Hadits Pilihan HR. Bukhari no. 6306

Sayyidul Istighfar (Penghulu Istighfar)

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

Transliterasi

Allāhumma anta rabbī lā ilāha illā anta, khalaqtanī wa ana 'abduka, wa ana 'alā 'ahdika wa wa'dika mastaṭa'tu. A'ūdzu bika min syarri mā ṣana'tu. Abū'u laka bini'matika 'alayya wa abū'u bidzanbī faghfir lī fa innahū lā yaghfirudz-dzunūba illā ant

Terjemahan

Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tiada tuhan selain Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada di atas perjanjian-Mu dan janji-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan apa yang aku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Maka ampunilah aku, karena sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.

Penjelasan

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Barangsiapa membacanya di waktu siang dengan penuh keyakinan, lalu ia mati pada hari itu sebelum petang, maka ia termasuk ahli surga. Dan barangsiapa membacanya di waktu malam dengan penuh keyakinan, lalu ia mati sebelum pagi, maka ia termasuk ahli surga.'

Sumber: HR. Bukhari no. 6306