرْيَةٌ ءَامَنَتْ فَنَفَعَه
Falawla kanat qaryatun amanatfanafaAAaha eemanuha illa qawmayoonusa lamma amanoo kashafna AAanhum AAathabaalkhizyi fee alhayati addunyawamattaAAnahum ila heen
Maka mengapa tidak ada (penduduk) suatu negeri pun yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat baginya selain kaum Yunus. Ketika mereka (kaum Yunus itu) beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai waktu tertentu.
وَلَوْ ش
Walaw shaa rabbuka laamana manfee al-ardi kulluhum jameeAAan afaanta tukrihu annasahatta yakoonoo mu/mineen
Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang di bumi seluruhnya. Tetapi apakah kamu (hendak) memaksa manusia agar mereka menjadi orang-orang yang beriman?
وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَ
Wama kana linafsin an tu/minailla bi-ithni Allahi wayajAAalu arrijsaAAala allatheena la yaAAqiloon
Dan tidak seorang pun akan beriman kecuali dengan izin Allah, dan Allah menimpakan azab kepada orang yang tidak berakal.
قُلِ
Quli onthuroo mathafee assamawati wal-ardi wamatughnee al-ayatu wannuthuru AAanqawmin la yu/minoon
Katakanlah, "Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi!" Tidaklah bermanfaat tanda-tanda (kebesaran Allah) dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang yang tidak beriman.
فَهَلْ يَ
Fahal yantathiroona illamithla ayyami allatheena khalaw min qablihim qul fantathirooinnee maAAakum mina almuntathireen
Maka mereka tidak menunggu-nunggu kecuali (kejadian-kejadian) yang sama dengan kejadian-kejadian (yang menimpa) orang-orang terdahulu sebelum mereka. Katakanlah, "Maka tunggulah, aku pun termasuk orang yang menunggu bersama kamu."
ثُ
Thumma nunajjee rusulana wallatheenaamanoo kathalika haqqan AAalaynanunjee almu/mineen
Kemudian Kami selamatkan rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman, demikianlah menjadi kewajiban Kami menyelamatkan orang yang beriman.
قُلْ يَ
Qul ya ayyuha annasuin kuntum fee shakkin min deenee fala aAAbudu allatheenataAAbudoona min dooni Allahi walakin aAAbudu Allahaallathee yatawaffakum waomirtu an akoona minaalmu/mineen
Katakanlah (Muhammad), "Wahai manusia! Jika kamu masih dalam keragu-raguan tentang agamaku, maka (ketahuilah) aku tidak menyembah yang kamu sembah selain Allah, tetapi aku menyembah Allah yang akan mematikan kamu dan aku telah diperintah agar termasuk orang yang beriman,"
وَأَنْ أَقِمْ وَ
Waan aqim wajhaka liddeeni haneefanwala takoonanna mina almushrikeen
dan (aku telah diperintah), "Hadapkanlah wajahmu kepada agama dengan tulus dan ikhlas, dan jangan sekali-kali engkau termasuk orang yang musyrik.
وَلَا تَ
Wala tadAAu min dooni Allahima la yanfaAAuka wala yadurruka fa-infaAAalta fa-innaka ithan mina aththalimeen
Dan jangan engkau menyembah sesuatu yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi bencana kepadamu selain Allah, sebab jika engkau lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya engkau termasuk orang-orang zalim."
وَإ
Wa-in yamsaska Allahu bidurrinfala kashifa lahu illa huwa wa-in yuridkabikhayrin fala radda lifadlihi yuseebubihi man yashao min AAibadihi wahuwa alghafooru arraheem
Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang.
قُلْ يَ
Qul ya ayyuha annasuqad jaakumu alhaqqu min rabbikum famani ihtadafa-innama yahtadee linafsihi waman dalla fa-innamayadillu AAalayha wama ana AAalaykumbiwakeel
Katakanlah (Muhammad), "Wahai manusia! Telah datang kepadamu kebenaran (Alquran) dari Tuhanmu, sebab itu barang siapa mendapat petunjuk, maka sebenarnya (petunjuk itu) untuk (kebaikan) dirinya sendiri. Dan barang siapa sesat, sesungguhnya kesesatannya itu (mencelakakan) dirinya sendiri. Dan Aku bukanlah pemelihara dirimu."
وَ
WattabiAA ma yoohailayka wasbir hatta yahkumaAllahu wahuwa khayru alhakimeen
Dan ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu, dan bersabarlah hingga Allah memberi keputusan. Dialah hakim yang terbaik.
ا
Alif-lam-ra kitabun ohkimatayatuhu thumma fussilat min ladun hakeeminkhabeer
Alif lām Rā`. (Inilah) Kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi kemudian dijelaskan secara terperinci,1 (yang diturunkan) dari sisi (Allah) Yang Mahabijaksana, Mahateliti,
أَلَّا تَعْبُد
Alla taAAbudoo illa Allahainnanee lakum minhu natheerun wabasheer
agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira dari-Nya untukmu,
وَأَنِ
Waani istaghfiroo rabbakum thumma toobooilayhi yumattiAAkum mataAAan hasanan ilaajalin musamman wayu/ti kulla thee fadlin fadlahuwa-in tawallaw fa-inee akhafu AAalaykum AAathabayawmin kabeer
dan hendaklah kamu memohon ampunan kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya, niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepadamu sampai waktu yang telah ditentukan. Dan Dia akan memberikan karunia-Nya kepada setiap orang yang berbuat baik. Dan jika kamu berpaling, maka sungguh, aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang besar (Kiamat).
إِلَى
Ila Allahi marjiAAukum wahuwaAAala kulli shay-in qadeer
Kepada Allahlah kamu kembali. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
أَل
Ala innahum yathnoona sudoorahumliyastakhfoo minhu ala heena yastaghshoona thiyabahumyaAAlamu ma yusirroona wama yuAAlinoona innahuAAaleemun bithati assudoor
Ingatlah, sesungguhnya mereka (orang-orang munafik) memalingkan dada untuk menyembunyikan diri dari dia (Muhammad).1 Ingatlah, ketika mereka menyelimuti dirinya dengan kain, Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka nyatakan, sungguh, Allah Maha Mengetahui (segala) isi hati.